Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.529 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 502025: 582024: 302023: 3792022: 4972021: 9162020: 1632018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

DESKRIPSI TENTANG DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SUSU BUBUK TANPA WAKTU TANGGAL KADALUARSA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul :Deskripsi Tentang Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa. Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Mengapa terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Dispartias Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa. dan variabel terikat yaitu variabel yang terdiri dari Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sebagai berikut 1.Tuntutan Jaksa penuntut berbeda-beda 2. independensi hakim yang berbeda-beda 3. kualifikasi perbuatan tuntutan yang berbeda-beda 4. pertimbangan hakim yang memberatkan dan meringankan hakim terhadap pelaku tindak pidana perdagangan susu bubuk tanpa waktu tanggal kadaluarsa. Saran Pelaku usaha yang memperdangkan produk makanan kadaluarsa harus bertangungjawab dan Pelaku usaha dilarang memperdangkan barang makanan atau minuman yang kadaluarsa.karan bisa mengakibatkan ganguan kesehata. Kata Kunci :Deskripsi Putusan Hakim, Tindak Pidana Perdagangan Susu Bubuk Tanpa Waktu Tanggal Kadaluarsa

PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi dalam mencapai tujuannya, maka upaya – upaya organisasi dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik harus terus dilakukan, dengan adanya karyawan- karyawan yang bekerja secara baik ini, maka diharapkan hasil kerja (kinerja) dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab di berikan terhadap karyawan. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Kinerja merupakan performance atau unjuk rasa. Kinerja juga dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 orang pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang dengan sampel keseluruhan pegawai yaitu 43 orang. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui kompensasi dalam kategori rendah, motivasi berada dalam kategori rendah serta kinerja karyawan juga berada pada kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik kompensasi semakin tinggi kinerja pegawai dan sebaliknya. Sedangkan motivasi berpengaruh positif juga terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik motivasi maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Pegawai

DESKRIPSI TENTANG PENJATUHAN PUTUSAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (STUDI KASUS RSUD DR.HARJONO KEBUPATEN PONOROGO)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (Studi Kasus RSUD Dr.Harjono Kabupaten Ponorogo). Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1). Mengapa Pengadilan Negeri Menjatuhkan Putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan putusan pemidanaan? 2). Mengapa putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas?. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: 1). Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan menjatuhkan putusan pemidanaan. 2). Untuk mengetahui alasan putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas. Sifat penelitian adalah deskriptif dan Jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas yakni : Pengadilan Negeri menjatukan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkamah Agung dengan putusan pemidanan serta putusan Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatukan putusan bebas dan Variabel Terikat dalam penelitian ini yaitu Putusan Pengadilan terhadap Terdakwa tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas karena: 1).Tidak memenuhi unsur melawan hukum dalam dakwaan primair; dan 2).Tidak memenuhi unsur menyalahgunakan kewenangan dalam dakwaan subsidair. Kemudian alasan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi membatalkan karena: 1).Pengadilan Negeri salah menerapkan hukum; 2).Perbuatan terdakwa terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan primair. Selanjutnya ditemukan alasan Mahkamah Agung tingkat Peninjauan Kembali membatalkan putusan Kasasi dan membebasakan Terpidana karena 1).Majelis Hakim Mahkamah Agung tingkat Kasasi salah menerapkan hukum dan 2).Perbuatan Terpidana tidak terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan Penuntut umum. Adapun saran yang diberikan yaitu : 1). Pemeriksaan yang dilakukan oleh Hakim baik di tingkat Pengadilan Negeri atau Mahkamah Agung diharpkan lebih cermat dalam memperhatikan fakta-fakta persidangan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam meberikan putusan atau menerapkan hukum; dan 2).Hakim Pengadilan Kasasi dalam menerapkan hukum diharapkan lebih cermat memperhatikan dengan baik dalam menghubungkan fakta hukum dengan unsur-unsur yang terdapat dalam pasal dakwaan.

KAJIAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA IZIN USAHA MINYAK DAN GAS BUMI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah Kajian yuridis putusan hakim terhada pelaku tindak pidana izin usaha Minyak dan gas bumi. Rumusan masalah Megapa hakim judex facti memutus pidana sedangkan hakim judex juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan hakim judex facti memutus pidana sedangkan hakim judex juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi. Sifat Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis artinya bahwa penelitian ini yang hendak menggambarkan, menelaah, dan menjelaskan suatu keadaan atau fenomena secara tepat dan terang benderang tanpa ada perlakuan dari objek yang diteliti yaitu pertimbangan hakim judex factie memutus pemidanaan sedangkan hakim judex juris memutus bebas. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian hokum normatif, menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian atau biasa di sebut dengan (liblary search). Variabel bebas (independent variable) dari penelitian ini adalah alasan judex factie memutus pemidanaan sedangkan hakim judexjuris memutus bebas. Variabelterikat (dependent variable) dari penelitian ini adalah tindak pidana izin Usaha Minyak dan Gas Bumi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan 3 (tiga) bahan hukum yaitu Bahan Hukum Primer , sekunder dan tersier. Bahan hukum primer yang digunakan dari penelitian ini yaitu Undang-undang Dasar 1945, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, Putusan Nomor 880/Pid.Sus/2018/ PN.SMG, putusan Nomor 132/Pid.Sus/2019/PT SMG, putusan Nomor 3229K/Pid.Sus/2019. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap satu kasus dengan 4 (empat) putusan yaitu: Hakim judex facti memutus pidana terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi karena Dakwaan Jaksa Penuntut Umum sempurna, Terbukti unsur pasal yang didakwakan, Pertimbangan keadaan yang memberatkan dan meringankan. Sedangkan hakim Judex Juris memutus bebas terhadap pelaku tindak pidana izin usaha minyak dan gas bumi, disebabkan karena Terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan, Hakim judex facty telah salah dalam menerapkan hukum. Kata Kunci: Tindak Pidana; Judex Facty; Judex Juris; Minyak dan Gas Bumi.

