Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN KARYAWAN PADA PT. GAMA AGRO KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem penggajian karyawan yang diterapkan pada PT. GAMA AGRO INVESTAMA KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah sistem penggajian yang diterapkan pada perusahaan tersebut sudah efektif sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam sistem yang baik atau belum serta melakukan perbandingan teori dengan sistem penggajia yang terjadi diperusahaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptip kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi dan wawancara secara langsung dengan Ibu manajer keuangan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi sistem penggajian pada perusahaan tersebut baru menerapakan dua fungsi penggajian yaitu fungsi kepegawaian dan fungsi keuangan, sehingga fungsi tersebut belum sesuai dengan teori. dokumen akuntansi penggajian perusahaan sudah menerapkan semua teori. Cacatan akuntansi penggajian yang diterapkan diperusahaan, baru menerapkan satu catatan akuntansi penggajian yaitu jurnal umum, sehingga catatan akuntasi penggajian tersebut belum sesuai dengan teori. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian diperusahaan tersebut yaitu prosedur pencatat waktu hadir, prosedur pembuatan kas keluar, prosedur pembayaran gaji dan prosedur distribusi biaya gaji. Prosedur sistem penggajian tersebut dinyatakan belum sesuai dengan teori yang ada. Sistem penggajian diperusahaan tersebut belum terlalu efektif namun sudah baik. Kata Kunci : Efektifitas,Sistem Informasi Akuntansi, Penggajian Karyawan

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGUASAAN HUTAN NEGARA SECARA TIDAK SAH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

mRumusan masalah:1.Bagaimana motif pelaku melakukan tidak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,2.Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,3.Bagaimana akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti.Tujuan penelitian ini:untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut:Motif pelaku tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah adalah : untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok tani,ingin menguasai lahan dan ingin menduduki kawan hutan.Modus pelaku tindak pidana penguasaan hutan secara tidak sah yaitu: Membuka lahan tanpa izin pelepasan kawasan hutan(TPKH) dari menteri kehutanan,Melakukan penebangan pohon diareal hutan dengan keterangan surat pernyataan tanah tidak bersengketa, Bermusyawara bersama seluruh kelompok tani untuk pembuatan kebun sawit di atas lahan Akibat hukum terhadap pelaku: Terdakwa dalam tahap penahanan,Terdakwa dijatuhkan pemidanaan,Terdakwa dijatuhkan pidana denda,Terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara dan Akibat hukum terhadap korban yaitu korban mengalami kerugian.Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut :Diharapkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang dalam menangani kasus Penguasaan hutan secara tidak sah dengan bersungguh-sungguh

PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN VARIASI MEDIA FILTER ARANG AKTIFBorassus flabelliferL, ZEOLIT,PASIRDAN SABUT KELAPA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM MENGGUNAKAN VARIASI MEDIA FILTER ARANG AKTIF Borassus flabellifer L, ZEOLIT,PASIR DAN SABUT KELAPA “ Tiumlafu, M.I )* Nitsae, M.)** Solle, H.L.R.)** BorazSilab filter merupakan alat filtrasi yang dirancang mengunakan kaca berukuran 20×20×20 cm, berbentuk kubus dengan beberapa variasi isian biomaterial-biomaterial yang dihasilkan dari metode karbonisasi dan dehidrasi, baik secara fisika, kimia, maupun keduanya. Ukuran dari tiap-tiap biomaterial sama 65 mesh dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya tiap biomaterial menjadi lebih tinggi. Arang aktif, zeolit,pasir, dan sabut kelapa digunakan sebagai material filter terhadap pengolahan air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensialatBorazilab filter berdasarkan variasi material filterdalam menurunkan, bau, warna/kekruhan, suhu, dan derajat keasaman/pH. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai: suhu, warna, pH, dan bauterhadap air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana secara berurutan adalah:260C; 71,380 NTU; 2,40; berbau;. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 240C; 61,160 NTU; 7,50; tidak berbau;. Sedangkan hasil penelitian pada air limbah domestik UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT secara berurutan adalah: 270C; 5,990 NTU; 7,10; berbau;. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 240C; 5,090 NTU; 7,90; tidak berbau;. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah dengan parameter suhu, warna, pH, dan bau sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup RI No.68 Tahun 2016.Debit filtrasi dan Persen penurunan alat BorazSilab filter terhadap air limbah domestik laboratorium biologi Universitas Kristen Artha Wacana secara berurutan adalah;0,0023 L/dtk; 7,8%; 91,69%; 68%;. Sedangkan debit filtrasi dan persen penurunan pada air limbah domestik UPT laboratorium lingkungan dinas lingkungan hidup provinsi NTT secara berurutan adalah: 0,0013 L/dtk; 0,11%; 15,74%; dan 7,5%. Kata Kunci: Alat BorazSilab filter,variasi material filter, debit filtrasi dan persen penurunan Alat BorazSilab filter Keterangan: * ) : Peneliti **) : Pembimbing

