· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi ini adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penculikan Anak” jurusan ilmu hukum, dengan rumusan masalah sebagai berikut : Apa penyebab terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak ?, Bagaimana modus operandi pelaku dalam melakukan tindak pidana penculikan terhadap anak ?, Apa akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak ?, dan tujuan penelitian sebagai berikut : a. untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penculikan anak. b. untuk mengetahui modus dari pelaku tindak pidana penculikan terhadap anak. c. untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif yang meliputi penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan bersifat deskriptif yang artinya mencoba menggambarkan, mendeskripsikan atau menguraikan masalah faktual terkait dengan rumusan masalah diatas. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel Bebas atau variabel berpengaruh atau variabel yang mempengaruhi variabel dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum dari pelaku tindak pidana penculikan anak. b. Variabel Terikat atau variabel output yaitu ubahan terikat yang dipengaruhi adanya pengubah variabel bebas, variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penculikan anak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa faktor sesuai dengan permasalahan yang sudah penulis uraikan diatas adalah : a. Motif atau penyebab terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak (Pelaku ingin mempunyai anak atau keturunan,Pelaku ingin mengambil barang perhiasan milik anak korban, Pelaku ingin melakukan perbuatan cabul terhadap anak korban). b. Modus operandi pelaku tindak pidana penculikan (Pelaku menggunakan tipu muslihat, serangkaian kebohongan dan membujuk anak untuk ikut dengannya, Pelaku memanfaatkan situasi sepi disekitar rumah korban). c. Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak (Para pelaku dikenakan penahanan, Para pelaku dipidana penjara dan membayar denda, Para pelaku dibebankan membayar biaya perkara).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nugget adalah suatu bentuk produk daging giling yang dibumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti (breading), dan digoreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Tetelan ikan tuna adalah limbah hasil pengolahan tuna loin, yang terdiri dari jenis daging merah dan sebagian daging ikan putih. Tujuan dari penelitian pembuatan nugget dari tetelan tuna loin dengan variasi penambahan tepung jagung adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung jagung yang berbeda terhadap karakteristik nugget dari tetelan tuna loin (2) Untuk mendapatkan konsentrasi tepung jagung yang tepat sebagai pengikat dalam pembuatan nugget dari tetelan tuna loin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk nugget ikan, uji organoleptik dan uji kekenyalan. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein, kekenyalan dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan konsentrasi tepung jagung yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik nugget dari tetelan tuna loin. Jumlah konsentrasi tepung jagung yang tepat sebagai pengikat dalam pembuatan nugget dari tetelan tuna loin diperoleh pada semua perlakuan yakni A (600 g tetelan tuna loin : 10% tepung jagung), B (600 g tetelan tuna loin : 20%), C (600 g tetelan tuna loin : 30% tepung jagung) dengan tingkat penerimaan organoleptik memenuhi SNI 7758 : 2013.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian ini adalah DESKRIPSI TENTANG ALASAN MAHKAMAH AGUNG MENJATUHKAN PUTUSAN PEMIDANAAN DAN DENDA DALAM TINDAK PIDANA PERLINDUNGAN KONSUMEN. Masalah pokok yang diteliti penulis adalah mengapa Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dan denda dalam tindak pidana perlindungan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui alasan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaandan denda dalam tindak pidana perlindungan konsumen. Jenis penelitian hukum yang digunakan penulis bersifat Deskriptif dan sifat penelitian yang digunakan adalah Normatif. Sumber data mengunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Teknik analisis data mengunakan perundang-undangan dan putusan pengadilan.
Hasi penelitian yang dilakukan oleh penulis selanjunya dirumuskan dan ditarik kesimpulan sebagai berikut: Alasan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaandan denda dalam tindak pidana perlindungan konsumen yaitu: 1. Perbuatan Terdakwa terbukti bersalah memperdagangkan barang yang tidak memiliki lebel. 2. Perbuatan Terdakwa merupakan tindak pidana ringan dan perbuatan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan. Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut: 1. Kepada pelaku usaha haruslah memberi informasi yang benar atas barang ataupun produk mengenai masa konsumsi dari mutu suatu produk pangan sangat penting untuk kesehatan, keamanan, maupun keselamatan konsumen. 2. Kepada Majelis Hakim haruslah memberi sanksi sebagai efek jera bagi pelaku usaha.
