Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.

3.718 karya publik ditemukan.

22022: 12121: 12026: 952025: 702024: 392023: 5562022: 7122021: 13172020: 2012018: 732017: 32016: 52015: 12014: 12011: 12010: 12009: 21989: 11018: 20208: 1

KARAKTERISTIK TAMPILAN ASPEK REPRODUKSI IKAN TEMBANG (Sardinellafimbriata) YANG DIDARATKAN DI PESISIR PANTAI SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Karakteristik Tampilan Aspek Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) yang Didaratkan di Pesisir Pantai Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Kale L.R )* Kase O.G.A)** Sabuna CH.A )** Penyajian data tentang aspek biologi reproduksi merupakan indikator dalam mengontrol stok ikan dalam perairan. Aspek biologi reproduksi ikan tembang meliputi hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan nisbah kelamin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik tampilan aspek reproduksi ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang didaratkan di Pesisir Pantai Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan hubungan panjang berat ikan tembang (Sardinella fimbriata) pada bulan Agustus untuk jantan yaitu W = 0,0081L2,0028 dan ikan betina yaitu W = 0,0688L2,1364, memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Pada bulan September persamaaan hubungan panjang berat ikan tembang yang terbentuk antara lain ikan jantan yaitu W = 0,0143L2,27702 dan betina yaitu W = 0,0008L1,9971 dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif, sedangkan bulan Oktober persamaaan hubungan panjang berat ikan tembang yang terbentuk antara lain ikan jantan yaitu W = 0,0436L2,2588 (pola pertumbuhan allometrik negatif) dan betina yaitu W = 0,004L3,2801 (pola pertumbuhan isometrik). Tingkat kematangan Gonad (TKG) ikan tembang yang didapat terdiri dari TKG I-IV. Nilai indeks kematangan Gonad (IKG) ikan tembang tertinggi pada bulan Agustus sebesar 5,67% (TKG III) dan 4,86% (TKG IV), sedangkan untuk bulan September sebesar 13,69% (TKG III) dan 11,30% (TKG IV). Nilai nisbah kelamin ikan jantan dan betina dari bulan Agustus-Oktober tidak sama dengan 1 : 1 atau p > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan tembang jantan dan betina yang ditemukan memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif dan isometrik, dengan TKG yang di dapat yaitu TKG I-IV, dan nilai IKG tertinggi sebesar 13,69% (TKG III) pada bulan September, dan nilai nisbah kelamin yang tidak seimbang atau p>0,05. Kata kunci : hubungan panjang berat, TKG, IKG, Nisbah kelamin. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

Identifikasi Jenis-Jenis Rumput Yang Terdapat di Bukit Wairinding Kabupaten Sumba Timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Identifikasi jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding sangat penting dilakukan karena mengingat semakin banyaknya rumput yang digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari baik didunia pendidikan, kesehatan maupun dunia peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tumbuhan rumput. Rancangan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, koleksi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil identifikasi menunjukan bahwa di Bukit Wairinding terdapat 9 Famili yang terdiri dari Familia Gramineae, Poaceae, Mavaceae, Euphorbiaceae, Asteraceae, Fabeceae, Dioscoreaceae, Commelinaceae dan Scrophulariaceae. Dari 9 Famili terdiri atas 10 jenis yang termasuk golongan rumput-rumputan antara lain Imperata cilidra, Heteropogon contortus, Sporus africianus, Euglesina indica, Clorus barbata, Digitaria ciliaris, Ischaemum timorense, Themeda arguens, Panicum dichotomiflorum, Sp 4 dan 7 jenis yang termasuk golongan gulma antara lain Sida rhombifolia, Sphagneticola tribolata, Euphorbia hirta, Indigofera linifolia, Sp 1, Sp 2, dan Sp 3. Spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Heteropogon cortortus dengan jumlah 409 individu, nilai kerapatan relatif sebesar 16.425%, dengan nilai frekuensi relatif sebesar 8.988% dan indeks nilai penting sebesar 25.414. Tingginya nilai kerapatan pada Heteropogon contortus didukung oleh kondisi lingkungan. Heteropogon contortus memiliki habitat dengan kondisi kering dan terbuka yang langsung disinari oleh matahari. Sedangkan yang memiliki nilai kerapatan terendah yaitu jenis Sida rhombifolia dengan jumlah 49 individu dengan nilai kerapatan relatif 1.967%, nilai frekuensi relatif 3.370% sedangkan indeks nilai penting 5.338. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk inventarisasi jenis rumput beracun yang ada di Bukit Wairinding

