A Descriptive Study on Compound words in Blagar Language (A Papuan Language Spoken by Harilolong Speaker's in Pura Island)
A Descriptive Study on Compound words in Blagar Language (A Papuan Language Spoken by Harilolong Speaker's in Pura Island)
Profil penulis
3.452 karya publik ditemukan.
A Descriptive Study on Compound words in Blagar Language (A Papuan Language Spoken by Harilolong Speaker's in Pura Island)
An Analysis on the educational Values in Wara Tada Short Movie
An Analysis on Illocutionary Act Used in August Rush movie (A Movie by Paul Castro and Castle)
An Analysis on Speaking Activities Found in English Textbook "Passport to the World" for First Year Junior High School
A Descriptive Study on the Effect of English Teacher's Motivation on Students' Learning Outcomes of Efata Senior High School Soe-TTS Regency
A Study on English Oral Proficiency of the Third Semester Students of English Education Study Program at Artha Wacana Christian University in Academic Year 2019/2020
An Analysis on Noun Phrases Found in Leti Language
Correlational Study between Students' Vocabulary Mastery and Their Translation of the Second Year Students of Senior High School (A Case Study of the Eleventh Grade Students of MAN I Kupang Timur in the Academic Year 2018/2019)
An Analysis of Morpho Phonemic in Reduplication in Amanatun Dialect of Uab Meto
Illocutionary and Perlocutionary Act Analysis on Code Switching Deliver by an English Teacher at SMPN 4 Kupang
An Analysis on Slang Words Used in Jumanji 2 Movie
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 TERHADAP HASIL PRODUKSI TANAMAN TERUNG DI DESA OELTUA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG Pampung I.Y. * ) Koehuan J.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dengan judul Analisis Kebutuhan air tanaman menggunakan cropwat 8.0 untuk hasil produksi tanaman Terung di desa Oeltua Kecamatan Taebenu kabupaten Kupang. Cropwat 8.0 adalah decision support system yang dikembangkan oleh Devisi Land and Water Develoment FAO berdasarkan metode Penman – Monteith, untuk merencanakan dan mengatur irigasi. Cropawat 8.0 dikembangkan oleh FAO pada tahun 1990. Input data meliputih data meteorologi, tanah, dan tanaman. Cropwat 8.0 adalah program berbasis windows yang digunakan untk menghitung kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan tanah, iklim, dan data tanaman. Cropwat 8.0 dapat dipergunakan untuk menghitung evapontranspirasi potensial, evapontranpirasi aktual, kebtuhan air irigasi satu jenis tanaman maupun beberapa jenis tanaman dalam satu hamparan, serta merencanakan pemberian air irgasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman Terung dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0. Proses pengoperasiannya dengan menginput data ke dalam panel-panel yang tersedia. Setelah semua data di atas telah diinput, maka didapat hasil analisis kebutuhan air tanaman pada panel terakhir CWR (Crop Water Requirement) dan Schedule (jadwal) untuk mengetahui nilai neraca lengas tanah dan hasil produksi relatif tanaman Terung. Berdasarkan data iklimnya diperoleh Evapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Januari dekade ke-3 sebesar 42,1 mm/dec dan terendah pada bulan Oktober dekade ke-2 sebesar 18,5 mm/dec. Kata kunci : data klimatologi, irigasi, Cropwat 8.0, terung. Keterangan *) Peneliti **) Pembimbing
ABSTRAKSI Nahak. E. J *) Nainiti N.P.P.E **)) Lano. L. M. **))) Suatu penelitian ini dengan analisis jenis sumbu yang bebeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi pada sistem hidroponik telah dilaksanakan pada laboratorium mekanisasi pertanian tanggal 06, Agustus sampai dengan 07, September 2021 penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah daun, tinggi tanaman dan berat tanaman sistem hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode percobaan RAL. hasil penelitian dianalisis dengan anova dan dilanjut dengan uji Duncan dan hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah sumbu berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Dengan Pertumbuhan tinggi tanaman sawi maksimal pada perlakuan B (jenis sumbu dari serabut kelapa) dengan nilai rata-rata 35,45 Cm sedangkan jumlah helai daun maksimal pada perlakuan A (jenis sumbu dari kain flannel) dengan nilai rata-rata 8,875 helai. Diduga tinggi tanaman dan jumlah helai daun berpengaruh nyata karena perbedaan daya serap dari jenis sumbu pada 3 perlakuan. Dan berat tanaman ditunjukan pada perlakuan A (jenis sumbu dari kain flanel) dengan nilai rata-rata berat tanaman mencapai 22,25 gr berbeda nyata dengan setiap perlakuan yang diuji.
