2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Likuiditas dan
Leverage Terhadap Profitabilitas paa PT Telkom Indonesia. Likuditas dan Leverage
merupakan rasio keuangan yang penting dalam menilai kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban keuangannya serta struktur pendanaan yang digunakan
untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan. Tingkat likuiditas dan leverage
yang tidak dikelola dengan kinerja keuangam, khususnya profitabilitas perusahaan.
Profitabilitas yang merupakan salah satu indikator utama dalam menilai
kinerja keuangan perusahaan. Tingakt profitabilitas yang tinggi menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya.
Namun, profitabilitas suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
keuangan, diantaranya adalah likuiditas dan leverage. Likuiditas menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi jangka pendeknya. Perusahaan dengan
tingkat likuiditas yang angat rendah beresiko mengalami kesulitan keuangan,
sedangkan likuiditas yang sangat tinggi dapat mengindikasikan penggunaan aset yang
sabgat efisien. Tingkay leverage yang tinggi dapat meningkatkan resiko keuangan,
namun juga berpotensi meningkatkan profitabilitas jika dana tersebut digunakan
secara produktif . Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap
profitabilitas PT. Telkom Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh leverage
terhadap profitabilitas. Likuiditas diukur dengan menggunakan rumus current ratio
dan quick ratio, leverage diukur dengan menggunakan debt to equity ratio dan debt
to asset ratio , sedangkan profitabilitas diukur dengan menggunakan rumus return on
assets dan return on equity . Sedangkan leverage menunjukkan peran penggunaan
utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah
laporan keuangan PT. Telkom Indonesia, Tbk sejak terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 1995. Peneliti menentukan sendiri sampel yang digunakan dengan alasan
dan pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT.
Telkom Indonesia, Tbk periode 2020-2024.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa
dokumentasi. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi yang peneliti
gunakan berasal dari laporan keuangan dan laporan laba rugi, laporan keuangan
neraca dan laporan arus kas tahunan perusahaan Telkom yang dipublikasikan oleh
Bursa Efek Indonesia ( BEI) periode 2020-2024. Teknik analisis data yang peneliti
gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara likuiditas dan
leverage terhadap profitabilitas, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear
Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2).
Dari hasil penelitian yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara
parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y), dan Leverage
(X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Sedangkan secara
simultan atau secara bersama-sama Likuiditas (X1) dan Leverage (X2) berpengaruh
signifikan terhadap profitabilitas (Y) Pada PT Telkom Indonesia, Tbk. Hal ini
dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear
berganda yang memperlihatkan pengaruh likuiditas (X1) dan Leverage (X2) terhadap
Profitabilitas (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 25,968 sedangkan koefisien b1 = -
0,176, b2= 0,206. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang
memperlihatkan pengaruh Likuiditas (X1), Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y)
adalah sebagai berikut: Y = 25,968 + -0,176 X1 + 0,206 X2 + e. Selain itu hasil uji t
untuk hipotesis pertama yaitu Likuiditas (X1), nilai thitung dan ttabel sebesar -2,745 <
2,262 dengan nilai sig 0,029 > 0,05. Maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu artinya
secara parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas
(Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis pertama yaitu Likuiditas tidak
berpengaruh terhadap Profitabilitas. Hipotesis kedua Leverage (X2), nilai thitung dan
ttabel sebesar 7,799 > 2,262 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho ditolak
dan Ha diterima artinya bahwa secara parsial Leverage (X2) berpengaruh signifikan
terhadap Profitabilitas (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis kedua yaitu
Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Untuk pengujian uji F
ditetapkan, Fhiumg sebesar 44,344 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho
ditolak dan ha diterima, artinya bahwa Likuiditas (X1) dan Leverage (X2)
berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Dan Terakhir berdasarkan
perolehan uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya
koefisien determinasi R2 0,906 atau 90,6%. Hal ini menunjukan bahwa besarnya
pengaruh Likuididtas (X1) dan Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y) adalah
90,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 9,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak
diketahui dalam penelitian ini
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan Iman Taruna di Jemaat GMIT Kota Kupang kurang terstruktur dan kontekstual. Hal ini dikarenakan pendidikan Iman Taruna yang bersifat monoton, kurang partisipatif dan tidak tersedianya bahan ajar. Oleh karena itu, fokus utama penelitian ini adalah menggali dan merumuskan prinsip pedagogi iman taruna dalam teks Ulangan 11:18-21. Penelitian ini berangkat dari tradisi Deuteronomis yang menegaskan akan pentingnya internalisasi firman, transmisi iman antar generasi, totalitas hidup, kesaksian di ruang publik dan ketaatan kepada Allah. Dengan ini, dapat menghubungkan antara dimensi teologis teks dengan praktik pendidikan iman Taruna di Jemaat GMIT Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi pustaka dan analisis Alkitab, serta menghubungkannya dengan strategi pedagogi iman. Temuan utama dari penulisan ini adalah dalam teks Ulangan 11:18-21 ditemukannya lima prinsip penting dalam strategi pedagogi yang kuat dan dapat digunakan sebagai model pendidikan Iman Taruna yang partisipatif, reflektif, kontekstual dan transformatif. Penelitian ini menegaskan kebaruan pada pengembangan pendekatan pedagogis-praktis, yakni menerjemahkan teologis dalam teks Ulangan 11:18-21 ke dalam strategi pedagogis pendidikan Iman Taruna yang kontekstual, partisipatif dan aplikatif. Oleh karena itu, sangat diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teologis dan pedagogis bagi pengembangan pendidikan iman Taruna di Jemaat Kota Kupang.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemerintah Indonesia telah menetapkan UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.
