Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2025Versi 1

MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR ( DADANG NULANG LUNUNG TAPU ) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DI DESA UMBU JODU KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR (DADANG NULANG LUNUNG TAPU) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DESA UMBU JODU,KEC AMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 2022 ASTI H)* LINTJE, P)* MANGGOA, M)** Budaya dan adat-istiadat di asyarakat pada mumnya berbeda. Budaya dan adat-istiadat ini mengacu kepada masyarakat pada umumnya dan cara menjalankannya yang berbeda, seperti: upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pernikahan dan lain-lain. Dalam Penelitian ini Tujuan untuk mengetahui Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu ) Dalam budaya masyarakat Di Desa Umbu Jodu,Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah dalam tradisi adat sumba Tengah ada tiga tahap dalam proses adat, yaitu 1) Masuk minta, 2) Membawa sirih pinang, 3) Bungkus sirih pinang dengan tahapan di atas harus di selesaikan agar proses adat dapat berjalan dengan lancar. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian Deskriftif kualitatif .Teknik. Pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Dokumentasi, dan wawancara . Hasil yang diperoleh dalam menganalisis makna angkat bantal (Dadang nulang lunung tapu ) pada masyarakat desa umbu jodu,kecamatan umbu ratu nggay barat kabupaten sumba tengah yakni fungsi dari makna yang ditemukan adalah makna bertanggung jawab, makna memberi perlindungan, makna kebersamaan, makna sosial, dan makna Religius. Kata kunci : Makna Angkat Bantal Gulung Tikar (Dadang Nulang Lunung Tapu). Keterangan : Mahasiswa : ** Dosen pembimbing

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1MAKNA ANGKAT BANTAL GULUNG TIKAR ( DADANG NULANG LUNUNG TAPU ) DALAM BUDAYA MASYARAKAT DI DESA UMBU JODU KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH 20222025 · oai:ais:library-item:10408