2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANATOMI RINDU 2 adalah juga kumpulan opini, puisi, dan sajak yang menyerupai kakak kandung sebelumnya, Anatomi Rindu 1. Butuh waktu satu tahun lebih untuk melahirkan buku ini kembali, sejak Anatomi Rindu yang. Pada buku yang pertama, penulis sengaja membiarkan rasa mengambang, rindu yang kemana mana, dan kesimpulan yang dibuat sendiri-sendiri oleh pembacanya. Di buku Anatomi Rindu 2 agak berbeda. Penulis membaginya ke dalam tiga fase perjalanan, yaitu ; fase kehilangan, fase kesendirian, dan fase ketuhanan. Anatomi Rindu 2 tidak akan membiarkan ada rasa yang mengambang setelah dibuat berbunga, dan pada akhirnya ada Tuhan yang selalu setia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Didalam Buku Anatomi ini berisi rincian materi yang sangat dibutuhkan oleh seorang guru maupun pelatih olahraga didalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran olahraga.Dan memang belum banyak buku yang membahas masalah Anatomi Tubuh manusia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini dengan judul “Anatomi Ekstremitas Superior Dan Ekstremitas Inferior Untuk Pendidikan Olahraga” dapat diselesaikan dengan lancar. Dalam buku ini memuat bagian-bagian dari anatomi terkait anatomi Osteologi yakni ekstremitas superior yang meliputi tulang scapula, humerus, ulnae, dll. Selain Ekstremitas superior dalam buku ini juga memuat tentang ekstremitas inferior yang meliputi coxae, femur, tibia, dll. Disamping itu buku ini juga membahas terkait myology (otot) untuk menunjang para guru olahraga, pelatih olahraga, mahasiswa olahraga, atlet dan praktisi olahraga untuk meningkatkan pembelajaran dan prestasi olahraga.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bahan ajar ini diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar Botani Farmasi 1 dan memenuhi kebutuhan pustaka bagi mahasiswa farmasi STIKes Bogor Husada. Dalam bahan ajar ini terdapat tinjauan tentang anatomi tumbuhan.Untuk saat ini bahan ajar ini hanya digunakan oleh Civitas Akademika STIKes Bogor Husada.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anatomi dan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari urai tubuh beserta fungsinya. Sebagai pun calon tenaga kesehatan sudah menjadi keharusan bahwa setiap pelayanan kesehatan yang dilakukan harus mengerti terhadap keilmuan dasar. Anatomi perlu dimengerti karena menjadi dasar pertimbangan dalam setiap tindakan asuhan kepada pasien. Demikian juga, anatomi fisiologi tubuh manusia , terutama terkait kulit, rambut dan kuku menjadi suatu ilmu pendukung bagi mahasiswa AKS-AKK prodi tatarias, karena penting untuk memhami anantomi fisiologi ini sebagai ilmu yang memperkuat keterampilan dalam pemberian perawatan pada manusia. Secara umum buku ini terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian . Bagian pertama menjelaskan pengantar anatomi sistem dan organ tubuh. Dimulai dari istilah-istilah dalam anatomi, sistim muskuloskeletal, syaraf, jantung dan pembuluh darah, darah dan sistim imunitas, pernafasan, pencernaan, reproduksi, perkemihan, endokrin, integument serta persepsi sensori, vitamin, dan mineral. ke dua fungsi dari masing-masing sistim/organ tubuh dan yang ketiga, menjelaskan beberapa gangguan ringan pada beberapa organ tersebut terutama kulit, rambut dan kuku. Buku Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia ini berupaya memaparkan dengan lebih sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh mahasiswa perawat maupun mahasiswa prodi tatarias AKS-AKK, namun demikian, mata kuliah ini sangat sulit karena kompleksitasnya. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh ragangan gambar untuk memperjelas, dan memudahkan serta dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan lebih mudah dipelajari dan diingat. Semoga sederhana ini sangat berguna bagi mahasiswa dan perawat praktisi di tatanan pelayanan, Juga, mahasiswa tata rias.