Desa adalah sebuah kebijakan yang telah dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan
untuk menujukan kepada pembangunan dan kemajuan desa dengan melalui
pemberdayaan oleh masyarakat dan manajemen potensi yang ada di desa. Dengan
adanya UU Desa diharapkan mampu menjadi pedoman untuk dapat menciptakan
suatu desa yang mandiri secara politik, ekonomi yang mempunyai landasan sosial,
budaya dan kearifan lokal yang kuat. Konsistensi dalam pemerintah terkait upaya
pelimpahan wewenang perekonomian terwujud ke dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Masalah penelitian ini adalah Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Dengan demikian persoalan
penelitian ini adalah Bagaimana Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) Berdasarkan Prinsip Good Governance Di Desa Mataulun Kecamatan
Malaka Tengah, Kabupaten Malaka?. Tujuan penelitian ini adalah (a)
Mengidentifikasi praktik tata kelola keuangan yang ada di BUMDes Desa
Mataulan dan mengevaluasi efektivitasnya, dan (b) Menilai penerapan prinsip
Good Governance dalam pengelolaan BUMDes, termasuk keterbukaan,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Untuk mendukung arah menelitian, beberapa teori diangkat yaitu (a)
Pengelolaan Keuangan. Pengelolaan keuangan BUMDes mengikuti tahapan
kegiatan mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan
oertanggungjawaban, dan (b) Good Governance. Good Governance didefinisikan
sebagai pemerintahan yang mengembangkan dan menetapkan konsep
profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, pelayanan besar, demokrasi, efisiensi,
efektivitas, dan supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Populasi penelitian ini adalah pemangku kepentingan BUMDes Dato Mota
di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka berjumlah 9
orang yang sebagaimana tampak dalam struktur organisasi BUMDes Dato Mota,
Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Sampel penelitian sejumlah 3
orang masing-masing sekretaris desa, bendahara dan pengawas BUMDes Dato
Mota, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Data dikumpulkan dengan
metode wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisisnya, dapat diambil kesimpulan
bahwa BumDes Dato Mota do di Desa Mataulun, Kecamatan Malaka Tengan,
Kabupaten Malaka belum dikeloka dengan baik berdasarkan Prinsip Good
Governance. Di Desa Mataulun Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN DAN REVALUASI ASET TETAP BERWUJUD PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PERUMDA) KABUPATEN BELU” dilakukan dengan tujuan utama untuk memahami secara komprehensif bagaimana metode penyusutan dan revaluasi aset tetap diterapkan pada perusahaan daerah, khususnya PERUMDA Kabupaten Belu, serta untuk menilai implikasi penerapan metode tersebut terhadap laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan perusahaan untuk mengelola aset tetap secara efektif agar nilai aset yang tercatat dapat mencerminkan kondisi dan nilai wajar yang sebenarnya, serta memberikan gambaran yang akurat bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis.
PERUMDA Kabupaten Belu, yang terletak di Kota Atambua, merupakan perusahaan daerah yang memiliki peran vital dalam menyediakan layanan air minum bagi masyarakat. Perusahaan ini mengelola berbagai aset tetap yang nilainya cukup besar, sehingga penghitungan penyusutan dan revaluasi menjadi aspek yang sangat penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Aset tetap berwujud seperti instalasi sumber air, jaringan pipa, mesin, dan bangunan memerlukan perhitungan penyusutan yang akurat untuk mencerminkan nilai buku yang sesuai dengan penurunan nilai ekonomisnya. Kesalahan dalam perhitungan penyusutan dapat menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, sehingga berpotensi memengaruhi keputusan manajerial maupun penilaian dari pihak eksternal.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data aset tetap PERUMDA Kabupaten Belu periode tahun 2022 hingga 2023 dianalisis secara mendetail. Data utama berupa daftar nilai perolehan aset tetap, akumulasi penyusutan, serta data revaluasi yang dilakukan perusahaan selama periode tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai perolehan aset tetap perusahaan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp 102.351.543.529, dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi Rp 102.532.544.349. Peningkatan ini menunjukkan adanya penambahan aset baru maupun revaluasi aset yang sudah ada, sehingga analisis lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap beban penyusutan dan nilai buku aset.
Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan antara metode penyusutan garis lurus dengan metode saldo menurun ganda (double declining balance method). Metode garis lurus adalah metode penyusutan yang menghasilkan beban penyusutan dengan jumlah yang sama pada setiap periode selama umur manfaat aset. Keunggulan metode ini terletak pada kesederhanaan perhitungannya serta kestabilan beban penyusutan yang dihasilkan, sehingga memberikan prediktabilitas yang baik dalam laporan keuangan. Sementara itu, metode saldo menurun ganda menghasilkan beban penyusutan yang lebih tinggi pada periode awal umur aset, kemudian menurun seiring berjalannya waktu. Metode ini mencerminkan kenyataan bahwa banyak aset tetap lebih produktif pada tahun-tahun awal penggunaannya, sehingga tingkat penurunan nilainya juga lebih tinggi di awal.
