2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis ini adalah “Deskripsi tentang penyebab, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : apa yang menjadi penyebab, bagaimanakah modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penipuan melalui arisan online. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penyebab, modus dan akibat hukum terhadap kasus tindak pidana penipuan melalui arisan online. Manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak terkait dengan masalah yang diteliti. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif.
Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab, modus dan akibat hukum tindak pidana penipuan melalui arisan online. Vareabel terikat terdiri dari putusan pengadilan.
Hasil penelitian menunjukan faktor penyebab dalam tindak pidana penipuan melelui arisan online yaitu faktor ekonomi dan untuk membayar arisan online yang ditunggak oleh peserta arisan yang sudah mendapatkan undian arisan terdahulu, namun tidak membayar angsuran arisan. Modus penipuan melalui arisan online yaitu membuat penawaran arisan online melalui media sosial dan menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat kepada calon korban, serta akibat hukumnya adalah kepada pelaku yaitu pelaku ditahan dan pidana kurungan penjara, pelaku dibebankan untuk membayar biaya perkara serta pelaku mendapatkan keuntungan danakibat hukum kepada korban adalah korban mengalami kerugian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Penyebab Dan Akibat Hukum Terjadinya
Tindak Pidana Perpajakan Laporan Fiktif Faktur Pajak”,. Permasalahan
dalam penelitian ini adalah “Faktor – faktor apa sajakah yang
menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Perpajakan Laporan Fiktif
Faktur Pajak” dan “Apakah akibat hukum dari Tindak Pidana Laporan
Fiktif Faktur Pajak terhadap Pelaku dan Negara”, sementara tujuan dari
penelitian ini adalah “Untuk mengetahui faktor – faktor yang
menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Perpajakan Laporan Fiktif
Faktur Pajak” dan “Mengetahui akibat hukum dari Tindak Pidana
Laporan Fiktif Faktur Pajak terhadap para Pelaku dan Negara”.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Hukum Normatif.
Variabel bebas (independent variable) adalah faktor yang menjadi pokok
permasalahan yang ingin diteliti yaitu “Sebab terjadinya Tindak Pidana
Perpajakan Laporan Fiktif Faktur Pajak”. Variabel terikat (dependent variable)
adalah variable yang tergantung dari variable bebas yaitu “Tindak Pidana
Perpajakan dan akibat hukumnya”.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang
menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Perpajakan yang dilakukan oleh para
Pelaku Tindak Pidana Perpajakan dimaksud, baik oleh pegawai / orang –
orang diluar lingkup Perusahaan maupun yang dilakukan oleh para pengusaha
/ pemilik Perusahaan itu sendiri, diantaranya karena Faktor Ekonomi para
Pelaku, ingin mendapatkan pekerjaan / penghasilan ataupun mendapatkan
keuntungan berupa Fee dari perbuatan Pidana yang dilakukan (oleh Pelaku
diluar pemilik perusahaan), maupun betujuan mengurangi nilai PPN
Perusahaan, oleh karena Perusahaan dalam permasalahan pajak / tingginya
beban pajak hingga timbul niat dan membuat faktur pajak fiktif yang
menggambarkan seolah – oleh Perusahaan Pelaku sementara menjalin
hubungan kerjasama dengan Perusahaan lain guna memperoleh keeuntungan
dari laporan fiktif dimaksud (oleh pelaku yang merupakan pemilik
Perusahaan).
