2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBANKAN TERJADINYA KESALAHAN PENETAPAN HARGA OLEH USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) ( Studi Pada Mebel Lima Bersaudara ) NAMA : FITASARI PALPIALY NIM : 17191611 PROGRAM STUDI: AKUNTANSI FAKULTAS: EKONOMI ABSTRAKSI Harga merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam menentukan suatu keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa. sehingga dalam penentuan harga produk atau jasa yang dijual, baik perusahaan besar maupun usaha kecil sekali pun harus memperhatikan konsumen dan para pesaingnya. dalam melakukan pembelian. Penentuan harga jual dengan tepat, terlebih dahulu harus diketahui harga pokok produksi (perusahaan manufaktur), karena harga pokok produksi merupakan dasar bagi perusahaan untuk menetukan harga jual. Harga pokok produksi merupakan komponen biaya yang langsung berhubungan dengan produksi. Penetapan harga pokok produksi memegang peranan yang sangat penting pada suatu perusahaan, sebab dari harga pokok dapat dibuat analisa rencana dan kekuatan pemasaran, penentuan harga jual dan sebagai perencanaan laba perusahaan. Kammarudin (2013: p,174) menyatakan bahwa antara pendekatan full costing dan variable costing terdapat perbedaan mengenai konsep langsung dan tidak langsungnya biaya dengan volume. Namun permasalahan yang sering muncul dalam usaha adalah bagaimana menentukan harga jual yang tepat bagi konsumen. Seorang pengusaha perlu mempertimbangkan biaya-biaya dalam produksi dan perubahan yang terjadi dalam kuantitas produksi apabila ingin dapat menetapkan harga secara efektif. harga sering kali digunakan sebagai indikator nilai bilamana indikator tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana harga pokok produksi meyebabkan kesalahan penetapan harga dan bagaimana penyusunan pembukuan sederhana terhadap pada UMKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pelaku UMKM mebel lima Bersaudara Dan Sampel yang dipilih adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mebel lima bersaudara dan telah memiliki surat ijin usaha. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan dokumentasi dan wawancara kepada pelaku usaha mebel lima bersaudar.. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penentuan harga jual mengikuti rumus sebagai berikut: Harga Jual = Full Cost + Mark Up…(Basu Swasta 2007) Penentuan mark up (%) menggunakan rumus sebagai berikut (Tri Elia Ningsih, 2018): Harga Jual menurut Perusahaan (-) Harga Pokok Produksi Mark up (%) = ------- Harga Pokok Produksi Keterangan: Harga Jual menurut Perusahaan = Harga jual per unit yang berlaku di perusahaan Harga Pokok Produksi = Harga pokok produksi per unit yang dihitung dengan metode full cost Mark Up (Rp) = Mark Up (%) x Harga Pokok Produksi Mark Up (Rp/unit) = Mark Up (Rp) / Jumlah Unit Produksi Perhitungan Harga Pokok Produksi: Perhitungan Biaya bahan baku + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead pabrik Presentase keuntungan (laba) Untung = harga penjualan – harga pembelian Prensentase keuntungan = untung/harga pembelian x 100% Kunci kunci: harga pokok produksi, dan margin kontribusi
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalahPengaruh Faktor Penjelas Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Adapun persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Apakah Rasio likuiditas berpengaruh terhadap financial distress yang Terdaftar di BEI, Apakah Rasio leverage berpengaruh terhadap financial distress yang Terdaftar di BEI, Dan Apakah Rasio manajemen aset berpengaruhterhadapfinancial distress yang Terdaftar di BEI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Rasio likuiditas, Rasio leverage dan Rasio manajemen aset berpengaruh Terhadap financial distress Yang Terdaftar di BEI.
