2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tradisi denda adat (opat) merupakan salah satu mekanisme budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat Neonmat, khususnya dalam menyelesaikan konflik sosial dan memulihkan hubungan antar individu. Denda adat dipandang sebagai sarana untuk menegakkan keadilan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengembalikan keharmonisan hidup bersama. Namun, dalam pelaksanaannya, denda adat sering kali mengandung unsur pengampunan bersyarat—di mana perdamaian dan pengampunan hanya diberikan setelah pembayaran denda material dipenuhi. Hal ini menimbulkan ketegangan teologis dengan ajaran Injil, yang mengajarkan bahwa pengampunan adalah anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma kepada mereka yang bertobat.Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi kontekstual dengan menggunakan tipologi "Kristus sebagai Pembaharu Kebudayaan" dari H. Richard Niebuhr untuk merefleksikan praktik opat secara kritis dalam terang Injil. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun nilai-nilai luhur seperti rekonsiliasi, pertobatan, dan tanggung jawab terkandung dalam tradisi opat, praktik pengampunan bersyarat melalui denda dapat mereduksi makna kasih dan pengampunan Injil. Implikasi dari penelitian ini bagi pelayanan Jemaat GMIT Elim Neonmat adalah perlunya pembaruan pelayanan pastoral yang mampu menjembatani antara penghargaan terhadap budaya lokal dan kesetiaan pada nilai-nilai Injil. Gereja dipanggil untuk hadir sebagai agen pembaharu budaya, bukan hanya menerima adat apa adanya, tetapi memurnikannya agar selaras dengan kasih dan anugerah Kristus. Gereja juga perlu membangun pendidikan iman yang kontekstual, pelayanan sakramental yang bebas dari unsur transaksional, serta memperkuat peran profetis dalam menghadirkan keadilan dan pengampunan sejati.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Skripsi ini berjudul “Setiap Karunia untuk Kemuliaan Tuhan: Suatu Kajian Eksegetis terhadap 1 Korintus 12:1–11 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenheazer Boas, Klasis Malaka”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah karunia dalam jemaat lokal yang menyerupai persoalan dalam jemaat Korintus abad pertama, yaitu kecenderungan meninggikan karuniakarunia spektakuler dan mengabaikan karunia-karunia lain. Masalah ini menimbulkan perpecahan,
pengagungan individu, hingga praktik-praktik rohani yang menyimpang dari ajaran Kristiani. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pemahaman teologis atas teks 1 Korintus 12:1–11 untuk menemukan kerygma utama dalam teks tersebut serta bagaimana penerapannya secara kontekstual dalam kehidupan bergereja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui konteks historis di balik penulisan Surat 1 Korintus, (2) memahami kerygma teologis yang terkandung dalam 1 Korintus 12:1–11, dan (3) menguraikan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan jemaat GMIT Ebenheazer Boas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang dikombinasikan dengan wawancara lapangan, serta menggunakan pendekatan historis-kritis dalam penafsiran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pentingnya kesatuan dalam keberagaman karunia, dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai pusat dari setiap karunia dan pelayanan. Karunia-karunia Roh Kudus berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus, dan diberikan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi membangun tubuh Kristus.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji ritus Hamayang Tollak dalam proses pembangunan rumah adat di Sumba Tengah serta maknanya bagi jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Parewatana. Masalah utama yang diangkat adalah masih kuatnya kepercayaan tentang budaya Marapu dalam jemaat, terhadap ritus ini meskipun mereka telah beriman Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan penelitian lapangan, dengan wawancara terhadap tuan rumah, tukang, rato adat, majelis, dan warga jemaat sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritus ini dianggap penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran hidup, serta dihargai sebagai warisan leluhur. Namun, terdapat ketegangan antara nilai-nilai budaya dan ajaran iman Kristen. Beberapa elemen ritus dinilai bertentangan dengan teologi Kristen, terutama dalam hal persembahan kepada roh leluhur. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya gereja melakukan pendekatan teologis dan pastoral yang kontekstual. Gereja tidak hanya dituntut untuk mengoreksi, tetapi juga menafsir ulang nilai-nilai budaya yang masih hidup agar selaras dengan Injil. Disarankan agar GKS Parewatana meningkatkan pembinaan iman dan pendampingan terhadap jemaat dalam menghadapi praktik budaya yang bersinggungan dengan kepercayaan Kristen.