Identifikasi Jenis-Jenis Tumbuhan Penghasil Pewarna Alami Dalam Pembuatan Tenun Ikat Di Desa Belle Kecamatan Ki`E Kabupaten Timor Tengah Selatan

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tenun ikat merupakan salah satu seni budaya kain tradisional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun dalam masyarakat.Kebiasaan menenun bagi masyarakat Desa Bellekabupaten TTS, sudah berlangsung secara turun-temurun, sehingga mereka pun tidak mengetahui kapan dimulainya budaya menenun. Pemakaian zat warna yang berasal dari tanaman telah banyak dilakukan oleh para pengrajin tenun ikat Desa Belle, namun yang paling banyak digunakan adalah yang berasal dari daun tanaman yang diperoleh dari hutan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan tenun ikat di Desa Belle Kecamatan Ki`E Kabupaten Timor Tengah Selatan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif,Teknik observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan 5 orang pengrajin tenun ikat, yang mengacu pada daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti kepada pengrajin tenun ikat (Walujo,2004). Hasil penelitian menunjukan bahwa 10 jenis tumbuhan yang ada dimanfaatkan sebagai pewarna alami baik sebagai penghasil warna maupun sebagai tumbuhan pendamping dalam proses pewarnaan kain tenun ikat. Jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai penghasil warna pada kain tenun ikat oleh masyarakat di desa Belle adalah Tarum (Indigofera tinctoria L) menghasilkan warna hitam , Mengkudu (Morinda citrifolia L) menghasilkan warna merah, Kacang Arbila (Phaseolus lunatus L) menghasilkan warna hijau, buah tinta (hylantus reticulatus Poir) menghasilkan warna biru, kunyit (Curcuma domestica L) menghasilkan warna kuning, mahoni (Swietenia macrophylla King) menghasilkan cokelat, jati (T. grandis Linn. F) menghasilkan warna ungu, mangga (M. Indica L) menghasilkan warna hitam, nangka(Artocarpusintegra L) menghasilkan warna kuning dan kemiri (Aleuritas moluccana)menghasilkan warna kuning.Oleh karena itu para pengrajin di Desa Belle menggunakan akar, batang,daun,kulit kayu, dan buah dari tanaman diatas untuk menghasilkan warna pada tenun ikat

INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA) DI HUTAN AMPUPU KECAMATAN AMFOANG SELATAN KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan lumut (Byophyta) merupakan salah satu golongan tumbuhan rendah yang belum banyak tergali dan dilaporkan di Indonesia. Lumut memiliki peranan penting dalam siklus hara hutan, keseimbangan air dan tempat bersarang bagi organisme lain. Tumbuhan ini dapat hidup di berbagai substrat seperti kayu lapuk, serasah, batang pohon, batu dan daun yang memiliki kondisi lembab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut (Bryophyta) yang ada di Kawasan Hutan Ampupu Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel dan identifikasi jenis lumut menggunakan Ensiklopedia Dunia Tumbuhan Lumut (Suhono Budi, 2015) dan jurnal yang terkait dengan lumut. Berdasarkan hasil penelitian di Kawasan Hutan Ampupu Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang ditemukan 5 jenis lumut yaitu Etropothecium falcimore, Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Orthotrichum lyelli dan Bryum argenteum yang hidup di habitat yang berbeda yaitu di batang pohon, kayu lapuk dan tanah. Pengukuran kondisi lingkungan atau faktor abiotik pada lokasi penelitian meliputi suhu lingkungan, kelembaban udara, pH tanah, kelembaban tanah dan intensitas cahaya. Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa kawasan hutan ampupu memiliki rata-rata suhu lingkungan 18,1 C, kelembaban udara 64 %, pH tanah 7, kelembaban tanah 7,3 % dan intensitas cahaya 1846,3 Cd. Kesimpulan dari penelitian ini ada 5 jenis lumut yang ditemukan pada kawasan hutan ampupu yaitu Etropothecium falcimore, Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Orthotrichum lyelli,dan Bryum argenteum yang hidup di habitat yang berbeda yaitu di batang pohon, kayu lapuk dan tanah

