2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN MARIANA NADUASTI PENY (16383510) Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Ir. Yohanes Merryanto S., M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing 1 dan Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing 2. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki berbagai manfaat, salah satunya mengendalikan transpor sedimen. Kelurahan Oesapa Barat memiliki vegetasi mangrove yang cukup luas di wilayah Kota Kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Metode purposive sampling pada kondisi kerapatan tinggi dan rendah untuk menghitung kerapatan mangrove. Penempatan sediment trap pada bagian depan, tengah dan belakang vegetasi mangrove untuk mengetahui laju transpor sedimen. Suhu perairan, kecepatan arus dan kedalaman perairan menjadi parameter yang diukur. Analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Lumnitzera racemose, Rhizopora mucronata dan Sonneratia alba. Hasil penelitian menunjukan hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen bernilai -1 yang berarti kerapatan mangrove yang semakin tinggi menyebabkan laju transpor sedimen semakin rendah dan sebaliknya. Kata kunci: Kerapatan mangrove, laju transpor sedimen, ekowisata Kelurahan Oesapa Barat.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TIMOTEUS DUA BLOLONG (16383164) Analisis Komposisi Jenis Dan Kepadatan Makro Epifit Pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezzi Dengan Metode Lepas Dasar Di Perairan Baobolak Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. WILSON L.TISERA,S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Baobolak merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Lembata bagian Selatan. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Baobolak, yang berada di Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kepadatan epifit yang terdapat pada rumput laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Baobolak Kecamatan, Nagawutung Kabupaten Lembata. Hasil penelitian menujukan pertumbuhan berat Kappaphycus alvarezii non epifit memiliki nilai kisaran pertumbuhan lebih tinggi yakni 114,68 gram – 287,70 gram dengan laju pertumbuhan spesifik 4,93% / hari sedangkan yang terjangkit epifit 110,42 gram – 169,88 gram dengan laju spesifik 4,69% / hari.Kepadatan jenis makro epifit pada Kappaphycus alvarezii berada pada kisaran 110,4-176,20 ind/m2 . Kepadatan jenis yang tertinggi yaitu Hypnea cervicrnis dengan nilai 176,20 ind/m2 dan kepadatan jenis yang terendah yaitu ulva lacuta dengan nilai 110,4 ind/m2.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove yang mayoritas hidup dikawasan estuari memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup di perairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan. Salah satu biota yang hidup di ekosistem mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu kelompok hewan dasar yang memegang peranan penting dalam ekosistem akuatik. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda yang meliputi Indeks keanekaragaman, kelimpahan jenis dan kelimpahan gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda di Desa Oebelo mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 258 ind/m² yang terdiri dari 8 spesies gastropoda dan stasiun 2 memiliki 184 ind/m² yang terdiri dari 8 spesies. Kelimpahan jenis tertinggi Cerithidea anticipata dengan jumlah 6,75. Kelimpahan jenis terendah yaitu pada stasiun 1 dan 2 yaitu Neritina cornucopia, Littoria irrorata, Nassarius limatus dengan nilai sama 0,4. Dari kedua stasiun ini keanekaragaman dan kelimpahan dikategorikan rendah
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS TRANSLATIONS ERRORS OF INDONESIAN INTO ENGLISH MADE BY THE FIFTH-SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION AT ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY ABSTRACT Student, Name1 Supervisor1, Name.2 Supervisor2, Name.3 (MeheLay Yani K) (Tamelan Thersia M ) (Tlonaen Zuvyati A) This research is entitled ”An Analysis Translation Errors Of Indonesian Into English Made By The Fifth-Semester Students Of English Education At Artha Wacana Christian Univesity”. The problem of this study is what are the types of errors made by the students in translating text Indonesian into English? This study aims to find out and classify the types of errors made by the students in their translation text of Indonesian into English. The research applied a descriptive qualitative method. The data is taken from the Students’ of one translation task. In analyzing the data, the researcher uses the theory of the types of translation errors by Sager (1983). The research shows that there are four types of translation errors, namely inversion of meaning, addition of meaning, omission of meaning, and deviation of meaning. As the result of this research, the errors used in the translation errors of Indonesian into English made by the fifth-semester students is the deviation of meaning with 14 times occurrences, followed by the omission of meaning with 11 times occurrences, the addition of meaning with 8 times occurrences, and inversion of meaning with 3 times occurrences. Therefore, the researcher hopes that teachers and students should pay more attention to it and learn more about how to translate from source language to target language. Keywords: translation, errors, types
