· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH LABA KOTOR, LABA OPERASI, DAB LABA BERSIH DALAMMEMPREDIKSI ARUS KAS DIMASA MENDATANG
(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
2017 - 2021)Gabriela risti rame Universitas Kristen Artha Wacana 2023
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh laba kotor, laba operasi dan laba bersih dalam memprediksi arus kas dimasa mendatang dengan melakukan menguji masing – masing variable. Pentingnya arus kas dalam memprediksi dimasa mendatang karena informasi tentang arus kas suatu entitas berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan entitas untuk menggunakan arus kas tersebut (PSAK No.2). Selain laporan arus kas, juga terdapat laporan laba rugi yang merupakan sebuah laporan penting terkait prediksi arus kas di masa yang akan datang. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6 perusahaan manufaktur sektor Miscellaneous Industry yang terdaftar dalam BursaEfek Indonesia pada tahun 2017 – 2021.Metode pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan dokumentasi dimana penulis mencari data langsung dari catatan- catatan atau laporan keuangan yang ada pada BEI melalui situs https://www.idx.co.id. Data sekunder yang diambil dari BEI ini terdiri dari laporan laba rugi dan laporan arus kas setiap perusahaan manufaktur yang terdaftar dan sesuai dengankriteria pemilihan sampel.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis
regresi linier berganda yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen Berdasarkan hasil uji t. Pada hasil regresi laba kotor dengan tingkat signifikansi 0,022 lebih kecil dari alpha (0,05) dari sini dapat disimpulkan bahwa Laba Kotor berpengaruh positif signifikan terhadap Arus kas dimasa mendatang. Hasil pengujian penelitian ini didukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty (2005) bahwa laba kotor memiliki kualitas lebih baik. Pada penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty, (2005) dibuktikan bahwa angka laba kotor lebih mampu memberikan gambaran yang lebih baik tentang hubungan antara laba dengan harga saham.Juga pada penelitian ini berdasarkan Uji persial (uji t) menyatakan bahwa laba operasi tidak berpengaruh dalam memprediksi aruskas, dengan nilai signifikan 0,566 lebih besar dari alpha (0,05), dapat disimpulkan bahwa variabel independen Laba operasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Arus kas masa depan dan berdasarkan Uji persial (uji t) menyatakan bahwa laba bersih tidak berpengaruh dalam memprediksi arus kas, dengan nilai signifikan 0,435 lebih besar dari alpha (0,05), dapat disimpulkan bahwa variabel independen Laba bersih tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Arus kas masa depan.
Dalam penyusunan laporan laba rugi, laba kotor dilaporkan lebih awal dari dua angka laba lainnya, artinya perhitungan angka laba kotor akan menyertakan lebih sedikit komponen pendapatan dan biaya dibandingkan dengan angka laba lainnya. Semakin detail perhitungan suatu angka laba, maka semakin banyak pilihan metode akuntansi dimana terdapat kemungkinan manajer memilih metode akuntansi yang menguntungkan pihak- pihak tertentu. Berdasarkan alasan tersebut, laba kotor lebih relevan digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas di masa depan dibandingkan laba operasi dan laba bersih.
Kata Kunci : Laporan Arus Kas, Laba Kotor, Laba Operasi, Laba Bersih.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Gama Agro Investama adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yang memperkerjakan karyawan yang cukup banyak. Hal ini menyebabkan biaya gaji yang dikelurakan perusahaan cukup besar jumlahnya dan merupakan salah satu unsur yang memiliki banyak resiko kemungkinan terjadinya manipulasi dan pemborosan . tujuan pene;itian ini adalah untuk mengetahui bagaiaman penerapan sistem penggajian untuk pengendalian biaya pada gama agro invesatama kabupaten sumba barat daya.metode penelitaian yang digunakan adalah metode diskritif kualitataif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara secara langsung dengan ibu manajer keuangan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penggajian pada perusahaan tersebut menerapkan duan fungsi penggajian yaitu fungsi kepegawaian dan fungsi keuangan, sehingga fungsi tersebut belum sesuai dengan teori. Dokumen akuntansi penggajian perusahaan sudah menerapkan semua dokumen sistem penggajian prosedur dalam sistem penggajian pada perusahaan tersebut. prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji, dan prosedur pembayaran gaji. Catatan akuntansi yang digunakan adalah jurnal umum dan kartu penghasilan sehingga akuntansi penggajian belum sesuai dengan teori. Jaringan prosedur sistem penggajian tersebut dinyatakan belum sesuai dengan proses prosedur yang ada dalam perusahaan. Pengendalian biaya pada perusahaan untuk sistem penggajian sudah cukup baik dikarenakan pada karyawan sudah mengikuti ketentuan sistem otorisasi perusahaan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem penggajian karyawan yang diterapkan pada PT. GAMA AGRO INVESTAMA KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah sistem penggajian yang diterapkan pada perusahaan tersebut sudah efektif sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam sistem yang baik atau belum serta melakukan perbandingan teori dengan sistem penggajia yang terjadi diperusahaan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptip kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi dan wawancara secara langsung dengan Ibu manajer keuangan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi sistem penggajian pada perusahaan tersebut baru menerapakan dua fungsi penggajian yaitu fungsi kepegawaian dan fungsi keuangan, sehingga fungsi tersebut belum sesuai dengan teori. dokumen akuntansi penggajian perusahaan sudah menerapkan semua teori. Cacatan akuntansi penggajian yang diterapkan diperusahaan, baru menerapkan satu catatan akuntansi penggajian yaitu jurnal umum, sehingga catatan akuntasi penggajian tersebut belum sesuai dengan teori. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian diperusahaan tersebut yaitu prosedur pencatat waktu hadir, prosedur pembuatan kas keluar, prosedur pembayaran gaji dan prosedur distribusi biaya gaji. Prosedur sistem penggajian tersebut dinyatakan belum sesuai dengan teori yang ada. Sistem penggajian diperusahaan tersebut belum terlalu efektif namun sudah baik.