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD GMIT OESAPA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMBELAJARAN PJOK PADA MASA PANDEMI COVI-19 DI SD GMIT OESAPA NAMA : FENTIDIUS MEIMAKANI NIM : 17321732 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di SD GMIT Oesapa, Kelurahan Oeesapa, Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan. data dalam Peneltian ini yaitu guru PJOK SD GMIT Oesapa, Kelurahan Oeesapa, Kecamatan Kelapa Lima,Kota Kupang, berjumlah 2 guru PJOK. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuisioner pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 ini guru tetap memberikan pembelajaran PJOK, guru PJOK menggunakan metode pembelajaran daring, pembelajaran PJOK, menggunakan media pembelajaran whatsapp group, peserta didik antusias dan berpartisipasi baik dalam pembelajaran, guru PJOK bekerjasama dengan orang tua peserta didik agar proses pembelajaran PJOK tetap berlangsung, guru mengatakan dalam pembelajarannya hanya sebagian pembelajaran yang sesuai RPP, penilaian berdasarkan pengumpulan tugas dan ujian, guru PJOK mengatakan penilaian pada pembelajaran daring tidak efektif, dan kendala dalam pembelajaran PJOK daring yaitu kesulitan mengakses internet. Kata kunci: pembelajaran PJOK, pembelajaran daring, COVID-19

ANALISIS KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN KEPITING (BRACHYURA) DI PANTAI PENYAI KELURAHAN LEDEUNU KECAMATAN RAIJUA KABUPATEN SABU RAIJUA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting merupakan subfilum dari krustasea, dengan ciri khas tubuh dilindungi oleh karapas dan memiliki capit. kepiting tumbuh melekat pada substrat berpasir, berbatu, dan sedikit berlumpur menjadikannya sebagai habitat yang baik bagi kehidupan kepiting. Secara ekonomi biota ini telah banyak dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan dan juga dapat diperjual belikan. secara ekologis terhadap lingkungan perairan estuaria yaitu sebagai pengkonversi nutrien, penambahan sumber mineral, dan meningkatkan distribusi oksigen di dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis atau spesies serta kelimpahan dan keanekaragaman kepiting di Pantai Penyai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan kepiting yang ditemukan di perairan Pantai Penyai terdiri dari 6 famili dengan total 7 spesies yaitu Thalamita admete, Grapsus albolineatus, Actaeodes tomentosus, Polodius areolatus, Ocypode ceratophthalmos, Calappa bicornis, dan Tiarinia angusta. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies kepiting pada lokasi penelitian stasiun I yaitu (1,36) dan stasiun II yaitu (1,09) sedangkan jumlah spesies pada stasiun I (4) dan stasiun II (3). Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman tersebut maka semua nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada stasiun I dan stasiun II menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang. Kelimpahan pada stasiun I memiliki total kelimpahan 6,6 dan pada stasiun II memiliki total kelimpahan 4,15. Indeks dominasi pada lokasi pengamatan stasiun I yaitu 0,26 sedangkan pada stasiun II yaitu 0,33. Berdasarkan kriteria indeks dominansi tersebut maka semua nilai indeks dominansi yang diperoleh pada stasiun I dan stasiun II menunjukkan tidak adanya jenis kepiting yang mendominasi. Perlu dilakukan penelitian lebih dalam mengenai, keanekaragaman kepiting di Kawasan Pantai Penyai dan dilakukan pengulangan saat pasang surut air laut. Agar didapatkan data yang lebih akurat

