· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The title of this writing is “A Descriptive Study Of Language Style of a song Album “Only Human” “by Calum Scott”. The research is conducted to answer two questions: 1. what are the language styles used in song album “only human” By Calum Scott? 2. What are the functions language styles used in song album“Only Human”by Calum Scott? The writing focuses on the using of language style and the functions in Calum Scott song lyrics. The subjects of this study were all lyrics, phrases and sentences of the song lyrics in Only Human “album” . The aims of this research are to describe the type of language style and research problem is followed by aims function in the song lyric. The writer uses qualitative method, in which the data are sentences in the lyrics of language astyle. That contain of language style in the lyrics. The data are analyzed applying the theory stylistic. The writer found 10 types of language style consist of 4 aliteration, 4 asonance, 4 asindenton, 4 ellipsis , 4 hyperbole, 4 histeronproteron, 4 personification, 4 simile, and 4 polysindenton. Furthermore, for the second research problem, writer found 4 types of language style’s function consist 4 expressive function , 4 referrals function , 4 poetic function , and 4 metalinguistics function . Mainte, the use of this language style aims to produce beautiful songs.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar pengetahuan Pendidikan Agama Kristen di Kelas 8 SMP Negeri Satu Atap Oenam, Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian group desain. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Oenam. Yang terdiri dari kelas VIIIA 29 dan kelas VIII B 25 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes objektif berupa pilihan ganda yang butir soalnya berjumlah 20 dan teknik analisis data yang digunakan Uji-t. Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata 91,24 pada kelas eksperimen, 62,32 pada kelas kontrol. Uji hipotesis menunjukan bahwa thitung adalah 3,27 dikonsultasikan pada taraf 0,05 N-1= 52-1=51, maka harga ttabel1,59 ini berarti nilai thitung> nilaittabel. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti ada pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen di Kelas 8 SMP Negeri Satu Atap Oenam, Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Disimpulkan bahwa ada pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar pengetahuan pendidikan agama kristen di kelas 8 SMP Negeri Satu Atap Oenam. Hal ini dapat dilihat darihasil analisis data menunjukan bahwa nilai rata-rata 91,24 pada kelas eksperimen, 62,32 pada kelas kontrol. Uji hipotesis menunjukan bahwa thitung adalah 3,27 dikonsultasikan pada taraf 0,05 N-1= 52-1=51, maka harga ttabel1,59 ini berarti nilai thitung> nilaittabel. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Saran: Sebaiknya guru menggunakan metode resitasi sebagai salah satu alternatif metodepembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This study discusses the strategies applied by English teachers. The author conducted this research with the title A study on the strategies applied by English teachers in teaching vocabulary at SMP Lanud El tari Kupang in academic year 2021/2022 to achieve the objectives of the research, the purpose of this study is to help students’ in learning, especially in learning vocabulary data were collected through observations and interviews at SMP Lanud El tari Kupang, the data collected the analysis using descriptive qualitative research reveals that the strategies, applied by the teacher are very helpful for students’ in the learning process.
The strategy used is memorization, synonym/antonym, translating, fill in the blank, explanation, and realia. There are several additional strategies used by the teacher, namely: Students describe objects, students who succeed in describing and guessing the object correctly and given a gift a prize. Using simple and concise explanations, no need to be complicated so that students can easily understand. Students come forward to give the names of these objects and mention them one by one, the students who writes the most and correctly names the objects is the winner. Teachers does not use other difficult word. And provides oral written and explanation.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hengki Rawa Mandapu (16382696) Studi Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya dengan Metode yang Berbeda di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R.L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari alga laut merah jenis Kappaphycus dan Eucheuma. Karaginan dipakai sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan ataupun minuman, farmasi dan kosmetik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karaginan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda di perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dengan empat ulangan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel meliputi variabel bebas, variabel terkontrol dan variabel terikat. Varietas Kappaphycus alvarezii yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas tambalang hasil kultur jaringan (Kuljar) dari Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas Cottonii asal Pasir Panjang. Hasil penelitian menunjukan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode long line berkisar antara 17,9-32,2%. Nilai kandungan karaginan tertinggi pada metode long line terdapat pada varietas sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 32,2%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 17,9%. Sedangkan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode lepas dasar berkisar antara 26,7-51,8%. Nilai kandungan karaginan tertinggi terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 51,8%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 26,7%.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Tujuan penelitian: Tujuan dalam penelitian ini yakni; Untuk mengetahui penerapan sekolah ramah anak dalam pembelajaran penjasorkes di SD Gmit Nomor 7 Oebufu.
