2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Berdasar informasi dari Kementerian Bagian Data – Biro Perencanaan Kementrian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM memberi berbagai jenis kontribusi, diantaranya adalah kontribusi UMKM terhadap penciptaan investasi nasional, Kontribusi UMKM tehadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, kontribusi UMKM dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dan kontribusi UMKM terhadap penciptaan devisa nasional. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa UMKM merupakan pilar utama (soko guru) perekonomian Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran UMKM sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan UMKM merupakan sesuatu yang penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran UMKM sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan UMKM merupakan sesuatu yang penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Sumbangsih UMKM terhadap PDB menjadikan indikator pentingnya UMKM dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Eksistensi dan kinerja UMKM yang semakin menggeliat tersebut bukan tanpa masalah dan kendala. Terdapat beberapa masalah diantaranya dalam perilaku manajemen keuangan para pelaku UMKM. Dalam perilaku manajemen keuangan terdapat beberapa hal yang diduga dapat memengaruhi apakah seseorang akan mengambil keputusan keuangan yang baik atau buruk. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah pengetahuan keuangan. Pengetahuan keuangan merupakan dasar faktor kritis dalam pengambilan keputusan keuangan. Untuk memiliki pengetahuan keuangan maka perlu mengembangkan keterampilan keuangan (financial skill) dan penguasaan alat keuangan (financial tools) (Ida, 2010). Permasalahan utama dalam pengetahuan keuangan yang dialami oleh pelaku UMKM adalah dalam hal penyiapan anggaran. Sebagian besar para pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya (Humaira, 2017). Hal ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh (Wirjono, 2012 menyatakan bahwa kebanyakan pelaku UMKM tidak membuat pembukuan terkait manajemen usahanya. Rendahnya kesadaran pelaku UMKM dalam membuat perencanaan anggaran tidak penting dan dapat diatur dengan mudah. Faktor kedua yang diduga dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah sikap keuangan. Umumnya sikap keuangan diartikan sebagai perilaku seseorang individu terhadap uang yang dimiliki. Humaira (2017) berpendapat bahwa kebanyakan para pelaku UMKM tidak mempunyai sikap keuangan yang buruk terh keuangan. Hal tersebut terjadi karena kebanyakkan para pelaku UMKM lebih tertarik untuk membahas ide dan inovasi bisnis dibandingkan berbicara tentang manajemen keuangan. Faktor ketiga yang dapat memengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah kepribadian. Kepribadian diartikan sebagai wirausahawan harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam mengelola usahanya, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, memiliki kepemim menghadapi masa depan (Sina, 2014) Memahami aspek kepribadian sering mempengaruhi manajemen keuangan karena menjadi penyebab manajemen yang buruk. Mengacu pada temuan-temuan sebelumnya dipahami bahwa kepribadian merupakan salah satu indikator yang signifikan mempengaruhi perilaku manajemen keuangan. Ida dan Dwinta (2010) menjelaskan pengetahuan keuangan sebagai sebuah teknik untuk membuat keputusan dalam perilaku manajemen keuangan, seperti menyiapkan sebuah anggaran, memilih investasi, memilih rencana asuransi, dan menggunakan kredit adalah contoh dari salasatubketerampilan keuangan. Sedangkan alat keuangan adalah sarana yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajemen keuangan seperti cek, kartu kredit, dan kartu debit. Permasalahan dalam hal pengetahuan keuangan yang dialami para pelaku UMKM utamanya adalah dalam hal menyiapkan anggaran. Kebanyakan pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya. Permasalahan pengetahuan keuangan yang selanjutnya adalah dalam hal investasi. Tidak banyak pelaku UMKM yang terjun ke dunia investasi. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, penyebab rendahnya minat pelaku UMKM untuk berinvestasi dikarenakan para pelaku UMKM tidak cukup paham dan bahkan sama sekali tidak tahu mengenai apa itu investasi. Sehingga para pelaku UMKM memilih tidak berinvestasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengetahuan pelaku UMKM tentang investasi masih sangat rendah. Permasalahan pengetahuan keuangan tidak hanya dalam hal anggaran dan investasi saja, dalam hal kredit juga para pelau UMKM juga mengalami kendala. Pengetahuan mengenai kredit para pelaku UMKM masih sangat rendah. Pelaku UMKM tidak begitu paham faktor-faktor yang memengaruhi kelayakan kredit, sehingga sulit bagi pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan modal. Selain itu, banyak pelaku UMKM yang tidak melakukan berbagai pertimbangan saat mengajukan kredit, seperti pertimbangan tingkat bunga pinjaman dan jangka waktu pinjaman. Seharusnya para pelaku UMKM mampu mempertimbangkan berbagai hal pada saat akan mengajukan kredit agar dapat menggunakan kredit secara bijaksana. Kholilah dan Iramani (2013) mendeskripsikan pengetahuan keuangan sebagai penguasaan seseorang atas berbagai hal tentang dunia keuangan alat keuangan dan keterampilan keuangan. Individu dengan pengetahuan keuangan yang memadai akan memiliki perilaku manajemen keuangan yang lebih baik, seperti membayar tagihan tepat waktu, melakukan pembukuan terhadap pengeluaran yang dilakukan setiap bulan, dan memiliki cadangan dana untuk kondisi darurat (Yulianti dan Silvy, 2013). Pengertian sikap keuangan menurut Ningsih dan Rita (2010) sesuai pengertian yang dikembangkan oleh Klontz dkk (2011), yaitu diartikan sebagai keadaan pikiran, pendapat, serta penilaian tentang keuangan. Menurut Jodi & Phyllis (2011) Sikap keuangan adalah kecenderungan psikologis yang diekspresikan ketika mengevaluasi praktik manajemen keuangan yang direkomendasikan dengan beberapa tingkatan kesepakatan dan ketidaksepakatan. Menurut Sina (2014), memahami aspek kepribadian dalam mengelola keuangan dibutuhkan untuk sukses mengelola keuangan karena setiap tipe kepribadian berbeda dalam cara mengelola keuangannya. Setelah dilakukan analisis mendalam, ditemukan beberapa kelemahan dari masing-masing tipe kepribadian yang akan menyebabkan masalah keuangan seperti salah satunya adalah utang yang berlebihan. Berbagai peneliti keuangan juga menemukan bahwa aspek kepribadian juga turut mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam mengelola keuangannya. Para pengguna akuntansi khususnya dalam hal ini pelaku UMKM sudah seharusnya lebih memperhatikan manajemen keuangan pada usaha yang dijalankannya mengingat manfaat dari pengetahuan keuangan dan sikap keuangan yang begitu besar bagi keberlangsungan usahanya. Selain itu, menyiapkan anggaran dapat menjadi modal dasar bagi UMKM untuk pengambilan keputusan-keputusan dalam pengelolahan usaha kecil, antara lain keputusan pengembangan pasar, pengembangan harga, dan dalam hubungannya dengan dan kreditur. Menyiapkan anggaran juga dapat digunakan dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang, mengontrol biaya, mengukur dan meningkatkan produktivitas dan memberikan dukungan terhadap proses produksi. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.9 diatas dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 22.320 + 0.142 X1 + 0.290 X2 + 0.528 X3. 1. Pengetahuan Keuangan ( X1 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Pengetahuan Keuangan sebesar 2.175 t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel ( 2.175 > 1,999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,022 dimana nilai signifikansi (0,022 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. 2. Sikap Keuangan ( X2 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Sikap Keuangan sebesar 3.806, t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel (3.806 > 1,999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,038 dimana nilai signifikansi (0,038 0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Sikap Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. 3. Kepribadian ( X3 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Kepribadian sebesar 4,581, t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel (4,581 > 1.999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,034 dimana nilai signifikansi (0,034 0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Kepribadian berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (KIOS) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Seperti halnya Keputusan Presiden RI nomor 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil. Adanya Gerakan dukung UMKM di Indonesia disambut baik oleh pelaku bisnis khususnya bagi para wirausaha muda atau indutri perumahan (home industry) yang terus tumbuh berkembang pesat dan berdikari. Model regresi tersebut dapat diinterpretasikan bahwa koefisien regresi variabel X (Literasi Keuangan) diperoleh sebesar 1,460. Tabel diatas menunjukan bahwa pengaruh Literasi Keuangan, memiliki tingkat signifikan 0,005 (dibawah α = 0,1). Dengan membandingkan t-tabel pada α = 0,1 dengan memakai rumus degree of freedom (df = n-k) dari total responden nilai df = 34-2 =32 dengan pengujian satu arah (one-tailed) di dapat nilai t- tabel sebesar 2,069. Maka dilihat dari (nilai t-tabel) dan t- hitung variabel X pada α = 0,1 yaitu sebesar 1693 yang berarti bahwa t- hitung lebih besar dari t-tabel, dengan melihat nilai t-hitung yang lebih besar dari t-tabel dan angka koefisien regresi dalam arah positif, maka ini berarti terdapat pengaruh positif literasi keuangan terhadap kinerja pada pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa F-hitung memiliki nilai 1222.770 lebih besar dari F-tabel yaitu 4,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p 0,1). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Literasi keuangan secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Pelaku UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Pada Tabel 4.10 diatas menunjukan bahwa besarnya koefisien determinasi atau angka R Square adalah sebesar 0,974 Hal ini menunjukan bahwa variabel X (Literasi Keuangan) dapat menjelaskan sebesar 0,974% berpengaruh terhadap variabel Y (Kinerja UMKM) di Kelurahan Oesapa dan sisanya sebesar 0 % Literasi keuangan (X),berpengaruh positif dan signifikansi terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil tersebut memiliki mkna bahwa kinerja UMKM (Kios) akan meningkat apabila literasi keuangan pada kalangan pelaku Usaha Mikro ditingkatkan. Semakin tinggi literasi keuangan, maka akan semakin tinggi pula kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Maka dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti pengaruh yang positif dan signifikan variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM (Kios) di Kelurahan Oesapa. Hasil penelitian ini mendukung teori dari hasil penelitian sebelumnya diantaranya dari (Aribawa,2016) yang mengungkapkan bahwa jika pelaku usaha disektor usaha mikro memiliki kemampuan literasi keuangan yang memadai, maka keputusan bisnis dan keuangan yang diciptakan akan menuju kearah pengembangan yang membaik dari waktu ke waktu, meningkatkan kemampuan usaha untuk bertahan di tengah krisis, dan pada akhirnya akan membuat bisnis tersebut memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kata Kunci : Literasi Keuangan Dan Kinerja Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASIAWA MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Penelitian Dalam Skripdi Ini Bertujuan Untuk Mengetahui, Pertama Pengeruh Pengetahuaan Kewirausahaan Terhadap Minatberwirausaha Mahasiswa Manajemen, Kedua Lingkugan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Manajemen. Metode Yang Digunakan Dalam Penelian Ini Menggunakan Pendekatan Kuantitatif, Dengan Populasi Mahasiswa Manajemen Angkatan 2016 Samapai Angkatan 2022, Dengan Sampel Sebanyak 108 Responden, Dan Dalam Upaya Pengambilan Data Tersebut, Penulis Menggunakan Cara Membagikan Link Kuesioner Dan Hasil Pengumpulan Data Di Uji Berdasarkan Analisis Regresi Dan Didapati Persamaan Regresi Linear Berganda Y = 0.839X1 + 0,115 + E. Dari Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa, Varibel Pertama Pengetahuan Kewirausahaan Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiawa Manajemen, Dibuktikan Dari t Hitung = 5,400 > t Tabel = 2,015 Dan Signifikan = 0,000, Variabel Yang Kedua Lingkungan Keluarga Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Manajemen Di Buktikan Dengan t Hitung = 3,125 > t Tabel = 2,015 Dan Signifikan = 0,002. Peneliti Memilih Mahasiswa Manajemen Karena Mahasiswa Manajemen Merupakan Mahasiswa Yang Mempunyai Peluang Untuk Berwirausaha. Kata Kunci: Jangan Takut Untuk Melaka Masa Depan Ditangan Kita Sendiri, Kalo Bukan Kita Sapa Lagi Dan Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kinerja keuangan dalam perusahaan adalah hal yang sangat penting bagi banyak pihak. Dengan mengetahui status keuangan perusahaan maka dapat diketahui keadaan keuangan, trend bisnis dan dana yang masuk dan keluar perusahaan, serta pendapatan dan pemasukan pendapatan perusahaan. Manajer sering mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan rasio laba bersih terhadap total aset. Oleh karena itu, rasio profitabilitas Return On Assets digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Net Profit Margin terhadap kinerja keuangan PT. Astra Otoparts Tbk yang diukur dengan Return On Asset. Sampel penelitian adalah laporan tahunan PT. Astra Otoparts Tbk periode 2013-2022 dan memiliki kelengkapan data yang dapat diolah dan dianalisa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan paket aplikasi statistik program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan secara individual variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Return On Asset dan Net Profit Margin berpengaruh terhadap Return On Asset.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The title of this writing “Teachers’ strategies in improving the students’ creativity in learning English at SMPN 3 Amarasi Barat” The research problems of the study were: What are teachers‟ strategies in improving the students‟ creative in learning English at SMPN 3 Amarasi Barat? The aim of this study was to find out teachers‟ strategies in improving the students‟ creative learning English at SMPN 3 Amarasi Barat. The method used in this writing is qualitative method. The data of this resarch is taken from SMPN 3 Amarasi Barat. The result of this study showed that strategies that used by teachers in improving the students‟ creativity in learning English at SMPN 3 Amarasi Barat are namely: autocratic strategies, Group Discussion, Students Presentation and Brainstorming. The suggestion of this study is the English teacher should be able in choosing what strategies in teaching English relevant to with the students‟ ability needs and interests
