Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.529 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 502025: 582024: 302023: 3792022: 4972021: 9162020: 1632018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

DESKRIPSI TENTANG MOTIF MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PEREDARAN KOSMETIK ILEGAL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul: DESKRIPSI TENTANG MOTIF MODUS DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA PEREDARAN KOSMETIK ILEGAL”. Rumusan masalah 1). Bagaimana motif terjadinya tindak pidana penjualan kosmetik ilegal? 2). Bagaimana modus pelaku tindak pidana penjual kosmetik illegal ? 3) Bagaimana akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penjual kosmetik illegal ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1). Motif terjadinya tindak pidana penjualan kosmetik illegal ? 2). Modus pelaku tindak pidana penjual kosmetik ilegal 3) Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penjual kosmetik ilegal. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana peredaran kosmetik ilegal, sedangkan variabel terikat yaitu dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana peredaran kosmetik ilegal. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Berdasarkan Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa penyebab terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal adalah; 1) Motif terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal yaitu; a) Untuk mendapatkan keuntungan dan b) Karena ada permintaan konsumen. 2) Modus terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal yaitu; a) Terdakwa memebeli kosmetik dengan harga murah b) Terdakwa mempromosikan kosmetik illegal ditokonya c) Terdakwa meyakinkan pembeli bahwa kosmetik yang dijaul legal d) Terdakwa menjual kosmetik dengan harga melebhi harga pembelian 3) Akibat hukum terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik ilegal yaitu; a) Terdakwa ditahan b) Terdakwa di pidana penjara dan didenda serta dibebankan membayar biaya perkara Kata Kunci: Motif, Modus Akibat Hukum, Peredaran Kosmetik Ilegal  

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA ABORSI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi: Deskripsi Tentang Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Aborsi. Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah motif terjadinya tindak pidana aborsi? (2) Bagaimana modus terjadinya tindak pidana aborsi? dan (3) Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi? Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana aborsi. (2) Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana aborsi. dan (3) Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Teknik pengumpulan bahan hukum adalah studi kepustakaan atau studi dokumen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi, dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim tindak pidana aborsi. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini sebagai berikut: 1. Motif pelaku melakukan tindak pidana aborsi hamil karena diluar nikah, malu karena pacar tidak mau tanggung jawab, dan sosial dan ekonomi untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari turut serta melakukan tindak pidana aborsi 2. Modus pelaku melakukan tindak pidana aborsi adalah melakukan aborsi dengan cara mengonsumsi obat-obatan terlarang, ramuan, atau bahkan dengan memasukkan berbagai benda asing pada alat kelamin. 3. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana aborsi adalah terdakwa dikenai pidana penjara, dikenai pidana denda, dan membayar biaya perkara. Adapun saran dari penulis terkait dengan motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana aborsi: 1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana aborsi. 2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana aborsi. 3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku tindak pidana aborsi mendapat efek jerah.

DESKRIPSI TENTANG BENTUK TERJADINYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN TUBUH SATWA BERUANG MADU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul “Deskripsi tentang Bentuk Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Tubuh Satwa Beruang Madu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana bentuk perdagangan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu? Bagaimana penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu? Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bentuk perdagangan dan peenrapan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu yang berguna secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan, menguraikan dan menjelaskan tentang bentuk dan penerapan hukum bagi terdakwa tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa beruang madu dengan jenis penelitian normatif. dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 jenis variabel yaitu variabel bebas yaitu bentuk perdagangan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu dan penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu, sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang bergantung pada variabel bebas. Dalam variabel terikat ini yang menjadi variabel terikat adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa beruang madu. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Bentuk perdagangan tubuh satwa beruang madu meliputi beberapa bentuk yaitu: a). Jual beli secara langsung. b). Jual beli secara tidak langsung melaui perantara. 2). Penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu antara lain: Terdakwa di kenakan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP, Terdakwa di Pidana Penjara dan harus membayar denda yang di tetapkan oleh putusan hakim, dan terdakwa membayar biaya perkara. Kata Kunci: Tindak Pidana, Perdagangan Beruang Madu

