2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Akuntansi sektor publik memegang peranan yang sangat vital dalam struktur
pemerintahan modern, berfungsi sebagai instrumen utama untuk menjamin
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Melalui penerapan
akuntansi yang tepat, pemerintah dapat menyajikan informasi keuangan yang
tidak hanya jelas tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini
esensial untuk membangun kepercayaan publik bahwa dana yang dikelola
pemerintah digunakan sesuai dengan peruntukan yang sah dan aturan yang
berlaku.
Seiring dengan reformasi manajemen keuangan negara, tuntutan terhadap
kualitas pelaporan keuangan semakin meningkat. Pemerintah daerah kini
diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual, sebuah standar
yang diatur secara tegas dalam Permendagri Nomor 64 Tahun 2013. Standar ini
bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan realistis
mengenai posisi keuangan, termasuk pencatatan aset, kewajiban, dan ekuitas dana
yang lebih akurat dibandingkan basis kas.
Untuk menjawab tantangan kompleksitas pelaporan berbasis akrual tersebut,
pemanfaatan teknologi informasi menjadi sebuah keharusan. Salah satu solusix
yang diterapkan secara luas adalah Sistem Informasi Manajemen Daerah
(SIMDA), sebuah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sistem ini dirancang khusus untuk
mengintegrasikan pengelolaan keuangan dan aset daerah, memudahkan
penyusunan laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu entitas pemerintah
daerah yang telah mengadopsi sistem ini. Namun, berdasarkan evaluasi kinerja,
daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, di mana laporan keuangan yang
dihasilkan kerap ditemukan belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Oleh karena itu, implementasi SIMDA di wilayah ini menjadi langkah
strategis yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketidaksesuaian
pelaporan dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menganalisis secara
mendalam bagaimana implementasi SIMDA dijalankan pada Pemerintah
Kabupaten TTS. Fokus penelitian tidak hanya terbatas pada hasil akhir laporan,
melainkan juga menggambarkan proses implementasi secara menyeluruh serta
memahami persepsi pengguna terhadap efektivitas sistem tersebut dalam
membantu tugas harian mereka.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sebuah
pendekatan yang dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif
mengenai fenomena yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan
peneliti untuk mengeksplorasi perspektif subjek penelitian dan memahami makna
di balik data yang ditemukan, serta membandingkan fakta lapangan dengan
landasan teori yang ada.
Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai yang terlibat
langsung dalam penggunaan SIMDA di Sekretariat Daerah Kabupaten TTS.
Adapun sampel penelitian difokuskan pada 5 orang pegawai, termasuk Kepala
Bagian Penatausahaan, staf bagian akuntansi, dan pengurus barang yang
berinteraksi aktif dengan sistem.xi
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi observasi langsung,
dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat proses
penggunaan sistem secara real-time, sementara studi dokumentasi. Wawancara
bebas terpimpin digunakan untuk menggali informasi mendalam dari responden.
Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi SIMDA, khususnya modul
Barang Milik Daerah (BMD), di Sekretariat Daerah TTS telah mengikuti alur
prosedur yang terstruktur. Proses dimulai dari data entry yang mengubah data
input menjadi informasi melalui aplikasi komputer. Pengurus barang memegang
peranan sentral sebagai operator yang menjalankan prosedur perencanaan hingga
pelaporan.
Pada tahapan prosedur perencanaan dan pengadaan, aplikasi SIMDA BMD
telah dimanfaatkan untuk mencatat Rencana Pengadaan dan Rencana
Pemeliharaan. Output yang dihasilkan meliputi Daftar Kebutuhan Barang dan
Daftar Rencana Pengadaan yang menjadi basis data awal. Sistem ini juga
memfasilitasi pencatatan aset baru maupun hasil inventarisasi aset lama ke dalam
berbagai Kartu Inventaris Barang (KIB). Penelitian juga menemukan bahwa
prosedur penghapusan aset telah terakomodasi dalam sistem. SIMDA
memfasilitasi proses administratif penghapusan aset yang rusak atau hilang
melalui penerbitan SK Penghapusan dan daftar lampirannya. Hal ini memastikan
bahwa register aset tetap update dan valid sesuai kondisi fisik di lapangan.
Terkait kualitas informasi, hasil analisis mengonfirmasi bahwa laporan yang
dihasilkan SIMDA memiliki karakteristik "Relevan". Informasi tersebut memiliki
manfaat prediktif dan umpan balik yang membantu pengelola barang dalam
menyusun anggaran dan mengevaluasi kinerja masa lalu. Selain itu, laporan juga
dinilai konsisten dan dapat diperbandingkan antar periode. Namun, terdapat
temuan kritis mengenai aspek keandalan (reliability) informasi. Meskipun sistem
berjalan baik secara prosedural, laporan keuangan yang dihasilkan belum
sepenuhnya andal karena fitur penyusutan aset tetap belum difungsikan.
Akibatnya, nilai aset yang dilaporkan di neraca masih tercatat sebesar nilaixii
perolehannya dan tidak mencerminkan penurunan nilai ekonomis yang
sebenarnya, sehingga informasi nilai aset menjadi kurang wajar.
Dari sisi sumber daya manusia, karakteristik responden menunjukkan variasi
latar belakang pendidikan, dengan sebagian besar berpendidikan sarjana namun
masih terdapat kendala dalam pemahaman teknis mendalam. Kurangnya pelatihan
intensif dan sosialisasi menyebabkan beberapa fitur canggih SIMDA belum
dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pegawai. Kendala teknis juga menjadi
hambatan yang signifikan. Implementasi sistem kerap terganggu oleh masalah
infrastruktur, seperti jaringan yang sering offline dan keterbatasan perangkat
keras yang memadai. Hambatan ini berpotens memperlambat proses input data
dan pelaporan, serta meningkatkan risiko human error dalam pengoperasian
sistem.
Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala tersebut, secara keseluruhan
implementasi SIMDA BMD dinilai telah membawa dampak positif. Sistem ini
berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dibandingkan metode
manual, serta memperkuat transparansi yang memungkinkan masyarakat
memantau pengelolaan aset daerah. Pengendalian internal yang tertanam dalam
aplikasi, baik pengendalian fisik maupun sistem, juga dinilai sudah memadai.
Sebagai kesimpulan dan rekomendasi, Pemerintah Kabupaten TTS perlu
memprioritaskan perbaikan pada modul akuntansi penyusutan agar laporan
menjadi andal. Selain itu, pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan
investasi pada infrastruktur pendukung dan menyelenggarakan program pelatihan
berkelanjutan bagi staf. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan SIMDA
tidak hanya sekadar alat pencatatan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang memiliki peran strategis
dalam membiayai pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Tingginya ketergantungan negara terhadap penerimaan pajak
menuntut adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak
orang pribadi. Kepatuhan wajib pajak tidak hanya ditentukan oleh kewajiban
hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem
administrasi perpajakan yang digunakan, tingkat pengetahuan perpajakan,
intensitas sosialisasi perpajakan, serta penerapan sanksi perpajakan. Dalam
konteks wilayah pedesaan, permasalahan kepatuhan pajak menjadi semakin
kompleks karena dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya
literasi perpajakan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal.
Desa Baumata Timur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Taebenu,
Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menunjukkan adanya
peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun ke tahun. Berdasarkan
data Desa Baumata Timur, jumlah wajib pajak orang pribadi meningkat dari 1.120
orang pada tahun 2022 menjadi 1.149 orang pada tahun 2024. Meskipun jumlah
wajib pajak mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi
di wilayah ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya
pemanfaatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi seperti e-Filing, e-
Billing, dan DJP Online, terbatasnya kegiatan sosialisasi perpajakan yang belum
menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta masih kurangnya pemahaman wajib
pajak mengenai ketentuan dan sanksi perpajakan yang berlaku.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah wajib pajak
terdaftar dengan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain
itu, hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan adanya perbedaan temuan
(research gap) terkait pengaruh modernisasi administrasi perpajakan terhadap
kepatuhan wajib pajak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan
wajib pajak, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan. Di sisi lain, variabel
pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan secara
umum dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.
Perbedaan hasil penelitian tersebut mendorong perlunya penelitian lanjutan,
khususnya pada wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi,
dan pendidikan yang berbeda dengan wilayah perkotaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan,
sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak
orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi
kepatuhan wajib pajak orang pribadi di tingkat desa, serta menjadi bahan
pertimbangan bagi otoritas pajak dalam merumuskan kebijakan perpajakan yang
lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Desa
Baumata Timur, yaitu sebanyak 1.149 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan
menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 responden.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak
orang pribadi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berdomisili atau
memiliki kegiatan ekonomi di Desa Baumata Timur, serta pernah melakukan
pelaporan atau pembayaran pajak dalam satu hingga dua tahun terakhir. Data
penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan
skala Likert lima poin.
Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari modernisasi administrasi
perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi
perpajakan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak orang
pribadi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis
regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 28. Sebelum
dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji
reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modernisasi administrasi
perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
orang pribadi di Desa Baumata Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa
kemudahan penggunaan sistem perpajakan berbasis teknologi, seperti e-Filing dan
e-Billing, mampu mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam melaksanakan
kewajiban perpajakannya. Meskipun pemanfaatan sistem modern belum
sepenuhnya optimal, keberadaan sistem administrasi perpajakan yang lebih efisien
dan transparan memberikan dampak positif terhadap perilaku kepatuhan wajib
pajak.
Selain itu, pengetahuan perpajakan juga terbukti berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak yang
memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan umum perpajakan, jenis dan
tarif pajak, serta tata cara pelaporan dan pembayaran pajak cenderung lebih patuh
dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengetahuan perpajakan menjadi
faktor penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab wajib pajak
terhadap kewajiban kenegaraan.
Sosialisasi perpajakan dalam penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif
dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sosialisasi yang
dilakukan oleh otoritas pajak, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun
media informasi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya membayar pajak. Di wilayah Desa Baumata Timur,
sosialisasi perpajakan yang mulai dilakukan secara lebih intensif terbukti mampu
mendorong partisipasi dan kepatuhan wajib pajak.
Selanjutnya, sanksi perpajakan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Keberadaan sanksi yang jelas dan
tegas memberikan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh, sehingga
mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu dan
sesuai ketentuan. Pemahaman wajib pajak mengenai konsekuensi hukum dan
administratif dari pelanggaran pajak menjadi faktor pendorong kepatuhan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan
sanksi perpajakan merupakan faktor-faktor yang secara bersama-sama maupun
parsial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang
pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini memberikan implikasi
bahwa peningkatan kepatuhan pajak di wilayah pedesaan tidak hanya memerlukan
penerapan sistem administrasi yang modern, tetapi juga harus diimbangi dengan
peningkatan edukasi, sosialisasi yang berkelanjutan, serta penegakan sanksi
perpajakan yang konsisten.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur
perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan, serta
menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah dalam
merancang strategi peningkatan kepatuhan pajak yang lebih efektif dan
berkelanjutan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Guru bukan hanya dituntut untuk kreatif di dalam pembelajaran
namun juga kreatif dalam membuat atau menggunakan sarana dan prasarana
yang ada dengan membawah siswa ke dalam situasi belajar yang menyenangkan
dalam pembelajaran dengan memunculkan dan mengembangkan kreativitasnya
dalam mengatasi keterbatasan prasarana dan sarana PJOK.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan
sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan
Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Nunbaun Sabu
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan: Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Negeri Nunbaun
Sabu meliputi 6 buah bola kasti, 1 buah bola kaki, 1 buah bola basket, 2 buah
pemukul bola kasti, 15 buah kuns dan 1 lapangan serba guna. Pendekatan yang
digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, maka
guru melakukan modifikasi sarana, seperti bola kasti dimodifikasi dengan
gulungan kertas, bola kaki menggunakan bola plastik.
