2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
5. Almamater tercinta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – program studi Pendidikan Biologi – UKAW Kupang. ABSTRAK ANALISA KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI KELAS VII G SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG. Kabby I. Y)* Meha A. M)** Blegur J)*** Peneliitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan Belajar siswa dan faktor – faktor yang mempengaruhi Kesulitann belajar pada mata pelajaran IPA Biologi serta bagaimana upaya guru mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di SMP Negeri 20 Kota Kupang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk melakukan observasi, intervieu, atau wawancara ,dokumentasi untuk mengumpulkan data selama berlangsungnya penelitian dilapangan dengan melibatkan guru Biologi Kelas VII G berjumlah 1 orang guru dan siswa di Kelas VII G berjumlah 27 siswa di SMP Negeri 20 Kota Kupang khusus pada siswa yang menemui kesulitan belajar pada mata pelajaran IPA Biologi.Keabsahan data diuji dengan kredibilitas yang mencakup perpanjangan masa observasi terus-menerus,Trianggulasi data, kajian kasus negatif, pengecekan anggota dan pengecekan sejawat, Model interaktif analisis data selama pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukan adanya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di Kelas VII G dapat ditemukan.yaitu baik dari faktor internal maupun faktor eksternal, disampingnya ada juga upaya guru secara optimal untuk mengatasi kesulitan belajar, baik yang dilakukan disekolah melalaui pengulangan materi dan ulangan perbaikan disamping diadakan pengayaan kepada siswa yang dipandang mampu atau menemui Kesulitan belajar demikian pula pemberian tugas – tugas kepada siswa yang kurang mampu baik secara individu maupun secra kelompok untuk dikerjakan diluar jam sekolah. Kata Kunci : Faktor – faktor Kesulitan belajar
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap pertumbuhan tanaman cabai padi (Capsicum frutescens L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai padi (Capsicum fretescens L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 8% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 2 = 12% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 3 = 16% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 4 = 20% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 5 = 50% POC daun gamal dan air kelapa, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang, jumlah daun, dan lebar daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari air kelapa dan daun gamal terhadap tumbuhan cabai, semua parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Pemberian pupuk pada perlakuan 4 dengan konsentrasi sebesar 20% memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun dibandingkan perlakuan lainnya
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Penelitian ini berjudul “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Kematian.”,tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan kematian.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatife pendekatan yang mencakup penelitian hukum terhadap Penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, penelitian terhadap sinkronisasi vertikal dan horizontal, penelitian perbandingan hukum dan penelitian sejarah hukum. Adapun maksud penggunaan jenis penelitian ini adalah disamping meneliti bahan-bahan yang ada (buku, peraturan perundang-undangan, penetapan, media internet, surat kabar, dan hasil penelitian yang diterbitkan) melalui bahan kepustakaan.Bahan hukum primer adalah bahan-bahan hukum yang bersifat mengikat. Oleh karena itu dalam penelitian ini bahan Hukum Primer yang digunakan adalah : 1).Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); 2).Kitab Undang-Undang Hukum Aacara Pidana (KUHAP) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981; 3).Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan; 4).Putusan Pengadilan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan.Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik ataumasalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Terdapat 4 (empat) hal yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, antara lain :1) Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda. 2) Kualitas perbuatan terdakwa. 3) Independensi Hakim. 4) Faktor yang memberatkan dan meringankan.Adapun saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia antara lain :1). Agar hakim harus lebih obyektif dalam memutus dan menjatukan putusan suatu kasus tindak pidana, agar tidak menimbulkan kecemburuan hukum di dalam masyarakat. 2). Diharapkan kepada majelis hakim untuk menjadi pribadi yang memiliki latar belakang individu yang baik, sehingga di dalam memutus suatu perkara lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman hukum di dalam masyarakat. Kata Kunci: Disparitas, Putusan Pemidanaan, Tindak Pidana, Lalu Lintas