ANALISIS YURIDIS PERANAN CCTV DALAM PEMBUKTIAN PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul: Analisis Yuridis Peranan CCTV Dalam Pembuktian Pada Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Bagaimana pertimbangan hakim terhadap peran CCTV dalam pembuktian pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan ? Bagaimana cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang telah direkam CCTV ? Apa akibat hukum dari tindak pidana pencurian dengan pembertan terhadap terdakwa ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim terhadap peran CCTV dalam pembuktian pada tindak pidana pencurian dengan pemberatan. untuk mengetahui cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap terdakwa. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif yaitu penelitian ini terdiri dari penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmia. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Tindak Pidana Pencurian Dengan Pembaratan. dan variabel terikat yaitu variabel yang tergantung dari putusan pengadilan tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari pertimbangan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, bahan hukum sekunder yaitu memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, dan hasil karya dari kalangan hukum, dan bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan bermakna terhadap terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum, ensiklopedia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu Pertimbangan hakim dalam tindak pidana pecurian dengan pemberatan dan Cara terdakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang direkam CCTV dan Akibat hukum tindak pidana pencurian dengan pemberatan Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah Mengenai penggunaannya dalam suatu tindak pidana pencurian dengan pemberatan yaitu melihat petunjuk-petunjuk yang direkaman CCTV Kata Kunci : Cctv, Tindak Pidana, Pencurian

DESKRIPSI TENTANG PEMIDANAAN TERHADAP TINDAK PIDANA MEMBERIKAN KETERANGAN PALSU DI PERSIDANGAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: Alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk Mengetahui Alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan. Penelitian ini bersifat Deskriptif analisis artinya bahwa penelitian ini termasuk lingkungan penelitian yang menggambarkan, menelaah, menjelaskan secara tepat serta menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini yakni tindak pidana keterangan palsu. Jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian hukum normatif, karena dalam penelitian hukum normatif menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian atau biasa disebut dengan (liblary search). Variabel yang digunakan yaitu variable bebas dalam penelitian ini adalah alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan dan akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan. Variaberl terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim tindak pidana memberikan keterangan palsu. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu, Alasan saksi memberikan keterangan palsu di persidangan adalah a. Untuk menghindari pertengkaran dengan istri. b. Karena tidak ingin terlibat dalam kasus penipuan. c. Untuk mengelabui pihak leasing. d. Karena tidak terima diberhentikan dari jabatan sabagai Datuak Bando Rajo. e. Karena terdakwa memiliki dendam pribadi. Akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan adalah: Pelaku ditahan, dipidana penjara dan membayar biaya perkara. Saran penulis adalah: 1. Masyarakat dapatkan meningkatkan kesadaran hukum dan berfikir secara matang untuk tidak memberikan keterangan palsu di depan persidangan, karena dengan memberikan keteragan palsu dalam persidangan akan menimbulkan akibat hukum yang akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain yang bersangkutan. 2. Pemerintah diharapkan melakukan sosialisasi serta edukasi terkait pidana sumpah palsu dan pidana penyertaan agar lebih banyak orang yang memahami terkait akibat apabila seseorang melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu di persidangan

Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah: Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Hakim Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi?. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk mengetahui hakim Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi. Jenis penelitian adalah penelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Hakim Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah karena Terdakwa hanya melakukan perbuatan Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan atau Sarana Yang Ada Padanya dalam Jabatannya, Sedangkan alasan Hakim Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi karena Terdakwa terbukti melakukan perbuatan secara melawan hukum. Adapun saran yang diberikan yaitu 1). Judex Facti diharapkan lebih cermat dalam memperhatikan, meneliti dan mempertimbangkan fakta hukum di persidangan agar dalam putusannya tidak terdapat kekeliruan dalam menerapkan hukum; 2). Terdakwa seharusnya menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara profesional dan tidak tergiur dengan memperoleh keuntungan dari hasil korupsi yang dilakukan, dan setelah dipidana diharapkan terdakwa dapat jera sehingga tidak melakukan Tindak Pidana Korupsi lagi Kata Kunci: Disparitas Putusan, Tindak Pidana, Korupsi, Barang dan Jasa.

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KOMBINASI KULIT PISANG KULIT TELUR DAN RUMPUT LAUT PADA PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L )