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Peneltian ini berjudul Analisis Pemanfaatan APBDes Untuk Pembangunan Desa Daieko Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. APBDes memiliki fungsi sebagai dokumen resmi yang mempunyai kekuatan, dimata hukum yang menjamin kelayakan sebua rencana kegiatan dari segi anggaran, sehingga dapat mengoptimalkan kelayakan hasil rencana kegiatan secara teknis kerena dokumen ini menpunyai kekuatan hukum, maka dokumen ini bersifat mengikat pemerintah Desa dan semua pihak yang yang terkait. Untuk melaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, APBDes ini juga menjamin tersedianya anggaran yang pasti uuntuk melaksanakan rencana kegiatan. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten yang dialokasikan kepada desa dalam rangka meningkatkan pemberdayaan, kesejahteraan serta pemeratan pembangunan dipedesaan. Bersadarkan pengertian diatas diharapkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan didesa dapat menjadi nyata, dengan demikian akan terciptanya perubahan tingkat kesejahteraan serta pemerataan dan taraf hidup masyarakat pedesaan. Alokasi Dana Desa (ADD) adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten yang dialokasikan kepada desa dalam rangka meningkatkan pemberdayaan, kesejahteraan serta pemerataan pembangunan dipedesaan. Pemanfaatan APBDes adalah dana desa yang disalurkan untuk penyertaan modal BUMDES, pembangunan jalan desa, pembangunan embung, pembangunan rumah layak huni, penanngulangan covid dan lain sebagainya. Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialoksikan oleh pemerintah kabupaten atau kota untuk desa yang bersumber dari bagian dari dana perimbangan keuangan, alokasi dana desa merupakan hak desa sebagaimana pemerintah daerah kabupaten atau kota memiliki hak untuk memperoleh anggaran Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. Dalam pengelolaanynya harus dilakukan dengan baik sehingga tujuan dari Alokasi Dana Desa dalam permberdayaan di masyarakat dapat mencapai tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat Pengolaan APBDes adalah tim yang dibentuk oleh pemerintah desa dengan surat ketetapan kepala desa, tim ini disebut tim pelaksanaan kegiatan-kegiatan APBDes terdiri dari kepala desa sebagai ketua, sekretaris dengan sebagai penanggungjawaban operasional kegiatan (POJK), anggota yang berdiri dari took masyarakat, toko organisasi, dan lain-lain sesuai kebutuhan. Berdasarkan permasalahan yang diteliti untuk mengetahui pemanfaatan APBDes di Desa Daieko telah diharapkan dengan. Dalam pemanfaatan APBDes dan Alokasi Dana Desa ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk pembangunan desa yaitu pembangunan deker, pengadaan pupuk bagi petani, dan penyertaan modal BUMDES, pembangunan gedung Paud. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan APBDes untuk pembangunan Desa Daieko, Kec. Hawu Mehara, Kab. Sabu Raijua dapat disimpulkan bahwa, Dana desa yang digunakan untuk pembangunan desa Daiko sudah dikelola dengan baik dibuktikan dengan hasil pembangunan ADD yang bersumber dari APBDes selama 5 tahun sebesar Rp.7.308.445.846 yang diperuntukan untuk berbagai macam pembanguan seperti Pembangunan deker, pengadaan pupuk bagi petani, penyertaan modal BUMDES dan Pembangunan gedung PAUD selama guna untuk memperluas lapangan kerja dan kesejahteraan ekonomi. Sehinnga dari hasil ini dapat diindikasikan bahwa Pemanfaatan APBDes untuk desa Daieko sudah berjalan dengan baik. Berikut ini dijelaskan implikasi teoritis dalam penelitian ini berdasarkan kerangka dasar penelitian. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pemanfaatan APBDes dan alokasi dana desa dalam pembangunan Desa sudah di pergunakan dengan baik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE VIVO DI SPC OESAPA KOTA KUPANG Smartphone merupakan salah satu kebutuhan masyarakat modern saat ini yang akan menunjang aktifitasnya. Kebutuhan masyarakat akan alat komunikasi yang dianggap sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dapat mempermudah setiap aktivitas masyarakat. kebutuhan ini begitu diperhatikan oleh perusahaan elektronik sehingga bermunculan banyak berbagai macam merek-merek smartphone. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian smartphone Vivo dan Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Smartphone Vivo di SPC Oesapa Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 96 orang responden yang membeli smartphone vivo di SPC Oesapa kota kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh yang dari kuisioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif, regresi berganda dan uji hipotesis yaitu uji t (simultan), uji f (parsial) dan koefisien determinasi (R2). Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian smartphone vivo di SPC Oesapa kota kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel bebas yaitu citra merek dan harga merupakan variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi citra merek sebesar 0.403 selain itu, sig. 0,000 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel citra merek mempunyai pengaruh secara signifikan tergadap keputusan pembelian. Pengaruh harga terhadap keputusan pembelian berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk harga sebesar 0.257 selain itu, nilai sig. 0.004 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa harga mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Dari Hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama – sama variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhdap variabel dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 16.192 lebih besar dibandingkan nilai f tabel 3,09 dengan nilai sig. 0,000 karena nilai signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka, model regresi dapat dikatakan bahwa citra merek dam harga secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh siginfikan terhadap keputusan pembelian di kota Kupang. Kata Kunci: Citra Merek, Harga Dan Keputusan Pembelian ABSTRAK PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE VIVO DI SPC OESAPA KOTA KUPANG Smartphone merupakan salah satu kebutuhan masyarakat modern saat ini yang akan menunjang aktifitasnya. Kebutuhan masyarakat akan alat komunikasi yang dianggap sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dapat mempermudah setiap aktivitas masyarakat. kebutuhan ini begitu diperhatikan oleh perusahaan elektronik sehingga bermunculan banyak berbagai macam merek-merek smartphone. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian smartphone Vivo dan Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Smartphone Vivo di SPC Oesapa Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 96 orang responden yang membeli smartphone vivo di SPC Oesapa kota kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh yang dari kuisioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif, regresi berganda dan uji hipotesis yaitu uji t (simultan), uji f (parsial) dan koefisien determinasi (R2). Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian smartphone vivo di SPC Oesapa kota kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel bebas yaitu citra merek dan harga merupakan variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi citra merek sebesar 0.403 selain itu, sig. 0,000 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel citra merek mempunyai pengaruh secara signifikan tergadap keputusan pembelian. Pengaruh harga terhadap keputusan pembelian berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk harga sebesar 0.257 selain itu, nilai sig. 0.004 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa harga mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Dari Hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama – sama variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhdap variabel dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 16.192 lebih besar dibandingkan nilai f tabel 3,09 dengan nilai sig. 0,000 karena nilai signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka, model regresi dapat dikatakan bahwa citra merek dam harga secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh siginfikan terhadap keputusan pembelian di kota Kupang. Kata Kunci: Citra Merek, Harga Dan Keputusan Pembelian ABSTRAK PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE VIVO DI SPC OESAPA KOTA KUPANG Smartphone merupakan salah satu kebutuhan masyarakat modern saat ini yang akan menunjang aktifitasnya. Kebutuhan masyarakat akan alat komunikasi yang dianggap sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dapat mempermudah setiap aktivitas masyarakat. kebutuhan ini begitu diperhatikan oleh perusahaan elektronik sehingga bermunculan banyak berbagai macam merek-merek smartphone. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian smartphone Vivo dan Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Smartphone Vivo di SPC Oesapa Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 96 orang responden yang membeli smartphone vivo di SPC Oesapa kota kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh yang dari kuisioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif, regresi berganda dan uji hipotesis yaitu uji t (simultan), uji f (parsial) dan koefisien determinasi (R2). Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian smartphone vivo di SPC Oesapa kota kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel bebas yaitu citra merek dan harga merupakan variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi citra merek sebesar 0.403 selain itu, sig. 0,000 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel citra merek mempunyai pengaruh secara signifikan tergadap keputusan pembelian. Pengaruh harga terhadap keputusan pembelian berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk harga sebesar 0.257 selain itu, nilai sig. 0.004 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa harga mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Dari Hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama – sama variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhdap variabel dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 16.192 lebih besar dibandingkan nilai f tabel 3,09 dengan nilai sig. 0,000 karena nilai signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka, model regresi dapat dikatakan bahwa citra merek dam harga secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh siginfikan terhadap keputusan pembelian di kota Kupang. Kata Kunci: Citra Merek, Harga Dan Keputusan Pembelian
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Modal kerja adalah uang tunai dan aktiva yang mudah di uangkan untuk mendanai kegiata operasional perusahaan sehari-hari. Perumusan masalah yang di hadapi dalam penelitian ini adalah Apakah tingkat perputaran modal kerja perusahaan modal kerja perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Alor sudah efektif dan bagaimana tingkat pengembalian piutang perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Alor . Perputaran modal kerja menunjukan hubungan antara banyaknya penjualan bersih dalam satu periode dengan modal kerja yang ada. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah perputaran modal kerja pada perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Alor sudah efisien selama tahun 2017 hingga 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan laba rugi, sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nusa Kenari Kabupaten Alor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dijabarkan secara deskriptif dengan menggunakan dokumentasi. Hasil perhitungan Rasio Perputaran Modal Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Alor menunjukan bahwa hasil dari setiap tahun sangat efisien dalam pengunaan modal kerja, di karenakan perusahaan Daerah Air Minum masih dapat membiayai utang jangka panjang. Berdasarkan hasil analisis bahwa perputaran modal kerja pada tahun 2017 sampai dengan 2021 sudah efektif karena dari tahun dari tahun ke tahun perputaran modal kerja terus meningkat. Demikian juga dengan perputaran perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Alor mengalami peningkatan yang kurang efisien. Hal ini dapat dilihat dengan pencapaian perputaran piutang dari tahun ke tahun yang mengalami penurun. Atau Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap tahunnya perusahaan menglami kenaikan modal kerja. Sumber modal kerja sebagian besar berasal dari penyusutan sedangkan penggunaan modal kerja perusahaan sebagian besar digunakan untuk pembelian aktiva tetap. Sebagai perusahaan public sebaiknya perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Alor yang bocor atau hilang, agar dapat lebih meningkatkan efektifitas perputaran modal kerjanya perusahaan yang khusus pada bagian penagihan untuk menghindari atau menimbulkan resiko piutang tak tertagih. Dari perhitungan Rasio periode terikat modal kerja tahun 2017 hingga tahun 2021 menunjukan bahwa hasil yang sangat efisien di karenakan menghasilkan nilai yang cukup tinggi. Kata Kunci: Modal Kerja, Rasio Perputaran Modal, Periode terkait Modal Kerja.