Kata Kunci : Efektifitas,Sistem Informasi Akuntansi, Penggajian Karyawan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
mRumusan masalah:1.Bagaimana motif pelaku melakukan tidak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,2.Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,3.Bagaimana akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti.Tujuan penelitian ini:untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut:Motif pelaku tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah adalah : untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok tani,ingin menguasai lahan dan ingin menduduki kawan hutan.Modus pelaku tindak pidana penguasaan hutan secara tidak sah yaitu: Membuka lahan tanpa izin pelepasan kawasan hutan(TPKH) dari menteri kehutanan,Melakukan penebangan pohon diareal hutan dengan keterangan surat pernyataan tanah tidak bersengketa, Bermusyawara bersama seluruh kelompok tani untuk pembuatan kebun sawit di atas lahan Akibat hukum terhadap pelaku: Terdakwa dalam tahap penahanan,Terdakwa dijatuhkan pemidanaan,Terdakwa dijatuhkan pidana denda,Terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara dan Akibat hukum terhadap korban yaitu korban mengalami kerugian.Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut :Diharapkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang dalam menangani kasus Penguasaan hutan secara tidak sah dengan bersungguh-sungguh
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN VARIASI MEDIA FILTER ARANG AKTIF Borassus flabellifer L, ZEOLIT,PASIR DAN SABUT KELAPA
“
Tiumlafu, M.I )* Nitsae, M.)** Solle, H.L.R.)**
BorazSilab filter merupakan alat filtrasi yang dirancang mengunakan kaca berukuran 20×20×20 cm, berbentuk kubus dengan beberapa variasi isian biomaterial-biomaterial yang dihasilkan dari metode karbonisasi dan dehidrasi, baik secara fisika, kimia, maupun keduanya. Ukuran dari tiap-tiap biomaterial sama 65 mesh dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya tiap biomaterial menjadi lebih tinggi. Arang aktif, zeolit,pasir, dan sabut kelapa digunakan sebagai material filter terhadap pengolahan air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensialatBorazilab filter berdasarkan variasi material filterdalam menurunkan, bau, warna/kekruhan, suhu, dan derajat keasaman/pH. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai: suhu, warna, pH, dan bauterhadap air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana secara berurutan adalah:260C; 71,380 NTU; 2,40; berbau;. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 240C; 61,160 NTU; 7,50; tidak berbau;. Sedangkan hasil penelitian pada air limbah domestik UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT secara berurutan adalah: 270C; 5,990 NTU; 7,10; berbau;. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 240C; 5,090 NTU; 7,90; tidak berbau;. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah dengan parameter suhu, warna, pH, dan bau sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup RI No.68 Tahun 2016.Debit filtrasi dan Persen penurunan alat BorazSilab filter terhadap air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana secara berurutan adalah;0,0023 L/dtk; 7,8%; 91,69%; 68%;. Sedangkan debit filtrasi dan persen penurunan pada air limbah domestik UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT secara berurutan adalah: 0,0013 L/dtk; 0,11%; 15,74%; dan 7,5%.