Simpulan: Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di SD Negeri Nunbaun Sabu
masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi standar ideal
pembelajaran Penjasorkes. Kreativitas guru sangatlah nampak dari hasil modifikasi
sarana dan prasarana dalam menunjang proses untuk ketercapaian tujuan pembelajaran
penjasorkes
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang
bekerja sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta dalam melaksanakan kewajiban perpajakan,
khususnya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Pajak ini dikenakan atas penghasilan yang diterima
atau diperoleh oleh pegawai, yang pada umumnya dipotong dan disetorkan oleh pemberi kerja kepada
negara. PPh Pasal 21 merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara dari sektor pajak,
sehingga tingkat kepatuhan dalam pelaksanaannya berpengaruh langsung terhadap efektivitas
penerimaan negara dan keberhasilan kebijakan fiskal nasional. Perbedaan karakteristik antara instansi
pemerintah dan perusahaan swasta sering kali menyebabkan variasi dalam tingkat kepatuhan
pelaporan serta penyetoran pajak. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perbandingan
kepatuhan antara pegawai negeri dan pegawai swasta di Kabupaten Sumba Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer
diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan, yakni bendahara Kantor Camat
Kota Waikabubak dan bendahara SD Negeri Dedekadu sebagai representasi pegawai negeri, serta staf
bagian keuangan MR.DIY Waikabubak dan Indomaret Waikabubak sebagai representasi pegawai
swasta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang berfokus pada
pemahaman informan mengenai mekanisme pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21,
serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan. Data yang terkumpul
kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan
menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tingkat kepatuhan bendahara instansi pemerintah (pegawai negeri) dalam pelaksanaan PPh Pasal 21
lebih tinggi dibandingkan dengan bendahara pada sektor swasta.
Pegawai negeri memiliki sistem administrasi perpajakan yang lebih terstruktur karena
menggunakan aplikasi resmi pemerintah seperti GPP (Gaji Pegawai Pusat) yang secara otomatis
menghitung besaran pajak sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, pengawasan internal
dari instansi dan kewajiban pelaporan rutin memperkuat kedisiplinan administrasi pajak di
lingkungan pegawai negeri. Sebaliknya, pada sektor swasta masih ditemukan kendala seperti
kurangnya pemahaman teknis mengenai peraturan perpajakan, keterbatasan tenaga khusus di bidang
perpajakan, serta minimnya pendampingan atau sosialisasi dari pihak otoritas pajak. Akibatnya,
beberapa perusahaan masih mengalami keterlambatan dalam penyetoran dan pelaporan pajak.
Temuan penelitian ini juga mengungkap bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat
kepatuhan wajib pajak antara lain adalah pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan
perpajakan, sistem administrasi yang digunakan, serta adanya sanksi dan pengawasan dari otoritas
terkait.
Di sektor pemerintah, kepatuhan lebih banyak dipengaruhi oleh sistem dan prosedur yang
bersifat wajib serta pengawasan berjenjang, sementara pada sektor swasta, kepatuhan cenderung
dipengaruhi oleh kesadaran dan inisiatif pribadi bendahara atau pihak keuangan perusahaan. Peran
edukasi dan sosialisasi pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terbukti penting untuk
meningkatkan pemahaman dan ketaatan, terutama di kalangan pelaku usaha swasta yang belum
memiliki sistem administrasi perpajakan yang kuat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menegaskan pentingnya peningkatan literasi perpajakan, terutama pada sektor swasta, melalui
pelatihan rutin, pendampingan teknis, dan penguatan sistem pelaporan berbasis elektronik seperti e-
SPT dan e-Filing. Pemerintah juga perlu memperluas cakupan edukasi dan pengawasan pajak agar
terjadi kesetaraan kepatuhan antara sektor publik dan swasta. Dengan demikian, peningkatan
kepatuhan Pajak Penghasilan Pasal 21 diharapkan tidak hanya berkontribusi pada optimalisasi
penerimaan negara, tetapi juga menciptakan sistem perpajakan yang adil, transparan, dan
berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pupuk organik cair dari daun gamal mengandung nutrisi N,P,K,Ca, dan Mg
yang berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair daun
gamal yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica
juncea L.). Jenis penelitian adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dosis yaitu M0 0 ml/polibag, M1 60
ml/Polibag, M2 80 ml/polibag, M3 100 ml/polibag, dan M4 120 ml/polibag.
Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi
tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Selanjutnya,
data dianalisis menggunakan One Way ANOVA 5%. Untuk melihat pengaruh
perlakuan dianalisis menggunakan Analisis varian (Anova) dan untuk melihat
dosis terbaik dianalisis menggunakan uji duncan(DMRT). Hasil penelitian
menunjukan bahwa: Pupuk organik cair daun gamal berpengaruh nyata terhadap
tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair daun gamal terbaik ada
pada perlakuan 60 ml/polibag yaitu tinggi tanaman tertinggi 35,84 cm, jumlah
daun terbanyak 10,68 helai, lebar daun terbesar 15,48 cm,Panjang daun 23,18 cm
dan berat basah tanaman ialah 111,99 gram
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L) Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) adalah salah satu jenis pohon palma yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), lontar ditemukan hampir diseluruh wilayah, termasuk Pulau Timor, Rote, dan Sabu. Pulau Rote bahkan dikenal dengan julukan Nusa Lontar, karena keberadaan pohon ini yang sangat melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar arang aktif tempurung lontar (Borassus flabeliffer L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH (1,1-defenil-2-pikrilhidrazil) dengan menggunkan spektrofotometer UV-VIS. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analyze Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijabarkan dalam bentuk narasi. Berdasarkan nilai IC50 pada produk masker wajah perlakuan F3 tergolong sangat kuat. Antioksidan dari masker wajah dengan penambahan arang aktif tempurung lontar diperoleh nilai IC50 pada F3 dengan nilai IC50 46,62572501, yang menunjukan bahwa F3 adalah formulasi yang paling efektif dalam menangkal radikal bebas. Kata Kunci : Lontar, arang aktif, masker wajah Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT ANTIOXIDANT ANALYSIS OF FACE MASK BASED ON ACTIVE ARCHARGE OF LONTAR (Borassus flabeliffer L) TEMPURES Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) is a type of palm tree that grows in Southeast Asia and South Asia. In Indonesia, especially East Nusa Tenggara (NTT), lontar is found in almost all regions, including Timor, Rote, and Sabu islands. Rote Island is even known as Nusa Lontar, due to the abundant presence of this tree. The purpose of this study was to determine the antioxidant content of face masks made from lontar shell activated charcoal (Borassus flabeliffer L). The method used in this study was the DPPH (1,1-defenyl-2-picrylhydrazyl) method using a UV-VIS spectrophotometer. The data obtained were analyzed by Analyze Of Variance (ANOVA) to determine the effect of the treatment tried. The results of the analysis are presented in tabular form and then described in narrative form. Based on the IC50 value of the F3 treatment face mask product is classified as very strong. Antioxidants from face masks with the addition of activated charcoal of lontar shell obtained IC50 value in F3 with IC50 value 46,62572501, which shows that F3 is the most effective formulation in counteracting free radicals. Keywords : Lontar, activated charcoal, face mask Description *) : Researcher **) : Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kecepatan dan ketepatan shooting merupakan kemampuan
penting dalam sepak bola untuk mencetak gol. Pada Club Putra Sikumana, masih
sering terjadi kesalahan saat pemain melakukan shooting akibat rendahnya akurasi
kecepatan dan ketepatan. Model permainan target dipilih sebagai solusi karena
dapat melatih konsentrasi dan ketepatan sasaran.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Tingkat Kecepatan Dan Ketepatan
Shooting Sepak Bola Melalui Model Permainan Target Pada Klub Putra
Sikumana.
Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan experiment. Subjek penelitian adalah 12 pemain Club Putra
Sikumana. Data dikumpulkan melalui tes shooting dan dianalisis dengan statistic
deskriptif menggunakan SPSS 22
Hasil dan pembahasan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola
Melalui Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana yang berkategori
baik sekali 2 orang atau 13,3%, baik 3 orang atau 33,3%, cukup 2 orang atau
13,3%, kurang 3 orang2
skor adalah 3,20 dengan nilai tengah 3,05 dan mode 3,55. Setelah penerapan
model permainan target.
Simpulan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola Melalui
Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana adalah baik dengan
pertimbangan frekuensi terbanyak berada pada kategori baik ( 33,3%.)
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Game Kahoot Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 13 Kupang Tabun, Y.E)* Nomleni, F.) ** Meha, A.M)** Dalam pembelajaran dikelas VIII SMP Negeri 13 Kupang terdapat kurangnya media pembelajaran berbasis game kahoot karena pembelajaran dikelas guru sering menggunakan buku cetak, gambar dan power point sebagai media ajar sehingga kurangnya minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kupang dengan media pembelajaran berbasis game kahoot. Metode penelitian yang telah digunakan adalah metode eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan uji t dengan bantuan program spss statistik V30. Hasil penelitian yang telah diperoleh nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 68,36 dan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 74,8. Minat belajar siswa dapat meningkat karena pengaruh media game kahoot terhadap minat belajar siswa sehingga media dapat mengubah konsep-konsep yang abstrak dan sulit dibayangkan menjadi sesuatu yang konkret dan nyata. Indikator yang terdapat didalam minat belajar siswa adalah indikator perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan siswa. Seperti siswa dalam belajar materi sistem pencernaan manusia, siswa menonton vidio animasi yang menggambarkan mekanisme sistem pencernaan manusia dan siswa tidak harus membaca buku cetak dan membayangkan mekanisme yang sulit, sehingga pada akhir pemebelajaran siswa juga dapat bermain game yang berisi soal dari materi yang telah dipelajari sebagai evaluasi belajar. Media game kahoot dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kupang. Kata kunci : Media Pembelajaran, Media Game Kahoot, Minat Belajar Keterangan : *) : Penulis **) : Pembimbingxii ABSTRACT Influence of Kahoot Game-Based Learning Media on the Learning Interest of Eighth-Grade Students at SMP Negeri 13 Kupang Tabun, E.Y)* Nomleni, F.) ** Meha, A.M)** In learning in class VIII SMP Negeri 13 Kupang there is a lack of Kahoot gamebased learning media because in class teachers often use printed books, pictures and power points as teaching media so that students' interest in learning is lacking. The purpose of this study is to increase the interest in learning of class VIII SMP Negeri 13 Kupang students with Kahoot game-based learning media. The research method used is the experimental method. The data collection method uses questionnaires and t-tests with the help of the SPSS statistics V30 program. The results of the study obtained an average value of the control class of 68.36 and an average value of the experimental class of 74.8. Student interest in learning can increase because of the influence of Kahoot game media on student interest in learning so that the media can change abstract and difficult to imagine concepts into something concrete and real. Indicators contained in student interest in learning are indicators of feelings of pleasure, interest, attention and student involvement. Like students in learning the human digestive system material, students watch animated videos that illustrate the mechanisms of the human digestive system and students do not have to read printed books and imagine difficult mechanisms, so that at the end of learning students can also play games that contain questions from the material that has been learned as a learning evaluation. Kahoot game media can have a positive and significant effect on the learning interest of class VIII students of SMP Negeri 13 Kupang. Keywords: Learning Media, Kahoot Game Media, Learning Interest Note: *) : Author **) : Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berfokus pada analisis persepsi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) terhadap kewajiban perpajakan di Kecamatan Wanukaka, Kabupaten
Sumba Barat. Pajak merupakan komponen utama dalam sistem keuangan negara yang
berfungsi sebagai sumber penerimaan untuk membiayai pembangunan nasional. Namun,
tingkat kepatuhan pajak di sektor UMKM masih rendah, terutama di wilayah dengan
keterbatasan akses informasi dan literasi perpajakan seperti Kecamatan Wanukaka. Oleh
karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana persepsi, kesadaran, dan
pengetahuan pelaku UMKM memengaruhi kepatuhan mereka terhadap kewajiban perpajakan,
serta kendala dan harapan yang muncul dalam proses pelaksanaannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelaku UMKM terhadap
kewajiban perpajakan, dengan fokus pada aspek kesadaran pajak, kendala kepatuhan,
pemahaman prosedur perpajakan, serta pandangan mereka terhadap manfaat dan keadilan
sistem pajak. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada Teori Kepatuhan Pajak (Tax
Compliance Theory), Teori Persepsi, dan Teori Keadilan, yang menjelaskan bahwa perilaku
wajib pajak dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap keadilan, manfaat, dan efektivitas
sistem perpajakan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Sampel
penelitian terdiri dari 10 pelaku UMKM di Kecamatan Wanukaka yang dipilih secara simple
random sampling. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan, serta diuji validitasnya menggunakan triangulasi sumber, metode,
dan waktu.xviii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Kecamatan
Wanukaka memiliki kesadaran normatif bahwa membayar pajak merupakan kewajiban moral
dan hukum sebagai warga negara. Namun, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti
dengan pemahaman teknis yang memadai mengenai prosedur perpajakan. Sebagian besar
responden menganggap proses administrasi pajak seperti pelaporan Surat Pemberitahuan
(SPT) dan penghitungan PPh Final 0,5% masih sulit dipahami. Rendahnya sosialisasi dari
pihak otoritas pajak, minimnya pendampingan, serta keterbatasan akses informasi menjadi
hambatan utama dalam pelaksanaan kewajiban pajak.