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kepada orang yang paling hina bukanlah tindakan bela kasihan semata, melainkan sebuah perjumpaan dengan Kristus sendiri. Matius 25:31046 menegaskan bahwa Yesus hadir dalam kehidupan mereka yang paling terhina dan sering dilupakan oleh dunia. Yesus menyamakan diri-Nya dengan “orang yang paling hina”, yaitu mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dan di dalam penjara. Melayani mereka berarti melayani Kristus sendiri, dan hal ini menjadi dasar penilaian dalam penghakiman terakhir. Penulis tertarik untuk menulis karya ilmiah yang berjudul: "Melayani Yesus dalam Diri Orang yang Paling Hina: Suatu Kajian Tafsir Perumpamaan Terhadap Teks Injil Matius 25:31–46 dan Sumbangsihnya bagi Pelayanan Jemaat GMIT Syalom Kupang Klasis Kota Kupang." Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk menggali makna teologis dari perumpamaan penghakiman terakhir dalam Injil Matius 25:31–46, serta mengkaji relevansinya bagi praksis pelayanan jemaat, khususnya dalam konteks pelayanan sosial GMIT Syalom Kupang. Penafsiran teks dilakukan dengan menganalisis konteks historis, sosial, dan literer dari perikop tersebut, serta memperhatikan struktur naratif dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukan bahwa perumpamaan ini menjadi dasar seorang Kristen hidup dalam kehidupan sebagai seorang individu dan sebagai komunitas yaitu gereja. Identifikasi Yesus dengan diri “orang yang paling hina” memberi kontribusi bagi pelayanan GMIT Syalom Kupang bahwa bahwa pelayanan sosial bukan sekadar aktivitas karitatif, melainkan bentuk nyata dari spiritualitas Kristen yang berakar pada ajaran Yesus. Tulisan ini mendorong gereja untuk lebih peka dan aktif dalam melayani kelompok-kelompok marginal sebagai wujud ketaatan iman. Dengan demikian, pelayanan jemaat tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga transformatif bagi masyarakat sekitar. Ini merupakan identitas gereja dan tanggung jawab sosial gereja.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan kelompok usia yang semakin bertumbuh secara jumlah dalam masyarakat dan jemaat gereja masa kini. Namun, tidak jarang mereka terpinggirkan dalam program pelayanan gereja karena dianggap kurang produktif atau tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk merefleksikan kembali misi dan panggilannya terhadap kelompok usia ini, bukan hanya sebagai bentuk pelayanan sosial, tetapi sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam kehidupan iman dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana misi gereja bagi lansia dapat dilaksanakan secara kontekstual melalui pendekatan model komunikasi misi menurut Theo Sundermeier. Theo Sundermeier, seorang teolog dan missiolog asal Jerman, menawarkan pendekatan komunikasi misioner yang menekankan pada aspek dialog, relasionalitas, kehadiran bersama, dan saling memahami sebagai landasan dalam menjalin hubungan dengan konteks dan budaya setempat.
Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap pelayan gereja dan lansia di jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur, penelitian ini menemukan bahwa adanya masalah pemenuhan kebutuhan ekonomi, kondisi kesehatan lansia yang membutuhkan perhatian, keadaan lingkungan dan sosial budaya, kondisi psikologis lansia dan penetapan program pelayanan serta anggaran pendapatan dan belanja yang seimbang, adalah realitas pelayanan bagi lansia yang memerlukan penangan serius. Dari fakta ini penulis melihat, model komunikasi Sundermeier sangat relevan untuk diterapkan dalam pelayanan kepada lansia. Pendekatan ini mendorong gereja untuk tidak hanya "berbicara kepada" lansia, tetapi "berdialog dengan" mereka, menghargai pengalaman hidup, spiritualitas, dan kebijaksanaan yang mereka miliki. Lansia tidak lagi diposisikan sebagai objek pelayanan semata, melainkan sebagai subjek iman yang memiliki kontribusi aktif dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu, misi gereja bagi lansia perlu dirancang secara partisipatif, kontekstual, dan berlandaskan pada komunikasi yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, gereja dapat benar-benar menjadi ruang yang merangkul, memperhatikan, dan memberdayakan lansia sebagai bagian dari umat Allah yang utuh dan bermakna.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Praktik flexing atau pamer gaya hidup mewah di media sosial telah menjadi tren dan bagian dari budaya populer yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, termasuk pemuda GMIT Batu Karang Kupang. Dalam konteks pemuda GMIT Batu karang Kupang, praktik ini tidak hanya muncul sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi juga sebagai strategi untuk mencari pengakuan, validasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial dan secara langsung. Praktik ini berdampak negatif terhadap relasi antar sesama, persekutuan, dan pertumbuhan iman pemuda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana keteladanan pemuda GMIT dalam menyikapi praktik flexing serta bagaimana pembinaan warga gereja (PWG) dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 23 responden yang terdiri dari pendeta, pengurus pemuda, dan anggota pemuda di Jemaat GMIT Batu Karang Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda terlibat dalam praktik flexing untuk mendapatkan pengakuan, yang memicu perpecahan dan persaingan tidak sehat dalam