Perbedaan kedua metode ini memberikan pengaruh signifikan terhadap laba operasi perusahaan. Pada metode garis lurus, laba operasi akan lebih stabil dari tahun ke tahun karena beban penyusutan yang dicatat tidak berubah. Sebaliknya, pada metode saldo menurun ganda, laba operasi pada tahun-tahun awal akan lebih kecil akibat tingginya beban penyusutan, tetapi akan meningkat di tahun-tahun berikutnya seiring menurunnya beban tersebut. Dengan demikian, pemilihan metode penyusutan tidak hanya berdampak pada pencatatan aset, tetapi juga pada interpretasi kinerja keuangan perusahaan dari sudut pandang manajerial maupun investor.
Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya revaluasi aset tetap sebagai upaya untuk mencerminkan nilai wajar aset sesuai kondisi pasar saat ini. Revaluasi dilakukan agar nilai aset pada laporan keuangan tidak terlalu jauh berbeda dengan nilai pasar, terutama untuk aset yang nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu seperti tanah. PERUMDA Kabupaten Belu melakukan revaluasi untuk menyesuaikan nilai asetnya agar laporan keuangan tetap relevan, dapat dipercaya, dan memberikan informasi yang akurat bagi pihak internal maupun eksternal.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode penyusutan dan revaluasi yang tepat dapat membantu perusahaan dalam menampilkan laporan keuangan yang lebih transparan dan sesuai dengan standar akuntansi. Metode garis lurus lebih cocok digunakan ketika perusahaan menginginkan kestabilan beban penyusutan, sedangkan metode saldo menurun ganda lebih tepat untuk aset dengan tingkat produktivitas tinggi pada tahun awal. Dengan mempertimbangkan jenis aset yang dimiliki PERUMDA Kabupaten Belu, kombinasi kedua metode dapat menjadi pilihan strategis agar nilai penyusutan lebih realistis dan mencerminkan pola penggunaan aset.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat pemahaman bahwa pemilihan metode penyusutan yang berbeda dapat memengaruhi laporan keuangan secara signifikan, khususnya laba operasi dan nilai buku aset. Sementara itu, kontribusi praktisnya terletak pada pemberian rekomendasi kepada PERUMDA Kabupaten Belu dalam menentukan metode penyusutan yang paling sesuai untuk tiap jenis aset tetap, serta langkah-langkah dalam melaksanakan revaluasi aset agar nilai wajar tercermin dengan baik.
Dengan hasil temuan ini, diharapkan manajemen perusahaan dapat menerapkan kebijakan akuntansi aset tetap yang lebih efektif, menjaga akurasi data keuangan, dan meningkatkan kualitas pelaporan yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja perusahaan. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan daerah lain dalam melakukan evaluasi atas metode penyusutan dan revaluasi aset tetap, khususnya di sektor pelayanan publik yang memerlukan akuntabilitas tinggi terhadap pengelolaan aset negara/daerah
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas
dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak (studi
kasus kantor pelayanan pajak pratama kupang).Pajak merupakan sumber
utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam
membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pemerintahan.
Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system, yaitu
sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk
menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Dalam praktiknya, sistem ini menuntut tingkat
pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan yang tinggi dari wajib pajak.
Namun, pada kenyataannya masih terdapat berbagai kendala yang
menyebabkan tingkat kepatuhan wajib pajak belum optimal.
Kompleksitas peraturan perpajakan, perubahan regulasi yang dinamis,
serta keterbatasan pemahaman teknis seringkali membuat wajib pajak
mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya secara benar dan
tepat waktu. Kondisi ini mendorong banyak wajib pajak untuk
menggunakan jasa konsultan pajak sebagai pihak profesional yang
membantu dalam perencanaan, pelaporan, dan penyelesaian masalah
perpajakan.Konsultan pajak memiliki peran strategis sebagai penghubung
antara wajib pajak dan otoritas pajak. Dalam menjalankan perannya,
konsultan pajak tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi
juga karakter profesional seperti integritas dan kreativitas. Integritas
konsultan pajak tercermin dari kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan
terhadap peraturan, serta komitmen untuk memberikan layanan sesuai
ketentuan hukum dan kode etik profesi. Konsultan pajak yang
berintegritas tinggi cenderung memberikan saran yang benar, transparan,
1
dan tidak menyesatkan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan wajib
pajak dan mendorong perilaku patuh. Di sisi lain, kreativitas konsultan
pajak berkaitan dengan kemampuan menghasilkan solusi yang inovatif,
efektif, dan sah dalam kerangka peraturan perpajakan. Kreativitas
dibutuhkan dalam menyusun strategi perencanaan pajak, memanfaatkan
fasilitas dan insentif pajak secara legal, serta menyederhanakan
permasalahan perpajakan yang kompleks agar mudah dipahami dan
dilaksanakan oleh wajib pajak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas
konsultan pajak dan kreativitas konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib
pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang. Secara khusus,
penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) pengaruh integritas konsultan
pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (2) pengaruh kreativitas
konsultan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan
ilmu akuntansi perpajakan serta memberikan manfaat praktis bagi
konsultan pajak, wajib pajak, dan otoritas pajak dalam meningkatkan
kepatuhan perpajakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode survei. Data yang digunakan merupakan data primer yang
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden wajib pajak
yang menggunakan jasa konsultan pajak dan terdaftar di wilayah kerja
KPP Pratama Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
kriteria tertentu, yaitu wajib pajak yang telah menggunakan jasa
konsultan pajak minimal dua tahun, sehingga dianggap memiliki
pengalaman yang cukup dalam menilai integritas dan kreativitas
konsultan pajak. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator
empiris masing-masing variabel, yaitu integritas konsultan pajak,
kreativitas konsultan pajak, dan kepatuhan wajib pajak, dengan skala
pengukuran ordinal menggunakan skala Likert lima poin.
2
Variabel integritas konsultan pajak diukur melalui indikator
kejujuran, tanggung jawab, bekerja sepenuh hati, memberikan manfaat,
dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Variabel kreativitas konsultan
pajak diukur melalui indikator kemampuan menyusun strategi
perencanaan pajak yang efisien, kemampuan memanfaatkan ketentuan
perpajakan yang sah, inovasi dalam penggunaan teknologi perpajakan,
penyediaan alternatif solusi yang legal, serta kemampuan menyelesaikan
masalah pajak yang kompleks secara sederhana. Variabel kepatuhan
wajib pajak diukur melalui indikator kepatuhan pendaftaran, kepatuhan
pelaporan SPT, kepatuhan penghitungan pajak terutang, kepatuhan
pembayaran pajak, dan kepatuhan penyelesaian tunggakan.
Data yang terkumpul dianalisis melalui beberapa tahap, yaitu
analisis deskriptif, uji kualitas data, dan analisis regresi linier berganda.
Uji kualitas data dilakukan melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk
memastikan bahwa instrumen penelitian layak digunakan. Uji validitas
dilakukan dengan korelasi product moment antara skor item dan skor
total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha.
Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t parsial untuk
mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap
variabel dependen, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk melihat
besarnya kemampuan model dalam menjelaskan variasi kepatuhan wajib
pajak.
Hasil analisis menunjukkan bahwa integritas konsultan pajak dan
kreativitas konsultan pajak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan
wajib pajak. Konsultan pajak yang menunjukkan integritas tinggi
cenderung membimbing wajib pajak untuk memenuhi kewajiban
perpajakan secara benar, jujur, dan sesuai ketentuan, sehingga
membentuk perilaku patuh dan mengurangi risiko pelanggaran. Integritas
juga membangun kepercayaan antara wajib pajak dan konsultan pajak,
yang pada akhirnya meningkatkan kesediaan wajib pajak untuk
mengikuti saran profesional dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
3
Sementara itu, kreativitas konsultan pajak terbukti membantu wajib pajak
dalam memahami peraturan yang kompleks, menemukan solusi yang
efisien namun tetap legal, serta memanfaatkan peluang perpajakan yang
sah. Hal ini membuat wajib pajak merasa terbantu, lebih yakin, dan lebih
nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Secara parsial, hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel
integritas konsultan pajak memberikan pengaruh terhadap kepatuhan
wajib pajak, dan variabel kreativitas konsultan pajak juga memberikan
pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, kedua
variabel independen mampu menjelaskan variasi kepatuhan wajib pajak
dalam model penelitian dengan tingkat kontribusi tertentu sebagaimana
ditunjukkan oleh nilai ksoefisien determinasi. Temuan ini memperkuat
teori etika profesional dan teori kepercayaan yang menyatakan bahwa
integritas dan kualitas profesional konsultan berperan dalam membentuk
perilaku kepatuhan klien. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung
teori kreativitas dan inovasi yang menekankan pentingnya kemampuan
problem solving dalam meningkatkan kualitas layanan profesional.
Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah memperkuat konsep
bahwa faktor karakter dan kompetensi non-teknis konsultan pajak,
khususnya integritas dan kreativitas, merupakan determinan penting
dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam sistem self
assessment. Implikasi praktisnya, kantor konsultan pajak perlu
meningkatkan standar etika, pengawasan kualitas layanan, serta
pengembangan kreativitas dan inovasi dalam praktik perpajakan. Otoritas
pajak juga dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai masukan untuk
memperkuat pembinaan dan regulasi profesi konsultan pajak. Bagi wajib
pajak, hasil penelitian ini menjadi pertimbangan dalam memilih
konsultan pajak yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga
berintegritas dan kreatif.
Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup wilayah
dan jumlah responden yang terbatas pada wajib pajak pengguna jasa
4
konsultan pajak di KPP Pratama Kupang, sehingga generalisasi hasil
penelitian perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya
disarankan untuk menambah variabel lain seperti kompetensi teknis,
pengalaman konsultan, kualitas pelayanan, dan faktor psikologis wajib
pajak, serta memperluas wilayah penelitian agar diperoleh gambaran
yang lebih komprehensif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan barang milik daerah
pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif
kualitatif yang melibatkan kepala bidang aset I dan bidang penataan ruang Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Penelitian ini berfokus pada pengelolaan barang milik daerah yang ada pada Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik
daerah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan
kebutuhan dan pengangaran, pengadaan, pengunaan, pemanfaatan,
pengamanandan pemeliharaan, penilaian, pemidahtanganan, penghapusan,
pemusnahan, penatausahaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian.