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The title of this writing is “A Descriptive Study of Prefix in the Book of Matthew and Mark in Lii Hawu”. This research was conducted to answer the research problem; 1. What are the types of prefix in the book of Matthew and Mark in Lii Hawu? 2. What is the function of prefix in the book of Matthew and Mark in Lii Hawu? The aim of this research is to find out the types of prefix and the function of prefix in Lii Hawu. The method used in this research has been descriptive qualitative. The document from the Bible Lii Hawu (Indonesian Bible Institute) “New Testament in Today’s Sabu Version” from the Book of Matthew and Mark . Based on the data collected, the analysis focused on types and function affix in Lii Hawu. The results of data analysis showed that: (1) Type of prefix. There are four types of prefix, they are {pe-, ke-, he-, and ta-}. For example: (a). {pe-} + Kaddhi ‘get up’= pekaddhi ‘wake’, (b). {he-} + Atta ‘cut’ = heatta ‘piece’, (c). {ke-} + tallu ‘three’ = ketallu ‘third’, and (d). {ta-} + walle ‘buy’ = tawalle ’buy’. (2) Prefix in Lii Hawu has function produce verbs if they are attached to verbs. Example: [ta- + [walle]V]V, -walle ‘buy’is the verb and ta-walle ‘buy’ is the verb. Adjectives and verbs. Example: [pe- + [made]Adj]V], -made ‘dead’ is the adjective and pe-made ‘turn off’ is the verb. Produces a noun if it is attached to numbers. Example: [he- +[dau]N]Num, -dau ‘person’ is the noun and he-dau ‘a,/a is the numer. Verbs and numbers. Example: [he- +[bhakka]V]Num], -bhakka ‘split’ is the verb and he-bhakka ‘adjacent’ is the number. To produce number when it is attached to number. Example: [ke- + [tallu]Num]Num, -tallu ‘three’ is cardinal number and ke-tallu ‘third’ is ordinal number. Produce cousative verb when it is attached to verb. Example: [pe- + bui]V]V, -bui ‘fall’is the verb and pe-bui ‘drop’ is the verb.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A DESCRIPTIVE STUDY ON TYPES OF PRESUPPOSITION FOUND IN THE “GOLDEN WAYS” A TV PROGRAM HOSTED BY MARIO TEGUH ABSTRACT Student Supervisor1 Supervisor2 (Ivana A.Mbooh) (Erny S.N Hambandima, S.Pd., M.Pd) (Daniel F. Kamengko, S.Pd., M.Ed) This research entitled A descriptive study on types of presupposition found in the “Golden Ways” a TV program hosted by Mario Teguh . Based on the “Golden Ways” a TV program hosted by Mario Teguh in general, this study aims to find the types of presupposition contained in the TV program. This study uses qualitative descriptive methods to find out the results. The researchers carry out the necessary data collection activities followed by processing the data with the specified techniques. The results of data analysis and interpretation showed that in the utterance of Mario Teguh’s golden ways a TV program there are types of presupposition 1) Existential Presupposition : Mario Teguh used name of something and number The formula that God has set, Hibram deserves the best for that soul mate, I’m making my self the best soul mate for who ever God is sending me, 2) In factive presupposition, he used words “realize” and “knows” Many people realize that quarrel is a good sign, The devil’s know that husband and wife will have great children.3) In lexical presupposition, he used “again and start ” We meet again in our simple program but yes hopefully the impact is not simple for the beauty of our lives, I started from the title Mr. Mario, A soul mate starts from true love, Because when a man and woman meet in adulthood, they’ve already formed as wax, they’ve started to harden and have a shape, and there will be arguments, coercion, adjustments, and then there’s what we call sacrifice. 4) In structural presupposition, he used wh-question construction “where, why, what, who, and how” Talk about love, what does it have to do with it ? What is the cause and effect ?, What is singles ?, How do we make ourselves a quality person ? 5) In non factive presupposition, he used word “dream, imagine and expects” You dream of financially man. 6) In counter factual presupposition, there is a clause, If he is really your mate, Gods keep being together, If like that, take it self-confidence.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research is entitled improving students pronunciation skill through English Language Speech Assistant (ELSA) application at UKAW. Pronunciation skill is one of four skills important in English, but some students had problems with their pronunciation skill. The writer used English Language Speech Assistant (ELSA) application in teaching English especially by using ELSA content display to help students improving their pronunciation skill. The aim of this research was to find out the effectiveness of mobile assisted English language speech assistant (ELSA) application in improving students’ pronunciation skill. This research used pre-experimental design. The population of the research was 136 students of EESP, which 18 students of 2nd semester EESP UKAW in Kupang were chosen purposively as sample of this research. In collecting the data, the writer used pre-test and post-test to know students’ pronunciation skill. The result of data analysis show that the mean score of students on pre-test was 15. After the treatment given by the writer, the mean