Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM PERDAGANGAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS DI KELURAHAN FONTEIN KOTA KUPANG

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM PERDAGANGAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS DI KELURAHAN FONTEIN KOTA KUPANG Bank Indonesia melalui QRIS telah mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesia Standard) mulai per 1 Januari 2020. Di mana penggunaan QRIS untuk memberikan keamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, dikarenakan QRIS memudahkan regulator untuk mengawasi dari satu pintu, dapat digunakan untuk lintas platform dan aplikasi pembayaran. QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking. QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang menggunakan standar internasional. Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan sistem QR wajib mengadopsi QRIS. Hal ini diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur/PADG No. 21/18/2019 tentang Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran. Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Davis, Baggozzi, dan Warshaw mengenai Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dapat digunakan sebagai faktor pertimbangan dalam memutuskan untuk menggunakan atau tidaknya suatu teknologi. Persepsi kemudahan penggunaan digunakan untuk mengukur besaran usaha yang diperlukan dalam menggunakan suatu sistem teknologi. Hal tersebut didukung oleh penelitian Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi (2023), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan QRIS. Persepsi keamanan didefinisikan sebagai bentuk kepercayaan konsumen bahwa informasi pribadi yang diberikan hanya dapat diakses oleh mereka sendiri, dan tidak dapat diakses, bahkan dimanipulasi oleh pihak manapun (Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi, 2023). Adanya system keamanan pada suatu teknologi harus dapat mencegah, melindungi, dan menghindarkan dari risiko kejahatan. Faktor keamanan ini menjadi salah satu hal penting bagi seseorang saat akan menentukan sebuah keputusan yang menyangkut hal-hal pribadi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Astriyanita dan Rahmawan (2022), yang menyatakan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan e-wallet. Literasi digital merupakan dasar penting untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menyajikan, mengkomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital (Rizkinaswara, 2020). Penelitian Nurdien dan Galuh (2023), yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi digital terhadap preferensi menggunakan QRIS Mobile. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman yang baik akan literasi digital dapat berdampak pada peningkatan penggunaan cashless. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang Analisis Pengaruh Persepsi dan Literasi Digital Pelaku UMKM Perdagangan Terhadap Penggunaan QRIS di Kelurahan Fontein Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif, dengan sampel sebanyak 55 pedagang dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara Persepsi Dan Literasi Digital Terhadap Penggunaan QRIS, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial persepsi (X1) berpengaruh berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y) dan literasi digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y). Sedangkan secara simultan persepsi (X1) dan literasi digital (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS pelaku UMKM Perdagangan di Kelurahan Fontein. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta sebesar -0,850 poin sedangan koefisien b1 = 0,835; b2 = 0,188. Dengan demikin persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh persepsi (X1) dan literasi digital (X2) terhadap penggunaan QRIS (Y) adalah sebagai berikut : Y = -0,850+ 0,835X1 + 0,188X2. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu persepsi (X1) berpengaruh terhadap penggunaan QRIS (Y). Diketahui bahwa untuk variabel persepsi (X1) ditemukan nilai thitung (13,662) > ttabel (2,006) dan Sig (0,000) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial persepsi berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS. Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu literasi digital (X2) ditemukan nilai thitung (3,195) > ttabel (2,006) dan Sig (0,002) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial literasi digital berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS. Untuk pengujian F, hasil analisis diperoleh nilai Fhitung sebesar 2330,475 > Ftabel 3,16 dan pada signifikansi 0,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, secara simultan Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Penggunaan QRIS (Y) pada Kelurahan Fontein. Dan hasil hitung koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,989 atau 98,9%. Hal ini berarti bahwa variabel Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) mampu menjelaskan 98,9% Penggunaan QRIS (Y) di Kelurahan Fontein. Sedangkan sisanya sebesar 1,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

ANALISIS PENGARUH ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NTT

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS PENGARUH ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NTT Memasuki era globalisasi saat ini terdapat banyak persaingan di berbagai aspek salah satunya persaingan antar sumber daya manusia. Sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi kelancaran organisasi dan perusahaan, berperan sebagai penggerak utama. Salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja pegawai. Kinerja yang tinggi akan sangat menguntungkan baik bagi perusahaan maupun bagi pegawainya terutama untuk mensejahterahkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik di bidang teknis lingkungan hidup dan kehutanan. Dalam memberikan pelayanan publik, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi memiliki tugas dan fungsi untuk merumuskan kebijakan, melakukan pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah apakah etos kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 53 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang disebarkan secara langsung. Sedangkan teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel etos kerja setiap indikator berkisar antara 87,73-96,03. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks sebesar 461,85 dan nilai rata-rata indeks 92,37, berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai nilai indeks jawaban responden variabel disiplin kerja setiap indikator berkisar antara 89,24-92,82. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks sebesar 454,88 dan nilai rata-rata indeks 90,97, berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja pegawai setiap indikator berkisar antara 79,99-91,88. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks sebesar 351,29 dan nilai rata-rata indeks 87,82 berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linear berganda Y= 4.712 + 0.414X1 + 0.249X2 di ketahui konstanta regresi sebesar 4.712, koefisien reegresi b1 = 0.414, dan koefisien regresi b2 = 0.249. Nilai konstanta sebesar 4.712 menunjukan bahwa jika nilai etos kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) bernilai nol, maka nilai kinerja pegawai (Y) sebesar 4.712. Artinya meskipun etos kerja dan disiplin kerja tidak memberikan kontribusi, masih ada faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model tetapi tetap mempengaruhi kinerja pegawai sehingga kinerjanya tidak nol, melainkan bernilai 4,712. Koefisien regresi linear (b1) sebesar 0.414 menunjukan bahwa jika etos kerja (X1) mengalami kenaikan 1%, maka kinerja pegawai (Y) meningkat sebesar 0.414. Artinya semakin baik etos kerja pegawai, maka kinerjanya juga akan meningkat. Koefisien regresi linear (b2) sebesar 0.249 menunjukan bahwa jika disiplin kerja (X2) mengalami kenaikan 1% maka kinerja pegawai (Y) meningkat sebesar 0.249. Artinya semakin tinggi disiplin kerja, maka kinerja pegawai juga akan meningkat. Implementasi Terapan : Berdasarkan hasil analisis pendahuluan dapat diketahui bahwa meskipun etos kerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator terkait mengerjakan tugas secara teratur dan tidak menunda-nunda pekerjaan masih perlu mendapat perhatian karena memiliki nilai paling rendah dibandingkan indikator lainnya. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa pegawai perlu meningkatkan kemampuan manajemen waktu dengan menyusun prioritas kerja, mengerjakan tugas segera tanpa menunda, serta menjaga konsistensi dalam mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan dapat diketahui bahwa meskipun disiplin kerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator terkait hadir tepat waktu saat bekerja masih perlu mendapat perhatian karena memiliki nilai paling rendah dibandingkan indikator lainnya. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa pegawai perlu meningkatkan kedisiplinan dengan selalu hadir tepat waktu, sementara instansi dapat memberikan pengingat dan pengawasan rutin agar kepatuhan terhadap jam kerja tetap terjaga. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan dapat diketahui bahwa meskipun kinerja pegawai secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, indikator terkait saya dapat menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan dalam satu hari kerja masih perlu mendapat perhatian karena memiliki nilai paling rendah dibandingkan indikator lainnya. Kondisi ini mengimplikasikan bahwa pegawai perlu meningkatkan kemampuan pengelolaan waktu dan fokus kerja agar penyelesaian tugas dapat dilakukan dalam satu hari kerja, sementara instansi dapat mendukungnya melalui pembagian beban kerja yang lebih proporsional serta pemantauan progres secara berkala. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial etos kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, secara parsial disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT dan secara simultan etos kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT.

PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DIDESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Djara R. S)* Ballo A)** Nge S. M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat, organ yang digunakan, cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian deskriptif (eksplorasi) ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 30 responden yang terdiri dari 13 pengobat tradisional, 2 tokoh masyarakat, dan 15 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, eksplorasi, identifikasi, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mencatat adanya 34 jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Wadumaddi yaitu Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pendanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, Vernonia amygdalina. Masyarakat Desa Wadumaddi menunjukkan pengetahuan lokal yang kuat dengan memanfaatkan daun (65%) sebagai bagian tumbuhan obat utama dan perebusan (68%) sebagai metode ekstraksi senyawa aktif paling efektif. Terdapat 11 spesies tumbuhan dengan nilai guna tertinggi yang menjadi pilihan utama dalam penggunaan, di mana dokumentasi pengetahuan tradisional ini penting untuk pelestarian budaya sekaligus dasar penelitian ilmiah masa depan. Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Pengobatan Tradisional, Pengolahan Tumbuhan Obat, Desa Wadumaddi Keterangan : : *) Peneliti : **) Pembimbing ABSTRACT UTILIZATION OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN WADUMADDI VILLAGE HAWU MEHARA DISTRICT SABU RAIJUA REGENCY Djara, R.S)* Ballo, A.)** Nge, S.T.M.)** This research aims to identify the variety of medicinal plant species, the plant parts used, and the processing methods employed in traditional medicine by the community of Wadumaddi Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. This descriptive (exploratory) study utilized a purposive sampling technique to select 30 respondents, consisting of 13 traditional healers, 2 community leaders, and 15 patients. Data collection was conducted through observation, structured interviews, exploration, identification, and documentation. The data were then analyzed using a qualitative descriptive approach with a quantitative approach. The results recorded 34 species of traditional medicinal plants utilized by the people of Wadumaddi Village, namely, Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum L, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pandanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, and Vernonia amygdalina. The Wadumaddi Village community demonstrates strong local knowledge, utilizing leaves (65%) as the primary medicinal plant component and boiling (68%) as the most effective method for extracting active compounds. Eleven plant species with the highest utility value are the primary choice for use, and documenting this traditional knowledge is crucial for cultural preservation and the basis for future scientific research. Keywords : Medicinal Plants, Traditional Medicine, Processing Medicinal Plants, Wadumaddi Village. Information : : *) Researcher : **) Mentor

ETNOBOTANI TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DI DESA KOPIDIL KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ETNOBOTANI TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT DI DESA KOPIDIL KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Tanaman obat adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi dan berkhasiat sebagai obat yang digunakan untuk mencegah maupun menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat yang dimanfaatkan, cara pengelolaan tumbuhan obat dan jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tanaman obat oleh masyarakat Desa Kopidil. Metode penelitian menggunakan metode Survey explorative. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 20 spesies yakni, kemiri, sambiloto, daun ende, mengkudu, pepaya, bawang merah, sirih, pisang, kelor, kapok, bawang putih, jarak merah, binahong, serei, kunyit, pinang, jambu biji, turi, jarak putih, jahe. Organ tumbuhan yang digunakan yaitu pucuk daun, buah, batang, rimpang dan umbi. Penyakit-penyakit yang disembuhkan dengan menggunakan tumbuhan obat yakni perut kembung, malaria, cacar air dan sermpah, menurunkan darah tinggi, bisul, obat lambung, struk dan rematik, bengkak, badan sakit, lidah putih bayi dan panu. Cara pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat di yaitu direbus, ditumbuk/dihaluskan, dikunyah, diperas, diparut, dan digaruk. Kata Kunci: Etnobotani, Tanaman obat, Desa Kopidil. Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT ETHNOBOTARY OD MEDICINAL PLANTS USED BY THE COMMUNITY IN KOPIDIL VILLAGE, KABOLA DISTRICT, ALOR REGENCY Kadju, H.)* Rafael, A.)** Ngginak, J.)** Medicinal plants are types of plants that have functions and properties as medicines used to prevent and cure various diseases. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants, the parts of medicinal plants that are used, how medicinal plants are managed, and the types of diseases that can be cured using medicinal plants by the people of Kopidil Village. The research method used was exploratory survey. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. Based on the results of the study, 20 spesies of medicinal plants were obtained, namely candlenut, green chirreta, ende leaves, mengkudu, papaya, shallots, betel, bananas, moringa, kapok, garlic, red castor oil plant, binahong, lemongrass, turmeric, areca nut, guava, gala -gala, white castor oil plant, and ginger. The parts of the plants used were the leaf buds, fruit, stems, rhizomes, and tubers. The diseases cured using medicinal plants were flatulence, malaria, chickenpox and measles, high blood pressure, boils, stomach medicine, stroke and rheumatism, swelling, body aches, white tongue in babies, and tinea versicolor. The processing methods used by the community include boiling, pounding/grinding, chewing, squeezing, grating, scraped, and rubbed. Keywords: Ethnobotany, Medicinal plants, Kopidil Village. Information: * Researcher ** Supervisor

INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser

NETO’U LIMA “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat Mengenai Tradisi Neto’u Lima (Jabat Tangan) untuk mencapai perdamaian dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Koli, Klasis Rote Barat Laut”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tradisi neto’u lima (jabat tangan) merupakan praktik budaya masyarakat Rote yang berfungsi sebagai sarana perdamaian. Tradisi ini tetap dilestarikan oleh Jemaat GMIT Imanuel Koli, Klasis Rote Barat Laut, bahkan setelah kekristenan hadir dan berkembang. Fokus penelitian ini adalah: bagaimana gambaran umum jemaat GMIT Imanuel Koli, bagaimana pemahaman jemaat terhadap tradisi neto’u lima, serta bagaimana refleksi teologis terhadap pemahaman jemaat tentang tradisi neto’u lima dan dapat mengimpilkasikannya bagi pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial, budaya, dan keagamaan jemaat GMIT Imanuel Koli, mengungkap pemahaman jemaat mengenai tradisi neto’u lima sebagai tanda perdamaian, dan merumuskan refleksi teologis yang menempatkan tradisi ini sebagai bagian dari pelayanan dalam gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan lapangan, melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis-reflektif, sehingga data empiris dapat ditafsirkan dalam kerangka teologis. Temuan utama menunjukkan bahwa tradisi neto’u lima dipahami jemaat sebagai simbol perdamaian yang menyatukan nilai adat dan iman Kristen. Jabat tangan menjadi tanda niat baik, doa bersama menegaskan dimensi spiritual, dan keterlibatan tokoh adat serta gereja memperkuat legitimasi sosial. Tradisi ini sejalan dengan ajaran Kristus tentang perdamaian bagi semua umat, sehingga dapat dipandang sebagai modal sosial dan teologis yang dapat diimplikasikannya bagi pelayanan dalam gereja juga masyarakat. Tesis penelitian menegaskan bahwa neto’u lima bukan sekadar warisan budaya, melainkan praktik perdamaian yang memperkaya kehidupan jemaat dan memperkuat peran gereja dalam membangun kasih persaudaraan dan perdamaian.

STRUKTUR DAN IKLIM ORGANISASI JEMAAT: Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat terhadap Struktur dan Iklim dalam Pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.

KEPEMIMPINAN ORANG MUDA : Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Kepemimpinan Orang Muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuda merupakan kelompok strategis dalam kehidupan bergereja karena memiliki potensi besar sebagai generasi penerus pelayanan. Namun, realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana menunjukkan berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan struktur kepemimpinan, lemahnya pembinaan dan pendampingan, serta pemahaman kepemimpinan yang masih bersifat struktural dan administratif, bukan sebagai panggilan iman dan pelayanan. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya koordinasi pelayanan, rendahnya partisipasi aktif pemuda, serta melemahnya peran pemuda dalam dinamika kehidupan jemaat. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah kepemimpinan orang muda dalam perspektif teologis serta menganalisis realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana dengan menggunakan pendekatan servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan serta penelitian lapangan berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Subjek penelitian meliputi majelis jemaat dan pemuda Jemaat GMIT Getsemani Sikumana yang terlibat aktif dalam pelayanan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan orang muda, mengidentifikasi persoalan yang terjadi, serta merefleksikannya secara teologis berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan orang muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana belum sepenuhnya dipahami sebagai panggilan pelayanan yang berakar pada iman, melainkan masih dipandang sebagai beban struktural organisasi. Kurangnya pembinaan dan formasi kepemimpinan berdampak pada lemahnya integritas, tanggung jawab pelayanan, kepekaan sosial, serta visi kepemimpinan orang muda. Melalui refleksi teologis dan pendekatan servant leadership Robert K. Greenleaf, kepemimpinan orang muda dipahami sebagai kepemimpinan yang berangkat dari sikap melayani, diwujudkan melalui keteladanan hidup, integritas karakter, kerendahan hati, serta komitmen untuk memberdayakan dan membangun sesama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam merumuskan model pembinaan kepemimpinan pemuda yang kontekstual, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman Kristen.

PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI SUAMI YANG DITINGGALKAN ISTRI “Suatu Kajian Teologi Pastoral Terhadap Peran Pendampingan Pastoral Gereja Bagi Suami yang ditinggalkan Istri di Jemaat Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah perceraian dan perpisahan dalam rumah tangga Kristen merupakan realitas pastoral yang semakin kompleks, termasuk fenomena suami yang ditinggalkan oleh istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendampingan pastoral gereja bagi suami yang ditinggalkan oleh istri di Jemaat GMIT Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya (RBD), serta meninjau secara teologis praktik pendampingan pastoral yang telah dilakukan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan pendeta dan rekan majelis jemaat, suami yang ditinggalkan istri, keluarga, serta unsur adat dan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial-budaya, ekonomi, komunikasi, serta konstruksi maskulinitas patriarkal turut memengaruhi terjadinya perpisahan dan respons suami terhadap pendampingan pastoral gereja. Praktik pendampingan pastoral yang dilakukan gereja selama ini cenderung berfokus pada upaya rekonsiliasi dan penyatuan kembali secara fisik, namun belum sepenuhnya menerapkan fungsi-fungsi pendampingan pastoral secara holistik. Melalui kajian teologi pastoral dengan menggunakan fungsi-fungsi pastoral menurut Howard Clinebell, penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan yang menyembuhkan, menopang, membimbing, memulihkan, dan memelihara kehidupan suami yang ditinggalkan istri secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teologis dan praktis bagi pengembangan pelayanan pastoral gereja yang lebih kontekstual, inklusif, dan transformatif.

PERAN PASTORAL BAGI PEMUDA Tinjauan Teologi terhadap Peran Gereja bagi Pemuda Burnout di Jemaat GMIT Siloam Battuna, Klasis Amarasi Barat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan rohani yang dapat dialami oleh pemuda gereja akibat tuntutan pelayanan yang intens serta tekanan pekerjaan dan tanggung jawab kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Jemaat GMIT Siloam Battuna, mengkaji peran pastoral gereja bagi pemuda yang mengalami burnout, serta menelaah masalah burnout tersebut dari perspektif konseling pastoral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 pemuda yang menjadi responden, terdapat 9 orang pemuda yang mengalami gejala burnout. Gejala tersebut meliputi kelelahan fisik dan emosional, menurunnya semangat dan motivasi dalam pelayanan, kecenderungan menarik diri dari persekutuan, serta gangguan dalam kehidupan sosial dan spiritual. Burnout yang dialami pemuda disebabkan oleh faktor internal, seperti kesulitan mengelola stres dan membagi waktu, serta faktor eksternal, seperti beban pelayanan gereja, tuntutan pekerjaan, dan tekanan ekonomi keluarga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemuda yang mengalami burnout umumnya belum mendapatkan pendampingan pastoral yang mendalam dan spesifik dari gereja. Analisis pastoral memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pemuda yang mengalami burnout dengan pelayanan gereja yang tersedia, yang masih bersifat umum. Tinjauan konseling pastoral dan pandangan Alkitab menegaskan bahwa burnout bukanlah kelemahan iman, melainkan kondisi manusiawi yang membutuhkan pemulihan holistik. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan pastoral yang empatik, pembinaan spiritual yang seimbang, serta penataan pelayanan yang menghargai keterbatasan manusia demi kesejahteraan pemuda sebagai generasi penerus jemaat.

PERSAUDARAAN DALAM KEBERAGAMAN Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Makna Tena El Dalam Relasi Islam dan Kristen di Jemaat GMIT Tena El’Ladon Klasis Alor Barat Laut

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertolak dari realitas kehidupan masyarakat Ladon, Klasis Alor Barat Laut, yang hidup dalam konteks keberagaman agama, khususnya relasi antara umat Kristen dan Islam. Di tengah pluralitas tersebut, masyarakat menghidupi nilai budaya lokal Tena’El yang dimaknai sebagai persaudaraan, persahabatan, dan kebersamaan lintas iman. Pokok persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana konteks wilayah dan jemaat GMIT Tena’El Ladon membentuk relasi Islam-Kristen, bagaimana makna dan nilai Tena’El dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sosial-keagamaan, dan bagaimana nilai tersebut ditinjau secara teologis dalam terang Injil dengan menggunakan perspektif pluralisme agama menurut Paul F. Knitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna Tena’El sebagai identitas lokal yang berperan dalam membangun relasi persaudaraan antara umat Kristen dan Islam, mengkaji praktik hidup bersama dalam keberagaman melalui pendekatan teologi agama-agama, serta menafsirkan nilai Tena’El sebagai bagian dari kesaksian iman Kristen yang kontekstual dan dialogis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi agama-agama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan warga jemaat, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta umat Islam, observasi lapangan, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menafsirkan temuan penelitian dalam kerangka pluralisme agama Paul Knitter dan teologi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tena’El berfungsi sebagai modal sosial dan teologis yang memperkuat relasi persaudaraan Islam–Kristen di Ladon. Nilai ini tidak bertentangan dengan iman Kristen, melainkan sejalan dengan Injil yang menekankan kasih, penghargaan terhadap martabat manusia, dan hidup berdampingan secara damai. Tena’El menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan gereja hadir sebagai agen perdamaian dan memperteguh kesaksian iman di tengah masyarakat plural.

PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA: "Suatu Kajian Naratif terhadap Teks Kisah Para Rasul 18:24-28 dan Relevansinya bagi Pelayanan Pendeta Perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat".