Adapun konsep dari penelitian ini adalah finansial distress, rasio likuiditas, rasio leverage, dan rasio manajemen aset.Financial distress merupakan sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi pada perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi.Rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukan hubungan antara kas dan aset lanacar perusahaan lainnya dengan kewajiban lainnya dengan kewajiban lancarnya. Rasio leverage adalah rasio yang mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemilik dengan dana yang dipinjamkan perusahaan dari kreditur. Rasio manajemen aset mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola aktivanya, yaitu mengukur kemampuan seluruh aktivanya, yaitu mengukur kemampuan seluruh aktivanya dalam menghasilkan penjualan
Populasi dalam penelitian ini adalahperusahaan manufaktur yang terdaftar diBursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2020.Berdasarkan populasi yang ada maka dipilih 8 perusahaan manufaktur dengan kriteria sampel.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manfaktur yang di delisting untuk memenuhi kriteriasampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020 yang dapat diakes melalui Situs www. Idx.co.id
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi R sebesar 0,905 hal ini menunjukkan bahwa variabel rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio manajemen aset memiliki hubungan yang kuat dengan finansial Distress. Kemudia nilai R Square sebesar 81,9, hal ini berarti 81,9% Financial Distress dapat dijelaskan oleh variabel rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio manajemen aset. Sisanya 19,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hipotesis 1 menyatakan bahwa variabel Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Berdasarkan hasil uji statistik thitung menunjukkan nilai signifikan Likuditas yaitu sebesar 0,747 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak, yang berarti variabel Likuiditas tidak berpengaruh positif terhadap Financial Distress.
Hipotesis H2 menyatakan bahwa variabel Leverage berpengaruh signifikan terhadap Financial distress. Berdasarkan hasil uji statistik thitungmenunjukkan nilai signifikan Leverage yaitu sebesar 0,000 kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima, yang berarti variabel leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme.
Hipotesis H3 menyatakan bahwa variabel Manajemen aset tidak berpengaruh terhadap konservatisme. Berdasarkan hasil uji statistik thitung menunjukkan nilai signifikan Manajemen Aset yaitu sebesar 0,780 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak, yang berarti variabel Manajemen Aset tidak berpengaruh positif terhadap Financial Distress
Kata Kunci : Financial Distress, Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Dan Rasio Manajemen Aset
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN ROTE NDAO (StudiPadaBadanPendapatan Daerah KabupatenRote Ndao) Nama : SolemanModok Nim : 17192196 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi ABSTRAKSI ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KABUPATEN ROTE NDAO (Studi Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao)”Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalahSistemPengedalian Intern PemungkutanPajakBumidanBangunan di Kabupaten Rote Ndao.yang menjadi persoalan penelitian adalahBagaimanaSistemPengendalianIntern PemungutanPajakBumidanBangunan di Kabupaten Rote Ndao (StudipadaDinasPendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao).Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahuiSistemPengedalian Intern PemungutanPajakBumidanBangunan di Kabupaten Rote Ndao (StudipadaBadanPendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao).Konsep penelitian dalam penelitian ini adalahSistempengendalian intern adalah proses yang intergralpadatindakandankegiatan yang dilakukansecaraterus-menerusolehpimpinandanseluruhpegawaiuntukmemberikankeyakinanmemadaiatastercapainyatujuanorganisasimelaluikegiatan yang efektifdanefensien, kedalamlaporankeuangan, pengamananasetnegara, danketaatanterhadapperundang-undangan.Pajakbumidanbanggunanadalahpemungkutanatastanahdanbanggunan yang munculkarenaadanyakeuntungandankedudukansosialekonomibagiseseorangataubadan yang memilikisuatuhakatasnya, ataumemperolehmanfaatdaripadanya.sampel dalam penelitian iniSOP SistemPemungutan Intern PajakBumidanBangunan di BadanPendapatan Daerah Kabupaten Rote NdaoTahun 2020.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahcara mendapatkan dokumen SOP pemungutanpajakpajakbumidanbangunan, pada bagian akuntansi perpajakan yang sesuai dengan masalah penelitian,sedangkanWawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada pihak terkait dengan suatu tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.Dalam analisis data ini penulis mendeskripsikan indikator dari konsep penelitian pada analisis pendahuluan untuk mendapatkan gambaran umum dari objek Penelitian yakniLingkunganPengendalian,PenilaianResiko,KegiatanPengedalian,Informasidankomunikasi,danPemantauan.Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis hasil analisis menunjukan bahwa secara parsialpenerapan sistem pengendalian internal dapat membantu memastikan sumber-sumber pendapatan negara, dapat diketahui ketercapaiannya sesuai dengan rencana- rencana pendapatan keuangan yang dibuat oleh pemerintah.Berdasarkan hasil wawancara penulis pada staf pegawai dibidang pajak bumi dan bangunan di Kabupaten Rote Ndao yang bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian intern penerimaan Pajak bumi di Kabupaten Rote Ndao telah terlaksana dengan baik, dapat diuraikan sebagai berikut :Lingkungan pengendalian merupakan dasar dari komponenpengendalian yang lain secara umum dapat memberikan acuan disiplin. Meliputi Integritas, Nilai Etika, Cara Manajemen di dalam mendelegasikan tugas dan tanggung jawab, mengatur dan mengembangkan personil.Identifikasi dan analisa atas resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan yaitu bagaimana resiko dinilai untuk kemudian dikelola. Komponen ini hendaknya mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal untuk kemudian dinilai.Di KABUPATEN ROTE NDAO kegiatan pengendaliannya dilaksanakan dalam bentuk; melakukan pembinaan sumberdayamanusiadenganmengadakanpendidikandanpelatihanformal kepada karyawan, dalam sistem otorisasi perusahaan atau instansi sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja telah dilakukan dengan pembuatan laporan kinerja pada setiaptahunnya. Berikut ini adalah sistem otorisasi dan prosedur penerimaan pajak bumi dan bangunan di KABUPATEN ROTE NDAO.Informasi dankomunikasiMenyediakan dan memanfaatkan berbagai bentuk dan sarana komunikasi,danMengelola, mengembangkan dan memperbaharui sistem informasi secara terusmenerus.Pemantauanuntuk memastikan apakah SPIP dijalankan dengan baik oleh suatu instansi pemerintah, maka perlu dilakukan pemantauan. Pemantauan akan menilai kualitas kinerja dari waktu ke waktu dan memastikan bahwa rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya dapat segera ditindaklanjuti.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING ABSTRAK Oleh : Lestin Fitria Hito NIM. 17192222 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengalokasian anggaran belanja modal melalui pendapatan asli daerah sebagai variable intervening di kabupaten kupang. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor badan pendapartan daerah kabupaten kupang. Data yang digunakan daalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran dan laporan pertumbuhan ekonomi kabupaten kupang dari tahun 2016-2020. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan sesi dokumentasi. Skala pengukuran data dengan skala Rasio. Data analisis dengan menggunakan Regresi linear berganda dengan bantuan Microsoft Exel. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Hal ini berarti semakin meningkat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut maka belanja modal juga semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini berarti semakin meningkat pertumbuhan ekonomi maka pendapatan asli daerah semakin besar. “PAD berpengaruh positif terhadap belanja modal” dalam penelitian ini ditolak.. Hal ini menunjukkan bahwa PAD yang diperoleh daerah tersebut tidak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi untuk laokasi lain seperti belanja pegawai.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat Desentralisasi dan Efektifitas Kabupaten Ende 2017-2021, sejauh mana pemerintahan daerah meningkatkan pemerataan kemampuan keuangan daerahnya sesuai kewenangan yang diserahkan oleh pemerintahan pusat dan serta merealisasikan pendapatan daerah yg seefektif mungkin. Jenis penelitian ini yaitu deskripsi kuantitatif pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sumber data bjpk. Kemenkeu.go.id/portal/data/apbd. Hasil penelitian ini menunjuhkan bahwa tingkat desentralisasi sangat bagus dan efektifitas fiskal sudah efektif.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ANALISIS EFESIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI PRIMER DAN SKUNDER DI DAERAH IRIGASI KERELOKO, KECAMATAN KOTA, KABUPATEN SUMBA BARAT ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (MAGHO K. ALFERD *) ( Nainiti. N. P. P. E**) ( MakaBorang M ***) Dari hasil penelitian tentang efisiensi rata-rata saluran di D.I. Kereloko, saluran Primer pada BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 – BK.3 dan saluran Sekunder pada BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka di daerah irigasi Kereloko dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu Efisiensi rata-rata saluran Primer pada DI Kereloko untuk ruas BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 –BK.3 terdapat 92,3% dengan panjng saluran 1949 meter dan untuk ruas BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka terdapat 90,1% dengan panjang 295 meter. Kata kunci : Analisis Efesiensi Penyaluran air Irigasi Kereloko