Kata Kunci: Alat BorazSilab filter,variasi material filter, debit filtrasi dan persen penurunan Alat BorazSilab filter
Keterangan:
* ) : Peneliti
**) : Pembimbing
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenun ikat merupakan salah satu seni budaya kain tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun dalam masyarakat.Kebiasaan menenun bagi masyarakat Desa Bellekabupaten TTS, sudah berlangsung secara turun-temurun, sehingga mereka pun tidak mengetahui kapan dimulainya budaya menenun. Pemakaian zat warna yang berasal dari tanaman telah banyak dilakukan oleh para pengrajin tenun ikat Desa Belle, namun yang paling banyak digunakan adalah yang berasal dari daun tanaman yang diperoleh dari hutan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan tenun ikat di Desa Belle Kecamatan Ki`E Kabupaten Timor Tengah Selatan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif,Teknik observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan 5 orang pengrajin tenun ikat, yang mengacu pada daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti kepada pengrajin tenun ikat (Walujo,2004). Hasil penelitian menunjukan bahwa 10 jenis tumbuhan yang ada dimanfaatkan sebagai pewarna alami baik sebagai penghasil warna maupun sebagai tumbuhan pendamping dalam proses pewarnaan kain tenun ikat. Jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai penghasil warna pada kain tenun ikat oleh masyarakat di desa Belle adalah Tarum (Indigofera tinctoria L) menghasilkan warna hitam , Mengkudu (Morinda citrifolia L) menghasilkan warna merah, Kacang Arbila (Phaseolus lunatus L) menghasilkan warna hijau, buah tinta (hylantus reticulatus Poir) menghasilkan warna biru, kunyit (Curcuma domestica L) menghasilkan warna kuning, mahoni (Swietenia macrophylla King) menghasilkan cokelat, jati (T. grandis Linn. F) menghasilkan warna ungu, mangga (M. Indica L) menghasilkan warna hitam, nangka(Artocarpusintegra L) menghasilkan warna kuning dan kemiri (Aleuritas moluccana)menghasilkan warna kuning.Oleh karena itu para pengrajin di Desa Belle menggunakan akar, batang,daun,kulit kayu, dan buah dari tanaman diatas untuk menghasilkan warna pada tenun ikat
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET STRUKTUR TUBUH ANIMALIA (INVERTEBRATA) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2022/2023
Iku G. M)* Meha A. M)** DaudY)**
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh bahan ajar leaflet struktur tubuh animalia (invertebrate) di SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. Penelitian ini merupakan penellitian eksperimen dengan metode eksperimen dengan rancangan penelitianposttest-only control design.Dengan jumlah populasi sebanyak 24 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri darisiswa kelas kelas X IPA A dan kelas IPA XB, dimana kelasX IPA A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 12 orang dan kelas IPA B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 12 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data menggunakan angketdengan skala sikap Likert,data penelitian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji statistik parametrik yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pada bahan ajar Leaflet Sturktur Tubuh Animaliaterhadap Motivasi Belajar siswa dengan perolehan nilai t sebesar 7,340 dengan taraf signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05. Hal ini hal ini terlihat pada saat guru membagikan media leaflet pada masing-masing kelompok, siswa terlihat tertarik pada media leaflet karena bagi siswa penggunaan media leaflet merupakan suatu hal yang baru saat proses pembelajaran, dan memiliki banyak gambar yang menarik, materinya mudah dimengerti sehingga menjadikan siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Pada saat kegiatan diskusi dan tanya jawab semua siswa bekerja sama dengn kelompoknya masing-masing untuk memecahkan masalah yang terdapat pada media leaflet dan rata-rata siswa aktif bertanya terkait konsep yang belum dimengerti dan juga menjawab pertanyaan yang peneliti berikan.
Fakta tersebut menunjukkan bahwaada pengaruh yang signifikan pada pada bahan ajar Leaflet Sturktur Tubuh Animaliaterhadap Motivasi Belajar siswa di SMA N 1 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2022/2023.
Kata kunci:Bahan Ajar leaflet.Struktur Tubuh Animalia, dan MotivasiBelajar Siswa
Keterangan * )= Peneliti
**) = Pembimbing
ABSTRACT
THE EFFECT OF ANIMAL BODY STRUCTURE LEAFLET TEACHING MATERIALS (INVERTEBRATE) ON STUDENT LEARNING MOTIVATION AT SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN ACADEMIC YEAR 2022/2023
Iku G. M)* Meha A. M)** Daud Y)**
The purpose of this study was to examine the effect of leaflet teaching materials on the body structure of animals (invertebrates) at SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. This research is an experimental research with an experimental method with a posttest-only control design. With a total population of 24 and a sample of two classes consisting of students in class X IPA A and class IPA XB, where class X IPA A is the experimental class with 12 students and class IPA B is the control class with 12 students. Sampling used is random sampling. Data collection used a questionnaire with a Likert attitude scale, research data were analyzed using SPSS with a parametric statistical test, namely the t-test. The results of this study stated that there was a significant effect on the teaching material Animalia Body Structure Leaflet on students' Learning Motivation with a t acquisition value of 7.340 with a significant level of 0.000 or less than 0.05. This can be seen when the teacher distributes leaflet media to each group, students look interested in leaflet media because for students the use of leaflet media is something new during the learning process, and has lots of interesting pictures, the material is easy to understand so that it makes students are more motivated in the learning process. During the discussion and question and answer activities, all students worked together with their respective groups to solve the problems contained in the leaflet media and on average students actively asked questions related to concepts they had not understood and also answered questions that the researchers gave.
These facts show that there is a significant effect on the teaching material Animalia Body Structure Leaflet on the Learning Motivation of students at SMA N 1 Amarasi Selatan Academic Year 2022/2023.
Key words : Materials for leaflets. Animalia Body Structure, and Student Learning Motivation.
Description*) = Researcher
**)= Advisor
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan lumut (Byophyta) merupakan salah satu golongan tumbuhan rendah yang belum banyak tergali dan dilaporkan di Indonesia. Lumut memiliki peranan penting dalam siklus hara hutan, keseimbangan air dan tempat bersarang bagi organisme lain. Tumbuhan ini dapat hidup di berbagai substrat seperti kayu lapuk, serasah, batang pohon, batu dan daun yang memiliki kondisi lembab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut (Bryophyta) yang ada di Kawasan Hutan Ampupu Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel dan identifikasi jenis lumut menggunakan Ensiklopedia Dunia Tumbuhan Lumut (Suhono Budi, 2015) dan jurnal yang terkait dengan lumut. Berdasarkan hasil penelitian di Kawasan Hutan Ampupu Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang ditemukan 5 jenis lumut yaitu Etropothecium falcimore, Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Orthotrichum lyelli dan Bryum argenteum yang hidup di habitat yang berbeda yaitu di batang pohon, kayu lapuk dan tanah. Pengukuran kondisi lingkungan atau faktor abiotik pada lokasi penelitian meliputi suhu lingkungan, kelembaban udara, pH tanah, kelembaban tanah dan intensitas cahaya. Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa kawasan hutan ampupu memiliki rata-rata suhu lingkungan 18,1 C, kelembaban udara 64 %, pH tanah 7, kelembaban tanah 7,3 % dan intensitas cahaya 1846,3 Cd. Kesimpulan dari penelitian ini ada 5 jenis lumut yang ditemukan pada kawasan hutan ampupu yaitu Etropothecium falcimore, Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Orthotrichum lyelli,dan Bryum argenteum yang hidup di habitat yang berbeda yaitu di batang pohon, kayu lapuk dan tanah
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PEMBELAJARAN PJOK PADA MASA PANDEMI COVI-19 DI SD GMIT OESAPA
NAMA : FENTIDIUS MEIMAKANI
NIM : 17321732
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan Kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di SD GMIT Oesapa, Kelurahan Oeesapa,
Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan. data dalam Peneltian ini yaitu
guru PJOK SD GMIT Oesapa, Kelurahan Oeesapa, Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang, berjumlah
2 guru PJOK. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuisioner pertanyaan. Teknik analisis data
menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 ini guru tetap memberikan
pembelajaran PJOK, guru PJOK menggunakan metode pembelajaran daring, pembelajaran PJOK,
menggunakan media pembelajaran whatsapp group, peserta didik antusias dan berpartisipasi baik
dalam pembelajaran, guru PJOK bekerjasama dengan orang tua peserta didik agar proses
pembelajaran PJOK tetap berlangsung, guru mengatakan dalam pembelajarannya hanya sebagian
pembelajaran yang sesuai RPP, penilaian berdasarkan pengumpulan tugas dan ujian, guru PJOK
mengatakan penilaian pada pembelajaran daring tidak efektif, dan kendala dalam pembelajaran PJOK
daring yaitu kesulitan mengakses internet.