Akibat hukum daripada perbuatan para Pelaku tersebut maka mereka
dijatuhi Pidana maupun denda sebesar 2 x lipat dari keuntungan mereka serta
membayar biaya perkara, sementara bagi Negara mengalami kerugian hingga
miliaran Rupiah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi: Deskripsi Tentang Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penganiayaan Terhadap Anak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanaka modus terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anak? dan bagaimanakah akibat hukum dari tindak pidana penganiayaan kepada anak terhadap pelaku, korban, dan barang bukti? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anak dan akibat hukum dari tindak pidana penganiayaan kepada anak terhadap pelaku, korban, dan barang bukti. Sifat penelitian ini adalah deskriptif yaitu mendeskripsikan atau menjelaskan tentang modus dan akibat hukum bagi terdakwa, korban, maupun barang bukti dalam tindak pidana penganiayaan terhadap anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana penganiayaan terhadap anak, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anak. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen/studi kepustakaan yaitu cara mengumpulkan bahan hukum melalu bahan hukum tertulis. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa modus pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak, yaitu pelaku menyerang atau memukul wajah korban dengan benda tumpul, menampar wajah, menjambak rambut, dan meludahi wajah korban, memecutkan alat pecut ke tubuh korban (punggung), mencubit lengan kanan, menjewer telinga kanan, dan mencubit bagian perut sebelah kiri korban, dan memukul bagian wajah korban dengan tangan kosong. Adapun akibat hukum yang ditimbulkan bagi pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak adalah terdakwa dikenakan penahanan selama berlangsungnya pemeriksaan perkara dan terdakwa dijatuhi pidana penjara. Akibat hukum bagi korban yaitu korban mengalami luka fisik dan terhalang melakukan pekerjaan. Sedangkan akibat hukum bagi barang bukti yaitu dalam 5 (lima) putusan terdapat 2 (dua) putusan yang memuat barang bukti yaitu Putusan Nomor: 33/Pid.B/2015/PN BSK dan putusan Nomor: 74/PID.Sus/2014/ PN.Pti. Barang bukti yang terdapat dalam 2 (dua) putusan tersebut “dikenakan penyitaan” dan “dirampas untuk dimusnahkan”. Adapun saran dalam penelitian ini yaitu perlunya penyuluhan/sosialisasi yang rutin dilakukan baik dari kalangan mahasiswa, aparat penegak hukum, maupun pemuka agama agar menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik terhadap masyarakat dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar memiliki kesadaran hukum yang tinggi khususnya terhadap pentingnya perlindungan hak asasi anak demi terwujudnya generasi bangsa yang baik. Selain itu diharapkan bagi aparat penegak hukum agar memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak guna memberikan efek jera terhadap masyarakat lainnya Kata kunci : Penganiayaan Anak, Modus, Akibat Hukum
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Deskripsi penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penelantaran Anak”. Masalah dalam penelitian ini adalah; Apa faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran anak? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran anak. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; 1) Nomor 86/Pid.Sus/2017/PN Dmk, 2) Nomor 173/Pid.Sus/2017/PN Tjb, 3) Nomor 35/Pid.Sus/2017/PN Lsm, 4) Nomor 498/Pid.B/2014/PN Rap dan 5) Nomor: 06-K/PM I-02/AD/I/2014. Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran anak. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana penelantaran anak. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab terjadinya tindak pidana penelantaran anak adalah1) Faktor ekonomi, dan 2) Faktor perceraian. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah Hendaknya para penegak hukum lebih meningkatkan sosialisasi terhadap masyarakat agar masyarakat lebih tahu tentang konsekuensi atau ancaman pidana bagi setiap orang yang melakukan penelantaran anak yang merupakan tindak pidana yang ada ancaman pidananya atau dapat di pidana
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif Pelaku dalam Tindak Pidana Pencucian Uang. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, adalah bagaimana motif pelaku dalam melakukan tindak pidana pencucian uang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Motif Pelaku dalam Tindak Pidana Pencucian Uang. Selanjutnya,Penelitian ini berjenis penelitian normative yang bersifat dekskriptif yaitu dalam hal ini penulis ingin mendeskripsikan atau menggambarkan, menguraikan, dan menjelaskan tentang motif tindak pidana pencucian uang. Varibel bebas adalah motif pelaku dalam tindak pidana pencucian uang dan variabel terikat adalah tindak pidana pencucian uang. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustaka atau dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif terjadinya tindak pidana pencucian uang adalah:
1. Terdakwa ingin Menguasai Hasil Kejahatan Untuk Kepentingan Pribadi.
2. Terdakwa ingin mendapatkan bayaran.
3. Terdakwa ingin membantu kakak terdakwa untuk menguasai hasil kejahatan.
4. Terdakwa ingin menyembunyikan Atau Menyamarkan Asal Usul Harta Kekayaan
Saran, diharapkan bagi penegak hukum bahwa, untuk lebih memperhatikan lagi bisnis ilegal dibidang jasa pengiriman uang dan asuransi yang dilakukan setiap orang agar bisa meminimalisir kejahatan dalam bidang jasa pengiriman keuangan nasabah. Banyaknya motif dari pelaku tindak pidana pencucian uang membuktikan bahwa semakin banyak pelaku tindak pidana pencucian uang yang melakukan aksinya. Untuk itu pemerintah diharap dapat bekerja lebih keras dalam menjalankan upaya pencegahan dan penanggulangan tindak pidana pencucian uang guna memberantasnya
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah “Deskripsi tentang Motif dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Praktek Kedokteran” sedangkan masalah pokoknya adalah Apakah yang menjadi Motif dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Praktek Kedokteran. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan modus terjadinya tindak pidana praktek kedokteran. Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normative. Teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Motif Terjadinya Tindak Pidana Praktek Kedokteran adalah untuk mendapatkan keuntungan dari segi ekonomi serta memenuhi kebutuhan keluarga. Modus Terjadinya Tindak Pidana Praktek Kedokteran adalah dengan keahlian yang pernah bekerja di tempat praktek kedokteran sehingga dengan ketrampilannya membuka praktek kedokteran tanpa izin, Menyiapkan surat ijin praktek palsu, menyiapkan fasilitas tempat untuk dokter berpraktek padahal dokter tersebut adalah dokter hewan, memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai dokter padahal yang bersangkutan bukan dokter. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberi saran, sebagai berikut: Aparat penegakan hukum dapat melakukan tindakan yang tegas kepada Pelaku yang menyalahgunakan izin praktek kedokteran serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat diberikan sanksi yang lebih berat karena berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Pemerintah secara terus menerus harus memberikan penyuluhan kepada Masyarakat tentang syarat-syarat membuka praktek kedokteran serta hak dan kewajiban dokter dan hak dan kewajiban masyarakat apabila terjadi praktek kedokteran tanpa izin yang sah dari pemerintah sehingga dapat dilakukan laporan ke aparat penegak hukum. Agar masyarakat dapat secara selektif memilih praktek kedokteran yang legal sehingga terlindungi berkaitan dengan hak dan kewajibannya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Penelitian ini berjudul “Analisis Yuridis Penyebab dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Handphone yang Dilakukan oleh Anak”. Rumusan masalah 1). Bagaimanakah sebab terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak? 2). Bagaimanakah modus terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak? Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak. 2) Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan penyebab dan modus terjadinya tindak pidana pencurian handphone yang dilakukan oleh anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab dan modus terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak, sedangkan variabel terikat yaitu dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak adalah; 1) Sebab terjadinya tindak pidana pencurian Handphone yang dilakukan oleh anak meliputi; a) Adanya kesempatan yang diberikan oleh korban dan b) Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Anak meliputi. 2) Modus anak melakukan pencurian Handphone antara lain: Terdakwa memanjat dan masuk kedalam Rumah untuk Melakukan Pencurian Handphone meliputi; a) Terdakwa membuka lemari kemudian mengambil handphone b) Terdakwa Melakukan Pencurian Handphone dengan cara berboncengan dan mencopet dan c) Terdakwa membuka kamar lalu mengambil handphone. Saran yang diberikan adalah hendaknya kepada orang tua lebih memperhatikan lingkungan pergaulan Anak, agar menghindari perilaku yang tidak seharusnya dilakukan oleh Anak. Kata Kunci: Penyebab, Modus, Tindak Pidana, Pencurian Handphone
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ledi Yulitha Missa1*, Agustinus J. Nafie2, Ramona M. Mae3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, dannilai-nilai. Tujuan penelitian: Penelitian ini adalah untuk mengetahui proses belajar mengajar siswa pada masa pandemi Covid -19 di SMP Negeri Nunuh Posmanu. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatifdengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini bagaimana guru memberikan materi kepada siswa/siswi dalam masa pandemi Covid-19. Hasil dan pembahasan: Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru Penjasorkes, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data merangkum,dan persamaan kata Hasil dan pembahasan proses belajar mengajar siswa pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri Nunuh Posmanu berdasarkan hasil penelitian dengan melaksanakan proses belajar mengajar siswa pada masa pandemi Covid-19 sanagat bermanfaat untuk lebih mengetahui kemampuan siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa proses belajar mengajar siswa pada masa pandemi Covid-19 sebaiknya guru lebih menjelaskan materi secara mendetail sehingga siswa lebih mudah mengerjakan soal-soal (BDR) belajar dari rumah dengan baik. Kata kunci: Kompetensi guru; proses belajar mengajar pada masa pandemi Covid-19.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Motif Dan Modus
Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor”. Permasalahan pokok yang
akan dibahas dalam penelitian ini adalah
1. Apa motif pelaku melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor.
2. Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana pencurian
sepeda motor.
Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis
adalah penelitian hukum normative dengan Teknik pengumpulan data yaitu studi
dokumen.