persekutuan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja belum optimal dalam memberikan pembinaan yang relevan dan kontekstual terhadap tantangan digital yang dihadapi pemuda. Mengacu pada teori PWG menurut Ruth Selan, pembinaan gereja harus bersifat kontekstual, transformatif dan holistik, menyentuh seluruh aspek kehidupan pemuda serta peran dalam gereja dan Masyarakat. Refleksi teologis dalam skripsi ini menekankan bahwa pemuda dipanggil menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokok-tokoh muda seperti Yusuf, Daniel, Daud, Yeremia, Timotius, terutama Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, PWG memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan iman pemuda agar mampu menghadapi godaan digital secara bertanggung jawab. Gereja perlu meningkatkan kualitas pembinaan berbasis nilai-nilai Alkitabiah dan mendampingi pemuda dengan pendekatan kontekstual yang membumi, agar mereka menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR (DADANG NULANG LUNUNG TAPU) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DESA UMBU JODU,KEC AMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022 ASTI H)* LINTJE, P)* MANGGOA, M)** Budaya dan adat-istiadat di asyarakat pada mumnya berbeda. Budaya dan adat-istiadat ini mengacu kepada masyarakat pada umumnya dan cara menjalankannya yang berbeda, seperti: upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pernikahan dan lain-lain. Dalam Penelitian ini Tujuan untuk mengetahui Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu ) Dalam budaya masyarakat Di Desa Umbu Jodu,Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah dalam tradisi adat sumba Tengah ada tiga tahap dalam proses adat, yaitu 1) Masuk minta, 2) Membawa sirih pinang, 3) Bungkus sirih pinang dengan tahapan di atas harus di selesaikan agar proses adat dapat berjalan dengan lancar. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Deskriftif kualitatif .Teknik. Pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Dokumentasi, dan wawancara . Hasil yang diperoleh dalam menganalisis makna angkat bantal (Dadang nulang lunung tapu ) pada masyarakat desa umbu jodu,kecamatan umbu ratu nggay barat kabupaten sumba tengah yakni fungsi dari makna yang ditemukan adalah makna bertanggung jawab, makna memberi perlindungan, makna kebersamaan, makna sosial, dan makna Religius. Kata kunci : Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu). Keterangan : Mahasiswa : ** Dosen pembimbing
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rumusan masalah dalam peneitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk pelayanan pastoral kepada pasangan kawin lari di jemaat Manggewar (palengidi wikung) di GKS Jemaat Manggewar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan pastoral bagi pasangan kawin lari di Jemaat Manggewar Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah Kabupaten Sumba Tengah. Imforman dalam penelitian ini adalah Pdt dan Kaum Awam yang berjumlah 8 orang yang ada di Jemaat Manggewar. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Berdasarkan rumusan masalah bagaiamana bentuk-bentuk pelayanan pastoral kepada pasangan kawin lari di jemaat Manggewar. berdasarkan hasil wawancara pdt, Umbu Balla Jurumana, Kaum Awam Markus Djami dan pasangan kawin lari yang bersangkutan pernah melakukan bimbingan konseling khusus kepada pasangan kawin lari. kesimpulan Dari hasil penelitian adalah konselor memberikan perhatian khusus bagi Jemaat yang terlibat dalam kasus kawin lari dan membimbing konseli dalam pertumbahan iman sehingga sehingga tidak dapat terjerumus dalam khasus kawin lari.Saran bagi pihak gereja perlu adanya suatu upaya dari gereja khususnya dari para majelis untuk dapat di teladani oleh pemuda yang ada di Jemaat GKS Manggewar untuk di jadikan sebagai beberapa input bagi pemuda. Kata kunci : Pelayanan Pastoral Terhadap Pasangan Kawin Lari Keterangan :* Mahasiswa : **Dosen Pembimbing I : *** Dosen pembimbing II
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Media Audio Visual adalah media instruksional modern sesuai degan perkembangan zaman, meliputi media yang dapat dilihat dan di dengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penggunaan media audio visual video pada siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 2 Kupang Timur. (2) untuk mengetahui penggunaannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dengan materi Roh Kudus Membaharui Gereja mampu meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya variabel motivasi belajar dapat dijelaskan dari banyaknya siswa yang menyatakan senang terhadap penggunaan media audio visual video ini dan tumbuhnya motivasi untuk belajar, semangat siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dapat membuat suasana kelas menjadi hidup. Dengan demikian, bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PANDANGAN MAJELIS JEMAAT GMIT EBENHAEZER SEDEOEN KLASIS ROTE BARAT MENGENAI PERANAN KELUARGA INTI (NUCLEAR FAMILY) DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK TAHUN 2023 Ndun Rohalia, N)* Nuban Timo, I E)** Pellu, H L)** Kajian ini dilatarbelakangi sebuah fenomena yakni kurangnya perhatian keluarga inti (nuclear family) dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Anak dan pengaruh keluarga inti (nuclear family) dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan Pandangan Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat mengenai Peranan Keluarga Inti (Nuclear Family) dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Anak. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Jemaat GMIT Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat yang berlangsung selama dua hari. Teknik pengumpulan data dengan pedoman wawancara. Teknik analisis data dengan Reduksi Data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak oleh ayah dan ibu dalam mendoakan, mengasihi, mendidik, mendisiplinkan dan tidak menyakiti anak, telah berjalan meskipun masih terdapat kekurangan yang terkadang dilakukan oleh ayah dan ibu. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan kognitif dan afektif anak. Ketaatan anak terhadap nasehat didikan orang tua memiliki dampak positif dalam membentuk karakter anak dan sikap hormat terhadap nilai-nilai Kristen. Hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan dalam keluarga. Selain itu, tingkat penghormatan anak terhadap orang tua mempengaruhi kehidupan rohani dan moral anak, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti dorongan dan sikap hormat dari diri anak serta pengaruh orang tua, lingkungan, dan teman-teman. Dalam rangka membentuk generasi yang baik, penting bagi orang tua untuk memberikan nasehat didikan kepada anak-anak untuk patuh dengan penuh hormat. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: Gereja Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat dapat melakukan penyelenggarakan pembinaan warga gereja khususnya tentang pengasuhan anak atau parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua dalam membimbing anak-anak. Kata Kunci: Majelis Jemaat, Keluarga Inti (Nuclear Family) Pembimbing (**) Penulis (*)
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini membahas tentang Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana Proses Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan konseling pastoral serta kekuatan dan kelemahan konseling pastoral di jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengacu pada konsep Mudju Raharjo yang mengklasifikasikan analisis dalam enam langkah yaitu: pengumpulan data, penyempurnaan data, pengolahan data, analisis data, proses analisis data dan simpulan hasil penelitian. Berdasarkan hasil olahan dan analisis data yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) antara lain faktor cemburu, faktor ketidakpercayaan terhadap pasangan, faktor ekonomi dan pengaruh minuman alkohol serta berjudi dapat menyebabkan konflik yang tidak kian usai, sehingga perlu dipayungi atau diperhatikan serius oleh pihak gereja melalui pendampingan berupa konseling pastoral dengan demikian korban merasa dibimbing, damai, didukung, diasuh/diayomi sehingga perlahan-lahan korban bisa sembuh dari luka fisik/psikis, dan juga pulih secara holistik.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model think pair share terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri I Kupang Tengah Tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas VII yang beragama Kristen Protestan dan diambil dari dua kelas yang terbagi dari kelas VII A berjumlah 36 orang sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII B berjumlah 33 orang sebagai kelas kontrol sampel dalam penelitian ini berjumlah 69 sampel, Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner,studi pustaka/dokumentasi,analisis data bersifat kuantitatif /statistik. Hasil penellitian ini menunjukkan bahwa variabel Model Think Pair Share (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Motivasi Belajar (Y). Hal tersebut juga ditunjukkan dengan hasil uji koefisien determinasi, diperoleh angka R (koefisien korelasi) sebesar 0,830. Dari output tersebut diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,689, yang berarti bahwa Motivasi Belajar dipengaruhi oleh variabel Model Pembelajaran Think Pair Share sebesar 68,9% dan sisa 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penggunaan gadget dalam pembelajaran sebagai penerapan media pembelajaran membantu proses belajar mengajar menjadi lebih aktif dan efektif sebagaimana prinsip dalam pembelajaran bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengunaan gadget sebagai media pembelajaran berpengaruh secara siginifikan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Krsiten (PAK) di SMP Negeri 1 Ende. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif jenis korelasi. Dengan sampel sebanyak 18 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai ujian akhir semester. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan gadget sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen, diperoleh nilai thitung (9,830) > ttabel (2,019) dan nilai signifikansinya (0,000) (0,005) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian secara parsial terdapat pengaruh signifikansi penggunaan gadget sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pasda mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 1 Ende.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