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Pupuk Organik Kulit Pisang Kulit Telur dan Rumput Laut Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh konsumen rumah tangga sebagai bumbu masakan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kulit pisang kulit telur dan rumput laut pada pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) denganKontrol (tanpa PO), perlakuan K1 = 25 g PO kulit pisang, kulit telur dan rumput laut perlakuan K2 = 50 g, POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K3 = 75 g POkulit pisang kulit telur dan rumput laut, perlakuan K4 = 100g PO kulit pisang kulit telur dan rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, Lebar daun dan jumlah umbi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian PO darikulit pisang kulit telur dan rumput laut terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun lebar daun jumlah umbi. Pemberian pupuk pada perlakuan K2 dengan konsentrasi sebesar 50 g pupuk organik kulit pisang, kulit telur dan rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman bawang merah57,25 cm, jumlah helaian daun sebanyak 41,31, lebar daun 0,63 dan jumlah umbi sebanyak 19. Kata kunci :Bawang Merah, pupuk organik, kulit pisang, kulit telur, rumput laut. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect of Organic Fertilizer of Eggshell Banana Peel and Seaweed on Red Onion Plant Growth (Allium ascalonicum L) Sah, F.A.) * Ngginak, J)** Bullu, N.I )** Shallots (Allium ascalonicum L.) are one of the basic human needs. The need for shallots cannot be avoided by household consumers as a complement to daily cooking spices. This study aims to determine the response of banana peel and seaweed fertilizer on shallot growth (Allium ascalonicum L.). The method used in this research is experimental method using Randomized Group Design (RAL) with Control (without PO), treatment K1 = 25 g PO banana peel, eggshell and seaweed treatment K2 = 50 g, PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K3 = 75 g PO banana peel eggshell and seaweed, treatment K4 = 100 g PO banana peel eggshell and seaweed. The data obtained were analyzed by ANOVA and then further tests were conducted with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% level. Parameters with the average value and the overall treatment value of each repetition were observed including plant height, number of leaflets, leaf width and number of tubers. Based on the results of the study, the provision of PO from banana peel eggshell and seaweed on the measurement parameters gave a significant effect on plant height, number of leaves width of the number of tubers. Giving fertilizer to the K2 treatment with a concentration of 50 g of organic fertilizer banana peel, eggshell and seaweed has a significant effect in increasing plant height growth with an average shallot plant height of 57.25 cm, the number of leaflets as much as 41.31, leaf width 0.63 and the number of bulbs as many as 19. Keywords: Shallot, organic fertilizer, banana peel, eggshell, seaweed. Description: *) Researcher **) Supervisor

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI KAWASAN AIR TERJUN OESUSU KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI KAWASAN AIR TERJUN OESUSU KABUPATEN KUPANG” Zacharia, J)* Ballo, A)** Nge, S. T)** Tumbuhan paku merupakan tumbuhan kromus berspora yang memiliki karakteristik berupa daun muda yang menggulung seperti gagang biola. Tumbuhan paku dapat dimanfaatkan untuk kesejatraan makhluk hidup, yaitu bahan pangan, obat-obatan maupun tanaman hias. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dan indeks keanekaragaman tumbuhan paku yang terdapat di kawasan air terjun Oesusu Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpose sampling melalui tahapan identifikasi. Metode yang digunakan metode jelajah (cruise method). Analisis data dengan menghitung indeks keanekaragaman, kerapatan relatif dan kelimpahan. Jenis tumbuhan paku yang ditemukan di kawasan air terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang terdapat 9 jenis tumbuhan paku yaitu Dryopteris sparsa, Pteris vittata, Pteris cadieri, Adiantum trapeziforme, Platycerium bifurcatum, Rumohra adiantiformis, Nephrolepis sp, Nephrolepis biserrata, pneumatopteris pennigera. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan paku masuk dalam kategori sedang yaitu 1,6043, nilai kerapatan relatif (Rdi) masuk dalam kategori rendah 1,6917 dan nilai kelimpahan tumbuhan paku kategori tertinggi yaitu 0,0084 dan terendah 0,0001. Demikian dapat disimpulkan bahwa tumbuhan paku yang ditemukan di kawasan air terjun Oesusu yaitu 9 jenis, 5 jenis teresterial dan 4 jenis epifit. Parameter lingkungan jenis-jenis tumbuhan paku di kawasan air terjun Oesusu berdasarkan suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Berdasarkan kelembaban udara tergolong tinggi, berdasarkan suhu tergolong sedang hingga dingin dan berdasarkan intensitas cahaya tergolong sedang. Kata Kunci : Keanekaragaman, Jenis Tumbuhan Paku Keterangan : * ) Peneliti ** ) Pembimbing ABSTRACT “DIVERSITY OF FERNS (Pteridophyta) IN THE OESUSU WATERFALL AREA KUPANG DISTRICT’’ Zacharia, J)* Ballo, A)** Nge, S. T)** Ferns are spore chorus plants that have the characteristics of young leaves that curl like a violin handle. Ferns can be used for the welfare of living things, namely food, medicine, and ornamental plants. The purpose of this study was to determine the types and diversity index of ferns found in the Oesusu Waterfall area, Kupang Regency. The data collection technique used in this study was purposive sampling through the identification stage. The method used is the cruise method. Data analysis by calculating diversity index, relative density, and abundance. There are 9 types of ferns found in the Oesusu waterfall area, Takari District, Kupang Regency, namely: Dryopteris sparsa, Pteris vittata, Pteris cadieri, Adiantum trapeziforme, Platycerium bifurcatum, Rumohra adiantiformis, Nephrolepis Sp, Nephrolepis biserrata, pneumatopteris pennigera. The diversity index (H') value of ferns is in the medium category, namely 1.6043, the relative density value (Rdi) is in the low category, 1.6917 and the highest abundance value of ferns is 0.0084 and the lowest is 0.0001. Thus it can be concluded that the ferns found in the Oesusu waterfall area are 9 species, 5 terrestrial species, and 4 epiphyte species. The environmental parameters of fern species in the Oesusu waterfall area are based on temperature, humidity, and light intensity. Based on air humidity it is classified as high, based on temperature it is classified as moderate to cold and based on light intensity it is classified as moderate. Keywords: Diversity, Types of Ferns Information : * ) Researchers ** ) Advisor