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehidupan patriarki merupakan kehidupan yang di dominasi oleh kekuasaan laki-laki. Kekuasaan tersebut membuat lali-laki menjadi yang utama dalam berbagai bidang, misalnya pendidikan, khususnya di tanah Timor (suku Timor). Laki-laki diberi hak untuk mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan perempuan lebih pada urusan dapur. Inilah yang menyebabkan perempuan Timor menjadi tidak bebas untuk melakukan sesuatu. Hasil produktifitas perempuan menjadi menurun dan perempuan menjadi tertinggal dibandingkan dengan laki-laki . Melihat hal ini, pemerintah dan gereja bersepakat untuk mendirikan sekolah bagi perempuan yang diberi nama Skol Bife Meto. Secara etimologis, Skol Bife Meto berasal dari bahassa Timor yakni; Skol yang berarti sekolah, Bife yang berarti perempuan, dan Meto yang berarti Timor, jadi Skol Bife Meto berarti Sekolah Perempuan Timor. Sekolah ini didirikan dengan tujuan agar perempuan Timor mempunyai kesempatan untuk memberi perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji peran Skol Bife Meto di Desa Anin, Kec. Amanatun Selatan Kab Timor Tengah Selatan sebagai bagian dari upaya untuk mengangkat derajat perempuan. Metode penelitian yang digunakan ialah deskripsi dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menemukan fakta untuk menggambarkan realita yang terjadi berdasarkan fenome-fenome yang ada. Kehadiran sekolah Bife Meto nampak membawa perubahan dalam kehidupan para siswi dan keluarga mereka. Banyak istri yang mulai berani berbicara kepada suami tentang pembagian kerja di dalam rumah. Bahkan ada juga suami yang mulai memiliki kesadaran bahwa bekerja dalam rumah bukan semata-mata tugas seorang istri, tetapi tanggung jawab bersama sebagai anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan tempat yang penting bagi kehidupan perempuan untuk hidup di tengah masyarakat yang patriarki. Dengan mendapatkan pendidikan yang baik maka perempuan dapat mengubah kehidupannya. Perempuan diciptakan Allah untuk menjadi penolong yang sepadan dengan laki-laki (Kej.2:21-22). Laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah yang sama tanpa membedakan bentuk dan rupa sehingga pemaknaan tentang kehadiran perempuan di samping laki-laki adalah supaya laki-laki dan perempuan dapat secara bersama-sama dalam mengusahakan dan memelihara segala makhluk ciptaan Allah lainnya. Kesetaraan gender yang diperjuangkan di Skol Bife Meto ini adalah bagian dari pergumulan teologis tentang kesetaraan gender. Oleh karena itu, telaah tentang penciptaan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah menjadi bagian yang penting dalam melihat keseteraan gender secara teologis. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesetaraan gender dapat nampak dalam tafsiran kitab suci, yang sering menggunakan kaca mata patriarki, jika menggunakan kacamata gender. Kata kunci: Skol Bife Meto, gender, pendidikan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala adalah salah satu jemaat yang berada di Desa Pura Barat, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jemaat masih terikat dengan adat istiadat dalam kampung tersebut. Sebagai manusia yang hidup dalam kebudayaan, tentu kita tidak bisa memisahkan diri dari budaya atau melepaskan diri dari budaya, karena kita ada dalam budaya dan budaya melekat dengan kita. Adat istiadat ini masih dipelihara dan dilakukan secara turun tumurun yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka sebagai makluk yang berbudaya. Salah satunya yang penulis ambil, dan menulisnya sebagai suatu kajian ilmiah adalah ritus Jang’u Atera. Ritus Jang’u Atera suatu proses penerimaan perempuan yang dilakukan oleh jemaat ketika calon istri dan istri hadir di Melangwala. Proses penerimaan dilakukan agar sang calon istri dan istri mendapatkan keturunan, mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan bersama suami, serta terhindar dari celaka yang akan mengancam hidup mereka. Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologi kontekstual, yakni pendekatan sintesis yang dijabarkan oleh Stephen B. Bevans. Model sistesis ini menunjukan adannya teologi jalan tengah yang menekankan bahwa tadisi kekristenan dan kebudayaan dalam sebuah konteks memiliki nilai kebenarannya masing-masing. Kebudayaan dan kekristenan saling berinteraksi dan saling memberi sumbangsih bagi kelanjutan bagi budaya dan Kekristenan. Dengan adannya sikap saling terbuka maka Allah dalam kemahakuasaaNya tetap berkarya dalam kehidupan berbudaya. Allah berbicara kepada umat melalui perantara. Allah memperkenalkan diri melalui perantara para nabi. Jadi Allah menyampaikan identitas dengan gambaran bahwa ketika Allah menyampaikan identitas sebagai Allah, Allah juga ingin menyatu dengan warga jemaat agar bisa menerima berita sebagai satu berita yang bisa menyatu dengan masyarakat dan bisa mempengaruhi mereka serta bisa menerima sebagai Tuhan atau berbalik kepada allah lain. Ritus Jang’u Atera dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menemukan adanya kata-kata kunci yakni, hubungan manusia dengan Allah, dan manusia dengan alam. Dimana manusia dalam kehidupannya melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga manusia seharusnya mentaati dan menjalankan tugas Allah sebagai Pencipta makluk hidup yang ada di dunia. Kedua adalah penghargaan terhadap perempuan.Ritus Jang’u Atera yang dilihat penulis merupakan suatu penghargaan terhadap perempuan di Pura-Melangwala. Ketiga identitas perempuan, Identitas Perempuan menjadi warisan budaya di Pura-melangwala. Dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perempuan seringkali tidak mendapat sebuah kedudukan dalam keluarga. Oleh Karena itu melalui penulisan ritus Jang’u Atera ini sekaligus membicarakan penghargaan terhadap perempuan dan merupakan identitas diri dari sebuah budaya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Marthen M. Here* Zet Malelak** Regina I. Banoet** ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 20 mei 2021 sampai tanggal 5 juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui Pengaruh Lama Perendaman Dalam Larutan Gula (sukrosa) Terhadap Proses Pembuatan Manisan Mangga Kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik dengan lama perendaman yang berbeda dalam pembuatan manisan mangga kering terdapat pada perlakuan C dengan lama waktu perendaman irisan mangga 9 jam menghasilkan nilai rata-rata rasa manisan mangga kering sebesar 4,822 (sangat suka),dan tekstur manisan mangga kering sebesar 4,778 (sangat memuaskan).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN OLEH HAKIM”. Masalah pokok yaitu Bagaimana pertimbangan hakim dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk Mengetahui Bagaimana pertimbangan hakim dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Penelitian ini bersifat deskriptif, jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan menggunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa hakim membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen karena Hakim mempertimbangkan ketentuan-ketentuan domisili hukum dalam perjanjian dimana dikatakan bahwa “ jika suatu saat terjadi perselisihan dalam perjanjian pembiayaan ini maka pengadilan Negerilah yang punya wewenang menyelesaiakan masalah ini bukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)”. Maka dari itu putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dinyatakan batal.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehidupan umat Tuhan yang tidak peduli terhadap keadilan sosial, maka yang menjadi salah satu penyebabnya yaitu kerakusan tuan-tuan tanah dan penyalahgunaan kuasa para penguasa yang mau meraup keuntungan pribadi. Akibatnya terjadi penindasan terhadap orang-orang lemah, terbentang jurang antara orang kaya miskin dan terjadinya ketidakadilan sosial. Kenyataan inilah yang menyebabkan respon Mikha (Mi. 6:8) terhadap umat Allah yang merupakan kecaman kepada para penguasa Yehuda yang membenci keadilan dan nabi-nabi palsunya yang menyesatkan. Penulis ini memakai metode penelitian historis kristis untuk menggali perkembangan dan makna teks secara mendalam, waktu dan peristiwa, tempat dan orang-orang yang ada dalam cerita. Bangsa Yehuda telah mengabaikan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dan terancam kehilangan janji-janji-Nya. Maka dari itu ditemukan tiga pesan sebagai anjuran agar bangsa Yehuda tidak lagi melakukan kejahatan moral yaitu dengan melakukan keadilan, mencintai belas kasihan dan hidup rendah hati di hadapan TUHAN.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendeta adalah hamba Tuhan yang ditugaskan dengan dua jabatan yaitu organisasi dan pelayanan di mana ia harus bertanggunjawab secara organisatoris serta menjalankan fungsi kenabian, kerasulan dan gembala untuk melayani di mana ia hidup dan ditugaskan dalam gereja. Dalam menjalankan panggilan sebagai pengikut Kristus tidak terlepas dari situasi di mana antara memilih menjalankan panggilan sebagai pengikut-Nya atau harus memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri dan keluarga. Panggilan menjadi pengikut Kristus ialah panggilan untuk setia dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-Nya. Penderitaan