ANALISIS VEGETASI DAN KEANEKARAGAMAN MANGROVE DI DESA BOKONUSAN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Provinsi yang memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Salah satu keanekaragaman hayati yang sangat potensial adalah mangrove. NTT menempati urutan kesembilan sebagai luas hutan mangrove terbesar di Indonesia dengan populasi mencapai 40.614,11 ha. Mangrove adalah salah satu jenis tumbuhan yang mampu hidup pada kondisi genangan air pesisir pantai dengan status salinitas yang tinggi. Hutan mangrove mempunyai fungsi yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis vegetasi dan keanekaragaman jenis mangrove di Desa Bokonusan Kecamatan Semau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Jenis mangrove yang ditemukan di Desa Bokonusan Kecamatan Semau terdiri dari 3 famili yaitu Avicenniacea, Rhyzoporaceae dan Soneratiaceae yang terbagi dalam 3 spesies yaitu Avicennia lanata, Rhizopora stylosa dan Soneratia alba. Berdasarkan hasil analisis vegetasi mangrove tingkat pohon, pancang dan semai di dominasi oleh spesies Rhyzopora stylosa dengan nilai kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 8,83 ind/m2 .Nilai dominansi tertinggi terdapat pada spesies Soneratia alba sebesar 1,55. Nilai frekuensi tertinggi terdapat pada tingkat semai dengan nilai sebesar 2 dan nilai indeks penting tertinggi sebesar 165% pada tingkat pohon. Hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies mangrove pada lokasi penelitian S1 (0,71), S2 (0,79), S3 (0,74) dan S4 (0,73) sedangkan jumlah spesies S1 (53), S2 (96), S3 (75) dan S4 (50). Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa Analisis vegetasi mangrove di Desa Bokonusan tingkat pohon, pancang dan semai termasuk dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari besarnya indeks nilai penting yaitu >100% dan indeks keanekaragaman yang diperoleh pada SI sampai dengan S4 menunjukan tingkat keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah

PERAN PELATIH DALAM MENINGKATKAN MOTIVA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN PELATIH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PEMAIN SEPAKBOLA KLUB CAMAR Oberdominto Meimau1* , Andreas Lumba2 , Yahya Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pada Klub sepakbola, pelatih adalah orang yang bertanggung jawab memilih komposisi pemain, menentukan taktik dan memberikan motivasi kepada para pemain. Motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab itu sangat diperlukan peran pelatih dalam meningkatkan motivasi pemain sepakbola. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui peran pelatih dalam meningkatkan motivasi pemain sepakbola Klub Camar. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatih Klub Camar menjalankan perannya yaitu menyusun program latihan, membimbing pemain untuk meningkatkan kemampuan fisik, kekuatan otot, melatih kemampuan teknik dan menganalisis kekuatan lawan. Peran ini dijalankan untuk meningkatkan motivasi pemain sepakbola Klubnya. Bentuk motivasi yang diberikan dalam bentuk teguran, arahan, dan kompetisi. Dengan peran pelatih yang demikian dapat dilihat motivasi pemain sepakbola Klub Camar terus meningkat. Simpulan: Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian ini adalah pelatih Klub Camar telah menjalankan tugas dan perannya dalam meningkatkan motivasi pemain. Bentuk motivasi yang diberikan dalam bentuk teguran, arahan, dan kompetisi. Katakunci: Peran pelatih; motivasi; sepakbola

KOMBINASI PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMPS ADVENT NUSRA NOELBAKI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa di SMPS Advent Nusra Noelbaki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau eksperimen semu, metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu perlakuan yang dilakukan pada suatu kondisi tertentu. Desain penelitian yang digunakan adalah desain pre-test post-test dengan dua kelompok random. Tujuan diberikan pre-test dan post-test yaitu untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memahami dan menangkap materi yang sudah diberikan pada saat pembelajaran dilaksanakan. Tes ini berupa soal esai sebanyak 10 soal. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Guru IPA dan siswa kelas VIII A SMPS Advent Nusra Noelbaki yang berjumlah 22 siswa. Rencana analisis data mengunakan uji normalitas dengan desain One Group Pretest-Posttest Design dan aplikasi SPSS untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitan nilai kategori tersebut dapat di lihat Pada Indikator memberikan penjelasan sederhana sebelum 36,3% dan sesudah 60,5%. Indikator membangun ketrampilan dasar sebelum 25%, dan sesudah 43,1%. Indikator menyimpulkan sebelum 24,5% dan sesudah 40,4%. Indikator membuat penjelasan lanjut sebelum 25% dan sesudah 53,1%. Indikator mengatur strategi dan taktik sebelum 31,8% dan sesudah 50%. Sedangkan Uji normalitas menunjukan bahwa nilai signifikansi. Pretest 0,003 < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal sedangkan nilai signifikansi. Posttest 0,216 > 0,05, maka data berdistribusi normal. Sehingga disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak normal.

PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PEMBANGKITAN TIMOR (UPK TIMOR)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2013:2). Berkaitan dengan hal tersebut, karyawan merupakan sumber daya penting yang wajib perusahaan jaga. Menurut Mangkunegara (2013;67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. . Menurut Sardiman (2007:89), menyatakan “motivasi intrinsik adalah motif–motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”. Menurut Sunyoto (2012:43) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Seluruh Karyawan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan koesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial motivasi intrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor. Sedangkan secara simultan motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 0,512 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,226 dan b2 = 0,295. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 0,512+0,226 (X1)+0,295 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu pengaruh motivasi intrinsik (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa untuk variabel motivasi intrinsik (X1) ditemukan t hitung = 2,366 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat signifikan = 0,022. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel motivasi intrinsik (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,264 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat sig. = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,957 lebih besar dari F tabel = 3, 18 dan tingkat sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterima artinya variabel motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (X1). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,305 atau 30,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 30,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 69,5% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL CABANG KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan pekerjaan dalam suatu perusahaan dan untuk mengurangi terjadinya turnover dan manggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan penemuan yang ada dengan didukung menggunakan kuesioner. Pengelolaan sumber daya manusia adalah merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pendidikan secara umum. Oleh karena itu fungsi-fungsi dalam pengelolaan sumber daya manusia harus dilaksanakan secara optimal sehingga kebutuhan yang menyangkut tujuan individu, perusahaan, organisasi ataupun kelembagaan dapat tercapai. Disamping itu dengan prosedur pengelolaan sumber daya manusia yang baik diharapkan kekurangan dan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu yang terkait dengan kemampuan daya saing dapat teratasi. Meningkatkan loyalitas karyawan merupakan bagian penting bagi perusahaan, maka peningkatan loyalitas karyawan sangatlah diperlukan untuk kemajuan perusahaan. Untuk meningkatkan loyalitas karyawan, sera untuk meminimalisir turnover perusahaan. Era globalisasi seperti ini, perusahaan dituntut untuk melahirkan karyawan dengan kinerja yang mumpuni demi mempertahankan kelangsungan hidup sebuah organisasi. apabila organisasi terus berkembang, maka sumber daya manusia dengan kinerja yang mumpuni wajib untuk dimiliki. Karena seesungguhnya penilaian kinerja merupakan penilaian akan perilaku manusia dalam melaksanakan tugasnya didalam suatu organisasi. Agar tujuan organisasi dapat terwujud maka karyawan akan dituntut untuk memaksimalkan kinerja yang mereka miliki. Meningkatkan loyalitas kerja karyawan merupakan pengabdian dan kepercayaan yang diberikan atau ditujukan kepada seorang atau lembaga, yang didalamnya terdapat rasa cinta dan tanggung jawab untuk berusaha memberikan pelayanan dan perilaku yang terbaik. dengan demikian dapat dikatakan bahwa karyawan dapat mengorbankan diri, kesediaan melakukan pengawasan diri dan melibatkan adanya kesadaran untuk mengabdikan diri keopada perusahaan, pengabdian ini akan selalu menyokong peran serta karyawan dalam perusahaan. Agar terjadinya loyalitas kepada pekerjaan tercermin pada sikap karyawan yang mencurahkan kemampuan dan keahlian yang dimiliki, melaksanakan tugas dan tanggung jawab, disiplin serta jujur dalam bekerja. Pihak perusahaan berupaya untuk mendapatkan loyalitas karywan melalui pemberian insentif. Hal ini mungkin dapat diterima, karena dengan insentif yang diberikan karyawan dapat memenuhi kebutuhannya sehingga kesejahteraan karyawan dapat terwujud. Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas, maka dapat diketahui konstanta regresi a sebesar 26,590 , koofisien regresi bI = -0,111, b2 = 0,134. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh pengelolaan summber daya manusia (X1) Pemberian kompensasi (X2) dan terhadap loyalitas kerja karyawan (Y) adalah s terhadap loyalitas kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 26,590 +-0,111 X1 + 0,134 X2 + e. Persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai: Nilai konstanta sebesar 26,590 artinya jika pengelolaan sumber daya manusia (X1) Pemberian kompensasi (X2) sama dengan nol, maka loyalitas kerja karyawan (Y) memilki nilai sebesar 26,590. Koofisien regresi (b1) sebesar -0,111 artinya jika pengelolaan sumber daya manusia (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka loyalitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar - 0,111. Koofisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh negatif antara pengelolaan sumber daya manusia (X1) dengan loyalitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apa bila pengelolaan sumber daya manusia baik maka dapat menciptakan efektivitas organisasi dalam hal ini loyalitas kerja karyawan mengalami penurunan. Koofisien regresi (b2) sebesar 0,134 artinya jika pemberian kompensasi mengalami kenaikan 1% maka variabel loyalitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,134. Koofisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara pemberian kompensasi (X2) dengan loyalitas kerja karyawan (Y).dengan demikian, hal ini menunjukan bahwa pemberian kompensasi memberikan kontribusi yang positif bagi loyalitas kerja karyawan, sehingga semakin besar pemberian kompensasi maka semakin tinggi juga loyalitas kerja karyawan. Berdasrkan hasil uji t Diketahui nilai n=30; k=3 dan Rumus untuk menghitung Ttabel =t (a/2: n-k-1= t (0,05/2;30 -2-1) = (0,025;26) jadi Ttabel = 2,05183, Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh pengelolaan sumber daya manusia (X1) terhadap loyalitas kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa variabel pengelolaan sumber daya manusia (X1) ditemukan thitung = -0.507 lebih kecil dari ttabel = 2,05183 dan tingkat sig = 0,616 oleh karna itu nilai sig<0,05 maka H0 (b1= 0) ditolakHa(b1>0) diterima yaitu variabel pengelolaan sumber daya manusia (X1) memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara Parsial terhadap loyalitas kerja karyawan(Y). Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Pemberian kompensasi (X2) dan loyalitas kerja karyawan (Y)diketahui bahwa variabel Pemberian kompensasi (X2) ditemukan thitung = 0,653 lebih kecil dari ttabel = 2,05183 dan tingkat sig = 0,519. Oleh karna itu nilai sig<0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 >0) diterima yaitu pemberian kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan secara Parsial terhadap loyalitas kerja karyawan (Y). Berdasarkanhasil Uji F maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui Ftabel maka dapat dilihat dari nilai n=30 dan k=2 dan rumus untuk Ftabel = F(k:df2 = n – k – 1 (F (2;27) jadi Ftabel =3,35. Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung = 0,298 lebih kecil dari Ftabel =3,35 dan tingkat Sig =0.745 oleh karna itu nilai Sig <0,05 maka H0(b1 = 0) maka H0 ditolak dan Ha(b1> 0) diterima artinya variabel pengelolaan sumber daya manusia (X1) dan variabel Pemberian kompensasi (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap loyalitas kerja karyawan (Y). Berdasarkan hasil Uji Koofisien Determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah = 0,022atau 2,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh pengelolaan sumber daya manusia dan pemberian kompensasi terhadap loyalitas kerja karyawan adalah 2,2%. Sedangkan pengaruh sebesar 97,8% disebabkan oleh factor lain