Kata kunci : Putusan Pemidanaan, Denda, Perlindungan Konsumen
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mutu ikan segar semakin tinggi perubahan secara fisik, kimia, mikribiologi pada tubuh ikan maka semakin kompleks perubahan yang terjadi dan mengakibatkan penurunan mutu terhadap tingkat kesegaran ikan. Ikan tongkol adalah salah satu ikan yang cepat mengalami perubahan fisik, bau, lendir, tekstur serta atribut lainya seperti mata, insang, daging yang disebabkan oleh suhu dan mikroorganisme yang dapat mempengaruhu mutu ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu ikan tongkol segar berdasarkan uji organoleptik (sensorik) kenampakan (mata, insang, lendir), daging, bau, tekstur, kandungan total volatile base nitrogen dan kadar histamin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2022 bertempat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba sebagai tempat pengambilan sampel Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk uji organoleptik dan sedangkan untuk pengujian histamin dilakukan di PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor dan Total Volatile Base Nitrogen Laboraturium Biokimia Departemen Hasil Perairan Institut Pertanian Bogor. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini meliputi pengamatan secara subjektif (sensorik) meliputi pengamatan kenampakan (mata, insang, lendir), daging, bau, tekstur dan objektif (kimiawi) total volatile base nitrogen dan kadar histamin. Ikan tongkol segar memiliki nilai rata-rata TVB-N dengan nilai ikan tongkol 1 dan ikan tongkol 2 (21.25-17.85) memenuhi SNI 2009 dan kadar histamin dengan nilai ikan tongkol 1 dan ikan tongkol 2 (183.71-172.13) tidak memenuhi SNI 2017. Pengujian organoleptik (sensorik) ikan tongkol segar dengan tingkat penerimaan panelis untuk parameter kenampakan (mata, insang, lendir), daging, bau, tekstur dengan nilai masih segar dan diterima oleh panelis.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia ? 2. Bagaimana mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan? 3. Bagaimana akibat hukum terhadap pelaku , korban dan Negara tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri ? Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia. 2. Untuk mengetahui mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan. 3. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku, korban dan Negara tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia, mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan dan akibat hukum terhadap pelaku dan korban tindak pidana penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, sedangkan Variable terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penempatan penempatan pekerja migran Indonesia.
Berdasarkanh hasil penelitian maka yang menjadi faktor penyebab pelaku tindak pidana melakukan penempatan pekerja migran Indonesia adalah pelaku mendapatkan keuntungan dan pelaku mendapat upah. Mekanisme penempatan migran Indonesia oleh orang-perorangan, secara normatif berdasarkan Pasal 5 Peraturan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Proses Sebelum Bekerja Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia yaitu : Pendaftaran, Seleksi, Pemenuhan dokumen, Orientasi Pra Penempatan (OPP), Pendataan sidik jari biometric, Pemberangkatan. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana penempatan Tenaga Pekerja Indonesia di luar negeri adalah pelaku di tahan, pelaku di pidana penjara dan membayar denda. Pelaku membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap korban adalah korban mengalami kerugian materil. Akibat hukum terhadap Negara adalah mengurangi pendapatan devisa negara non pajak.
Saran, Diharapkannmasyarakat khusus para pekerja migran Indonesia untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai mekanisme yang sudah di atur dan diharapkan kepada pemerintah Dinas Ketenagakerjaan dalam hal perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia, dan juga memberikan pemahaman bagi para calon Pekerja Migran Indonesia.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena mengandung kadar air, protein yang cukup tinggi, pembusukan ikan disebabkan oleh degradasi daging ikan karena aktifitas enzim, perubahan biokimia dan pertumbuhan mikroorganisme segera setelah ikan mati. Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang telah dibumbui, kemudian dilumuri perekat tepung dan diselimuti tepung roti, digoreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. nugget ikan merupakan produk olahan menggunakan lumatan daging ikan yang dicampur dengan bahan pengikat dan bahan lainnya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik organoleptik (aroma, rasa, warna dan tekstur) dan kimiawi (kadar air dan protein) dari nugget ikan lele dengan variasi penambahan tepung rumput laut dan ubi ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2022 sampai desember 2022 di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian Organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), pengujian kimiawi (adar air dan protein).