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judulskripsipenulisadalah,“Faktor-faktorpenyebabTerjadinyaTindakPidanaPenculikanAnak”.RumusanMasalahpenelitianpenulis,adalah :1). Faktor-faktorapasaja yang menyebabkanterjadinyatindakpidanapenculikananak? 2). Bagaimana modus terjadinyatindakpidanapenculikananak? 3). Bagaimanaakibathukumdaritindakpidanapenculikananakterhadappelaku dan anak?.Penelitianinidilakukandengantujuan :1). Untukmengetahuifaktor-faktorapasaja yang menyebabkanterjadinyatindakpidanapenculikananak; 2). Untukmengetahui modus terjadinyatindakpidanapenculikananak. 3). Untukmengetahuiakibathukumdaritindakpidanapenculikananakterhadappelaku dan anak. Sifatpenelitianpenulisadalahdeskriptif dan jenispenelitianyang digunakandalampenelitianhukuminiadalahpenelitianhukum normative. Hasil penelitian, sebagaiberikut:Motif dan modus terjadinyatindakpidanapenculikananak.Motif daripelakutindakpidanapenculikananak, adalah : Terdakwa ingin memiliki dan menjual perhiasan emas dari korban Terdakwa merasa dendam kepada orang tua korban. Terdakwa ingin mempunyai anak karena belum memiliki anak. Modus daripelakutindakpidanapenculikananak, adalah : Membujuk korban dengan kata-kata kebohongan Mengambil/menculik anak pada saat pintu rumah terbuka. Terdakwa mengambil anak pada saat keluar rumah menuju ke kios. Terdakwa meminta agar bayi dititipkan padanya pada saat nenek bayi pulang rumah mengambil KTP. Terdakwa mengajak korban Dika Pratama untuk ikut bersama kerumah terdakwa. Akibat hukum dari tindak pidana penculikan anak terhadap pelaku dan anak. Akibat hukum terhadap pelaku, adalah 1). Pelaku/terdakwa dipidana penjara dan didenda berupa uang dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan.2). Pelaku/terdakwa membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap anak, adalah 1). Anak korban tindak pidana penculikan dan orang tua korban mengalami trauma dan depresi yang berkepanjangan.2). Anak korban tindak pidana penculikan mengalami gangguan psikologis. Kata Kunci: Penyebab, modus dan akibathukumpenculikananak
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN DEWANTO UMBU SAGA ANAKAKA (17393770). Analisis Kualitas Garam Rakyat yang Diproduksi Menggunakan Alat Modifikasi di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Di bawah bimbingan: UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Garam telah menjadi komoditi esensial yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan penyedap rasa pada bidang konsumsi dan juga digunakan pada bidang industri serta farmasi sebagai bahan baku. Garam rakyat pada umumnya diolah menggunakan cara tradisional dengan kapasitas yang terbatas serta memiliki kualitas kurang baik sehingga mempengaruhi nilai jual yang relatif rendah. Modifikasi alat masak merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan efisiensi proses produksi serta memberi hasil yang lebih baik. Alat yang dimodifikasi yaitu alat penyaring yang terbuat dari drum yang dibagi dua dan rangka besi sebagai penyangga, dengan kerikil, pasir, dan ijuk sebagai material penyaring dan bagian bawah drum diberi lubang. Alat masak terbuat dari drum yang dibelah, dengan rangka besi yang ditutupi menggunakan plat aluminium, sedangkan alat penirisan menggunakan drum yang dibagi dua dan diletakkan pada rangka besi dengan sokal didalamnya sebagai wadah penirisan, dan alat penjemuran menggunakan loyang aluminium. Tujuan penelitian yaitu, untuk mengetahui cara pembuatan garam rakyat dan mengetahui kualitas kadar air, kadar NaCl, dan nilai Angka Lempeng Total dari bahan yang digunakan pada setiap tahap dan hasil dari garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat modifikasi di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei, dan pengambilan sampel. Pengujian kadar air dan kadar NaCl dilakukan di Laboratorium Eksakta Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan pengujian Angka Lempeng Total di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat modifikasi di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang yaitu nilai kadar air berkisar antara 4,23-6-68%, kadar NaCl berkisar antara 81,97-91,06%, dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) pada keseluruhan sampel dari nilai terendah hingga nilai tertinggi adalah 2,5 x 101-84 x 101 koloni/g. Kata Kunci : Angka Lempeng Total, Garam Rakyat, Kadar Air, Modifikasi, NaCl