score of students on post-test was 18,44 and the improvement was 23%. The data analysed by using t-test. The t-test value (1,4) was greater than t-table value (1.740) the alternative hypothesis (H1) was accepted and null hypothesis (Ho) was rejected. The result showed that there was an improvement on students’ pronunciation skill through English Language Speech Assistant (ELSA) application. in teaching and learning using Mobile Assisted Language Learning (MALL) technology capabilities can improve students’ pronunciation skill in English using the English Language Speech Assistant (ELSA) speak application, it was proven by the students’ post-test score is higher than pre-test score from the level 57% to the level 85%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH MANAJAMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI ASET TETAP DAERAH DI PROVINSI NTT (STUDI KASUS PADA BADAN PENDAPATAN DAN ASET DAERAH) Penelitian ini dilakukan pada Badan Pendapatan Dan Aset Daerah Provinsi NTT. Subyek dalam penelitian ini adalah responden bagian Aset dan seluruh pegawai Pada Kantor badan Pendapatan Dan Aset Daerah sebagai obyek penelitian. Adapun persoalan dalam penelitian ini adalah apakah manajemen aset berpengaruh terhadap optimalisasi daerah di Provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh manajemen Aset Terhadap Optimalisasi Aset Tetap Daerah Di Provinsi NTT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dan teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 orang. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS, dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25 for windows. Variabel dalaam peneltian adalah manajemen aset dan optimalisasi aset. Manajemen aset digunakan untuk membantu BPAD (Badan Pendapatan Dan Aset Daerah dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengatasi permasalahan di lingkungan pemerintah agar mencapai penggunaan serta pemanfaatan secara optimal. Optimalisasi aset bertujuan untuk mengoptimalkan potensi fisik setiap aset-aset yang dimiliki dan meningkatkan ketercapaian dari suatu tujuan yang diharapkan sesuai dengan kriteria yang sudah di terapkan. Hasil penelitian melalui perhitungan analisis linear sederhana menunjukkan bahwa manajemen aset dikatakan berpengaruh positif terhadap opotimalisasi aset diketahui nilai konstanta sebsar 8,488 dan koefisien regresi Manajemen aset 0.188. Hasil penelitian ini menggunakan uji T atau Parsial menunjukkan bahwa manajemen aset berpengaruh signifikan terhadap optimalisasi dengan tingkat signifikan sebesar 0.002 a5% atau 0,05 dan t hitung sebesar 3,409 yang berarti bahwa t hitung > lebih besar dari t tabel. Kata Kunci: Manajemen Aset, Optimalisasi Aset pada Badan Pendapatan Dan Aset Derah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAO KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dimiliki oleh Organisasi, instansi dan perusahaan, sebab keberadaan sumber daya manusia sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi instansi. Oleh karena itu banyak organisasi yang berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya untuk memaksimalkan dukungan dalam aktivitas pekerjaannya. Salah satu aspek utama manajemen sumber daya manusia adalah pengukuran kinerja pegawai. Yang dimana pengukuran kinerja yang baik adalah yang dapat mendukung suatu pegawai untuk mencapai tujuan organisasi atau instansi yang optimal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu instansi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tdak melanggar hkum dan sesuai dengan norma dan etika. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja atau perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam satu periode (Kasmir, 2016:182). Kinerja pegawai memang menjadi fokus perhatian pemerintah dan seluruh departemen perusahaan. Perhatian yang begitu besar terhadap masalah kinerja dapat dipahami karena menyangkut efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia didalam suatu organisasi atau instansi factor lingkungan menjadi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja dapat dianggap sebagai tempat ataupun lokasi interaksi seluruh pegawai dalam bekerja baik secara personal atau kelompok. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kondisi diri para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan tuga-tugas tersebut dengan efisien dan efektif. Menurut Judith (2016: 183) lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh dan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam instansi tersebut. Selanjutnya menurut Sedarmayanti (2009:22) menyatakan lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu keadaan lingkungan kerja dalam bentuk material dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun lingkungan kerja fisik adalah suatu unsur yang harus didayagunakan oleh suatu instansi sehingga menimbulkan rasa nyaman (Joseph, 2016) Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan kerja dengan atasan dan bawahan ataupun sesama rekan kerja. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan kuantitatif. Populsai dan sampel dalam penelitian ini pegawai berjumlah 35 orang dilakukan penentuan sampel mengunakan random sampling maka sampel berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja. Peneliti menggunakan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji simultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peniliti dapat menimpulkan bahwa secara Parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Sedangkan secara Simultan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil penguji yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a 14,374 sedangkan koofisien regresi linear berganda b1 = 0,237 dan b2 = 0,471. Dengan begitu persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkunag kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : 14,376 + 0,237 (X1) + 0,471(X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada variable lingkungan kerja fisik (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) ditemukan T hitung = 3,569 lebih besar dari t table = 2,040 dan tingakt signifikan = 0,001. Oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji Hipotesi kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja peagwai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja non fisik (X2) ditemukan T hitung = 2 879 lebih besar dari T table 2,040 dan tingakn Sig. 0,007. Oleh karean itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1=1) ditolak dan Ha (b2 ≠0) diterima yaitu variabel lingkungungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,153 lebih besat dari F tabel = 3,30 dan tingkat Sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b2 ≠ 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerjs pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,396 atau 39,6%. Hal ini berartinbesar pengaruhnya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja adalah 39,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 60,4% disebabkan oleh factor lain. Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Pegawai
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Suatu organisasi bisa berhasil apabila sumber daya manusianya dapat dikelola dengan baik, bukan hanya mengekspoitasi tenaganya tetapi juga mengelolah sumber daya manusia tersebut seefektif mungkin sehingga mampu memberikan keuntungan bagi organisasi itu sendiri dan mensejahterakan kehidupan sumber daya manusia tersebut. Dengan demikian keberhasilan semua operasional organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah pegawai. Pemberdayaan sumber daya manusia di segala bidang merupakan salah satu upaya yang wajib dilakukan bagi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan manajemen. Meningkatkan mutu sumber daya manusia untuk dapat memenuhi tantangan peningkatan perkembangan yang semakin cepat, efisien dan produktif, perlu dilakukan secara terus menerus sehingga menjadikan sumber daya manusia tetap merupakan sumber daya yang produktif. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia di setiap organisasi adalah untuk memfasilitasi kinerja organisasi (Priyono, 2010:8). Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti analisis pengaruh kemampuan kerja dan keterlibatan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Secra terperinci yang menjadi perosalan penelitian adalah: bagaimana pengaruh kemampuan kerja dan keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu Provinsi NTT. Penarikan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling (acak sederhana), maka sampel yang digunakan peneliti adalah 41 pegawai yang bekerja pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis dan dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differential scale. Semantic Differential scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya: Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju: sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti akan mengulas data dan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang diajukan. Dalam penelitian ini, telah dilakukan analisis linear berganda dan diperoleh koefisien regresi (β1) sebesar 0,646. Artinya, jika terjadi kenaikan 1% dalam kemampuan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,646 (atau 64,6%). Koefisien ini bernilai positif, yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel kemampuan kerja (X1) dan kinerja pegawai (Y). Dalam penelitian ini juga, telah dilakukan analisis linear berganda dan diperoleh koefisien regresi (β2) sebesar 0,802. Artinya, jika terjadi kenaikan 1% dalam keterlibatan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,802 (atau 80,2%). Koefisien ini bernilai positif, yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel keterlibatan kerja (X2) dan kinerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial, kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Dalam hal ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT dapat fokus pada pengembangan dan peningkatan kemampuan kerja pegawai untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. selanjutnya, keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Hal ini menandakan bahwa adanya tingkat keterlibatan kerja yang lebih tinggi berhubungan positif dengan peningkatan kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH PENEMPATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA KUPANG Kepuasan kerja merupakan suatu bentuk sikap dari rasa puas dan bahagia akan pekerjaannya saat ini. Rasa puas ini didapat karena perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan dengan baik seperti tercapainya tujuan kerja, dinamika lingkungan kerja, dan aspek-aspek lainnya yang menunjang karyawan dalam bekerja. Rasa puas akan pekerjaan ini dapat tercerminkan melalui beberapa sikap yang berubah seperti tingkat moral, disiplin, motivasi, produktivitas, capaian dan prestasi kerja yang tinggi. Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang merupakan Organisasi Perangkat Daerah Tipe B yang memiliki Tugas dan Fungsi sebagaimana termuat dalam Peraturan Walikota Kupang Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang membantu Walikota Kupang melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah di Bidang Keuangan dan Aset Daerah, maka perlu didukung juga oleh sumber daya manusia yang berkualitas, terampil serta handal dibidangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja serta Kepuasan Kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang adalah sebanyak 44 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan Analisis Pengaruh Linear Berganda menggunakan Software SPSS versi 26. Dalam analisis pendahuluan akan dijelaskan data-data hasil tabulasi penelitian untuk di analisis guna melihat kecenderungan data menurut indikator dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan skala pengukuran Interval Dalam analisis lanjutan penelitian menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Regresi linear berganda digunakan untuk memprediksi permintaan dimasa akan datang berdasarkan data masa lalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (dependen) Siregar (2012). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dari hasil pengujian SPSS didapatkan hasil pengujian regresi linier berganda dengan persamaan regresi Dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh Fhitung = 3198.970 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0.000 oleh karena itu nilai sig 0.05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya Penempatan Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2) dan Motivasi kerja (X3) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Pada hasil uji Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya koefisien determinasi berkisar antar angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel indevenden. Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa Kepuasan Kerja dipengaruhi oleh variabel Penempatan kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja sebesar 98,8% sedangkan sisanya sebesar 0,012% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk penelitian.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT RENDAHNYA PEMBINAAN ATLET USIA DINI DI PERGURUAN-PERGURUANPENCAK SILAT SE- KOTA KUPANG Hendrik Wunu Ngita Amah1*, Anderias J. F. Lumba2 , Alventur Baun3. 1 ,2, 3 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Perkembangan prestasi olahraga pencak silat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Pra PON XX 2019 di Jakarta dan PON XX di Papua berhasil mendulang 1 emas dan 2 perunggubelum diikuti dengan suatu proses regenerasi pembinaan atlet dari usia dini yang berjenjang untuk mendapatkan bibit-bibit atlet yang berbakatdi setiap perguruan sebagai titik lemah Pengrov IPSI NTT. Sebagaimana hasil observasi-observasi sebelumnya menunjukkan bahwa dari 22 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi merupakan salah satu kontingen yang berpartisipasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk cabang olahraga pencak silat. Namun dari sekian banyak kelas yang dipertandingkan, banyak kelas yang tidak diikut sertakan oleh Pengurus IPSI Kota Kupang karena jumlah atlet usia dini yang berpartisipasi sangat minim. Hal ini dikarenakan tidak adanya talent scouting yang memadai di seluruh perguruan silat yang ada di Kota Kupang, sehingga banyak bakat-bakat yang tidak terpantau. Selain itu banyak faktor yang menjadi penghambat bagi perguruanperguruan pencak silat di Kota Kupang baik faktor endogen maupun eksogen sehingga tidak melakukan pembinaan atlet usia dini dan kesulitan untuk menarik minat anak usia dini untuk menjadi atlet pencak silat. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor penghambat rendahnya pembinaan atlet usia dini di perguruan-perguruan Pencak Silat di Kota Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah perwakilan dari 15 Perguruan yang ada di Kota Kupang. Setiap perguruan di wakili dua orang yang terdiri dari satu orang Pelatih dan Ketua Umum Pengurus Perguruan Provinsi yang ada di Kota Kupang, dengan demikian jumlah total populasi berjumlah 30 orangdenganteknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket (kuesioner), observasi, dan dokumentasi. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data dalam angket penelitian yang danalisis denganteknik analisis statistik deskriptif.. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan data yang diperoleh bahwa secara keseluruhan faktor endogen yang mempengaruhi rendahnya pembinaan atlet usia dini di perguruan-perguruan Pencak Silat se- Kota Kupang, yaitu: berada dalam kategori “Sedang” sebesar 37% (11 orang) dari 30 orang yang menjadi sampel penelitian. Sedangkan secara keseluruhan faktor eksogen yang mempengaruhi rendahnya pembinaan atlet usia dini di perguruan-perguruan Pencak Silat di Kota Kupang, yaitu: berada dalam kategori “Sedang” sebesar 37% (11 orang) dari 30 orang yang menjadi sampel penelitian. Simpulan: Faktor endogen dan faktor eksogen yang mempengaruhi rendahnya pembinaan atlet usia dini di perguruan-perguruan Pencak Silat di Kota Kupangsama-sama berada pada kategori “Sedang”. Kata kunci:Pembinaan, Atlet usia dini, Perguruan-perguruan Pencak Silat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI NDULA LURI KABUPATEN SUMBA TIMUR” Daniel tanggu rami1*, Dr. Anderias J. F. Lumba, M.Pd., Ramona M.Mae 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Tujuan penelitian: Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan model adalah suatu proses atau cara menjadikan sesuatu objek atau tipe menjadi lebih maju, lebih baik, sempurna, dan berguna. Secara umum model pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu pola atau bentuk latihan yang di dalamnya terdapat langkah-langkah model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Metode penelitian: Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif karena dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa data,wawancara dan dokumentasi yang menggambarkan secara rinci, bukan data yang berupa angka-angka. Hasil dan pembahasan: Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru Penjasorkes, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. menggunakan data merangkum,dan persamaan kata Hasil dan pembahasan proses belajar mengajar siswa pada model pembelajaran teknik dasar sepak bola sangat bermanfaat untuk lebih mengetahui kemampuan siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa proses belajar mengajar siswa menggunakan model pembelajaran teknik dasar sepak bola dapat meningkatkan perhatian, perasaan senang dan aktifitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran penjas. Kata kunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT MANAGEMENT OF THE PERMATA CUP VOLLEYBALL TOURNAMENT IN THE NORTHEAST ALOR DISTRICT, ALOR REGENERATION Semuel Maifa1*, David Loba2, Pnato W. Masi3 1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: There are a number of developments in the sports world that are currently accelerating pretty quickly, one of which is the development of a teamwork sport. Coaching and training in sports are part of initiatives to raise the standard of human resources. In Indonesia, coaching is focused on developing a person's character and personality, as well as their physical, mental, and spiritual well-being, in order to boost accomplishments that can inspire a sense of national pride. Aim of Study: This study's objective was to learn more about the management style employed at the PERMATA Cup Volleyball Tournament in 2022. Research Methods: With a descriptive research design, this study employs a qualitative methodology. In this study, observation, interviews, and documentation were used as data collection methods. Findings and Discussion: The outcomes demonstrated that the organization of the PERMATA Cup Volleyball Tournament in 2022 was proceeding successfully and that each member had fulfilled their assigned responsibilities. Conclusion: The 2022 PERMATA Cup Volleyball Tournament's organizing committee has done a good job of carrying out its duties. because the organizing committee for the tournament performed the four management tasks of planning, organizing, implementing, and supervising. Key words: PERMATA Cup Volleyball Tournament Management in 2022
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Judul Skripsi : Analisis Pola Pengolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat) Nama Mahasiswa : Adi Lorensius Mou Nomor Registrasi : 18410009 Pembimbing 1 : Jusuf Abolada, SE., M.Si Pembimbing II : Alya E. Sjioense, MM Rumah sakit pemerintah merupakan institusi pelayanan publik yang memegang peranan penting bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan semakin tingginya tuntutan bagi rumah sakit pemerintah untuk meningkatkan pelayanannya, banyak permasalahan muncul terkait dengan terbatasnya anggaran yang tersedia, alur birokrasi yang panjang, aturan pengelolaan keuangan yang menghambat kelancaran pelayanan dan sulitnya mengukur kinerja. Melalui Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, enterpreneurship, transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini berjudul Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) (Studi Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat) Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengelolaan keuangan badan layanan umum pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat berdasarkan aturan Permendagri No. 61 Tahun 2007 Tentang PedomanTeknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Tujuan yang di capai dalam penelitian ini ada tiga yaitu (1) mengetahui pola pengelolaan keuangan BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat,menurut aspek sikap integritas, (2) mengetahui pola pengelolaan keuangan BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat menurut aspek kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, dan (3) mengetahui pola pengelolaan keuangan BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat menurut aspek sistem dan prosedur. Teknik pengumpulan data yang di pakai dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan wawancara. Teknik dokumentasi dan wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data serta memastikan setiap proses pengelolaan keuangan dari aspek integritas, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta sistem dan