DESKRIPSI TENTANG PENERAPAN HUKUM DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN MENGHILANGKAN NYAWA ORANG LAIN DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Penerapan Hukum Dalam Tindak Pidana Kekerasan Menghilangkan Nyawa Orang Lain Dalam Lingkup Rumah Tangga”. Rumusan masalah yaitu mengapa tindak pidana kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain dalam lingkup rumah tangga, ada yang diterapkan Pasal 44 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan ada yang diterapkan pasal 338 dan 340 KUHPidana.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui alasan yuridis penerapan hukum tindak pidana kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain dalam lingkup rumah tangga, ada yang diterapkan pasal 44 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan ada yang diterapkan pasal 338 dan 340 KUHPidana. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan hakim menerapkan pasal 44 ayat (3) Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, adalah karena:a. Hakim mengacu pada dakwaan Penuntut umum, b. Pasal 44 merupakan tindak pidana yang diawali dengan kekerasan. Alasan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan dengan menerapkan Pasal 338 KUHP, karena Pasal 338 KUHP merupakan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan tidak direncanakan. Sedangkan alasan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan dengan menerapkan Pasal 340 KUHP, karena: pasal 340 KUHP merupakan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan sudah direncanakan. Saran yang dapat penulis berikan adalah : agar pihak keluarga diharapkan sejak dini memberikan pelayanan pendidikan kepada setiap anggota keluarganya, dan menamankan rasa cinta, dan kasih sayang antara satu dengan yang lainnya baik antara suami dan istri, maupun antara anak-anak agar terhindar dari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.Kepada masyarakat pada umunya diharapkan memberikan suatu masukan, saran serta dukungan kepada keluarga ataupun tetangga yang memiliki perselisihan ditengah keluarganya untuk menyelesaikan setiap permasalahannya dengan cara menyikapinya dengan bijak serta kepala dingin, agar tidak menimbulkan emosi yang berlebihan yang dapat jadi faktor kuat memunculkan suatu kekerasan dalam rumah tangga.

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN HAKIM JUDEX FACTIE OLEH JUDEX JURIS DAN PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA DESAIN INDUSTRI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penulis adalah: Analisis Yuridis Pembatalan Putusan Hakim Judex Factie Oleh Judexs Juris Dan Peninjauan Kembali Dalam Sengketa Desain Industri. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: Mengapa hakim judex factie menjatukan putusan menolakpermohonan pemohon tetapi dikabulkan/tidak oleh judex juris dan peninjauan kembali dalam sengketa desain industry? . Tujuan penelitan yang ingin penulis kaji yaitu: Untuk mengetahui alas an hakim judex factie menjatuhkan putusan menolak permohonan pemohon tetapi di batalkan oleh judex juris dan peninjaun kembali dalam sengketa desain industry. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan.dan putusan Hakim Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis menemukan 2 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim judex factie dan judex juris pengadilan Niaga dalam sengketa desain industri ada putusan yang menolak permohonan, dan ada yang membatalkan permohonan sebagai berikut: Alasan Putusan Hakim Judex Factie Menolak Permohonan Pemohon. a. Pemohon Tidak Dapat Membuktikan Dalil-Dalil Permohonannya. b. Dapat Membuktikan Dalil Jawaban Alasan putusan hakim Judex Juris dan Peninjauan Kembali membatalkan putusan judex factie dan mengabulkan sebagian permohonan: a. Judex Factie, Telah Salah Menerapkan Hukum b. Pemohon Mampu Membuktikan Sebagaian Dalil permohonan Adapun yang menjadi saran penulis dalam penulisan ini terkait dengan putusan yang ada pada tingkat pengadilan niaga terkait dengan sengeketa desain industri, maka penulis mengharapkan pada hakim: Supaya hakim dapat menerapkan hukum dengan benar, diharapkan hakim pelajari perundang-undangan yang terkait dengan perkara yang diadiliny; Kepada para pihak yang besengketa supaya memperhatikan syarat-syarat permohonan sebelum diajukan ke pengadilan niaga. Kata kunci : Putusan Hakim, Sengketa, Desain Industri

DESKRIPSI TENTANG PEMBAYARAN RESTITUSI TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Pembayaran Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang? (2) Mengapa besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain? Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. (2) Untuk mengetahui alasan besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang adalah: a. Korban mengalami kehilangan kekayaan atau penghasilan. b. Korban mengalami kerugian Materil. 2. Alasan besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain disebabkan: a. Tuntutan restitusi Jaksa Penuntut Umum berbeda. b. Kerugian yang dialami korban berbeda. Adapun saran dari penulis terkait dengan pembayaran restitusi korban tindak pidana perdagangan orang antara lain: 1. Diharapkan pemerintah dapat menerapkan regulasi dalam penilian besaran pembayaran restitusi terkhususnya mengenai korban yang mengalami kerugian yang dideritanya sebab dari regulasi yang ada tidak diatur secara eksplisit terkait rincian penilaian material dan immaterial. 2. Diharapkan pemerintah dapat memperhatikan regulasi terkait besar kecilnya ataupun kategori penilain yang memiliki ambang batas pembayaran restitusi, sebab diperhatikan tuntutan yang dimintakan oleh Penuntut Umum lebih besar dari nilai kerugian yang diderita korban artinya adanya ketimbangan-timbangan yang terjadi pada penegak hukum (Penuntut Umum).