Selain itu, pengelolaan yang dilakukan oleh subbagian Umum dan Kepegawaian
yang berada dibawah naungan Sekretariat Dinas sebagai pembantu pengelola telah
sesuai dengan prosedur siklus pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam
Permendagri No.19 Tahun 2016 tentang pengelolaan barang milik daerah, akan
tetapi belum semua terlaksana dengan maksimal seperti adanya keterlambatan
penyampaian laporan pada tingkat pengguna barang, pemanfaatan barang milik
daerah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan yang hanya sebatas pada pemanfaatan sewa pengamanan yang dilakukan
oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Timor Tengah
Selatan tidak melakukan pengamanan hukum
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengukusan dalam
menghasilkan mochi dengan karakteristik organoleptik dan fisik yang disukai.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3
ulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Bahan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah tepung ketan, tepung maizena, gula halus, kacang kenari, dan susu full
cream. Variable yang diamati adalah uji organoleptik (warna, rasa, dan tekstur).
Hasil peneltian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan A
( 15 menit) dengan nilai warna sebesar 4,667 (sangat suka), rasa dengan nilai
sebesar 4,772 (sangat suka) dan Tekstur dengan nilai sebesar 4,611 (sangat suka).
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Self
Assessment System terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Kecamatan Amarasi Barat. Self Assessment System
merupakan sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan penuh kepada
wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM di wilayah ini masih
menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan literasi pajak, akses informasi, dan
sarana pelaporan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
survei. Sampel penelitian berjumlah 75 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan uji F
dengan bantuan program SPSS versi 27xiii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Self Assessment System
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di
Kecamatan Amarasi Barat. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji validitas menunjukan
seluruh item pernyataan memiliki nilai r hitung > r tabel sebesar 0,227 sehingga
seluruh butir dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai cronbach’s alpha
sebesar 0,868 yang berarti instrumen reliabel. , hasil uji t sebesar nilai t hitung
(10,803) > t tabel (1,803) dengan sig. 0,000 < 0,05 yang menandakan bahwa
variabel penerapan self assessment system berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak. Artinya, semakin baik penerapan Self Assessment
System, maka semakin tinggi pula kepatuhan wajib pajak, baik secara formal
maupun material.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas Self Assessment System
sangat dipengaruhi oleh edukasi perpajakan, kemudahan akses sistem, serta
hubungan kepercayaan antara fiskus dan wajib pajak. Hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merumuskan strategi
peningkatan kepatuhan pajak UMKM.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi Efisiensi Penyaluran Irigasi pada Saluran Sekunder desa Kletek
kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka
Seran C.C*) Lano L.M**) Makaborang . M**)
Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Kletek terdapat banyak saluran yang retak,
yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan
alih fungsi lahan. Penelitian berjudul Studi efisiensi penyaluran irigasi pada
saluran sekunder di desa Kletek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi
penyaluran air irigasi disaluran sekunder Kletek. Metode penelitian ini dilakukan
dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data skema irigasi serta data primer
mengukur debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian
menunjukan tingkat efisiensi yang diperoleh 60%. Hal ini disebabkan karna
kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu
saluran sehinga laju aliran semakin lambat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected].
Latar Belakang: Penjasorkes adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial peserta didik melalui
aktivitas fisik dan olahraga, dengan penekanan pada pentingnya kesehatan.
Suharno (2017): Penjasorkes merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan
untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kemampuan motorik, serta pengetahuan
dan sikap positif terhadap olahraga dan kesehatan.
Tujuan Penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari
penelitian ini sebagai berikut: Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa
Di SMA Kristen Kesetnana Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan deskriptif verifikatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini suatu
teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data
berupah data primer ataupun data sekunder
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di SMA Kristen Kesetnana, Tahun
pelajaran 2024/2025. Kegiatan pembelajaran di selenggarakan meliputi tahap
perencanaan, observasi dan refleksi, dimana pada pembelajaran masing-masing
dilakukan 2 kali pertemuan hasil penelitian ini meningkatkan pembelajaran
kesegaran jasmani, yang di evaluasi melalui hasil belajar kesegaran jasmani yang
dilaksanakan di setiap akhir semester
Simpulan : Berdasdarkan hasil penelitian dan pendekatan untuk meningkatkan
teknik dasar lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak pada siswa kelas
XI SMA Kristen Kesetnana, siswa lebih memahami materi yang dapat di
sampaikan karena gerak lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak
menjadikan siswa lebih aktif dan bergairah dalam proses pembelejaran.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PEMAHAMAN GENERASI MUDA TENTANG NILAI-NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SABU DI DESA MOLIE KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA Mehi O)** pellu L.H)** Metboki M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Sabu di Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Rumah adat Sabu merupakan warisan budaya yang memiliki makna sosial, religius, dan filosofis yang tinggi, namun di tengah perkembangan zaman nilai-nilai tersebut mulai mengalami pergeseran dan kurang dipahami oleh generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri atas tokoh adat, aparat pemerintah desa, orang tua, dan generasi muda. data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya dalam rumah adat Sabu masih tergolong rendah. Sebagian besar responden mengetahui bentuk fisik rumah adat, namun belum memahami makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti nilai gotong royong, religiusitas, keharmonisan dengan alam, serta penghormatan kepada leluhur. faktor penyebabnya antara lain kurangnya peran keluarga dan tokoh adat dalam pewarisan budaya, serta minimnya pembelajaran budaya lokal di sekolah.Meskipun demikian, sikap generasi muda terhadap pelestarian budaya tergolong positif. mereka menyadari pentingnya melestarikan rumah adat sebagai identitas budaya daerah dan bersedia berpartisipasi dalam kegiatan budaya jika diberikan dukungan. oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan budaya lokal dan mendorong. keterlibatan generasi muda dalam pelestarian rumah adat. .