IMPROVING STUDENTS VOCABULARY USING SHORT STORY AT SMP NEGERI 10 KUPANG ACADEMIC YEAR 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah hanya menggunakan cerita pendek dapat meningkatkan kosa kata siswa di SMP Negeri 10 Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan cerita pendek dapat meningkatkan kosakata siswa di SMP Negeri 10 Kupang tahun 2021/2022. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kela Tujuh-A SMP Negeri 10 Kupang. Jumlah populasi sebanyak lima kelas yang terdiri dari 100 siswa, kemudian sampel adalah satu kelas yang terdiri dari duapuluh siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes untuk mengukur penguasaan kosakata siswa melalui cerita pendek berupa pre-test dan post-test dengan menggunakan t-test. Penelitian ini adalah tes kosakata. Peneliti memberikan pre-test dan post-test kepada siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata skor pre-test siswa adalah 977, post-test adalah 1680, perbedaan skor pre-test post-test adalah 396, perbedaan nilai persentase dari pre-test 488, dan persentase dari post-test 8400, artinya ada kenaikan persentase setelah melakulan post-test. Jadi skor post-test adalah lebih tinggi dari skor pre-test . Hasil analisis statistik antara pre-test dan post-test untuk taraf signifikan 0.5 dengan (df)=20-1=19 adalah 1.73 dan analisis nilai t-obseve adalah 20.159(20.159>1.73. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa cerita pendek dapat meningkatkan kosakata siswa.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TIMOR MITRA NIAGA KECAMATAN LAMBOYAARAT KABUPATEN SUMBA BARAT