KERAKTERISTIK PILUS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DAN LUMATAN DAGING IKAN JULUNG-JULUNG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang telah banyak diolah menjadi produk konsumsi maupun non konsumsi. Rumput laut merupakan salah satu komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap nilai ekspor perikanan nasioanal besar dan untuk tahun 2021 KKP menargetkan produksi rumput laut nasional bisa mencapai 10,245 juta ton. Ikan julung-julung (Hyporhampus limbatus) merupakan ikan jenis ikan pelagis dengan nama ikan roa. Ikan merupakan salah satu jenis ikan yang memilki rasa gurih dan minati oleh pasar terutama dalam bentuk produk ikan julung-julung asa. Hasil penilitian Botutihe (2015), menunjukkan bahwa kandungan protein ikan asap roa cukup besar yakni sebanyak 23,35%, beberapa produsen olahan ikan julung-julung ini menglaim bahwa ikan (Hemiramphus sp) Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Kerakteristik camilan pilus dengan penambahan tepung rumput laut Eucheuma cottonii dan lumatan daging ikan julung-julung terhadap nilai organoleptik kimiawi, kadar air, dan kadar lemak pilus. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Agustus sampai bulan September 2022 di Labotarium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk pengujian organoleptik, kadar air dan kadar lemak. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu penambahan tepung rumput laut terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu A = 300 gram Tepung rumput laut Eucheuma cottonii, B = 200 tepung rumput laut Eucheuma cottonii, C = 100 gram tepung rumput laut Eucheuma cottonii. Setiap perlakuan dengan tiga perlakuan, dimana masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diuji yaitu pengujian organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, stekstur dan kadar air, kadar lemak. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji organoleptik untuk nilai parameter warna yaitu sangat suka, menurut jenisnya, rasa yaitu sangat suka, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan, aroma yaitu sangat suka sedangakan tekstur yaitu padat, kompak, dan sangat suka. Hasil penelitian uji kimiawi pada produk cemilan pilus rumput laut Eucheuma cottonii dan lumatan daging ikan julung-julung dengan nilai kadar 5,85% belum memenuhi SNI-01-2886-2000, kadar lemak 23,87 % sudah memenuhi SNI-01-2886-2000 Maks. 38% pada produk pilus

Deskripsi Tentang Bentuk Terjadinya Tindak Pidana Perdagadan Tubuh Satwa Beruang Madu

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul “Deskripsi tentang Bentuk Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Tubuh Satwa Beruang Madu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana bentuk perdagangan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu? Bagaimana penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu? Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bentuk perdagangan dan peenrapan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu yang berguna secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan, menguraikan dan menjelaskan tentang bentuk dan penerapan hukum bagi terdakwa tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa beruang madu dengan jenis penelitian normatif. dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 jenis variabel yaitu variabel bebas yaitu bentuk perdagangan yang dilakukan oleh pelaku terhadap tubuh satwa beruang madu dan penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu, sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang bergantung pada variabel bebas. Dalam variabel terikat ini yang menjadi variabel terikat adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa beruang madu. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Bentuk perdagangan tubuh satwa beruang madu meliputi beberapa bentuk yaitu: a). Jual beli secara langsung. b). Jual beli secara tidak langsung melaui perantara. 2). Penerapan hukum oleh hakim kepada pelaku tindak pidana perdagangan tubuh satwa beruang madu antara lain: Terdakwa di kenakan Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP, Terdakwa di Pidana Penjara dan harus membayar denda yang di tetapkan oleh putusan hakim, dan terdakwa membayar biaya perkara. Kata Kunci: Tindak Pidana, Perdagangan Beruang Madu

ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR Mese M. Ataupah.1*, Agustinus J. Nafie2, Jimmy CH. Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latarbelakang:Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan insan manusia. Pendidiksan merupakan sarana untuk memperoleh kelangsungan hidup manusia dalam alih generasi secara berkesinambungan. Namun dalam perjalanannya mahasiswa PJKR lambat dalam mencari judul dan menyelesaikan skripsi, Mahasiswa PJKR semester akhir kesulitan membagi waktu antara mengerjakan skripsi dengan kegiatan atau hobi, Mahasiswa masih terpengaruh dari teman mahasiswa lain yang masih belum mengerjakan skripsi, Belum diketahuinya kesulitan mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir skripsi. Tujuan penelitian:Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir skripsi. Metodepenelitian:Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PJKR semester akhir yang sedang mengerjakan Tugas Akhir Skripsi. Objek penelitian ini adalah menganalisis kesulitan mahasiswa prodi PJKR semester akhir dalam penyusunan tugas akhir skripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PJKR mengalami kesulitan dalam penyusunan skripsi. Kesulitan yang dialami antara lain: karena sulitnya menentukan judul dan topik penelitian, kesulitan dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah, kesulitan dalam menentukan jenis dan desain penelitian, kesulitan dalam mencari jurnal, kesulitan dalam menuangkan ide atau gagasan ke dalam tulisan ilmiah, dan juga kesulitan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa respon mahasiswa prodi PJKR semester akhir terhadap proses penyusunan tugas akhir skripsi secara keseluruhan sudah sedikit mengetahui tetapi masih banyak kekurangan yang belum diketahui. Katakunci:; ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI KARYAWAN PADA KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI PEGAWAI PADA KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG Sumber daya manusia merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal,sumber daya manusia dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efensien organisasi.karena tanpa sumber daya manusia organisasi tidak berjalan lancar.tantangan dan peluang menciptakan dan mengelola organisasi seringkali bersumber dari masalah-masalah yang terkait dengan manusia.Oleh karena itu,mengelola sumber daya manusia merupakan aktivitas paling vital,sentral dan strategis. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting .suatu organisasi atau perusahaan menginginkan karyawan untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut (sudaryono,2015 :120) Manajemen sumber daya manusia adalah sebuah proses serta upaya untuk merekrut,mengembangkan,memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang di perlukan oleh perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi yang mencakup kegiatan yang di mulai dari memilih siapa yang memiliki kualifikasi dan kualitas untuk menempati posisi dalam perusahaan. Sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya yang ada dalam sebuah organisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia juga menggunakan sumber daya lain yang di miliki organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Peralatan canggih sekalipun tidak akan berarti jika sumber daya manusia yang menggunakan tidak berkualifikasi, demikian juga dengan sumber daya informasi.Sebaik dan selengkap apapun informasi yang di peroleh organisasi,tidak akan berarti apa-apa, jika kualitas sumber daya manusia tidak mampu mengeloh dan menjadikan informasi tersebut sebagai informasi yang berguna bagi perkembangan dan kemajuan sebuah organisasi. Menurut (Aditiya 2008), Rekrutmen adalah suatu proses penerimaan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada satu unit kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan. Peran rekrutmen adalah menemukan sejumlah pelamar baru yang segera ditarik untuk di perkerjakan ketika organisasi atau lembaga membutuhkan.Rekrutmen yang di lakukan secara Internal adalah calon pemangku jabatan dicari dari karyawan yang telah miliki oleh perusahaan,Sedangkan Rekrutemn Eksternal adalah mencari calon dari luar perusahaan atau lembaga, biasanya dengan membuat pengumuman melalui iklan dan sebagainya.Rekrutmen merupakan proses penentuan dan menarik pelamar yang mampu untuk bekerja dalam suatu organisasi.adapun hasil dari kegiatan ini merupakan sekumpulan pelamar calon sumber daya manusia baru untuk di lakukan proses seleksi. selain itu rekrutmen bisa di katakan sebagai proses untuk mendapatkan sejumlah sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung suatu jabatan atau pekerjaan dalam suatu perusahaan.Oleh sebab itu,dibutuhkan sebuah mekanisme terhadap penjaringan para calon karyawan yang akan dipekerjakan oleh organisasi sesuai dengan perencanaan kebutuhan posisi pekerjaan untuk menunjang pencapaian target organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai pada koperasi kredit swastisari kota kupang. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala Interval. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses rekrutmen pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses rekrutmen pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) analisis pengaruh manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh positif dan singnifikan dengan proses seleksi pegawai pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Kata kunci: MSDM , Proses rekrutmen, dan seleksi pegawai.

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGEDARAN PUPUK YANG TIDAK SESUAI DENGAN LABEL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul tulisan ini adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pengedaran Pupuk Yang Tidak Sesuai Dengan Label ”. Rumusan masalah adalah 1).Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label ? 2).Bagaimanakah modus terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label ? 3).Bagaimanakah akibat hukum tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label terhadap pelaku dan barang bukti ?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai label, untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai label dan untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai label terhadap pelaku dan barang bukti. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan tentang faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label, modus terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label dan akibat hukum tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label terhadap pelaku dan barang bukti. Dan Jenis Penelitan ini adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk, modus terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk dan akibat hukum tindak pidana pengedaran pupuk terhadap pelaku dan barang bukti. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana pengedaran pupuk. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa faktor sesuai dengan permasalahan yang sudah penulis uraikan diatas adalah 1).Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label adalah untuk mencari keuntungan dan untuk memenuhi kebutuhan, 2).Modus terjadinya tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label adalah terdakwa memproduksi pupuk yang tidak sesuai label dan terdakwa mengoplos pupuk bersubsidi pemerintah menjadi pupuk non subsidi yang tidak sesuai label, 3).Akibat hukum tindak pidana pengedaran pupuk yang tidak sesuai dengan label terhadap pelaku dan barang bukti adalah a).Akibat Hukum terhadap Pelaku yaitu terdakwa dikenakan penahanan, pelaku dipidana penjara dan denda, pelaku dibebankan membayar biaya perkara. b).Akibat Hukum terhadap Barang Bukti yaitu dikembalikan kepada pemiliknya, dirampas untuk dimusnahkan, digunakan dalam perkara pidana lain. Kata kunci : Tindak Pidana, Pengedaran, Pupuk, Label.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH JUDEX FACTI DAN PUTUSAN BEBAS OLEH JUDEX JURIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGELOLAAN LIMBAH B3 TANPA IZIN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi penulis adalah : DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN PEMIDAAN OLEH JUDEX FACTI DAN PUTUSAN BEBAS OLEH JUDEX JURIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGELOLAAN LIMBAH B3 TANPA IZIN. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : apa alasan judex facti memutus pemidanaan sedangkan hakim judex juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana pengelolaan limbah B3 tanpan izin?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk mengetahui alasan judex facti memutus pemidanaan sedangkan judex juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana pengelolaan limbah B3 tanpan izin. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah : Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Jenis Penelitian adalah penelitian Normatif. Variabel peneltian yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang - undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Deskripsi Tentang Putusan Bebas Oleh Judex Facti Dan Putusan Bebas Oleh Judex Juris Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pengelolaan Limbah B3 Tanpa Izin: 1. Pertimbangan hakim Judex facti dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa pengelolaan limbah B3 tanpa izin adalah sebagai berikut: a. Perbuatan terdakwa adalah perbuatan pidana. b. Perbuatan terdakwa telah terbukti memenuhi unsur tindak pidana pasal 102 UU No 32 Tahun 2009 yaitu : 1) Unsur setiap orang 2) Unsur melakukan pengelolaan limbah b3 tanpa izin 2. Pertimbangan hakim Judex juris dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa pengelolaan limbah B3 tanpa izin adalah sebagai berikut : a. Judex facti salah dalam menerapkan hukum. b. Perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur tindak pidana pasal 102 Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2009 Jo Pasal 116 Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009. yaitu unsur melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin. Terkait permasalahan yang sedang diteliti, maka penulis memberikan saran sebagai berikut: Hakim dalam membuat putusan harus memperhatikan fakta dipersidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya seorang terdakwa dan Hakim harus menilai bukti-bukti yang diajukan untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan.

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang, dimana sebuah negara berkembang sangat fokus akan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik. Salah satuyang membangun pertumbuhan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kementrian Koperasi danUMKM, 2014). Kontribusi tersebut akan baik apabila berbagai permasalahan yang masih dihadapi UMKM tersebut dapat diatasi dan salah satunya adalah permasalahan dalam memanfaatkan informasi akuntansi dalam berbagai pengambilan keputusan usahanya. Dibanyak penelitian, permasalahan ini diduga kuat bersumber dari kurangnya persepsi dan pemahaman pengelola dalam bidang akuntansi. Belkaoui (2000:35) dalam Kristian (2010), mendefinisikan informasi akuntansi sebagai informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan. Penggunaan informasi akuntansi itu untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen danpengawasa operasional. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh nformasi yang diperlukan manajemen terutama yang berhubungan dengan data keuangan suatu perusahaan(Baridwan, 2000: 1). Menurut Puspitawati & Anggadini(2014), informasi akuntansi merupakan rangkaian aktivitas dalam pemrosesan data dari aktivitas bisnis pengolahan data keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem informasi komputer yang terintegrasi secara harmonis. Holmes dan Nicholls 2008 juga berpendapat bahwa informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menetukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan,serta bermanfaat untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen operasional. Informasi yang dihasilkan mengenai bisnis perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaan di masa lalu, masa kini, dan juga untuk menentukan langkah perusahaan di masa depan untuk mencapai tujuan perusahaan khususnya dalam pengelolaan UMKM. Pendidikan menggambarkan proses pemilik/manajer untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan teknis serta kemampuan organisasi (Budiyanto, 2014). Pendidikan yang pernah ditempuh oleh pemilik/manajer UMKM memengaruhi pemahaman mengenai usaha yang sedang dijalankan dan pentingnya penggunaan informasi akuntansi bagi usaha mereka. Pendidikan yang rendah akan membuat informasi akuntansi semakin jarang untuk digunakan karena kurangnya pemahaman. Hidayat(2020), Skala usaha adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola usaha yang didasarkan atas banyaknya karyawan, dan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Semakin besar skala usaha suatu perusahaan maka semakin tinggi penggunaan informasi akuntansi dalam perusahaan tersebut(Fitoriah,2019). Disamping tingkat produksitifitas, perusahaan sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang harus dipekerjakan, jadi semakin banyak jumlah tenaga kerja yang dikerjakan menunjukan bahwa tingkat produktifitas yang cukup tinggi dialami oleh perusahaan khususnya pada perusahaan kecil menengah, sehingga kebutuhan perusahaan terhadap informasi yang akan dibutukan juga akan semakin meningkat. (Holmes, Scott, 2011). Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan,skala usaha,pengaruh umur dan pelatihan akuntansi terhadap Penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Metode pengujian data yang digunakan adalah uji regresi berganda dan uji nilai selisih multak. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenjang pendidikan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, skala usaha tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, umur perusahaan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Menurut Solovida (2010), pelatihan akuntansi yang dimaksud adalah pelatihan akuntansi yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan luar sekolah maupun lembaga pendidikan tinggi, atau balai pelatihan departemen atau dinas tertentu. Elemen penelitian ini adalah skala dikotomi. Kata Kunci:UMKM, Usaha mikro Kecil Dan Menengah, Penggunaan Informasi Akuntansi, Jenjang Pendidikan, Skala Usaha, Umur perusahaan, Pelatihan Akuntansi.

DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PELAKU PELANGGARAN HAM BERAT TIMOR- TIMUR (Studi terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor : 34/PK/PID.HAM AD HOC/2007)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi adalah Disparitas Putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Terhadap Pelaku Pelanggaran HAM Berat Timor-Timur (Studi terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor : 34/PK/PID.HAM AD HOC/2007) dengan Rumusan masalahnya adalah : mengapa Judex Facti dan Judex Juris menjatuhkan putusan pemidanaan, sedangkan putusan Peninjauan Kembali memberikan vonis bebas terhadap pelaku Pelanggaran HAM Berat Timor-Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui putusan Judex Facti dan Judex Juris menjatuhkan putusan pemidanaan, sedangkan putusan Peninjauan Kembali memberikan vonis bebas terhadap pelaku Pelanggaran HAM Timor-Timur. Variabel yang digunakan terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab dan akibat hukum, variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Timor-Timur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Berdasarkan Hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Hakim Pengadilan dalam putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia terhadap pelaku pelanggaran HAM Berat Timor-Timur yaitu : Judex Facti dan Judex Juris menilai bahwa Terdakwa mampu bertanggung jawab secara hukum, pelanggaran hak asasi manusia berat Timot-Timur merupakan extra ordinary crime, Hakim menilai kualitas perbuatan Terdakwa, Hakim Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc menilai hal yang memberatkan dan meringankan Terdakwa. Mengapa Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan vonis bebas adalah : Adanya keadaan baru (Novum) yang membuktikan Terpidana tidak bersalah dan Adanya kekhilafan dari Judex Juris. Saran dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka untuk bahan evaluasi dan perbaikan ke depan, penulis memaparkan beberapa saran yang dapat bermanfaat bagi semua pihak, diantaranya : Harus adanya suatu konsolidasi dari setiap majelis hakim dalam kasus yang terjadi sehingga masalah yang ada bisa terselesaikan dengan baik dan keputusan yang diambil benar menurut aturan yang berlaku atau yang di tetapkan dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat yang terjadi, membuat putusan, seorang hakim sepatutnya dalam menimbang dan memutus suatu perkara pelanggaran hak asasi manusia berat dengan memperhatikan asas keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan agar putusan yang dikeluarkan menjadi putusan yang ideal, memandang dan menjadikan nilai-nilai prinsip Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan sebagai dasar utama dalam konteks kejahatan terhadap kemanusiaan melindungi, mengembangkan, menegakan hak asasi manusia.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCATATAN PALSU OLEH PEGAWAI BANK