Selain itu, muncul persepsi bahwa pajak masih dianggap sebagai beban, terutama bagi
pelaku usaha kecil dengan omzet yang tidak stabil. Meskipun demikian, para pelaku UMKM
tetap mengakui pentingnya pajak bagi pembangunan daerah. Mereka berharap agar manfaat
pajak dapat dirasakan secara langsung, misalnya melalui peningkatan infrastruktur, dukungan
modal, atau program pemberdayaan usaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor
budaya dan lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku perpajakan. Nilai-nilai
seperti tanggung jawab dan kejujuran menjadi pendorong positif untuk patuh pajak, sementara
pandangan negatif masyarakat mengenai pajak dapat menurunkan motivasi kepatuhan.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting baik secara teoretis maupun praktis.
Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat konsep bahwa kepatuhan pajak tidak hanya
dipengaruhi oleh aspek hukum dan sanksi, tetapi juga oleh persepsi, keadilan, dan kepercayaan
terhadap pemerintah. Secara praktis, temuan ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah
daerah dan Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan efektivitas kebijakan perpajakan
bagi UMKM melalui program edukasi, sosialisasi berbasis bahasa lokal, dan transparansi
penggunaan pajak. Dengan demikian, pendekatan yang menekankan pada edukasi,
pendampingan teknis, dan komunikasi dua arah diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan
serta mendorong kepatuhan pajak yang berkelanjutan di kalangan pelaku UMKM di
Kecamatan Wanukaka.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PEMAHAMAN GENERASI MUDA TENTANG NILAI-NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SABU DI DESA MOLIE KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA Mehi O)** pellu L.H)** Metboki M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Sabu di Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Rumah adat Sabu merupakan warisan budaya yang memiliki makna sosial, religius, dan filosofis yang tinggi, namun di tengah perkembangan zaman nilai-nilai tersebut mulai mengalami pergeseran dan kurang dipahami oleh generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri atas tokoh adat, aparat pemerintah desa, orang tua, dan generasi muda. data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya dalam rumah adat Sabu masih tergolong rendah. Sebagian besar responden mengetahui bentuk fisik rumah adat, namun belum memahami makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti nilai gotong royong, religiusitas, keharmonisan dengan alam, serta penghormatan kepada leluhur. faktor penyebabnya antara lain kurangnya peran keluarga dan tokoh adat dalam pewarisan budaya, serta minimnya pembelajaran budaya lokal di sekolah.Meskipun demikian, sikap generasi muda terhadap pelestarian budaya tergolong positif. mereka menyadari pentingnya melestarikan rumah adat sebagai identitas budaya daerah dan bersedia berpartisipasi dalam kegiatan budaya jika diberikan dukungan. oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan budaya lokal dan mendorong. keterlibatan generasi muda dalam pelestarian rumah adat. .
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul penelitian “Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Keterampilan Keuangan
Terhadap Perilaku Keuangan Pada UMKM’’ (Di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan terhadap perilaku keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Oesapa. Permasalahan yang dihadapi UMKM sering kali berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang kurang optimal, sehingga mempengaruhi keberlanjutan usaha. Pengetahuan keuangan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memahami konsep dasar keuangan, sedangkan keterampilan keuangan berkaitan dengan kemampuan praktis dalam mengelola arus kas, menyusun laporan keuangan, serta mengambil keputusan finansial yang tepat.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei.
Sampel penelitian terdiri dari 33 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kedua variabel independen terhadap perilaku keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih bijak dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sumber daya manusia merupakan aset utama yang sangat berperan dalam menentukan keberliasilan dan keberlangsungan strata organisasi. Organisasi tidak akan mampu berjalan dengan efektif tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki motivast yang tinggi, serta kepuasan dalam menjalankan tugasnya. Dalam konteks lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, kinerja pegawai menjadi salah satu faktor yang sangat penting karena keberhasilan organisasi dalam memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas dan semangat kerja para pegawainya. Motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang membuat seseorang mau dan rela mengerahkan kemampuan, waktu, dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan semangat kerja yang kuat, disiplin, serta tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Menurut Mangkuprawira (2017), motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja seseorang melalui dorongan untuk mencapai prestasi tertentu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun organisasi. Di sisi lain, kepuasan kerja memiliki pengaruh yang tidak kalah penting terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja menggambarkan sejauh mana seseorang merasa senang dan puas terhadap pekerjaannya, baik dari segi gaji, hubungan dengan rekan kerja, lingkungan kerja, maupun peluang pengembangan karier. Robbins (2015) menjelaskan bahwa kepuasan kerja yang tinggi akan menghasilkan perilaku kerja
positif seperti loyalitas, disiplin, dan komitnien yang kuat terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai RRI Kupang yang berjumlah 79 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian (sampel jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki pegawai RRI Kupang, maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Demikian pula dengan variabel kepuasan kerja (X2), yang juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan cenderung bekerja lebih baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan tugasnya. Secara simultan, kedua variabel independen yaitu motivasi kerja (X1) dan kepuasan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, dan sistem penghargaan. Berdasarkan basil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja dan kepuasan kerja yang dimiliki pegawai, maka semakin baik pula kinerja yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Olen karena itu, pihak manajemen RRI Kupang disarankan untuk terus meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pegawai melalui pemberian penghargaan yang adil, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif memperhatikan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kesempatan pengembangan karier yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan kualitas pelayanan dan kinerja lembaga dapat meningkat secara berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan ilmu manajemen number daya manusia, khususnya terkait hubungan antara motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai di instansi pemerintahan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga-lembaga publik lainnya untuk mengembangkan strategi peningkatan kinerja pegawai yang lebih efektif dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi, penerapan sistem pencatatan akuntansi, dan kesiapan pelaku UMKM terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kelurahan Oeba. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan keuangan serta kurangnya kesiapan dalam menerapkan standar akuntansi yang sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kelurahan Oeba yang berjumlah 64 pelaku usaha, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 29.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi, khususnya di Indonesia. UMKM merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pemerataan pendapatan, serta meningkatkan produk domestik bruto. Namun demikian, di tengah peran penting yang dimainkan oleh UMKM, kinerjanya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kompetensi dan karakteristik kewirausahaan pelaku usahanya. Kondisi ini juga dialami oleh UMKM yang berada di Kelurahan Nonohonis, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang mengalami fluktuasi jumlah dan jenis usaha dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana karakteristik dan kompetensi kewirausahaan memengaruhi kinerja UMKM di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden pelaku UMKM di Kelurahan Nonohonis, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik kewirausahaan dan kompetensi kewirausahaan, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja UMKM. Instrumen pengukuran menggunakan skala Likert 1–10 dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 23.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik kewirausahaan maupun kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Secara parsial, karakteristik kewirausahaan berpengaruh positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,274 dan nilai signifikansi sebesar 0,006, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang memiliki rasa percaya diri, berorientasi pada hasil, mampu mengambil risiko, memiliki kepemimpinan yang baik, serta berpikiran ke depan, cenderung memiliki kinerja usaha yang lebih baik. Sementara itu, kompetensi kewirausahaan juga terbukti berpengaruh positif dengan koefisien regresi sebesar 0,250 dan signifikansi sebesar 0,032. Kompetensi ini mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sifat kepribadian yang relevan dengan keberhasilan dalam menjalankan usaha.
Secara simultan, kedua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM, dengan nilai F hitung sebesar 23,735 dan signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Hal ini berarti peningkatan pada karakteristik maupun kompetensi pelaku UMKM secara bersama-sama dapat mendorong peningkatan kinerja usaha mereka. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah:Y = 17,771 + 0,274X₁ + 0,250X₂,di mana Y adalah kinerja UMKM, X₁ adalah karakteristik kewirausahaan, dan X₂ adalah kompetensi kewirausahaan.
Meskipun nilai rata-rata indeks untuk variabel karakteristik dan kompetensi kewirausahaan berada dalam kategori “sedang”, hal ini tetap memberikan sinyal positif terhadap potensi pengembangan UMKM di Kelurahan Nonohonis. Namun, ada beberapa indikator yang memiliki indeks rendah, seperti kemampuan menambah variasi produk dan menciptakan produk unik yang sulit ditiru pesaing. Demikian pula pada aspek kinerja usaha, beberapa indikator seperti penambahan tenaga kerja menunjukkan nilai indeks rendah, menandakan adanya keterbatasan dalam pengembangan skala usaha.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakteristik dan kompetensi kewirausahaan adalah hal yang esensial untuk meningkatkan performa UMKM. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga pendamping usaha diharapkan dapat melakukan pelatihan dan pendampingan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha, tetapi juga akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing UMKM di pasar lokal maupun nasional.