Hasil penelitian bahwa yang menjadi Motif dan modus pelaku tindak pidana
pencurian sepeda motor, sebagai berikut:
1. Motif Pelaku Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor:
a). Untuk memperoleh keuntungan dari barang milik korban.
b). Faktor ekonomi.
2. Modus Pelaku Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor:
a). Terdakwa merencanakan pencurian sepeda motor.
b). Terdakwa mengancam korban dengan cara menodongkan
senjata api rakitan dan pisau kearah tubuh korban.
c). Terdakwa merampas sepeda motor korban.
d). Terdakwa menjual sepeda motor korban.
Saran penulis, sebagai berikut:
1. Penanganan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor haruslah lebih di
optimalkan untk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan masyarakat
haruslah lebih peduli kepada keadaan sekitar.
2. Meningkatnya angka pencurian kendaraan bermotor membuat masyarakat
menjadi resah, karena itu diharapka agar kinerja aparat penegak hukum perlu
ditingkatkan.
3. Hakim diharapkan dapat menjatuhkan sanksi pidana penjara yang berat bagi
pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor sehingga pelaku menjadi jera
untuk melakukan tindak pidana lagi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana
Memproduksi Bahan Pangan Melampaui Ambang Batas Di Wilayah Hukum
Pengadilan Negeri Wamena”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : faktorfaktor
apa saja yang menyebabkan terjadinya tindak pidana memproduksi bahan
pangan melampaui ambang batas ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana memproduksi bahan
pangan melampaui ambang batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena.
Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif.
Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab pelaku tindak pidana
memproduksi bahan pangan melampaui ambang batas sedangkan vaiabel terikat
adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana memproduksi bahan pangan
yang melampaui ambang batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi tindak pidana
memproduksi bahan pangan yang melampaui ambang batas adalah : 1) faktor
ekonomi, yaitu terdakwa ingin mendapatkan keuntungan guna memenuhi keperluan
sehari-hari. 2) tidak mempunyai penghasilan tetap dan 3) untuk membayar hutang.
Diharapkan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan yang efektif dan
bertanggung jawab mengatur dalam mengawasi produksi, pengolahan,
pendistribusian makanan, dan minuman termasuk penggunaan bahan tambahan
makanan dan minuman yang boleh digunakan dalam produksi dan pengolahan
makanan dan minuman. Pemberlakuan sanksi pidana untuk pengamanan peredaran
makanan dan minuman perlu dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan,
baik pidana penjara, pidana denda dan pidana tambahan, baik terhadap
perseorangan maupun korporasi untuk memberikan efek jera terhadap pelaku dan
agar supaya bagi pihak lain tindak melakukan lagi perbuatan yang sama.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Persetubuhan
Anak oleh Anak, dengan rumusan masalah faktor-faktor apa yang menyebabkan
terjadinya tindak pidana persetubuhan anak oleh anak. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana
persetubuhan anak oleh anak. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah
penelitian normatif dan penelitian ini bersifat deskriptif analisis artinya penelitian
ini termasuk lingkup penelitian yang menggambarkan, menelaah, menjelaskan
serta menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi
dokumen atau bahan pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian maka ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Persetubuhan anak oleh anak
adalah faktor internal yang terdiri dari 1. Berpacaran, 2. Adanya bujukan
3.Adanya paksaan dan faktor eksternal yang terdiri dari 1. Kurangnya
pengawasan orang tua 2. Akibat dari anak menonton video porno. Saran yang
dapat disampaikan terkait dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
Tindak Pidana Persetubuhan anak oleh anak adalah: 1. Diharapkan kepada orang
tua agar meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap keseharian anak dan
perbanyak waktu luang bersama anak 2. Diharapkan kepada masyarakat agar ikut
berpartisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan melindungi korban
kejahatan 3. Diharapkan kepada para penegak hukum agar memberikan