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH JARAK RAK PADA PEMBUATAN KOPRA MENGUNAKAN ENERGI PANAS DARI GASIFIKASI BIOMASA ABSTRAK Patrisius Y.S Bunga FJH** Jemmy JSD** Penelitian ini mengkaji proses untuk mengurangi kadar air kopra dalam rak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak rak pengering terhadap kualitas kopra dengan sumber panas hasil gasifikasi biomasa mengunakan bed dryer sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan rancangan acak (RAL), yaitu 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan dengan perlakuan yang uji adlah perbandingan setiap rak. Perlakuan yang di coba adalah sebagai berikut : Perlakuan A : jarak rak 10 cm, Perlakuan B : 20 cm, Perlakuan C : 30 cm, Perlakuan D :40 cm. Hasil penelitian proses pengeringan kopra dari bed dryer sederhana dapat disimpulkan bahwa jarak rak berpengaruh terhadap kadar air kopra. Perlakuan terbaik adalah pengeringan dengan jarak rak terhadap kualitas kopra 30 cm yang menghasilkan kadar air akhir kopra 6.60 %
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS TEMPURUNG KELAPA TIPE SEMI MEKANIS Nanggi L. Alosius* Bunga Habba, J. F** Dethan, J.J.S** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian ini telah di laksanakan di laboratirum mekanisasi pertanian, Univesitas Kristen Artha Wacana . Pada awal teknik pengupasan tempurung kelapa yang sering digunakan petani kelapa adalah menggunakan parang. Pengupasan tempurung kelapa menggunakan parang pun terbilang belum efektif apabila digunakan untuk mengupas tempurung kelapa dalam jumlah sedikit. Penggunaan parang membutuhkan tenaga dan waktu yang besar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang rancang bangun alat pengupas tempurumg kelapa semi mekanis, agar dapat menghemat tenaga dan waktu pengupasan kelapa yang mengakibatkan kesulitan bagi petani kelapa dalam hal pengupasan tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan rancang bangun dan kapasitas kerja alat pengupas tempurung kelapa tipe semi mekanis. Rancang bangun alat pengupas tempurung menggunakan metode trial and error dimana setelah alat dirancang atau di desain di lakukan uji coba dan bila di temukan komponen komponen yang belum berfungsi dengan baik maka di lakukan perbaikan terhadap komponen tersebut sampai komponen tersebut berfungsi dengan baik,penelitian di lanjutkan dengan menghitung kinerja alat pengupas tempurung kelapa dengan jumlah ulangan tiga kali.kinerja alat pengupas tempurung kelapa di hitung dengan rerata ulangan tersebut uji kinerja(jam/buah)hasil penelitian terhadap kinerja alat pengupas tempurung kelapa semi mekanis menunjukan bahwa cukup maksimal baik, dari hasil uji kinerja mesin pengupas tempurung kelapa semi mekanis menunjukan bahwa kapasitas kerja mesin pengupas trmpurung semi mekanis sebanyak 9 buah dengan waktu rata – rata 0,20 detik dengan menghasilkan pengupasan 137 buah/jam.dalam rancngan alat pengupas tempurung kelapa semi mekanis ini mengunakan tenaga penggerak yaitu motor listrik(Dinamo penggerak) dan bahan utama adalah buah kelapa kering. Kata kunci :Kelapa,pengupas,tempurung,semi,mekanis *peneliti **pembimbing
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implemetasi irigasi tetes pada berbagai tekstur tanah. kelembapan tanah adalah air yang tahan pada ruang atau pori diantara partikel tanah. Tingkat suhu dan kelembapan tanah bervariasi sejalan dengan perubahan proses energi matahari yang melalaui permukaan tanah. Penelitian pengukuran kelembapan tanah dilakukan secara langsung mengunakan soil moisture. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kelembapan tanah dari keempat tekstur ( tekstur liat,tekstur pasir, tekstur debu, dan tekstur lempung berliat) menggunakan irigasi tetes dan di pilih tanaman sawi sebagai bahan penelitian karena tanaman sawi merupakan salah satu tanaman yang toleran terhadap kondisi kelembapan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode percobaan langsung. Parameter pengamatan berupa mengukur kelembapan tanah, berat tanaman sawi, dan tinggi tanaman sawi. Dari keempat tekstur tanah yang berbeda menggunakan irigasi tetes yang menghasilkan tanaman sawi yang baik terdapat pada perlakuan (D Tekstur Lempung Berliat) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk kelembapan tanah berjumlah 41,600%, berat tanaman berjumlah 103,600g dan tinggi tanaman berjumlah 28,800cm
