2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul dari skripsi adalah, Analisis Yuridis Penetapan Noneksekutabel Pengadilan Negeri Ambon Terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 161 K/Pid.Sus/2012. Rumusan Masalah Bagaimanakahpertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Ambon dalam menyatakan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam tindak pidana korupsi adalah putusan yang non eksekutabel?.Penelitian ini bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, Kesimpulan Penulis tentang pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Ambon dalam menyatakan putusan Mahkamah Agung adalah putusan yang non eksekutabel adalah karena putusan Mahkamah Agung RI No. 161 K/PIS.SUS/2012, tanggal 10 April 2012 adalah putusan yang batal demi hukum karena tidak mencantumkan perintah penahanan dalam Pasal 197 Ayat (1) huruf k KUHAP. Adapun saran dalam penelitian ini adalah : 1. Majelis Hakim dalam memutus perkara pidana perlu memperhatikan juga latar belakang dari masalah tersebut sehingga menjadi salah satu pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam mengambil keputusanyang adil dan memiliki kepastian hukum. 2. Hendaknya Pemerintah dapat lebih menegakan hukum sebagaimana mestinya agar tidak terjadi lagi korupsi baik itu di pemerintahan pusat ataupun di daerah karena akan menyebabkan kerugian yang di alamani oleh Negara Republik Indonesia. Kata Kunci : Penetapan Non Eksekutabel , Pengadilan Negeri Ambon, Mahkamah Agung
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi :DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX FACTI OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG DALAM MENGADILI SENGKETA PENGGUNAAN MEREK. Rumusan masalah :Mengapa judex juris membatalkan putusan judex facti dalam mengadili sengketa penggunaan merek?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah :untuk mengetahui alasan-alasan judex juris membatalkan putusan judex facti dalam mengadili sengketa penggunaan merek. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Nomor 115/Pdt.G/2015/PN. Smn, Putusan Nomor 6/Pdt/2017/PT Yyk, dan Putusan Nomor 325 K/Pdt/2019. Penelitian ini menempatkan dua variabel penelitian yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Analisis data penelitian menggunakan analis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan Hakim Mahkamah Agung membatalkan putusan judex facti dalam mengadili sengketa penggunaan merek adalah karena: a. Pengadilan Negeri Sleman dan Pengadilan Tinggi Yogyakarta telah salah menerapkan hukum. b. Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi tidak berwenang, sebab penyelesaian sengketa penggunaan merek merupakan kewenangan Pengadilan Niaga. Saran dari penelitian ini yaitu : Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi yang berwenang memeriksa bukti-bukti dan fakta-fakta suatu perkara tertentu perlu memperhatikan dan memahami dengan benar jenis perkara apa yang akan diadili dan apakah perkara tersebut merupakan kewenangan daripada pengadilannya atau merupakan kewenangan pengadilan lain, sehingga dalam menjatuhkan putusan Pengadilan tidak dinyatakan keliru atau salah dalam menerapkan hukum
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi (X1) dan audit keuangan daerah (X2) terhadap keandalan pelaporan keuangan (Y) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel penelitian meliputi pegawai satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan jumlah 30 orang. Sumber data penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, untuk anallisis statistik dan model regresi telah diuji terlebih dahulu dalam uji asumsi klasik. Dalam konteks ini peneliti ingin mengetahui apakah pemanfaatan teknologi informasi (X1) dan audit keuangan daerah (X2) secara simultan berpengaruh terhadap keandalan pelaporan keuangan daerah (Y) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penulis juga menggunakan koefisien determinasi (R²), untuk mengetahui berapa persen perubahan variabel-variabel independen.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Analisis Yuridis Terhadap Putusan Pemidanaan Pencurian Yang Dilakukan Oleh Anak, dengan Rumusan masalah Bagaimana Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pemidanaan Terhadap Anak Yang Melakukan Pencurian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pemidanaan Terhadap Anak Yang Melakukan Pencurian.
Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel bebas yaitu pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pemidanaan terhadap anak yang melakukan pencurian.dan Variabel terikat adalah analisis yuridis terhadap pemidanaan pencurian yang di lakukan oleh anak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif Pengumpulan data melalui data sekunder dari direktorat mahkama agung kemudian di analisis dan di tarik kesimpulanya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Bagaimana Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pemidanaan Terhadap Anak Yang Melakukan Pencurian.dari data Direktori Putusan MA Republik Indonesia.maka kesimpulannya sebagai berikut :
1. Pertimbangan hakim terhadap alat bukti
2. Pertimbangan hakim terhadap unsur tindak pidana
3. Pertimbangan hakim terhadap kualitas perbuatan
4. Hal yang meringankan dan hal yang memberatkan
Saran setelah penulis memaparkan beberapa kesimpulan terhadap skripsi ini, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Saran penulis, masyarakat maupun pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkan pidana penjara karena hakim memiliki kewenangan independensi
2. Saran penulis, masyarakat maupun pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkan pidana penjara, karena kualitas dari perbuatan pidana anak tersebut.
3. Saran penulis, masyarakat maupun pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkan pidana penjara hal ini karena kualitas nilai barang atau objek curian.
4. Saran penulis, masyarakat maupun pemerintah dapat mempelajari bahwa hakim dalam memeriksa perkara tindak pidana pencurian dilakukan anak dijatuhkannya pidana penjara hal ini karena hal memberatkan dan meringankan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah : Analisis Yuridis Pembatalan Putusan Kasasi Oleh Mahkamah Agung Dalam Tingkat Pemeriksaan Peninjauan Kembali Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Hakim dalam hal ini juga harus dapat memberi putusan yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam putusannya hakim dituntut tidak boleh sekedar melaksanakan undang undang, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral dan sosial. Putusan hakim sangat berpengaruh atas suatu perkara karena keadilan menjadi hal yang sangat diharapkan. Putusan hakim tersebut mencerminkan proses penegakan hukum yang erat kaitannya dengan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Putusan hakim seperti inilah yang banyak menuai persoalan dari masyarakat, misalnya terkait dengan penbatalan Putusan oleh hakim Judul adalah: Analisis Yuridis Pembatalan Putusan Kasasi Oleh Mahkamah Agung Dalam Tingkat Pemeriksaan Peninjauan Kembali Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Masalah dalam penelitian ini dalah: Apa yang menjadi dasar pertimbangan hakin Peninjauan Kembali yang membatalkan putusan Mahkamah Agung terhadap pelaku tindak pidana korupsi Tujuan penelitan yaitu: untuk mengetahui Dasar Pertimbangan Hakim Peninjau kembali Yang membatakan Putusan Mahkamah Agung terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan dan putusan hakim Hasil penelitian, penelitian menemukan 3 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim Pengadilan Negeri . 1 Karena Putusan judex juris Tersebut Dibuat Berdasarkan Kesimpulan Dan Pertimbangan Hukum Yang Salah, Tidak Sesuai Dan Tidak Berdasarkan Pada Fakta Hukum Yang Relevan Secara Yuridis 2 Karena putusan pemidanaan oleh judex juris terlampau berat dan tidak setimpal dengan perbuatan 3 Karena Adanya perbedaan penjatuhan pidana antara putusan judex juris yang satu dengan putusan judex juris yang lain dalam peristiwa hukum yang sama
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA TOLAK PELURU SAAT PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES
Komarudin Hesime1*, Magdalena Rambu Pisu Wasak2, Julian J. Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Ada dua masalah umum yang sering dihadapi guru penjasorkes di lingkungan sekolah. Pertama, kurangnya persediaan sarana dan prasarana dan yang kedua, rendahnya kamauan serta keinginan siswa untuk belajar. Keterbatasan sarana bukan menjadi penghambat untuk mencapai tujuan. Justru keterbatasan itu menjadi peluang besar untuk mengembangkan kreativitas seorang guru. Mengingat permasalahan yang dihadapi, guru penjasorkes harus mampu mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada di lapangan. Oleh sebab itu guru penjasorkes dituntut kreatif dalam mengembangkan kreativitasnya untuk mengatasi keterbatasan sarana agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan saat proses pembelajaran penjasorkes yang ada di SMP Negeri 6 Kota Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data mengunakan tri-angulasi (gabungan) yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan sarana tolak peluru saat proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berada pada kategori “cukup kreatif”. Sebab keterbatasan yang dialami saat pembelajaran dapat teratasi dengan mengkombinasikan media pembelajaran standar dan untuk mengatasi kurangnya media standar, dapat dilengkapi dengan media pembelajaran yang dimodifikasi.