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (ITE)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTI SARI Judul Skripsi penulis adalah: Deskripsi Tentang Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Informasi Dan Transaksi Elektronik (Ite). Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: Bagaimana pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik. Bagaimana pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik. Bagaimana pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali/terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa, dan pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan, serta pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali/terdakwa dalam perkara informasi dan transaksi elektronik (ITE). Jenis penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil Penelitian Yang Dilakukan diperoleh jawaban yaitu: 1. Dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa karena : a. Perbuatan terdakwa tidak tebukti secara sah dan meyakinkan bersalah serta tidak memenuhi unsur-unsur dakwaan. b. Perbuatan terdakwa bukan tindak pidana. 2. Dasar pertimbangan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa karena: a. Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah serta memenuhi unsur-unsur dakwaan. b. Putusan Judex Facti salah menerapkan hukum. 3. Dasar pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali menolak permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali karena: Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana tidak memenuhi ketentuan Pasal 263 Ayat (2) dan Ayat (3) KUHAP maka berdasarkan ketentuan Pasal 266 Ayat (2) huruf a KUHAP. Kata kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik

STRUKTUR KOMUNITAS ECHINOIDEA DI PERAIRAN PANTAI MUMU TULA DESA BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN EBENHEIZER D. TUSI (16381070). “Struktur Komunitas Echinoidea Struktur Komunitas Echninoidea Di Perairan Mumu Tula Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang” ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi, M.Si dan Dr FANNY I. GINZEL S. Pi, M. Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Mumu Tula merupakan salah satu nama pantai yang berada di Desa Bolok, dimana saat ini cukup terkenal karena dijadikan sebagai lokasi wisata oleh penduduk lokal di Kota Kupang dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas Echinoidea meliputi komposisi jenis, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominasi di perairan Mumu Tula Desa Bolok Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2023, berlokasi di perairan pantai Mumu Tula Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, menggunakan metode deskripsi eksploratifyaitu menganalisa dan menyajikan data berdasarkan objek yang diperoleh di habitat tersebut sehingga dapat disimpulkan serta dipahami. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Belt trensect digunakan untuk menggambarkan kondisi populasi suatu jenis biota termasuk Echinoidea yang mempunyai ukuran relatif beragam. Hasil penelitian menunjukkanbahwakomposisijenis Echinoidea yang diperoleh sebanyak 7 jenis yang tersebar pada tiga transek, dimana 6 jenis pada transek 1, 5 jenis pada transek 2 dan 3. Echinoidea terbanyak terdapat pada transek 2 dan 3. Nilai komposisi tertinggi Echinoidea pada ketiga transek didominasi oleh Diadema setosum berkisar antara 55,43% – 67,34%, diikuti oleh Diadema savignyi sebesar 27,43% – 40,58%. Komposisi jenis Echinoidea yang paling sedikit adalah Echinothrix sp, Heterocentrotus sp, Tripneutes gratilla dan Salmacis sp. D. Setosum. Kelimpahan jenis tertinggi ditunjukkan oleh Diadema setosum dan Diadema savignyi. Luasan area 500 m2 ditempati oleh kurang lebih 153-567 individu/500 m2Diadema setosum dan sebanyak 112-231 individu/500m2Diadema savignyi.Kelimpahan relatif Echnoidea pada ketiga transek, jenis dengan kelimpahan relatif tertinggi adalah Diadema setosum dan Diadema savgnyi jika dibandingkan dengan jenis Echinoidea lainnya. Nilai indeks keanekaragaman Echinoidea pada lokasi pengamatan baik transek 1, 2 dan 3 di perairan pantai Mumu Tula Desa Bolok sesuai kriteria termasuk kategori 1 ≤ H’ yaitu keanekaragaman jenis rendah.Nilai keseragaman jenis Echinoidea yang ditunjukkan termasuk kondisi tertekan dengan kisaran nilai 0,48 – 0,55 sesuai dengan kriteria yang diajukan oleh Odum (1983) dalam Isfaeni, dkk (2020) yaitu 0 C 0,6 terkategori sedang.

KARAKTERISTIK BAKSO IKAN BELANAK MENGGUNAKAN TEPUNG SAGU (AKABILAN) DI DESA RAILOR KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN OLDIANA SEUK NAHAK (18390028). Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan)Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka. Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M. Sc sebagai pembimbing I, dan Mada M. Lakapu,S. Si, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Bakso merupakan suatu bentuk produk olahan daging yang merupakan bentuk emulsi lemak. Oleh karena itu, komponen lemak di dalam produk olahan daging mempunyai peranan penting pada pembentukan tekstur, yaitu memberikan tekstur yang juiceness (empuk). Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu jenis ikan perairan laut yang menggunakan habitat perairan muara sebagai tempat hidupnya termasuk di muara sungai. Tepung sagu merupakan jenis tepung yang berasal dari pati batang sagu. Tekstur tepung sagu mirip dengan tepung tapioka, yakni berwarna putih dan terasa lembut ditangan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk bakso ikan belanak, dan uji organoleptik (kenampakan,bau, rasa, tekstur) . Kemudian dilakukan pengujian kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar abu) bakso ikan belanak. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian diolah secara stastistik dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan analisis variansi (Anova) untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Produk karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan) pada pengujian organoleptik sensori yang menghasilkan tingkat penerimaan panelis terbaik pada pelakuan 10% yaitu parameter kenampakan 7.2 (Permukaan kurang halus, sedikit berongga, kurang cerah), parameter bau 7.6 (spesifik produk kurang), parameter rasa 7.73 (spesifik produk kurang) dan parameter tekstur 7.46 (padat, kompak , agak kenyal). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji karakteristik bakso ikan belanak menggunakan akabilan (sagu) pada perlakuan terbaik (10%) memberikan hasil kadar air 62.93% dan protein dengan 27.74%. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan penulis menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masa simpan karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan). Kata kunci: Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan) Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka.