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih. Penelitian ini berlangsung selama 1 minggu untuk pengambilan data. Materi yang digunakan adalah daun minyak kayu putih. Rancangan yang digunakan adalah metode rancangan percobaan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulanganPerlakuan yang dicobakan adalah A.90oC, B. 93oC, C.95oC, D.98oC.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih berpengaruh nyata (P0.05) terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis. Kesimpulan hasilpenelitian ini bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih 90 oC, 93 oC, 95 oC, 98 oC memberikan pengaruh yang nyata terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih. Penelitian ini berlangsung selama 1 minggu untuk pengambilan data. Materi yang digunakan adalah daun minyak kayu putih. Rancangan yang digunakan adalah metode rancangan percobaan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulanganPerlakuan yang dicobakan adalah A.90oC, B. 93oC, C.95oC, D.98oC.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih berpengaruh nyata (P0.05) terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis. Kesimpulan hasilpenelitian ini bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih 90 oC, 93 oC, 95 oC, 98 oC memberikan pengaruh yang nyata terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bumn Pada PT. Pelni Tahun 2017- 2020”. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana penilaian tingkat kesehatan BUMN pada PT. PELNI Tahun 2017-2020?. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan BUMN pada PT. PELNI Tahun 2017-2020 dilihat dari Aspek Keuangan. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT Pelni tahun 2017-2020, dengan sampel penelitian adalah laporan keuangan PT Pelni tahun 2017-2020. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, dengan teknik tersebut data yang dibutuhkan diunduh dari wensite resmi perusahaan. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan dua cara analisis yakni analisi pendahuluan dan analisis lanjutan. Dalam analisis pendahuluan, akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari konsep. Sedangkan dalam analisis lanjutan, akan dianalisis data laporan keuangan dan menghitung rasio=rasio keuangan penting sesuai ketentuan Peraturan Menteri BUMN No. PER- 10/MBU/2014. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan,bahwa kinerja keuangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk periode 2010-2013 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan predikat Sehat kategori pada tahun 2010-2012 PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, selalu stabil mendapat akumulasi bobot penilaian sebesar 52,5 dengan total skor 75, sedangkan pada tahun 2013 mengalami kenaikan akumulasi bobot penilaian yaitu menjadi 55 dengan skor 78,57. Hasil untuk PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk pada periode 2010-2013 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan predikat sehat kategori AA.pada tahun 2013 akumulasi bobot penilaian yaitu menjadi sebesar 57,75 dengan total skor 82,5. Hasil Analisis kinerja keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk periode 2010-2013 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan predikat Sehat kategori pada tahun 2013 PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk akumulasi bobot penilaian sebesar 55 dengan total skor 78,57. Secara akumulasi bobot penilaian menunjukkan kinerja yang cenderung mengalami peningkatan.Perbedaan dalam penelitian ini adalah objek yang diteliti, bidang usaha yang diteliti, periode waktu dan adanya analisis trend di penelitian ini.Persamaan dalam penelitian ini adalah penilaian kesehatan BUMN. Berdasarkan hasil analisis lanjutan Tahun 2017 total 44, tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat, tahun 2018 masih sama total 44, Tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat sedangkan tahun 2019 total meningkat 48, tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat dan dittahun 2020 total kembali menurun 45, tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Seorang auditor harus memahami konsep maupun pengukuran materialitas sebelum membuat opini atas laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pemahaman tersebut akan digunakan untuk tujuan evaluasi kekeliruan keuangan yang berasal dari perbedaan-perbedaan jumlah yang termaksuk dalam laporan keuangan dengan bukti-bukti yang memadai. Materialitas berkaitan dengan seberapa besar salah saji yang terdapat arsesi yang dapat diterima oleh auditor agar pengguna laporan keuangan tidak terpengaruh oleh salah saji tersebut. Dalam mengaudit laporan keuangan tingkat materialisme dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain profesionalisme, etika profesi dan pengalaman auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profesionaliasme, etika profesi, dan pengalaman auditor terhadap tingkat materialitas. Penelitian ini dilaksanakan di Inspekorat Kabupaten Kupang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu independensi (X1) profesionalisme, (X2) etika profesi, dan (X3) pengalaman auditor. Variabel dependen yaitu tingkat materialitas (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. popolasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Inspektorat Kabupaten Kupang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Sampling, yakni penentuan sampel berdasarkan tujuan atau pertimbangan tertentu. Dengan demikian, sampel dalam penelitian ini adalah 44 auditor yang bekerja di Inspektorat Kabupaten Kupang. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi profesionalisme auditor di Kabupaten Kupang dikategorikan sangat tinggi, yang dibuktikan dengan persentase sebesar 93%; etika profesi auditor dikategorikan cukup tinggi, yakni sebesar 28%; dan pengalaman auditor dikategorikan cukup tinggi, yakni sebesar 43%. (2) Tingkat Materialitas Auditor di Kabupaten Kupang dipengaruhi oleh profesionalisme dan etika proesi. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 123.77 lebih besar dari nilai F tabel pada tingkat kepercayaan 99 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.914 ini berarti bahwa 91,40 % keragaman variabel tingkat materialitas auditor dapat dijelaskan oleh keragaman variabel profesionalisme, etika proesi dan pengalaman auditor. Sedangkan 8,60 % diterangkan oleh variabel lain diluar model atau variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini; dan (3) tingkat materialitas auditor kabupaten Kupang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengalaman auditor. Kata Kunci: Materialitas, Profesionalisme, Etika Profesi, dan Pengalaman Auditor. ABSTRACT Seorang auditor harus memahami konsep maupun pengukuran materialitas sebelum membuat opini atas laporan keuangan. Hal ini dikarenakan pemahaman tersebut akan digunakan untuk tujuan evaluasi kekeliruan keuangan yang berasal dari perbedaan-perbedaan jumlah yang termaksuk dalam laporan keuangan dengan bukti-bukti yang memadai. Materialitas berkaitan dengan seberapa besar salah saji yang terdapat arsesi yang dapat diterima oleh auditor agar pengguna laporan keuangan tidak terpengaruh oleh salah saji tersebut. Dalam mengaudit laporan keuangan tingkat materialisme dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain profesionalisme, etika profesi dan pengalaman auditor. This study aims to determine the effect of professionalism, professional ethics, and auditor experience on the level of materiality. This research was conducted at the Inspectorate of Kupang Regency. The independent variables in this study are independence (X1) professionalism, (X2) professional ethics, and (X3) auditor experience. The dependent variable is the level of materiality (Y). The data used is primary data. The population in this study are auditors who work at the Kupang Regency Inspectorate. Sampling using purposive sampling technique, namely determining the sample based on certain objectives or considerations. Thus, the sample in this study is 44 auditors who work at the Kupang Regency Inspectorate. The method of data collection is by using a questionnaire distributed to respondents. Data measurement scale with ordinal scale. The data were analyzed using multiple regression analysis with the help of the SPSS program. The results showed that (1) the description of the professionalism of auditors in Kupang Regency was categorized as very high, as evidenced by the percentage of 93%; the professional ethics of auditors is categorized as quite high, at 28%; and the experience of auditors is categorized as quite high, which is 43%. (2) Auditor Materiality Level in Kupang Regency is influenced by professionalism and professional ethics. This is evidenced by the calculated F value of 123.77 which is greater than the table F value at the 99% confidence level. The results of the analysis show that the coefficient of determination (R2) of 0.914 means that 91.40% of the diversity of auditor materiality variables can be explained by the diversity of variables of professionalism, professional ethics and auditor experience. While 8.60 % is explained by other variables outside the model or variables not examined in this study; and (3) the level of materiality of the Kupang district auditors has no significant effect on the auditor's experience. Kata Kunci: Materiality, Professionalism, Professional ethics, dan Auditor Experience.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana pengelolaan dana desa di desa Kotabiru dan bagaimana mekanisme pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh pemerintah desa Kotabiru kabupaten malaka.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam hubungan kerja sama antara Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT) dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), dilakukan sebuah pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat (PSM). Dari pelatihan ini, penulis mencoba untuk memberi perhatian kepada upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh PPMT dengan melihat dampaknya dalam wilayah pelayanan GMIT. PPMT dibangun dengan berlatar belakang kehidupan jemaat dalam menghadapi masalah-masalah seperti kemiskinan, rendahnya pendidikan, tingkat kesehatan yang buruk dan masalah lainnya. Dalam menyatakan visi dan misi mereka, maka PPMT membangun kerja sama dengan GMIT.