yang dialami pengikut-pengikut Kristus bukan karena akibat yang ditimbulkan oleh pengikut-pengikut Kristus, tetapi sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagai bagian dari melayani Kristus. Hal tersebut bukan hanya dialami dari luar, tetapi dari dalam keluarga dan diri pengikut itu sendiri. Melihat kedua tanggungjawab antara pelayanan dan keluarga, terkadang menimbulkan dinamika dalam keluarga pendeta di mana bisa saja ada yang merasa sebagaimana yang terjadi dalam keluarga pendeta yang melayani di jemaat GMIT Kota Kupang, di mana anggota keluarga merasa terabaikan, dilema, adanya keraguan terhadap pasangan, cemas, kurangnya waktu bersama oleh karena mereka diperhadapkan dengan kesibukkan pendeta. Penulis bertujuan agar memberi dasar teologis terhadap makna dari sebuah keluarga pendeta dalam jemaat, untuk itu metode yang digunakan penulis yaitu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana penulis melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pendeta-pendeta yang sedang melayani di jemaat GMIT Kota KupangKlasis Kota Kupang. Karena itu sangat perlu untuk merefleksikan tentang kisah Allah memanggil Abraham dari antara kaum keluarganya dan berjanji kepadanya “Allah akan memberikan tanah dan keturunan kepadanya dan Allah akan memberkatinya”. Anaknya Ishak sebagai penerus keturunanya, kemudian Yakub dan ia juga menerima tugas yang sama yaitu demi keselamatan umat manusia dan supaya semua kaum di muka bumi menerima berkat (Kej. 12:3). Hal yang sama juga diberikan Allah kepada Yakub dan keturunannya. Allah memulai penyelamatan dengan satu orang dan satu keluarga untuk menjadi alat dari suatu realitas bersama yang baru. Dasar teologis ini menjawab dinamika antara pelayanan dan keluarga pendeta di mana keluarga pendeta adalah komunitas yang juga ditetapkan Allah sebagai wadah untuk menyatakan rencana-Nya bagi dunia. Allah sebagai pembentuk keluarga memiliki misi agar keluarga pendeta menjadi komunitas yang memancarkan dirinya sebagai terang di tengah-tengah kehidupan jemaat. Karena itu pendeta perlu memberi pemahaman dan mempersiapkan keluarga agar keluarga pendeta memberi nilai tertinggi kepada Allah dan menjalankan pelayanan dengan segala konsekuensi yang harus diterima.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jemaat Anak Sulung Sikumana adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah untuk hidup dan melayani di Sikumana. Jemaat Anak Sulung merupakan jemaat muda yang terletak di wilayah arus perpindahan penduduk yang menyebabkan jemaat ini mengalami penambahan jumlah anggota jemaat yang sangat signifikan dari waktu ke waktu. Untuk membantu jemaat ini bertumbuh ke depan baik secara kuantitas maupun kualitas, jemaat perlu melihat kembali apa yang telah dilalui sebelumnya sebagai bahan refleksi dan evaluasi. Penulisan ini bertujuan untuk melihat dinamika kehidupan pelayanan selama kurang lebih tujuh tahun jemaat ini mandiri serta untuk merefleksikan kehidupan pelayanan jemaat dengan berdasarkan kepada kehidupan jemaat Kristen mula-mula. Tujuan ini dicapai dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta analisa data primer dan sekunder yakni data-data observasi, wawancara, arsip gereja dan buku-buku yang memuat catatan pembentukan Jemaat Anak Sulung. Karya ilmiah ini ditulis menggunakan pendekatan klasik yakni penulisan didasarkan pada hal-hal yang telah diperbuat gereja sebagai suatu organisasi, tokoh-tokoh pemimpin gereja serta diperlengkapi dengan arsip gereja. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa pelayanan Anak Sulung mengalami pencapaian dan juga tantangan-tantangan yang mewarnai perjalanannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni lingkungan, sosial budaya serta pendidikan dan sumber daya manusia. Pertambahan jumlah anggota jemaat ini mempengaruhi pelayanan di dalam gereja seperti pengembangan pembangunan fisik dan perubahan program-program pelayanan setiap tahunnya. Namun, penambahan secara kuantitas ini tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa jemaat ini telah bertumbuh secara kualitas sebab sebagai jemaat yang muda, gereja ini masih harus melakukan berbagai pembenahan untuk pelayanan yang lebih baik ke depan. Perjalanan kehidupan dan pelayanan jemaat Anak Sulung Sikumana juga tidak terlepas dari peranan Roh Kudus yang terus bekerja di dalam jemaat-Nya. Jemaat ini juga mencirikan suatu bentuk persekutuan yang kokoh serta dipimpin oleh abdi-abdi Allah yang menjalankan tugasnya sesuai dengan teladan kepemimpinan Kristus.