Kontribusi akademik dari penelitian ini adalah penguatan literatur terkait hubungan antara karakteristik dan kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja UMKM dalam konteks daerah rural atau semi-perkotaan seperti Kelurahan Nonohonis. Secara praktis, hasil ini dapat dijadikan dasar oleh stakeholder terkait untuk merumuskan program pemberdayaan yang berbasis pada peningkatan kapasitas pelaku usaha.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan industri makanan dan minuman di kota kupang sangat cepat dan cenderung meningkat setiap tahunnya, hal ini terbukti dari banyaknya pilihan restoran dan kafe yang menawarkan produk sejenis mendorong pelaku usaha untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif agar mampu menarik minat konsumen. Dalam hal ini usaha resto mili dessert salah satu resto yang menjual makanan dan minuman siap saji dengan beraneka ragam dan jenis mengikuti trend dan kemajuan bisnis kuliner sekarang. Untuk meningkatkan minat beli pelanggan, resto Mili dessert cabang oesapa harus membuat kebragaman pada produknya, meningkatkan kualitas bahan baku dan mempertahankan cita rasa khas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keragaman produk, kualitas produk, dan cita rasa terhadap minat beli konsumen pada Resto Mili Dessert Cabang Oesapa. dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Menurut Kotler & Keller (2012:164) melalui model AIDA, ada empat tahapan dalam minat beli antara lain: perhatian (attention), tertarik (interest), hasrat (desire) dan tindakan (action). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Keputusan pembelian dari seorang konsumen, salah satunya Keragaman Produk. Dengan adanya Keragaman Produk, akan mendorong sebuah toko dalam menarik minat seorang pelanggan untuk datang berkunjung dan melakukan pembelian (Trisno et al. 2020). Menurut Tjiptono dan Chandra (2016:115) menyatakan bahwa kualitas produk sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Hubungan kualitas produk dengan minat beli adalah apabila suatu perusahaan telah menghasilkan produk atau jasa dengan mengutamakan kualitas, perusahaan tersebut akan mendapat nilai lebih di mata masyarakat karena perusahaan tersebut sudah terbukti dapat dipercaya. Menurut Drummond & Brefere (2010:3) cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa (taste) makanan tersebut. Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi bau, rasa, tekstur dan suhu.Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, sehingga inovasi pada variasi menu, peningkatan kualitas, dan pengelolaan cita rasa menjadi faktor penting untuk menarik minat konsumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian sebanyak 96 responden yang merupakan konsumen Resto Mili Dessert Cabang Oesapa, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial keragaman produk (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), kualitas produk (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y), dan cita rasa (X3)berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen (Y). Secara simultan, ketiga variabel yaitu keragaman produk(X1), kualitas produk(X2), dan cita ras(X3) berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta ɑ sebesar 4,452 sedangkan Koefesien regresi b1= 0,076, b2= 0,351 dan b3= 0,442. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y 4,452+ 0,076 X1 + 0,351 X2 + 0,442 X3. Hasil uji t untuk hipotetsis pertama yaitu keragaman produk (X1), nilai T hitung 2.902> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,005 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Kualitas Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Kedua yaitu Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Hipotesis kedua kualitas produk (X2), nilai T hitung 2.902> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,005 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Kualitas Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Kedua yaitu Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Dan hipotesis ketiga, nilai T hitung 3.876> T tabel 1,986 dengan tingkat sig.t 0,001 < 0,05. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa persial Cita Rasa (X3) berpengaruh signifikan terhadap Minat beli konsumen (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis Ketiga yaitu Cita Rasa berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Konsumen. Untuk pengujian uji f ditetapkan, F hitung 29.999> 2,70 dengan tingkat sig. F 0,001< 0,05. Maka Ho ditolak Ha diterima, artinya bahwa Keragaman Produk (X1), Kualitas Produk (X2) dan Cita Rasa (X3) berpengaruh signifikan secara bersama- sama terhadap Minat Beli Konsumen (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya koefisien determinasi R2 0,494 atau 49,4%. Hal ini berarti bahwa variabel Keragaman produk (X1), kualitas produk (X2) dan Cita rasa (X) secara bersama- sama mampu menjelaskan variasi Minat Beli Konsumen (Y) adalah sebesar 49,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 50,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, pihak Resto Mili Dessert disarankan untuk terus mengembangkan variasi produk yang menarik, menjaga konsistensi kualitas, serta mempertahankan cita rasa khas yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Kotler dan Keller (2012:325) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Jadi hanya perusahaan dengan kualitas produk paling baik yang akan tumbuh dengan pesat dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari perusahaan yang lain.
Selain unsur produk, Harga Menurut Tjiptono (2014) merupakan satu- satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, tempat, dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya/pengeluaran. Dan harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian suatu produk. Sama halnya dengan variabel produk, harga dan promosi juga mempunyai fungsi yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen dan hal ini akan bermanfaat bagi perusahaan.
Menurut Suryadi (2011:8) promosi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan, memberi pengetahuan dan meyakinkan orang tentang suatu produk agar ia mengakui kehebatan produk tersebut, membeli dan memakai produk tersebut, juga mengikat pikiran dan perasaannya dalam suatu wujud loyalitas terhadap produk. Setelah melihat sisi produk, harga, dan promosi, konsumen juga memperhatikan tempat atau distribusi produk tersebut. Menurut Tjiptono (2014:295) tempat/saluran distribusi merupakan serangkaian partisipan organisasional yang melakukan semua fungsi yang dibutuhkan untuk menyampaikan produk/jasa dari penjual ke pembeli akhir. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi ke tujuan.
Berdasarkan hal ini, perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan konsumen sebagai salah satu faktor terpenting dalam pasar, karena dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen perusahaan dapat memenangkan persaingan pasar. Jika faktor tersebut telah dipertimbangkan oleh perusahaan, maka dapat memberikan manfaat bagi perusahaan salah satunya konsumen akan membuat keputusan pembelian produk.