prosedur diterapkan di Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap integritas, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, serta sistem dan prosedur terhadap pola pengelolaan keuangan di Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSUD Naibonat . belum sepenuhnya menerapkan peraturan yang ditetapkan oleh Permendagri No. 61 Tahun 2007, hal ini dapat diketahui dengan adanya beberapa aturan yang belum dipenuhi. Rumah Sakit juga belum menggunakan semua laporan keuangan yang ditetapkan Permendagri No. 61 Tahun 2007 hal ini dapat dilihat dari laporan semesteran. Kata Kunci : Pola, Pengelolaan, Keuangan, Badan, Layanan, Umum dan Daerah. Hasil indikator penilaian efisiensi pelayanan setiap tahunnya menunjukkan peningkatan dan menunjukkan tren yang positif dan pemanfaatan pelayanan yang terus meningkat. Kendala yang sejauh ini masih ada didalam Rumah Sakit BLUD dan mempengaruhi kinerja pelayanan adalah belum semua karyawan yang mengerti dan paham benar tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Jumlah sarana dan prasarana belum mencukupi untuk jumlah pasien yang terus meningkat sehingga sarana prasarana perlu ditingkatkan untuk pelayanan yang lebih baik. Kata Kunci : Analisis Pola pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK MODEL PEMBELAJARAN BOLA VOLI DENGAN MENGGUNAKAN METODE TEAM GAMES TOURNAMENT BAGI SISWA KELAS V SD N HAUSUSU . 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, sudah adanya pembelajaran bola voli menggunakan metode TGT tetapi belum diterapkan di SD N Haususu, terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah dan juga para siswa SD NEGERI HAUSUSU masih kurang pembelajaran Bola Voli mengunakan metode TGT oleh karna itu guru berperan dalam membimbing siswa meningkatkan hasil belajar siswa dalam pendekatan bola menggunakan metode TGT dan juga memberikan motivasi belajar, Masih banyak siswa yang belum memahami materi Bola Voli di SD Negeri Haususu, belum maksimal hasil belajar tolak peluru di SD Negeri Haususu. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli dengan pendekatan taktis pada siswa kelas V SD Negeri Haususu. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) karena dalam penelitian ini merupakan pada upaya pemecahan masalah ataupun perbaikan yang di rancang menggunakan penelitian tindakan kelas yang bersifat lefleftif dan kolaboratif. Hasil dan pembahasan: Hasil dalam penelitian ini mempunyai dua siklus dan presentase hasil ketrampilan passing bawah siklus 1 60% dan 2 86%, analisis permasalahan siklus 1 dan 2 dan solusi pemecahannya dari dua siklus mempunyai perbedaan siklus 1 siswa masih dalam proses meyempurnakan hasil keterampilan passing bawah sehingga masih banyak siswa yang pempunyai kategori . Cukub baik. Pada siklus II siswa sudah bagus dalam meningkatkan hasil ketrampilan passing bawah sehingga mendapatkan kategori baik dan berhasil. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang diuraikan pada bab sebelumnya, diketahui persentase siswa SD Negeri Haususu yang tuntas (NA tes Teknik dasar passing bawah) pada siklus 1 hanya 60%. Namun, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 86% pada siklus 2. Hal tersebut menjelaskan bahwa persentase siswa SD Negeri Haususu yang tuntas semakin baik setelah siswa di beri tindakan berupa pembelajaran Teknik dasar passing bawah melalui pendekatan taktis. Kata kunci: Model pembelajaran bola voli dengan menggunakan metode team games tournament bagi siswa kelas v SD N Haususu.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT MUSCLE ENDURANCE TEST (PULL UP) FOR CLASS A PJKR STUDENTS SEMESTER IV Mekri Falerio Selan¹ , Ramona Mathias Mae², Alventur Baun 3 1,2,3Physical Education, Health and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Muscular endurance is the ability of the whole organism to overcome fatigue during long activities. To improve sports performance, many elements of physical fitness must be involved, such as technique, strength and power, speed, flexibility, agility, balance. , and others. One more element that cannot be ignored or even absolutely needs to be improved is endurance. Research objectives: This study aims to determine how high the understanding of the results of the Muscle Endurance Test (Pull Up) for PJKR Class A Semester IV Students. Research method: The approach used in this research is descriptive quantitative research, a method that is used in an effort to find and test the truth of a science. The approach in this research is quantitative which is used as a way or procedure to solve a problem. Results and discussion: The results of this study showed that students who had taken the test were 3 people in the very good category, 6 people in the good category, 9 people in the sufficient category, 10 people in the poor category and 2 people in the very poor category. Conclusion: From the results of the study, the test on fourth semester PJKR students in class A was in the poor category. Keywords: Test (Pull Up) ; Muscular Endurance; PJKR students.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