penjatuhan hukuman bagi pelaku tindak pidana secara bijaksana.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul: “Deskripsi Tentang Modus Operandi dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penghinaan Melalui Facebook”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana modus operandi terjadinya tindak pidana penghinaan melalui facebook?; 2. Bagaimana akibat hukum yang timbul dari tindak pidana penghinaan melaui facebook terhadap pelaku dan korban? Tujuan penelitian adalah: 1. Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana penghinaan melalui facebook; 2. Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari tindak pidana penghinaan melaui facebook terhadap pelaku dan korban. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Modus operandi kejahatan tindak pidana penghinaan yang dilakukan melalui facebook diantaranya adalah: a. Memposting dan menyebarluaskan informasi yang tidak benar tentang korban; b. Membuat akun facebook palsu; c. Memposting postingan yang memuat kata-kata hinaan dengan menyebut langsung nama korban; d. Mengirimkan hasil tangkapan layar percakapan yang memuat kata-kata hinaan serta membuka aib korban kepada orang lain; e. Memanfaatkan postingan status facebook milik orang lain. 2. Akibat hukum yang timbul bagi para pelaku : a. Pelaku dijatuhi hukuman pidana penjara; b. Pelaku dijatuhi hukuman percobaan; c. Pelaku membayar biaya perkara. Adapun saran penulis yakni: 1. Masyarakat diharapkan dapat lebih menjaga kerukunan antara sesama baik sebagai sesama umat beragama maupun saling bertetangga untuk berteman baik di media sosial terkhususnya facebook sebagai salah satu media sosial yang dapat diakses oleh semua kalangan; 2. Pengguna aktif media sosial diharapkan dapat bersama-sama mengurangi kejahatan penghinaan dengan mencoba memahami peraturan yang sedang berlaku pada saat ini; 3. Menurut hemat penulis langkah upaya penegakan hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian dalam menangani kasus penghinaan dalam penelitian ini sudah tepat, hanya saja pihak kepolisian harus lebih bekerja ekstra dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya tentang kejahatan penghinaan dan peraturan yang sedang berlaku saat ini.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi penulis berjudul “Deskripsi Tentang Sebab Dan Modus Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah Bagaimana Sebab Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah?, Bagaimana Modus Pelaku Melakukan Tindak Pidana Kepabeanan Impor Bawang Merah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebab terjadinya pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah. Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah. Jenis penelitian bersifat normative sedangkan sifat penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini menggunakan vairabel bebas dan terikat. Penulis menyimpulkan bahwa sebab pelaku melakukan tindak pidana kepabeanan impor bawang merah sesuai dengan analisa pada setiap putusan adalah sebagai berikut: Terdakwa hanya mengikuti permintaan dari pemilik kapal, terdakwa mendapatkan upah yang besar, sedangkan modus terjadinya tindak pidana kepabeanan impor bawang merah sesuai dengan analisa pada setiap putusan adalah sebagai berikut: Mengangkut barang bawaan (bawang merah) tanpa manifest atau surat izin pengangkutan, mengangkut bawang merah masuk ke kapal menggunakan kontainer kulkas agar mengelabui pihak pelabuhan, masuk ke dalam perairan Indonesia dengan barang muatan bawang merah pada malam hari untuk menghindari patroli laut, penurunan barang muatan di perairan Indonesia menggunakan 10 sampan bertujuan untuk menghindari pemeriksaan petugas Bea dan Cukai. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Bagi pemerintah (Kementrian Bea Dan Cukai), mengaju pada sebab dan modus terjadinya tindak pidana Kepabeanan dimana hampir semuanya bermuara pada regulasi serta pengawsan yang kurang serta kepuasaan pelaku melakukan tindak pidana tersebut dengan meraup keuntungan yang besar, maka penulis menyarankan agar pemerintah dalam hal ini kementerian Bea dan Cukai lebih meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang masuk maupun keluar dari wilayah perairan Indonesia. Bagi Kepolisian, Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut yang bertugas mengamankan wilayah perairan Indonesia agar lebih memperketat tugas dan fungsi pengawasan lewat patroli laut khususnya pada waktu malam hari sehingga dapat menekan angka penyulundupan yang sering terjadi di wilayah-wilayah perbatasan antar negara.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini ialah :Deskripsi Tentang Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Dengan Acara Pemeriksaan Cepat. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Mengapa tindak pidana pencurian diselesaikan melalui acara pemeriksaan cepat?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahui alasan tindak pidana pencurian diselesaikan melalui acara pemeriksaan cepat. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaberdasarkan deskripsi dan analisis terhadap kelima putusan Hakim dalam penyelesaian tindak pidana pencurian, maka didapati penyebab penyelesaian tindak pidana pencurian diselesaiakan melalui acara pemeriksaan cepat adalah: 1) Nilai barang yang dicuri di bawah Rp.2.500.000,- dan 2)Ketentuan hukum yang diterapkan adalah Pasal 364 KUHP. Saran penelitian ini, perlu pemahaman tentang sinkronisasi aturan untuk tindak pidana pencurian dan acara pemeriksaan cepat, karena tidak semua tindak pidana pencurian diselesaikan dengan acara pemeriksaan cepat, namun hanya tindak pindana pencurian ringan karena masuk dalam kategori tipiring yang memenuhi syarat acara pemeriksaan cepat. Pemahaman dapat tercapai jika pada KUHAP memiliki Pasal penjelasan konkret mengenai jenis-jenis tindak pidana yang diselesaikan dengan acara pemeriksaan cepat. Kata Kunci: Acara Pemeriksaan Cepat, Pencurian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul:Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penyelundupan Manusia perumusan masalahnya adalah faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan manusia?Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan manusiayang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: Penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan manusiadan variabel terikat yaitu:putusan pengadilan dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ditemukan beberapa faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyelundupan manusia antara lain:Pertama, Faktor Ekonomi.Faktor ekonomi menjadi penyebab terjadinya penyeludupan manusiayang dilatarbelakangilapangan pekerjaan yang tidak ada yang menyebabkan adanya niat pelaku untuk melakukan pekerjaan perekrutan meskipun harus ke luar daerahatau bahkan keluar negeri.Kedua, Faktor Lingkungan, keamanan dan kenyamanan di negara asal.Faktor lingkungan daerah asal negara sebagai akibat konflik atau perang yang berkepanjanganmenjadi pendorong bagi para imigran gelap untukmeninggalkan daerah asalnya demi mencari tempat yang aman atauterlepas dari konflik dan meminta suaka kenegara-negara maju yang dapat memberikan jaminan keselamatan danperlindungan hak asasi manusia.Ketiga, Faktor Letak Geografis.Indonesia berada dalam jalur lalu lintasperdagangan duniakarenaposisinya yang sangatstrategis, dengan letak demikian strategis, praktis menjadikan Indonesia sebagai jalur yang padat akan lalu lintas Internasional, baik melalui jalur darat, laut maupun udara yang mempersulit para petugas dalam melakukanpengawasan terhadap lokasi yang rawanterjadinya penyelundupan manusiamanusiasarana pengangkutnya dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat di sekitar pesisir pantai. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah Perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi bagi masyarakat tentang tindak pidana penyelundupan manusia khususnya masyarakat pesisir pantai .Kata Kunci: Penyebab dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS LAMA PEMBERIAN AIR IRIGASI PADA SISTEM IRIGASI TETES UNTUK PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KADAR LENGAS TANAH PADA BUDIDAYA KANGKUNG DARAT Radja W*) Lano L. Marthen **)) Nainiti E.P.P. Nikodemus ***))) Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis lama pemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat dan kadar lengas tanah telak dilaksanakan sejak pertengahan juni hingga pertengahan juli 2021 di PT. Poweragro.id indoseia di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi nusa tenggara timur. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, dan perlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman kangkung darat, hasil berat basah tanaman kangkung darat, serta hasil rata-rata kadar lengas tanah sebanyak 14,39 %. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (41,80 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (68,33 cm), perlakuan terbaik pada panjang daun tanaman terpanjang pada perlakuan (14,77 cm), perlakuan terbaik pada lebar daun terlebar pada perlakuan B dengan lebar (1,98 cm). Kata kunci : irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Angsana (Pterocarpus indicus Willd) merupakan jenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari famili Fabaceae atau polong-polongan. Tanaman ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias, tanaman peneduh, kayunya yang keras, sering digunakan masyarakat untuk mebel halus, lemari, serta alat musik, dan daun pohon ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak. Penelitian ini dilakukan dikawasan Hutan Oesublele, hal ini dikarenakan Hutan Oesublele merupakan salah satu kawasan konservasi yang banyak ditemukan pohon Angsana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur populasi dan sebaran habitat tanaman angsana (Pterocarpus indicus Willd) di kawasan Hutan Oesublele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi. Penentuan penempatan stasiun petak contoh dilakukan berdasarkan pembagian wilayah. Hasil penelitian menunjukan(Pterocarpus indicus Willd) pada keempat fase pertumbuhan pohon, tiang, pancang, dan semai pada analisis kerapatan, frekuensi, dominasi, serta INP dari keempat stasiun memiliki nilai yang tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lain. Pada empat stasiun penelitian yang digunakan, ditemukan 16 famili pada stasiun I, Stasiun II ditemukan 11 famili, Stasiun III ditemukan 15 famili, dan Stasiun IV ditemukan 17 famili. Dari semuafamiliyang ditemukan, yang memiliki spesies terbanyak adalah Fabaceae dan dari semua spesies yang ditemukan terdapat 3 spesies yang tidak teridentifikasi.Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan di Hutan Hutan lindung Oesublele, Desa Biloto Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS, maka perlu dilakukanya pemantauan dan penekanan terhadap sebaran spesies (Pterocarpus indicus Willd)agar dapat terkontrol serta sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastropods is animal which has soft body that moves with its stomach. Gastropods has an important role for ecology, economy and education. The purpose of this study was to find out the types and diversities of the Mbiu village, Ndao Nuse sub-district, Rote Ndao Regency. Method that used in this study was line transect method. Sampling location determination technique used sampling area. The method used in this study was Quantitative descriptive method. Based on this study resulted at Mbiu beach, gastropods class foubd 7 families, they were Conidae family, Strombidae family, Trochidae family, Turbinellidae family, Cypraeidae family, Volotidae family, and Angariidae family. Gastropods diversities index on transect I, II, III at Mbiu beach was medium, because showed H’= 1,82. But, abundance, relative abudance and domination index highest on Vasum tuyrbinellus species was 7,77 Ind/m2, 31,39%, 0,09. In conlusion, gastropods population at Mbiu beach. Beside that, need to do the next study on the different seasons to find out the morphology types found and its relationship with another biota.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Pakan Alami Kuskus (Phalangeridae) Di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang Banu M.S* Hendrik A.Ch** Nge S.T.M ** Kuskus adalah hewan berkantung (marsupial), aktif di malam hari (nokturnal), berekor panjang yang kuat (prehensile). Termasuk dalam family Phalangeridae yang memiliki enam genus yaitu, Trichosurus, Wyulda, Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, dan Strigocuscus. Kuskus merupakan hewan yang hidupnya di atas pohon (arboreal) tidak memilih jenis-jenis pohon tertentu sebagai tempat bersarang/bersembunyi. Bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus sangat variatif, dan tidak hanya pada satu bagian saja, tetapi pada beberapa jenis tumbuhan, beberapa organ tumbuhan seperti daun muda, tunas muda, buah dan bunga juga dikonsumsi oleh kuskus secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus yang ada di Hutan Gunung Timau Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekplorasi dan jelajah dengan langkah pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan survey terhadap lokasi yang pernah dijumpai adanya Kuskus kemudian melakukan wawancara terhadap sepuluh warga masyarakat yang sering berburu Kuskus selanjutnya dilakukan observasi dan identifikasi secara langsung pada jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari Kuskus. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan jenis tumbuhan yang menjadi pakan alami dari kuskus di hutan Gunung Timau sebanyak empat belas jenis yaitu: Gnetum gnemon, Ficus racemosa, Vocanga foetida, Ficus sp, Buchanania arborescens, Eucalyptus alba, Cryptocarya macrodesme, Myristica sp, Neolamarkia cadamba, Freycinetia aborea, Syzygium rostratum, Bischotia javanica, Nyssa javanica, Pometia pinnata. Kebanyakan jenis-jenis tumbuhan yang dikonsumsi oleh kuskus adalah jenis pohon. Kata Kunci : Identifikasi, jenis jenis tumbuhan, Gunung Timau Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. pengujian organoleptik (warna dan bau) dan Angka Lempeng Total (ALT) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air dan kadar NaCl di Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang yaitu organoleptik warna garam memenuhi (SNI 4435-2017) dan bau garam memenuhi (SNI 4435-2017), kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl belum memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan Angka Lempeng Total (ALT) pada garam krosok berkisar antara 2,7 × 102 – 3,6 × 102 koloni/g, air sumur berkisar antara 1,3 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml, larutan penyaringan berkisar antara 1,9 × 103 – 2,3 × 103 koloni/ml, larutan hasil penyaringan berkisar antara 1,6 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml sedangkan garam yang telah dimasak berada pada <2,5 × 101 koloni/g (kurang dari 25 koloni). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang meliputi bahan baku garam krosok, pelarutan garam krosok, penyaringan, pemasakan, penirisan, packing dan hasil pengujian organoleptik warna garam putih normal, bau garam normal tidak berbau, kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl tidak memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) terendah hingga nilai tertinggi adalah < 2,5 × 101 - 2,3 × 103 koloni/g.