Kata kunci: pembelajaran PJOK, pembelajaran daring, COVID-19
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepiting merupakan subfilum dari krustasea, dengan ciri khas tubuh dilindungi oleh karapas dan memiliki capit. kepiting tumbuh melekat pada substrat berpasir, berbatu, dan sedikit berlumpur menjadikannya sebagai habitat yang baik bagi kehidupan kepiting. Secara ekonomi biota ini telah banyak dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan dan juga dapat diperjual belikan. secara ekologis terhadap lingkungan perairan estuaria yaitu sebagai pengkonversi nutrien, penambahan sumber mineral, dan meningkatkan distribusi oksigen di dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis atau spesies serta kelimpahan dan keanekaragaman kepiting di Pantai Penyai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan kepiting yang ditemukan di perairan Pantai Penyai terdiri dari 6 famili dengan total 7 spesies yaitu Thalamita admete, Grapsus albolineatus, Actaeodes tomentosus, Polodius areolatus, Ocypode ceratophthalmos, Calappa bicornis, dan Tiarinia angusta. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies kepiting pada lokasi penelitian stasiun I yaitu (1,36) dan stasiun II yaitu (1,09) sedangkan jumlah spesies pada stasiun I (4) dan stasiun II (3). Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman tersebut maka semua nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada stasiun I dan stasiun II menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang. Kelimpahan pada stasiun I memiliki total kelimpahan 6,6 dan pada stasiun II memiliki total kelimpahan 4,15. Indeks dominasi pada lokasi pengamatan stasiun I yaitu 0,26 sedangkan pada stasiun II yaitu 0,33. Berdasarkan kriteria indeks dominansi tersebut maka semua nilai indeks dominansi yang diperoleh pada stasiun I dan stasiun II menunjukkan tidak adanya jenis kepiting yang mendominasi. Perlu dilakukan penelitian lebih dalam mengenai, keanekaragaman kepiting di Kawasan Pantai Penyai dan dilakukan pengulangan saat pasang surut air laut. Agar didapatkan data yang lebih akurat
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Persepsi Guru, Siswa dan Orang Tua mengenai Pembelajaran IPA pada masa Pandemi COVID-19 di kelas VIII A SMP Negeri 20 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek Penelitian ini adalah Guru IPA kelas VIII berjumlah 5 Orang, Siswa-siswi kelas VIII A berjumlah 31 Orang, dan Orang Tua Siswa berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Kuesioner/Angket. Hasil penelitian di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan menganalisis berbagai data temuan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 20 Kota Kupang selama masa pandemi, baik guru, siswa maupun orang tua memiliki persepsi masing-masing. Siswa mengatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan disekolah tersebut meskipun dilakukan dengan metode pembelajaran daring, namun siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran. Selain siswa, guru mengatakan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah tersebut kurang efektif karena dilakukan secara daring dimana, dampak dari pembelajaran daring ini adalah siswa kurang mengerti dan memahami materi dan soal-soal yang dibagikan oleh guru. Orang tua mengatakan bahwa pembelajaran daring ini kurang efektif karena waktu untuk bekerja harus digunakan untuk mendampingi anak ketika belajar dan juga harus menyediakan Handphone dan kuota internet supaya bisa mengakses materi yang dibagikan oleh guru. Metode pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom dan Whatssap Group yang digunakan untuk membagikan materi pembelajaran dan mengirimkan tugas. Selain mengajar secara daring melalui aplikasi, guru melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai soal-soal latihan yang tidak dikerjakan oleh siswa seminggu sekali dan juga sebulan sekali. Dalam pelaksanaannya orang tua memfasilitasi seperti laptop, komputer, Handphone, dan kuota internet untuk kelancaran proses belajar siswa, dan juga berperan dalam mendampingi dan mengawasi siswa selama belajar dirumah
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Provinsi yang memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Salah satu keanekaragaman hayati yang sangat potensial adalah mangrove. NTT menempati urutan kesembilan sebagai luas hutan mangrove terbesar di Indonesia dengan populasi mencapai 40.614,11 ha. Mangrove adalah salah satu jenis tumbuhan yang mampu hidup pada kondisi genangan air pesisir pantai dengan status salinitas yang tinggi. Hutan mangrove mempunyai fungsi yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis vegetasi dan keanekaragaman jenis mangrove di Desa Bokonusan Kecamatan Semau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Jenis mangrove yang ditemukan di Desa Bokonusan Kecamatan Semau terdiri dari 3 famili yaitu Avicenniacea, Rhyzoporaceae dan Soneratiaceae yang terbagi dalam 3 spesies yaitu Avicennia lanata, Rhizopora stylosa dan Soneratia alba. Berdasarkan hasil analisis vegetasi mangrove tingkat pohon, pancang dan semai di dominasi oleh spesies Rhyzopora stylosa dengan nilai kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 8,83 ind/m2 .Nilai dominansi tertinggi terdapat pada spesies Soneratia alba sebesar 1,55. Nilai frekuensi tertinggi terdapat pada tingkat semai dengan nilai sebesar 2 dan nilai indeks penting tertinggi sebesar 165% pada tingkat pohon. Hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies mangrove pada lokasi penelitian S1 (0,71), S2 (0,79), S3 (0,74) dan S4 (0,73) sedangkan jumlah spesies S1 (53), S2 (96), S3 (75) dan S4 (50). Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa Analisis vegetasi mangrove di Desa Bokonusan tingkat pohon, pancang dan semai termasuk dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari besarnya indeks nilai penting yaitu >100% dan indeks keanekaragaman yang diperoleh pada SI sampai dengan S4 menunjukan tingkat keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman holtikultura yang memiliki prospek dan nilai jual yang cukup tinggi, bentuknya yang menarik serta kandungan gizinya yang banyak membuat tanaman ini berpotensi untuk terus dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) yang diberi pupuk organik cair (POC) rebung bambu dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari Pupuk Organik Cair (POC) rebung bambu terhadap pertumuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan perlakuan 1 = kontrol (tanpa POC), perlakuan 2 = 25 mL POC rebung bambu, perlakuan 3 = 50 mL POC rebung bambu, perlakuan 4 = 75 mL POC rebung bambu, perlakuan 5 = 100 mL POC rebung bambu. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different ) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun dan berat basah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian POC dari rebung bambu terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah. Pemberian pupuk pada perlakuan ke 5 dengan konsentrasi sebesar 100 mL pupuk organik cair rebung bambu memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman selada 30 cm, jumlah helaian daun sebanyak 70 helai dan berat basah 85 gram
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN PELATIH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PEMAIN
SEPAKBOLA KLUB CAMAR
Oberdominto Meimau1*
, Andreas Lumba2
, Yahya Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pada Klub sepakbola, pelatih adalah orang yang bertanggung
jawab memilih komposisi pemain, menentukan taktik dan memberikan motivasi
kepada para pemain. Motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan
seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab
itu sangat diperlukan peran pelatih dalam meningkatkan motivasi pemain
sepakbola.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui peran pelatih dalam meningkatkan
motivasi pemain sepakbola Klub Camar.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatih Klub Camar
menjalankan perannya yaitu menyusun program latihan, membimbing pemain
untuk meningkatkan kemampuan fisik, kekuatan otot, melatih kemampuan teknik
dan menganalisis kekuatan lawan. Peran ini dijalankan untuk meningkatkan
motivasi pemain sepakbola Klubnya. Bentuk motivasi yang diberikan dalam
bentuk teguran, arahan, dan kompetisi. Dengan peran pelatih yang demikian dapat
dilihat motivasi pemain sepakbola Klub Camar terus meningkat.
Simpulan: Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian ini adalah pelatih Klub
Camar telah menjalankan tugas dan perannya dalam meningkatkan motivasi
pemain. Bentuk motivasi yang diberikan dalam bentuk teguran, arahan, dan
kompetisi.
Katakunci: Peran pelatih; motivasi; sepakbola
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu bentuk hubungan keuangan antar tingkat Pemerintahan yaitu hubungan keuangan antara Pemerintahan Kabupaten dengan Pemerintahan Desa. Untuk dapat merumuskan hubungan keuangan yang sesuai maka diperlukan pemahaman mengenai kewenangan yang dimiliki pemerintah Desa. Artinya, anggaran pemerintah yang diberikan Kepada Desa terkait sepenuhnya adalah untuk fasilitas pembangunan dan pemberdayaan Desa sebagai salah satu lembaga yang andil dalam format kepemerintahan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa merupakan sebuah produk era reformasi yang menjadi bentuk awal kemandirian Desa dalam penyelenggaraan Pemerintahan maupun dalam pengelolaan Keuangan Desa. Mengingat dana yang diterima oleh Desa jumlahnya cukup besar dan terus meningkat setiap tahunnya, maka dalam menyelenggarakan Pemerintahan dan Pengelolaan Keuangan Desa, dibutuhkan kapasitas Aparatur Desa yang handal dan sarana lainnya yang memadai agar pelaksanaannya menjadi lebih terarah dan akuntabel.
Tujuan dari penelitian ini Untuk Untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sumlili Kupang Barat Kabupaten Kupang, karena penulis menemukan bahwa pelaksanaan Pembangunan telah dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan optimal namun belum adanya pemerataan pembangunan di wilayah Desa Sumlili.