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK penelitian ini berjudul : “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PEMBAYARAN PAJAK UMKM YANG ADA DI KELURAHAN OESAPA” Pajak merupakan salah satu tujuan utama pemerintah dan digunakan sebagai sumber penerimaan negara. Penerimaan negara dalam negeri yang ditandai dengan pengeluaran yang terus menerus adalah pajak. Upaya yang di lakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia yang masih rendah karena pembayar pajak usaha kecil dan menengah secara alami diharapkan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah, mereka harus memahami tanggungjawab pajak mereka serta wajib pajak yang berkembang pesat tentunya perlu diketahui persepsi mereka terhadap kewajiban perpajakan. Pemerintah menerbitkan peraturan terkait perpajakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yaitu PP 23 Tahun 2018 yang menggantikan peraturan sebelumnya yaitu PP 46 Tahun 2013 dan berlaku mulai tanggal 1 Juni 2018 tentang pajak penghasilan (PPh) atas penghasilan usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak memiliki peredaran bruto (omzet) sampai dengan Rp 4,8 miliar dalam satu tahun Perubahan yang paling pokok dalam Peraturan Pemerintah ini adalah penurunan tarif dari 1% menjadi 0,5%. UMKM adalah unit usaha produktif yang mandiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha pada semua sektor perekonomian. Pada prinsipnya, perbedaan antara usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan usaha besar pada umumnya berdasarkan pada nilai aset awal (tidak termasuk tanah serta bangunan), omset tahunan rata-rata atau jumlah permanen para karyawan. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpunsampai 60% dari total investasi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar kewajiban sebagai wajib pajak sehingga pendapatan mengalami penurunan. Upaya yang dilakukan masyarakat agar meningkatkan partisipasi pembayaran pajak yangrendah dengan taat dan patuh untuk membayar kewajiban sesuai dengan peraturan yang berlaku wajib pajak masih belum memahami isi PP 23 Tahun 2018 yang memuat beberapa ketentuan baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh tarif pajak terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM, untuk munguji pengaruh sosialisasi perpajakan terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM, untuk menguji pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM, untuk menguji pengaruh pemahaman perpajakan terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diolah secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada pelaku UMKM yang di Kelurahan Oesapa. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah tarif pajak, sosialisasi wajib pajak, kesadaran wajib pajak, pemahaman wajib pajak terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (dependen) dan dibantu dengan alat uji statistik yaitu program SPSS Versi 25. Popolasi yang dipakai penelitian adalah pelaku usaha UMKM yang ada di Kelurahan Oesapa, sampel dari penelitian ini sebanyak 50 pelaku usaha. Penentuan sampel menggunakan metode jenuh sampling. Menurut Arikunto (2012:104) jika jumlah populasinya kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan, tetapi jika populasinya lebih besar dari 100 orang, maka bisa diambil 10-15% atau 20-25% dari jumlah populasinya. Hasil penelitian ini menunjukan : Variabel tarif pajak tidak berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di Kelurahan Oesapa. Sosialisasi wajib pajak berpengaruh berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di Kelurahan Oesapa. Kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di kelurahan Oesapa. Pemahaman wajib pajak tidak berpengaruh terhadap partisipasi pembayaran pajak UMKM di Kelurahan Oesapa. Hasil penelitan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi peneliti selanjutnya yang meneliti tentang UMKM dan dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi. Kata kunci : Tarif Pajak, Sosialisasi, Kesadaran, Pemahaman dan Partisipasi Pembayaran Pajak UMKM
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini berjudul : ”FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI MENGIKUTI TAX AMNESTY” (Studi Pada KPP Pratama Kupang). Menurut UU No. 11 Tahun 2016, tentang Tax Amnesty(pengampunanpajak)adalahpenghapusanpajakyangseharusnyaterutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana dibidang perpajakan,dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan, uang tebusan yang dimaksud yaitu sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan pengampunan pajak. Tax amnestysendiri adalah sebuah kebijakan dalam bidang perpajakan yang dikeluarkanoleh pemerintah melalui Dirjen Pajak dengan tujuan utamanya agar bisa menarik lebih banyak pendapatan negara berupa pajak yang belum sempat dilaporkan atau dibayarkan oleh masyarakat dengan cara meringankan beban para wajib pajak dengan meniadakan denda atas keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak terutang para waijb pajak sehingga masyarakat yang belum sempat melaporkan dan membayar pajak mereka pada masa pajak sebelumnya mau melaporkan dan membayarkan pajak mereka dengan memanfaatkan program Tax amnesty. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menguji pengaruh sosialisasi perpajakan terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama kota Kupang, untuk menguji pengaruh tarif pajak terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama Kupang, untuk menguji pengaruh sanksipajak terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama kota Kupang, Untuk menguji pengaruh kemudahan penerapan terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yangdisebarkan kepada wajib pajak orang pribadi yang ada pada KPP Pratama Kota Kupang. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Sosialisasi perpajakan, Tarif Pajak, Sanksi pajak, dan Kemudahan penerapan terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti program Tax amnesty. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (Dependen) dan dibantu dengan alat uji statistic yaitu program SPSS versi 25 dan Ms.Exel 2010. Populasi yang dipakai pada penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar pada KPP Pratama Kupang, sampel dari penelitian ini sebanyak 50 wajib pajak orang pribadi yang sudah mengikuti program Tax amnesty. Penentuan sampel mengunakan metode Incidental sampling. incidental /accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono : 2018). Hasil penelitian ini menunjukkan : variabel Sosialisasi perpajakan tidak berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kota Kupang, Tarif Pajak berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kupang, Sanksi pajak berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kota Kupang dan Kemudahan penerapan berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kupang hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The study of this research is "AN ANALYSIS OF SENTENCE PATTERNS IN KEDANG LANGUAGE". The purpose of this study was to analyze the analysis of sentence patterns in several folk songs of the Kedang language. The data collected through songs that are heard and then written to analyze which sentences are included in the sentence patterns of kedang language, the research method used is a qualitative descriptive method. from the results of this discovery there are several examples of sentence Subject +verb: Ang poti ( Crow jump ), Subject + Verb + Object: Kuama o upe nope ke (Why you forget us ), Subject+Verb + Complement: Ariq tebeq kue dareng(The children cried), Subject Verb + Indirect Object + Direct Object: Te ana pang maranto mara haba te bita (My son went wandering for our lives).