This textbook consists of seven chapters, each of which has been carefully structured to provide a comprehensive understanding of business English, from business communication to job interviews in English. This book has also been equipped with business English vocabulary and grammar and language focus related to the material in each chapter. We strive to ensure that each chapter is helpful to our readers.We want to express our highest appreciation to all parties who have contributed directly or indirectly to the preparation of this book, especially for Unit Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P2AI) P3MP Politeknik Negeri Ujung Pandang. Whether in the form of suggestions, input, or emotional support, this book could not have been completed without the help and contributions of all parties.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, penting untuk selalu membuat laporan keuangan. Karena nantinya, analisa laporan keuangan ini dapat menunjukkan bagaimana kinerja bisnis di masa lalu. Dengan informasi tersebut, kita juga bisa menentukan keputusan apa yang harus diambil untuk masa yang akan datang. Bagi pihak eksternal, analisis laporan keuangan ini dapat digunakan untuk memahami kondisi kesehatan perusahaan atau bisnis secara keseluruhan serta untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan nilai bisnis. Sedangkan pihak internal menggunakannya sebagai alat pemantauan untuk mengelola keuangan. Dalam buku ini dibahas secara lengkap mengenai, Arti dan Definisi Analisis Laporan Keuangan; Laporan Keuangan Menurut PSAK; Analisis Rasio Keuangan; Analisis Perbandingan Keuangan; Analisis Common Size; Analisis Time Series; Analisis Trend; Analisis Kebangkrutan dan Analisis Kesehatan Perbankan. Melalui buku ini penulis berharap dapat memberikan kontribusi bagi pembaca dalam mengevaluasi hasil kerja divisi atau departemen dalam perusahaan, sehingga mengetahui hasil kinerja, pendapatan serta kemajuan atau perkembangan perusahaan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dive into the depths of English literature and emerge with a treasure trove of knowledge spanning centuries. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" is your compass through the ever-evolving narrative of English prose, poetry, and drama. Discover the seismic shifts of literary expression from the raw beauty of Anglo-Saxon epics to the intricate digital narratives of our modern world. Within these pages lies a journey that intertwines the past with the present, inviting readers to explore the richness of English literature across the ages. You will not only trace the footsteps of literary giants but also engage with the cultural and historical forces that shaped their worlds. Suitable for students, educators, and literary enthusiasts alike, this book offers a clear pathway through the complexities of literary periods. It presents a challenge: to see the world through the eyes of the literary past and understand its dialogue with the future. Step into this literary tapestry that invites curiosity, encourages reflection, and inspires a deeper appreciation for the words that have captured the human experience. "Introduction to Literature: Navigating the Periods of English Literature" awaits your discovery.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fresh, original and compelling, An Introduction to Literature, Criticism and Theory is the essential guide to literary studies. Starting at ‘the beginning’ and concluding with ‘the end’, the book covers topics that range from the familiar (character, narrative, the author) to the more unusual (secrets, pleasure, ghosts). Eschewing abstract isms, Bennett and Royle successfully illuminate complex ideas by engaging directly with literary works – so that a reading of Jane Eyre opens up ways of thinking about racial difference, whilst Chaucer, Raymond Chandler and Monty Python are all invoked in a discussion of literary laughter. Each chapter ends with a narrative guide to further reading and the book also includes a glossary and bibliography. The fourth edition has been revised to incorporate two timely new chapters on animals and the environment. A breath of fresh air in a field that can often seem dry and dauntingly theoretical, this book will open the reader’s eyes to the exhilarating possibilities of both reading and studying literature.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Integrating literature in education, especially in language learning, is indispensable. Not only that literature enables students to gain competence in a particular area of knowledge, it also nurtures their compassion and conscience, developing them into whole human beings. To embrace this vision, a book that can facilitate students' learning is needed. This book is designed to assist both teachers and students of Introduction to Literature course to enhance their literary skills as well as their soft skills.