Tulisan ini melihat hubungan kerja sama antara PPMT dan GMIT dalam upaya pemberdayaan yang dilakukan. Penulis menggunakan metode deskriptif, analitis hingga reflektif. Metode deskriptif digunakan untuk melihat kehadiran PPMT di wilayah pelayanan GMIT. Kemudian, penulis menggunakan metode analitis guna menganalisis faktor-faktor dan dampak dilakukan pemberdayaan. Metode yang digunakan penulis dalam analisis adalah metode analisis SWOT. Metode ini melihat bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari sebuah program yang dilakukan. Lalu, penulis meninjau secara teologis upaya pemberdayaan ini menggunakan tinjauan teologi praktika yaitu pembangunan jemaat.
Penulis menemukan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh PPMT dalam kerja sama bersama GMIT memberikan hasil meskipun dalam keberhasilan itu, belum sempurna. Dampak dari pemberdayaan ini turut dirasakan oleh GMIT. Dengan keberhasilan inilah, visi dan misi yang dijalankan oleh PPMT berhasil tetapi dalam upaya perkembangan hasil yang lebih baik, perlu pengawasan dan tindak lanjut yang lebih baik tentang upaya pemberdayaan ini.
Gereja hadir di dunia guna menyatakan visi dan misi Allah termasuk GMIT yang juga berperan menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam panca pelayanannya. Bekerja sama dengan PPMT, GMIT berusaha untuk belajar mengembangkan potensi yang dimiliki jemaat guna memberi kesejahteraan bagi mereka. Dalam proses pemberdayaan ini, kehadiran Allah menjadi nyata melalui orang yang dipanggil dan diutus-Nya. Dengan kehadiran dan peran para pelayan, PPMT berhasil menyatakan visi dan misinya bukan saja tentang pelayanan “altar” melainkan tentang peran pelayan di “latar”.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Minyak atsiri adalah salah satu hasil biosintesis lanjutan (metabolisme) terhadap hasil utama proses fotosintesis daun. Salah satu jenis minyak atsiri yang paling banyak dikonsumsi dalam negeri dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah minyak kayu putih. Minyak kayu putih memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai obat gatal, pusing, mual, serta sebagai penghangat badan. Bagian pohon yang paling berpotensi menghasilkan minyak kayu putih adalah daun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik daun dan rendemen minyak atsiri pada berbagai jenis tanaman kayu putih. Pengambilan sampel daun kayu putih dilakukan selama 2 kali, yang berlokasi di Pariti dan Kupang Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Analisis untuk mengetahui rendemen daun kayu putih adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Anova RAL) dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perlakuan terbaik dan Perhitungan kandungan minyak atsiri kayu putih (rendemen). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa Penyulingan yang dilakukan pada musim hujan memberikan nilai kadar minyak yang sangat sedikit dikarenakan pengambilan bahan penelitian di area persawahan oleh karena itu nilai kadar minyak yang dihasilkan sangat sedikit yang diperoleh pada saat penyulingan. Penyulingan yang dilakukan selama tiga (3) jam akan menurunnya nilai kadar minyak.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis karakteristik curah hujan di kabupaten kupang yang telah melakukan hal yang penting untuk dilakukan . Hal ini di karenakan agar seluruh masyarakat dapat mengetahui keadaan iklim di daerah tersebut , selain itu dengan menganalisis curah hujan di kabupaten kupang maka hal tersebut dapat di jadikan sebagai satu pengetahuan untuk di teliti di kemudian hari . Banyak cara yang biasa di lakukan agar dapat mengetahui jenis dan tipe dan iklim apa yang ada di kabupaten kupang tersebut. cara yang pertama bisa juga dengan menggunakan metode Arimatika/R ata – Rata Aljabar .dan untuk curah hujan rata – rata dan dapat di tentukan dengan menunjukan curah hujan di semua tempat . untuk mengukur suatu priode tertentu dan membagi banyaknya stasium pengukur curah hujan . yang kedua adalah metode poligon Thiesssen ,yang di mana curah hujan rata – rata didapatkan dengan membuat poligon yang membuat tegak lurus pada tengah – tengah garis penghubung antara 1 stasium pengamat curah hujan. Dari hasil penelitian juga menunjukan bahwa tipe iklim pada 5 tahun yang di mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 telah di nyatakan bahwa dikabupaten kupang juga termasuk tipe iklim yang cukup rendah pada tahun tersebut .