Metode penelitian: Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Lingkungan sekolah adalah lingkungan dimana anak berada dalam situasi belajar,dan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang kepribadian anak. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Oleh sebabnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para siswa untuk melakukan aktifitas pendidikan. Dan anak bebas berkreasi dalam belajar dengan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan kasih sayang dan ramah anak. Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak di sekolah. Hak-hak anak tersebut meliputi hak anak dalam memperoleh pendidikan, hak anak dalam memperoleh kenyamanan, keamanan, maupun kebebasan berekspresi.
Simpulan: Program sekolah ramah anak di SD Gmit No 7 Oebufu sudah memenuhi kepentingan dan kebutuhan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelolah dan penyelenggara pendidikan. Upaya yang diterapkan dalam pembelajaran penjasorkes mengenai program SRA meliputi: Penerpan perilaku hidup bersih dan sehat, aman, ramah, indah, serta nyaman serta laksanakan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bentuk pengembangan minat dan bakat siswa. Dalam hal ini khususnya pada mata pelajaran penjasoreks guru membentuk minat siswa pada salah satu olahraga yang disukai
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran discovery learning adalah cara yang digunakan oleh para siswa untuk memahami konsep atau pengertian serta hubungannya melalui proses intutif dengan cara melakukan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan serta inferi sehingga pada akhirnya akan sampai dalam sebuah kesimpulan. Rumusan masalah adalah Bagaimana Efektifitas Model pembelajaran Discovery Learning yang diterapkan oleh guru untuk anak disabilitas pada SLB Negeri Pembina Kupang tingkat SMA LB kelas XI Tuna rungu (B) tahun ajaran 2021/2022? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ke-efektifan model pembelajaran discovery learning yang diterapkan oleh guru untuk siswa tuna rungu di SLB Negeri Pembina Kupang tingkat SMA
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan 2 responden yaitu guru dan siswa. Model Pembelajaran Discovery Learning terdiri dari 6 point penting yaitu pertama Stimulation, kedua Problem Statement, ketiga Data Collection, keempat Data Processing, kelima verification, dan keenam Generalization.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu Guru di SLB Negeri Pembina Kupang dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning untuk pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kepada siswa tuna rungu sudah efektif tetapi tidak semua materi yang diajarkan oleh guru dapat menggunakan model pembelajaran Discovey Learning karena harus disesuaikan dengan materi yang ada sebab anak tuna rungu mempunyai keterbatasan dalam pendengaran, daya tangkap, dan mengkomunikasikan apa yang sedang mereka pelajari.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research discusses interference. The writer discussed first language interference in speaking English to students of grade A of SMP N 7 Sabu Barat. It is one of bilingualism aspects that occur when someone is learning his/her English. In this case, the interference of mother Tongue into English. It is chosen because students sometimes use their mother tongue that often contains error when they are speaking English. The purpose of the study is to find out types of interference and factors cause interference. The writer focused on speaking English of reading story in the classroom. The writer used descriptive qualitative method. Data were collected from observation and audio recording. The writer selected some sentences included interference by using Weinreich theory and analysed them. As a result of the research, the writer found that most of the students do interference in words pronunciation that they didn’t know how to mention correct vocabulary in English, then in grammatical patterns from which students tend to use their mother tongue grammatical patterns and the vocabulary used they applied their mother tongue when the students do not get appropriate word to express their mind
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENELUSURAN NILAI SOSIOLOGI OLAHRAGA DALAM BUDAYA LE’ON TENADAN DI DESA PAINAPANG KABUPATEN FLORES TIMUR
Yohanes W. P. Ita1*, Andreas J. F. Lumba2, Ramona M. Mae3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Le’o tenada merupakan salah satu budaya masyarakat Desa Painapang yang dilakukan setelah pembuatan dan perehapan rumah adat atau koko bale. Tradisi ini biasanya dilakukan setahun sekali.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sosiologi olahraga dalam budaya le’o tenada di Desa Painapang.
Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara bersama orangtua adat dan tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Painapang dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian le’o tenada merupakan seni memanah tradisional masyarakat Painapang yang mempunyai makna sebagai menguji kebenaran dan bentuk ucapan sukur kepada Tuhan. Di dalam le’o tenada pasti ada hubungannya dengan sosiologi, olahraga dan budaya. Dan didalam tiga aspek tersebut terdapat nilai-nilainya tersendiri yaitu nilai sosiologi meliputi nilai interaksi sosioal seperti nilai kerjasama, gotong royong, kekompakan, saling menolong, saling mengharggai. Nilai olahraga meliputi aktivitas gerak buaya le’o tenada adalah melakukan gerak memanah. Memanah membutuhkan kesabaran, percaya diri. Kemudian nilai budaya seperti kebiasaan atau adat istiadat, selanjutnya nilai kebenaran dalam makna le’o tenada.
Simpulan: Nilai-nilai sosiologi olahraga yang ada didalam budaya le’o tenada di Desa Painapang meliputi nilai kerjasama, gotong royong, kekompakan, saling menolong, saling menghargai, kesabaran, percaya diri, dan kebenaran.
Katakunci: Nilai sosiologi olahraga, Budaya Le'o Tenada;
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research entitled “A Morphosyntax Analysis of The Pronouns in Alurung Language”. The research problems of this study are: 1). What are the types of the pronouns in Alurung language? 2) How are the pronouns in alurung language used in sentence?. The aims are 1) To describe the types of the pronouns in Alurung language. 2) To describe how the pronouns in Alurung language used in sentence. This research concerned on morphosintax analysis of pronouns in Alurung Language, the used of pronouns in sentence. The data was collected from audio recording that take place in Kokar village, Adang sub-district, Northwest Alor. The method used is descriptive qualitative. There were ten informants that the writer record as the subject of this study. The techniques of data analysis used in this study are transcribing the recording, identifying and classifying the types of pronouns and describing the use of the pronouns in sentence. The result of this study shows that there are 4 types of pronouns found in Alurung language. First, there are 6 personal pronouns such as go, no, mo, fe, kame, ite. Second, there are 4 demonstrative pronouns such as ha, kia, kalli, falli. Third, there are 5 indefinite pronouns such as pirasae, maffa, punamu, apatou, fonokong. Fourth, there are 4 interrogative pronouns such as namongga, erpira, parnang, fiaru, pai. The pronouns have been described by using the 4 types of pronouns.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perbedaan Prestasi Belajar Mahasiswa Aktivis dan Mahasiswa Non-Aktivis pada Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Tahun 2022 Manhitu. E. Y*) Tnunay. P**) Metboki. M**) Perbedaan prestasi belajar mahasiswa aktivis dan mahasiswa non-aktivis pada Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana. Rumusan permasalahan penelitian adalah apakah ada Perbedaan Prestasi Belajar Mahasiswa Aktivis dan Mahasiswa Non-Aktivis pada Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana?, maka tujuan yang akan dicapai, yaitu untuk mengetahui Perbedaan Prestasi Belajar Mahasiswa Aktivis dan Mahasiswa Non-Aktivis pada Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain Ex Post Facto, yaitu metode penelitian merujuk pada perlakuan di mana variabel x telah terjadi sebelumnya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi berupa Kartu Hasil Studi mahasiswa Ilmu Pendidikan Teologi. Dalam penelitian ini mempunyai dua pokok permasalahan yang kemudian mengerucut dan menjadi variabel X dan Y. Variabel X adalah mahasiswa aktivis dan mahasiswa non-aktivis. Sedangkan variabel Y adalah prestasi belajar mahasiswa. Hipotesis yang diambil adalah terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa aktivis dan non aktivis, dimana mahasiswa aktivis memiliki rata – rata IPK lebih tinggi dibanding mahasiswa non aktivis. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata IPK mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sebesar 3,33, IPK minimum 3,00 dan IPK maksimum 3,78. Sedangkan rata-rata IPK mahasiswa yang tidak aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sebesar 3,25 IPK minimum 2,75 dan IPK maksimum 3,68. Dengan perbedaan signifikansi (α) = 0,05. Sampel yang diambil 20 orang Mahasiswa aktivis dan 20 orang Mahasiswa non-aktivis ttabel= 1,68. Ha ditolak apabila ( thitung ≤ ttabel ). Ha diterima apabila (thitung > ttabel). Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung= 7,27 > 1,68. Maka Ha diterima jadi terdapat perbedaaan IPK mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dengan IPK mahasiswa yang tidak aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Hal tersebut mempunyai kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang siginifikan antara prestasi belajar mahasiswa aktivis dan non aktivis. Mahasiswa aktivis, mempunyai nilai positif yaitu dengan berbagai pengalaman di luar kelas yang diperoleh dari kegiatan organisasi yang diikuti. Selain itu, dapat manajemen waktu adalah salah satu manfaat yang diperoleh dari berorganisasi. Kata Kunci: Mahasiswa Aktivis, Mahasiswa Non-Aktivis dan Prestasi Belajar Mahasiswa *)Penulis **)Pembimbing
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
STUDI TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA KELAS VIII DI SMP SWASTA SWADAYA TARUS TAHUN 2021/2022
______________________________________________________
Loudoe A. * Pellu L.** Manu L. ***
Siswa merupakan individu yang berkarakteristik unik serta bersifat dinamis terhadap proses perkembangan. Individu siswa dikatakan unik karena setiap individu memiliki potensi, kecakapan, motivasi, minat, bakat, kebiasaan, persepsi serta karakteristik fisik yang berbeda. Keragaman tersebut yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya.
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Studi Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Pada Kelas VIII Di Smp Swasta Swadaya Tarus. Objek dalam penilitian ini adalah Guru dan siswa. Subjek penilitian ini adalah 12 orang. Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah wawancara dan Kuesioner. data yang dikumpulkan disajikan dan dianalisa secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif kemudian ditarik kesimpulannya. Dari pengelolaan data dan analisis peniliti menghasilkan satu kesimpulan yang dapat digambarkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sangat baik dengan memberikan Motivasi, apresiasi, komunikasi, tanggungjawab, kepercayaan diri, begitu juga dengan siswa yaitu, keberanian, aktif, bersaing, sopan, jujur, bertanggungjawab, konsisten, mengendalikan diri, sikap empati, sopan saling mengasihi dan menghormati.
Adapun yang menjadi saran dalam penilitian ini adalah Kepada kepala sekolah agar membina serta memberi teladan tentang disiplin dalam melaksanakan tugas sehingga dapat memotivasi kerja para guru. Kepada Guru Bagi guru yang sudah memiliki kompetensi, agar dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan sedangkan yang belum berpotensi supaya berusaha lebih baik lagi. Bagi siswa Harus lebih rajin lagi dalam mengembangkan diri dengan rajin belajar dan tekun dalam tanggungjawab, disiplin dan selalu meningkatkan rasa percaya diri. Diharapkan penelitian yang akan datang, agar menggunakan sampel yang digunakan lebih banyak dengan penambahan beberapa variable diluar variable penelitian penulis sehingga hasil analisis dari penelitian yang didapatkan akan lebih akurat.
Kata Kunci : * Upaya Guru * dan * Rasa Percaya diri Siswa **
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PANDANGAN PEMUDA KRISTEN GMIT SAMARIA NOELBAKI TENTANG PASANGAN KUMPUL KEBO PADA JEMAAT GMIT SAMARIA NOELBAKI KLASIS KUPANG TENGAH Rohi M. (*) Manu L. (**) Manggoa. A. M (**) Pernikahan merupakan ikatan permanen antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang disahkan secara agama, adat dan pemerintah. Namun ada juga pasangan yang hidup bersama sebagai suami istri tanpa melakukan proses agama, adat dan pemerintah yaitu kumpul kebo. Bahkan juga ada yang melakukan seks diluar nikah dan saling meninggalkan. Melakukan hubungan seks sebelum sah menjadi suami istri merupakan penyerahan tubuh dan jiwa seseorang kepada orang lain, melepaskan pemuasan nafsu kelamin berarti ia merusak hidupnya. Karena itu, pemuda sebagai tulang punggung dan generasi penerus gereja dan bangsa harus terhindar dari perilaku menyimpang tersebut agar dapat mencerminkan sikap dan perilaku yang patut dicontoh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan pemuda tentang pasangan kumpul kebo dan untuk mengetahui tindakan pemuda agar terhindar dari kumpul kebo di jemaat GMIT Samaria Noelbaki. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan cinta yang benar adalah perasaan yang tulus dari dalam hati yang menerima kekurangan pasangan dan tidak menginginkan tubuh serta sesuatu yang mendatangkan kesenangan sesaat. Pemuda juga tidak setuju dengan seks diluar nikah karena dapat berdampak buruk seperti hamil diluar nikah, stress, depresi, aborsi dan terjangkit penyakit seksual. Seks diluar nikah disebabkan karena pergaulan bebas, kurangnya komunikasi dengan orang tua dan kurangnya kasih sayang, masalah ekonomi sehingga ada yang menjual diri. Kumpul kebo merupakan perbuatan yang menunjukan ketidaksabaran seseorang untuk hidup bersama tanpa melakukan proses-proses untuk mengsahkan sebuah hubungan pernikahan, kumpul kebo terjadi karena hubungan yang tidak direstui, aturan adat dan hamil. Tindakan yang diambil pemuda agar tidak melakukan kumpul kebo adalah melibatkan Tuhan dalam hubungan, melakukan kegiatan positif, aktif dalam kegiatan gereja, tidak berkencan ditempat sepi. Agar tidak terjadi kumpul kebo perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak seperti masyarakat, gereja, pemerintah dan tokoh adat. Orang tua harus mengontrol pergaulan anak, mendorong anak melakukan kegiatan positif, sering berkomunikasi dengan anak. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas, sosialisasi dan membuat aturan yang melarang warga melakukan kumpul kebo. Gereja juga harus mendorong dan mendoakan pasangan kumpul kebo agar menikah, sering mengadakan nikah masal dan membekali kaum muda dengan pengetahuan Alkitab. Tokoh adat harus memperbaharui aturan adat sehingga tidak menghalangi pasangan yang ingin menikah. Jika semua elemen melalukan perannya dengan baik maka besar kemungkinan tidak terjadi kumpul kebo.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT "Efforts of Christian Religious Education Teachers at Kanatang 1 Junior High School in Preserving the Regional Language of East Sumba" Horung F (*) Nuban Timo E (**) Metboki M(**) This study aims to find out what efforts are made by Christian Religious Education teachers at SMP Negeri 1 Kanatang in preserving the regional language of East Sumba, Kanatang sub-district, East Sumba district. This research was conducted in June 2022. This research was conducted at SMP Negeri 1 Kanatang. With the number of respondents, 2 teachers of Christian Religion, and 10 students were observed. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques used are observation, interviews and documentation. From the results of research and data processing obtained from interviews and observations that have been analyzed Christian Religious Education teachers at SMP Negeri 1 Kanatang conduct contextual learning which is seen as an effort to preserve the regional language of East Sumba, including; 1). Collaborating on learning activities and regional languages in the Learning Implementation Plan; 2). Teaching students to pronounce and understand the Regional Language (Prayer, Song, 10 Laws, Apostles' Creed and the names of the Old Testament/New Testament books); 3). Translate God's saving work through Bible verses. Judging from historical studies, current efforts are being made as an effort to contextualize Christian Religious Education through local languages. But now these efforts are carried out as an effort to maintain cultural values as self-identity of students in the face of bad influences from the current development of the times. The efforts made by the PAK teacher are still at the stage of reading, writing and memorizing texts that already exist and all texts are sourced from the Bible in the regional language of East Sumba and Ludu Pamalangu (East Sumba Song of Praise). Keywords: Teacher Effort, Preservation, Culture, Contextual Learning, Regional Language Description: Author (*) Advisor (**) .
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This research entitled An Analysis on Generic Structure of Narrative English Story Telling ‘Tihu Lake’. The research problems of this study is“what are the generic structure on English Simplifiedstory telling‘Tihu Lake’? And the aim of study from this research is to find outthe generic structure on English Simplifiedstory telling‘Tihu Lake’. This research concerned on generic structure of Tihu Lake short story. The data was collected or taken fromANTOLOGICERITA RAKYATPULAU AMBON DAN PULAU-PULAU LEASE by Anna P. Soplanit, S.Pd.The method used is descriptive qualitative.The result of this study shows that there are four component of generic structure of Tihu Lake short story. First, orientation such as(one day there was a husband and wife who lived alone in the middle of the forest in a cave (stone hole)), Sequence of events such as (Saat itu takdir berkata lain, suaminya dimakan oleh raksasa itu. istrinya(At that time fate said otherwise, her husband was eaten by the giant), Resolution such as(Setelah mereka dewasa,ibunya berkata kepada mereka jika sudah saatnya mereka harus membunuh raksasa itu untuk membalaskan dendam ayah mereka yang di bunuh oleh raksasa itu dan merekapun mengikuti apa yang dikatakan ibu mereka. (After they grew up, their mother told them when it was time they had to kill the giant to avenge their father who was killed by the giant and they followed what their mother said), Coda such as(Saat itu mereka tidak tahu harus berlari kemana, dua anak kembar itu melompat kedalam air dan menjadi dua ekor buaya putih dan ibunya memilih untuk mati di tempat itu dan menjadi batu berbentuk pulau kecil yang ada di tengah-tengah danau itu, hingga sekarang orang memanggil pulau itu adalah pulau ibu.(At that time they did not know the wayfor running, the two twins jumped into the water and became two white crocodiles and their mother chose to die in that place and became a rock in the shape of a small island in the middle of the lake, until now people call the island is mother island). The generic structures have been described by using the four component of generic structure.
