Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM PERKARA KEBERATAN ATAS PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judul Analisis yuridis putusan Judex Factie dan Judex Juris dalam perkara keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Mengapa Majelis Hakim BPSK Mengabulkan Permohonan Pemohon. Mengapa Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Dan Mengapa Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Pertimbangan Majelis Hakim BPSK dalam Mengabulkan Permohonan Pemohon. Untuk mengetahui Pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Dan Untuk mengetahui Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah masalah yang telah penulis kemukakan diatas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan putusan Pengadilan Mataram. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan yang diambil adalah Pemohon Keberatan/Konsumen telah mampu membuktikan adanya penyimpangan dari standart konstruksi bangunan. Putusan BPSK ternyata tidak memberikan kepastian hukum dan putusan BPSK tidak merincikan tanggung jawab yang harus dilakukan termohon. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini. Saran yang penulis berikan adalah Kepada Konsumen agar bisa berkomunikasi dengan baik kepada pihak developer serta mampu menjelaskan persoalan yang dihadapi untuk mencegah terjadinya sengketa. Kepada Pelaku usaha Agar bisa membangun bangunan yang sesuai dengan standard konstruksi yang ditetapkan. Kata Kunci :Putusan pengadilan, Sengketa Konsumen

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.

PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG Kegiatan manajemen umumnya berupa usaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya ini antara lain meliputi manusia, uang, mesin, informasi dan lain-lain. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki menjadi tantangan bagi setiap perusahaan. Perusahaan perlu melakukan penilaian (evaluasi) terhadap pelaksanaan program-program SDM yang telah dikembangkan dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan untuk memastikan bahwa fungsi SDM telah berjalan dan memberikan kontribusinya dengan baik dalam pencapaian keberhasilan perusahaan.Menurut Kharis (2010:8), sumber daya manusia dapat dikatakan berkualitas manakala mereka mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kemampuan tersebut hanya dapat dicapai manakala mereka mempunyai bekal pendidikan, latihan dan pengalaman yang cukup memadai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Apabila karyawan tidak memiliki kualitas yang baik maka akan mempengaruhi kinerja yang dihasilkan dan akan berdampak pada kegiatan perusahaan.Dalam hal ini paspor adalah dokumen yang di keluarkan oleh republik Indonesia untuk melalukan perjalanan antar Negara selama jangka waktu tertentu. selain dokumen perjalanan, paspor juga berfungsi sebagai dokumen identitas diri yang di akui internasional. Karena itu, paspor bisa di pakai untuk membuka rekening bank, pesan tiket pesawat, reservasi hotel bahkan digital. tidak semua permohonan paspor yang di ajukan dapat terbit. Salah satu permohonan paspor ditolak adalah pemohon paspor ada dalam daftar cegah imigrasi. Pencegahan adalah pelarangan warga Negara Indonesia keluar wilayah RI, termasuk memperoleh paspor. Alasan lainnya adalah pemohon memberikan keterangan tidak benar saat mengajukan permohonan paspor, misalnya melampirkan dokumen persyaratan paspor yang di palsukan. Selain paspornya akan ditolak, permohonan tersebut akan diancam pidana penjara dan didenda sebagaimna ketentuan pasal 126 huruf C undang-undang nomr 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Dengan demikian para karyawan harus memliki kualitas dan kinerja kerja yang baik dalam melakukan pekerjaan dengan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Perusahaan sealalu membutuhkan tenaga-tenaga yang yang berkompeten dengan kinerja yang baik di bidangnya. Oleh karna itu kualitas SDM dan kinerja kerja karywan menjadi hal yang penting dalam permohonan pembutan pasrpor untuk dilakukan. Kinerja pegawai harus efektif dalam permohonan pembuatan pasrpor agar berjalan dengan baik dan mendukung lajunya perkembangan perusahaan. Menurut Sudjana (2010:6) Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteritik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 55 karyawan. Soehartono (2014, hlm. 57) mengatakan, “Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasinya” maka dalam penelitian ini dipilih sampel penelitian ini adalah 35 karyawan. Menurut Sugiyono (2018: 2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Didalam analisis pendahuluan ini akan menggambarkan tentang pengaruh kualitas sumberdaya manusia, profesionalisme terhadap kinerja kerja karyawan kantor imigrasi kelas 1 kupang. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu (X1) Kualitas Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme (X2) terhadap Kinerja Kerja (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja. Menurut Ghozali (2013:98) Uji statistik T pada dasarnya Uji T menunjukan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen.Dengan tingkat signifikan (X)5% dari dfn – k-1 diperoleh nilai t table, kemudian nilai t table di bandingkan dengan nilai t hitung yang diperoleh. Dengan membandingkan nilai t tersebut, maka diketahui pengaruhnya, yaitu dapat diterima atau ditolak hipotesis. Uji F adalah ujian signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F dihitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Koefisien Determinasi umumnya digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien Determinasi (R2) dinyatakan dalam persentassi, nilai yang mendekati satu berarti variasi variabel untuk memprediksi variabel dependen. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan tingkat Kualitas SDM (X1), Profesionalisme (X2) dan terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah terhadap Kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 28,822 + 0,588 X1-0,417 X2. 1. Nilai konstanta sebesar 28,822 artinya jika nilai kualitas SDM (X1) dan Profesionalisme kerja (X2) sama dengan 0, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 28,822. 2. Koefisien Regresi (b1) sebesar 0,588) artinya jika kualitas SDM (X1) mengalami kenaikan 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,588 atau 58,8%. 3. Koefisien regresi b2 sebesar -0,417 artinya, jika Profesionalisme Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan menurun sebesar -0,417 atau 41,7%. a) Uji hipotesis pertama yaitu ada Kualitas SDM (X1) Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa variabel Kualitas SDM (X1) ditemukan T hitung 4,185 lebih Besar dari T tabel 1,693 dan tingkat sig. 0,000. Maka, terbukti bahwa T hitung T table maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. b) Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Profesionalisme Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Profesionalisme Kerja (X2) ditemukan T hitung -2,418 lebih kecil dari t tabel 1,693 dan tingkat sig 0,021 T 𝑎 . Maka terbukti bahawa T hitung T tabel. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. uji koefisien determinasi (R2) diatas dapatdiketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.372 atau 37,2 %. Hal ini berarti besarnya pengaruh Kualitas SDM dan Profesionalisme Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 37,2 %. Dan variabel yang tidak diteliti sebesar 62,8%. Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi kelas 1 Kupang. Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang. Kata Kunci : Pengaruh Kualitas Sumberdaya Manusia, Profesionalisme Kerja, Dan Kinerja Kerja

Pengaruh penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Persepsi Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Monafen.

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Koperasi Indonesia merupakan suatau pilar penting perekonomian nasional, harus dibangun secara berkelanjutan. Keberadaan koperasi memegang peranan yang sangat strategis di masyarakat dalam meningkatkan keberdayaan sektor ekonomi terutama bagi mereka yang telah bergabung menjadi anggota koperasi. Untuk itulah kehadiran pemerintah untuk membangun iklim kondusif yang sesuai dengan UU Nomor 25 tentang Perkoperasian. Peran fungsi yang dijalankan oleh pemerintah juga sangat dibutuhkan keberdayaan koperasi itu sendiri untuk menata dirinya secara internal berdasarkan keputusan rapat anggota. Perpaduan peran fungsi tersebut, diharapkan mampu mengantarkan koperasi untuk hidup tumbuh berkembangan sesuai jati diri dan prinsip prinsip yang telah diterima secara global, yang mampu bertahan hidup (survive) dari waktu ke waktu. Seperti yang kita ketahui bahwa dunia bisnis diera globalisasi saat ini sedang mengaami persaingan yng sangat ketat dalam segala sektor usaha, oleh karena itu perusahaan atau organisasi harus mampu melakukan sesuatu untuk mempertahankan usahanya salah satunya yaitu menetapkan tata kelola yang baik sebagai awal pengenadalian yaitu dengan menetapkan program corporate social responsibility (CSR) dimana organisasi harus ikut andil atau berpartisipasi serta empati terhadap berbagai masalah yang terjadi pada lingkungan sekitar, dimana corporate social responsibility merupakan suatu konsep bahw organisasi khususnya koperasi memiliki suatu tnggung jawab terhadap nasabah, karyawan, masyarakat dan komunitas serta lingkungan operasional koperasi. Sebagaimana diketahui bahwa keberlangsungan koperasi sangatlah bergantung pada dukuangan banyak pihak. Untuk itu perlu menjaga hubungan yang harmonis antara koperasi dan lingkungan sekitar karna, dimana masyarakat sekarang lebih pintar dan cerdik dalam hal memilih tempat yang harus mereka tempati. Masyarakat akan meninggalkan tempat yang memiliki citra yang buruk dan mereka dan mereka akan memilih tempat yang mampu menerapkan kebijakan atau kebiasaan yang tidak hanya ingin mencari keuntungan melainkan peduli terhadap lingkungan. Oleh Karena Itu koperasi simpan pinjam monafen juga merupakan salah satu koperasi yang bukan hanya mencari keuntungan dan memberikan pinjaman kepada nasabah tetapi telah menerapkan good corporate governance dan menerapkan program corporate social responsibility. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh corporate social responsibility terhadap persepsi nasabah koperasi simpan monafen untuk menguji pengaruh good corporate governance terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen dan untuk menguji pengaruh corporate social responsibility dan good corporate governance terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada nasabah koperasi simpan pinjam monafen indikator yang dalam penelitian ini adalah: corporate social responsibility, good corporate governance serta persepsi nasabah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (Dependen) dan dibantu dengan alat uji statistic yaitu program SPSS versi 16 dan Ms.Exel 2010. Populasi yang gunakan pada penelitian ini adalah seluruh nasabah koperasi simpan pinjam Monafen sebanyak 10.886 orang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 100 nasabah. Penentuan sampel mengunakan rumus slovin dengan menggunakan metode Incidental sampling dan mendatangi secara langsung nasabah koperasi simpan pinjam monafen. incidental /accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono : 2018:138). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel corporate social responsibility berpengaruh secara parsial terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen, good corporate governance berpengaruh secara parsial terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen serta corporate social responsibility dan good corporate governance berpengaruh secara simultan terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UKUR UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kinerja keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat- alat analisis keuangan. Dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, dapat digunakan suatu ukuran atau tolok ukur tertentu. Biasanya ukuran yang digunakan adalah rasio. Tujuan akhir yang ingin dicapai perusahaan yang terpenting adalah memeperoleh laba atau keuntungan yang maksimal, untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 - 2022 berdasarkan rasio profitabilitas, yaitu gross profit margin, net profit margin, return on assets, dan return on equity. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengukuran rasio profitabilitas. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari website bursa efek Indonesia yaitu berupa laporan keuangan perusahaan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan perhitungan kinerja keuangan yang diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 - 2022 berdasarkan gross profit margin dinilai sangat baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata gross profit margin selama 10 tahun yaitu 29%, berada diatas standar industri gross profit margin yaitu sebesar 24,90%. Prsentase gross profit margin tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 33% pada tahun 2020 dan 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba kotor sebesar Rp 0,33 dari setiap Rp.1.00. Dan nilai gross profit margin terendah yaitu pada tahun 2013 dengan presentase 24%, artinya perusahaan memperoleh laba kotor sebesar Rp 0,24 dari setiap Rp.1.00, jumlah penjualan. Kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 – 2022 berdasarkan net profit margin dinilai sangat baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata net profit margin selama 10 tahun yaitu 8%, berada diatas standar industry net profit margin yaitu sebesar 3,92%. Presentase net profit margin tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 11% pada tahun 2020 dan 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,11 dari setiap Rp 1.00. Dan nilai net profit margin terendah yaitu pada tahun 2013 dan 2015 dengan presentase 6%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,06 dari setiap Rp.1.00, jumlah penjualan. Kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 – 2022 berdasarkan return on assets dinilai baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata return on assets selama 10 tahun yaitu 6%, berada diatas standar industry return on assets yaitu sebesar 5,98%. Presentase return on assets tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 6% pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2019 dan 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,06 dari setiap Rp 1.00 dari jumlah total asset yang digunakan dan sebaliknya nilai return on assets terendah yaitu pada tahun 2015 dengan presentase 4%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,04 dari setiap Rp.1.00, jumlah total asset yang dipakai. Kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 – 2022 berdasarkan return on equity dinilai baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata return on equity selama 10 tahun yaitu 11%, berada diatas standar industry return on equity yaitu sebesar 8,32%. Presentase return on equity tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 13% pada tahun 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,13 dari setiap Rp 1.00 dari jumlah modal perusahaan yang digunakan dan sebaliknya nilai return on equity terendah yaitu pada tahun 2013 dan 2015 dengan presentase 9%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,09 dari setiap Rp.1.00, jumlah modal perusahaan yang dipakai. Kesimpulannya PT. Indofood sukses makmur, tbk selama 10 tahun ditinjau dari rasio profitabilitas yaitu GPM, NPM, ROA, dan ROE berada dalam kondisi baik.

ANALISIS PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN PADA HOTEL ON THE ROCK KUPANG Rock Kupang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Persoalan penelitian :1. Apakah Latar Belakang Pendidikan Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? 2. Apakah Pengalaman Kerja Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang Dan Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Metode Penelitian Dalam Penelitian ini yakni Populasi Dan Sampel pada karyawan Hotel On The Rock Kupang, Sebanyak 54 responden. Teknik Pengunpulan data dalam penelitian ini menggunkan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (uji f), dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan Hasil Analisis pendahuluan: Latar Belakang pendidikan jumlah dari seluruh indeks yaitu 155,1 dan nilai rata-rata indeks untuk variable latar belakang pendidikan yaitu sebesar 51,7 yang berada dalam kategori sedang, artinya latar belakang pendidikan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Pengalaman kerja jumlah dari seluruh indeks yaitu 150,55 dan nilai rata-rata indeks untuk variable penglaman kerja yaitu sebesar 50,2 yang berada dalam kategori sedang, artinya pengalaman kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Etos kerja berdasarkan jawaban responden di atas dari jumlah seluruh indeks yang diperoleh yaitu sebesar 357, maka nilai rata-rata indeks untuk variable etos kerja yaitu sebesar 51,1 yang berada dalam kategori sedang, artinya etos kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan Hasil Analisis Lanjutan: Persamaan Regresi Linear Berganda: Y = 56,004+0,967X1+ 0,844X2+e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 56,004, sedangkan Koefisien b1 adalah 0,967 dan b2 adalah 0,844. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 56,004 artinya jika nilai latar belakang pendidikan (X1) dan pengalam kerja (X2) sama dengan nol, etos kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 56,004. Sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,967 artinya jika latar belakang pendidikan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan, maka etos kerja karyawan (Y) Akan meningkat sebesar 0,967 atau sebesar 96,7%. koefisien (b2) sebesar 0,844 artinya jika pengalaman kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka etos kerja akan meningkat sebesar 0,844 atau 84,4%. Implikasi teoritis: Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Implikasi Terapan: Latar Belakang Pendidikan: Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa dari 3 indikator empirik Latar Belakang Pendidikan nilainya sedang namun ada 1 indikator jenjang pendidikan dengan pernyataan saya mempunyai pendidikan sesuai dengan jabatan saya nilainya 51,4 dimana nilai indeksnya paling rendah dari 2 indikator tersebut. Maka Hotel On The Rock Kupang perlu evaluasi para HRD agar penerimaan karyawan baru pekerjaan yang diberikan disesuaikan dengan pendidikan yang telah ditempuh agar sesuai dengan jabatan mereka. Pengalaman Kerja Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa pengalaman kerja dari 3 indikator empirik maka pengalaman kerja ada indikator yang nilainya rendah yaitu indikator tingkat pengetahuan dan keterampilan serta penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan. Maka kedua indikator tersebut perlu untuk ditingkatkan pada hotel on the rock kupang. hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan dan pengembangan terhadap karyawan yang masih kurang dalam keterampilan, dan belum pahami tentang pekerjaan yang diberikan Hotel On The Rock Kupang kepadanya. Etos Kerja Karyawan Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa etos kerja dari 7 indikator empirik ada 3 indikator empirik yang nilainya redah yaitu indikator kerja adalah panggilan, kerja adalah seni dan indikator kerja adalah kehormatan. Maka ketiga indikator tersebut yang pertama indikator kerja adalah panggilan pimpinan hotel on the rock kupang lebih lagi menekankan karyawan agar bekerja lebih keras dengan penuh integritas, indikator kerja adalah seni Hotel On The Rock lebih mencipatkan pekerjaan yang mempunyai daya cipta, kreasi baru dan gagasan inovatif agar ada gairah kerja karyawan Hotel On The Rock dan indikator kerja adalah kehormatan hotel on the rock lebih lagi menenkankan karyawan agar bekerja lebih tekun dan memberikan rasa hormat kepada para karyawan dengan memberikan jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan etos kerja mereka pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, Secara parsil pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, dan secara simultan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja secara bersama-sama terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang.

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA KUPANG

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini berjudul pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang. Tujuan Penelitian ini yaitu : Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang dan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada pegawai Dinas Pendidikan Kota Kupang, sebanyak 51 responden . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji Parsial (t), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan Regresi Linear: Y = 16,289 + 0,490X_1+ 0,284X_2+e. Diketahui bahwa nilai konstan a sebesar 16,289, sedangkan koefesien b1 adalah 0,490 dan b2 adalah 0,284. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 16,289 artinya jika nilai disiplin kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) sama dengan nol, kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 16,289. Sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,490 atau sebesar 49,0 artinya jika disiplin kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan, maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,490 atau 49,0%. Koefesien (b2) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka kinerja pegawai akan meningkat 0,284 atau 28,4%. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Disiplin Kerja, berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini terlihat dari nilai variabel disiplin kerja(X1) thitung 4,938 >ttabel 2,01063 dengan tingkat signifikan 0,000 > t-alpha 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Lingkungan Kerja, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan ditemukan adanya pengaruh singnifikan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang. Hal ini terlihat dari nilai variabel lingkungan kerja(X2) thitung 2,243 t tabel 2,01063 dengan tingkat signifikan 0,030 0,050, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci: Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PENJELASAN PASAL 280 AYAT (1) HURUF H UNDANG UNDANG NO. 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Deskripsi tentang pembatalan Penjelasan Pasal 280 Ayat (1) Huruf H Undang Undang No. 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahan yang diteliti adalah: Mengapa pemohon melakukan pengujian terhadap penjelasan Pasal 280 Ayat (1) Huruf H Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi? dan Mengapa Mahkamah Konstitusi menyatakan sebagian frasa pada penjelasan Pasal 280 Ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945? Tujuan dari penulisan ini adalah: untuk mengetahui alasan pemohon melakukan pengujian terhadap penjelasan Pasal 280 ayat (1) huruf h Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi dan untuk mengetahui pertimbangan Mahkamah Konstitusi menyatakan sebagian frasa pada Pasal 280 ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian normatif menggunakan variabel bebas dan variabel terikat. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang diperoleh melalui melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjawab masalah penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan jawaban sebagai berikut: Pertama, Alasan Pemohon melakukan Pengujian karena: Pemohon tidak dapat berkampanye dan Norma hukum yang diuji multitafsir, Kedua, Alasan Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Permohonan Pemohon karena: Pemohon mampu membuktikan dalil permohonannya dan Pasal 280 Ayat (1) huruf h Undang Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke Mahkamah Konstitusi menimbulkan ketidakpastian hukum. Berdasarkan pada kesimpulan tersebut dapat disarankan sebagai berikut: Bagi warga negara yang mengikuti pemilihan umum agar lebih memperhatikan larangan dalam norma pokok agar tidak disalahgunakan dalam pemilihan umum yang dapat merugikan pihak lain dan bagi para legislator atau pembuat undang-undang agar memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia dengan benar pada norma pokok dan penjelasan, sehingga setiap pasal dan penjelasan jelas dan tidak multtafsir.

PERAYAAN NATAL PEMUDA

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perayaan Natal adalah tradisi Kristiani untuk memaknai karya keselamatan dari Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Makna Natal yang demikian mengalami degradasi karena pengaruh budaya populer yang masif. Pengaruh budaya populer bagi kebudayaan memberi perubahan yang mencolok pada perayaan Natal. Pengaruh budaya populer ini paling banyak dibawa oleh anak-anak muda yang memang lebih terbuka dengan pengaruh budaya baru dan terbawa dalam perayaan Natal. Budaya yang dimasukkan dalam perayaan Natal cenderung ke arah negatif yang mempertontonkan euforia keagamaan yang berisi pesta pora, mabuk-mabukan, sikap konsumtif atau hedonisme, dan lain sebagainya. Akibatnya Natal yang ditunggu bukan lagi untuk mendalami makna kelahiran Yesus melainkan euforianya perayaan yang hedon. Tujuan dari tulisan ini agar anggota jemaat memahami makna Natal yang penuh dengan kasih karunia Allah yang luar biasa dalam kehidupan umat manusia. Merayakan Natal adalah tindakan rasa syukur atas karya Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Metode metode penelitian kualitatif digunakan oleh penulis dalam penulisan untuk memahami dan menganalisa suatu fenomena secara mendalam di Jemaat GMIT Oemathonis, Tepas, Klasis Amanatun Selatan. Data-data yang diperoleh berdasarkan fakta, peristiwa dan realita melalui observasi dan wawancara dengan berbagai pihak yang menjalankan kebiasaan ini. Natal hendaknya tidak kehilangan makna yang sesungguhnya. Natal mestinya dirayakan secara sederhana, selayaknya tradisi yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Perayaan Natal adalah tradisi kristiani untuk memaknai karya keselamatan dari Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Dengan demikian, makna Natal tidak mengalami degradasi meskipun berhadapan dengan budaya populer yang masif.

Analisis Varians Dan Pertumbuhan Untuk Mengukur Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Kupang

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKS ANALISIS VARIANS DAN PERTUMBUHAN UNTUK MENGUKUR ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUPANG NAMA : CARMELITA D. SERAN NIM : 19410195 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis varians realisasi pendapatan dan belanja daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang, serta menganalisis pertumbuhan realisasi pendapatan dan belanja daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan ini, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, dengan mengumpulkan data dengan cara mempelajari catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang ada di instansi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Kupang dan sampel penelitian adalah laporan realisasi anggaran kabupaten Kupang dari tahun anggaran 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Analisis Varians pendapatan daerah kabupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan kurang baik. (2) Analisis Varians belanja daerah kabupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan baik. (3) Pertumbuhan pendapatan daerah kebupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan negatif. (4) Pertumbuhan pendapatan belanja kebupaten Kupang tahun 2018-2022 dikategorikan negatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan diatas, penulis memberikan saran Bagi Pemerintah Dinas BPKAD Kabupaten Kupang (1) Dengan diketahuinya analisis varians pendapatan dan belanja daerah di harapkan pemerintah kabupaten Kupang meningkatkan realisasi pendapatan agar anggaran dan realisasi lebih efektif (2) Dan rasio pertumbuhan pendapatan dan belanja daerah diharapkan pemeerintah kabupaten Kupang meningkatkan anggaran pendapatan dari tahun sebelumnya agar pertumbuhan mengalami pendapatann yang positif juga mampu membelanjakan dan mengalokasikan belanja daerahnya. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel lain, seperti pemanfaatan dana alokasi umum, dana alokasi khusus, sisa lebih pembiayaan anggaran dan lain variabel lainnya yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kata Kunci : Analisis Varians, Rasio Pertumbuhan Dan APBD

PUKAI ALU “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Tradisi Pukai Alu (buka tas) Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Arit Bi’Ito, Klasis Amanuban Timur”

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dewi Jomida Nitiano Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email: [email protected] Salah satu tradisi di Timor ialah pukai alu mama. Alu mama dianggap sangat penting dalam kehidupan seseorang, alu mama sebagai simbol jati diri seseorang. Tradisi ini dilakukan hanya pada saat kedukaan. Dalam mengkaji masalah diatas, penulis memakai Tipologi Richard Niebuhr yakni kristus adalah transformator budaya (Christ the Transformer of Cultura). Tipologi Kristus adalah transformator, pengubah atau pembaharuan kebudayaan adalah tipologi yang menyatakan bahwa didalam setiap kebudayaan Kristus dating sebagai pengubah atau memberi arah baru dari budaya tersebut. Tradisi Pukai Alu merupakan sebuah tradisi yang masih dijaga dengan baik oleh masyarakat amanuban Timur khususnya daerah Bi’Ito. Dalam penelitian ini penulis menggunakan. Metode Peneltian yang akan Penulis gunakan adalah Penelitian Lapangan (Field Research) yakni pengamatan langsung terhadap subjek dan permasalahan yang diangkat, dan Penelitian Kepustakaan (Library Research) yakni menggunakan dokumen-dokumen atau sumber data berupa bahan puskata yang mendukung penelitian. Data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemkan hipotesis.

PENGARUH KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT RIDE MANDIRI KOTA KUPANG

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Menurut Mangkunegara (2017) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Wibowo (2017) Melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut dan tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya disebut dengan kinerja sedangkan menurut Mathis & Jackson (2016) Pada dasarnya Kinerja adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh karyawan. Kinerja merupakan hasil perilaku karyawan yang menunjukkan sikap positif terhadap organisasi mereka. Kinerja juga diartikan dengan sekumpulan nilai dari kontribusi karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk mencapai tujuan organisasi. Kinerja optimal yang diberikan oleh karyawan akan memudahkan suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Borman & Brush dalam Hasmalawati, 2018). Dalam hal menunjang kinerja karyawasn Motivasi menjadi penting karena dengan motivasi setiap karyawan akan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi Sunyoto (2012:11). Motivasi seseorang dipengaruhi dan dirangsang oleh keinginan, pemenuhan kebutuhan serta tujuan dan kepuasan. Rangsangan timbul dari dalam dan dari luar. Hal ini akan menciptakan dorongan pada seseorang untuk melakukan aktifitas. Menurut Sutrisno (2013: 109) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Menurut Marihot (2007: 292) Kualitas kehidupan kerja merupakan sebuah proses yang merespons pada kebutuhan karyawan dengan mengembangkan suatu mekanisme yang memberikan kesempatan secara penuh pada karyawan dalam pengambilan keputusan dan merencakanan kehidupan kerja mereka. Kualitas kehidupan kerja dimaksudkan pada suatu filosofi manajemen dalam meningkatkan harga diri karyawan, memperkenalkan perubahan dalam budaya organisasi serta memperbaiki keadaan fisik dan emosional para karyawan. Dapat disimpulkan bahwa kualitas kehidupan kerja merupakan sebuah proses yang merespons pada kebutuhan karyawan atau cara pandang manajemen tentang manusia, pekerja dan organisasi atau perusahaan berdasarkan pengambilan keputusan. PT Ride Mandiri Kupang memiliki standar penilaian kinerja dengan kategori yang dinilai yaitu : kedisiplinan, kualitas kerja, kerja sama, dan tanggung jawab dari standar penilaian yang ditetapkan ini PT Ride Mandiri memberikan rata-rata nilai yang harus dicapai oleh para karyawan minimal mencapai 90% namun berdasarkan data diatas Dimana kinerja karaywan pada tahun 2022 berada pada kategori baik sekali Dimana kinerja karyawan mencapai 86,75% terlepas dari data yang didapatkan, terdapat masalah lain yang perlu di lihat dan dipertimbangkan pada tahun 2023 yang terjadi dalam lapangan pekerjaan yang Dimana para karyawan dalam kualitas kehidupan kerja mereka mengalami kesulitan dalam mengalami naik jabatan oleh karena itu berdasarkan permasalahan ini tidak bisa menjamin bahwa perusahaan dapat mempertahankan kinerja para karyawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda, uji pengaruh parsial (uji t), uji pengaruh simultan (uji f), dan uji koefisien determinasi (R2) menggunakan software SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Ride Mandiri yang berjumlah 35 karyawan dengan sampel sebanyak 30 karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kualitas kehidupan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal tersebut bisa dilihat dari hasil pengujian data dengan Uji t yang diperoleh nilai t hitung sebesar 2,384 lebih besar dari nilai t tabel 2,05183 dan nilai signifikansi sebesar 0,02 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian hipotesis 1 diterima atau terbukti. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal tersebut bisa dilihat dari hasil pengujian data dengan Uji t yang diperoleh nilai t hitung sebesar 2,998 lebih besar dari nilai t tabel 2,05183 dan nilai signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 dengan demikian hipotesis 2 diterima atau terbukti. Berdasarkan tabel uji anova atau F test didapatkan nilai F hitung 10,441 F tabel 3,35 dengan tingkat signifikansi uji F 0,00 0,05. Jadi dapat diartikan bahwa variabel independen yang dimasukan dalam model secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Hal ini menunjukan bahwa kualitas kehidupan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil output SPSS untuk uji koefisien determinasi (R2) diketahui nilai adjused R Squared sebesar 0,394. Hal ini berarti bahwa 43,6% besarnya pengaruh kualitas kehidupan kerja (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), sedangkan sisanya 56,4% dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak diajukan dalam model penelitian ini. Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,02 0,05. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi 0,00 0,05

Pemuda dan Organisasi Pelayanan Gereja- Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peran Pemuda dalam Organisasi Pelayanan Gereja di GKS Jemaat Kangeli, Klasis Lewa Tidahu

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMUDA DAN ORGANISASI PELAYANAN GEREJA “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peran Pemuda Dalam Organisasi Pelayanan Gereja di GKS Jemaat Kangeli, Klasis Lewa Tidahu” Email: [email protected] Pemuda adalah generasi penerus pelayanan dan kepemimpinan dalam gereja sehingga kehadirannya dalam gereja tidak dapat diabaikan. Gereja adalah tempat di mana pemuda dididik dan bertumbuh dalam iman. Pemuda gereja merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan gereja dengan meneruskan perjuangan dan melaksanakan tugas panggilan gereja secara terus menerus. Peran pemuda dalam organisasi Pelayanan diwujudkan salah satunya melalui Komisi Pemuda, yakni melalui berbagai program dalam bidang kesaksian, persekutuan dan pelayanan. Namun realitas yang ada menunjukkan bahwa banyak pemuda yang mengabaikan perannya dalam gereja. GKS Kangeli menunjukkan realitas tersebut, bagaimana pemuda tidak menjalankan perannya dengan maksimal. Program yang dibuat tidak berjalan dan partisipasi pemuda-pemudi sangat minim dalam pelayanan Bertolak dari masalah di atas penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemuda dalam organisasi Pelayanan di GKS Jemaat Kangeli. Demi mencapai tujuan penelitian ini maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa peran pemuda melalui Komisi Pemuda di GKS Jemaat Kangeli dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman pemuda terhadap peran dan panggilannya dalam gereja. Kurangnya pemahaman pemuda terhadap peran dan panggilannya juga ikut mempengaruhi jemaat mengambil keputusan untuk membatasi perannya. Dari 139 jumlah pemuda yang terlibat dalam pelayanan hanya 24 orang . Oleh karena itu gereja perlu melakukan pembinaan yang bertujuan bukan saja untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin tetapi membentuk karakter pemud yang mau melayani dan terlibat dalam pelayanan. Pembinaan di dalamnya meliputi memberikan pengajaran dan nasihat, menunjukkan teladan, serta memberikan kepercayaan untuk bertanggung jawab atau memimpin.

Allah, Aku, dan Sesamaku; Suatu Tinjauan Teologi Terhadap Pemikiran Henri Nouwen Tentang Spiritualitas dan Implikasinya Bagi Pelayanan di GMIT

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Spiritualitas merujuk pada, kesadaran individual atas dimensi ilahi atau keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, dalam perjalanan waktu, terasa menurunnya kesadaran yang berdampak pada tidak autentiknya spiritualitas, terutama di kalangan pendeta dan calon pendeta. Perilaku dan kecenderungan hedonis, materialistis, dan konsumeris spiritualitas. Ketidakautentikan spiritualitas ini merugikan tidak hanya individu secara pribadi, tetapi juga masyarakat dan komunitas keagamaan secara keseluruhan. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan ketidaksinambungan antara konsep Spiritualitas Nouwen dengan realitas praktik spiritualitas seorang pelayan GMIT. Melalui metode penulisan deskritif-analisis-reflektif terhadap pemikiran Henri Nouwen tentang spiritualitas, terungkap ketidaksinambungan khususnya dalam Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Nouwen menekankan pentingnya dimensi vertikal spiritualitas melalui hubungan pribadi dengan Tuhan, yang berimplikasi pada kepedulian kepada sesama. Namun, praktik spiritual para pelayan seringkali teralihkan pada urusan duniawi. Dimensi horizontal spiritualitas, yang melibatkan hubungan dengan sesama, juga kurang mendapat perhatian aktif dalam membangun relasi yang sehat. Begitu pula, dalam dimensi interior spiritualitas yang menyoroti hubungan individu dengan diri sendiri, terlihat kurangnya kesadaran diri dan kesiapan menghadapi tantangan pribadi. Data diperoleh dari analisis terhadap karya-karya Nouwen serta praktik spiritual para pelayan dalam konteks GMIT yang tertuang dalam karya-karya pelayan GMIT. Tulisan ini memberikan wawasan yang mendalam kepada para pelayan GMIT mengenai konsep spiritualitas Henri Nouwen dan realitas praktik pelayanan. Melalui pemahaman ini, para pelayan dapat merefleksikan spiritualitas mereka yang memerhatikan keseimbangan antara relasi dengan Allah, sesama dan dirinya sendiri. Tulisan ini diharapkan menjadi panduan motivasional untuk mendorong para pelayan GMIT menuju pencapaian spiritualitas yang lebih autentik dan mendalam.

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM PERKARA KEBERATAN ATAS PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Analisis yuridis putusan Judex Factie dan Judex Juris dalam perkara keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Mengapa Majelis Hakim BPSK Mengabulkan Permohonan Pemohon. Mengapa Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Dan Mengapa Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Pertimbangan Majelis Hakim BPSK dalam Mengabulkan Permohonan Pemohon. Untuk mengetahui Pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Dan Untuk mengetahui Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah masalah yang telah penulis kemukakan diatas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan putusan Pengadilan Mataram. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan yang diambil adalah Pemohon Keberatan/Konsumen telah mampu membuktikan adanya penyimpangan dari standart konstruksi bangunan. Putusan BPSK ternyata tidak memberikan kepastian hukum dan putusan BPSK tidak merincikan tanggung jawab yang harus dilakukan termohon. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini. Saran yang penulis berikan adalah Kepada Konsumen agar bisa berkomunikasi dengan baik kepada pihak developer serta mampu menjelaskan persoalan yang dihadapi untuk mencegah terjadinya sengketa. Kepada Pelaku usaha Agar bisa membangun bangunan yang sesuai dengan standard konstruksi yang ditetapkan. Kata Kunci :Putusan pengadilan, Sengketa Konsumen

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem transportasi mempunyai peran vital dalam pembangunan nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain memberikan manfaat besar, kendaraan bermotor juga tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya, seperti kecelakaan, kemacetan, kebisingan suara dan pencemaran udara akibat emisi gas buang. Untuk itulah pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan agar setiap kendaraan bermotor wajib uji memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan (UU No. 22, 2009). Pada UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Kupang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Daerah yang menangani dan mengelola jasa Pengujian Kendaraan Bermotor atau dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan nama “Uji KIR”. Jenis pelayanan yang ingin peneliti bahas dalam penelitian ini ialah jenis pelayanan pengujian berkala sistem drive thru, karena ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk mempercepat waktu pelayanan pengujian. Jadi, pengemudi bisa langsung melaksanakan proses pengujian dari proses daftar hingga akhir tanpa perlu turun dari kendaraan lagi. Dalam suatu organisasi karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan baik bila ditunjang oleh keadaan lingkungan kerja yang memadai (Irianti, 2013). Sowmya dan Panchanatham (2011), berpendapat jika perusahaan ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang (Luthans, 2006). Menurut Ivancevich, et al, (2007) mendefinisikan stres kerja sebagai perasaan tegang, gelisah atau khawatir, semua perasaan merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil yang positif maupun negatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan kondisi fisik dan psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui sikap atau perilaku seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, yang disebabkan oleh suatu permasalahan yang mengganggu pikiran seseorang yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Menurut Robbins (2008), indikator yang digunakan untk mengukur tingkatan stres tersebut yaitu pertama dengan melihat kondisi dari gejala fisiologis, seperti sakit kepala, meningkatnya tekanan darah dan laju detak jantung. Yang kedua kondisi gejala psikologis, seperti ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, depresi, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan yang ketiga kondisi gejala perilaku, seperti kemangkiran, perubahan kebiasaan makan, meningkatkan konsumsi rokok dan alkohol. Menurut Rezaei dan Baalousha (2011), kinerja itu bersifat individual, karena dalam melaksanakan tugasnya masing-masing individu karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda, dan dengan meningkatnya kinerja berarti meningkatkan mutu dan standar perusahaan. Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan merupakan nafas dari kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu adakalanya perusahaan mengadakan suatu acara di luar kegiatan perusahaan seperti outbound dengan tujuan untuk mengajak para karyawan refreshing sejenak dari rutinitas pekerjaan sehari-hari dan membangkitkan kembali semangat bekerja serta meningkatkan kerjasama antar karyawan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik. Dinas perhubungan kota kupang ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Selain kinerja, lingkungan kerja fisik juga dapat mempengaruhi stres kerja. sebagian besar stres kerja berawal dari lingkungan kerja yang buruk dan berdampak pada pekerjaan. Jika seseorang stres dalam pekerjaannya, maka ia tidak akan dapat memberikan 100% kemampuan terbaiknya sehingga efisiensi kerjanya akan terpengaruh. Terdapat banyak hal yang mampu mempengaruhi keterlambatan pengujian tersebut, atau dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota kupang salah satunya adalah Stres Kerja. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan memicu timbulnya stres pada karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerjanya.Populasi merupakan subyek atau obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik spesifik yang telah dipilih oleh peneliti untuk diteliti. Populasi penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Menurut arikunto (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Arikunto mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sample penelitian. Di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai sebanyak 80 pegawai. Menurut Sugiyono (2018:2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu Lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap Kinerja pegawaI (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai(Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerjan sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275). Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres Kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y 2.451 + 0.434 X1 +0. 480 X2 1. Nilai konstantan sebesar 2,451 artinya jika Iklim Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres kerja (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 2,451. 2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0 ,434 artinya jika Lingkungan Kerja Fisik (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0 ,434 atau 43,4. 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0, 480 artinya jika Stres Kerja mengalami kenaikan 1%, maka variabel kinerja Pegawai (Y) akan akan meningkat sebesar 0, 480 atau 48,0. 1. Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik (X1) terhadap kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) ditemukan t hitung 5,254 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig. 0.000 oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b10) ditolak Ha (b10) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) memiliki pengaruh signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja Pegawai (Y). 2. Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Stres Kerja (X2) dan kinerja Pegawai (Y) diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X2) ditemukan t hitung 6,857 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig 0, 000 Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima yaitu Stres Kerja memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Pegawai. diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n 80 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F( k:df 2 n – k – 1 (F (277) jadi Ftabel 3, 12 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 54,258 lebih besar Ftabel 3,12 dan tingkat Sig 0,000 oleh karna itu nilai Sig 0,05 maka H0(b1 0) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara stimultan terhadap kinerja Pegawai (Y). diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah 0,574 atau 57,4%. Hal ini berarti besarnya hubungan Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap kinerja Pegawai adalah 57,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,6% disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerja Dan Kinerja