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
iii RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS BAWANG MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DINAMO LISTRIK Mali Gerardus *) Haba Bunga F.J. **) Dethan J.J.S **) ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Pelatihan teknologi tepat guna noelbaki. Bertujuan untuk menghasilkan proto tipe alat pengupas bawang merah yang dapat digunakan untuk proses pengupasan bawang merah. Alat pengupas ini terdiri dari beberapa komponen yaitu : hopper, karet plucker, as, bearing, rangka, Vbelt, pullay, kran air, dinamo penggerak, saluran pengeluaran. Perancangan diawali dengan membuat gambar desain alat, dilanjutkan dengan menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam proses pengerjaan alat. Bahan-bahan dipotong sesuai ukuran dan dirakit menjadi alat pengupas dengan melakukan pengelasan. Kemudian dilakukan uji fungsiaonal alat untuk menguji fungsi dari setiap komponen yang telah dirakit. Hasil pengujian menunjukan bahwa semua komponen berfungsi dengan baik. Kapasitas kerja alat pengupas bawang merah dengan menggunakan dynamo listrik adalah sebesar 3,58 gr/detik. persentasi bawang merah yang terkupas 60%, dan persentasi bawang merah yang tidak terkupas 40%, dari hasil pengujian menggunakan 300gram bawang merah. Kata kunci : alat, mekanis, karet plucker, pengupas, bawang merah Keterangan *) Peneliti *)) Pembimbing
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui efisiensi boiler mesin destilasi pada penyulingan minyak kayu putih. Bahan yang di gunakan yaitu daun kayu putih diolah menjadi minyak kayu putih. Penilitian dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu destilasi penyulingan selama 30, 60, dan 90 menit. Rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Unova dan Duncan. Setiap perlakuan mengalami 3 pengulangan setiap perlakuan di buat dengan bahan dasar 2500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan efesiensi boiler memberikan pengaruh pada pengamatan laju destilasi dan efesiensi destilasi. Perlakuan A. (30 menit) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai laju destilasi 0,155555556 ml/menit, efisiensi destilasi 1,866667 ml/gr
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RANCANG BANGUN ALAT PENGIRIS DAUN TEMBAKAU TIPE MANUAL Manek Adrianus*), Hababunga.F.J.**), Lano L. Marthen**) Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan oktober 2021 di laboratorium keteknikan pertanian FTP-UKAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun alat pengiris daun tembakau tipe manual. Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai referensi dan informasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Dari hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan kinerja alat menunjukan bahwa kapasitas kerja alat perajang daun tembakau tipe manual. Dengan kapasitas kerja alat sebesar 4.748 gram/detik, atau sebesar 17.09 Kg/Jam. Persentasi tembakau tidak teriris 4.98%. dan persentasi berat setelah dirajang 95.25%. Dalam rancang alat ini menggunakan pisau pengiris yang berfungsi untuk pemotongdaun tembakau, panjang pisau pemotong 40cm. dan bahan daun tembakau yang diperam selama 2 hari. Kata kunci : Rancang bangun, pengiris daun tembakau tipe manual Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing