2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SEJARAH KEPEMIMPINAN PRESBITERIAL SINODAL DI JEMAAT GMIT HOSANA RAEAWU Imanuel Bire Leo Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, NTT, Indonesia Email: [email protected] Dalam skripsi ini, penulis menemukan hal yang menarik terkait kepemimpinan presbiterial sinodal yang terjadi di jemaat GMIT Hosana Raeawu. Sebelum jemaat ini menjadi jemaat mandiri, sebagai pos pelayanan dan kemudian menjadi mata jemaat, jemaat ini dipimpin oleh para penatua dan diaken. Meski demikian, kepemimpinan dalam jemaat tetap berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dengan berbagai pelayanan yang tetap berjalan dan sangat minim konflik dalam jemaat. Dalam kepemimpinan mereka dengan cara penunjukan langsung oleh para tokoh utama yakni tokoh jemaat yang mendirikan Pos Pelayanan Hosana Raeawu untuk menjawab kebutuhan pelayanan. Kepemimpinan mereka juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dalam jemaat dan menghindari perselisihan dalam melaksanan pelayanan serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam pelayanan. Dalam perkembangan selanjutnya berkembang salah satu model kepemimpinan gereja yaitu presbiterial sinodal yang menekankan cara pemilihan penatua dan diaken dalam tiap periode. Penulis juga mengkombinasikan model kepemimpinan yang berhubungan terkait dengan kepemimpinan di jemaat dari Charles J. Keating, kemudian kenyataan terhadap konteks kepemimpinan. Untuk meneliti, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan mengetahui cara kepemimpinan presbiterial sinodal dan membuat refelksi teologis dari kepemimpinan presbiterial sinodal. Analisa yang ditemukan dari kepemimpinan presbiterial sinodal di jemaat GMIT Hosana Raeawu adalah kesatuan dalam kepimpinan yang saling membantu yaitu dengan saling menopang antara satu dengan yang lainnya. Kepemimpinan ini lebih menekankan pada cara pemilihan penatua dan diaken di tiap periode. Sekalipun cara pemilihan penatua dan diaken berbeda tiap periodenya. Tetapi kerja sama, terus terjalin dalam kepemimpinan mereka. Presbiter bersama-sama mengatur pelayanan dengan Ketua Majelis jemaat induk sebagai kawan sekarja Allah. Penatua dan Diaken sebagai pemimpin dalam jemaat memiliki kesatuan hati untuk melakukan tugas pelayanan dan menjalankan kepemimpinan dalam jemaat meski Pendeta jemaat tidak tinggal bersama dengan mereka. Dan faktor yang membuat jemaat ini tetap eksis dan bersatu adalah budaya. Masalah-masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan budaya dan kekeluargaan bisa terjadi karena kesatuan para pemimpin dalam jemaat ini. Penulis berefleksi bahwa pentingya kesatuan dalam pelayanan adalah hal yang seperti meningkatkan solidaritas, dan kinerja suatu jemaat/kelompok. Kesatuan ini tercermin melalui doa Yesus kepada Bapa supaya para murid menjadi satu (Yoh. 17:11). Kesatuan ini ada dalam presbiter di Jemaat GMIT Hosana Raeawu bahwa pentingnya di jemaat membangun kesatuan dalam pelayanan. Kata Kunci : Sejarah, Kepemimpinan, Presbiterial Sinodal, Kesatuan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan seksual inses adalah sebuah bentuk pelecehan atau persetubuhan yang dilakukan secara paksaaan atau acaman terhadap korban yang mana pelaku dari tindak kekerasan seksual inses adalah seseorang yang masih memiliki hubungan darah atau hubungan kekerabatan dengan korban. Kasus kekerasan seksual inses terjadi juga di Mali-Kabola. Kekerasan ini dilakukan oleh ayah kandung dari korban yang adalah anak kandungnya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus kekerasan seksual inses yang dialami oleh korban serta menganalisis faktor penyebab dan dampak kekerasan seksual inses bagi korban. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana sikap pastoral gereja terhadap korban. Jadi, fokus penelitian ini hanya kepada korban bukan pada pelaku. Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kasus. Metode Studi Kasus adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengolah studi kasus yang terjadi dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menggambarkan, bahwa kekerasan seksual inses ini benar terjadi pada korban sehingga memberikan dampak trauma bagi korban yakni dampak secara fisik, psikis, sosial, dan dampak secara spiritual. Serta faktor yang menjadi penyebab kekerasan seksual inses ini adalah faktor gender, pendidikan dan ekonomi. Oleh karena itu, gereja harus melihat persoalan ini sebagai persoalan yang serius, dengan memberikan sebuah pendampingan pastoral bagi korban, pendampingan gereja dalam bentuk merawat, mengasuh, menopang dan menyembuhkan, sehingga baik hubungan sosial maupun spiritualitas korban menjadi pulih melalui pendampingan pastoral. Pendampingan pastoral yang diberikan harus menggambarkan sikap Yesus yang peduli dan pembela orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