Analisis Pendapatan Petani Di Kecamatan Kupang Barat (Studi Kasus pada petani tomat Di Desa Bolok)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Pendapatan Petani Di Kecamatan Kupang Barat (Studi Kasus pada petani tomat Di Desa Bolok) Pendapatan merupakan suatu hal yang penting bagi suatu perekonomian pada suatu negara, karena dari pendapatan yang stabil akan membantu dalam pembangunan ekonomi pada suatu negara. Pendapatan merupakan tujuan utama dari suatu usaha. Pendapatan merupakan suatu faktor yang penting dalam suatu usaha, karena pendapatan yang diperoleh dapat mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan menjamin kelangsungan suatu usaha,pendapatan mempunyai peran yang sangat besar dan merupakan faktor penentu apakah usaha yang di jalakan dapat terus berkelanjutan atau berhenti akibat menurunya pendapatan pada suatu usaha. Masalah tinggi rendah suatu pendapatan sangat mempengaruhi kehidupan para petani,khususnya pada petani tomat. Kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan keadaan usaha tani yang dicerminkan oleh tingkat pendapatan. a). Untuk mengetahui apakah modal mempengaruhi pendapatan petani tomat di Desa Bolok, b), Untuk mengetahui apakah biaya sewa berpengaruh pada pendapatan petani tomat di Desa Bolok, c). Untuk mengetahui apakah upah tenaga kerja mempengaruhi pendapatan petani tomat di Desa Bolok, d).Untuk mengetahui apakah biaya pupuk berpengaruh pada pendapatan petani tomat di Desa Bolok Jumlah tomat yang dihasilkan petani di Desa Bolok memiliki jumlah yang bervariasi tergantung pada luas lahan yang digunakan petani untuk menanam, begitu pun pada harga yang di peroleh bervariasi tergantung pada harga di pasaran. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis kelaykan R/C ration, diketahui rata-rata nilai R/C ration R/C > 1, maka penerimaan yang diterima lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan, artinya usahatani tomat layak untuk terus diusahakan dan dijalankan. Dari hasil penelitian ini, modal,biaya sewa,upah tenaga kerja, dan biaya pupuk berpengaruh positif pada pendapatan petani. Kata Kunci: Analisis, pendapatan.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA AGRO LESTARI Tbk

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. ASTRA AGRO LESTARI Tbk NAMA : VEKY SATRIA PANDHU LIBING NIM : 16194033 PROGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAK Analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan PT. Astra Argo Lestari Tbk. Rumusan masalah ddalam penelitian nini adalah bagaimana kinerja keuangan PT. Astra Argo Lestari Tbk. Peneltitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan keuangan dari tahun 2015 – 2022 PT. Astra Argo Lestari Tbk dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan aktivitas. Poplasi dalam penelitian ini adalah sebagai perusahaan perkebunan sawit PT. Astra Argo Lestari Tbk yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) selama periode 2015 – 2020, sedangkan sampel yang digunakan adalah laporan keuangan PT. Astra Argo Lestari Tbk. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan, yang dilakukan dengan mengakses melalui situs resmi Busra efek Indonesia (BEI) www.idx.com. yang menjadi sampel pada penelitian ini. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah engan menggunakan rumus atau perhitungan rasio keuangan sehingga dapat memberikan keterangan lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa rasio keuangan perusahaan yang mengalami peubahan dari 17 rasio keuangan yang digunakan. Dengan 4 (empat) rasio yang mengalami perunbahan rasio kas yaitu rasio kas, times, interst earnet, net profit margin dan vixed asset turnover. Dan terdapat 12 (dua belas) rasio yang mengalami penurunan yaitu current ratio, qwick ratio, long term debt to equity rasio, return on investment, perputaran modal kerja, total aset turnover, laba persaham, perputaran kas, times invetory to networking capital, debt to equity rasio, debt to aset rasio dan persediaan. Dengan demikian, perusahaan harus melakukan langkah – langakah secara cepat dan tepat unutk mengeatasi keadaan serta meningkatkan kinerjanya agar posisi perusahaan yang dilihat dari rasio–rasio keuangan yang belum sesuai yang diharapkan, kiranya dapat kembali berada dalam kondisi aman dan jauh dari masalah. Kata Kunci : Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktifitas

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG Dalam sebuah organisasi, gaya kepemimpinan seorang pemimpin adalah hal yang penting diperhatikan. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi dituntut untuk biasa membuat individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya biasa berperilaku sesuai dengan yang diinginkan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan secara luas yang meliputi proses mempengaruhi untuk menentukan tujuan perusahaan, maka kepemimpinan harus dapat memotivasi perilaku pegawai untuk mencapai tujuan dan mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya dengan memastikan kepemimpinan tersebut telah cakap dalam literasi digital. Karena keberhasilan dalam kepemimpinan dapat menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya, maka diperlukan dorongan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai dan gaya kepemimpinan yang dapat mendukung pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada keberhasilan dari para individu (sumber daya manusia) perusahaan itu sendiri dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan. Dimana pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja dari individu dan lembaga. Namun kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan tersebut terutama bagi para pegawai salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial dan merupakan suatu unsure kunci dalam keefektifan organisasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi (Rego et al., 2017) Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas sering disebut juga sebagai variabel independen, stimulus, prediktor, dan antecedent merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2), sedangkan variabel terikat sering disebut sebagai variabel dependen, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). meode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada tabel diperoleh analisis persamaan regresi untuk nilai α 7,747 β(X1) 0,381 β(X2) 0,519 sehingga persamaan regresinya yang dihasilkan adalah: Y 7,747 + 0,381X1 + 0,519X2 Dengan konstanta sebesar 7,747, dinyatakan bahwa jika tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan, maka kinerja pegawai sebesar 4,549. Nilai koefisien regresi (X1) sebesar 0,381 dinyatakan bahwa setiap meningkatkan (karena tanda positif) gaya kepemimpinan maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,381. Nilai koefisien regresi (X2) sebesar 0,519 dapat diartikan bahwa jika meningkatkan variabel kompensasi maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,519. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gaya Kepemimpinan (X1) dan Pemberian Kompensasi (X2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang. 1. Gaya Kepemimpinan (X) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada kategori baik dengan tingkat persentase sebesar 85,63 persen. Ditinjau dari indikator gaya kepemimpinan konsultatif, gaya kepemimpinan partisipatif, gaya kepemimpinan delegatif dan gaya kepemimpinan direktif. 2. Secara umum Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada ketegori tinggi dengan tingkat persentase 87,27 persen. Ditinjau dari indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu. 3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, dengan tingkat pengaruh yang tergolong dalam kategori kuat, sebagaimana yang diketahui koefisien korelasi 0,742 berada pada interval 0,60-0,799 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Kinerja Pegawai. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini ditunjukkan dengan rs 0,787 dan hipotesis untuk uji keberartian korelasi ini adalah Ada Hubungan yang sangat kuat antara Kompensasi Finansial dengan kinerja pegawai adalah (2) Hasil pengukuran besaran koefisien perubahan terhadap kinerja pegawai sebesar 53,5%. Besar penentu (determinasi) yakni 0,535 atau 53,5% memberi petunjuk bahwa kinerja pegawai 53,5% dipengaruhi oleh kompensasi yang diberikan perusahaan, sedangkan 46,5% lainnya ditentukan oleh faktor lain berupa motivasi, budaya organisasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Pemberian Kompensasi, Kinerja Pegawai

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN HANDOUT TUMBUHAN LUMUT (Bryophyta) CIRI KHAS NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 4 KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Media Pembelajaran Handout Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Ciri Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang Nautani, M.V) * Nomleni, F.Th.) ** Meha, A.M) ** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Handout Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Ciri Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan korelasioanal, dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X yang berjumblah 216 orang siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa kelas X IPA5 (kelas kontrol) dan 33 siswa kelas X IPA6 (kelas eksperimen). Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik wawancara dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial berbantuan spss versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran handout tumbuhan lumut (bryophyta) terhadap motivasi belajar siswa. Karena berdasarkan hasil analisis data pada perhitungan Independent Samples Test diperoleh nilai fhitung > nilai ttabel (3,255 > = 0,224) dan nilai Sig 2-tailed nilai signifikasi (0,002 0,05). Dilihat dari pengaruh penggunaan media handout terhadap motivasi belajar siswa berdasarkan aspek dan indikator maka indikator yang memberikan sumbangan terbesar dalam mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa adalah indikator ke-6 (dapat mempertahankan pendapat). Hal ini dikarenakan media pembelajaran handout memiliki berbagai kelebihan sehingga dapat mengingkatkan motivasi siswa agar mampu mempertahankan pendapatnya dalam mengikuti proses pembelajaran. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki media handout diantaranya materi pembelajaran dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa, mudah untuk dibawa kemana saja, mudah untuk dibuat, mudah untuk disajian, bentuk/desain dibuat menarik dengan bermacam-macam gambar dan warna. Berdasarkan berbagai uraian diatas sehingga peneliti dapat menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media handout tumbuhan lumut (bryophyta) ciri khas Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023. Kata Kunci : Media pembelajaran handout, Dunia Botani, Motivasi Belajar Keterangan : *Peneliti **Pembimbing ABSTRACT The Influence Of The Learning Media Handout Moss Plant (Bryophyta) Characteristic Of East Nusa Tenggara (NTT) On The Learning Motivation Of Students Of SMA Negeri 4, Kupang City Nautani, M.V) * Nomleni, F.Th.) ** Meha, A.M) ** This study aims to determine the effect of Handout Learning Media for Moss Plants (Bryophyta) Characteristics of East Nusa Tenggara (NTT) on Student Motivation in SMA Negeri 4 Kupang City. This type of research is quantitative research using an experimental approach. The research design used was a correlational design, with a pretest-posttest control group design. The population in this study were 216 class X students. The sample used was 62 students consisting of 29 students in class X IPA5 (control class) and 33 students in class X IPA6 (experimental class). Samples were taken using simple random sampling technique. Collecting data in research using interview and questionnaire techniques. Data were analyzed using descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques assisted by SPSS version 25. The results showed that there was a significant effect of the use of bryophyta handout learning media on students' learning motivation. Because based on the results of data analysis on the calculation of the Independent Samples Test, the fcount value >ttable value (3.255 > = 0.224) and the Sig 2-tailed value significance value (0.002 0.05). Judging from the effect of the use of handout media on student learning motivation based on aspects and indicators, the indicator that makes the biggest contribution in influencing the level of student learning motivation is the 6th indicator (can defend an opinion). This is because handout learning media has various advantages so that it can increase student motivation so that they are able to defend their opinions in participating in the learning process. The advantages of handout media include learning materials designed in such a way as to be able to meet students' learning needs, easy to carry anywhere, easy to make, easy to present, shapes/designs are made attractive with various pictures and colors. Based on the various descriptions above, the researcher can state that there is an effect of using bryophyta media handouts characteristic of East Nusa Tenggara (NTT) on the learning motivation of students of SMA Negeri 4 Kupang City for the 2022/2023 Academic Year. Keywords : Handout Learning Media, World Of Botany, Learning Motivation Description :*Researcher **Mentor