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Irwanda, Rosida, dan Margartha (2022) Kinerja karyawan di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti kerjasama tim, lingkungan kerja dan komunikasi. Suatu perusahaan akan mencapai kemajuan dalam mencapai tujuannya jika ia meningkatkan kinerja karyawannya. Karena keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan dan kelangsungan eksistensinya bergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya, maka berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja karyawan menjadi hal yang paling penting.Menurut Pace dan Faules (2010) Komunikasi kerja merupakan proses pertukaran informasi, ide, atau pesan antar individu dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk membangun pemahaman bersama, mendukung pelaksanaan tugas, serta mencapai tujuan organisasi secara efektif.Menurut Gibson, Ivancevich, dan Donnelly(2012), lingkungan kerja adalah seluruh kondisi eksternal dan internal yang memengaruhi kepuasan kerja, produktivitas, dan motivasi karyawan.Eva dan Boge (2017) menyatakan bahwa Kerjasama Tim merupakan kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam satu organisasi.
Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini akan membahas pengaruh komunikasi kerja, lingkungan kerja, dan kerja sama tim terhadap peningkatan kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses (PTTA) Kota Kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 58 karyawan. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara komunikasi kerja, lingkungan kerja, dan kerja sama tim terhadap peningkatan kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R²). Dari hasil penelitian yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsialKomunikasi Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y), Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y), dan Kerja sama tim (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Sedangkan secara simultan atau secara bersama-sama Komunikasi Kerja (X1) Lingkungan Kerja (X2) dan Kerjasama Tim (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Telkom Akses (PTTA) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Komunikasi kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), dan Kerjasama Tim (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 10,154 sedangkan koefisien b1 = 0,392, b2 = 0,245. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Komunikasi Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), Kerjasama Tim (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 10,154 +0,392 X1+ 0,245 X2+0,140 X3+e
Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu Komunikasi Kerja (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Komunikasi kerja (X1) ditemukan Nilai T hitung 4,697 > T tabel 1,674 dengan tingkat sig.t 0,000. Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka H0 (b1≠ 0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Komunikasi Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kimerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Lingkungan Kerja (X2) ditemukan Nilai T hitung 3,442 > T tabel 1,674 dengan tingkat signifikan t = 0,001 Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka H0 (b1≠ 0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Lingkungan Kerja (X2) berpegaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Kerjasama Tim (X3) ditemukan nilai T hitung 3,446 > T tabel 1,674 dengan tingkat signifikan t= 0,001 Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka H0 (b1≠ 0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Kerjasama Tim (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,606 atau 60,6%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh Komunikasi Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), Kerjasama Tim (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah 60,6% . Sedangkan pengaruh sebesar 39,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diketahui dalam penelitian ini.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sumber daya manusia merupakan aset utama yang sangat berperan dalam menentukan keberliasilan dan keberlangsungan strata organisasi. Organisasi tidak akan mampu berjalan dengan efektif tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki motivast yang tinggi, serta kepuasan dalam menjalankan tugasnya. Dalam konteks lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, kinerja pegawai menjadi salah satu faktor yang sangat penting karena keberhasilan organisasi dalam memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas dan semangat kerja para pegawainya. Motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang membuat seseorang mau dan rela mengerahkan kemampuan, waktu, dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan semangat kerja yang kuat, disiplin, serta tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Menurut Mangkuprawira (2017), motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja seseorang melalui dorongan untuk mencapai prestasi tertentu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun organisasi. Di sisi lain, kepuasan kerja memiliki pengaruh yang tidak kalah penting terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja menggambarkan sejauh mana seseorang merasa senang dan puas terhadap pekerjaannya, baik dari segi gaji, hubungan dengan rekan kerja, lingkungan kerja, maupun peluang pengembangan karier. Robbins (2015) menjelaskan bahwa kepuasan kerja yang tinggi akan menghasilkan perilaku kerja
positif seperti loyalitas, disiplin, dan komitnien yang kuat terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai RRI Kupang yang berjumlah 79 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian (sampel jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki pegawai RRI Kupang, maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Demikian pula dengan variabel kepuasan kerja (X2), yang juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan cenderung bekerja lebih baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan tugasnya. Secara simultan, kedua variabel independen yaitu motivasi kerja (X1) dan kepuasan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, dan sistem penghargaan. Berdasarkan basil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja dan kepuasan kerja yang dimiliki pegawai, maka semakin baik pula kinerja yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Olen karena itu, pihak manajemen RRI Kupang disarankan untuk terus meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pegawai melalui pemberian penghargaan yang adil, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif memperhatikan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kesempatan pengembangan karier yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan kualitas pelayanan dan kinerja lembaga dapat meningkat secara berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan ilmu manajemen number daya manusia, khususnya terkait hubungan antara motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai di instansi pemerintahan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga-lembaga publik lainnya untuk mengembangkan strategi peningkatan kinerja pegawai yang lebih efektif dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi, penerapan sistem pencatatan akuntansi, dan kesiapan pelaku UMKM terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kelurahan Oeba. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan keuangan serta kurangnya kesiapan dalam menerapkan standar akuntansi yang sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kelurahan Oeba yang berjumlah 64 pelaku usaha, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 29.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Kotler dan Keller (2012:325) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Jadi hanya perusahaan dengan kualitas produk paling baik yang akan tumbuh dengan pesat dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yang lain.