YANG BESAR BAGI ALLAH DARI YANG TERKCEIL DI ANTARA MANUSIA
Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 21:1-4 dan Implikasinya Bagi Pmberdayaan Janda di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat
Morionis Alfred Penu
Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
email:[email protected]
Injil Lukas memuat banyak catatan tentang perhatian Yesus bagi kaum marjinal seperti para janda. Meskipun dalam kehidupan sosial dipandang sebagai bagian yang lemah dan rendah, namun bagi Yesus para janda adalah manusia yang berharga. Bahkan dalam Injil Lukas 21:1-4, Lukas mencatat bahwa Yesus mengangkat kehidupan seorang janda dalam hal memberikan persembahan untuk dijadikan pengajaran kepada murid-murid dan orang-orang kaya. Dalam konteks pelayanan yang berlangsung di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, penulis menemukan suatu indikasi bahwa para janda belum secara baik dilibatkan dalam pelayanan gereja. Dalam pelayanannya, gereja cenderung masih memandang kehadiran janda hanya sebatas sebagai anggota jemaat yang lemah dan perlu dikasihani. Dengan demikian para janda selalu hanya hadir sebagai obyek dalam pelayanan dan sulit diberikan posisi sebagai subyek pelayanan. Berangkat dari dua latar belakang itu, maka penulis telah melakukan suatu kajian terhadap Injil Lukas 21:1-4 dengan metode kajian pustaka, secara khusus menggunakan kajian naratif dan menemukan kerygma teologis bahwa Allah memiliki kehendak bebas untuk memakai siapa saja menjadi alat untuk menyatakan kebenaran serta sikap ketulusan dalam melayani merupakan bukti syukur terbesar. Poin implikasi teologis juga penulis kemukakan bagi pemberdayaan janda dalam pelayanan di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, bahwa para janda di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat perlu menyadari kehadiran mereka dalam persekutuan gereja sebagai bagian penting yang dapat memberi sumbangsi bagi pelayanan. Sebaliknya gereja harus menyediakan ruang bagi para janda untuk dapat terlibat dalam pelayanan gereja.
Kata Kunci: Janda, Gereja, Pelayanan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG Oleh: Maria G N Bahan Nim : 18410300 ABSTRAK Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan ( as’ ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalan diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam, pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekrjaan yang dilakukan. Sehinggah kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti dalam konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikina tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Branch Manager 4 orang, koordinator 4 orang, Administration 6, Supervisor Lcv 6 orang, Supersor Pc, Supervicor cv 4 oarang dan Mekanik 10 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus solvin maka sampel penelitian ini berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, Penelitian ini menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Sedangkan secara stimultakan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan singnifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 3,810 sedangkan koefisien b1 = 0,400, koefisien b2 = 0,248. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), Komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 3,810 + 0,400 (X1) + 0,248 (X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 4,815 lebih besar dari t tabel = 2,082 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena itu nilai sig. 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan kerja karyawan (Y). Berikut hasil uji Hipotesis kedua yaitu komunikasi interpersonal (X2) ditemukan t hitung = 2,703 lebih kecil dari t tabel =2,028 dan tingkat signifikan =0,011. Oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu komunikasi interpersonal (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 25,379 lebih besar F tabel = 4,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka Ho (b1 =0 ) maka Ho ( b1 = 0 ) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0 ) diterima artinya variabel gaya kepemimpinan ( X1) dan komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi ( R2) adalah 0,592 atau 59,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja keryawan adalah 59,2% Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal Kepuasan Kerja
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN LOYALITAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DIPUSKESMAS KAPAN KECAMATAN MOLLO UTARA Salah satu hal penting untuk mendapatkan konsumen yang loyalitas diperlukan strategi dan pelayanan yang baikyang membuat konsumenn merasa terpuaskan dan tetap setia menggunakan produk tersebut serta harga yang wajar sehingga nantinya konsumen dapat mempercayai produk yang digunakan tersebut yang kemudian akan membuat suatu loyalitas dari para konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah kualitas pelayanan, loyalitas, dan kepuasan pasien. Menurut (Spillane &Hafid, 2015) menyatakan bahwa kepuasan adalah suatu keadaan di mana keinginan dan harapan pelanggan atau pasien dipenuhi. Suatu pelayanan akan dinilai memuaskan apabila pelayanan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Menurut Tjiptono (2014) menyatakan bahwa pasien merupakan konsumen yang penting dan untuk menjamin kepuasan pasien maka sangat perlu adanya pelayanan yang berkualitas tinggi sesuai dengan keinginan pasien. Menurut Tjiptono dan Chandra (2012 ;77) menyatakan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan, baik buruknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah pengaruh kualitas pelayanan dan loyalitas terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji regresi linear berganda Uji t dan Uji F yang dilakukan dengan menggunakan program spss. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa kualitas pelayanan pada kepuasan pasien rawat inap berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 91,88 dan loyalitas berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 81,67 dan kepuasan pasien berada pada kategori tertinggi dengan nilai rata-rata 92,06.indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstantan b sebesar 0,420 Hasil Uji t menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung 4.002>nilai t-tabel 2,05183);loyalitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien (t-hitung 0,243>nilai t-tabel 2,389);kualitas pelayanan berpengasruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung 4,002 >nilai t-tabel 2,05183). Sedangkan hasil uji F menunjukan bahwa secara simultan kualitas pelayanan,dan loyalitas berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap dipuskesmas kapan kecamatan mollo utara dengan nilai F-hitung 23,718>F-tabel=0,35 Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Loyalitas, Kepuasan Pasien Rawat Inap
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan penulisan ini adalah untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin dan bisa menempati posisi strategis. Debora adalah seorang perempuan pada masa Israel Kuno yang dikenal sebagai pemimpin di Israel yang mana narasi ini terdapat dalam kitab Hakim-hakim 4:4-
16. Guna mencapai tujuan ini, penulis melakukan penafsiran menggunakan metode kritik naratif. Sebelum masuk dalam penafsiran teks, penulis mengkaji kitab Hakim-hakim secara umum dengan menekankan teori sumber Deuteronomi (DH) yang mana pengaruhnya sangat dominan dalam kitab ini. Hasil penafsiran dengan metode tersebut, menunjukkan bahwa perempuan juga berkompeten dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Debora meskipun hidup di tengah masyarakat dengan pengaruh budaya patriarki yang kuat, namun ia diberi ruang dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya untuk menjadi pemimpin. Debora juga memberi sebuah model kepemimpinan yang khas yaitu kepemimpinan yang bersifat partnership. Beberapa hal penting penulis temukan dalam kisah ini. Pertama, Debora telah dipersiapkan oleh Allah menjadi pemimpin. Kedua, Debora diberi ruang dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya, dalam hal ini dari Barak dan orang-orang Israel. Akhirnya, penulis menyajikan kontribusi dari kisah ini bagi warga GMIT, secara khusus kaum perempuan. Gereja dan pemerintah saat ini perlu mempersiapkan ruang dan kesempatan serta menaruh kepercayaan terhadap perempuan untuk berkembang. Perempuan sendiri juga harus mengambil kesempatan yang ada untuk terus berani meningkatkan kualitas dirinya. Warga GMIT sebagai umat Allah harus lebih menghargai kaum perempuan sebagai insan yang memiliki martabat, kemampuan dalam memimpin dan dapat menjadi mitra yang sejajar dengan laki-laki.
Kata kunci: Kitab Hakim-hakim, Deuteronomi, Perempuan, Debora, Kepemimpinan,
partnership.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN GEREJA DAN PEMERINTAH
“Tinjauan Teologi Paulus dalam Surat Roma Mengenai Kepatuhan Kepada Pemerintah dan Implikasinya bagi Hubungan GMIT dan Pemerintah”
Devita M. Finit
Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen
Artha Wacana Kupang
email: [email protected]
Kasus penyimpangan kekuasaan, diskriminasi dan maladministrasi berupa pengabaian laporan, korupsi dan pungutan liar di berbagai instansi pemerintahan semakin marak terjadi beberapa tahun belakangan. Kasus-kasus ini bahkan dianggap sebagai hal yang lumrah dalam lingkungan pemerintah. Acap kali kerja sama antara gereja dan pemerintah, membuat gereja tidak jeli atau bahkan enggan untuk menyampaikan kebenaran yang seharusnya disampaikan. Konsep yang mendasari hubungan antara gereja (lembaga) dengan pemerintah adalah keyakinan bahwa pemerintah adalah wakil Allah. Dasar pemahaman ini kemudian disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk melakukan kesewenangan.
Berdasarkan uraian pemasalahan di atas penulis tertarik untuk melakukan tinjauan terhadap teologi Paulus mengenai hubungan gereja dan pemerintah dalam surat Roma. Surat Roma menjadi karya terbesar Paulus yang memuat cukup rinci mengenai hubungan antara gereja dan pemerintah, dibanding dengan surat-surat Paulus lainnya walaupun semua uraian dalam suarat Paulus dapat bersifat saling melengkapi. Uraian dalam surat Roma, seringkali dijadikan sebagai pembelaan dan pembenaran atas tindakan dan kebijakan keliru yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, nasihat Paulus sebenarnya merupakan bentuk dakwaan dan penolakan atas penindasan dan diskriminasi yang dilakukan pemerintah.
Ketaklukkan yang dimaksudkan Paulus dalam uraiannya adalah kepatuhan yang mengarah pada Kristus. Kristus-lah yang membawahi pemerintah dengan demikian seorang yang mengikatkan pada kehendak Allah harus menghormati pemerintah atas dasar kasih terhadap Kristus. Jika demikian maka, ketaklukkan gereja kepada pemerintah adalah merupakan bentuk sikap patuh yang dilakukan selama pemerintah tindak menyimpang dari kehendak Allah. Jika pemerintah justru abai maka ketaklukan gereja adalah berupa sikap patuh yang kritis dan menyuarakan suara kenabiannya. Sikap patuh yang dinasihatkan Paulus juga bukan hanya akan berdampak pada diri setiap individu namun juga dampak meluas bagi sesama dan pada saat yang sama akan menggambarkan hubungan timbal balik yang bertanggung jawab antar gereja dan pemerintah. Pada akhirnya penulis menyajikan tulisan ini sebagai sumbangan terhadap hubungan antara GMIT dan pemerintah.
Kata-kata kunci: Roma, Gereja, Pemerintah, Kepatuhan, Kritis, Mitra
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (KIOS) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Seperti halnya Keputusan Presiden RI nomor 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil. Adanya Gerakan dukung UMKM di Indonesia disambut baik oleh pelaku bisnis khususnya bagi para wirausaha muda atau indutri perumahan (home industry) yang terus tumbuh berkembang pesat dan berdikari. Model regresi tersebut dapat diinterpretasikan bahwa koefisien regresi variabel X (Literasi Keuangan) diperoleh sebesar 1,460. Tabel diatas menunjukan bahwa pengaruh Literasi Keuangan, memiliki tingkat signifikan 0,005 (dibawah α = 0,1). Dengan membandingkan t-tabel pada α = 0,1 dengan memakai rumus degree of freedom (df = n-k) dari total responden nilai df = 34-2 =32 dengan pengujian satu arah (one-tailed) di dapat nilai t- tabel sebesar 2,069. Maka dilihat dari (nilai t-tabel) dan t- hitung variabel X pada α = 0,1 yaitu sebesar 1693 yang berarti bahwa t- hitung lebih besar dari t-tabel, dengan melihat nilai t-hitung yang lebih besar dari t-tabel dan angka koefisien regresi dalam arah positif, maka ini berarti terdapat pengaruh positif literasi keuangan terhadap kinerja pada pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa F-hitung memiliki nilai 1222.770 lebih besar dari F-tabel yaitu 4,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,1). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Literasi keuangan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Pada Tabel 4.10 diatas menunjukan bahwa besarnya koefisien determinasi atau angka R Square adalah sebesar 0,974 Hal ini menunjukan bahwa variabel X (Literasi Keuangan) dapat menjelaskan sebesar 0,974% berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di Kelurahan Oesapa dan sisanya sebesar 0 % Literasi keuangan (X),berpengaruh positif dan signifikansi terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil tersebut memiliki mkna bahwa kinerja UMKM (Kios) akan meningkat apabila literasi keuangan pada kalangan pelaku Usaha Mikro ditingkatkan. Semakin tinggi literasi keuangan, maka akan semakin tinggi pula kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Maka dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti pengaruh yang positif dan signifikan variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil penelitian ini mendukung teori dari hasil penelitian sebelumnya diantaranya dari (Aribawa,2016) yang mengungkapkan bahwa jika pelaku usaha disektor usaha mikro memiliki kemampuan literasi keuangan yang memadai, maka keputusan bisnis dan keuangan yang diciptakan akan menuju kearah pengembangan yang membaik dari waktu ke waktu, meningkatkan kemampuan usaha untuk bertahan di tengah krisis, dan pada akhirnya akan membuat bisnis tersebut memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kata Kunci : Literasi Keuangan Dan Kinerja Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TANGGUNG JAWAB GURU PELAYANAN ANAK REMAJA DALAM MENINGKATKAN MORAL REMAJA (USIA 12-15 TAHUN) DI JEMAAT GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021
Utan S. E(*) Manu L(**) Pellu H.L(**)
Masalah dalam penelitian ini adalah Tanggung Jawab Guru Pelayanan anak Remaja
Dalam Meningkatkan Moral Remaja Usia 12 15 Tahun. Di Jemaat GMIT EBENHAIZER MOSU NEFONEUT KLASIS AMFOANG SELATAN TAHUN 2020/2021. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru pelayanan anak remaja PAR dalam
meningkatkan moral remaja (usia 12 15 tahun) Di Jemaat GMIT Ebenhaizer Mosu Nefoneut Klasis Amfoang Selatan Tahun 2020/2021.
Metode yang di gunakan adalah metode Kualitatif. Penelitian ini dilakukan 1 bulan terhitung dari tanggal 22 April 29 Mei 2022, bertempat di Jemaat Ebenhaizer Mosu Nefoneut.Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini merujuk pada. Tanggung Jawab Guru Pelayanan Anak Remaja terhadap beberapa masalah yang sudah teliti antara lain. Persiapan Mengajar, Kedisiplin guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya, Pelaksanaan Mengajar, Pandangan guru PAR terhadap tugas dan tanggung jawab, Moral
Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan 5 poin. Tanggung Jawab Guru PAR. Masalah yang dominan adalah kesulitan anak remaja dalam mengikuti Ibadah dan moral remaja .
Saran : Upaya bapak-ibu guru pelayanan anak remaja PAR, pendeta dan orang tua agar saling memotivasi, mendorong, memperhatikan anak-anak, mendidik anak-anak dengan baik dan benar.
Kata Kunci : Tanggung Jawab, Guru Pelayanan Anak dan Remaja,Moral Anak Remaja.
Penulis (*)
Pembimbing (**)
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR (DADANG NULANG LUNUNG TAPU) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DESA UMBU JODU,KEC AMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022 ASTI H)* LINTJE, P)* MANGGOA, M)** Budaya dan adat-istiadat di asyarakat pada mumnya berbeda. Budaya dan adat-istiadat ini mengacu kepada masyarakat pada umumnya dan cara menjalankannya yang berbeda, seperti: upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pernikahan dan lain-lain. Dalam Penelitian ini Tujuan untuk mengetahui Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu ) Dalam budaya masyarakat Di Desa Umbu Jodu,Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah dalam tradisi adat sumba Tengah ada tiga tahap dalam proses adat, yaitu 1) Masuk minta, 2) Membawa sirih pinang, 3) Bungkus sirih pinang dengan tahapan di atas harus di selesaikan agar proses adat dapat berjalan dengan lancar. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Deskriftif kualitatif .Teknik. Pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Dokumentasi, dan wawancara . Hasil yang diperoleh dalam menganalisis makna angkat bantal (Dadang nulang lunung tapu ) pada masyarakat desa umbu jodu,kecamatan umbu ratu nggay barat kabupaten sumba tengah yakni fungsi dari makna yang ditemukan adalah makna bertanggung jawab, makna memberi perlindungan, makna kebersamaan, makna sosial, dan makna Religius. Kata kunci : Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu). Keterangan : Mahasiswa : ** Dosen pembimbing
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah membahas tentang bagaimana pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali . Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Deskriptif.Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 11 penerima diakonia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,dan dokumentsi.Teknik analisis data menggunakan tori dari Kaelan (2012:129). Hasil Penelitian ini dimotivasi oleh pelaksanaan pelayanan diakonia jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur. Sumber data dalam penelitian ini dalah jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebanyak 16 orang dengan pembagian 3 orang majelis jemaat, 11 orang penerima diakonia, 1 pendeta, dan 1 orang sekertaris. Data diambil menggunakan metode wawancara. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan pemahaman jemaat GMIT Imanuel Oelalali. Pada akhirnya peneliti menemukam bahwa pelayanandiakonia di jemaaat GMIT Imanuel Oelalali merupakan salah satu bentuk pelayanan yang harus di gumuli bersama untuk tidak terhambat dalam pelayanan. Menurut pemahaman Majelis jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebagai usaha untuk mengatur dan mengusahakan agar pelayanan diakonia tidak terhambat, kemudian mempersiapkan semua fasilitas sehingga diakoniadapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan pelayanan diakonia di jemaat GMIT Imanuel Oelalali yang dilakukan secara rutin adalah diakonia karitatif/pelayanan kasih melihat dari realita jemaat dan pergumulan gereja maka sesungguhnya jemaat tidak hanya membutuhkan diakonia karitatif saja tapi juga diakonia transformatif dan reformatif atau diakonia secara menyeluruh
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media Audio Visual adalah media instruksional modern sesuai degan perkembangan zaman, meliputi media yang dapat dilihat dan di dengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penggunaan media audio visual video pada siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 2 Kupang Timur. (2) untuk mengetahui penggunaannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dengan materi Roh Kudus Membaharui Gereja mampu meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya variabel motivasi belajar dapat dijelaskan dari banyaknya siswa yang menyatakan senang terhadap penggunaan media audio visual video ini dan tumbuhnya motivasi untuk belajar, semangat siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dapat membuat suasana kelas menjadi hidup. Dengan demikian, bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 20 Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen post test only control group design, dalam desain eksperimen ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Intrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan pengujian dua sampel yang menggunakan uji-t, data membuktikan bahwa nilai thit = 3,2839 > ttab = 2,0322 pada taraf signifikan 0,05 (5%). Rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 84,167 dan rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 78,056. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh metode jigsaw terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen di UPTD SMP Negeri 20 Kota Kupang. Saran bagi sekolah, adanya kerjasama dalam hal perizinan pembelajaran jigsaw, adanya buku sumber untuk menunjang proses pembelajaran dan adanya fasilitas untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajaran
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TEORI KEADILAN Studi tentang Pemikiran John Rawls dan Implikasinya Bagi Pelayanan Diakonia Di GMIT Marthorika Novelawasty Lilinsa Asbanu Email penulis: [email protected] John Rawls adalah filsuf dari Amerika Serikat yang terkenal pada abad ke-20 di dalam bidang filsafat politik. Hampir sebagian besar filsuf dari seluruh dunia menyepakati bahwa karya-karya ilmiah dari Rawls telah memberikan kontribusi pemikiran yang akan terus diperbincangkan di ranah filsafat. Salah satu karya besar yang menjadikan Rawls terkenal adalah Theory of Justice (Teori Keadilan). Gagasan Rawls dalam teori keadilan memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, mulai dari para praktisi ekonomi, pakar hukum, ahli politik, pengamat sosiologi, hingga penggiat teologi. Melalui tulisan ini, akan dibahas secara positif tetapi juga kritis terhadap nilai yang dapat digalih dari pokok pikiran Rawls mengenai teori keadilan. Secara ringkas, Rawls mengatakan bahwa keadilan adalah keutamaan pertama dalam institusi sosial, sebagaimana kebenaran pada sistem pemikiran. Karena itu, prinsip-prinsip keadilan berfungsi sebagai petunjuk dan pengarah untuk menguji dan mengukur bagaimana masyarakat dikelola dan dijalankan. Dalam kerangka pemahaman tersebut maka ketika berbicara tentang keadilan, seseorang pertama-tama harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang jernih tentang syarat-syarat utama terciptanya keadilan; tentang aturan main atau prosedur dan karena terkait erat dengan aturan main. Konsep keadilan ini menjadi relevan dalam konteks pelayanan diakonia di GMIT. Dalam arti lain, pelayanan diakonia sering dinilai tidak tepat sasaran. Karena itu, pemikiran Rawls yang dibahas dalam tulisan ini diharapkan memberi tawaran bagi GMIT untuk menata pelayanan diakonia yang lebih berkeadilan. Memang, sangat disadari dalam tulisan ini bahwa bahwa konteks Rawls berbeda dengan konteks GMIT. Tetapi, perlu juga ditegaskan di sini kalau yang dilihat di sini adalah sistem nilai positif dari pemikiran Rawls yang tentunya tidak bertentangan dengan teologi yang dianut GMIT.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjumlah 34 pegawai. Semua populasi ini dijadikan unit pengamatan, sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial(T), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi(R2).Oleh karena itu maka dapat dibuktikan hasil perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dangan nilai konstanta a sebesar 7,168. Sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,022, b2 = 0,333, b3 = 0,790. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja (X1), pengalaman kerja (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y=7,168+0,022X1+ 0,333X2+ 0,790X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditemukan nilai signifikan 0,854 >0,05 dan nilai t hitung 0,186 t tabel 2,04227, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak berarti penempatan kerja (X1) tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja pegawai, diketahui bahwa untuk variabel pengalaman kerja (Y). t hitung = 1,684 t tabel 2,04227 dan nilai signifikan = 0,103 oleh karena itu nilai sig0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut ini hasil uji hipotesis ketiga yaitu dengan nilai signifikan sebesar 0,0010,05 dan nilai t hitung 3,699>2,04227 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti lingkungan kerja(X3)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). sedangkan untuk hasil pengujian Uji F Diketahui bahwa sig, untuk pengaruh (simultan) X1,X2 dan X3 terhadap Y adalag sebesar 0,0000,05 dan nilai Fhitung 22,120>Ftabel 2,91, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kupang. Dan untuk hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi R2 dengan nilai R Square sebesar 0,689 hal ini mengandung arti bahwa besar pengaruh variabel X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 68,9% dengan sisanya 31,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap variabel bebas baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemiskinan adalah masalah klasik, karena itu banyak orang, organisasi atau negara, berusaha untuk mengatasi persoalan kemiskinan, tetapi kemiskinan tidak pernah berakhir dan masih menjadi kenyataan dunia. Kemiskinan disebabkan dan telah menyebabkan banyak hal. Dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan dibutuhkan hospitalitas. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan menggunakan metode kritik naratif dari teks Injil Lukas 10:25-37. Injil Lukas mencatat kepedulian Yesus terhadap orang-orang miskin, kaum perempuan, anak-anak, orang Samaria dan orang-orang yang paling berdosa. Tulisan ini berupaya memaknai hospitalitas dan makna tanggung jawab sosial yang penulis dapat dari penafsiran teks Injil Lukas 10:25-37. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan karakteristik dari orang Samaria dan pemilik penginapan yang berhospitalitas terhadap orang yang terluka, dapat dibawa dalam konteks GMIT. Sikap hospitalitas inilah yang kemudian penulis kaitkan dengan bagaimana pelayanan GMIT dalam mengatasi masalah kemiskinan di NTT dan bagaimana GMIT berkerja sama dengan denominasi lain maupun agama lain dalam pengentasan kemiskinan di NTT. Dalam upaya gereja dalam mengatasi masalah kemiskinan di NTT, maka gereja perlu berkolaborasi dengan denominasi lain maupun agama lain. Cara pandang gereja terhadap sang liyan (yang lain) harus dipandang sebagai sahabat, agar hospitalitas dari gereja dan sang liyan dapat menjadi kepedulian yang utuh dalam mengatasi masalah sosial kemiskinan di NTT. Pada akhirnya, tulisan ini mengajak Gereja Masehi Injili di Timor menghidupi hospitalitas dalam kehidupan bergereja
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul: Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD dan Penyelesainnya Melalui Pengadilan. Adapun yang menjadi permasalahan adalah: 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya pergantian antar waktu anggota DPRD? 2) Mengapa penyelesaian Sengketa Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD ada yang diajukan ke PTUN dan PN? Dan 3) Bagaimanakah penyelesaian sengketa Pergantian Antar Waktu oleh Pengadilan?, Tujuan Penelitian adalah 1) Mengetahui Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergantian antar waktu anggota DPRD. 2) Mengetahui Alasan-alasan penyelesaian sengketa pergantian antar waktu angota DPRD di PTUN dan PN. 3) Mengetahui penyelesaian sengketa pergantian antar waktu oleh Pengadilan Negeri.
Metode penelitian normatif, Sifat Penelitian adalah Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk menggambarkan tentang faktor-faktor penyebab Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD, Alasan penyelesaian melalui PN dan PTUN dan Hasil penyelesaiannya, Jenis penelitian adalah penelitian hukum Normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai dasar untuk diteliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, Variabel bebas Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah Faktor penyebab, alasan dan hasil penyelesaian pergantian antar waktu, Variabel terikat Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Pada penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Putusan Pengadilan tentang Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD.
Hasil penelitian, Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergantian antar waktu anggota DPRD, Faktor Pergantian Antar Waktu tentu berbeda-beda antar anggota dewan, mulai dari perpecahan kepengurusan partai politik, tindakan pidana anggota dewan, dan perbedaan pandangan terkait orientasi kepentingan partai politik yang didasarkan pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, Penyelesaian Sengketa Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD ada yang diajukan ke PTUN dan PN. Meskipun Undang-Undang Partai Politik telah mengatur mekanisme penyelesaian perselisihan Partai Politik, namun pengaturan mengenai penyelesaian perselisihan parpol tersebut mengandung kontradiksi. Hal itu ditunjukkan meskipun di dalam Pasal 32 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik disebutkan putusan Mahkamah Parpol bersifat final dan mengikat secara internal namun masih membuka kemungkinan upaya hukum ke Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung. Kesimpulan: Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergantian antar waktu anggota DPRD yaitu Anggota DPRD melanggar AD/ ART Partai Politik, Penyelesaian Sengketa Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD ada yang diajukan ke PTUN dan PN, Penyelesaian sengketa Pergantian Antar Waktu oleh Pengadilan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan ilmu ekonomi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh konsep ekonomi kapitalis (liberal) dan ekonomi sosialis. Terdapat beberapa konsep pemikiran yang turut memberikan sumbangsih terhadap perkembangan ilmu ekonomi saat ini, salah satunya adalah ekonomi syariah. Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari sistem kapitalisme, sistem Ekonomi Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kacamata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral syariah islam. ekonomi syariah juga merupakan penerapan konsep-konsep Al-quran dan hadis, baik langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ekonomi. paradigma utama dalam ekonomi syariah bersumber dari Al-quran dan hadis. Dua sumber tersebut tidak bisa diparalelkan dengan prinsip dasar ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. Ekonomi syariah mempunyai sifat dasar sebagai ekonomi rabbani dan insani. Dikatakan sebagai ekonomi rabbani karena sarat dengan arahan dan nilai ilahiah. Oleh sebab itu buku ini hadir kehadapan sidang pembaca sebagai bagian dari upaya diskusi sekaligus dalam rangka melengkapi khazanah keilmuan dibidang Ekonomi syariah, sehingga buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan acuan bagi kalangan intelektual dilingkungan perguruan tinggi ataupun praktisi yang berkecimpung langsung dibidang Ekonomi syariah.