Konsep dalam penelitian ini adalah perencanaan ADD, pelaksanaan ADD, Penatausahaan ADD, Pelaporan ADD dan Pertanggungjawaban ADD. Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) yaitu Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian yang berkaitan dengan Alokasi Dana Desa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah populasi 6 orang perangkat Desa dan sampel sebanyak 6 orang perangkat Desa. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan wawancara dan dokumentasi pada responden.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis data kualitatif yakni menggambarkan hasil kualitatif menurut kajian dan indikator empirik.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan menjelaskan hasil penelitian yang diperoleh bahwa : Perencanaan ADD yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang telah mengikuti aturan petunjuk teknis yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, Pelaksanaan ADD yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, Pembangunan telah dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan optimal namun belum adanya pemerataan pembangunan di wilayah Desa Sumlili, Penatausahaan ADD yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, telah efisien dan memberikan manfaat yang optimal bagi desa Sumlili dalam pengelolaan ADD, Pelaporan ADD yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, sesuai dengan Peraturan yang telah ditetapkan dimana pemerintah Desa Sumlili sudah mampu untuk melaporkan kegiatan sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan, Pertanggungjawaban AD yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat, sesuai dengan pembuatan Laporan Pertanggungjawaban tergolong tepat waktu dan sesuai format SPJ yang ditetapkan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia termasuk salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati sangat melimpah. Sehingga Indonesia dikenal sebagai negara pusat keanekaragaman di dunia (Mega biodervisiti). Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia adalah tumbuhan lumut. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa Kabupaten Malaka. Dan mengetahui bagaimana indeks keanekaragaman jenis lumut yang ada di Kawasan Cekdam, Desa Kamanasa, Kabupaten Malaka. dan untuk mengetahui parameter lingkungan yang mendukung pertumbuhan lumut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek garis (line transect method). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di sekitar Kawasan Cekdam Desa Kamanasa. Kabupaten Malaka ditemukan 12 Jenis tumbuhan lumut terdiri dari masing- masing 8 jenis lumut daun, yang termasuk ke dalam 7 famili, yaitu Calymperaceae, Pottiaceae, Hypnaceae, Sphagnaceae, Thuidiaceae, Fissidentaceae, Polytrichaceae. Dan 4 jenis Marchantiopsida yang termasuk ke dalam 2 famili yaitu Marchantiacea dan Aytoniaceae. Berdasarkan hasil perhitungan jenis lumut yang ditemukan pada lokasi penelitian pada stasiun 1 dan 2 memiliki indeks keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang, yaitu Stasiun 1 (1,85), dan Stasiun 2 (2,28 ). Parameter lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut, yaitu pH tanah, suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, dan dapat dipakai sebagai rujukan untuk peneliti berikutnya yang mengkaji Indentifikasi jenis lumut (Bryophyta).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGANN DESA DI DESA WATUHADANG, KECAMATAN UMALULU, KABUPATEN SUMBA TIMUR
Drs. Robert Alex Serang, M. Si; Yudith Febrianty Lerrick, SE., M. Si Tomi Kartika (18410045)
FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG 2023
Pengelolaan keuangan desa didefinisikan sebagai semua kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja pengelolaan keuangan desa adalah hasil kerja atau prestasi aparatur desa dalam melaksanakan seluruh kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Penyelenggara keuangan desa yang ditugaskan oleh pemerintah didanai oleh APBN/APBD.
Penulisan melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu bagaimana perencanaan pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, pengelolaan dana desa pada desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban pengelolaan dana desa. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) menggunakan data kualitatif tentang kesesuaian anggaran pendapatam dana desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur dari tahun 2019-2020. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara sedangkan didalam pembahasannya menggunakan analisis yang bersifat kualitatif. Data yang disajikan berbentuk tabel skema maupun dalam bentuk narasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang kinerja pengelolaan keuangan desa bahwa dalam proses perencanaan APBDesa, pemerintah desa perlu
perencanaan yang matang serta melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam merencanakan pengelolaan dana desa melalui lembaga kemasyarakatan yang sah didesa. Pelaksanaan kegiatan sebagaimana ditetapkan dalam APBDesa yang pembiayaannya bersumber dari ADD dalam pengajuan pelaksanaan pembayaran oleh Sekretaris Desa tidak meneliti kelengkapan pembayaran yang diajukan oleh pelaksana kegiatan dan menguji kebenaran perhitungan tagihan atas sebab APBDesa yang tercantum dalam permintaan pembayaran, sehingga pengajuan permintaan pembayaran tetap terpenuhi walaupun tidak memenuhi persyaratan. Penatausahaan dilakukan oleh Bendahara Desa dengan kewajiban mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran serta melakukan tutup buk setiap akhir bulan secara tertib dan menyampaikan laporan pertanggungjawabannya kepada Kepala desa. Pelaporan APBDesa mengacu pada prinsip transparansi keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah desa. Pertanggungjawaban APBDesa terintegrasi pertanggungjawaban APBDesa sehingga bentuk pertanggungjawabannya adalah pertanggungjawaban APBDesa. Pertanggungjawaban tersebut dibuat dalam bentuk Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa (LPPD) selain dilaporkan kepada Bupati pada akhir tahun, kaur keuangan desa Watuhadang menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Kepala Desa setiap akhir bulan yaitu setiap tanggal 30.
Kata Kunci : Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja karyawan sebagai salah satu aset penting bagi perusahan harus dikelola dan dipelihara dengan baik, salah satu upayanya yaitu dengan memberikan tambahan motivasi serta pemberian insentif. Untuk itu perusahaan berusaha, memberikan sorotan lebih banyak terhadap Sumber Daya Manusia yang berada dalam ruang lingkup perusahaan tersebut. Memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan dapat menempuh dengan beberapa cara, cara yang paling efektif adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada dalam perusahaan, mulai dari staf perusahaan sampai karyawan tetap maupun karyawan honorer. Sumber daya manusia merupakan bagian yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan untuk mengembangkan suatu usaha. Sumber daya manusia yang baik mencerminkan tujuan perusahaan akan tercapa i, sumber daya manusia senantiasa harus meningkatkan kompetensinya, seiring dengan perkembangan globalisasi (Ambarita, 2012). Perusahaan di tuntut untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat bersaing dalam bisnis. Sumber Daya Manusia menitik beratkan pada kenyataan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling berintraksi satu sama lain dalam pencapaian suatu tujuan.
Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgаr sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmiliki motivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi.
Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.
Kinerja karyawan adalah apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan mempengaruhi keberlangsungan perusahaan tersebut dalam mencapi tujuan perusahaan.
Berdasarkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja dan lingkungan kerja dan kinerja karyawan bepengaruh terhadap kinerja karyawan Pada Yayasan Pelayayan Dan Pengembangan Masryakat Alfa Omega Tarus.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian motivai karyawan Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kierja Karyawan Pada Yayasan Pelayayan Dan Pengembangan Masryakat Alfa Omega Tarus berjumlah 35 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan lingkungan terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulakan bahwa Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada yayasan pelayanan dan pengembangan alfa omega tarus berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yayasan pelayanan dan pengembangan masryakat alfa omega taurus . Sedangkan secara stimultan lingkungan kerja dan kinerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja karyawan pelayayan dan pengembangan dan pengembangan masryakat alfa omega.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 8.614 sedangkan koofisien regresi b1 = 0,409 dan b2 = 0,350. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 8,614 + 0,409 (X1) + 0,350 (X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung = 2,317 lebih besar dari t tabel = 2, 03693 dan tingkat signifikan = 0,027. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterimah yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = 1,756 lebih kecil dari t tabel = 2,03693 dan tingkat sig. = 0,089. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditermia dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 17,716 lebih besar dari F tabel = 3,29 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterimah artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,525 atau 52,5% . Hal ini berarti besar pengaruhnya motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 52,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,5% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2013:2). Berkaitan dengan hal tersebut, karyawan merupakan sumber daya penting yang wajib perusahaan jaga.
Menurut Mangkunegara (2013;67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. . Menurut Sardiman (2007:89), menyatakan “motivasi intrinsik adalah motif–motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”. Menurut Sunyoto (2012:43) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Seluruh Karyawan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan koesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial motivasi intrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor. Sedangkan secara simultan motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 0,512 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,226 dan b2 = 0,295. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 0,512+0,226 (X1)+0,295 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu pengaruh motivasi intrinsik (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa untuk variabel motivasi intrinsik (X1) ditemukan t hitung = 2,366 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat signifikan = 0,022. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel motivasi intrinsik (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,264 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat sig. = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,957 lebih besar dari F tabel = 3, 18 dan tingkat sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterima artinya variabel motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (X1). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,305 atau 30,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 30,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 69,5% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen utama yang sangat penting dalam sebuah organisasi menjadi bagian tumbuh kembangnya lembaga/organisasi tersebut. Sebagai salah satu elemen utama dalam sebuah organisasi sumber daya manusia juga memegang kendali bagi realisasi perjalanan lembaga atau organisasi sekaligus motor penggerak mencapai tujuan lembaga/ organisasi tersebut. Setiap sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja dalam suatu organisasi diharapkan memberikan kinerja yang optimal dimana pegawai tersebut bekerja.
Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang bertahan dalam jangka waktu lama. Karakteristik ini membedakan satu organisasi dari organisasi lain dan mempengaruhi perilaku orang-orang yang termasuk dalam organisasi tersebut. Iklim organisasi merupakan suatu keadaaan yang menunjukan suatu kehidupan yang saling berinteraksi, sehingga menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap bidang pekerjaannya. Arti interaksi yang dimaksud adalah adanya hubungan antara atasan dengan bawahan serta bawahan dengan bawahan lainnya. Iklim organisasi sangat dipengaruhi oleh individu yang berada dalam suatu organisasi tersebut.
Etos kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Dodi, dkk, 2013).
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Nurhasanah, 2019) Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis, dalam bentuk sistematis, dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differencial scale (Cooper dan Emory, 2002, p337). Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuruan sikap dengan menggukan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya :
Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval.Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutupdibut dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai,Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,373 artinya jika Iklim Organisasi (XI) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,373. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh signifikan antara Iklim Organisasi (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y).
Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Iklim Organisasi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Iklim Organisasi (X1) ditemukan t hitung = 4,072 lebih besar t tabel = 2,007548 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 . Pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,738 artinya jika Etos Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,738 Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara Etos Kerja (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y).
Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Etos Kerja terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Etos Kerja dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 5,625 lebih besar t tabel= 2,00758 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Kantor Gubernur Provinsi NTT.
Kata Kunci : Iklim Organisasi, Etos Kerja , Kinerja Pegawai.