Metode Yang Digunakan Yaitu Metode Rancaan Acak Lengkap Faktorial, dengan perlakuan tepung dan persentase tepung. Penelitian ini didesain menurut pola percobaan faktorial 3×4 menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dan memiliki 2 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan, yang menjadi faktor perlakuan adalah tepung dan persentase tepung. Perlakuan tepung (A) terdiri dari tepung rumput laut (a1), tepung ubi jalar ungu (a2) dan tepung rumput laut + tepung ubi ungu (a3), perlakuan persentase tepung (B) terdiri dari 4 gram (b1), 8 gram (b2), 12 gram (b3), dan 16 gram (b4).
Hasil penilaian menunjukkan bahwa nugget ikan leleb yang diproses dengan variasi penambahan tepung ubi ungu dan tepung rumput laut yang berbeda memiliki kadar air berkisar antar 36,67-45,96% sedangkan kadar protein berkisar antara 15,02-17,13%. Tingkat penerimaan panelis masih menyukai (warna, aroma, rasa dan tekstur) nugget ikan lele dengan variasi penambahan tepung rumput laut dan tepung ubi ungu.
Nugget ikan lele yang dihasilkan dari setiap kombinasi perlakuan memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada nilai kadar air, protein dan tingkat penerimaan panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa dan tekstur nugget ikan lele yang dihasilkan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
An Analysis of Translation Methods on narrative Text from Indonesian into English Done by Sixth Semester Students at Artha Wacana Christian University
ABSTRACT
Student, Name1 Supervisor1, Name.2 Supervisor2, Name.3
(Mnir, Yashinta Lereansi) (Ngongo, Magdalena) (Ludji, Ifoni)
Translation is changing an activity of changing a language into another language spoken or written. It has become something which affects the development of world literature. This research was conducted to identify the translation methods applied by the students in translating narrative text. The objective of this research were to describe 1. the types of translation methods, and 2. the dominant types of translation methods used by the sixth semester students. This research was classified as descriptive qualitative method. The researcher carried out this study on May 2022. The researcher obtained the data from the 33 students. Based on the analysis, it was found out that there were eight types of translation methods used in translating the story from Indonesian into English. They were 1.word-for-word translation example : SL : pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu.TL : ‘to a certain day Sangkuriang request leave for hunt’. (2) literal translation example SL : Dayang Sumbi tidak akan menikah dengan Sangkuriang.TL : ‘Dayang Sumbi would never marry with her son’.(3) faithful translation example SL : Ibu pergi ke pasar TL : ‘Mother goes to the market’. (4) semantic translation example SL : air sungai mengalir TL : ‘the river run’. (5) adaptation translation example SL : Rambut nenek itu putih seperti salju TL : ‘Grandma’s hair was white like cotton’. (6) free translation example SL : suatu hari sangkuriang minta pamit untuk berburu.TL : ‘one day sangkuriang want to hunting. (7) idiomatic translation example SL : menendang ember TL : ‘kick the bucket’. (8) communicative translation example SL : Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. TL : ‘One day, Sangkuriang asked a permission to Dayang Sumbi to go to hunting’.Relating to the dominant types of translation methods, it was found out communicative translation type was the dominant 33 times used and it was followed by word for word translation that consist of 26 times used, faithful translation was 6 times, semantic translation was 3 times, literal translation was used 12 times, adaptation translation was used 0 times, free translation was used 0 times and idiomatic translation was 5 times used.
