2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang:Pendidikan jasmani merupakan pendidikan lewat aktivitas-aktivitas jasmani atau pengajaran gerak dalam mencapai tujuan pendidikan. Kemamapuan passing adalah kecakapan dalam mengoper bola kepada teman sendiri dalam suatu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai awal pola serangan kepada lawan
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas IX SMPN 10 Kota Kupang.
Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 10 Kota Kupang sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi.Teknik analisis datanya mengunakan deskriptif kualitatif
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar passing bawa bola voli siswa dengan nilai rata–rata pada siklus I sebesar 70,45 dengan presentase ketuntasan sebesar 50%. Dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 81,2 dengan presentase ketuntasan sebesar 85%.
Simpulan:Berdasarkan hasil penelitian diatas maka penelitian mengambil sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran passing bawah bola voli melalaui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 1X SMPN 10 Kota Kupang selama dua siklus dapat meningkat prestasi belajar siswa yang mencapai nilai KKM 75 bahkan lebih. Sehingga ketuntasan klasikal dalam kelas tersebut sudah lebih dari 75% siswa yang tuntas belajar
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat sebagai perkumpulan orang-orang yang telah ditebus dan mengalami pemulihan sebagai gambar Allah wajib mendidik anggotanya untuk memajukan imannya yang tidak terbatas pada orang-orang dewasa tetapi juga harus dibangun dan di didik sejak dini melalui anak-anak dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada dalam gereja baik dari dalam dirinya maupun diluar dirinya termasuk sekolah-sekolah yang didirikan. Penulisan ini fokus pada analisis peran jemaat terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki, dengan tujuan untuk memahami bagaimana peran Jemaat kususnya Jemaat Efrata Oepliki terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Landasan teori yang digunakan dalam menganalisa data penelitian ini adalah teori Teologi Apostolat jabatan atau Tugas seorang rasul memberitakan injil kerajaan Allah ke dalam jemaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gereja khususnya gereja Efrata Oepliki terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara 15 responden dan observasi langsung di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gereja Efrata Oepliki yang didirikan sejalan dengan SD GMIT Oepliki berkaitan dengan dukungan Moril Jemaat Efrata Oepliki berperan menyediakan bahan-bahan Lokal, terlibat dalam kerja bakti di Sekolah, mendoakan pertumbuhan dan perkembangan SD GMIT Oepliki dan memantau keadaan sekolah menyangkut hubungan Guru dengan murid, hubungan antar guru, hubungan guru dengan orang tua siswa maupun dengan masyarakat. Sedangkan berkaitan dengan peran Materil Jemaat Efrata Oepliki jujur bahwa masih minim dilakukan. Dengan demikian perlu adanya wadah Diakonia bagi sekolah yang masih mengalami kekurangan sarana dan prasarana serta fasilitas, dengan cara mencari donatur agar bisa membantu dalam hal finansial atau keuangan guna memperbaiki mutu pendidikan SD GMIT Oepliki
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT The research entitled “Comparative Study Between Phonemes of Mauponggo Dialect and Maunori Dialect of Nagekeo Language”. The formulation of the problem in this study is what is difference and similarity of the phonemes between the Mauponggo and Maunori dialects. The purpose of this study was to determine the differences between the Mauponggo dialects and the Maunori dialects in Nagekeo language. The subject of this study use a qulitative description method and the research instrument use were record and interviews. From the finding, the researcher found two types of phoneme were changed in them, namely Assimilation and Neutralizazion, as well as sound simmilarities and in a word between the Mauponggo dialect and by Maunori. Showed the similarities are dominant than the differences. Based on the data in the table it is found that there are fewer dialect differencess, is 10 words and 65 words similarities. Differences dialect of data like as podo and pondo which means pot, padu and pandu which means papaya, than similarity from two dialect like as kema and kema which means work, mawe and mawe which means slow
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah :Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Di Pengadilan Negeri Baturaja. Hakim dalam hal ini juga harus dapat me mberi putusan yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam putusannya hakim dituntut tidak boleh sekedar melaksanakan undang undang, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral dan sosial. Putusan hakim sangat berpengaruh atas suatu perkara karena keadilan menjadi hal yang sangat diharapkan. Putusan hakim tersebut mencerminkan proses penegakan hukum yang erat kaitannya dengan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Putusan hakim seperti inilah yang banyak menuai persoalan dari masyarakat, misalnya terkait dengan putusan yang berbeda Judul adalah: Disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di pengadilan Negeri Baturaja. Masalah dalam penelitian ini dalah: Bagaimana dasar pertimbanagan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadapa Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Tujuan penelitan yaitu: Untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian, penelitian menemukan 4 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim Pengadilan Negeri baturaaja sehingga terjadinya disparitas putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekeasan . 1. Tuntutan Yang Berbeda Dari Jaksa Penuntut Umum 2. Indenpedensi Hakim 3. Kualitas Perbuatan Terdakwa 4. Hal-Hal Yang Memberatkan Dan Meringankan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami adiksi terhadap game online. Adiksi yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai adiksi terhadap game online layak mendapat perhatian serta peran pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami adiksi,agar keluar dari situasi tersebut. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Teologi mengalami adiksi terhadap game online, dampak yang ditimbulkan dari adiksi dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi pastoral serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi Mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami adiksi. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai persoalan adiksi terhadap game online yang dialami oleh Mahasiswa Fakultas Teologi Kupang. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa, para narasumber memiliki beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yakni: physical needs (kebutuhan fisik), safety needs (kebutuhan rasa aman), social needs (kebutuhan sosial), esteem needs (kebutuhan penghargaan) dan self actualizatione (kebutuhan aktualisasi diri). Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, mereka menggunakan game online, sehingga mengakibatkan adiksi. Adapun beberapa dampak buruk yang ditimbulkan dari adiksi terhadap game online yakni: gangguan relasi sosial, gangguan akademik, gangguan kesehatan, gangguan psikologis, dan konsumtif. Sebagaimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa, tugas dari orangtua ialah memberi pengajaran bagi anaknya untuk mengasihi Allah yang Esa dengan melakukan segala perintahNya, dalam hal ini tidak mengikuti keinginan duniawi dan menduakan Allah. Orangtua yang dimaksud dalam tulisan ini ialah orangtua kandung dan dosen Fakultas Teologi yang memerankan peran, sebagai orangtua bagi mahasiswa di kampus.Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan membebaskan Mahasiswa dari adiksi terhadap game online, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan fungsi pendampingan pastoral yakni: fungsi membimbing, fungsi memulihkan dan fungsi memelihara.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi jemaat GMIT Pos Pelayanan Silo Fetomone dalam beribadah masih sangat kurang. Kehadiran warga jemaat dalam ibadah-ibadah terkadang diwakilkan oleh salah satu atau dua anggota keluarga. Ibadah terkadang tidak berjalan oleh karena jemaat ataupun majelis jemaat lebih mementingkan pekerjaan dan kesibukan pribadi mereka dibandingkan dengan melibatkan diri dalam beribadah. Penulis mengangkat topik ini menjadi bahan penelitian dengan tujuan untuk menganalisa sejauh mana pemahaman jemaat tentang makna ibadah dan menghayati makna tersebut melalui tindakan nyata. Dengan demikian, ibadah yang seringkali dilakukan oleh jemaat tidak hanya dianggap sebagai sebuah rutinitas belaka yang menjadi sebuah kewajiban untuk dilakukan, tetapi jemaat dapat mengetahui makna ibadah yang sesungguhnya. Ibadah merupakan suatu tanggapan manusia atas kasih Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Artinya, jika kita melakukan ibadah entah berdoa, entah bertindak karitatif (berbuat kasih) kepada sesama. Ibadah menekankan dimensi vertikal pelaksanaan misi gereja. Gereja yang mengabaikan kehidupan spiritualnya akan kehilangan daya dalam melaksanakan misinya. Misi adalah aksi kontemplatif dan kontemplasi yang aktif pada saat yang bersamaan. GMIT melaksanakan ibadah sebagai akta iman dan penyembahan kepada Allah dalam roh dan kebenaran di segala tempat dan waktu. Ibadah merupakan perwujudan relasi yang benar dengan Allah Tritunggal dan tanda syukur atas pimpinan, pemeliharaan, dan perlindungan-Nya. Penelitian ini berfokus pada persepsi warga jemaat Pos Pelayanan Silo Fetomone terhadap pemahaman dan pratik ibadah yang dilakukan. Meneliti pandangan mereka tentang ibadah menjadi penting karena dalam kenyataan, warga jemaat lebih mementingkan kesibukan pribadi dari pada menghadiri ibadah. Dengan mengetahui alasan-alasan ketidakaktifan mereka di kebaktian Minggu, gereja bisa mengatur strategi pelayanan yang tepat bagi mereka. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan praktik ibadah dalam Pos Pelayanan Silofetomone, digunakan metode penelitian kualitatif dan metode penulisan berupa deskripsi, analisis, dan reflektif. Kata kunci: Ibadah, Warga Jemaat, Partisipasi, Pemahaman dan Praktik Ibadah, GMIT
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SUPERITEMTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5AMABI OEFETO TIMUR SATAP TAHUN AJARAN 2020/2021
Manu D. S)* NomleniF.TH)** KorohT)**
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Amabi Oefeto Timur Satap. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Superitemterhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 45 siswa dan sampel kelas VIIA dan kelas VIIBberjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabelatau 7,967>2,048dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari adanya pengaruh terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Superitem memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu C1 78,51 %, C2 78,33% , C3 72,22% dan C4 68%. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Superitem terhadap hasil belajar siswa.
Kata kunci : PembelajaranSuperitem, Hasil Belajar Siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER I SMP N 3 AMABIOEFETOTAHUN AJARAN 2019/2020
Babis, M. A)* Meha, A, M)** Nggadas,D.E.P)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran invenstigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di SMP Negeri 3 Amabi Oefeto tahun ajaran 2020/2021.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajarankooperatif investigasikelompokterhadap kemampuan berpikir kratif siswa kelas VIII SMP N 3 Amabi Oefeto. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP NEGERI 3 AMABI OEFETO tahun ajaran 2020/20201 sebagai tempat untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dan menggunakan desain penelitian post test only, populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII dengan jumlah siswa 20 orang dan sampel penilitian ini kelas VIIIA dan kelas VIIIB dimana kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 20 orang dengan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay. Parameter yang diukuryaitukemampuan berpikir kreatif.Analisis data yang digunakan adalah Uji-t dengan bantuan spssmenunjukan bahwa nilai signifikan 0,004 < 0,05 dan nilai t-hitung 3,050 > 2,02439 t-tabel maka H0 di terima artinya bahwa adanya pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada taraf signifikan 95%.Dari hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa mencapai kriteria penilain untuk kelas ekseperimen dengan indikator kelancaran 91,5%, keluwesan 80,5%, keaslian 67% , elaborasi 80,5% dankelas kontrol mencapai kriteria peniliaian indikator kelancaran 78%, keluwesan 69%, keaslian 52,5% , elaborasi 80,5%. Penggunaan investigasi kelompok dalampembelajaran pada materi sistem rangka dapat menghasilkan kemampuan berpikir kreatif siswa baik. Dimana dalam pembelajaran investigasi kelompok terdapat interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
THE ROLE OF PHYSICAL EDUCATION, SPORT, AND HEALTH TEACHER’S IN DEVELOPING THE STUDENTS MENTALLY WHEN OFFLINE AND ONLINE LEARNING AT SMA NEGERI 8 KUPANG CITY
Epa Proditus Laukamang1*, Andreas J. F. Lumba2, Erwin S. Neolaka3
1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia
2Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University, Kupang, Indonesia
[email protected]
Background: Teachers are professional educators with the main duty are educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, evaluating, and developing students in education. This study refers to the research problem regarding how is the role of physical education teachers in developing the students' mentally during offline and online learning.
Research Objectives: This study aims to find out the role of physical education teachers in mentally development of students when offline and online learning.
Research Method: This study used a qualitative research. The subject in this study is the physical education teacher at SMA Negeri 8 Kupang City. The data collection techniques that used in this study are observation, interviews, and documentation, the data analysis used was descriptive qualitative.
Result and Discussion: Physical education teacher's role in developing students' mentally can be done well in learning, because the physical education teachers are able to apply their role as an educators who are responsible for students in physical education, sport, and health learning. In the implementation of education, the teachers have a very important duty, namely guiding and directing the students so that they can grow and develop optimally.
Conclusion: The physical education teachers play an important role in the developing the students’ mentally when learning in the classroom nor the field so that students are more than disciplined and on time in learning. The physical education teachers can motivate the students with an appreciation or sanction given to students.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG PEMBINAAN SEPAKBOLA PUTRI
PADA CLUB GIRLS FOOTBALL PROJECT DI KABUPATEN
TIMOR TENGAH SELATAN
Krista viana Bere Mau1*, Andreas J. F. Lumba2, Julian J.Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Sepakbola adalah cabang olahraga yang paling populer di dunia yang mainkan menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) pemain inti dan beberapa pemain cadangan.
Tujuan penelitian:Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan sepakbola putri padaclub girls football project di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskrptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui pembinaan sepakbola putri pada club girls football project di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) pemassalan, 2) pembibitan, 3) prestasi.
Simpulan:Pembinaan sepakbola putri pada club girls football project di Kabupaten Timor Tengah Selatan dilakukan dengan menerapkan aspek-aspek untuk meningkatkan kemampuan para pemain; kepribadian atlet, kondisi fisik, keterampilan teknik, latihan taktik, dan latihan mental.
Katakunci: Pembinaan, Sepakbola
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendeta adalah hamba Tuhan yang ditugaskan dengan dua jabatan yaitu organisasi dan pelayanan di mana ia harus bertanggunjawab secara organisatoris serta menjalankan fungsi kenabian, kerasulan dan gembala untuk melayani di mana ia hidup dan ditugaskan dalam gereja. Dalam menjalankan panggilan sebagai pengikut Kristus tidak terlepas dari situasi di mana antara memilih menjalankan panggilan sebagai pengikut-Nya atau harus memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri dan keluarga. Panggilan menjadi pengikut Kristus ialah panggilan untuk setia dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-Nya. Penderitaan yang dialami pengikut-pengikut Kristus bukan karena akibat yang ditimbulkan oleh pengikut-pengikut Kristus, tetapi sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagai bagian dari melayani Kristus. Hal tersebut bukan hanya dialami dari luar, tetapi dari dalam keluarga dan diri pengikut itu sendiri. Melihat kedua tanggungjawab antara pelayanan dan keluarga, terkadang menimbulkan dinamika dalam keluarga pendeta di mana bisa saja ada yang merasa sebagaimana yang terjadi dalam keluarga pendeta yang melayani di jemaat GMIT Kota Kupang, di mana anggota keluarga merasa terabaikan, dilema, adanya keraguan terhadap pasangan, cemas, kurangnya waktu bersama oleh karena mereka diperhadapkan dengan kesibukkan pendeta. Penulis bertujuan agar memberi dasar teologis terhadap makna dari sebuah keluarga pendeta dalam jemaat, untuk itu metode yang digunakan penulis yaitu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana penulis melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pendeta-pendeta yang sedang melayani di jemaat GMIT Kota KupangKlasis Kota Kupang. Karena itu sangat perlu untuk merefleksikan tentang kisah Allah memanggil Abraham dari antara kaum keluarganya dan berjanji kepadanya “Allah akan memberikan tanah dan keturunan kepadanya dan Allah akan memberkatinya”. Anaknya Ishak sebagai penerus keturunanya, kemudian Yakub dan ia juga menerima tugas yang sama yaitu demi keselamatan umat manusia dan supaya semua kaum di muka bumi menerima berkat (Kej. 12:3). Hal yang sama juga diberikan Allah kepada Yakub dan keturunannya. Allah memulai penyelamatan dengan satu orang dan satu keluarga untuk menjadi alat dari suatu realitas bersama yang baru. Dasar teologis ini menjawab dinamika antara pelayanan dan keluarga pendeta di mana keluarga pendeta adalah komunitas yang juga ditetapkan Allah sebagai wadah untuk menyatakan rencana-Nya bagi dunia. Allah sebagai pembentuk keluarga memiliki misi agar keluarga pendeta menjadi komunitas yang memancarkan dirinya sebagai terang di tengah-tengah kehidupan jemaat. Karena itu pendeta perlu memberi pemahaman dan mempersiapkan keluarga agar keluarga pendeta memberi nilai tertinggi kepada Allah dan menjalankan pelayanan dengan segala konsekuensi yang harus diterima.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini ditulis oleh Romelton N Selan sebagai pra-syarat dalam menyelesaikan perkuliahan. Judul yang diberikan untuk skripsi ini yaitu “Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah” dengan sub judul yaitu “ Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Kalsis Kota Kupang Barat”. dalam penulisan skripsi ini, penulis dibimbing oleh Pdt Endang D. Koli M.Si Teol sebagai pembimbing 1 dan Pdt Dr. Welfrid F. Ruku, M.Th, MA, sebagai pembimbing 2. Sebelum memasuki pernikahan calon mempelai akan diberikan pemahaman tentang arti menikah dan pemahaman berkeluarga, sebagai bekal dalam membentuk rumah tangga yang akan mereka hadapi setelah menikah melalui pastoral gereja, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Namun, pemberian bekal melalui Penggembalaan Pra-Nikah yang tidak efektif memberi pengaruh dalam kehidupan pernikahan, karena tidak dapat membantu mereka untuk membangun rumah tangga dengan baik. Kekudusan pernikahan yang semestinya menciptakan rumah tangga yang saling melengkapi di dalam Kristus, menjadi tidak berarti bagi sebagian jemaat masa kini. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena fenomena ini terjadi dalam kalangan gereja, terkususnya Jemaat GMIT Ararat Haukoto. Faktor-faktor yang menimbulkan masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman jemaat tentang materi Penggembalaan Pra-Nikah. Pemberian materi berkisar pemahaman teologis selama 3 minggu dan kebutuhan non teologis hingga mencapai batas waktu selama kurang lebih 3 bulan. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, yaitu materi tentang teologis dan non teologis hanya diberikan dalam 2-3 minggu saja. Hal ini kemudian menghasilkan kurangnya pemahaman calon mempelai dalam rumah tangga dan berdampak pada kehidupan rumah tangga mereka. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konteks jemaat Ararat Haukoto di mana pengembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri dipraktikan, untuk mengetahui proses dan efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto, serta untuk mengetahui dan mengembangkan refleksi teologis pastoral terhadap efektivitas pengggembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Klasis Kota Kupang Barat. Untuk menjawab tujuan dari penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan metode yang dibagi dalam dua bagian yaitu metode penelitian yang mencakup : Penelitian pustaka, dan penelitian lapangan serta observasi, atau teknik pengumpulan data yang paling utama dalam penelitian. Di mana adanya pengamatan atau peninjauan secara langsung terhadap objek untuk mengetahui kebenarannya. Selain observasi, penulis juga menggunakan wawancara dengan teknik snow balling, Di mana penelitian akan berakhir ketika tercapai kejenuhan data atau tidak ada data yang baru lagi dari informan yang diwawancara. Adapun metode yang kedua yakni metode penulisan, yaitu deskriptif, analitis, dan reflektif. Setelah melakukan penelitian dan analisis, penulis mendapati bahwa Penggembalaan Pra-Nikah yang dilakukan ternyata tidak efektif. Hal ini terjadi karena pemberian materi yang kurang efektif, disertai dengan waktu yang terbatas, sehingga menghasilkan kurangnya pemahaman dan penerapan jemaat terhadap materi Penggembalaan Pra-Nikah dalam rumah tangga mereka. Kenyataan yang demikian mengundang perhatian, terutama gereja untuk bagaimana merefleksikan kembali peran, fungsi dan kehadiran gereja ditengah-tengah jemaat. Dalam kaitannya dengan fenomena yang dikemukakan di atas, gereja perlu untuk menata kembali tugas pastoral, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Karena itu, telah diuraikan juga sebuah materi dan metode yang diusulkan untuk mewujudkan penggembalaan Pra-Nikah yang efektif.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kehamilan sebelum menikah seringkali digambarkan sebagai suatu situasi kehidupan yang penuh dengan tekanan baik dari keluarga, masyarakat bahkan gereja. Perempuan yang hamil sebelum menikah harus siap untuk menerima segala bentuk konsekuensi dari perbuatan yang dilakukannya. Kasus kehamilan sebelum menikah juga sering terjadi di lingkup pelayanan Jemaat GMIT Soleman Neonmat Klasis Soe Timur. Rata-rata perempuan yang hamil sebelum menikah di tempat ini adalah pelajar sekolah menengah atas atau dengan kata lain merupakan anak-anak remaja. Dengan alasan mengurangi kehamilan sebelum menikah, gereja GMIT Soleman Neonmat membuat suatu kesepakatan. Kesepakatan ini mengharuskan perempuan yang ingin membawa anaknya ke gereja untuk dilayani, terlebih dahulu harus membayar uang sesuai jumlah yang telah disepakati. Jumlah uang yang harus dibayar sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan faktor-faktor yang ditimbulkan dari pembayaran denda oleh perempuan yang hamil sebelum menikah kepada gereja serta merefleksikannya kasus ini menurut sudut pandang pastoral.Tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan penelitian lapangan dan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk memperoleh data yang akurat dengan metode penulisannya adalah metode studi kasus. Metode studi kasus membantu untuk mengerti masalah dengan menderksripsikan, menganalisa, merefleksikan dan memberikan tawaran aksi pastoral yang dapat dipakai oleh gereja dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, faktor pemberlakuan denda yaitu gereja belum secara penuh memahami tentang konsep penebusan salah. Pemberlakuan denda sebagai bentuk pembersihan diri seolah-olah menandakan bahwa manusia dapat berusaha seorang diri dengan menggunakan harta untuk membersihkan diri dari dosa yang telah dilakukan. Semua manusia adalah makhluk yang berdosa. Oleh karena dosa itu Allah melalui Yesus Kristus berinisiatif untuk memperbaiki relasi yang telah rusak antara manusia dengan Allah serta manusia dengan sesamanya. Dosa yang dilakukan oleh manusia hanya dapat dibersihkan dengan darah yang kudus dan itu semua nyata dalam karya Yesus Kristus di kayu Salib. Kata Kunci: Pastoral, Hamil Sebelum Menikah, Denda, Penebusan Salah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemiskinan merupakan suatu standar hidup yang rendah yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah orang. Kemiskinan biasanya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan, pakaian, dan papan sebagai tempat berteduh. Nusa Tenggara Timur secara khusus Kota Kupang yang adalah ibu kota provinsi pun tidak luput dari persoalan kemiksinan tersebut. Oleh karena itu pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kemiskinan secara khusus kepada anak-anak yang berpotensi terlantar dengan membangun panti asuhan. Menanggapi persoalan kemiskinan tersebut, maka Gereja juga turut terpanggil untuk menyatakan keprihatinannya melalui peran sosial Gereja. Dalam penulisan ini, penulis akan menggambarkan tentang peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba bagi pemeliharaan anak-anak Panti Asuhan Kristen ( PAK) GMIT 221 Oeba dipandang dari teori Teologi sosial. Tujuannya agar Gereja-gereja masa kini bisa dapat belajar dari peran sosial tersebut untuk lebih memfokuskan arah keterlibatannya dalam menanggapi persoalan sosial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Penelitian pustaka yang digunakan adalah dengan menggunakan sejumlah literatur yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan lokus penelitian ialah Panti Asuhan Kristen(PAK) GMIT 221 Oeba. Untuk mengetahui mengenai peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba, maka penulis memilih beberapa orang seperti pendeta, penatua, diaken, pengurus panti dan juga anak-anak panti untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian sesuai teori teologi sosial yang penulis gunukan untuk mengkaji peran sosial Gereja, maka hal yang penulis temukan ialah peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba didasari pada motifasi yang benar yaitu dengan melihat pada apa yang Yesus lakukan sehingga tindakan itu diteruskan kepada anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221 yang datang dari latar belakang kemiskinan. Peran sosial Gereja yang dilakukan oleh gereja juga memiliki ciri pembeda dengan peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah. Peran sosial yang dilakukan oleh gereja juga turut menolong anak-anak tersebut untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Hal selanjutnya yang penulis temukan ialah melalui peran sosial ini, GMIT Ebenhaezer Oeba melakukan tindakan pemeliharaan yang ditunjukan melalui pengelolaan dan pendanaan bagi keberlangsungan hidup anak-anak di Panti Asuhan Kristen GMIT 221. Peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba merupakan bentuk pemeliharaan Allah bagi anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ritus kematian merupakan warisan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Sumba Timur di Jemaat Kambajawa, karena di dalamnya termuat nilai, norma atau aturan-aturan yang mengatur sistim kehidupan bersama, yang diwarisi dari generasi-ke-generasi. Tidak dapat dipungkiri praktik ritus kematian telah menimbulkan persoalan di kalangan Jemaat Kambajawa, karena dipandang telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Praktik ritus ini, sangat berkaitan erat dengan aliran kepercayaan Marapu, yang memiliki perbedaan konsep berpikir dengan ajaran iman Kristen. Akan tetapi, praktik ritus kematian masih tetap dilakukan oleh jemaat, dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya. Melihat fenomena ini, penulis merasa penting untuk mengkaji secara mendalam terkait dengan pelaksanaan ritus kematian dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya, dan pandangan GKS Jemaat Kambajawa terkait hal ini. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode penilitian kualitatif untuk membantu penulis ketika melakukan penilitian lapangan dan penilitian pustaka untuk merefleksikan secara teologis terkait persoalan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksaan ritus kematian dilakukan dengan pemahaman-pemahaman yang keliru dan bertentangan dengan ajaran gereja. Beberapa jemaat masih menganggap bahwa keselamatan dapat dicapai melalui usaha mereka ketika menjalankan ritus kematian dengan sebaik mungkin. Penyebab masih dilakukannya praktik ritus kematian di kalangan jemaat, karena dipengaruhi oleh faktor budaya, kekerabatan dan lingkungan sosial yang menuntut mereka untuk melakukan hal tersebut. Jemaat berada dalam keadaan dualisme. Pada satu sisi, jemaat masih menjalankan tradisi budaya mereka, dalam hal ini pelaksanaan ritus kematian, sedangkan di sisi yang lain mereka adalah orang Kriten yang telah mengaku percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Gereja terus menggumuli persoalan ini untuk menolong jemaat agar dapat memahami, bahwa beberapa unsur dalam pelaksanaan ritus kematian, telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Kematian merupakan siklus hidup manusia, yang dapat terjadi kapan saja. Orang Kristen meyakini bahwa setelah kematian bukan akhir dari segala sesuatu, tetapi jalan menuju kepada kemuliaan Tuhan Allah. Yesus Kristus telah mati untuk keselamatan manusia dan inilah kabar baik bagi ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kehidupan orang Kristen bukan lagi untuk mencari keselamatan melainkan untuk menghargai keselamatan yang sudah diterima. Dengan menyadari akan persoalan ini, maka penting sekali untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang jelas kepada jemaat, dan bagaimana cara yang seharusnya dilakukan mereka ketika berhadapan dengan peristiwa kematian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATA KULIAH MICROTEACHING.
Kami.A.A)* Nomleni.Th.F)** Manu.N.S.T)**
Salah satu keterampilan yang diajarkan dalam mata kuliah Microteaching adalah keterampilan menggunakan media pembelajaran, namun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mata kuliah Microteaching, bahwa masih didapati mahasiswa yang dalam kesiapan mengajarnya tidak menggunakan media pembelajaran sebagai alat yang dipakai untuk menyampaikan makna pesan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran Biologi pada mata kuliah Microteaching.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian.Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran Biologi pada mata kuliah Microteaching.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 6 kelas B Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, rubric penilaian, dan video pembelajaran dari mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditemukan bahwa media yang paling banyak digunakan adalah media charta, karena media charta adalah mediah yang paling mudah diperoleh.Kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran masih kurang, hal ini dikarenakan mahasiswa kurang mampu menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran ini sangat berdampak pada tingkat motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, serta bisa membuat siswa merasa bosan dalam kelas.
Kata kunci : Kemampuan mahasiswa, media pembelajaran Biologi, mata kuliah Microteaching.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ritus Hatama Kakaluk merupakan ritus penyembuh sakit. Hatama Kakaluk secara harafiah yakni memasukkan kesaku atau ruangan, artinya bahwa orang yang sakit dipisahkan dari keluarga dan akan tinggal di dalam rumah adat atau rumahnya sendiri. Selama proses penyembuhan perempuan dilarang untuk ikut terlibat dalam merawat. Hal ini karena perempuan dianggap sebagai yang lemah, kotor dan dapat memperparah kondisi dari orang yang sakit. Selain itu, pemahaman lain bahwa perempuan itu sama dengan Hawa sehingga jika mereka masuk maka dapat menyebabkan kesalahan seperti Hawa. Ritus ini masih dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Hal ini telah merendahkan perempuan sebagai penolong yang sepadan dan Segambar dan SerupadenganAllah. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemahaman Jemaat yang masih melakukan ritus yang mendiskriminasikan satu pihak dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi gender serta bagaimana memberikan pemahaman yang tepat mengenai Ritus Hatama Kakaluk di Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian dan metode yang digunakan adalah metode penelitian fenomenologi. Metode penelitian ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan persepsi yang muncul dari suatumasyarakat mengenai fenomena tertentu, bertujuan untuk memperoleh makna yang mandalam terhadap masalah Ritus Hatama Kakaluk di Maktihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan gender yang terjadi dalam ritus Hatama Kakaluk disebabkan beberapa faktor yaitu budaya Matriakat, di mana posisi perempuan lebih tinggi dari laki-laki, sehingga timbul kecemburuan, faktor penafisiran terhadap teks-teks Alkitab, di mana menggunakan teks Kejatuhan Manusia sebagai alasan pelarangan bagi perempuan dan faktor Ekonomi. Adapun dampak yang ditimbulkan dari faktor-faktor ini yaitu adanya ketidakadilan gender. Ritus Hatama Kakaluk menjadi tempat untuk Jemaat mendapatkan kesembuhan namun karena praktiknya yang mendiskriminasi satupihak yaitu perempuan maka Gereja haruslah hadir untuk memberikan pemahaman kepada Jemaat mengenai kesetaraan gender baik itu laki-laki dan perempuan. Agar jemaat dapat memahami bahwa praktik yang selama ini mereka jalani adalah salah (pelarangan terhadap perempuan sebagai yang kotor dan lemah serta sebagai pembawa kekacauan seperti Hawa).