THE APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODELS TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN SHORT DISTANCE RUNNING Firmnadro Roland Medici Salju 1 Dr. Anderias J. F. Lumba 2 , Alventur Baun 3 1,2,3 Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Background: The research is motivated by the researcher's interest in short distance running for learning outcomes students at SMA Negeri 7 Kupang where students have not been able to learn the basic techniques of short distance runningfor the satisfactory student learning outcomes. Research objective: To improve student learning outcomes class by using cooperative learning to improve learning outcomes of students in short distance running of class X Social Sciences at SMA Negeri 7 Kupang. Research method: The research approach used class action by a research that giving action on the subjects studied to class X IPS students at SMA Negeri 7 Kupang and the teacher action as an observer. This research will be followed up to the class (PTK) as an effort to improve athletic learning on the topic of short distance runninglearning/lessons by using quantitative methods. Result and discussion: To find out student learning outcomes and discussion of athletics short distance running in the learning process activities taking place at SMA Negeri 7 Kupang, in following the author will describe the results of the research through observation results and results of learning value data inside the classroom and outside the classroom during the KBM lesson process . Conclusion: Based on the results of the research and discussion as described in the previous chapter, it is known that the achievement of the students of SMA Negeri 7 Kupang who completed the sprint test in the first cycle was only 30%. However, the students' mastery learning achievement increased to 100% in cycle 2. This explains that the learning achievement of the students of SMA Negeri 7 Kupang who completed it was getting better after the students were given action in the form of learning for the basic techniques sprint using cooperative learning model toimprove the learning outcomesof students in short distance running.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRACT BASIC FOREHAND SERVICE SKILLS TEST IN TABLE TENNIS FOR UKAW PJKR STUDENTS Melyanto Kohetae1*, Ramona M. Mae2, Melvianus Selan3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Table tennis is a sport that knows no age limit, both children and adults can play together. Table tennis is a sport that has many fans, not only for teenagers, but also for children and parents. Research objective: The purpose of this study was to find out how the basic technical skills of forehand service in table tennis are for UKAW PJKR students. Research method: This research method uses a quantitative descriptive method that is used as a way or procedure to solve a problem. Data collection techniques are observation and documentation. Result and discussion: Based on the results of the basic forehand service technique test in table tennis games conducted by 28 PJKR UKAW students, the following results were obtained, the Very Good category consisted of 3 people (11%), the good category consisted of 14 people (50%), and the moderate category consisted of 11 people. (39%). Based on the results of research on the test of the basic technical skills of forehand service in table tennis for PJKR UKAW class C semester 3 students, it is in the "Good" category. Conclusion: The results of the basic forehand service technical skill level in table tennis for UKAW PJKR students can be categorized as "GOOD" with an average service result of 77. Keyword: skills test; forehand serve; table tennis
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PEMBINAAN BOLA VOLI DI KLUB PUTRA KOBAR VBCKOTA KUPANG Noprianus L. Umbu Lado1*, Anderias J. F. Lumba2, Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Olaraga merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari manusia yang berguna untuk membentuk jasmani dan rohani yang sehat. Pencapaian puncak dalam olahraga hanya dapat dicapai melalui proses pembinaan yang sistematis, terencana, teratur, dan berkesinambungan. Merupakan tolak ukur dimana akan tumbuh dan berkembang bibit-bibit yang berprestasi dan dapat menjuarai event olahraga. Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan jasmani sebagai alat perantaranya. Pendidikan jasmani tidak lepas dari usaha pendidikan pada umumnya. Usaha mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak kearah kehidupan jasmani atau fisik yang di program secara ilmiah terarah dan sistematis yang disusun oleh lembaga pendidikan yang berkompeten. Kegiatan olahraga juga merupakan salah satu bentuk dari kependidikan. Pendidikan jasmani merupakan rangkaian aktivitas jasmani bermain dan berolahraga, untuk membangun peserta didik yang sehat dan kuat sehingga dapat menghasilkan prestasi akademik yang tinggi. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pembinaan di Klub Kobar VBC Kota Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini pelatih, dan atlet Klub Bola Putra Kobar Vbc. Hasil dan pembahasan: sudah menjadi tanggung jawab pelatih dalam memberikan arahan dan bimbingan bagi atlet dalam melanjudkan latihaan pembinaan (fisik, taktik, teknik, dan mental) walaupun dibatasi oleh sarana dan prasarana yang kurang memadai. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan latihan fisik, taktik, teknik dan mental serta menyediakan fasilitas latihan atlet yang baik. Kata kunci: Kompotensi pelatih, Dalam pembinaan bola voli.