Key words: Translation, Translation Methods, Narrative Text.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa seringkali identik dengan keterbelakangan pendidikan, pertumbuhan ekonomi yang rendah, kolot serta tradisionalis (Furqaini Astri, 2009). Salah satu langkah pemerintah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat desa yaitu dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes inilah yang menjadi upaya untuk memperkuat perekonomian yang ada didesa dengan mengelola potensi-potensi yang menguntungkan. BUMDes dibentuk berdasarkan undang-undang Nomor 4 tahun 2015 tentang pendirian, pengurusan, pengelolaan serta pembubaran BUMDes.
Transparansi juga diartikan sebagai bentuk pemberian layanan publik yang bersifat terbuka serta mudah diakses oleh semua pihak yang membutuhkan. Transparansi juga memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat bardasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya manusia yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada undang-undang Nomor 6 tahun 2014 dimana desa harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai konstitusi yang berlaku (Noordiawan, 2007). Anik (2016) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. Namun laporan keuangan perlu disusun sesuai dengan format akuntansi yang berlaku agar laporan keuangan tersebut dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya serta dapat dipertanggungjawabkan.
BUMDes juga membutuhkan laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Tujuan dari pelaporan keuangan pemerintah adalah menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan sumber daya yang dipercaya kepadanya (Nurlan, 2008).
Dari bahasan analisis hasil analisis tentang masalah dan persoalan penelititan berdasarkan data-data yang telah dianalisis dari Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan BUMDes Sinar (Studi Kasus di Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara) dapat ditarik kesimpulan yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan Transparansi Terhadap Pelaporan Keuangan BUMDes Sinar (Studi Kasus di Desa Napan Kecamatan Bikomi Utara).
Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel diatas nilai signifikansi thitung sebesar 0.000 < 0,005 yaitu nilai thitung 14.693 > ttabel 1.986. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel transparansi (X) berpengaruh terhadap variabel Laporan Keuangan BUMDes (Y). berdasarkan hasil tersebut hipotesis penelitian ini terbukti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
Besarnya nilai korelasi / hubungan yaitu sebesar 0,841. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R square) sebesar 0,705 atau 70,5% yang artinya bahwa pengaruh variabel Transparansi terhadap variabel Laporan Keuangan BUMDes Sinar adalah sebesar 70,5% sedangkan sisanya 29,5% dipengaruhi oleh variabel – variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Peradagangan Satwa Trenggiling”. Rumusan masalah 1. Bagaimana motif terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling? 2. Bagaiamana modus terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling? 3. Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana terhadap pelaku barang bukti peradagangan satwa trenggiling? Tujuan penelitian ini adalah; 1. Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling 2. Untuk menegtahui modus terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling 3. Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana peradagangan satwa trenggiling. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling, sedangkan variabel terikat yaitu dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana perdagangan satwa trenggiling.
Berdasarkan Hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Motif terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling yaitu; a) Untuk Mendapatkan keuntungan, b) Mendapat penawaran dari seorang pembeli, c) Untuk pengobatan anak yang sakit, d) Mendapatkan imbalan dan e) Terdakwa tertarik untuk bisa memiliki satwa trenggiling. 2. Modus terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling yaitu; a) Terdakwa membeli dan menjual satwa Trenggiling b) Terdakwa menerima uang penjualan trenggiling tersebut dengan jalan transfer, c), Terdakwa membawa ternggiling ke tempat tujuan, d) Adanya kesepakatan tawar – menawar antara terdakwa dan penjual melalui telepon atau via whatsaap. 3. Akibat hukum terjadinya tindak pidana perdagangan satwa trenggiling yaitu; a) Bagi pelaku yaitu; (1) Terdakwa ditahan dan di dipidana penjara, (2) Terdakwa dikenakan denda dan membayar biaya perkara. b) Bagi satwa yang dilindungi yaitu; (1) Satwa trenggiling terancam punah dan (2) Mengakibatkan kematian pada satwa trenggiling. Saran yang diberikan yaitu sebagai generasi penerus, para mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas hukum harus lebih kritis terhadap isu-isu tentang perdagangan satwa trenggiling sehingga dapat menjadi bahan kajian untuk mencari solusi dan menjadi kontribusi kepada negara, bangsa dan agama.