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI UPTD SMP NEGERI NAUMANG KABUPATEN ALOR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA Terpadu pada masa pandemi covid-19 di UPTD SMP Negeri Naumang Kabupaten Alor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara,dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah dengan melibatkan satu orang Guru IPA Terpadu. Objek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu efektivitas pembelajaran IPA Terpadu pada masa pandemi covid-19. deskripsikan berdasarkan sumber yaitu sebagai berikut: Efektivitas pembelajaran IPA pada masa pandemi covid-19 dapat diuraikan sesuai temuan hasil bahwa guru dan siswa belum melakukan proses belajar dan mengajar secara normal dikarenakan kekurangan sarana prasarana yang tidak memadahi dan kekurangan fasilitas dalam menunjang kegiatan tersebut hal ini mempengaruhi proses pembelajaran di masa pandemi tidak dapat berjalan secara efektif. Begitupun keaktifan siswa dalam proses pemmbelajaran di masa panndemi,sesuai dengan temuan penulis di lapangan bahwa,dari pihak sekolah mengambil kebijakan untuk membentuk siswa/wi dalam 11 titik dalam hal siswa/wi di bentuk dalam kelompok belajar di rumah seuai jarak tempat tinggal ,untuk memudahkan setiap guru mata pelajaran dalam melakukan kontrolling.Selain belajar di rumah keaktifan siswa dapat di lihat dari proses pengumpulan tugas di sekolah sesuai hasil temuan di lapangan tidak semua siswa aktif dalam mengerjakan tugas sekolah dengan benar,bahkan adan juga siswa yang tidak pernah mengumpulkan tugas sekolah. Menurut informasi yanng di berikan oleh bapak Yohanis mowata selaku guru IPA bahwa Hasil belajar siswa dapat di ambil dari nilai tugas dan keaktifan siswa dalam belajar kelompok.Sesuai dengan hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti ternyata tidak semua siswa memiliki ketuntasan nilai,masih ada siswa yang belum mencapai ketuntasan hal tersebut di karenakan minimnya kemapuan guru dalam merancangkandan mengolah dalam kegiatan proses pembelajaran dengan baik di masa pandemi,kurangnya sarana dan prasarana yang belum memadahi sehingga membuat siswa dan guru mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PARAWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN BELU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada pengembangan Pariwista untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Belu merupakan wilayah dari Provinsi NTT yang mempunyai potensi pariwisata dimulai dari wisata Budaya, wisata Alam, kesenian tradisional, upacara tradisional serta tempat-tempat bersejarah lainnya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui atraksi apa saja yang ada di pariwisata Kabupaten Belu. Selanjutnya Untuk mengetahui pengembangan aksesbilitas pariwisata untuk menuju ke objek wisata yang ada di Kabupaten Belu dan Untuk mengetahui pengembangan amenitas atau fasilitas apa saja yang menunjang pariwista di Kabupaten Belu.Untuk mengetahui kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah ( PAD ) di Kabupaten Belu Strategi pengembangan pariwisata sendiri merupakan sarana pariwista dan sarana pariwista yang meliputi atraksi, aksesbilitas, dan amenitas serta faktor pendorong dan faktor penghambat pengembangan objek wisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Yang termasuk dalam teknik analisis data yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan serta menggunakan analisis swot. Dalam metode penelitian populasi, sampel dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam strategi pengembangan pariwisata meliputi atraksi, aksesbilitas, amenitas, dan pendapatan asli daerah, di dalam atraksi terdapat wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya pengembang atraksi pariwisata alam dimulai dari kecamatan kakuluk mesak terdiri dari pantai pasir putih, kolam susuk, teluk gurita, air terjun atapupu, pantai afuik pantai sukaerlaran, pantai berluli, dan hutan mangrove di kecamatan tasifeto timur pantai motaain dari kecamatan lasiolat ada air terjun mauhalek dan panorama gunung lakaan sedangkan dari kecamatan lamaknen ada benteng tujuh lapis dana padang sabana fulan fehan dalam pariwisata buatan ada bendungan rotiklot, pos lintas batas Negara dan mangrove pantai aidila desa dualaus dalam pariwista budaya ada ksadan fatubesi, benteng tujuh lapis ( ranu hitu) dan perkampungan adat nualain. Aksesbilitas tersedianya tersedianya moda transportasi darat dan udaa yang disediakan pemerintah sedangkan swasta seperti Billy Travel, Timor Travel dan paradise Travel selain itu menggunakan transportasi pribadi dan amenitas itu sendiri adanya restoran atau rumah makan, toko cendra mata, hotel dan penginapan, puskesmas dan rumah sakit didalam penelitian ini menggunakan analisis swot menggunakan faktor internal dan eksternal dalam faktor internal itu sendiri ada faktor kekuatan dan faktor kelemahan sedangkan dalam faktor eksternal ada faktor peluang dan ancaman. Untuk mengetahui kontribusi sektor pariwisata itu sendiri realisasi pendapatan asli daerah dibagi pendapatan asli daerah di kali seratus persen untuk mengetahui kontribusi itu efektif atau tidaknya dapat dilihat dari hasil pembagian antara realisasi pendapatan asli daerah dibagi pendapatan asli daerah dikali seratus persen Kata Kunci : Strategi, Pengembangan Pariwisata, Pendapatan Asli Daerah

Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Asing Invaif Pada Kawasan Pohon Kasuari Di Fatumnasi Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity yaitu memiliki keanekaragaman spesies flora dan fauna yang tinggi. Setiap tahun semakin banyak jenis tumbuhan dan satwa menjadi langkah dan terancam punah, sehingga perlu adanya upaya pelestarian keanekaragaman hayati serta dijauhkan dari tumbuhan asing yang merugikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis-jenis tumbuhan asing invasif yang dominan dan bagaimana populasi tumbuhan asing invasif yang terdapat pada pada kawasan pohon kasuari di Fatumnasi, kecamatan Fatumnasi, kabupaten Timor Tengah Selatan. Analisis data dilakukan secara dengan menggunakan parameter Indeks Nilai Penting (INP) dan indeks keanekaragaman (Shannon-weaner). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kawasan pohon kasuari di Fatumnasi kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah sebanyak 5 famili yaitu Lomariopsidaceae, Poaceae, Asteraceae, Verbenaceae dan Convolvulaceae yang terdiri dari 9 jenis yaitu Nephrolepis cordifolia, Oplismenus burmanii, Argeratum conyzoides, Chromolaena odorata, Imperata cylindrical, Lantana camara L., Mikania micrantha, Merremia peltata L., Ottochloa nodosa dengan total jumlah individu sebanyak 379. Indeks Nilai Penting (INP) tertinngi adalah Oplismenus burmanii dengan nilai 37,08%, Indeks Nilai Penting(INP) sedang adalah Chromolaena odorata dengan nilai 24,76%, dan Indeks Nilai Penting (INP) terendah adalah Argeratum conyzoides sebanyak 12,04%. Indeks keanekaragaman (-1,907%). Sesuai dengan pernyataan Shannon Winner yaitu apabila H’≤1 maka dikatakan keanekaragaman spesiesnya rendah. Oleh karena itu, jenis tumbuhan asing invasif pada kawasan pohon kasuari di Fatumnasi tergolong rendah dan perlu diwaspadai ditingkatkan menuju langkah penanggulangan sebelum jenis-jenis tersebut menginvasi kawasan yang ada.

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROALGA DI PANTAI NOKALIMAK, DESA TUNGANAMO, KECAMATAN PANTAI BARU, KABUPATEN ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROALGA DI PANTAI NOKALIMAK DESA TUNGANAMO KECAMATAN PANTAI BARU Aufengo, L, D)* Rafael, A )** Nge, T, S )** Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang organ-organnya berupa akar, batang, dan daunnya yang belum berdiferensiasi dengan jelas. Makroalga tumbuh melekat pada substrat tertentu seperti pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainya. Selain benda mati, makroalga juga dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik. Secara ekologi komunitas makroalga berperan sebagai tempat asuhan dan perlindungan bagi jenis-jenis ikan, tempat pemijahan dan sebagai tempat mencari makanan ikan-ikan herbivor. Secara ekonomi makroalga memiliki potensi sebagai bahan produk kosmetik dan sebagai sumber pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, keanekaragaman dan kelimpahan makroalga di Pantai Nokalimak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan makroalga yang ditemukan di perairan Pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas yaitu Chlorophyta, Rhodophyta dan Phaeophyta Jenis makroalga yang terdapat di pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas 10 famili dengan total 15 spesies yaitu Chaetomorpha crassa, Caulerpa racemosa, Caulerpa sertularioides, Caulerpa lentillifera, Helimeda tuna, Helimeda opuntia, Avrainvillea erecta, Codium rapuh, Boergesenia forbesii, Eucheuma cottoni, Amphiroa fragilissima, Padina australis, Sargassum polycystum, Turbinaria ornata, Sargassum cristaefolium. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies makroalga pada lokasi penelitian T1 (2,63), T2 (2,02), T3 (2,43), T4 (2,03) dan T5 (2,47) sedangkan jumlah spesies T1 (15), T2 (9), T3 (15), T4 (9) dan T5 (15). Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman tersebut maka semua nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada TI sampai dengan T5 menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang. Kelimpahan jenis Trensek 1 sampai 5 memiliki kelimpahan 17.12 ind/m². Sedangkan kelimpahan relatif makroalga yang paling tertinggi terdapat pada spesies Helimeda opuntia sebesar (17,75%) dan terendah pada spesies Caulerpa racemosa , Caulerpa lentillifera, dan Codium rapuh dengann nilai (1,63%). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman makroalga pada daerah tubir, habitat lamun, karang dan juga mengenai manfaat makroalga untuk masyarakat sekitar di Desa Tunganamo. Kata Kunci: Keanekaragaman, Kelimpahan, Makroalga Keterangan: * Peneliti **Pembimbing

INVENTARISASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KAWASAN HUTAN OETNANA DESA NUNBENA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Inventarisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pencatatan atau pengumpulan data tentang pendapat umum mengenai jenis-jenis atau macam-macam tumbuhan paku (Pteridophyta) yang ada di Hutan Oetnana Desa Nunbena Kecamatan Kotolin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat desa belum mengetahui dan membedakan mengenai jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) serta beberapa manfaat dari tumbuhan paku seperti jenis-jenis tumbuhan paku yang dijadikan sebagai tanaman hias dan obat tradisional yang ada di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan manfaat serta habitat tumbuhan paku dikawasan Hutan Oetnana Desa Nunbena Kabupaten Timor Tengah Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantatif seperti komposisi jenis-jenis tumbuhan paku dan species. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara dokumentasi Jelajah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 18 jenis tumbuhan paku yakni Diplazium esculentum, Cyathea contaminans, Drynaria quercifolia, Platycerium bifurcatum, Microsorum punctatum, Equisetum debile, Pteris biauritsa L, Pytirogramma calomelanos, Polypodium virginianum L, Hymenasplenium sp, Asplenium affine, Adiantum cuneatum, Psilotum nudum L, Davallia denticulate, Marsilia polycarpa, Pteris vittata, Nephrolepis biserrata, Macrothelipteris torresiana. Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam kawasan hutan oetnana desa nunbena kabupaten timor tengah selatan adalah 18 jenis Tumbuhan paku

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Wandarmas, S* Nge, S. T** Sabuna, A. Ch** Tanaman Kepuh (S. foetida L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Kepuh ini sangat mudah ditemukan di setiap daerah salah satunya adalah di Kecamatan Kelapa Lima. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari tanaman kepuh karena kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan manfaat tanaman Kepuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kepuh (S. foetida L.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 taraf perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun kepuh25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 6,6 mm sampai dengan 8,33 mm yang dikategorikan sebagai daya hambat sedang. Uji Anova menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu pengaruh konsentrasi ekstrak Kepuh terhadap zona hambat bakteri dengan nilai sig adalah 0,000 < 0,05dan pada uji lanjut duncan menunjukkan bahwa antara perlakuan A1 sampai perlakuan A4 tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekstrak daun Kepuh (S.foetida L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureusdengan kategori sedang. Kata kunci : Uji Antibakteri, Daun Kepuh, S. aureus Keterangan * : Peneliti**: Pembimbing

KEANEKARAGAMAN RUMPUT (POACEAE)DI PADANG SAVANA DESA OELBUBUK KECAMATAN MOLLO TENGAHKABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “KEANEKARAGAMAN RUMPUT (POACEAE) DI PADANG SAVANA DESA OELBUBUK KECAMATAN MOLLO TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN” Naif. L. R)* Ballo. A)** Hendrik. A. Ch)** Savana adalah tipe ekosistem di dataran rendah maupun dataran tinggi, yang komunitasnya terdiri dari beberapa pohon tersebar tidak merata dan lapisan bawahnya didominasi oleh suku rumput-rumputan.Savana Desa Oelbubuk merupakan padang rumput dataran tinggi yang didominasi oleh rumput-rumputan dan beberapa pohon. Poaceaeadalah salah satu famili dari anggota tumbuhan angiospermae yang mempunyai sekitar 500 genus dan 3.000 spesies.Rumput (Poaceae) yang terdapat di padang savana Desa Oelbubuk adalah famili rumput yang dimakan ternak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis rumput (Poaceae) yang berada di Padang Savana Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan keanekargamannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek garis (line intercept transect) yang diterapkan untuk mempelajari komunitas padang rumput.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatifyaitu mendeskripsikan ciri morfologi, klasifikasi serta mencari indeks nilai penting (INP) dan indeks keanekaragaman (H’) dari rumput (Poaceae).Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di Padang Savana Desa Oelbubuk Rumput (Poaceae), terdapat 415 individu dari 8spesies rumput (Poaceae) dengan masing-masing spesies memiliki indeks nilai penting (INP) yang bervariasi, yakni spesies Bracharia humidicola (88,74%), Digitaria sanguinalis (13,52%), Digitaria didactyla (25,34%), Chryspogon aciculatus (25,10%), Eleusine indica (17,38%), Oplismenus burmanni (7,00%), Eragrostis tenella (10,62%), Chloris barbata (12,31%). Dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis rumput (Poaceae) yang terdapat di Padang Savana Desa Oelbubuk diantaranya Bracharia humidicola, Digitaria sanguinalis, Digitaria didactyla, Chryspogon aciculatus, Eleusine indica, Oplismenus burmanni, Eragrostis tenella dan Chloris barbata Swartz. Rumput (Poaceae) Desa Oelbubuk memiliki keanekaragaman sedang yaitu 1,34dan secara ekologi, vegetasi tumbuhan bawah (rumput Poaceae) berada dalam kondisi relatif stabil. Kata Kunci : Rumput Poaceae,Keanekaragaman , Savana,Desa Oelbubuk Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing

HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNINGDENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNING DENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI Tkela, S)* Meha, A)** Blegur, J)** Pembelajaran onlinemenggunakan e-learning merupakan suatu wujud inovasi baru dalam dunia pendidikan saat ini sekaligus menjadi solusi terbaik dalam proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan desain korelasi, variabel (X) Pembelajaran daring berbasis e-learningdan minat belajar mahasiswa (Y). Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,488 data tersebut berada pada kategori sedang karena pembelajaran daring berbasis e-learning memiliki kekurangan baik dari aplikasi yang digunakan dan kurangnya pemahaman pengoperasian aplikasi pembelajarn online baik dosen atau pengajar maupun mahasiswa . Semakin baik penerapan pembelajaran daring berbasis e-learning maka akan semakin meningkat minat belajar mahasiswa. Dari penelitian ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar pada kategori sedang. Kata kunci : Pembelajaran Daring Berbasis E-learning, Minat Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi. Keterangan * ) = Peneliti **) = Pembimbing

ADAPTASI NELAYAN TERHADAP MUSIM PENANGKAPAN IKAN STUDI KASUS NELAYAN DESA KLETEK DAN DESA SUAI, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Katarina Aek Nahak (15380006). Adaptasi nelayan terhadap musim studi kasus Nelayan Desa Kletek dan Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Alfred G.O Kase, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Pengertian pencaharian adalah sumber nafkah utama dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan menangkapa ikan.Nelayan dapat diogolongkan sebagai penduduk miskin, dan pada umumnya mereka tinggal di daerah pesisir pantai. Usaha mereka dipengaruhi oleh musim penangkapan ikan, kondisi alam, tingkat pendidikan yang masih rendah dan kendala ekonomi seperti terbatasnya modal sehingga usah tidak berkembang, alat penangkapan ikan yang masih tradisional, tranportasi kurang lancar, kelembangan ekonomi yang tidak mendukung, dan posisi nelayan dalam penentuan harga hasil tangkapan sangat lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis adaptasi nelayan di desa kletek dan desa suai terhadap musim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode kuantitatif yang digunakan adalah metode survai dengan instrument kuisioner untuk memperoleh pemahaman mengenai adaptasi nelayan dan mengetahui lebih jauh kehidupan social ekonomi nelayan yang mempengaruhi aktivitas nelayan oleh musim, Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuisioner dan wawancara, sedangkan teknik pengambilan sampel berupa Purpose sampling. Hasil penelitian ini adalah adaptasi nelayan terhadap musim, nelayan (responden) merasa terbebani karena didesa oleh factor ekonomi. Musim berpengaruh pula kondisi ekonomi sehingga nelayan dapat bertahan hidup dengan berbagai kegiatan alternative produktif agar membiayai hidup selama tidak melaut.