Selain unsur produk, Harga Menurut Tjiptono (2014) merupakan satu- satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, tempat, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Dan harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama halnya dengan variabel produk, harga dan promosi juga mempunyai fungsi yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen dan hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan.
Menurut Suryadi (2011:8) promosi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan, memberi pengetahuan dan meyakinkan orang tentang suatu produk agar ia mengakui kehebatan produk tersebut, membeli dan memakai produk tersebut, juga mengikat pikiran dan perasaannya dalam suatu wujud loyalitas terhadap produk. Setelah melihat sisi produk, harga, dan promosi, konsumen juga memperhatikan tempat atau distribusi produk tersebut. Menurut Tjiptono (2014:295) tempat/saluran distribusi merupakan serangkaian partisipan organisasional yang melakukan semua fungsi yang dibutuhkan untuk menyampaikan produk/jasa dari penjual ke pembeli akhir. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan.
Berdasarkan hal ini, perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan konsumen sebagai salah satu faktor terpenting dalam pasar, karena dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen perusahaan dapat memenangkan persaingan pasar. Jika faktor tersebut telah dipertimbangkan oleh perusahaan, maka dapat memberikan manfaat bagi perusahaan salah satunya konsumen akan membuat keputusan pembelian produk.
Salah satu dari faktor tersebut biasanya ada yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Karena sesungguhnya masing- masing konsumen tentu memiliki motif yang berbeda dalam melakukan pembelian sepeda motor. Menurut Kotler dan Amstrong (2014) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh bauran pemasaran terhadap peningkatan penjualan sepeda motor honda pada mutiara timor star di masyarakat kota kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara bauran pemasarn terhadap peningkatan penjualan, peneliti mengunakan Uji analisis regresi linear berganda, Uji persial (Uji T), Uji simultan (Uji F) dan koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian iniyang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). Sedangkan secara simultan atau sacara bersana-sama produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) memiliki pengaruh singifikan terhadap peningkatan penjualan. Hal ini dibuktian dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peningkatan penjualan (Y) dengan nilai konstanta sebesar 9.599 sedangkan koefisien b1 = 0,277, b2 = 0,187, b3 = 0,100, b4 = 0,111. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peingkatan penjualan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 9,588 + 0,277X₁ + 0,187X₂ – 0,100X₃ + 0,111X4
Selain itu hasil uji hipotesi pertama yaitu produk (X1) berpengaruh terhadap peningkatan penjualan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel produk (X1) diperoleh T hitung sebesar 7,966 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima yaitu variabel produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). hasil pengujian yang kedua yaitu harga (X2) peningkatan penjualan (Y). Ditemukan bahwa untuk variabel harga (X2) diperoleh T hitung sebesar 5,127 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima.Dengan demikian, Harga berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang ketiga yaitu promosi (X3) terhadap peningkatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar -3,091 < -1,985 dan Sig. 0,003 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Namun karena nilai koefisien regresi bernilai negatif, maka dapat disimpulkan bahwa Promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang keempat tempat (X4) terhadap peningatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar 2,599 > 1,985 dan Sig. 0,011 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Ini berarti Tempat/Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,770. Hal ini berarti bahwa variabel Produk (X₁), Harga (X₂), Promosi (X₃), dan Tempat/Distribusi (X₄) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 77,0% terhadap variasi Peningkatan Penjualan (Y), sedangkan sisanya sebesar 23,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PT. MARTINA BERTO TBK TAHUN 2013-2014 DAN 2021-2024
Pembimbing I : Dr. Christian D. Manu, SE., M.Sc.,Ak
Pembimbing II : Herny C. Fanggidae, SE., M.Ak
Nama : FRANSISKUS CHARLES ASY
Nim : 21190201
Fakultas : Ekonomi
Program studi : Akuntansi
Tahun Penulisan : 2025
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Martina Berto Tbk antara periode tahun 2013-2016 dan 2021-2024. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien. Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Martina Berto Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel berupa laporan keuangan pada dua periode, yaitu 2013-2016 dan 2021-2024, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, Karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio likuiditas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (2) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio solvabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio solvabilitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (3) Tidak terdapat perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio aktivitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio aktivitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 dan periode 2021-2024 tidak baik. (4) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio profitabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas menunjukan bahwa periode 2021-2024 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2013-2016.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT Hoar, M,A.)* Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** Penelitian etnobotani tumbuhan obat di Desa Maktihan, Kecamatan malaka Barat, Kabupaten Malaka bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang di manfaatkan oleh masyarakat Desa Maktihan, Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, cara pengolahan tumbuhan, serta manfaat dari tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakana adalah motode penelitian deskripsi kualitatis dengan teknik porpusive sampling. Tahapan dalama penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan 8 responden informan kunci, dokumentasi tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara, identifikasi tumbuhan obat dan analisis data.