Kata Kunci: Motif, Modus, Akibat Hukum, Tindak Pidana, Peradagangan Satwa Trenggiling
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian penulis ialah Disparitas Putusan Judex Facti dan Peninjauan Kembali Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penipuan Akta Notaris Kuasa Jual. Masalah pokoknya diteliti penulis ialah Mengapa Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan tetapi diperbaiki oleh Pengadilan Tinggi dengan Mengurangi Pemidanaan Terdakwa dan mengapa Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali membatalkan putusan judex facti dengan melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan tetapi diperbaiki oleh Pengadilan Tinggi dengan pemidanaan dan untuk mengetahui pertimbangan hakim Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali membatalkan putusan judex facti dan Menjatuhkan Putusan Lepas dari segala tuntutan hukum, sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Hasil peneilitian penulis sebagai berikut:
1. Alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan :
a. Terdakwa lalai dalam proses pembuatan surat kuasa akta jual
b. Terdakwa memberikan kesempatan atau sarana kepada saksi Gunawan Priambodo untuk melakukan tindak pidana
2. Alasan Pengadilan Tinggi memperbaiki putusan Pengadilan Negeri dengan Mengurangi Pemidanan Terdakwa: karena Pengadilan Negeri tidak mempertimbangkan masa kerja terdakwa sebagai Pejabat Umum
3. Alasan Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali membatalkan putusan judex facti dan Mejatuhkan Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum :
a. Pihak yang bertransaksi dalam jual beli tanah dengan saksi korban adalah saksi Gunawan Priambodo bukan terda
b. Adanya Bukti Baru (Novum).
Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut:
1. Agar hakim memberikan dasar pertimbangan yang jelas dalam memutuskan suatu perkara
2. Diharapkan Notaris selaku pejabat umum perlu lebih menjunjung kehati-hatian dalam mengembang tugasnya cermat serta teliti.
Kata kunci : Disparitas Putusan, Penipuan, Akta Notaris Kuasa Jual
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penyerobotan Hak Milik Atas Tanah.
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah? (2) Fakor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya pidana penyerobotan tanah? (3) Bagaimanakah akibat hukum dari tindak pidana penyerobotan tanah?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bentuk terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah dan (3) Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana penyerobotan tanah. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskripsi” dan berjenis “Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah antara lain:
a. Terdakwa mengklaim tanah tersebut miliknya.
b. Memperoleh keuntungan.
2. Bentuk terjadinya tindak pidana penyerobotan tanah antara lain:
a. Terdakwa menjual tanah yang bukan milinya.
b. Terdakwa telah melakukan penanaman atau pembelian.
c. Terdakwa melakukan pembangunan.
d. Terdakwa melakukan penyewaan.
e. Terdakwa melakukan pembersihan lahan.
3. Akibat hukum dari tindak pidana penyerobotan tanah.
a. Terdakwa dipidana penjara.
b. Terdakwa membayar biaya perkara.
Adapun saran bagi penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain:
1. Diharapkan bagi masyarakat pada umumnya janganlah melakukan pembangunan, penjualan, penanaman atau pembenihan terhadap lahan tanah yang mana sudah diketahui bukan miliknya.
2. Diharapkan bagi masyarakat pada umumnya yang ingin membeli tanah atau menjual tanah ataupun menyewah tanah haruslah memperhatikan terlebih dahulu terkait dengan alas hak atas tanah tersebut, sehingga tidak menimbulkan konflik dikemudian hari.
3. Diharapkan Pemerintahan Desa memfasilitasi penyelesaian sengketa penyerobotan tanah agar dapat diselesaikan secara ke-keluargaan berdasarkan Asas Restoratif Justice.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Disparitas Putusan Pengadilan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penipuan.
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah (1) Mengapa Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penipuan? (2) Mengapa Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana penipuan? Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penipuan. (2) Untuk mengetahui alasan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana penipuan. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini sebagai berikut:
1. Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan karena:
a. Terbuktinya unsur-unsur dakwaan Penuntut Umum.
b. Perbuatan terdakwa merupakan perbuatan melawan hukum.
2. Hakim Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan lepas karena:
a. Peristiwa hukum yang terjadi adalah hubungan keperdataan.
b. Perbuatan terdakwa merupakan persoalan hutang piutang.