KEANEKARAGAMAN JENIS JENIS BINTANG LAUT (Asteroidea) DI PANTAI MBALI DESA MBALI LENDEIKI KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN JENIS JENIS BINTANG LAUT (Asteroidea) DI PANTAI MBALI DESA MBALI LENDEIKI KECAMATAN NDAO NUSE KABUPATEN ROTE NDAO Sedeh. M)* Rafael. A)** Bullu, N. I** Bintang laut merupakan kelas dari filum Echinodermata yang memiliki tubuh simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan serta tidak memiliki rangka yang membantu pergerakannya. Bintang laut memiliki manfaat ekonomis yaitu bisa dijadikan obat untuk penyakit asma. Beberapa dari jenis bintang laut juga bisa dijadikan sebagai hiasan akuarium serta dapat dijadikan sebagai souvenir karena memiliki warna yang cerah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman jenis bintang laut di pantai Mbali Desa Mbali Lendeiki Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line Transect. Sedangkan teknik penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan area sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelirtian di pantai Mbali, bintang laut yang di temukan berjumlah 2 famili yaitu famili Ophidiasteridae dan Oreasteridae. Yang terdiri dari 7 spesies yaitu Linckia multifora, Linckia laevigata, Protoreaster nodosus, Protoreaster multispinus, Protoreaster sp, Culcita novaeguineae, dan Nardoa tuberculata. Indeks keanekaragaman bintang laut pada transek I, II,III,IV dan V di pantai Mbali tergolong sedang kerena menunjukan nilai H’ = 1.75. Sedangkan indeks kelimpahan, kelimpahan relatif, dan indeks dominasi tertinggi terdapat pada spesies Linckia laevigata yakni dengan nilai 5,8 ind/m2, 28,15%, 0,07. Kata Kunci : Asteroidea, Keanekaragaman jenis Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS MIND MAPPING POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP ADHYAKSA 2 KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS MIND MAPPING POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP ADHYAKASA 2 KUPANG Frans.A.E)* Meha.A)** Bullu.N )** Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping dengan motivasi belajar pada siswa kelas VII SMP Adhyakasa 2 Kupang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 21 siswa dan seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan tes angket motivasi belajar siswa. Hasil perhitungan uji normalitas dan linearitas, menunjukan bahwa motivasi belajar siswa berdistribusi normal, dan berlinearitas (mempunyai hubungan) sehingga dilanjutkan dengan pengujian hipotesis (uji t). Data hasil motivasi siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 5.878>2.02 dengan signifikan 0.000 atau kurang dari 0.5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan secara nyata anatar pembelajaran menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis mind mapping terhadap motivasi belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan hasil motivasi belajar yang signifikan dari penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping dan metode konvensional terhadap motivasi belajar siswa serta terdapat hubungan secara signifikan antara Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping terhadap motivasi belajar siswa. Kata Kunci : Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping, Terhadap Motivasi belajar siswa Keterangan : *Peneliti : **Pembimbing