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran perempuan dalam kehidupan dan pelayanan gereja merupakan isu yang terus menjadi bahan refleksi teologis hingga masa kini. Dalam sejarah gereja, kontribusi perempuan sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai, terutama dalam konteks kepemimpinan dan pengajaran rohani. Padahal, Alkitab memuat sejumlah narasi yang menunjukkan keterlibatan aktif perempuan dalam pelayanan gereja mula-mula. Salah satu teks yang penting untuk dikaji adalah Kisah Para Rasul 18:24-28, yang menampilkan peran Priskila dalam membimbing Apolos agar memahami ajaran Injil secara lebih utuh. Teks ini memberikan dasar biblis yang kuat untuk melihat perempuan bukan sekadar sebagai pendamping, melainkan sebagai pelayan firman dan pembina iman yang dipercaya Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pesan teologis dari Kisah Para Rasul 18:24-28 melalui pendekatan tafsir naratif, serta menelusuri relevansinya bagi pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang menekankan analisis naratif terhadap unsur-unsur teks seperti alur cerita, tokoh, latar, dan pesan teologis yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan Priskila dalam pengajaran Apolos menegaskan bahwa otoritas pelayanan dalam gereja tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh panggilan dan perlengkapan dari Allah. Narasi ini memperlihatkan bahwa Allah secara berdaulat memakai perempuan sebagai subjek aktif dalam pelayanan rohani. Temuan ini menjadi sangat relevan dengan konteks Jemaat GMIT Hosana Fedok, di mana pelayanan kependetaan didominasi oleh pendeta perempuan dan telah menjadi bagian alami dari dinamika kehidupan jemaat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok bukanlah penyimpangan dari tatanan gereja, melainkan perwujudan nyata dari prinsip kesetaraan dan kemitraan dalam tubuh Kristus sebagaimana telah dihidupi sejak gereja mula-mula. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya refleksi teologis gereja serta memperkuat pemahaman jemaat tentang peran perempuan dalam pelayanan dan pengajaran iman.

TRADISI EU’NAKAF (Menggunting Rambut) Suatu Tinjauan Kontekstual Tentang Makna Tradisi Eu’nakaf (Menggunting Rambut) dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis pelaksanaan dan makna tradisi Eu’nakaf (menggunting rambut) serta implikasinya bagi kehidupan iman Jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, Klasis Amanuban Timur Selatan. Tradisi Eu’nakaf merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Atoni Meto yang masih terus dipraktikkan hingga saat ini, khususnya dalam penerimaan anak. Dalam praktiknya, tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual budaya, tetapi juga memiliki dimensi religius yang berkaitan dengan perlindungan, keselamatan, serta masa depan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan majelis jemaat, tokoh adat, serta anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Potto, dan didukung dengan studi kepustakaan. Analisis teologis dalam penelitian ini menggunakan tipologi hubungan Kristus dan kebudayaan menurut Niebuhr, khususnya tipologi ketiga tentang “Kristus di atas kebudayaan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Eu’nakaf mengandung nilai teologis, sosial, dan kultural yang penting, terutama sebagai ungkapan syukur dan penyerahan hidup kepada Allah, penguatan persekutuan jemaat, serta pelestarian identitas budaya lokal. Namun demikian, ditemukan pula adanya unsur-unsur tertentu yang berpotensi bertentangan dengan iman Kristen, seperti keyakinan tentang “mauputu” dan praktik ritual yang dapat menggeser peran Kristus sebagai satu-satunya sumber keselamatan. Oleh karena itu, tradisi Eu’nakaf perlu dimurnikan dan dimaknai kembali dalam terang Injil agar dapat menjadi sarana kontekstualisasi iman yang sehat, di mana kebudayaan tetap dihargai tanpa kehilangan pusat iman kepada Yesus Kristus.

RITUAL A'GAM BAHAR: Suatu Tinjauan Teologis tentang Ritual A'gam Bahar bagi Kehidupan Jemaat GMIT Eden Alwor, Klasis Alor Barat Daya

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang ritual A’gam Bahar yang dipraktikkan oleh Jemaat GMIT Eden Alwor, Klasis Alor Barat Daya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jemaat yang melakukan ritual ini untuk meminta kehidupan yang baik dari arah leluhur, setelah melaksanakan pernikahan kudus. Ritual ini didasarkan pada keyakinan bahwa arwah leluhur masih ada di sekitar mereka, dapat menjaga dan memberikan kehidupan yang baik serta menjauhkan mereka dari berbagai bencana. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman jemaat tentang ritual A’gam Bahar dan pelaksanaan ritual A’gam Bahar, meninjau secara teologis ritual A’gam Bahar dan merumuskan refleksi teologis dari ritual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ritual A’gam Bahar. Informan penelitian berjumlah lima belas orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual A’gam Bahar dilakukan dengan keyakinan arwah leluhur dipercaya memiliki kuasa untuk memberikan kehidupan yang baik, dan dapat menjauhkan berbagai bencana dalam kehidupan pernikahan. Ritual A’gam Bahar memperlihatkan adanya dualisme iman antara Allah dan arwah leluhur. Pemahaman ini bertentangan dengan iman Kristen yang menegaskan Allah satu-satunya sumber kehidupan yang baik. Bertolak dari pandangan Emanuel Gerrit Singgih tentang sikap konfirmasi dan konfrontasi, maka penulis menggunakan pandangan ini untuk melihat ritual A’gam Bahar. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual A’gam Bahar tidak dapat dikonfirmasi, melainkan harus dikonfrontasi dalam terang iman Kristen. Segala sumber kehidupan yang baik hanya bersumber dari Allah, dan Alkitab dengan tegas melarang agar tidak boleh meminta lagi kepada arwah leluhur.