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah terdapat 50 Orang tua yang tidak dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan(putus sekolah) dari tingkat SD- PT, dan terdapat 18 orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan dari tingkat SD-PT Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Oleh karena itu penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui Pendapat Orang tua Tentang Pendidikan Anak Perempuan Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi: Orang Tua yang tidak dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan (putus sekolah) dari tingkat SD-PT dan orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan dari tingkat SD-PT Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Orang tua yang berjumlah 10 orang, Anak 5 orang, Tokoh Pemerintah 1 orang dan Tokoh Gereja 1 orang. Dalam teknik pengumpulan data, penulis menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Kuesioner untuk memperoleh data yang akurat. Dari hasil analisis data terbukti bahwa ada tiga faktor pendapat orang tua tentang pendidikan anak perempuan di Desa Kolabe yaitu faktor sangat mendukung yang berasal dari pemikiran orang tua bahwa pendidikan untuk anak perempuan maupun anak laki-laki itu penting dan tidak boleh membeda-bedakannya, Faktor agak mendukung yang berasal dari keadaan ekonomi yang tidak mencukupi dan mendapat bantuan beasiswa, faktor tidak mendukung yang berasal dari pemikiran orang tua dengan kebudayaan yang dulu sampai sekarang bahwa anak perempuan akan kembali ke dapur dan akan di nafkai oleh suaminya, dan alasan ekonomi yang tidak mencukupi. Dari hasil temuan, penulis dapat katakan bahwa untuk meminimalisir meningkatnya angka anak perempuan yang tidak dapat melanjutkan pendidikan (putus sekolah) dari tingkat SD-PT, sangat dibutuhkan peran pemerintah memberikan pencerahan terhadap masyarakat Di Desa Kolabe akan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan sehingga dapat memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Strategi guru pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan bagi penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di era covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan realitas yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil analisis kualitatif data menunjukan bahwa secara umum strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik meliputi : Penemuan, faktor penghambat dan faktor pendukung. Secara terperinci diperoleh strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik meliputi: Penemuan dengan 5 indikator, faktor penghambat dengan 3 indikator dan faktor pendukung dengan 6 indikator dalam mendisiplinkan peserta didik, semuanya tuntas dalam proses pelaksanaan yang meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Alokasi waktu dan suasana kelas semuanya berada dalam kategori baik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH POSISI DAUN PADA PROSES PENGUJIAN TERHADAP VITAMIN C TEPUNG DAUN KELOR
Ferniyasih Lumba Babang*), Ir.Zet Malelak,M,Sc**), Ir.M.Nuhara,MP**)
ABSTRAK
Penulis tentang : Pengaruh Posisi Daun Pada Proses Pengujian Terhadap Vitamin C Tepung Daun Kelor. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan sehingga menghasilkan 8 unit bercobaan dengan posisi daun yang berbeda antara lain, daun kelor mudar segar,daun kelor tua segar,tepung daun kelor muda,tepung daun kelor tua. Dalam pengujian laboratorium yaitu, Daun Kelor muda segar Vitamin C 499,995 mg, paling rendah ada pada Daun kelor tua segar 181,71 mg ,Tepung daun kelor muda 238,97 mg, Tepung daun kelor Tua 194,125 mg
Kata kunci : daun kelor, vitamin C
* (Peneliti)
** (Pembimbing)
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Aliran Listrik”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian aliran listrik? 2. Bagaimana modus terjadinya tindak pidana pencurian aliran listrik? Tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahu faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian aliran listrik. 2. Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana pencurian aliran liastrik. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini dapat memberikansuatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normativf. Sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup : penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana pencurian aliran listrik. Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian aliran listrik. Hasil penelitian menunjukkanbahwa yang merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian aliran listrik dan modus terjadinya tindak pidana pencurian aliran listrik adalah : a. Faktor Penyebab Terjadinya Pencurian Aliran Listrik: a. Faktor Ekonomi b. Faktor Kurang Tegasnya Sanksi Yang Diterapkan c. Faktor Pengalaman d. Faktor Kurangnya Kesadaran Hukum b. Modus Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Arus Listrik yaitu: a. Terdakwa menyambungkan kabel listrik dari belakang APP tanpa melalui KWH meter. b. Terdakwa menyambungkan langsung kabel listrik tanpa melalui meteran resmi. Kata kunci :Deskripsi tejadinya Tindak Pidana, Arus Listrik,Faktor dan Modus.