Key word : generic structure, Tihu Lake short story.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja pegawai, tercermin dari salah satu misinya yang membangkitkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan disiplin yang kuat dan konsisten, namun fenomena yang berlangsung bahwa adanya beberapa pegawai memiliki pola pikir hanya menggugurkan kewajiban tugas. Kinerja pegawai hanya berfokus pada melakukan pekerjaan sesuai dengan bagian mana tempatnya bekerja. Sehingga dalam mengukur kinerja pegawai tentunya harus berkaca pada hasil kerja yang dilakukan. Oleh karena hal tersebut, tidak menjadi lumrah jika dalam pelaksanaan tugas ditemukan pegawai yang memiliki perilaku seperti : 1. Lamban ketika bekerja, 2. Tidak tepat waktu sesuai target waktu yang telah ditentukan dan 3. Kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan Inilah yang menjadi faktor kurang maksimalnya hasil kerja, tidak hanya itu pegawai saat bekerja ada yang tidak terlalu memperdulikan pekerjaan, seperti : 1. Pulang sebelum waktunya kerja berakhir karena pekerjaan dianggap selesai. 2. Pegawai yang bekerja dengan malas - malasan, 3. Menurunnya prestasi kerja dan rendahnya produktivitas pada saat bekerja sehingga membuat hasil kerja kurang optimal. Hasil kerja pegawai juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dimana hubungan antar pegawai, faktor individu, faktor luar, faktor suasana kerja, dan faktor lingkungan kerja. faktor lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi kondisi psikis pegawai, jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan individu, waktu kerja yang dibatasi banyaknya pekerjaan yang harus dirampungkan serta peralatan kerja yang kurang menunjang akan ikut berpengaruh terhadap beban kerja pegawai. kinerja pegawai pada kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II didapatkan fakta bahwa suasana kerja tidak harmonis antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, hal ini berimbas pada komunikasi yang kurang baik antara pegawai, serta ketersedian fasilitas kerja yang belum memadai. Hal ini yang menyebabkan pegawai merasa kurang nyaman dan jenuh dengan kondisi yang ada, sehingga pegawai tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan dan hal ini berimbas pada kinerja pegawai. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja dan lingkungan kerja Terhahap Kinerja Pegawai ( Studi Kasus pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II). Operasional konsep penelitian sebagai berikut. 1. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat Sinambela adalah kemampuan individu dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu 2. Motivasi Pegawai Motivasi pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat dari yakni dorongan bagi karyawan untuk melakukan pekerjaan semaksimal mungkin karena dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya 3. Lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah suasana dan hubungan antar rekan kerja yang mampu menciptakan kinerja kerja yang lebih meningkat. Hasil pengujian regresi linier berganda dalam bentuk standar dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut Y =6.74+ 0,24x1+ 0,049x2+ 0.05 Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa 1. Nilai konstanta adalah 0.674, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel Motivasi dan lingkungan kerja ( nilai X1 dan X2 adalah 0) maka kinerja pegawai sebesar 0,674. 2. Nilai koefisien regresi Motivasi adalah 0,241 artinya jika variabel motivasi (X1) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabellingkungan kerja (X2) dan konstanta (a) adalah nol (0), maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,241. Hal tersebut menunjukan bahawa variabel motivasi yang di sediakan berkontribusi positif bagi kinerja pegawai. sehingga makin tinggi motivasi kerja, maka semakin tinggi kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Nila koefisien regresi lingkungan kerja adalah 0,049 artinya jika variabel lingkungan kerja (X2) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabel pengaruh motivasi (X1) dan konstanta 0 (nol ), maka kinerja pegawai sebesar 0,049 hal tersebut menunjukan bahwa lingkungan kerja yang berkontribusi positif bagi kinerja pegawai, sehingga semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja pegawai. Hasil uji t dan sig, dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja pegawai (H1) Variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari sinifikan motivasi (X1) 0,00 0,05, dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) = (0.025;30) = 1,99. Berarti nilai thitung lebih besar dari table (7,71> 1,99) maka Ho ditolak H1 diterima. Maka hipotesis variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Sehingga hipotesis yang berbunyi diduga terdapat berpengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. 2. Pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan (H2) Variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari signifikan kompensasi (X2) 0,55 0,05, Dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) =(0.025;30) = 1,99 Berarti nilai thitung lebih besar dari table (2,59>1,99), maka Ho ditolak H1 diterima. Sehingga hipotesis variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 48,58 dengan nilai F tabel adalah 3,11 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 48,58 > 3,11, dan tingkat signifikan 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan H3 di terima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) secarah bersama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Hasil Uji R kuadrat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Squaresebesar 0,54. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 54% sisanya 46% dijelsakan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan atas hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 2. Ada pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Ada pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, dimana Guru menyajikan materi pelajaran dengan metode ceramah. Peserta didik hanya mendengarkan, mencatat dan menghapal penjelasan guru sehingga hasil belajar peserta didik dibawah KKM di SMA Negeri 1 Lamboya. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran agama Kristen dan budi pekerti pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Lamboya tahun pelajaran 2021 / 2022? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA1 pada mata pelajaran Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti. Jumlah siswa pada penelitian ini ialah 28 orang siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung > nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung > nilai t tabel ( 22,8> 1,703). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa Pendidikan agama Kristen dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Lamboya, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Tahun pelajaran 2021 / 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) aagar digunakann model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar di SMA Negeri 1 Lamboya (2) selalu memberikan dorongan atas motivasi belajar pada peserta didik sehingga hasil belajar bisa lebih optimal dan (3) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tidak terbatas pada salah satu tingkatan motivasi belajar tetapi dapat diaplikasikan pada seluruh siswa dengan berbagai tingkatan motivasi
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung kelor pada
tepung jagung dalam meningkatkan kandungan gizi tortilla. Penelitian ini dilaksanakan
di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha
Wacana Kupang dikakukan pada bulan oktober – sampai selesai. Menggunakan
rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga
menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase Tepung jagung 100 % ( kontrol), 1%
tepung kelor, 2% tepung kelor dan 3% tepung kelor. Variabel yang diamati adalah,
karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma dan tekstur dan protein. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kelor berpengaruh terhadap
karakteristik organoleptic dan sifat kimia tortilla yang yang dihasilkan. Perlakuan
terbaik yaitu penambahan Tepung jagung 100 % ( kontrol). Berpengaruh terhadap rasa
tortila fortifikasi dengan skor 4,7 (suka)). Pada atribut aroma dan warna terdapat pada
perlakuan B. (tepung kelor 1%) dengan masing- masing nilai 4,5 (suka). Sedangkan
untuk atribut tekstur terdapat pada perlakuan C (tepung kelor 2 %) dengan nilai (4,5)
(suka). Sedangkan pada protein penambahan tepung kelor D (3%) memberikan nilai
kadar protein lebih tinggi yakni 31,15%
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Penelitian dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Perusahaan Lq45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)” bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital yang terdiri dari value added capital employed, value added human capital, dan structural capital value added terhadap kinerja perusahaan LQ45. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan banyak informasi yang berkaitan dengan pengelolaan, identifikasi, pengukuran, serta pelaporan intellectual capital. Dan juga menginginkan informasi yang lebih lengkap, detail dan terperinci mengenai analisis intellectual capital dan pengaruhnya terhadap nilai perusahaan, dimana nantinya pengaruh tersebut akan meningkatkan nilai perusahaan agar mampu bersaing secara ketat dengan perusahaan lain di era globalisasi ini. Menurut (Gioacasi, 2007 dalam Saragih A. E, 2017) intellectual capital dipertimbangkan sebagai sumber daya perusahaan dalam rangka membentuk kesehatan perusahaan dan memberi nilai bagi perusahaan. value added capital employed (VACA) menunjukan kontribusi yang dibuat oleh setiap unit dari dari capital employed (CE) terhadap value added organisasi. value added human capital (VAHU) mengindikasikan kemampuan tenaga kerja untuk menghasilkan nilai bagi perusahaan dari dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja tersebut. Structural capital value added (STVA) merupakan indikasi seberapa sukses structure capital (SC) sebagai infrastruktur pendukung, proses dan basis data perusahaan sehingga bisa memperoleh pendapatan dari hasil penjualan. ROE menunjukkan tingkat efektivitas tim manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba dari dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2020. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling, dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka sampel yang ditetapkan sebanyak 28 perusahaan LQ45 selama periode 2019-2020, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Hasil uji t antara variabel value added capital employed terhadap return on equity didapatkan hasil t-hitung lebih besar dari t-tabel. Kemudian nilai sig 0,000, berarti bahwa variabel value added capital employed berpengaruh signifikan positif terhadap return on equity (ROE). (2) Hasil uji t antara variabel value added human capital terhadap return on equity didapatkan hasil t-hitung lebih besar dari t-tabel. Kemudian nilai sig 0,002, berarti bahwa variabel value added human capital berpengaruh signifikan positif terhadap return on equity (ROE). (3) Hasil uji t antara variabel structural capital value added terhadap return on equity didapatkan hasil t-hitung lebih kecil dari t-tabel. Kemudian nilai sig 0,03, berarti bahwa variabel structural capital value added berpengaruh signifikan negatif terhadap return on equity (ROE).