Salah satu dari faktor tersebut biasanya ada yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Karena sesungguhnya masing- masing konsumen tentu memiliki motif yang berbeda dalam melakukan pembelian sepeda motor. Menurut Kotler dan Amstrong (2014) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh bauran pemasaran terhadap peningkatan penjualan sepeda motor honda pada mutiara timor star di masyarakat kota kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara bauran pemasarn terhadap peningkatan penjualan, peneliti mengunakan Uji analisis regresi linear berganda, Uji persial (Uji T), Uji simultan (Uji F) dan koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian iniyang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara persial produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). Sedangkan secara simultan atau sacara bersana-sama produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) memiliki pengaruh singifikan terhadap peningkatan penjualan. Hal ini dibuktian dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peningkatan penjualan (Y) dengan nilai konstanta sebesar 9.599 sedangkan koefisien b1 = 0,277, b2 = 0,187, b3 = 0,100, b4 = 0,111. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), tempat (X4) terhadap peingkatan penjualan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 9,588 + 0,277X₁ + 0,187X₂ – 0,100X₃ + 0,111X4
Selain itu hasil uji hipotesi pertama yaitu produk (X1) berpengaruh terhadap peningkatan penjualan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel produk (X1) diperoleh T hitung sebesar 7,966 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima yaitu variabel produk (X1) berpengaruh singnifikan terhadap peningkatan penjualan (Y). hasil pengujian yang kedua yaitu harga (X2) peningkatan penjualan (Y). Ditemukan bahwa untuk variabel harga (X2) diperoleh T hitung sebesar 5,127 > 1,985 dan Sig. 0,000 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima.Dengan demikian, Harga berpengaruh signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang ketiga yaitu promosi (X3) terhadap peningkatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar -3,091 < -1,985 dan Sig. 0,003 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Namun karena nilai koefisien regresi bernilai negatif, maka dapat disimpulkan bahwa Promosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Hasil pengujian yang keempat tempat (X4) terhadap peningatan penjualan (Y). Diperoleh T hitung sebesar 2,599 > 1,985 dan Sig. 0,011 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Ini berarti Tempat/Distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Penjualan. Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,770. Hal ini berarti bahwa variabel Produk (X₁), Harga (X₂), Promosi (X₃), dan Tempat/Distribusi (X₄) secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 77,0% terhadap variasi Peningkatan Penjualan (Y), sedangkan sisanya sebesar 23,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT Hoar, M,A.)* Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** Penelitian etnobotani tumbuhan obat di Desa Maktihan, Kecamatan malaka Barat, Kabupaten Malaka bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang di manfaatkan oleh masyarakat Desa Maktihan, Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, cara pengolahan tumbuhan, serta manfaat dari tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakana adalah motode penelitian deskripsi kualitatis dengan teknik porpusive sampling. Tahapan dalama penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan 8 responden informan kunci, dokumentasi tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara, identifikasi tumbuhan obat dan analisis data.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Maktihan terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Persentase organ tumbuhan yang digunakan adalah daun(11%), akar (1%), kulit(5%), Persentase cara pengolah tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional yaitu direbus (11%), dihaluskan(5%), di konsumsi secara langsung (7%). Manfaat tumbuhan obat di desa maktihan adalah untuk menyembuhkan penyakit seperti sistem pencernaan, mual, muntah, kembung, diare, sembelit, dan ganguan lambung. Kata Kunci:. Etnobotani, Tumbuhan Obat, pengolahan Tumbuhan Obat, pemanfaatan, Desa Maktihan Keterangan: *) Mahasiwa **) Dosen Pembimbing ABSTRACT Ethnobotany of medicinal plants used by the community in Maktihan Village, West Malaka District Hoar, M,A.) Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** This research is about the ethnobotany of medicinal plants in Maktihan Village, West Malaka Subdistrict, Malaka Regency. It aims to identify the types of plants utilized by the people of Maktihan Village, which plant organs are used as traditional medicine ingredients, and the benefits of these medicinal plants. This type of research is descriptive research using a purposive sampling technique. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data from the research results were then analyzed using qualitative descriptive analysis in accordance with the research objectives, which will be presented in the form of tables, photos, or images. The results showed that there are 20 types of plants used by the community in Maktihan Village as traditional medicine ingredients. The plant organs used are leaves, roots, and bark. The ways to process these plants for traditional medicine are boiling, grinding, and eating them directly. The people of Maktihan Village more often use herbal preparations by boiling them and then drinking the infusion. The most commonly used part by the Keywords : Ethnobotany of medicinal plants processing and utilization of medicinal plants in Maktihan Village *) Researcher
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PEMANFAATAN NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI BAHAN BAKU GULA CAIR Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorgum (Sorghum bicolour L. Moench) merupakan tanaman serealia yang memiliki daya adaptasi yang luas sehingga dapat dikembangkan di lahan kering atau lahan marginal, membutuhkan air yang relatif rendah serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. Tanaman sorgum mimiliki batang yang menyimpan nira manis. Gula cair merupakan produk yang diperoleh dari proses pengolahan nira setelah melalui proses pemanasan. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan batang sorgum yang digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk alami sehingga tidak adanya nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar gula reduksi, kadar air, pH dan organoleptik pada gula cair dari nira batang sorgum. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium untuk menganalisis kadar gula reduksi, kadar air, uji pH dan uji organoleptik. Hasil yang diperoleh yaitu nira batang sorgum memiliki kadar gula reduksi =0,56%, kadar air =79,26%, pH=5,48. Gula cair memiliki kadar gula reduksi=2,17%, kadar air=19,86%, pH=5,87. Berdasarkan hasil organoleptik, nilai rata-rata tingkat kesukaan terhadap warna=4,15, aroma=3,55 dan rasa yaitu 3,35. Kata Kunci : Gula cair, nira sorgum, tanaman sorgum, Umalor Keterangan : * = Peneliti **)= Pembimbing ABSTRACT Ultilization of Sorghum Stem Sap (Sorghum bicolor L. Moench) as a Raw Material for Liquid Sugar Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) is a cereal crop with a wide adaptability, allowing it to be cultivated on dry or marginal land. It requires relatively low water input and is relatively resistant to pest and disease disturbances. Sorghum plants have stalks that store sweet sap. Liquid sugar is a product obtained from the processing of sap through a heating process. The main problem addressed in this study is the lack of knowledge regarding the processing of sorghum stalks, which are commonly used only as animal feed and organic fertilizer, resulting in the absence of economic value from this plant. Therefore, this study aimed to determine the reducing sugar content, moisture content, pH, and organoleptic properties of liquid sugar produced from sorghum stalk sap. The method employed was descriptive quantitative research with a laboratory experimental approach to analyze reducing sugar content, moisture content, pH value, and organoleptic characteristics. The results showed that sorghum stalk sap had a reducing sugar content of 0.56%, a moisture content of 79.26%, and a pH of 5.48. The liquid sugar produced had a reducing sugar content of 2.17%, a moisture content of 19.86%, and a pH of 5.87. Based on organoleptic evaluation, the average preference scores were 4.15 for color, 3.55 for aroma, and 3.35 for taste. Keywords: Liquid sugar, sorghum sap, sorghum plant, Umalor Notes: *=Researcher **) = Supervis