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah Deskripsi Tentang Tindak Pidana Pencatatan Palsu Oleh Pegawai Bank. Penelitian penulis, yaitu 1.Apa yang menjadi penyebab pelaku melakukan pencatatan palsu, 2.Bagaimana cara pelaku melakukan tindak pidana pencatatan palsu, 3.Bagaimana akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pencatatan palsu. Penelitian ini bertujuan 1. Untuk mengetahui penyebab pelaku melakukan tindak pidana pencatatan palsu, 2. Untuk mengetahui cara pelaku melakukan tindak pidana pencatatan palsu, 3. Untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pencatatan palsu. Sifat dan jenis penelitian penulis bersifat deskriptif dan jenis penelitian hukum normatif. Variabel penelitian, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini, yaitu 1.Bahan hukum primer, 2.Bahan hukum sekunder, 3.Bahan hukum tersier. Cara pengumpulan data, yaitu studi pustaka. Dan analisis datanya secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian penulis sebagai berikut: 1.Penyebab pelaku melakukan tindak pidana pencatatan palsu: a.Mendapatkan keuntungan, b.Untuk menutupi hutang terdakwa. terdakwa mencari nasabah: 2.Cara pelaku melakukan tindak pidana pencatatan palsu: a.terdakwa mencari nasabah: kasus pertama terdakwa tidak bertemu langsung dengan para nasabah dan mengadakan nasabah secara fiktif melalui computer, Kasus keempat, terdakwa mengumpulkan data-data calon nasabah tanpa formulir permohonan kredit dari calon nasabah. b.Terdakwa merubah identias: Kasus kedua, terdakwa mengambil uang korban secara berulang-ulang kali tanpa membuat laporan pengeluaran uang dan membuat berita acara pemeriksaan kas seolah-olah jumlah fisik uang yang ada dalam brankas sama dengan jumlah uang yang terekam pada aplikasi BDS Bank Mandiri. Kasus ketiga, terdakwa mengubah data nasabah dan mengadakan calon nasabah fiktif. c.Terdakwa membuka rekening: Kasus kelima, terdakwa membuka rekening lain atas nama saksi korban. 3.Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana pencatatan palsu: a.Terdakwa di tahan, b.Terdakwa di penjara, c.terdakwa membayar denda, d.terdakwa membayar biaya perkara. Saran, diharapkan kepada direktur bank untuk membuat aturan yang lebih bersifat khusus demi mencegah adanya tindak pidana pencatatan palsu demi menjaga nama baik bank, kepada masyarakat diharapkan lebih teliti dalam membuka rekening dan meminjam uang ke bank agar tidak merugikan diri sendiri dan keluarga. Kata kunci : Tindak Pidana Pencatatan Palsu, Pegawai Bank.

POTENSI OBJEK WISATA PANTAI MOTADIKIN DI DESA FAHILUKA, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIA DEWISRIANI M. TAHU (17382474) Potensi Objek Wisata Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamaan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka: Dr. Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pengembangan pada sektor parawisata sangat perlu untuk dilakukan karena dapat memberikan dampak yang kuat terhadap perbaikan kualitas ekonomi masyarakat dan wilayah didaerah sekitar objek wisata itu sendiri. Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Pantai Motadikin, maka perlu didororng oleh faktor pendukung lainnya, seperti sarana dan prasarana atau fasilitas yang lengkap, akses yang dapat dijangkau dengan mudah, atau pun faktor pendukung lainnya yang dapat membuat pengunjung atau wisatawan menjadi nyaman dan betah untuk menikmati wisata di Pantai Motadikin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di wisata Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling mengunakan rumus slovin. Analisis data terhadap pengembangan potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah mengunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dan menganalisis potensi wisata pantai mengunakan rumus SLOVIN. Secara umum pendidikan respoden pada saat wawancara masyarakat di Desa Fahiluka Tingkat pendidikannya adalah SD dengan presentase sebanyak 12,5%, SMP sebanyak 16,6%, SMA sebanyak 12,5%, Sarjana 25%, sedangkan mahasiswa sebanyak 33,3 Kehidupan masyarakat dalam tatanan sosial ekonomi sangat ditunjang oleh tingkat pendidikan. Kata Kunci :Potensi Objek, Wisata, Pantai, Motadikin.

STUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN LEDEANA DAN MEBBA KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides. Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi. Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN MINI PURSE SEINE DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN MBONGAWANI KABUPATEN ENDE