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pelaksanaan adat suus oef (air susu ibu) yang merupakan bagian dari perkawinan adat di Desa Nekmese, yang masih dilakukan sampai sekarang. Adat suus oef merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh prosesi perkawinan adat, hal ini dikarenakan adat suus oef merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum melakukan pernikahan kudus. Namun pada pelaksanaannya penentuan besaran suus oef sangat besar sehingga keluarga dari mempelai laki-laki menjadi kesulitan untuk memenuhinya, sehingga yang terjadi adalah beberapa anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Naimuti yang sudah tinggal bersama bahkan sudah memiliki anak, namun mereka belum menikah secara sah di gereja. Hal ini dikarenakan belum memenuhi adat suus oef atau belum menyelesaikan adat, sehingga pasangan yang sudah tinggal bersama namun belum menikah secara sah di gereja. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang praktek adat suus oef, dengan model teologi kontekstual yang diperkenalkan oleh Bevans yaitu model antropologis. Bevans melihat dan memberi perhatian utama pada proses pelestarian jati diri budaya oleh seorang pribadi yang beriman Kristen. Perhatian utamanya pada pemahaman ajaran agama Kristen sebagai seorang pribadi yang berpusat pada nilai dan kebaikan pribadi manusia. Selain itu juga terbuka dengan budaya, namun tetap mempertahankan iman Kristen. Untuk itu penulis menggunakan metode penelitian lapangan (Field research) dan penelitian kepustakaan (Library research), dan kemudian menganalisa dengan menggunakan teknik deskripsi-analisis-refleksi. Adat suus oef (air susu ibu) yang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Nekmese, terkhususnya Jemaat GMIT Ebenhaezer Naimuti, Klasis Amarasi Timur. Sejumlah jemaaat, majelis jemaat maupun Pendeta, mengakui bahwa pelaksanaan praktek adat suus oef tidak hanya berdampak bagi generasi penerus, tetapi juga berdampak sampai jalannya pelayanan di jemaat seperti pernikahan mereka yang belum diberkati di gereja. Hal ini juga membuat jemaat menjadi resah karena jemaat yang belum melakukan pernikahan karena belum menyelesaikan adat. Pemberian adat suus oef diberikan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih kepada ibu dan se’ nono untuk ayah. Pelaksanaan adat suus oef jika dilakukan dengan baik maka akan mendapatkan kesejahteraan dan berkat yang melimpah, namun jika tidak melakukannya dengan baik maka akan mendapat masalah dan tidak akan mendapat keberuntungan dalam berumah tangga. Penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat suus oef. Salah satu cara agar pelaksanaan praktek adat suus oef tetap dijalankan adalah dengan tetap memberikan keringanan tuntutan adat, agar pelaksanaan praktek adat suus oef ini dilakukan dengan baik. Penulis kemudian merefleksikan dari salah satu nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat suus oef, yaitu nilai hukum hormat/penghormatan yang merupakan dasar dari pelaksanaan adat suus oef (air susu ibu). Nilai hukum hormat/penghormatan kepada orangtua ini tidak terletak pada seberapa besar besaran nilai yang diberikan, tetapi lebih kepada hasil akhir dari pelaksanaan adat tersebut, yang dapat memberikan kesejahteraan dan berkat untuk orangtua dan juga bagi perjalanan rumah tangga.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsif kualitatif. Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas,
analisis regresi linear berganda, Uji t (Koefisien) , Uji koefisien determinasi (R²)
dan Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang
diperoleh dari variabel X1 (Kesiapan) dan X2 (pemahaman pengetahuan
penyusunan pembukuan sederhana) terhadap variabel Y (penggunaan informasi
akuntansi) adalah: Y = 69,204 - 760 X1 - 637 X2
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel X1 (kesiapan) dan X2
(pemahaman, pengetahuan penyusunan pembukuan sederhana) berpengaruh
signifikan secara negatif terhadap variabel Y (penggunaan informasi akuntansi).
Dilihat dari hasil koefisien determinasi atau angka R Square dapat menjelaskan
sebesar 68,3% dan sisanya sebesar 31,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang
tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.