Penelitian ini tentang Rendemen Destilasi Minyak Kayu Putih (Malaleuca Leucadendron) Dengan Pra perlakuan daun kayu putih yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium prosessing Universitas Kristen Artha Wacana Kupang selama 2 minggu pada tanggal 07 Juni – 21 juni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pra perlakuan daun tanaman (malaleuca leucadendron) yang menghasilkan minyak kayu putih dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan jenis daun utuh,potong dan tumbuk. Variabel yang diamati adalah volume minyak dan berat jenis minyak. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik pra perlakuan daun yang berbeda tertinggi terdapat pada perlakuan C daun tumbuk dengan nilai volume minyak 0,708,berat jenis0.006233.
Penelitian ini berjudul : “Alasan Pengadilan Menolak Gugatan Penggugat Dalam Sengketa Hak Tanggungan”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif yaitu dengan mengkaji putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan peradilan terhadap sengketa Pelelangan Jaminan Hak Tanggungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan, alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan adalah : 1. Penggugat selaku debitur terbuti melakukan wanprestasi 2. Pelaksanan Pelelangan jaminan sesuai ketentuan hukum Untuk itu diharapkan bagi pihak debitur senantiasa agar selalu membayar hutangnya dengan tepat waktu agar tidak menunggak dan menyebabkan kredit macet, dan pada akhirnya sertifikat hak atas tanah yang diikat hak tanggungan tidak akan dilelang eksekusi hak tanggungan dan bagi pihak Kreditur dalam hal ini pihak perbankan harus lebih teliti dan hati-hati dalam melakukan fasilitas kredit pada calon debitur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya wanprestasi yang dilakukan oleh kreditur yang menyebabkan kredit macet.
ABSTRAK Hubungan orientasi tugas dan orientasi hubungan dalam kepemimpinan denagan kinerja karyawan pada RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang . Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Dr. Damaris Y. Koli, S.E., M.P dan pembimbing 2 (dua) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si Orientasi kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Heidjrachman dan Husnan, 2002:224). orientasi tugas merupakan suatu program untuk memperkenalkan pegawai baru pada peran-peran mereka, organisasi, kebijakan-kebijakannya, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan dan pada rekan kerja mereka. Menurut Sunyoto (2012;155), Perilaku kepemimpinan yang berorientasi hubungan difokuskan pada kualitas dari hubungan dengan pengikut. Kepemimpinan yang lebih mengarah pada hubungan saling mempercayai, saling menghargai dan penuh kehangatan hubungan antara pemimpin dengan stafnya (Herbert, 2011;33) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan antara orientasi tugas dan orientasi hubungan dengan kinerja karyawan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis korelasi person dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa orientasi tugas dan orientasi hubungan berhubungn dengan kinerja karyawan dengan nilai sig. 0,000 > 0,05 dan nilai Rhitung (0,601) dan memiliki derajat hubungan sedang atau Ha ditolak dan H0 diterima untuk variabel orientasi tugas (X1) atau Ha ditolak dan H0 diterima. dan nilai sig. 0,000 > 0,05 dan nilai Rhitung (0,401) dan memiliki derajat hubungan lemah untuk variabel orientasi hubungan (X2) atau Ha ditolak dan H0 diterima.
ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL DI PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah memberikan dampak yang luas bagi pelaksanaan otonomi daerah. Dengan diberikannya otonomi daerah tersebut setiap daerah diberikan kewenangan dan kewajiban untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemerintahan secara lebih mandiri. Kemandirian keuangan daerah diharapkan bisa terwujud dengan otonomi daerah karena tentunya pemerintah pusat menyadari bahwa yang paling mengetahui kondisi daerah adalah pemerintah daerah itu sendiri. baik dari segi permasalahan yang ada sampai kesumber-sumber pendapatan yang bisa digali oleh pemerintah daerah tersebut. Komponen pendapatan daerah berdasarkan UU nomor 33 tahun 2004 pasal 10 yang menyatakan bahwa yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah bukan hanya pendapatan asli daerah, namun ada transfer dari pemerintah pusat dalam bentuk dana perimbangan. Hasil penelitian sebelumnya yang menguji Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Belanja Modal dilakukakan oleh Susanti dan Pahlevi (2016), ditemukan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Namun, hasil yang berbeda ditemukan dalam Penelitian yang dilakukan oleh Nurlis (2016), bahwa Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap belanja modal. Rincian persoalan dalam penilitian ini adalah apakah pendapatan asli daerah dan dana perimbangan berpengaruh terhadap belanja modal di pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggar Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal di Pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur. Periode yang digunakan dalam penelitian ini tiga tahun, yaitu mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu sebanyak 21 kabupaten dan 1 kota. Teknik pengambilan smapel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sebanyak 22 sampel. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi yang di dapat dari Laporan Realisasi Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipublikasikan di website resmi Direktorat Djenderal Perimbangan Keuangan pemerintah daerah yaitu www.djpk.kemenkeu.go.id. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasikan, dan menganalisis data sekunder yang bersumber dari dokumen laporan realisasi anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan secara masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Modal. Hal ini dibuktikan pada hasil uji hipotesis dengan Uji T. Kemampuan prediksi dari variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap variabel Belanja Modal sebesar 73% sebagaimana ditunjukan oleh besarnya nilai R square sebesar 0,730 sedangkan sisanya 27% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Belanja Modal