Adapun saran bagi penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain:
1. Diharapkan bagi penegak hukum baik penyidik maupun hakim pada pengadilan tingakat pertama, harus memperhatikan dengan cermat dan benar fakta-fakta hukum yang terjadi dalam tindak pidana penipuan sehingga tindak menimbulkan problem dalam penerapan hukum tingkat peradilan yang lebih tinggi.
2. Diharapkan bagi korban tindak pidana penipuan janganlah terlebih dahulu dalam mengupayakan persoalan yang dialami ke ranah pidan sebab di dalam didalam upaya pnegakan hukum ranah pidana merupakan ranah yang paling terakhir (Ultimum Remedium)
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul: DESKRIPSI TENTANG MOTIF MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PEREDARAN KOSMETIK ILEGAL”. Rumusan masalah 1). Bagaimana motif terjadinya tindak pidana penjualan kosmetik ilegal? 2). Bagaimana modus pelaku tindak pidana penjual kosmetik illegal ? 3) Bagaimana akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penjual kosmetik illegal ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1). Motif terjadinya tindak pidana penjualan kosmetik illegal ? 2). Modus pelaku tindak pidana penjual kosmetik ilegal 3) Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penjual kosmetik ilegal. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana peredaran kosmetik ilegal, sedangkan variabel terikat yaitu dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana peredaran kosmetik ilegal. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier.
Berdasarkan Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa penyebab terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal adalah; 1) Motif terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal yaitu; a) Untuk mendapatkan keuntungan dan b) Karena ada permintaan konsumen. 2) Modus terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal yaitu; a) Terdakwa memebeli kosmetik dengan harga murah b) Terdakwa mempromosikan kosmetik illegal ditokonya c) Terdakwa meyakinkan pembeli bahwa kosmetik yang dijaul legal d) Terdakwa menjual kosmetik dengan harga melebhi harga pembelian 3) Akibat hukum terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal yaitu; a) Terdakwa ditahan b) Terdakwa di pidana penjara dan didenda serta dibebankan membayar biaya perkara
Kata Kunci: Motif, Modus Akibat Hukum, Peredaran Kosmetik Ilegal
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul penelitian ini ialah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Hukuman Kepada Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Seksual. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: mengapa hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah: untuk mengetahui alasan hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alasan hakim menjatuhkan pemidanaan terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana seksual. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan hakim lebih memilih menjatuhkan pidana penjara kepada anak yang melakukan tindak pidana seksual, karena: 1. Perbuatan anak telah memenuhi memenuhi unsur-unsur tindak pidana. 2. Perbuatan anak telah dilakukan lebih dari satu kali. 3. Perbuatan anak merusak masa depan anak korban. 4. Hukuman lain tidak bias merubah perilaku anak. 5. Anak terbukti bersalah melakukan tindak pidana adalah merupakan pilihan terakhir (ultimum remedium) yang tidak dapat dihindari demi untuk kebaikan anak dan kepentingan masyarakat. Adapun yang menjadi saran penulis sebagai berikut: 1. Tindak pidana seksual telah bertentangan dengan norma yang hidup di masyarakat, maka perlu perhatian bersama dan kolaborasi seluruh pihak, baik itu orang tua, sekolah, masyarakat, pemerintah, akdemisi, dan aparat penegak hukum, melalui instansi terkait melakukan upaya preventif dan edukatif, serta korektif sehingga mampu memperbaiki perilaku seksual anak. 2. Penegakan hukum kekerasan seksual terhadap anak di dalam peradilan perlu mendapat perhatian serius dari perangkat peradilan itu sendiri khususnya hakim karena kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius (se'ious crimes) yang semakin meningkat dari waktu ke waktu dan mengancam jiwa anak, merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak, serta mengganggu rasa kenyamanan, ketentraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Kata Kunci: Anak, Hukuman, Pidana Penjara, Seksual
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam mengandung natrium klorida (NaCl), ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan jumlah yang tepat untuk menunjang kesehatan manusiaPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, di Desa Silawan, Kabupaten Belu untuk pengambilan sampel garam, sedangkan untuk pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar NaCl, Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air dan Iodium, dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan Kabupaten Belu, meliputi tanah tambak digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama 1 jam, pemasakan atau perebusan selama 7 jam, penirisan selama 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan, untuk pengujian kadar air : 4,44%, kadar NaCl : 48,2%, bagian yang tidak larut dalam air : 0,83 dan kadar iodium : 34,4% mg/kg, Parameter warna (putih normal) 0%, (putih kecokelatan) 100%, dan parameter bau (Bau normal) 7%, (bau tidak normal) 93%. Desa Silawan juga memperhatikan proses/teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam masak yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan standar SNI 4435-2017.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Puskesmas Tanggaba.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana motif terjadinya tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Tanggaba? (2) Bagaimanakah modus operandi terjadinya tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Tanggaba? (3) Bagaimana akibat hukum terhadap kerugian negera dan pelaku? Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Tanggaba. (2) Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Tanggaba. (3) Untuk mengetahui akibat hukum terhadap kerugian negera dan pelaku. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Motif Motif terjadinya tindak pidana korupsi pembangunan puskesmas Tanggaba adalah: (a) Faktor ekonomi dan (b) Untuk memperkaya diri.