REMAJA DI ERA DIGITAL “Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pemahaman Diri Remaja Dalam Mencari Identitas Diri Pada Era Digital dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital. Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan

TEOLOGI IDENTITAS DI RUANG ASIMILASI : “Suatu Kajian Naratif terhadap Daniel 1:1-21 dan Relevansinya bagi Penguatan Identitas Pemuda GMIT Pniel Oebobo”

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Identitas pemuda Kristen di tengah budaya urban saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, terutama terkait arus asimilasi budaya digital dan tekanan gaya hidup populer. Fenomena "Babel Modern" ini sering kali memicu krisis identitas, di mana pemuda merasa minder atau malu menunjukkan jati diri imannya karena takut tidak diterima oleh lingkungannya. Bertolak dari realitas tersebut, penelitian ini memfokuskan diri pada analisis teologis terhadap teks Daniel 1:1-21 sebagai upaya menemukan strategi menjaga identitas iman di tengah tekanan budaya luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana narasi Daniel 1:1-21 merepresentasikan tindakan negosiasi budaya yang dilakukan Daniel dan temantemannya di Babel, serta menghadirkan implikasi teologis bagi penguatan identitas Pemuda di Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode tafsir biblis (analisis naratif), yang membaca teks secara utuh untuk menggali pesan kerygma di balik strategi pertahanan iman para pemuda buangan di Babel. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, negosiasi budaya Daniel menunjukkan bahwa asimilasi intelektual (pendidikan) tidak harus diikuti dengan asimilasi spiritual (iman), di mana Daniel tetap berprestasi di Babel tanpa mengompromikan prinsip dasarnya. Kedua, strategi "menarik batas" melalui diet rohani menunjukkan pentingnya kedisiplinan diri dan integritas sebagai bentuk kesetiaan yang kreatif kepada Allah. Ketiga, dukungan komunitas kecil (support system) menjadi faktor kunci yang memberikan keberanian bagi pemuda untuk bernegosiasi dengan kekuasaan besar. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa bagi pemuda Pniel Oebobo, menjadi relevan di tengah dunia modern tidak berarti harus kehilangan jati diri Kristen, melainkan tampil dengan kualitas hidup yang lebih unggul melalui hikmat Allah.

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Santos, D. A)* Manu, T. S. N)** Meha, A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di SMA Negeri 2 Kupang Tengah adalah rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran sistem peredaran darah manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media scrapbook materi sistem peredaran darah manusia terhadap motivasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 53 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan skala sikap Likert,data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS, diperoleh nilai thitung sebesar 27, 069 lebih besar dari nilai ttabel 2,006, maka dapat dikatakan H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media scrapbook sehinngga sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu adanya hasrat dan keinginan belajar dengan persentase 89,4%. Yang pada saat guru menjelaskan menggunakan media scrapbook di dalam kelas, siswa terlihat tertarik pada media scrapbook dan adanya hasrat dalam proses pembelajaran. Sedangkan pada kelas kontrol peneliti menggunakan buku cetak sehinngga tidak dapat memotivasi siswa dengan baik, hal ini dilihat dari indikator adanya hasrat dan keinginan dalam belajar dengan persentase 62,8%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa motivasi siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih sedang dan rendah.Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pada media scrapbook materi sistem peredaran darah manusia terhadap Motivasi Belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Kata kunci: Media scrapbook, sistem peredaran darah manusia, dan Motivasi Belajar Siswa Keterangan *) = Peneliti **) = Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF SCRAPBOOK LEARNING MEDIA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION IN THE MATERIAL OF THE HUMAN CIRCULATORY SYSTEM CLASS XI AT SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Santos, D. A)* Manu, T. S. N)** Meha, A. M)** One of the problems found in SMA Negeri 2 Kupang Tengah is the low motivation of students in the learning process of the human circulatory system, so the purpose of this study is to determine the influence of scrapbook media of human circulatory system material on the learning motivation of grade XI students at SMA Negeri 2 Kupang Tengah. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 53 and a sample of two classes consisting of students of class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 is a control class with a total of 26 students and class X Science 2 is an experimental class with a total of 27 students. The sampling used is purposive sampling. Data collection using a questionnaire with the Likert attitude scale, the research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS, a t-value of 27.069 was obtained greater than the ttable value of 2.006, then it can be said that H0 was accepted and H1 was rejected. The results of this study stated that the control class and the experimental class had a different influence on student learning motivation. In the experimental class, the researcher used scrapbook media so that it could increase students' motivation to learn in class. This can be seen in one of the indicators, namely the desire and desire to learn with a percentage of 89.4%. When the teacher explained using scrapbook media in class, students were interested in scrapbook media and there was a passion in the learning process. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that they could not motivate students well, this can be seen from the indicator of desire and desire to learn with a percentage of 62.8%. The results of the percentage of this class show that students' motivation in the learning process using printed books is still moderate and low. This fact shows that there is a significant influence on the scrapbook media of human circulatory system material on the Learning Motivation of grade XI students at SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Keywords: Scrapbook media, human circulatory system, and Student Learning Motivation Description = * ) = Researcher **) = Advisor