ABSTRAKSI Koperasi berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang mencari keuntungan untuk mensejahterakan para anggota pada khususnya, serta masyarakat sekitar pada umumnya. Peran dan manfaat koperasi di Indonesia sangatlah penting, karena koperasi membuka pintu gerbang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), menciptakan masyarakat yang mandiri, penggerak perekonomian hingga menciptakan lapangan kerja baru. Penelitian ini di lakukan di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat. Penelitian ini berjudul : “Tingkat Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Likuiditas dan Pertumbuhan Koperasi di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat” persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengukur tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat ?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat menggunakan Laporan Keuangan. Untuk menjawab persoalan dan tujuan dari penelitian ini, maka berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perputaran Kas pada KSP Monafen menunjukan nilai yang sangatlah rendah untuk tahun 2019 sebesar 0,65% dan pada tahun 2020 sebesar 0,34%. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengembalian piutang kepada KSP Monafen sangat rendah Tingkat likuiditas koperasi simpan pinjam Monafen di tahun 2019 sebesar 2,37% dan ditahun 2020 sebesar 2,20%. Dengan demikian bahwa KSP Monafen di anggap mampu dalam melunasi hutang jangka pendek, dikarenakan rasio lancar di atas 1. Tingkat pertumbuhan menunjukan bahwa laba KSP Monafen mengalami penurunan bahkan untuk tahun 2020 mencapai -0,40. Kata Kunci : Perputaran Kas,Perputaran Piutang, Likuiditas, Pertumbuhan Koperasi
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN BEKAS DI PASAR INPRES NAIKOTEN I Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis Pengaruh Motivasi Persepsi Dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas Di Pasar Inpres Naikoten I “ jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli pakaian bekas yakni motivasi dan persepsi konsumen .pakaian bekas dapat berjalan dengan baik apabila di bantu atau didukung oleh motivasi dan persepsi konsumen yang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, Motivasi konsumrn adalah kekuatan pendorong dalam diri sendiri seseorang yang memaksa untuk melakukan suatu tindakan . Sedangkan Handoko (2001) mengatakan bawah motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tertentu guna mencapai tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan terhadap produk yang di milki.Tujuan penelitian untuk penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah untuk mengetahui pegaruh motivasi persepsi pembelian untuk mengetahui sikap konsumen dan keputusan pembelian.penelitian ini merupakan deskripsif kuantitatif.Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah semua masayarakat kota kupang pada pasar inpres naikoten 1 yang berjumlah 100 0rang. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudia data dianalisis mengunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Motivasi,persepsi dan sikap konsumen tehdap keputusan pembelian pakain bekas dipasar inpres naikoten 1 dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis mengunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bawah variable motivasi dan keputusan pembelian memiliki nilai signifikan sebesar 0,009, varibel kedua dimana persepsi dan keputusan pemblian memilki nilai signifinkasi sebesar 0,024 dan variable ketiga dimana sikap konsumen dan keputusan pembelian memiliki nilai signifinkasi sebesar 0,000. Penelitian ini menunjukan bawah secara statistic terbukti bawah motivasi memiliki hubungan posetif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres naikoten ,persepsi memilki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen dipasar inpres naikoten 1 dan statistic terbukti bawah sikap konsumen memilki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres naikoten 1, persepsi memilki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres Naikoten 1. Kata kunci : motivasi,persepsi,sikap,konsumen,keputusn pembelian
Ekowisata mangrove merupakan objek wisata yang berwawasan lingkungan dimana wisata tersebut mengutamakan aspek keindahan yang alami dari hutan mangrove serta fauna yang hidup di sekitarnya tanpa harus merusak ekosistem tersebut untuk membuatnya lebih menarik wisatawan. Ekowisata merupakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir yang dapat menambah pendapatan mereka. Selain itu dalam pengelolaan ekowisata dan strategi konservasi hutan mangrove, keterlibatan para stakeholders sangat berperan penting. Proyek ekowisata dapat berhasil jika stakeholders melaksanakan peran mereka dalam pengelolaan ekowisata maupun konservasi hutan mangrove. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, dengan tujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Strategi yang dipakai adalah progresif dimana pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu sedang berkembang, dan memiliki prioritas yang paling tepat dilakukan adalah (1) Meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang, (2) Pengembangan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata,(3) Membangun komitmen bersama antara instansi terkait dalam proses pengembangan ekowisata ke depan, (4) Pemanfaatan potensi dan ekosistem untuk pengembangan ekowisata yang menjunjung tinggi nilai kelestarian alam