PENGARUH WORD OF MOUTH, KEPUASAN, DAN KEPERCAYAAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN YANG BERBELANJA DI LAZADA (STUDI KASUS MASYARAKAT KOTA KUPANG)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Bentuk komunikasi yang saat ini banyak mempengaruhi lingkungan pemasaran adalah word of mout, dimana bentuk komunikasi ini murni mengandalkan kemampuan konsumen dalam mendengar dan menyampaikan pesan atau berita melalui percakapan. Selain itu, kepuasan pelanggan juga sangat mempengaruhi loyalitas konsumen, dimana dapat menciptakan atau citra merek yang tinggi. Kemudian, dalam konteks e-commerce kepercayaan pelanggan menjadi aspek penting dalam mendukung jalanya kegiatan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh word of mouth terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada; (2) mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada; dan (3) mengetahui pengaruh kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada. Word Of Mouth (komunikasi antara mulut ke mulut) adalah proses yang sangat berpengaruh dalam kegiatan pemasaran berfungsi untuk dapat memuaskan produk barang yang diinginkan setiap konsumen. Kepuasan dalam hal ini adalah bersangkutan dengan kepuasan setiap konsumenn terhadap minat beli ulang barang yang menjadi keinginan konsumen.konsumen merasa barang yang dipesan berkualiats untuk dipakai. Kepercayaan adalah kendala dimana konsumen tetap kembali percaya kepada perusahaan mengenai barang yang diinginkan. Loyalitas pelanggan adalah setiap barang yang dipesan mampu memuaskan konsumen akan merasa tetap loyal terhadap barang tersebut dan kembali memesan kembali barang yang diinginkan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah memutuskan untuk membeli produk secara online di e-commerse lazada yang jumlahnya 96 responden yang pernah memutuskan untuk berbelanja di lazada. Pengumpulan data yang dalam penelitian ini adalah dengan cara penyebaran kuesioner/angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) word of mouth berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (4,327 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (2) kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (2,864 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05; (3) kepercayaan pelanggan juga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (4,145 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Word of mouth berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (4,327) yang mana nilai tersebut lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,000 < 0,05. Kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (2,864) yang mana nilai tersebut lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,001 < 0,05. Kepercayaan pelanggan juga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (4,145) yang mana nilai tersebut juga lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,003 < 0,05.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN DI INDOMARET KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan saat ini diikuti juga munculnya tempat-tempat perbelanjaan modern yang salah satunya di Swalayan Indomaret yang tepatnya berada di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur yang ingin memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya. Berdirinya Indomaret di Kota Kupang pada 27 Juli 2022 dengan membuka unit pertama. Indomaret merupakan merek dagang yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama yang berkantor pusat di Jakarta yang sampai dengan hari ini sudah mengelola lebih dari 20 ribu toko di seluruh Indonesia. Indomaret menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota Kupang yang juga sebuah paserba (Pasar Serba Ada). Indomaret tersebut memiliki beberapa karyawan dengan pelayanan yang memuaskan dengan memfokuskan pada barang-barang keperluan rumah tangga. Fokus terhadap konsumen diterjemahkan dalam tiga pilar utama Indomaret yang diyakini akan menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota kupang. Ketiga pilar utama tersebut adalah Harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, pelayanan yang memuaskan. Konsep paserba merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oleh Indomaret, dan dirancang untuk memuaskan para konsumen. Berdasarkan uraian di atas, Sehingga penelitian ini akan menggunakan Indomaret sebagai objek penelitian. Penelitian ini akan mencoba untuk menelusuri minat jual beli konsumen. Definisi faktor minat beli merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Dimana, ketika konsumen memiliki minat akan produk yang dijual oleh perusahaan maka konsumen akan melakukan pembelian dalam memenuhi kebutuhan konsumen itu sendiri. Faktor-faktor yang membentuk minat beli yaitu :Faktor kualitas produk, Faktor brand / merek, Faktor kemasan, Faktor harga, Faktor ketersediaan barang Faktor promosi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli atau berbelanja di Indomaret yaitu 96 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus yang digunakan adalah rumus Rao Purba digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga , maka besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 sampel. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil analisis bahwa pada variabel kualitas produk (X1) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel brand/ merek (X2) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel kemasan (X3) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hasil Variabel harga (X4) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Ketersedian barang (X5) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel promosi (X6) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.

DESKRIPSI TENTANG PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGRUSAKAN BARANG MILIK ORANG LAIN

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah 1) Bagaimana motif tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain?.2) Bagaiamana cara melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain? 3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk Mengetahui.1) untuk mengetahui motif tindak pidana pengrusakan barang milik orang, 2) untuk mengetahui cara melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain, 3) untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain. Sifat sifatnya maka penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penulis mendeskripsikan atau mengambarkan, menguraikan dan menjelaskan suatu keadaan/peristiwa yang sejelas mungkin tanpa perlakuan terhadap objek yang diteliti tentang motif modus dan akibat hukum Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain.Jenis Penelitian ini mengunakan jenis penelitian normatif.. Variabel adalah faktor yang menjadi pokok permasalahan yang ingin diteliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : motif modus dan akibat hukum Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain. Variabel terikat adalah variabel yang tergantung dari putusan pengadilan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah: putusan hakim Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain. jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, Data Sekunder..Berdasarkan hasil analisis penilitian yaitu motif pelaku pelaku tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain dan akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain. kesimpulan 1. Pelaku tindak pidana pengruskan barang milik orang lain, a.Terdakwa marah dan emosi karena pembuatan pagar pembatas diatas tanah sengketa. b.Terdakwa emosi karena pasangan bakal calon yang di ikuti oleh terdakwa tidak di tepati janji dengan bakal calon walikota dan wakil walikota..c.Terdakwa marah dan emosi karena korban tidak mengabulkan permintaan terdakwaTerdakwa mengkonsumsi minum minuman keras dan mabuk. d.Terdakwa marah dan emosi karena proyek pembuatan tanggul dihentikan oleh perusahaan. 2. Modus pelaku melakukan tidak pidana perusakan barang milik orang lain a.Terdakwa menggoyangkan dan mendorong pagar pembatas menggunakan kedua tangan b.Terdakwa mendatangi Rumah Makan dan merusak etalase menggunakan tangan terkepal hingga etalase tersebut pecah c.Terdakwa mengayunkan parang ke arah sepeda motor dan gerobak bakso dan memukul mesin sepeda motor menggunakan batu d.Terdakwa melempari kaca mobil truk menggunakan batu bata e.Terdakwa merusak tanggul dengan melakukan pengerukan menggunakan exsavator. 3. Akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang a.Terdakwa dipenajara b.Terdakwa Membayar Biaya Perkara.Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah kepada hakim diharapkan mejtuhkan putusan harus mempertimbangkan fakta persidangan dan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik kepunyaan orang lain