Simpulan: Kurangnya sarana menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran. Maka diperlukan kreativitas guru untuk modifikasi sarana pembelajaran, agar berjalan sesuai proses yang direncanakan serta mencapai tujuan yang diinginkan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research presents An analysis on figurative speech in seputar warisan adat of Sikka regency . The aim of researchare to describe the type of figurative speech in Seputar Warisan Adat of Sikka regency.The method research used descriptive qualitative method. This is a documentation researchfound out seven types of figurative language namely : 1) Simile like ata meng belarganuroho ,ganutole or another one’s daughterfeelslike delicious as roho and tole fruits. It means It is good to take the girl than the wife of someone because the girl is still single and virgin.2) Metaphor such as wai lemaganuri’i, la’i tubukganurotanla’Itubukganurotan,ianaterietinbenu,Amangkobekrewukamak, It means they will have alot of children.3)Hyperbole such as : Ina niang tana nawa, apa lero wilang reta .Itmeans they magnify parents like sum and moon.4)Personification such as wolo blolopahouk, Horimetiganuladothat means battle nut refers to man and his family. Sirih refers to woman’s 5) Irony like meguoramitangmanis, juganglauriporapong, tukusesung‘ora wutung, abogarengora uneng . It means the couple that has dark color but they are very impressive ,even difficult procedure but they will take it. 6) allusionsuch as detu sai ganuinan no tiong, deposai ama aungnangbelang, saiganuwunga. It means listen to parents advicewrapit as the treasure7) imagery such as : e’I nele’ a , regang ‘uilolokelang, sayang ‘ui, lolokelang, kelangbetanoranarang.It means the man find his girl as his wife destiny. Thus, it is important for Sikka people to keep their way to talk by showing off the beauty of their mother tongue. Key words: figurative , speech , Seputar Warisan Adat , Sikka regency ABSTRAK Penilitian ini berjudul Analisa ungkapan Perumpamaan dalam buku seputar warisan adat dari Kabupaten Sikka . Tujuan penilitian adalah untukmenjelaskan tipe dalam buku seputar warisan adat dari Kabupaten Sikka. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif.Ini adalah penlitan dokumentasi. Hasilnya menunjukan bahwa 1) Gambaran,seperti ata mengbelarganuroho , ganutole.Artinya,sangatlah baik untuk mengambil gadis sebagai istri dari pada istri orang karena dia masih gadis .2)Metafor, seperti wai lema ganu ri’I, la’I tubuk ganu rotan, la’i rubuk ganu rotan, fara tari etn benu, Anang kobek rewuk anak , artinya mereka akan mepunyai banyak anak.3) Hiperbola, seperti Ina niang tana nawa, apa lero wilang reta mereka sangat memuja oranf tua mereka.4)Personifikasi, seperti : wolo blolopahouk, Horimetiganuladoyang artinya sirinh menunjukan ke keluarga laki laki dan pinag menunjukan kelurga perempua.5)Ironi, seperti megu ora hitang manis, jugo lao ripi rapong, tuku sesung ‘ora wutung, abo garang ora uneng. Artinya, perempuan atau laki – laki berkulit hitam tapi menarik, karena itu walaupun susah prosesnya tapi mereka akan hadapi. 6) Alusi.seperti Deta sai ganu inan no tiong, depo sai ama yatung nang belang, buta meti sai ganu wunga. Artinya ikuti nasehat orang tuamu, bungkuslah itu sebagai harta karun.7)Imaginasi, seperti E’I ne le’a , regang ‘ui lolo kelang, sayang ‘ui , lolo kelang,kelang beta nora narang artinya si pria menemukan wanitanya atau calon istrinya. Kesimpulannya, ungkapan figurative sangat penting bagi orang Sikka agar tetap menjaga cara mereka berbicara dengan menunjukan keindahan dari bahasa daerah mereka. Kata kunci: figuratif , ucapan , seputar warisan adat , kabupaten Sikka
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul: Analisis Yuridis Disparitas Putusan Hakim Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi
Permasalahanya adalah: Mengapa terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana aborsi? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana aborsi yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: pertimbangan hakim menjatuhkan disparitas putusan dalam tindak pidana aborsi dan variabel terikat yaitu: putusan pemidanaan terhadap pelaku aborsi dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian dan analisis putusan diperoleh jawaban bahwa disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana aborsi disebabkan karena: 1). Tuntutan penuntut umum yang berbeda. 2). Kualitas perbuatan pidana dari terdakwa; 3) Independensi hakim, dan 4) Pertimbangan subyektif hakim yang terdiri dari hal yang memberatkan dan meringankan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah: DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP TERDAKWA TINDAK PIDANA PERCABULAN ANAK. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: Mengapa terjadi disparitas putusan hakim terhadap terdakwa tindak pidana percabulan anak.Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah : Untuk mengetahui terjadi disparitas putusan hakim terhadap terdakwa tindak pidana percabulan anak. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yakni mengapa terjadi disparitas terhadap pelaku tindak pidana percabulan anak yaitu sebagai berikut:
Alasan-alasan sosiologis dan yuridis sebagai berikut:
a. Kualitas Perbuatan Terdakwa ( Sosiologis )
b. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Yang Berbeda ( Sosiologis )
c. Hal-hal yang memberatkan dan meringankan ( Sosiologis )
d. Independensi Hakim ( Yuridis )
Saran: Hakim dalam menjatuhkan putusan sebaiknya memperhatikan dengan teliti mengenai kualifikasi tindak pidana, dakwaan, keterangan saksi dan dentitas terdakwa dalam putusan agar merujuk kepada keadilan hukum dan kepastian hukum.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis yuridis putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penyebotan tanah, dengan rumusan masalah mengapa hakim menjatuhkan putusan kepada pelaku tindak penyerobotan tanah ada yang berupa pemidanaan dan ada yang di lepasa dari segala tuntutan hukum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakim menjatuhkan putusan kepada pelaku tindak penyerobotan tanah ada yang berupa pemidanaan dan ada yang di lepasa dari segala tuntutan hukum. Dan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, instansi terkait
Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyerobotan tanah.dan Variabel terikat adalah putusan hakim.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian normatif Pengumpulan data melalui data sekunder dari direktorat mahkama agung kemudian di analisis dan di tarik kesimpulanya,. Populasi dalam penelitian ini putusan direktorat mahkama agung,.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim menjatuhkan putusan kepada pelaku tindak penyerobotan tanah ada yang berupa pemidanaan dan ada yang di lepasa dari segala tuntutan hukum.Alasan –Alasan Putusan Pemidanan yaitu Perbuatan terdakwa memenuhi unsur pidana sesuai dakwaan penutut umum.Kualitas perbuatan terdakwa dan Hal-hal yang meringankan dan hal-hal yang memberatkan.Alasan Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum Perbuatan yang didakwakan bukan tindak pidana dan Perbuatan yang didakwakan merupakan perbuatan perdata
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi mengapadisparitasputusanpemidanaanterhadappelakutindakpidanapercabulananak. Rumusan masalah mengapaterjadidisparitasputusanpemidanaanterhadappelakutindakpidanapercabulananak. Tujuan penelitian Untukmengetahui sebabterjadinyadisparitaspemidanaanterhadappelakutindakpidanapercabulananak. Jenis Penelitian yang di ambil adalah penelitian hukum normatif yaitu Penelitian yang bersifat deskriptif, variabel Penelitiannya adalah variabel bebas yakni untuk mengtahui disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pencabulan anak. Sedangkan variabel terikat adalah mengapa terjadi dispaitas putusan hakim terhadap tindak pidana pencabulan anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa yang menjadi dasar diparitas putusan pemidanaan dalam putusan perkara tindak pidana pencabulan anak adalah sebagai berikut: 1. Indenpendensihakim ( Kemandirian Hakim ) 2. Tuntutanjaksapenuntutumum 3. Hakim yang mengadiliperkaraberbeda 4. Kualitasperbuatanterdakwa 5. Hal-hal yangmemberatkandan meringankan Kata Kunci: disparitas , putusan pemidanaan,tindak pidana,pencabulan anak
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah “Analisis Yurididis Terhadap Pembatalan Putusan Pengadilan Negeri Oleh Pengadilan Tinggi Dalam Perkara Wanprestasi” Masalah pokok penelitian adalah Apa Dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi Membatalkan Putusan Hakim Pengadilan Negeri Dalam Perkara Wanprestasi? Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui Dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi Membatalkan Putusan Hakim Pengadilan Negeri Dalam Perkara Wanprestasi! Jenis penelitian yang digunakan ialah peneitian hukum Normatif yang dilakukan dengan menelaah terhadap Pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang dalam membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Baturaja dalam perkara Wanprestasi. Kesimpulan Penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Hubungan Kerja Bertantangan Dengan Pasal 64 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 2. Tidak Adanya Hubungan Perjanjian Yang Menjadi Dasar Guagatan Wanprestasi. Saran Penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Judex Factie lebih tingkat pertama lebih berhati-hati dalam memeriksa dan mengadili suatu perkara. 2. Hakim Pengadilan yang lebih Tinggi diharapkan dalam menyelesaikan suatu perkara dengan tetap mempertimbangkan berdasarkan asas keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Kata kunci : Perjanjian, Wanprestasi, Pembatalan Putusan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