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah keragamannya. Akibat yang ditimbulkan dari adanya pandemi Covid-19, terjadinya perubahan drastis pada semua sektor termasuk didalamnya perikanan tangkap dalam hal ini nelayan mini purse seine yang ditandai dengan penurunan jumlah trip penangkapan nelayan selama melaut. Pendapatan nelayan berupa nilai uang yang didapat dari hasil penjualan produksi ikan yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah hasil tangkapan. Pandemi covid-19 juga berpengaruh terhadap interaksi jual beli antara nelayan dan juga masyarakat sekitar sehingga nelayan sangatmerasakan kerugian akibat harga ikan menurun bahkan tidak bisa menjual hasil tangkapannya. Pendapatan nelayan mini purse seine selama masa pandemi Covid -19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pendapatan nelayanmini purse seine di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pegamatan langsung). Hasil penelitian ini biaya investasi sebelum dan sesudah pcovid-19 yaitu 234.250.000 dengan biaya penyusutan 3.458.927. Nilai return on investmen (ROI) sebelum covid-19 sebesar 98% dan selama Covid-19 yaitu 80 %.Nilai Break Even Point (BEP) di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum Covid-19 sebanyak 20.695 Box dan Nilai Break Event Point (BEP) selama Covid-19 sebanyak 20.536Box sedangkan BEP harga sebelum pandemi covid-19 titik impas pada level harga minimum Rp.1.052.332pada penjualan total produksi 118 dengan jumlah rata-rata 5,9 Boks ikan dan BEP harga selama pandemi covid-19 akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rppada. 1.052.332 penjualan total produksi sebelum covid-19 sebesar 118 dengan rata-rata 5,9 boks dan selama covid-19 sebesar 116 dengan jumlah rata-rata 5,3 Box ikan. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) nelayan di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum pandemi covid-19 R/C Ratio yaitu 1.33R/C Ratio selama pandemi covid-19 yaitu 1.24

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG NAMA : AZARIA HEKE NIM : 18410265 PROGRAM STUDI : MANAJEMEN FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu ilmu yang berharga untuk dapat mencapai tujuan sebuah organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. SDM bukanlah sekedar sumber daya, telah menjadi tolak ukur utama dalam mencapai keberhasilan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Di dalam perkembangan masyarakat dan dunia usaha, faktor sumber daya manusia masih memegang penting, meskipun pada saat sekarang bangsa kita sedang menuju orientasi kerja, di mana kerja dipandang sebagai suatu hal yang mulia. Perlu ditekankan disini bahwa pada masyarakat yang berorientasi kerja tidak boleh mengabaikan faktor manusia untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Motivasi kerja adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi perlu dilaksanakan organisasi, dimana seluruh aktivitas dan tugas - tugas jika didasarkan pada motivasi yang tinggi maka kinerja juga akan menjadi tinggi dan sebaliknya. Motivasi merupakan hal atau sesuatu yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Untuk menjaga aktivitasnya khusus di bidang ketenagakerjaan pegawai kantor melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi kerja yaitu dengan pemberian motivasi, mengadakan pemberian gaji pegawai, pengembangan diri serta aktualisasi diri setiap pegawai untuk mendorong peningkatan prestasi kerja dan karier yang baik. Setiap pekerjaan yang memberikan hasil kerja yang terbaik jika mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk melakukan yang terbaik. Motivasi merupakan dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam bekerja dan menaati peraturan - peraturan kantor dan norma - norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan kantor baik tertulis maupun tidak. Disiplin yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas - tugas yang berikan kepada pegawai. Karena dengan semakin berkembangnya suatu organisasi dan semakin tingginya teknologi yang digunakan oleh perusahaan/organisasi, menyebabkan sering terjadi perubahan serta semakin luasnya pekerjaan yang akan diemban oleh tenaga kerja, sehingga perlu diadakan pendisiplinan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Prestasi Kerja merupakan faktor penting untuk mendukung keberhasilan suatu pekerjaan baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai seorang anggota suatu organisasi/lembaga. Prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktivitas kerjanya. Informasi tentang tinggi rendahnya prestasi kerja seorang pegawai tidak dapat diperoleh begitu saja, tetapi diperoleh melalui proses yang panjang yaitu penilaian prestasi kerja pegawai. Jadi setiap anggota mempunyai prestasi kerja yang berbeda berdasarkan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini akan membahas Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi pada dalam penelitian ini adalah Seluruh Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang berjumlah 176 orang dan sampel pada peneltian ini pada Pegawai ASN Bagian Umum Setda Kota Kupang adalah 39 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai, Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang dan Disiplin Kerjaberpengaruh dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda b1 = 0,005 dan b2 = 1.018. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y = -1.173 + 0,005(X1) + 1.018(X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja (Y), diketahui bahwa variabel motivasi kerja (X1) di temukan T hitung = 0,021 lebih kecil dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifkan = 0,984. Oleh karena itu nilai Sig. > tabel = 0,05 maka H0 (b1= 0) diterima dan Ha (b1≠0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel prestasi kerja (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X2) ditemukan T hitung = 3.326 lebih besar dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. < 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji f didapati F hitung= 70.552 lebih besar dari F tabel = 3,26 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka H0 (b = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel Motivasi Kerja dan variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel Prestasi Kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,797 atau 79,7 %. Hal ini berarti besar pengaruhnya Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja adalah 79,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 20,6% disebabkan oleh factor lain tidak dteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Motivasi Kerja,Disiplin Kerja,Prestasi Kerja.