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Semantics is commonly known as the study of meaning in a language. This Study Entitled: “A SEMANTIC ANALYSIS OF METAPHOR IN THE NORTH AMANATUND IALECT OF UAB METO”. This research analyzed about semantic analysis ofmetaphor found in South Amanatun Dialect of Uab Meto”. The purposes of this research are: (1) Identifying the types of metaphor which are found in South Amanatun Dialect” and (2) identifying the dominant types of metaphor in South Amanatun Dialect of Uab Meto. This research is analyzed by using descriptive qualitative method because the writer uses description based on the quality comprehensive in the analysis. Based on the metaphor classification the theory of Ullman, 2009: 266-270, the writer found that there are four types of metaphor in South Amanatun Dialect including Concrete to Abstract Metaphors, Anthropomorphic Metaphors, Synesthetic Metaphors, and Animal Metaphors. Meanwhile the writer also found that the dominant type of metaphor is concrete to abstract metaphors with the number 12 Sentences, followed by the Anthropomorphic Metaphors and Synesthetic Metaphors are 5 sentences for each type, and the last type is Animal Metaphor. The results of this research could be extra information in studying semantic meaning that focused on metaphor, forms of metaphor, and metaphorical meanings.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN ANDRIANUS G. PUKA, NIM. 16380308 Rantai Pemasaran Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Yang Didaratkan Di TPI Maumere Kabupaten Sikka Alfred G. O. Kase, S. Pi., M. Si., Ph. D., Rockie R.L. Supit, S. Pi.,M. Si. sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan tuna merupakan salah satu sumber bahan baku hasil perikanan yang berperan penting bagi sector perkembangan perekonimian di Indonesia. Ikan tuna memiliki potensi sumber daya yang tersedia cukup besar di perairan Indonesia, bernilai ekonomis tinggi, serta potensial menjadikanya sebagai salah satu ikan yang banyak diburu oleh nelayan. Selain itu ikan tuna dapat dijadikan bahan baku yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan sehingga dapat menciptakan peluang bisnis yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Ikan tuna memiliki peluang pasar yang bagus untuk pasokan dalam Negeri maupun serta belum ada batasan kuota perdagangan, maka perlu diimbangi dengan peningkatan sistem pemasaran ikan tuna. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui rantai pemasaran ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan Di TPI Maumere Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara (kuisioner) dan dokumentasi. Saluran pemasaran ikan tuna di TPI Maumere melalui 3 saluran yaitu saluran pemasaran I, saluran pemasaran II dan saluran pemasaran III. Fungsifungsi pemasaran yang diterapkan oleh Nelayan, Pedagang Pengumpul dan Pedagang Pengecer di TPI Maumere tidak sepenuhnya dilakukan pada setiap saluran. Margin Pemasaran yang diterima pasa saluran pemasaran II adalah Rp.700.000 dan pada saluran pemasaran III adalah Rp.800.000 yang menunjukan bahwa perbedaan margin pemasaran yang diterima pada saluran pemasaran II dan saluran pemasaran III semakin panjang saluran pemasaran maka semakin tinggi margin yang diperoleh. Kata kunci : Saluran pemasaran, obsrvasi, TPI Maumere.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN MARIANA NADUASTI PENY (16383510) Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Ir. Yohanes Merryanto S., M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing 1 dan Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing 2. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki berbagai manfaat, salah satunya mengendalikan transpor sedimen. Kelurahan Oesapa Barat memiliki vegetasi mangrove yang cukup luas di wilayah Kota Kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Metode purposive sampling pada kondisi kerapatan tinggi dan rendah untuk menghitung kerapatan mangrove. Penempatan sediment trap pada bagian depan, tengah dan belakang vegetasi mangrove untuk mengetahui laju transpor sedimen. Suhu perairan, kecepatan arus dan kedalaman perairan menjadi parameter yang diukur. Analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Lumnitzera racemose, Rhizopora mucronata dan Sonneratia alba. Hasil penelitian menunjukan hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen bernilai -1 yang berarti kerapatan mangrove yang semakin tinggi menyebabkan laju transpor sedimen semakin rendah dan sebaliknya. Kata kunci: Kerapatan mangrove, laju transpor sedimen, ekowisata Kelurahan Oesapa Barat.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TIMOTEUS DUA BLOLONG (16383164) Analisis Komposisi Jenis Dan Kepadatan Makro Epifit Pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezzi Dengan Metode Lepas Dasar Di Perairan Baobolak Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. WILSON L.TISERA,S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Baobolak merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Lembata bagian Selatan. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Baobolak, yang berada di Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kepadatan epifit yang terdapat pada rumput laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Baobolak Kecamatan, Nagawutung Kabupaten Lembata. Hasil penelitian menujukan pertumbuhan berat Kappaphycus alvarezii non epifit memiliki nilai kisaran pertumbuhan lebih tinggi yakni 114,68 gram – 287,70 gram dengan laju pertumbuhan spesifik 4,93% / hari sedangkan yang terjangkit epifit 110,42 gram – 169,88 gram dengan laju spesifik 4,69% / hari.Kepadatan jenis makro epifit pada Kappaphycus alvarezii berada pada kisaran 110,4-176,20 ind/m2 . Kepadatan jenis yang tertinggi yaitu Hypnea cervicrnis dengan nilai 176,20 ind/m2 dan kepadatan jenis yang terendah yaitu ulva lacuta dengan nilai 110,4 ind/m2.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove yang mayoritas hidup dikawasan estuari memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup di perairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan. Salah satu biota yang hidup di ekosistem mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu kelompok hewan dasar yang memegang peranan penting dalam ekosistem akuatik. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda yang meliputi Indeks keanekaragaman, kelimpahan jenis dan kelimpahan gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda di Desa Oebelo mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 258 ind/m² yang terdiri dari 8 spesies gastropoda dan stasiun 2 memiliki 184 ind/m² yang terdiri dari 8 spesies. Kelimpahan jenis tertinggi Cerithidea anticipata dengan jumlah 6,75. Kelimpahan jenis terendah yaitu pada stasiun 1 dan 2 yaitu Neritina cornucopia, Littoria irrorata, Nassarius limatus dengan nilai sama 0,4. Dari kedua stasiun ini keanekaragaman dan kelimpahan dikategorikan rendah