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Terhadap Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil”. Rumusan masalah yaitu Mengapa Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak? Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri SIpil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan No. 16/G/2016/PTUN/-JKT, No. 196/B/2016/PT.TUN.JKT, No. 28 K/TUN/2017, No. 170/G/2011/PTUN-JKT, No. 58/B/2012/PT.TUN.JKT, No. 152 K/TUN/2013, No. 140 PK/TUN/2014, 35/G/2019/PTUN-KPG, No. 271/B/2019/PT.TUN.SBY, No. 30 K/TUN/2021 Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara memutus perkara Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dengan Kronologi Kasus dan Dakwaan dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Mengapa Putusan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Sengketa Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Ada Yang Di Kabulkan Dan Ada Yang Di Tolak , yaitu: 1. Pertimbangan Hakim Menolak Gugatan dikarenakan: a. Penggugat telah menjalani hukum pemidanaan yang telah berkekuatan hukum tetap. b. Penerbitan Objek Gugatan telah sesuai dengan aspek kewenangan, aspek prosedurdan aspek substansi 2. Hakim Mengabulkan Gugatan dikarenakan: a. Penerbitan objek sengketa bertentangan dengan pasal 29 Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. b. Penerbitan objek sengketa melanggar asas kepastian hukum. Kata kunci :Pemberhentian Pengawai Negeri,Dikabulkan dan Di Tolak, dan Pertimbangan Hakim.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Tanpa Ikatan Kontrak Kerjasama”. Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama ?. 2) Bagamana akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara ?. Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama, 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Variabel terikat adalah tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka diperoleh jawaban yaitu: 1. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama yaitu : 1) Terdakwa bersepakat untuk menyewa lahan, 2) terdakwa mempersiapkan alat penegboran, 3) melakukan pengeboran. 2. Akibat Hukum : 1) Terhadap Pelaku yaitu dipidana penjara, membayar denda dan dibebani biaya perkara. 2) Terhadap barang bukti yaitu : Dirampas untuk Negara, dirampas untuk dimusnahkan, 3) dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan dalam perkara yang sama. 3) Terhadap Negara yaitu : Negara mengalami kerugian karena hasil dari eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi merupakan milik Negara yang bernilai ekonomis. Saran, diharapkan bagi masyarakat khususnya orang perseorangan untuk patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku bahwa orang perseorangan dilarang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi sebgaiamana telah ditentukan dalam ketentuan undang-undang. Bagi penegak hukum untuk memberikan hukuman yang hendaknya dapat ditingkatkan agar kerugian keuangan negara dapat dihindari. Kata Kunci : Tindak Pidana, Pelaku, Modus Operandi, Eksplorasi, Eksploitasi, Kontrak Kerjasama, Minyak Bumi, Akibat Hukum.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJARANAK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DIMASA PANDEMI COVID-19
Yunus Imanuel Olla1*, David Loba2, Dortean A. Jois Jaha3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, keluarga mempunyai peran yang penting terhadap meningkatkan minat belajar anak, khususnya orang tua harus lebih merangsang, mendorong dan membimbing terhadap aktivitas belajar anaknya. Namun, masih banyak anak yang kurang minat dalam belajar hal ini disebabkan karena kurangnya peran orang tua dalam mendorong, membimbing, memfasilitasi dan mengawasi seluruh aktivitas belajar anaknya.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar dalam pembelajaran penjas dimasa pandemi.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. sampel pada penelitian ini keluarga yang mempunyai anak usia sekolah dasar
Hasil dan pembahasan: Sudah menjadi tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya, walaupun dengan kehidupan yang sederhana kebutuhan anak harus diprioritaskan. Anak yang berprestasi tidak harus dari keluarga yang memiliki ekonomi tingkat atas, tingkat menengah, maupun bawah tetapi cukup dengan selalu mendapatkan tindakan, perhatian, semangat dan motivasi dari keluarga terutama orang tuanya.Seperti, senantiassa membimbing dan membantu dalam mengerjakan tugas, memberikan fasilitas untuk mendukung belajar anak, memberikan perhatian dan dorongan agar selalu giat dalam belajar.
Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat belajar anak yaitu dengan selalu memberikan motivasi dan semangat dalam belajar, dapat mengetahui kesulitan belajar anak dengan selalu memberikan bantuan serta memberikan fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan belajarnya sehingga menumbuhkan rasa ingin belajar dan terus belajar atau minat belajar yang tinggi.
Katakunci:Peran Orang Tua, Minat Belajar, Pembelajaran Pendidikan Jasmani
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Secara Ilegal Di Luar Negeri”. Rumusan masalahnya adalah faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penempatan Tenaga Kerja Kerja Indonesia secara illegal di luar negeri ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana penempatan Tenaga Kerja Indonesia secara illegal di luar negeri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi dokumen, yaitu dengan membaca, mempelajari dan menganalisa buku-buku, peraturan-peraturan, referensi putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal di luar negeri. Sesuai hasil penelitian dan pembahasan, maka yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal adalah : Terdakwa ingin mendapatkan upah Lemahnya Pengawasan dari lembaga yang memiliki kewenangan Lemahnya Koordinasi antara Pemerintah dan Perusahaan Swasta Saran, bagi masyarakat khususnya orang perseorangan diharapkan untuk tidak melakukan perekrutan dan penempatan TKI sebagaimana telah di atur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan alasan apapun sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan, baik pada tahapan prapenempatan, masa penempatan maupun sampai dengan purnapenempatan. Bagi pemerintah dan perusahaan swasta untuk lebih memperkuat koordinasi baik pada tahap rekrutmen dan seleski CTKI, pengurusan dokumen dan perjanjian kerja, sehingga tidak menimbulkan permasalahan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam hal ini. Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia, Ilegal, Penempatan dan Perlindungan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Motif Dan Modus Pelaku Tindak Pidana Peredaran Obat Tanpa Memenuhi Standar Pengamanan Dan Mutu Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kediri.
Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri? dan Bagaimana modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri?
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui motif yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri dan modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber bahan hukum dan jenis bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustaka atau dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Motif pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu yaitu: faktor ekonomi, konsumsi sendiri, faktor pertemanan. Sedangkan, modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri adalah Terdakwa berkomunikasi menggunakan handphone untuk membeli obat dari teman, Terdakwa menyimpan pil dalam kandang ayam, di lemari pakaian, dalam tas ransel, dan dalam bungkus rokok APACHE, Terdakwa menggunakan jasa kurir untuk mengantar obat. Berdasarkan hal ini, saran penulis adalah untuk Motifnya, diharapkan pemerintah lebih sigap dalam mengatasi faktor kebutuhan masyarakat yakni dibidang perekonomian agar dapat mengurangi terjadinya tindak pidana pengedaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu, dan untuk modus operandi, diharapkan pemerintah terkhusus aparat penegak hukum dapat berupaya dengan sigap dan profesional dalam memberantas tindak pidana ini dengan cara memperhatikan dan mempelajari teknik atau metode yang digunakan oleh pelaku terdahulu dalam melakukan tindak pidana pengedaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif dan Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang. Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah: Apa motif tindak pidana perdagangan orang? Bagaimana modus operandi tindak pidana perdagangan orang? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan modus operandi tindak pidana perdagangan orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah motif dan modus operandi tindak pidana perdagangan orang dan variabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana perdagangan orang dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis putusan diperoleh jawaban bahwa motif terjadinya tindak pidana perdagangan orang adalah: faktor ekonomi dan faktor pekerjaan. Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang melalui bujuk rayu dengan iming-iming upah yang besar, perekrutan terhadap korban dan memberikan sponsor dan melakukan penyekapan terhadap korban.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi penulis, adalah “Analisis Motif, Modus Dan Akibat Hukum Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial”. Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah 1. Apa motif pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana pengancaman mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial. 3. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pengancaman mendistribusikan vidoe atau foto porno terhadap pelaku dan korban.
Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis. adalah penelitian hukum normative.Teknik pengumpulan data studi dokumen.
Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Motif Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yaitu a. Keinginan terjadinya perceraian antara korban dengan suaminya. b. Keinginan mempermalukan korban. c. Keinginan menjalin hubungan dengan korban. Modus Pelaku Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Video Atau Foto Porno Melalui Media Sosial, yakni a. Terdakwa mengirimkan video dan foto asusila/porno dari korban melalui pesan Messenger dan akun Messenger facebook. b. Terdakwa mendistribusikan video dan foto porno korban melalui media sosial yaitu dengan cara terdakwa memuat/mengaploud foto-foto korban dalam keadaan tanpa busana di akun facebook. c.Terdakwa mendistribusikan dan mengirimkan rekaman video dan gambar tersebut melalui Massanger Facebook ke akun facebook orang lain.
Akibat Hukum Dari Tindak Pidana Pengancaman Mendistribusikan Vidoe Atau Foto Porno Terhadap Pelaku Dan Korban, yakni :
a. Akibat Hukum Terhadap Terdakwa.
1). Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara denda;
2). Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah);
b. Akibat Hukum Terhadap Korban.
1). Korban dan keluarga besar korban merasa sangat malu dan trauma.
2). Menurunkan harkat dan martabat korban sebagai seorang wanita;
3). Menghancurkan masa depan korban yang saat ini masih aktif kuliah.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberi saran, sebagai berikut:
1. Pemerintah diharapkan dapat lebih memperjelas dalam peraturan perundang-undangan tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah kesusilaan.
2. Pemerintah dan penegak hukum agar lebih aktif mensosialisasikan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
3. Penegak hukum khusus majelis hakim dapat memberikan sanksi yang lebih berat kepada pelaku tindak pidana mendistribusikan video atau foto porno melalui media sosial.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian penulis adalah “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perantara Peredaran Narkotika”.
Rumusan masalah penelitian adalah Apakah Yang Menyebabkan Terjadinya Disparitas Putusan Hakim Terhadap pelaku Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika?
Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perantara Peredaran Narkotika.
Metode penelitian yang bersifat “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya, dengan jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup : penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum. Dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas adalah Bagaimana pertimbangan hukum dari Hakim Dalam Memberikan Putusan Yang Berbeda Terhadap pelaku Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika. Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah Pemberian Putusan yang berbeda kepada Terdakwa dalam Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika.
Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan dasar hukum pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana peranatara peredaran narkotika adalah :
1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang berbeda-beda
2. Indenpedensi Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara
3. Kualitas Tindak Pidana yang dilakukan terdakwa pada dasarnya berbeda
4. Keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Operandi Tindak Pidana Pencurian Yang Dilakukan Oleh Anggota TNI”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Faktor-Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anggota TNI ? 2) Bagaimana modus operandi tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anggota TNI ? tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinyan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anggota TNI. 2) untuk mengetahui modus operandi tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anggota TNI. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normative. Terdapat dua variabel yaitu varibel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus operandi tindak pidana pencurian sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anggota TNI. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka ada dua faktor yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anggota TNI yaitu : pertama : faktor ekonomi. Dengan alasan bahwa terdakwa ingin mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membayar hutang. Kedua : faktor keinginan untuk memiliki barang. Sedangkan modus operandi tindak pidana pencurian oleh anggota TNI adalah : Pertama : Terdakwa mengajak berkenalan melalui media sosial dan melakukan persetubuhan, kedua : Terdakwa masuk ke dalam ruang kerja untuk mencuri uang, ketiga : Terdakwa menggunakan ATM untuk mencuri uang dan keempat : Terdakwa membuka kuci handphone dan menggunakan pengaman yang baru. Kata Kunci : Penyebab, Modus, Pencurian, Tentara Nasioanal Indonesia
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI JudulSkripsi:“DeskripsiTentangTerjadinyaTindakPidanaPelayaranTanpaSuratPersetujuanBerlayarOlehNahkodaKapal”. Denganrumusanmasalahadalahfaktorapakah yang menyebabkannahkodakapalmelakukantindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar ?Tujuanpenelitianadalahuntukmengetahuiuntukmengetahuifaktor-faktor yang menyebabkannahkodakapalmelakukantindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar. SifatpenelitianadalahbersifatdeskriptifdanJenispenelitian yang digunakanadalahjenispenelitiannormatif.VariabelbebasdalampenelitianiniadalahsebabterjadinyatindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar.sedangkanvariabelbebasdalampenelitiainiadalahtindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar.. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, maka yang menjadipenyebabterjadinyatindakpidanapelayantanpaSuratPersetujuanBerlayaradalah 1) KesengajaandariNahkodaKapal.Kesengajaan yang dimaksudkanadalahbahwaterdakwasebenarnyasudahmengetahuiketikadalammelakukanpelayaranwajibdilengkapidenganSuratPersetujuanBerlayarnamunhaltersebuttidakdilakukannya. 2) KelalaiandalampengurusanSuratPersetujuanBerlayar. Kelalaian yang dimaksudkanadalahSuratPersetujuanBerlayar yang dimilikiolehnahkodakapaltelahhabismasaberlakunyadanbelummengurus SPB yang baru.dan 3) Pelayarandariluarnegerike Indonesia Saran bagi nahkoda kapal bahwa untuk melakukan pelayaran seharusnya dilengkapi dengan Surat Pessetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar sehingga tidak terjadi permasalahan ketika dilakukan pemeriksaan dan dapat menjaga keselamatan baik bagi awak kapal maupun penumpang. Diharapkan bgi pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk mempertimbangkan lagi terkait masa berlakunya Surat Persetujuan Berlayar, karena ada saja hal-hal yang dapat terjadi diluar dugaan nahkoda sehingga mempengaruhi masa berlakunya Surat Persetujuan Berlayar tersebut. Kata Kunci : Nahkoda Kapal, Surat Persetujuan Berlayar, Tindak Pidana Pelayaran
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul :“Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Tindak Pidana Penyuapan Terhadap Panitera Pengganti”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti? 2) Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti?.Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. 2) Untuk mengetahui modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Berdasarkan Deskripsi dan Hasil Penelitian yang menjadi faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Adanya kesempatan yang dimiliki oleh terdakwa korupsi untuk bertemu dengan terdakwa panitera pengganti dan hubungan psikologis terdakwa selaku panitera pengganti dengan hakim.Sedangkan modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Pertemuan antara terdakwa korupsi dan terdakwa selaku panitera pengganti (antara penyuap dan disuap), pertemuan antara terdakwa dan hakim, permintaan imbalan oleh hakim dan penyerahan uang oleh terdakwa korupsi kepada hakim melalui terdakwa panitera pengganti. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum dalam hal ini Hakim maupun Panitera pengganti dalam menangani suatu perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan. Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan korupsi agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain.Perlu adanya pencegahan yang dilakukan dalam diri pribadi masing-masing agar korupsi di Indonesia tidak semakin meluas. Sebagai orang beragama semua kejahatan ini dapat dijauhkan apabila kita hidup takut akan Tuhan dan menjahui larangannya. Kata Kunci : Penyebab dan Modus, Tindak Pidana Penyuapan, Panitera Pengganti.