· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneltian ini dilatar belakangi berdasarka keunikan mahasiswa program studi bahasa inggris dalam belajar. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang. Penelitian ini adalah penelitian gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa bahasa inggris, dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Tema penelitian ini menganalisis gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan dokumentasi. Data dari penelitian ini diperoleh langsung dari siswa. Semua data tersebut dijadikan bahan untuk mendeskripsikan gaya belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar siswa program studi bahasa inggris universitas kristen arta wacana kupang didominasi ciri-ciri gaya belajar visual,auditorial, kinestetik dan faktor yang mempengaruhi gaya belajar. kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya belajar yang paling dominan pada mahasiswa universitas kristen artha wacana kupang adalah gaya belajar auditorial da faktor yang mempengaruhi gaya belajar mahasiswa yaitu kondisi fisik yang baik, lingkungan yang baik, strategi dan metode pembelajaran guru yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa, jeda waktu yang dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami dan mengolah informasi materi dengan baik sehingga gaya belajar dapat dimaksimalkan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam penelitian ini adalah para siswa sangat sukar melakukan pembelajaran lompat tinggi itu di karenakan kurang pembentukan pola gerak dasar yang di terapkan di pendidikan SD sehingga tidak memiliki kelenturan tubuh dalam melakukan gerakan, sarana prasarana yang kurang mendukung sehingga siswa takut dalam melakukan gerakan gerakan lompat tinggi.
Tujuan penelitian: Untuk meningkatkan tinjauan tentang senam ketangkasan atau lompat kangkang terhadap keterampilan gerak lompat jauh di SDN Muken.
Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama 1 (satu) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi
Hasil dan pembahasan: Hasil ini mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran lompat jauh ketika dilakukan sebelum menggunakan variasi gerak senam ketangkasan atau lompat kangkang ternyata banyak siswa yang takut dan ragu-dalam melakukan gerak lompat jauh tetapi setelah menggunakan variasi gerak senam ketangkasan ternyata banyak siswa yang senang dan aktif dalam melakukan gerak lompat jauh hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa yang berlomba-lomba menanti gilirian untuk melakukan keterampilan gerak lompat jauh.
Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjas pada materi lompat jauh sebaiknya guru atau tenaga pendidik harus kreatif dan inovatif mengkombinasikan variasi gerak agar siswa tidak bosan, malas, ragu-ragu dan bahkan takut saat melakukan gerakan karena cedera, seperti halnya mengkombinasikan variasi gerak yang saling menyerupai yaitu variasi gerak senam ketangkasan atau lompat kangkang terhadap lompat jauh.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HIDEGARDIS ASA (18380049). Analisis Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus spp Varietas Berbeda Yang Dibudidayakan Dengan Menggunakan Metode Dan Habitat Berbeda di Perairan Desa Bolok. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ADI N.T. LANGGA S.Pi., M.Sc sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas unggulan penghasil Karaginan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri. Kandungan karaginan berfluktuasi menurut varietas, metode dan habitat budidaya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan menggunakan metode dan habitat berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022, dengan pengambilan sampel dilakukan di Perairan Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat dan Ekstraksi pengujian kandungan karaginan dilakukan di Laboratorium Eksakta UKAW. Terdapat 4 (empat) varietas yaitu varietas tambalang coklat hasil kultur jaringan asal Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas tambalang hijau hasil kultur jaringan asal Semau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok Faktorial. Parameter yang diuji yaitu, kandungan karaginan varietas berbeda, metode berbeda, habitat berbeda dan pengukuran kualitas perairan. Analisis data menggunakan uji sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk varietas, varietas Tambalang hijau hasil kultur jaringan asal Semau memberikan nilai tertinggi yaitu 56.71%, Untuk perbandingan metode, Kappaphycus spp yang dibudidaya dengan metode lepas dasar memberikan kandungan karaginan yang lebih tinggi (rata-rata 56,90%) dibandingkan metode longline. Untuk habitat yang berbeda, Kappaphycus spp yang dibudidaya pada habitat pasir memberikan kandungan karaginan yang lebih tinggi (rata-rata 55,15%) dibandingkan habitat lamun. Hasil ANOVA menunjukan bahwa interaksi antara varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode dan habitat yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kandungan karaginan Kappaphycus spp.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tindak Pidana Perjudian Sabung Ayam permasalahan pokoknya diteliti penulis ialah Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Pidana Sabung Ayam, Bagaimana Modus Pelaku Terjadinya Tindak Pidana Perjudian Sabung Ayam dan Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perjudian Sabung Ayam.
Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui Faktor penyebabkan terjadinya Tindak Pidana Pidana Sabung Ayam, Untuk Mengetahui Modus Pelaku Terjadinya Tindak Pidana Perjudian Sabung Ayam dan Untuk Mengetahui Akibat Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perjudian Sabung Ayam.
Jenis penilitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut.
Hasil penelitian menujukan sebab, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana perjudian sabung ayam:
1. Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana sabung ayam
a. Hobi para terdakwa.
b. Terdakwa mendapatkan keuntungan.