2. Modus terjadinya tindak pidana korupsi pembangunan puskesmas Tanggaba adalah: (a) Pejabat Pembuat Komitmen CV. Siska lalai dalam melakukan tugas dan kewenangan; (b) Kontraktor pelaksana CV. SISKA lalai dalam melakukan pekerjaan sesuai kontrak dalam mengerjakan pekerjaan Puskesmas Tanggaba; dan (c) Konsultan pengawas CV. Karya Putra Yuda lalai dalam melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan.
3. Akibat hukum terhadap kerugian negara dan pelaku: (a) Akibat hukum terhadap kerugian negara adalah terdakwa dipidana membayar uang pengganti kerugian keuangan negara. (b) Akibat hukum terhadap pelaku adalah: (1) Pelaku dikenai pidana penjara; (2) Pelaku dikenai pidana denda; dan (3) Pelaku membayar biaya perkara.
Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini sebagai berikut: (1) Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang yang melakukan tindak pidana korupsi; Diharapkan pihak pemerintah dalam menentukan dan memverifikasi suatu perusahan Kontraktor maupun Konsultan Pengawas lebih tegas dan teliti sehingga tidak menimbulkan kerugian keuangan negara; dan (2) Diharapkan penegak hukum lebih tegas mengambil suatu hukuman agar dapt mengurangi terjadinya tindak pidana korupsi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul “Deskripsi tentang Bentuk Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Tubuh Satwa Beruang Madu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana bentuk perdagangan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu? Bagaimana penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu? Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bentuk perdagangan dan peenrapan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu yang berguna secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan, menguraikan dan menjelaskan tentang bentuk dan penerapan hukum bagi terdakwa tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa beruang madu dengan jenis penelitian normatif. dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 jenis variabel yaitu variabel bebas yaitu bentuk perdagangan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu dan penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu, sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang bergantung pada variabel bebas. Dalam variabel terikat ini yang menjadi variabel terikat adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa beruang madu. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Bentuk perdagangan tubuh satwa beruang madu meliputi beberapa bentuk yaitu: a). Jual beli secara langsung. b). Jual beli secara tidak langsung melaui perantara. 2). Penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu antara lain: Terdakwa di kenakan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP, Terdakwa di Pidana Penjara dan harus membayar denda yang di tetapkan oleh putusan hakim, dan terdakwa membayar biaya perkara. Kata Kunci: Tindak Pidana, Perdagangan Beruang Madu
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL, PENGALAMAN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP ROTASI JABATAN PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KUPANG
Oleh:
Ormi Tamelan
Nim : 18410302
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang berjumlah 66 orang yang terdiri dari pegawai PNS 42 orang dan pegawai Honorer berjumlah 24 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai PNS berjumlah 42 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus slovin maka sampel penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Sedangkan secara Stimultan kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 7.022 sedangkan koefisien b1 = -0.127, koefisien b2 = 0.580 dan b3 = 0.440. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kemampuan manajerial (X1), Pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan adalah sebagai berikut: Y= 7.022 -0.127 (X1) + 0.580 (X2) + 0.440 (X3) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel kemampuan manajerial (X1) terhadap variabel rotasi jabatan (Y).
Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan manajerial (X1) di temukan t hitung = -0.678 lebih kecil dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.504 oleh karena itu nilai sig.< 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan manajerial (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y).
Hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui bahwa variabel pengalaman kerja (X2) ditemukan t hitung = 3.071 lebih besar dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.005 oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dab Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengalaman kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y). berikut
Hasil Uji Hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh variabel pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui t hitung = 2.278 lebih besar dari t tabel = 2.0518 dan tingkat signifikan 0.031. Oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengawasan kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel rotasi jabatan (Y).
untuk hasil Uji F didapati F hitung = 10.233 lebih besar dari F tabel = 3.35 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel kemampuan manajerial (X1), variabel pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel rotasi jabatan (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil.
Uji Koofisien determinasi (R2) adalah 0.541 atau 54.1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan adalah 54.1%. Sedangkan pengaruh sebesar 45.9% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Kemampuan Manajerial, Pengalaman Kerja, Pengawasan Kerja, Rotasi Jabatan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:.Masih rendahnya hasil pembelajaran permainan rounders pada siswa SD GMIT No. 07 Oebufu
Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan permainan rounders untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada siswa kelas V SD Gmit No. 07 Oebufu.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut IGAK Wardhani (2008:1.4), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Menurut Suharsimi Arikunto (2009:16) PTK terdiri atas empat tahapan dalam tiap langkah. (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Langkah pertama, kedua dan seterusnya system spiral yang saling terkait perlu diperhatikan oleh peneliti. Komponen tindakan dan observasi menjai satu komponen karena kedua kegiatan ini dilakukan secara simultan.
Hasil dan pembahasan: Rounders adalah permainan bola pukul yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 12 orang. Rounders menggunakan lapangan yang berbentuk segi lima beraturan yang setiap sudutnya diberi base sebagai tempat hinggapnya masing-masing berjarak 15 meter. Cara bermain adalah pemukul (batter) memukul bola yang di lambungkan oleh pelambung (pitcher),setelah pukulannya sah, batter harus berlari ke base I sampai kembali ke home base baik atas pukulan sendiri maupun atas pukulan temannya. Lemparan atau pitcher memenuhi syarat apabila lemparan melalui daerah pukulan (strike zone) yaitu lewat diantara lutut dan bahu pemukul diatas home base, Jusuf Blegur & M. Rambu (2017:237)
Simpulan: Berdasarkan uraian diatas maka dapat di simpulkan bahwa penerapan permainan rounders untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada siswa kelas V SD GMIT NO. 07 Obufu tahun ajaran 2022\2023 sangat meningkat.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Pembayaran Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang? (2) Mengapa besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. (2) Untuk mengetahui alasan besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang adalah:
a. Korban mengalami kehilangan kekayaan atau penghasilan.
b. Korban mengalami kerugian Materil.
2. Alasan besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain disebabkan:
a. Tuntutan restitusi Jaksa Penuntut Umum berbeda.
b. Kerugian yang dialami korban berbeda.
Adapun saran dari penulis terkait dengan pembayaran restitusi korban tindak pidana perdagangan orang antara lain:
1. Diharapkan pemerintah dapat menerapkan regulasi dalam penilian besaran pembayaran restitusi terkhususnya mengenai korban yang mengalami kerugian yang dideritanya sebab dari regulasi yang ada tidak diatur secara eksplisit terkait rincian penilaian material dan immaterial.
2. Diharapkan pemerintah dapat memperhatikan regulasi terkait besar kecilnya ataupun kategori penilain yang memiliki ambang batas pembayaran restitusi, sebab diperhatikan tuntutan yang dimintakan oleh Penuntut Umum lebih besar dari nilai kerugian yang diderita korban artinya adanya ketimbangan-timbangan yang terjadi pada penegak hukum (Penuntut Umum).