RITUAL MATE PENNE LANGIT : Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Pemahaman Mati Tidak Wajar dan Implikasinya bagi Gks Jemaat Sobawawi

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji ritual Mate Penne Langit sebagai praktik adat kematian tidak wajar dalam budaya masyarakat Loli dan implikasinya bagi pemahaman iman jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Sobawawi. Pokok persoalan penelitian ini adalah adanya pergumulan iman dan dualisme pemahaman jemaat, di mana ritual adat masih dijalankan dan dipercaya sebagai sarana keselamatan, meskipun jemaat telah beriman kepada Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks budaya dan kehidupan jemaat, menganalisis pemahaman jemaat terhadap ritual Mate Penne Langit, serta merefleksikannya secara teologis kontekstual guna merumuskan implikasinya bagi kehidupan bergereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan pendekatan teologi kontekstual dengan tipologi Kristus melawan budaya menurut H. Richard Niebuhr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Mate Penne Langit masih dipahami sebagai sarana perlindungan dan keselamatan, namun melalui refleksi teologi kontekstual, ritual ini dapat ditransformasi dengan mempertahankan nilai-nilai budaya yang positif dan mengarahkan pemahaman keselamatan sepenuhnya kepada Kristus sebagai sumber keselamatan sejati.

SUMPAH ADAT Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat tentang Sumpah Adat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: Sumpah Adat dengan sub Judul: Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua yang ditulis oleh Dominggus Bole Lawe, mengarahkan perhatian pada praktik sumpah adat di Hawu Mehara serta bagaimana pemahaman jamaat GMIT Betel Gelanalalu sebagai salah satu basis berteologi dan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mendefinisikan, menganalisis dari perspektif teologis, serta memfokuskan pada pemahaman jemaat tentang sumpah adat dan bagaimana pengaruh sumpah adat, yang berdampak pada relasi manusia dalam komunitas masyarakat Hawu Mehara. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis dari Lesslie Newbigin untuk menganalisis bagaimana praktik sumpah adat mempengaruhi kehidupan dan berdampak negatif terhadap konsep kebersamaan dalam struktur masyarakat, khususnya Jemaat GMIT Betel Gelanalalu. Hasil penilitian membuktikan bahwa sumpah adat memiliki dampak teologis: terjadi krisis iman dan relasi dengan Allah, dampak psikologis: hidup dalam ketakutan dan kecemasan, dampak sosial: ketegangan dan putusnya relasi, dampak keluarga: retaknya ikatan kekeluargaan dan trauma lintas generasi, dampak eklesiologi: melemahnya persekutuan gereja. Berdasarkan beberapa dampak dari sumpah adat ini, perlu memberikan pemahaman baru, serta penegasan bagi anggota jemaat agar tetap dalam iman yang benar kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya otoritas yang berkuasa, bukan terjebak di bawah kuasa kutuk dan ikatan sumpah adat. Alasannya adalah kuasa kutuk, kecemaran segenap umat manusia, termasuk praktik-praktik dalam kebudayaan mana pun Kristus sudah merengkuh, memurnikan lewat pengorbanan-Nya. Dengan demikian, transfomasi secara pemikiran, dan netralisasikan pemahaman yang keliru dalam masyarakat adat perlu diberikan seturut iman Kristen.