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN BARANG BAGASI PESAWAT KOMERSIAL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Barang Bagasi Pesawat Komersial”. Permasalahan pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah : 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial? 2). Bagaimana cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial? 3).Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial terhadap pelaku dan korban? Tujuan penelitian penulis, adalah :1). Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial; 2). Untuk mengetahu bagaimana cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial; dan 3). Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial terhadap pelaku dan korban Guna meperlancar proses penelitian ini, maka dibantu dengan metode penelitian, dimana Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, yaitu memberikan suatu gambaran tentang factor penyebab,cra melakukn dan akibat hukun dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normatif. Alat pengupulan datanya adalah Studi Dokumen ; yakni berupa Putusan pengadilan, dengan teknik analisis datanya adalah eskriptif kualitataif. Adapun yang hasil penelitian penulis, sebagai berikut: 1) Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial, yaitu a). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; dan. b. Kurangnya pengawasan. 2) Cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial, yaitu dengan cara merusak/membobol barang berupa tas milik korban dan mengambil barang tersebut. Juga ada yang dengan cara Membuka jahitan karung dengan Bulpen Kemudian Terdakwa mengeluatkan gardus-gardus yang berisi HP. Setalah itu mereka menyimpannya di dalam rompi porter, selanjutnya disembunyikan didalam loker di tempat istirahat porter. Kemudian ketika pulang mereka membawa barang tersebut dengan cara salah satu terdawka mengajak bicara petugas keamanan sehingga barang tersebut dapat dibawa pulang. 3). Akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial terhadap pelaku dan korban. Dimana terhadap terdakwa/pelaku berupa :a). Terhadap pelaku, yaitu : terdakwa ditahan, Terdakwa dipidana penjara.; dan Terdakwa dibebanMembayar biaya perkara; b). Terhadap Korban, yaitu barang yang di curi oleh pelaku/terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya/korban.

Deskripsi Tentang Putusan Hakim Pengadilan Niaga Dalam Sengketa Merek Gudang Garam

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI: Judul Skripsi penulis adalah: DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NIAGA DALAM SENGKETA MEREK GUDANG GARAM. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: 1) Mengapa Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat? 2) Mengapa Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1) Untuk mengetahui alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat, 2) Untuk mengetahui alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat Deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah, dalam hal ini tentang alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat, serta alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu 1) Alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat, yaitu karena: a) Gugatan penggugat sempurna, b) Penggugat mampu membuktikan sebagai pemilik Merek Gudang Garam, c) Adanya Novum atau bukti baru sebagai pemilik merek gudang garam. 2) Alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam Yaitu karena: a) Judex Factie salah menerapkan hukum, b) Pengugat tidak dapat membuktikan sebagai pemilik merek gudang garam.

DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MENYALAHGUNAKAN NARKOTIKA GOLONGAN-1

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis adalah: Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Terhadap Anggota Militer Yang Menyalahgunakan Narkotika Golongan-1. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: 1) Mengapa Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap Anggota Militer yang menyalahgunakan Narkotika Golongan-1?.Dan 2) Mengapa Hakim Peninjauan Kembali Menjatuhkan putusan bebas terhadap Anggota Militer yang menyalagunakan Narkotika Golongan -1?.Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk mengetahui Alasan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap anggota militer yang menyalagunakan narkotika golongan-1? Dan 2) Untuk mengetahui Alasan Hakim Peninjauan Kembali Menjatuhkan putusan bebas terhadap Anggota Militer yang menyalagunakan Narkotika Golongan -1. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dalam penelitian yang penulis deskripsikan adalah Deskripsi Tentang penegakan Hukum terhadap anggota Militer yang menyalagunakam Narkotika golongan-1. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian terhadap 3 (tiga) putusan yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu : 1. Alasan Hakim Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika Golongan – 1 karena: a. Perbuatan Terdakwa memenuhi unsur surat dakwaan b. Judex Fcati salah menerapkan hukum 1. Alasan Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyalagunaan Narkotika Golongan 1, karena: a. Adanya Kekhilafan Judex Juris b. Perbuatan Terdakwa tidak terbukti Kata Kunci: Tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan-1 oleh Anggota Militer.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA MEMANEN HASIL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SECARA ILEGAL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah pokoknya diteliti penulis ialah bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, bagaimanakah modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan untuk mengetahui akibat hukum akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motif pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidup 2. Modus pelaku : a. Terdakwa membawa pisau egrek adalah untuk mengegrek buah kelapa sawit b. Terdakwa menggunakan pisau dodos yang bergagang kayu dan sebatang gancu adalah untuk memotng kelapa sawit c. Terdakwa menggunakan kerajang along-along untuk menyimpan buah kelapa sawit 3. Akibat hukum terhadap terdakwa dan barang bukti dalam tindak pidana memanen hasil perkebunan kelapa sawit secara ilegal : a. Terdakwa ditahan b. Terdakwa dipidana penjara dan dibebankan membayar biaya perkara c. Barang bukti disita atau dijadikan barang bukti diperkara lainnya Berdasrkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka saran yag dapat di kemukakan penulis yaitu : Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih banyak membuka lapangan pekerjaan berupa proyek swadaya, dan diharapkan kepada hakim supaya bisa menciptakan kepastian hukum

PENGARUH KENAIKAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) TERHADAP PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Negara berkembang seperti negara Indonesia, pembangunan sangatlah diperlukan pemerintah guna membuat negara ini menjadi lebih baik serta tumbuh menjadi negara maju. PTKP itu sendiri adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Kebijakan kenaikan PTKP pada tahun 2013 ini diambil oleh pemerintah karena kebijakan stimulus fiskal untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh kenaikan PTKP terhadap daya beli masyarakat di Kota Kupang khususnya di Universitas Kristen Artha wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian adalah Kuesioner. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji yang dilakukan yaitu Ho diterima dan Hₐ ditolak artinya kenaikan penghasilan tidak kena pajak (ptkp) tidak berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Saran dari penelitian agar pemerintah lebih cermat lagi apabila ingin menaikan jumlah PTKP guna meningkatkan daya beli. Pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat dengan menaikan PTKP tetapi juga mengontrol harga kebutuhan pokok. Kata kunci : Pajak penghasilan, penghasilan tidak kena pajak, dan daya beli masyarakat

ANALISIS DETERMINAN EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL PADA SEKTOR PEMERINTAHAN (Studi Kasus Pada Inspektorat Kota Kupang)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Audit internal adalah bagan penting dari struktur organisasi pemerintah Peranan audit internal secara tradisional hanya menekankan pada pengendalian internal dan kepatuahan atas pengelolaan keuangan. Namun, audit internal telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir menuju peran konsultasi internal yang lebih luas dalam fungsi manajemen risiko perusahan. Oleh karena itu, penting yang menyelidiki seberapa efektif audit internal Penelitian ini dilalukan di inspektorat Kota Kupang dengan judul Analisis Determinan Efektivitas Audit Internal Pada sektor pemerintahan Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini auditor pada inspektorat Kota Kupang dengan responden 20 orang. Data yang digunakan adalah data primer. Metode pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan SPSS Versi 21.0. Hasil analisis menunjukan bahwa Kompetensi auditor internal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas audit internal, Hubungan antara auditor internal dan eksternal berpengaruh signifikan terhadap efektivitas audit internal dan dukungan manajemen terhadap audit internal tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas audit internal.