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Maktihan terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Persentase organ tumbuhan yang digunakan adalah daun(11%), akar (1%), kulit(5%), Persentase cara pengolah tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional yaitu direbus (11%), dihaluskan(5%), di konsumsi secara langsung (7%). Manfaat tumbuhan obat di desa maktihan adalah untuk menyembuhkan penyakit seperti sistem pencernaan, mual, muntah, kembung, diare, sembelit, dan ganguan lambung. Kata Kunci:. Etnobotani, Tumbuhan Obat, pengolahan Tumbuhan Obat, pemanfaatan, Desa Maktihan Keterangan: *) Mahasiwa **) Dosen Pembimbing ABSTRACT Ethnobotany of medicinal plants used by the community in Maktihan Village, West Malaka District Hoar, M,A.) Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** This research is about the ethnobotany of medicinal plants in Maktihan Village, West Malaka Subdistrict, Malaka Regency. It aims to identify the types of plants utilized by the people of Maktihan Village, which plant organs are used as traditional medicine ingredients, and the benefits of these medicinal plants. This type of research is descriptive research using a purposive sampling technique. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data from the research results were then analyzed using qualitative descriptive analysis in accordance with the research objectives, which will be presented in the form of tables, photos, or images. The results showed that there are 20 types of plants used by the community in Maktihan Village as traditional medicine ingredients. The plant organs used are leaves, roots, and bark. The ways to process these plants for traditional medicine are boiling, grinding, and eating them directly. The people of Maktihan Village more often use herbal preparations by boiling them and then drinking the infusion. The most commonly used part by the Keywords : Ethnobotany of medicinal plants processing and utilization of medicinal plants in Maktihan Village *) Researcher
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM PERDAGANGAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS DI KELURAHAN FONTEIN KOTA KUPANG Bank Indonesia melalui QRIS telah mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesia Standard) mulai per 1 Januari 2020. Di mana penggunaan QRIS untuk memberikan keamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, dikarenakan QRIS memudahkan regulator untuk mengawasi dari satu pintu, dapat digunakan untuk lintas platform dan aplikasi pembayaran. QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking. QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang menggunakan standar internasional. Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan sistem QR wajib mengadopsi QRIS. Hal ini diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur/PADG No. 21/18/2019 tentang Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran. Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Davis, Baggozzi, dan Warshaw mengenai Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dapat digunakan sebagai faktor pertimbangan dalam memutuskan untuk menggunakan atau tidaknya suatu teknologi. Persepsi kemudahan penggunaan digunakan untuk mengukur besaran usaha yang diperlukan dalam menggunakan suatu sistem teknologi. Hal tersebut didukung oleh penelitian Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi (2023), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan QRIS. Persepsi keamanan didefinisikan sebagai bentuk kepercayaan konsumen bahwa informasi pribadi yang diberikan hanya dapat diakses oleh mereka sendiri, dan tidak dapat diakses, bahkan dimanipulasi oleh pihak manapun (Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi, 2023). Adanya system keamanan pada suatu teknologi harus dapat mencegah, melindungi, dan menghindarkan dari risiko kejahatan. Faktor keamanan ini menjadi salah satu hal penting bagi seseorang saat akan menentukan sebuah keputusan yang menyangkut hal-hal pribadi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Astriyanita dan Rahmawan (2022), yang menyatakan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan e-wallet. Literasi digital merupakan dasar penting untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menyajikan, mengkomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital (Rizkinaswara, 2020). Penelitian Nurdien dan Galuh (2023), yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi digital terhadap preferensi menggunakan QRIS Mobile. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman yang baik akan literasi digital dapat berdampak pada peningkatan penggunaan cashless. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang Analisis Pengaruh Persepsi dan Literasi Digital Pelaku UMKM Perdagangan Terhadap Penggunaan QRIS di Kelurahan Fontein Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif, dengan sampel sebanyak 55 pedagang dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara Persepsi Dan Literasi Digital Terhadap Penggunaan QRIS, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial persepsi (X1) berpengaruh berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y) dan literasi digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y). Sedangkan secara simultan persepsi (X1) dan literasi digital (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS pelaku UMKM Perdagangan di Kelurahan Fontein. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta sebesar -0,850 poin sedangan koefisien b1 = 0,835; b2 = 0,188. Dengan demikin persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh persepsi (X1) dan literasi digital (X2) terhadap penggunaan QRIS (Y) adalah sebagai berikut : Y = -0,850+ 0,835X1 + 0,188X2. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu persepsi (X1) berpengaruh terhadap penggunaan QRIS (Y). Diketahui bahwa untuk variabel persepsi (X1) ditemukan nilai thitung (13,662) > ttabel (2,006) dan Sig (0,000) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial persepsi berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS. Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu literasi digital (X2) ditemukan nilai thitung (3,195) > ttabel (2,006) dan Sig (0,002) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial literasi digital berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS. Untuk pengujian F, hasil analisis diperoleh nilai Fhitung sebesar 2330,475 > Ftabel 3,16 dan pada signifikansi 0,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, secara simultan Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Penggunaan QRIS (Y) pada Kelurahan Fontein. Dan hasil hitung koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,989 atau 98,9%. Hal ini berarti bahwa variabel Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) mampu menjelaskan 98,9% Penggunaan QRIS (Y) di Kelurahan Fontein. Sedangkan sisanya sebesar 1,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.