:“Disparitas Putusan PemidanaanTerhadap Pelaku Tindak Pidana Pemalsuan Surat”.. Masalah penelitian dalam tulisan ini, “ Mengapa terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat?”.Tujuan penelitan Untuk Mengetahui penyebab terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat? Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Hukum Normatif. Sifat Penelitian ini Bersifat Deskripsi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat. Berdasarkan hasil penelitian maka yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat antara lain : 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Berbeda-beda 2. Indenpendisi Hakim 3. Hakim Yang Memutus Perkara Berbeda Beda 4. Kualitas Perbuatan Terdakwa berbeda 5. Keadaan Memberatkan Dan Meringankan Dalam Persidangan Saran Setelah penulis memaparkan beberapa kesimpulan terhadap skripsi ini, maka penulis akan memberikan saran sebagai berikut: 1. Diharapkan kepada para penegak hukum khususnya kepada jaksa Penuntut Umum harus lebih berhati-hati dalam merumuskan surat dakwaan sehingga benar-benar dapat menggambarkan secara nyata mengenai tindak pidana yang dapat didakwakan kepadapelaku tindak pidana pemalsuan surat 2. Diharapkan agar Hakim dalam menjatuhkan putusan yang adil berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, serta memberikan pertimbangan hukum yang adil mengenai hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa,dan merumuskan keyakinannya yang lebih teliti melihat kualitas perbuatan terdakwa sehingga nampak konsistensi antara pidana yang dijatuhkan dengan penalaran hukum oleh Hakim tentang berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTI SARI Judul Skripsi Penulis adalah :TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH ATAS DASAR JUAL BELI. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah ; “Apa Dasar Pertimbangan Hakim Menyatakan Jual Beli Antara Penggugat Dan Tergugat Sah”. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah : Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Mengabulkan Penggugat Sebagai Pembeli Yang Sah . Varibelyangdingunakan 2(dua)variabelyaituVariabelbebas dalam penelitian ini adalah jual beli tanah, variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terkait jual beli tanah.Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci dan jelas sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalahbahan hukum Primer yang terdiri dari Bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu : Putusan-Putusan Pengadilan Negeri, Putusan No. 77/Pdt.G/2012/PN.Pra. Putusan No. 6/Pdt.G/2011/PN.Pra. Putusan No. 25/Pdt.G/2017/PN.Clp. Putusan No. 42/Pdt.G/2019/PN.Rbi. Putusan No. 53/Pdt.G/2010/PN.Blt. Serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar . Bahan hukum sekunder adalah bahan hukum yang dapat memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer. Bahan hukum yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan peraturan perundang-undangan, jurnal-jurnal ilmiah karya tulis hukum atau pandangan ahli hukum, kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan masalah penelitian.Bahan hukum tersieradalah bahan hukum yang digunakan untuk menjelaskan bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder. Bahan hukum tersier yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kamus dan ensiklopedia hukum kemudiandianalisisdanditarikkesimpulanya, Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka dapat dikatakan bahwa yang menjadi Dasar Pertimbangan Hakim Menyatakan Jual Beli Antara Penggugat Dan Tergugat Sah adalah karena : 1. Pertimbangan hakim penggugat beritikad baik. 2. Keabsahan jual-beli penggugat dapat membuktikan berdasarkan bukti yang sah. 3. Penggugat dapat membuktikan sebagai pembeli pertama tanah sengketa milik penjual. SaranTerkait dengan Putusan yang ada pada Pengadilan Negeri terkait dengan sengketa tanah yang terjadi antara penggugat dan tergugat.Maka Penulis mengharapkan kepada Hakim agar dalam mengambil keputusan perlu menilai dan mempertimbangkan secara baik dan cermat,berkaitan dengan alat-alat bukti maupun fakta-fakta persidangan yang ada maupun dalam hal penerapan hukum. agar setiap putusan yang dijatuhan dapat diterima oleh semua pihak yang berperkara. Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkara Perdata dalam Sengketa Jual Beli Tanah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Yohanis Lohi1*, Agustinus J. Nafie2, Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permasalahan penelitian ini adalah penerapan metode yang belum tepat dalam proses belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan kurang memadai sehingga menurunnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe jigswa berbasis media gambar terhadap hasil belajar bola voli. Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing bawah bola voli melalui kerja kelompok dan tes tertulis pada sikklus I yaitu berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 25,93% yaitu dari 76,08% (siklus 1) menjadi 78,6% (siklus 2). Simpulan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis media gambar terhadap hasil belajar siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ampas kelapa pada tepung terigu terhadap tingkat penerimaan sensorik biskuit yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Adapun perlakuan sebagai berikut : A kontrol ( tanpa tepung ampas kelapa) B (5% tepung ampas kelapa), C (10% tepung ampas kelapa) dan D (15% tepung ampas kelapa). Substitusi tepung ampas kelapa pada tepung terigu berpengaruh terhadap sifat sensorik biskuit. Perlakuan substitusi tepung ampas kelapa yang menggantikan sebagian tepung terigu dalam pembuatan biskuit yang diterima panelis adalah perlakuan D (substitusi 15%) dengan nilai rata-rata tekstur biskuit (3,933 %) warna biskuit (4,6 %) rasa biskuit (4,489 %) aroma biskuit (4,556 %).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi : “Tinjauan Yuridis Tentang Perbedaan Putusan Hakim Terhadap Anggota Polri Yang Lalai Dalam Penggunaan Senjata Api”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa Dasar Pertimbangan Hakim Menjatuhkan Putusan yang Berbeda Terhadap Anggota Polri Yang Lalai Dalam Penggunaan Senjata Api ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap anggota Polri yang lalai dalam penggunaan senjata api. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Hakim menjatuhkan putusan terhadap anggota Polri yang lalai dalam penggunaan senjata api. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan Hakim terhadap tindak pidana kelalaian dalam penggunaan senjata api oleh anggota Polri.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, adapun yang menjadi dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap anggota Polri yang lalai dalam penggunaan senjata api antara lain :
1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda
2. Independensi Hakim
3. Kualitas perbuatan terdakwa
4. Faktor yang memberatkan dan meringankan
Saran yang diberikan adalah kepada Hakim agar tetap bekerja secara profesional (menjaga sikap moral dan mutu pekerjaan), serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja. Sehingga akan tercapai hasil pekerjaan yang bemutu tinggi, efektif dan efisien. Harapannya, dengan tercapainya sikap profesional tersebut tercapailah keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi segenap pihak. Kepada Hakim serta pengadilan tetap terjaga martabat dan citra baiknya di mata masyarakat sehingga masyarakat akan tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan hukum yang berlaku
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi ini : “TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM MAHKAMAH AGUNG YANG MEMBATALKAN PUTUSAN BEBAS PENGADILAN NEGERI TERHADAP SALAH SATU PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (Studi Putusan Nomor : 264/Pid.B/2015/PN.Sag dan Putusan Nomor : 273 K/Pid/2016)”. Masalah pokok dalam tulisan ini, “Bagaimana Dasar Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung Yang Membatalkan Putusan Bebas Pengadilan Negeri SanggauTerhadap Salah Satu Pelaku Tindak Pidana Pencurian?”. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Mahkamah Agung Nomor : 273 K/Pid/2016 dan Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor 264/Pid.B/2015/PN.Sag . Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Negeri sanggau dengan pertimbangan bahwa perbuatan Suherman (Terdakwa I) dan Amonius Rino (Terdakwa II) dianggap telah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam Pasal Tindak pidana dalam pasal 363 Ayat (1), ke-3, ke-4, ke-5 yaitu unsur setiap orang, Unsur mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, Unsur Dengan Maksud untuk memiliki secara melawan Hukum, Unsur dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak, Unsur dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, Untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong, atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu , perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.Judex Facti tidak menerapkan peraturan hukum sebagaimana mestinya dalam menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa II (Amonius Rino). Peraturan hukum yang tidak diterapkan sebagaimana mestinya olehnya Pengadilan Negeri Sanggau yaitu dalam hal penerapan hukum pembuktian. Khusunya pasal 197 ayat (1) huruf d KUHAP yang menyebutkan “surat putusan pemidanaan memuat pertimbangan hukum yang disusun secara ringkas mengenai fakta dan keadaan beserta alat pembuktian yang diperoleh dari pemeriksaan disidang yang menjadi dasar penentuan kesalahan terdakwa” .dalam hal ini Pengadilan Negeri sanggau kurang pertimbangan hukum nya dalam menjatuhkan pidana. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Tindak Pidan Pencurian dengan pemberatan dan putusan bebas
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Pidana Pembinaan Oleh Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan bagaimanakah pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Varibel bebas adalah putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan variabel terikat adalah pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustka atau dokument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan dalam lembaga terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dapat dikategorikan menjadi beberapa pertimbangan, yaitu: pertimbangan tentang tuntutan pidana penunutut umum; pertimbangan tentang saran balai pemasyarakatan; mempertimbangkan segi masa depan anak; dan kualitas nilai barang atau obyek curian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Penulis menyarankan agar Penuntut umum harus lebih sigap dan tegas serta menerangkan secara eksplisit tentang nilai keadilan dan kemanusian terhadap tuntutan hukuman pidana kepada anak tersebut; selain itu, meskipun apa yang direkomendasikan BAPAS tidak menjadi hal yang mutlak bagi hakim dalam menjatuhkan hukuman pidana kepada anak, tetapi BAPAS harus lebih tepat serta menerangkan lebih eksplisit tentang nilai keadilan dan kemanusian terhadap hukuman pidana kepada anak tersebut; selanjutnya, anak yang merupakan generasi penerus bangsa maka apa yang berkaitan dengan keadaan yang meringankan tersebut dapat membantu anak dalam mengurangi masa kurungan, sebab perkara pidana anak lebih menekan pada nilai keadilan dan kemanusian bagi diri anak; dan apabila anak melakukan tindak pidana pencurian dengan kualitas nilai barang curian yang sekecil apapun tidak menjadikan suatu alasan bahwa anak tersebut tidak dapat dipidana, oleh karena anak tidak boleh lagi melakukan pencurian dengan jenis barang curian apapun. Kata Kunci: Pidana Pembinaan Dalam Lembaga, Anak, Pencurian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM BIDANG LAYANAN PENERBANGAN ( STUDI KASUS : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 975 K/PDT/2019 )”. Rumusan masalah “Apa Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat”? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah “Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif, dengan mengkaji Putusan No.169/Pdt.G/2017/PN.Tng, Putusan No. 9/Pdt/2018/PT.Btn, dan Putusan No. 975 K/Pdt/2019. Berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis pada bagian hasil penelitian, maka adapun yang menjadi alasan Judex Fakti menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima karena gugatan penggugat didasarkan adanya ingkar janji tetapi tuntutannya perbuatan melawan hukum yang merupakan ketidakjelasan dari suatu gugatan. Sedangkan berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis, penulis menemukan alasan Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat karena merupakan perbuatan melawan hukum meskipun mengandung aspek ingkar janji. Adapun saran dari penelitian ini yaitu : Judex Fakti jangan hanya memeriksa gugatan secara sebagian dalam artian hanya memeriksa mengenai syarat formil tetapi harus memeriksa secara keseluruhan mengenai keabsahan dari suatu gugatan serta Judex Juris sebagai pengadilan yang memeriksa penerapan hukum telah tepat menilai suatu gugatan. Kata Kunci : Pertimbangan Judex Fakti dan Judex Juris, Perbuatan Melawan Hukum Dalam Layanan Penerbangan