Analisis Iodium Garam Masak Yang Diproduksi Menggunakan Alat Modifikasi Selama Masa Penyimpanan Di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat. Komponen-komponen mempunyai peranan yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan ukuran yang tepat untuk menunjang kesehatan manusia. Lama penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias berpengaruh terhadap kadar air yaitu7% halini melebihi persyaratan mutu garam konsumsi beriodium (SNI 3556-2016) dan syarat mutu garam bahan baku untuk garam konsumsi beriodium (SNI 4435-2017) yaitu 8,50%, suhu tertinggi pada penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada penyimpanan 12 hari dengan suhu 27,9 ᴼC dan kelembaban tertinggi pada penyimpanan 12 hari dan terendah pada penyimpanan 0. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak, organoleptik (warna dan Bau), Kadar Air, NaCl dan iodium selama penyimpanan di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2022 bertempat di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang pada kelompok Tiberias sebagai lokasi survei dan pengambilan sampel. Pengujian organoleptik (warna dan bau) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air, kadar NaCl dan iodium di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif meliputi metode survei, observasi lapangan dan turut serta dalam melaksanakan kegiatan masak garam, melalui metode pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengambilan dari 1 hari pemasakan di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yang mencakup metode pembuatan garam menggunakan alat masak modifikasi, sedangkan metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan iodium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air yaitu: 5,58-749 %, NaCl: 82,79-90,00%, iodium: 34,20-42,87 mg/kg organoleptik parameter Warna dan bau garam tergolong pada garam K1 (kualitas baik). Kata Kunci: Garam, Nacl, Iodium, Lama Penyimpanan ABSTRACK ifying the filtering technique using fibers combined with filtering using a layered system using fibers, gravel and sand. In addition, in this study using a cooking utensil that has been modified from a drum plate. The storage time of traditional salt in the Tiberias group has an effect on the water content, namely 7%, this exceeds the quality requirements for iodized consumption salt (SNI 3556-2016) and the quality requirements for raw material salt for iodized consumption salt (SNI 4435-2017) which is 8.50%, the highest temperature at 0 days storage with a temperature of 30.5ᴼC and the lowest at 12 days storage with a temperature of 27.9 C and the highest humidity at 12 days storage and the lowest at 0 storage. The purpose of this study was to determine the technique of making cooking salt, organoleptic (color and odor), moisture content, NaCl and iodine during storage in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village. This research was conducted in May – June 2022 at Oesapa Barat Village, Kupang City in the Tiberias group as the location for survey and sampling. Organoleptic testing (color and odor) at the exact laboratory of the Christian University of Artha Wacana Kupang, while testing for water content, NaCl and iodine levels at the PT. Saraswanti Indo Ganetech, Bogor. This research uses descriptive qualitative and quantitative methods. Qualitative methods include survey methods, field observations and participating in salt cooking activities, through a sampling method of 3 times taking from 1 day of cooking in the Tiberias group, Oesapa Barat Village, Kupang City which includes the method of making salt using modified cooking utensils, while the method of making salt is using modified cooking utensils. The quantitative method used in this research is the organoleptic test method (color and odor), water content, NaCl and iodine levels. The results of this study indicate that the water content values ​​are: 5.58-749%, NaCl: 82.79-90.00%, iodine: 34.20-42.87 mg/kg organoleptic parameters Color and odor of salt belong to K1 salt. (good quality). Keywords: Salt, NaCl and Storage Time.

Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Mutu dan Masa Simpan Produk Ikan Tibu Tongkol Khas Manggarai Timur yang Disimpan Pada Suhu Dingin

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Produk ini memiliki cita rasa yang lezat serta aroma yang khas disebabkan karena adanya penambahan bumbu-bumbu sehingga menghasilkan aroma yang khas.Produk ikan tibu tongkol memiliki daya awet yang rendah, dikarenakan ikan tibu tongkol merupakan produk semi basah sehingga menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba pembusuk, yang dapat berpengaruh pada masa simpan produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kadar air, pH, dan tingkat penerimaan panelis, yang disimpan pada suhu dingin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian nilai kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik, pada parameter warna memiliki nilai 4.70-3,40 (kemasan polyethylene) dan 4.65-1.55% (kemasan aluminium foil). Pada parameter aroma memiliki nilai 4.78-2.04 (kemasan polyethylene) dan 4.74-3.08 (kemasan aluminium foil).Pada parameter tekstur 4.48-2.30 (kemasan polyethylene) dan 4.47-1.96 (kemasan aluminium foil). Pada parameter rasa memiliki nilai 4.64-2,68 (kemasan polyethylene) dan 4.52-1.52 (kemasan aluminium foil). Pada parameter kadar air memiliki nilai 66.00-64.67 (kemasan polyethylene) dan 67.22-65.30 (kemasan aluminium foil). Pada parameter pH memilki nilai 5.90-5.50 (kemasan polyethylene) dan 5.80-5.40 (kemasan aluminium foil). Kata kunci: Ikan Tibu, Kemasan, Lama Penyimpanan SUMMARY DIONESIA ROSWITA MAU (163931O6). The Effect of Packaging Type on the Quality and Shelf Life of Tibu Tongkol Fish Products Typical of East Manggarai Which Are Stored At Cold Temperatures: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Tibu fish is one of the typical foods of East Manggarai Regency, which has similarities with pepes fish, however, the tibu fish processing method is still traditional, namely where tibu fish is greased with spices and salt and uses young bamboo sticks as a container and the top of the bamboo sticks is covered using serei leaves. This product has a delicious taste and a distinctive aroma caused by the addition of spices so as to produce a distinctive aroma. Cob tibu fish products have low durability, because cob tibu fish is a semi-wet product so that it becomes a suitable medium for the growth of putrefactive microbes, which can affect the shelf life of the product. The purpose of this study was to determine the value of moisture content, pH, and reception rate of panelists, which were stored at cold temperatures. This research was carried out in May-June 2022, located at the Exact Laboratory of Artha Wacana Christian University Kupang for product manufacturing, testing of water content values, pH, and organoleptic testing. This study used a factorial Complete Randomized Design (RAL). Factors that are tried are packaging and storage time. The variables tested were moisture content, pH and organoleptic testing such as color, aroma, texture and taste. Based on the results of research on cob tibu fish products, it can be concluded that: the panelist's acceptance rate on organoleptic tests, on color parameters have values of 4.70-3.40 (polyethylene packaging) and 4.65-1.55% (aluminum foil packaging). On the aroma parameters have values of 4.78-2.04 (polyethylene packaging) and 4.74-3.08 (aluminum foil packaging). On texture parameters 4.48-2.30 (polyethylene packaging) and 4.47-1.96 (aluminum foil packaging). On the taste parameters have values of 4.64-2.68 (polyethylene packaging) and 4.52-1.52 (aluminum foil packaging) . Keywords: Tibu Fish, Packaging, Storage Length

Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Godelifa Seran (16381528) Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si, Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan makluk hidup diperairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan Salah satu biota yang sering dijumpai diekosistem mangrove adalah moluska dan moluska yang paling banyak ditemui pada ekosiste mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda yang meliputih analisis mangrove dan gastropoda dengan kerapatan jenis, kelimpahan Relatif, kelimpahan jenis, Indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan keanekaragaman gastropoda diPesisir Pantai Pohon Duri Oesapa mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 1.208 ind/m² yang terdiri dari 33 jenis gastropoda dan stasiun 2 memiliki 0.918 ind/m² yang terdiri dari 49 jenis. Kelimpahan jenis tertinggi Clithon dispar dengan jumlah 0,325 ind/m² dan jenis Nerita histrio dengan jumlah 0,297 ind/m². Kelimpahan jenis terendah yaitu Clypeomorus subbrevicula, Nassarius gaudiosus, Nassarius pullus, Clithon squamulata, Clithon soerbianus, Clithon francoisi, Nerita signata, Nerita dydima, Nerita squamulata dengan presentase 0,091%. Dari kedua stasiun ini kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dikategorikan sedang dan dominansi dikategorikan rendah.

Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOSEP KAREL LANGMA’A (15380027) Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang : Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Provinsi NTT ini memiliki potensi yang cukup besar bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk melakukan kegiatan penangkapan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan. Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan menggunakanalat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang yang meliputi komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan dan Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dengan penelitian ini menggunakan metode survei Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis hasil tangkapan utama Mini Purse Seine yang terdapat di Perairan Teluk Kupang yaitu; ikan Layang, Selar, Lemuru, kembung, Tongkol dan Tembang, hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap yaitu ikan tembang dengan jumlah 10.500 individu dengan presentase 34,56% sedangkan jenis hasil tangkapan terendah yaitu ikan Selar dengan jumlah 2.520 individu dengan presentase 8,29 %. Dan produksi hasil tangkapan tertinggi pada jenis ikan tembang berkisar dari 341,19hari/kg-678,96 hari/kg dengan rata-rata 1500.00 kg dan nilai terendah berkisar dari 63,23 kg-198,20 kg dengan rata-rata 360,00 kemudian nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan Mini Purse Seine berkisar antara 6,85-68,00 dari 6 jenis ikan.

ANALISIS PENDUGAAN STOK HASIL TANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus sp.) DI PERAIRAN TELUK KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang berekonomis penting bagi masyarakat. Wilayah ini telah dipilih dan ditetapkan sebagai salah satu sentra pengembangan industri perikanan yang ada di Kota Kupang dengan hasil tangkapan unggulan adalah tongkol, tuna, tenggiri, layang selar, kembung, kerapu, ekor kuning, kakap, bambangan, dan cakalang.Ikan tongkol (Euthynnus sp.) merupakan jenis ikan scrombridae (ikan pelagis), terdapat di perairan hangat Indo-Pasifik Barat dan Laut Nusantara. Ikan tongkol memiliki beberapa jenis yaitu tongkol lisong/bullet tuna (Auxis rochei), tongkol krai/frigate tuna (Auxis thazard), tongkol komo/little tuna/kawakawa (Euthynnus affinis), tongkol abu-abu/ longtail tuna (Thunnus tonggol), Ikan Tongkol (Euthynnus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan status stok terhadap ikan tongkol (Euthynnus sp.) yang tertangkap di Perairan Teluk Kupang agar tidak terjadinya pemanfaatan yang berlebihan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret – April 2022, dengan lokasi penelitian yaitu di Pelabuhan Perikanan Oeba. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara langsung kepada responden, responden dalam hal ini adalah para nelayan. Data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan referensi (data hasil tangkapan ikan target) yang bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Nilai lestari MSY (Maximum Sustainable Yeild) ikan tongkol di Perairan Teluk Kupang 148.73 ton pertahun dengan upaya penangkapan optimum 187.12 trip per tahun dan keberadaan populasi ikan Tongkol (Euthynnus sp.) di Perairan Teluk Kupang belum mengalami over fishing, dimana hasil penangkapan yang paling tinggi di tahun 2010 sebanyak 101.92 tetapi belum mencapai nilai MSY yang di tentukan yaitu 148.73 ton per tahun.

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI OEJAIN DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.

Pengaruh tingkat pendidikan dan pemahaman akuntansi terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP di Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. 2) Untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansiterhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Sampel dalam penelitian ini adalah UMKM yang ada di Kabupaten Malaka khususnya 27 responden yang ada di Kecamatan Rinhat. Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Data primer adalah data yang digunakan dalam penelitian yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel (14,736>2,052) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,024 0,05). (2) Terdapat pengaruh signifikan pemahaman akuntansi terhadap pelaporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar thitung lebih besar dari ttabel (2,418>2,052).

Biologi Reproduksi ikan tuna sirip kuning (thunnus albacares) di Perairan sikka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Kabupaten Sikka merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah perairan yang cukup luas untuk penangkap ikan tuna sirip kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana metode ini tergolong dalam metode survei yang bersifat deskriptif. Metode survei merupakan metode yang dilakukan terhadap objek yang cukup banyak dalam kurun waktu yang diteliti selanjutnya dikaji tetapi hanya sebagian dari beberapa populasi. Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan yaitu pengambilan sampel ikan Tuna Sirip Kuning dengan melakuan pengukuran panjang dan berat ikan tuna, tingkat kematangan gonad (TKG), Indes Kematangan Gonad (IKG), Insbah kealamin dan faktor kondisi (FK) dilakukan secara langsung di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa Sebaran ukuran panjang dari 28 individu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli hingga Agustus 93-180 cm. Hubungan panjang berat ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli dan Agustus memiliki nilai b >3 yaitu tipe pertumbuhan allometrik positif, sedangkan bulan Agustu adalah isometrik. Ikan tuna sirip kuningyang tertangkap di perairan Sikka dari bulan Juli sampai dengan Agustus dengan (TKG) terbanyak adalah ikan betina dengan TKG II dan III. Sedangkan ikan jantan yang banyak ditemukan pada TKG II. Indeks kematangan gonad ikan tuna sirip kuning pada bulan Juli-Agustus yaitu ikan jantan dan betina bulan Juli beriksar antara 1,197,5,301dan 6,485 %, bulan Juli Jantan dan betina yaitu 1,197-5,301 dan 6,485% dengan nilai sebesar 1,525-1,388 dan 0,773%; nilai IKG di bulan Agustus untuk ikan jantan dan betina yaitu 1,427-5,908 dan 6,279% dengan nilai sebesar 1,759-2,140 dan 2,401%. Ratio kelamin ikan tuna sirip kuning yang tertangkap pada bulan Juli-Agustus dengan proporsi betina > jantan. Faktor kondisi dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ditemukan pada bulan Juli-Agustus berkisar antara 1,67-1,42 cm. Kata kunci: Biologi, reproduksi, Rasio kelamin, TKG, IKG, Faktor kondisi Sikka. ABSTRACT Sikka Regency is one of the regencies in East Nusa Tenggara which has a wide area of water for catching yellowfin tuna. The method used in this research is a survey method, where this method is classified as a descriptive survey method. The survey method is a method that is carried out on quite a lot of objects in the period of time being studied and then studied, but only part of some of the population. Primary data obtained directly from the field, namely yellowfin tuna sampling by measuring the length and weight of tuna, gonad maturity level (TKG), Gonad Maturity Index (IKG), natural insbah and condition factors (FK) carried out directly in the field. The results show that the length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) The length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) caught in Sikka waters from July to August was 93-180 cm. The relationship between length and weight of yellowfin tuna caught in Sikka waters in July and August has a value of b>3 which is positive allometric growth type, while August is isometric. Yellowfin tuna caught in Sikka waters from July to August with the most (TKG) were female fish with TKG II and III. While the male fish were mostly found in TKG II. The gonadal maturity index of yellowfin tuna in July-August were male and female fish in July ranging between 1,197,5,301 and 6,485%, in July Male and female fish were 1.197-5,301 and 6,485% with values ​​of 1,525-1,388 and 0.773%; IKG values ​​in August for male and female fish were 1.427-5.908 and 6.279% with a value of 1.759-2.140 and 2.401%, respectively. Sex ratio of yellowfin tuna caught in July-August with the proportion of females > males. Condition factors of yellowfin tuna (Thunnus albacares) found in July-August ranged from 1.67-1.42 cm. Key words: Biology, reproduction, sex ratio, TKG, IKG, Sikka condition factor