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN Feri kawodu nunu (16384028) Analisis Kondisi Bioekologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Tanaraing Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur.Wilson L.Tisera,S.Pi.,M.Si.,Ph.D dan Rockie R.L.Supit,S.Pi.,M.Si(sebagai pembimbing 1dan 11).Program Studi,Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan Desa Tanaraing Kabupaten Sumba Timur pada ketiga transek berbeda-beda. Secara keseluruhan terdapat 4 jenis kelas (Echinoidea), 2 jenis dari kelas (asteroidea), 3 jenis dari kelas (Ophiuroidea).Jenis makroalga di perairan desa tanaraing berdasarkan penelitian yang telah di laksanakan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan desa tanaraing pada ketiga transek berbeda-beda.secara keseluruhan terdapat 2 jenis Hypnea sp, 2 jenis dari kelas Acanthopora spicifera, 2 jenis dari kelas Amphiroa fragilissima, 1 jenis dari kelas Caulerpa sp, 2 jenis dari kelas Gracilaria salicornia. Habitat Lamun di perairan Desa Tanaraing yang paling dominan adalah pasir berlumpur. Transek 1 merupakan kawasan yang berpasir dan berlumpur transek ini ditemukan 6 jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Enhalus acaroides, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii. Pada transek 2 ditemukan 5 jenis lamun yaitu Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, dan transek 3 ditemukan 4 jenis lamun yaitu halodule pinifolia, Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium. Kata kunci : Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Lamun, Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, Tanaraing
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH MANAJAMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI ASET TETAP DAERAH DI PROVINSI NTT (STUDI KASUS PADA BADAN PENDAPATAN DAN ASET DAERAH) Penelitian ini dilakukan pada Badan Pendapatan Dan Aset Daerah Provinsi NTT. Subyek dalam penelitian ini adalah responden bagian Aset dan seluruh pegawai Pada Kantor badan Pendapatan Dan Aset Daerah sebagai obyek penelitian. Adapun persoalan dalam penelitian ini adalah apakah manajemen aset berpengaruh terhadap optimalisasi daerah di Provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh manajemen Aset Terhadap Optimalisasi Aset Tetap Daerah Di Provinsi NTT. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dan teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 orang. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS, dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25 for windows. Variabel dalaam peneltian adalah manajemen aset dan optimalisasi aset. Manajemen aset digunakan untuk membantu BPAD (Badan Pendapatan Dan Aset Daerah dalam mengambil keputusan yang tepat dan mengatasi permasalahan di lingkungan pemerintah agar mencapai penggunaan serta pemanfaatan secara optimal. Optimalisasi aset bertujuan untuk mengoptimalkan potensi fisik setiap aset-aset yang dimiliki dan meningkatkan ketercapaian dari suatu tujuan yang diharapkan sesuai dengan kriteria yang sudah di terapkan. Hasil penelitian melalui perhitungan analisis linear sederhana menunjukkan bahwa manajemen aset dikatakan berpengaruh positif terhadap opotimalisasi aset diketahui nilai konstanta sebsar 8,488 dan koefisien regresi Manajemen aset 0.188. Hasil penelitian ini menggunakan uji T atau Parsial menunjukkan bahwa manajemen aset berpengaruh signifikan terhadap optimalisasi dengan tingkat signifikan sebesar 0.002 a5% atau 0,05 dan t hitung sebesar 3,409 yang berarti bahwa t hitung > lebih besar dari t tabel. Kata Kunci: Manajemen Aset, Optimalisasi Aset pada Badan Pendapatan Dan Aset Derah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAO KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dimiliki oleh Organisasi, instansi dan perusahaan, sebab keberadaan sumber daya manusia sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi instansi. Oleh karena itu banyak organisasi yang berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya untuk memaksimalkan dukungan dalam aktivitas pekerjaannya. Salah satu aspek utama manajemen sumber daya manusia adalah pengukuran kinerja pegawai. Yang dimana pengukuran kinerja yang baik adalah yang dapat mendukung suatu pegawai untuk mencapai tujuan organisasi atau instansi yang optimal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu instansi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tdak melanggar hkum dan sesuai dengan norma dan etika. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja atau perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam satu periode (Kasmir, 2016:182). Kinerja pegawai memang menjadi fokus perhatian pemerintah dan seluruh departemen perusahaan. Perhatian yang begitu besar terhadap masalah kinerja dapat dipahami karena menyangkut efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia didalam suatu organisasi atau instansi factor lingkungan menjadi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja dapat dianggap sebagai tempat ataupun lokasi interaksi seluruh pegawai dalam bekerja baik secara personal atau kelompok. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kondisi diri para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan tuga-tugas tersebut dengan efisien dan efektif. Menurut Judith (2016: 183) lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh dan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam instansi tersebut. Selanjutnya menurut Sedarmayanti (2009:22) menyatakan lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu keadaan lingkungan kerja dalam bentuk material dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun lingkungan kerja fisik adalah suatu unsur yang harus didayagunakan oleh suatu instansi sehingga menimbulkan rasa nyaman (Joseph, 2016) Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan kerja dengan atasan dan bawahan ataupun sesama rekan kerja. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan kuantitatif. Populsai dan sampel dalam penelitian ini pegawai berjumlah 35 orang dilakukan penentuan sampel mengunakan random sampling maka sampel berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja. Peneliti menggunakan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji simultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peniliti dapat menimpulkan bahwa secara Parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Sedangkan secara Simultan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil penguji yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a 14,374 sedangkan koofisien regresi linear berganda b1 = 0,237 dan b2 = 0,471. Dengan begitu persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkunag kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : 14,376 + 0,237 (X1) + 0,471(X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada variable lingkungan kerja fisik (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) ditemukan T hitung = 3,569 lebih besar dari t table = 2,040 dan tingakt signifikan = 0,001. Oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji Hipotesi kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja peagwai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja non fisik (X2) ditemukan T hitung = 2 879 lebih besar dari T table 2,040 dan tingakn Sig. 0,007. Oleh karean itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1=1) ditolak dan Ha (b2 ≠0) diterima yaitu variabel lingkungungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,153 lebih besat dari F tabel = 3,30 dan tingkat Sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b2 ≠ 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerjs pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,396 atau 39,6%. Hal ini berartinbesar pengaruhnya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja adalah 39,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 60,4% disebabkan oleh factor lain. Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Pegawai
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM (Studi kasus Pada Pelaku UMKM Di Pantai Warna Oesapa) Nama :Hendrikus T. Nainaif Nim :18410043 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak dari perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki atau menjadi bagian langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar (UU RI No.20/2008). UMKM adalah wujud kehidupan ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia sehingga dapat dikatakan sebagai bagian utama dari dunia usaha nasional yang mempunyai kedudukan, potensi, dan peranan sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya pembangunan ekonomi yang berperan sebagai penyediaan barang dan jasa, penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan nilai tambah bagi produk daerah dan peningkatan taraf hidup (Mulyati, 2016). Literasi keuangan merupakan salah satu essentiallifeskill yang sangat wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat. Hal ini dikarenakan literasi keuangan adalah elemen yang penting dalam memupuk kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas ekonomi yang nantinya akan memberikan benefit bagi bagi dirinya sendiri maupun keluarga (OJK, 2018). Menurut Risnaningsih (2017:42) mengatakan bahwa pengelolaan keuangan menjadi salah atu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis Usaha Mikro, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah kaidah pengelolaan keuangan dan akuntansi yang benar. Permasalahan tentang pengelolaan keuangan diyakini sebagai faktor kunci yang memicu kegagalan UMKM. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dari sebagian pelaku UMKM yang berlokasi di sekitaran pantai warna Oesapa, bahwa rendahnya literasi atau pemahaman keuangan serta kesadaran pelaku UMKM tentang pentingnya melakukan kegiatan pencatatan dalam pengelolaan keuangan usahanya. Beberapa dari pelaku UMKM juga mengatakan bahwa usaha mereka berjalan dengan normal tanpah menerapkan kaidah-kaidah akuntansi dengan baik, dengan memiliki catatan dan perhitungan keuangan seadanya maupun tidak memiliki catatan dalam usahanya. Mereka hanya melakukan pencatatan keuangan yang sederhana berupa pemasukan dan pengeluaran hanya dari bukti-bukti transaksi penjualan dan pembelian. Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,013 0,001 dan nilai t hitung 2.663 > 2.048 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variable independen X1 (Literasi Keuangan) terhadap variable dependen Y (Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM). Diketahui nilai sig. Untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,028 0,001 dan nilai t hitung 2.324>2.048 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variable independen X2 (Tingkat Pendidikan) terhadap varibel Y (Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM). Diketahui nilai pada Fhitung sebesar 9.249 sedangkan untuk nilai Ftabel dengan tingkat signifikan a = 0,05 (5%) dan dihitung dengan rumus df 1 (k=2) dan df 2 (n-k = 30-2 =28) dapat nilai F tabel sebesar 3.34. Dengan demikian nilai F hitung > F tabel (9.249>3.34). Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji F variabel dependen Literasi Keuangan dan Tingkat Pendidikan berpengaruh secara simultan atau Bersama-sama memiliki pengaruh positif dan singnifikan terhadap variabel dependen Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM. Diketahui besarnya koefisien determinasi atau angka R Square adalah sebesar 0,407. Hal ini menunjukan bahwa variabel X1 (Literasi Keuangan) dan X2 (Tingkat Pendidikan) dapat menjelaskan sebesar 40,7% berpengaruh terhadap variabel Y (Perilaku Pengelolaan Keuangan UMKM) di Pantai Warna Oesapa dan sisanya sebesar 59,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Literasi Keuangan, Tingkat Pendidikan, Dan Perilaku Pengelolaan keuangan