ANALISIS PERBANDINGAN PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PAJAK PENGHASILAN PADA PT ROTENDO PERMAI DAN PT TUNAS BARU ABADI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Perencanaan Pajak (Tax Planning) Dalam Meningkatkan Efektivitas Pajak Penghasilan Pada PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi”. Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan penting bagi negara. Sebagai salah satu sumber penerimaan negara, pajak memiliki peran yang sangat besar dan semakin diandalkan untuk kepentingan pembangunan dan pengeluaran pemerintahan.Salah satu tugas wajib pajak adalah membayar pajak sesuai ketentuan undang-undang. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang – undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Salah satu penerimaan negara yang berasal dari sektor pajak adalah pajak penghasilan. Pajak Penghasilan adalah pajak yang dibebankan atas suatu penghasilan yang diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Perusahaan merupakan badan usaha yang didirikan agar mendapatkan keuntungan dari semua kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan. Perusahaan perlu melakukan pengelolaan efektivitas terhadap aktivitas perusahaan. Bagi perusahaan pajak dianggap sebagai biaya yang dapat mengurangi penerimaan perusahaan. Pada dasarnya, perusahaan selalu berusaha menekan seminimal mungkin beban pajaknya dengan cara yang legal sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku, agar efektivitas beban Pajak Penghasilan tercapai. Upaya meminimalkan beban pajak membutuhkan suatu langkah manajemen yang terintegratif. Oleh karena itu diperlukan perencanaan pajak agar beban pajak dapat diminimalkan seefektif mungkin. Tindakan meminimalkan beban pajak tersebut dikenal dengan istilah perencanaan pajak. Perencanaan pajak merupakan proses pengelompokkan usaha-usaha wajib pajak, sehingga pajak terutang yang dibayarkan oleh perusahaan bisa lebih rendah dari yang seharusnya. Selama tidak melanggar peraturan-peraturan yang terkait dengan perpajakan, hal tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah untuk dilakukan oleh wajib pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis perencanaan pajak (tax planning) atas pajak penghasilan yang dilakukan oleh PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi, (2) menganalisis besarnya efektivitas pajak setelah dilakukan perencanaan pajak (tax planning) pada PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi Perencanaan Pajak merupakan langkah awal dalam manajemen pajak, sebagai sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar tetapi jumlah pajak dapat ditekan serendah mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan. Perencanaan pajak pada dasarnya merupakan upaya dalam penghematan pajak dengan cara menekan pajak seminimal mungkin serta menunda pembayaran selambat-lambatnya sesuai dengan ketentuan yang diperkenankan. Effective Tax Rate atau Tarif Pajak Efektif (ETR) adalah mekanisme yang dipakai oleh dunia usaha terkait dengan manajemen pajak perusahaan. ETR adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas perpajakan suatu perusahaan. ETR merupakan rasio antara pajak penghasilan yang dibayar oleh perusahaan sebelum pajak. Semakin rendah persentase ETR semakin baik kinerja suatu perusahaan dalam mengelola keefektivitasan pajaknya. Populasi pada penelitian ini adalah laporan keuangan PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi tahun 2019-2021. Sampel dalam penelitian ini adalah laporan laba rugi tahun 2019-2021, daftar gaji karyawan tetap dan daftar pekerjaan proyek PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menganalisis perencanaan pajak yang dilakukan pada PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi. Setelah itu mengukur Effective Tax Rate (ETR) PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi dengan mengukur rasio antara beban pajak penghasilan perusahaan dibagi dengan laba perusahaan sebelum pajak untuk mengetahui berapa besar efektivitas pajak penghasilan pada kedua perusahaan tersebut dengan menggunakan rumus ETR Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Rotendo Permai menerapkan strategi perencanaan pajak metode gross untuk perhitungan PPh Pasal 21. Perusahaan menerapkan metode gross berdasarkan laba yang diperoleh dengan asumsi perusahaan memperoleh laba 100.000.000 sampai dengan Rp 900.000.000, memanfaatkan biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat diklaim sebagai pengurang pajak, seperti biaya transportasi, biaya kesehatan, dan biaya perjalanan dinas serta penetapan tarif final sebesar 3% sesuai dengan PP No 51 tahun 2008 pasal 3 ayat 1c. PT Tunas Baru Abadi menerapkan strategi perencanaan pajak metode gross up untuk perhitungan PPh Pasal 21. Perusahaan menerapkan metode gross up berdasarkan laba yang diperoleh dengan asumsi perusahaan memperoleh laba di atas Rp 1.000.000.000, memaksimalkan penggunaan berbagai biaya fiskal sebagai pengurang pajak meliputi, biaya kesehatan, biaya pemeliharaan aset, serta biaya transportasi serta penetapan tarif final sebesar 3% sesuai dengan PP No 51 tahun 2008 pasal 3 ayat 1c. PT Rotendo Permai belum efektif dalam menerapkan perencanaan pajak dengan nilai ETR > 25%. Perusahaan belum mampu memahami perubahan dalam peraturan perpajakan atau penggunaan insentif perpajakan yang mengurangi beban pajak perusahaan, peningkatan beban pajak penghasilan yang harus ditanggung oleh perusahaan dan masih terdapat kesalahan dalam perhitungan pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 atas usaha jasa konstruksi. PT Tunas Baru Abadi pada tahun 2020 sudah efektif dalam menerapkan perencanaan pajak dengan nilai ETR 12,09% 25% hal ini berarti bahwa perusahaan memanfaatkan peluang pajak dengan memaksimalkan biaya-biaya yang dapat dijadikan pengurang penghasilan bruto, tetapi pada tahun 2019 dan tahun 2021 belum efektif dalam menerapkan perencanaan pajak dengan nilai ETR > 25% hal ini disebabkan oleh kesalahan dalam perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 atas usaha jasa konstruksi sehingga perusahaan membayar pajak yang lebih tinggi dibandingkan dengan laba sebelum pajak. PT Rotendo Permai dan PT Tunas Baru Abadi harus lebih memperhatikan ketentuan perpajakan dalam hal ini perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 atas usaha jasa konstruksi sesuai dengan PMK nomor 187/PMK.03/2008 agar dapat terlaksana berdasarkan peraturan perpajakan yang sudah ditetapkan. Perusahaan dapat mempertimbangkan strategi perencanaan pajak mereka dengan menggali potensi pengeluaran perusahaan, agar dapat memberikan kesempatan untuk mengurangi kewajiban pajak perusahaan secara lebih efektif. Bagi PT Rotendo Permai di dalam menjalankan usaha sebaiknya menerapkan perencanaan pajak yang tepat agar dapat menghemat beban pajak perusahaan. Diharapkan PT Rotendo Permai dapat melaksanakan perencanaan pajak secara konsisten sesuai dengan peraturan perpajakan dan berusaha menemukan alternatif lain dalam penerapan perencanaan pajaknya agar pajak yang dikeluarkan oleh perusahaan lebih diminimalkan lagi sehingga laba yang diperoleh lebih optimal.

AN ANALYSIS OF LEARNING MODEL CONDUCTED BY ENGLISH STUDENTS TEACHER WHO PARTICIPATED IN THE FOURTH BATCH OF TEACHING CAMPUS PROGRAM AT SD INPRES LASIANA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teaching campus program is a learning and teaching activity in the basic education unit of the independent campus learning program which aims to provide opportunities for students’ to learn and develop themselves through activities outside classroom. This study aims to find out what learning models are used by English Student teachers who participated in campus teaching program, and what are the students activity when learning model be applied by English students at SD Inpres Lasiana using qualitative approach with observation methods in the class and interview. Research subjects are three students’ of English study program who attended teaching campus program. The research result show that there are four learning models used by English Students’ in classroom learning, namely: cooperative, contextual, direct learning , and problem based learning model. There were three classes observed by researcher, namely: class IVc, Va, and Vb. As for result of interview by one English student that the purpose of participating in teaching campus program is to develop knowledge outside lectures by helping teachers to teach in elementary school, especially in the three region, namely; frontier, disadvantaged,and remote areas. And to have experince in teaching especially in literacy and numeracy. It can be concluded that English Student teachers should apply appropriate learning models to students in learning process in class to increase students’ learning activities.