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan, 2) Apakah Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan. Tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; 2) Untuk Mengetahui Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; Manfaat Akademik dari penelitian ini adalah Secara Akademik diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi Fakultas Ekonomi khususnya Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia. Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), dan sekaligus sebagai bahan refenrensi bagi peniliti berikutnya, sedangkan manfaat secara praktis penelitian ini dapat menjadi informasi, masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelayanan. Konsep dari penelitian ini meliputi 1) Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, indikatornya adalah 1) Kualitas intelektual meliputi pengetahuan dan keterampilan, 2) Pendidikan, 3) Memahami bidangnya, 4) Kemampuan, 5) Semangat kerja, 6) Kemampuan perencanaan pengorganisasian. Konsep Budaya Organisasi, indikatornya adalah Norma, Nilai dominan/nilai-nilai utama, aturan dan iklim organisasi atau lingkungan kerja. Konsep Kualitas Pelayanan, indikatornya adalah 1) Keandalan, 2) Daya tanggap, 3) Jaminan, 4) Empati dan 5) Bukti Fisik. Kerangka Berpikir penelitian ini menggambarkan pengaruh dari masing-masing fariabel bebas terhadap fariabel terikat. Hopotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas pelayanan 2) Diduga Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Untuk menjawab persoalan dengan mengacu pada hipotesisi, maka berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 6,166 + -0,498 X1 + -0,340 X2. Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut a) Nilai konstanta sebesar 6,166 menunjukkan bahwa jika variabel Penagruh Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi sama dengan nol maka Kualitas Pelayanan bernilai 6,166. b) Koefisien regresi pengaruh manajemen sumber daya manusia sebesar 0,498artinya jika manajemen sumber daya manusia mengalami kenaikan sebesar 1 %, maka kualitas pelayanan akan meningkat sebesar 0,498.Dengan demikian apabila koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan. c) Koefisien regresi budaya organisasi sebesar 0,340 menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi mengalami peningkatan 1%, maka kualitas pelayanan sebesar 0,340. Perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh 1) Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh sumber daya manusia (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) ditemukan Thitung = 5,167 lebih besar t table =2,028 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,000 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kualitas pelayanan (Y). 2) Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) ditemukan Thitung = 2,169 lebih besar Ttable = 2,028 dan tingkat Sig. =0,037. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2=0) ditolak dan Ha(b2≠0) diterima yaitu variabel budayaorganisasi (X2) berpengaruh positif secaraparsial terhadap kualitas pelayanan(Y). Hal ini berarti besarnya pengaruh sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan adalah 82% sedangkan 18% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwaPelaksanaan pelayanan kepada masyarakat atau publik telah menjadi isu strategis, karena tingkat kinerja kualitas pelayanan akan menetukan baik buruknya suatu pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya menentukan citra dari aparatur sipil negara. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pada dasarnya harapan masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah perkiraan atau keyakinan masyarakat tentang pelayanan yang diterimanya akan memenuhi harapan. Kepuasan masyarakat dapat diketahui dengan melihat kualitas pelayanan dari masing-masing indikator yang telah ditentukan, dimulai dengan menganalisis setiap item atau sub indikator yang ada dalam setiap indikator. Dengan kesimpulan tersebut saran dari penelitian ini adalah 1) Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pelatihan. 2) Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai agar dapat mengutarakan pendapat demi kenyamanan, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, harus mampu membekali setiap pegawai dengan pengetahuan dan kemampuan yang profesional dalam melayani masyarakat.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Komite Audit Terhadap Manajemen Laba. (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Komite Audit penting bagi perusahaan untuk mengontrol atau bertanggung jawab untuk memastikan laporan keuangan bagi perusahaan. Selain itu Manajemen Laba dibutuhkan sebagai control kondisi perusahaan dan kinerja perusahan untuk mengetahui laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji, Apakah komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI? Konsep penelitian ini adalah Komite audit yaitu komite yang beranggotaan satu atau lebih anggota Dewan Komisaris dan dapat meminta kalangan luar dengan berbagai ke ahlian,pengalaman, dan kualitas lain yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan komite audit. Manajemen laba yaitu salah satu strategi dalam akuntansi yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi perusahaan dan kinerja perusahaan. Selain itu, pada umumnya strategi manajemen digunakan oleh manajer perusahaan dalam melakukan intervensi informasi dari laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021, sedangkan sampel 15 perusahaan sub sektor makanan dan minuman. Sampel diperoleh dengan metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komite audit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap manajemen laba.