2. Modus pelaku dalam melakukan tindak pidana sabung ayam
a. Terdakwa menelpon temannya untuk melaksanakan sabung ayam.
b. Terdakwa membuka arena perjudian sabung ayam ditempat umum yang bisa dikunjungi oleh masyarakat.
c. Setiap peserta judi sabung ayam yang membawa kendaraan disimpan dirumah Terdakwa.
d. Terdakwa menyediakan semua perlengkapan yang akan dibutuhkan pada saat sabung ayam.
e. Sebelum judi sabung ayam dimulai Para pemilik ayam mencocok kedua ayam terlebih dahulu.
f. Setiap peserta taruhan yang menang wajib menyerahkan uang kemenangan kepada wasit dan terdakwa.
3. Akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana perjudian sabung ayam
a. Terdakwa ditahan.
b. Terdakwa dikenai pidana penjara dan denda serta dibebankan biaya perkara
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SantoEndrikenYami (18380082).AnalisisUsahaPerikanan Tangkapminipurse seine di Desa Ndao Nuse, Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao. Dr.BeatrixM.Rehatta,S.Pi.,M.SidanIr.IzaakAngwarmasse,M.SisebagaiPembimbing I danII.Program StudiManajemen Sumberdaya Perairan,FakultasPerikanandanIlmu Kelautan, UniversitasKristenArtha WacanaKupang.
Usaha penangkapan merupakan satu unit ekonomi yang diperhatikan dalampelaksanaan dengan memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan dan keuntunganyang diperoleh, khusunya usaha penangkapan mini purse seine di Kecamatan NdaoNuse agar dapat berjalan terus. Hadirnya pembeli atau meningkatnya permintaanmasyarakat bahkan tidak sebanding dengan hasil tangkapan nelayan, dilain pihaknelayantersebutmemilikiketerbatasanmodaluntukpengembanganusahaperikananterlebihuntukusahaperikanantangkapmini purseseine.
Metodepenelitianyangdigunakanadalahmetodesurveiyaitudenganmelakukanobservasi,pengamatanlangsunguntukmendapatkandatayangdiperlukan. Data yang digunakandalam penelitian ini merupakan data primer dandata sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangandandatawawancaraterhadap responden denganmenggunakankuisioner.
Hasil penelitian Investasi yang digunakan oleh nelayan di Desa Ndao Nuseuntuk usaha penangkapan mini purse seine, rata-rata yaitu Rp. 398.927.273. Biayainvestasi ini digunakan untuk pembelian kapal, mesin dan jaring (pukat). Besarnyabiaya tetap yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha perikanan tangkap mini purseseineresponden(nelayan)bervariasitergantungkebutuhannya,denganrata-ratasebesarRp.22.134.759,Biayatidaktetapdiperuntukanuntukbiayaoperasionalberupapembelianbahanbakarminyak(BBM),perbekalandanbiayagaji/upahadalah biaya bahanbakar minyak (BBM)yang dikeluarkan rata-rata sebesar Rp.3.109.091,-,Sedangkanbesaranbiayaperbekalanyangdisiapkanrata-ratasebesarRp.
2.652.273. Perhitungan R/C ratio usaha perikanan mini purse seine nelayan DesaNdao Nusedengan rata-rata sebesar 4,55 dan hasil perhitungan ROI (Return OnInvestment) usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Ndao Nuse, maka rata-rata nilai ROI sebesar 35,40% sedangkan hasil perhitungan BEP (Break Even Point)atautitikimpasusahaperikananminipurseseinenelayanDesaNdaoNusemenunjukkan bahwa usaha perikanan tersebut mengalami untung dengan nilai BEPrata-ratasebesarRp.1.683.421.
Dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa NdaoNuse Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao dengan menggunakan analisisROI, R/C Ratio dan Break Event Point (BEP) menunjukan bahwa usaha perikanantangkapminipurseseinediDesaNdaoNuseKecamatanNdaoNuselayakdijalankan,denganpendapatanperbulansebesar2,45%dansangat menguntungkan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi penulis adalah: DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN NIAGA DENGAN MAHKAMAH AGUNG DALAM SENGKETA PENDAFTARAN HAK DESAIN INDUSTRI. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: “Mengapa Pengadilan Niaga Menolak Tetapi Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Niaga Dan Mengabulkan Gugatan Penggugat?” Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui Pertimbangan Hakim Pengadilan Niaga Menolak Tetapi Mahkamah Agung Membatalkan Dan Mengabulkan Gugatan Penggugat. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah. Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulisakan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji dasar pertimbangan hakim pengadilan Niaga menolak gugatan penggugat dan kasasi mengabulkan gugatan pengugat adalah: 1. Dasar Pengadilan Niaga menolak gugatan penggugat adalah : a. Sertifikat pemberian halal penggugat tidak jelas karena tidak ada gambar sesuai dengan desain industri milik penggugat b. Penggugat bukan merupakan pihak yang berkepentingan dalam gugatan 2. Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Niaga dan Mengabulkan Gugatan Penggugat Dalam Sengketa Pendaftaran Hak Desain Industri Yaitu: a. Judex Facti telah salah menerapkan hukum b. Kemasan Tergugat telah ada unsur kebaruan Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi saran sesuai masalah yang dikaji adalah : 1. Hakim dapat mengambil keputusan baik dan cermat, berdasarkan alat-alat bukti, syarat-syarat maupun fakta-fakta dalam pesidangan yang ada dan penerapan hukum. Agar setiap putusan yang diajukan dapat diterima pihak-pihak yang berperkara. 2. Undang-undang nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri dapat dijalankan dengan maksimal bagi pihak-pihak berperkara dalam sengketa desain. Agar selalu konsisten menganalisis segala bentuk kendala dan hambatan-hambatan permasalahan tersebut. Kata Kunci : Putusan Hakim Sengketa Desain Industri
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Tanpa Hak Membawa Senjata Penusuk Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apa motif terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi ? 2. Bagaimana modus yang dilakukan oleh pelaku terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi ? 3. Bagimana akibat hukum terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi terhadap pelaku dan barang bukti ? Tujuan penelitian adalah : 1. untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi. 2. untuk mengetahui modus yang dilakukan oleh pelaku terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi. 3. untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi terhadap pelaku dan barang bukti. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk. sedangkan vaiabel terikat adalah tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana tanpa hak membawa senjata penusuk di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kalabahi adalah : Motif : a. Menjaga Diri, b. Membalas Dendam. 2. Modus : Terdakwa mengkonsumsi minuman keras, b. Terdakwa mengambil senjata penusuk (parang, anak panah dan busur), c. Terdakwa ke jalan raya untuk menahan kendaraan dan membuat keributan. 3. Akibat Hukum : a. Terhadap Pelaku : 1. Pelaku ditahan dan Di penjara, 2. Pelaku membayar biaya perkara, b. Terhadap Barang Bukti : 1. Barang bukti di rampas untuk dimusnahkan.
2. Dikembalikan kepada korban.
Dengan banyaknya kejahatan yang menggunakan senjata penusuk yang sering terjadi maka aparat penegak hukum, masyarakat dengan pihak-pihak lain yang terkait untuk dapat bekerja sama memberikan penyuluhan-penyuluhan hukum secara aktif dan menyeluruh mengenai dampak dari kejahatan dengan menggunakan senjata tajam. Di perlukan peran serta masyarakat luas untuk melaporkan setiap aksi tindak pidana tersebut serta lembaga-lembaga pengawas yang konsisten melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang memiliki senjata penusuk supaya peristiwa tersebut tidak terjadi lagi
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Speech act always done by humans in daily life including in movies. Although it is not a real event, the utterances in a movie are produced naturally. Moreover, Language used can be observed and learned from movies. These is the ground reason of conducting the research under the title“An Analysis of Illocutionary Acts Used by The Main Character in the Movie ‘American Assassin’”. The research problems of this study are: (1) what are the types of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin”?; (2) what is the dominant type of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin” ?. The aims of this research are: (1) to know the types of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin”; (2) to find out the dominant type of illocutionary acts used by the main character in the movie “American Assassin”. This research applied a descriptive qualitative method because the data were the utterances of the main characters in the “American Assassin” movie. The writer analyzed every utterance in the form of words, phrases, clauses, and sentences which utter by the main character in scenes and then divided each utterance into its respective classification of illocutionary act based on the Searle”s theory about illocutionary act and context underlying the utterances by using theory of Holmes. After collected the data, the writer analyzed the data and found out four types of illocutionary acts (representatives, directives, commisives, and expressives) performed by the main character in the movie “American Assassin”. First, representative acts that is statement whether it is true or not, for example: a. “yeah, I’ve figured out a lot about myself”(an agreeing); b. “I thought you were eyes on”(an opining); c. “Here, we are in beautiful Ibiza, Spain” (stating a fact); d. “So, we find Behruz, we find Hurley”(concluding). Second, directives acts is attempts by the speaker to get the hearer to do something, for example: a. “wait a second !”(ordering); b. “what do I need to know about this guy ?”(questioning) ; c. “can I just get two drinks, please?”(requesting); d. “I was gonna suggest we maybe speed this whole thing up ?”. Third, commisive, is speech act that commit the speaker to some future course action, for example: a. “no, thanks. I'm okay”(refusing); b. “I won't, I won't”(promising); c. “okay, I'm going with you”(offering). The last is expressive, is expression that shows psychological state of the speaker, for example: a. “sorry, Mr. Nazir”(apologizing); b. “I'm sorry about your handler.”(condoling). There are 196 data contains illocutionary acts. The representatives are the dominant type of illocutionary acts used by the main character. There are 78 data containing representative acts. Then, the main character used some communication function to conveyed his intention to the hearer, three of them are questioning which is the most frequent of the communication function with 26 data, requesting with 24 data and answering with 13 data.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini adalah Studi Deskriptif Penggunaan Game Online ‘Word Puzzle' terhadap Penguasaan Kosakata Siswa KelasTujuh di SMP N 6 Kupang. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peningkatan siswa dalam menggunakan game online ‘Word Puzzle' terhadap penguasaankosakata mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode kuantitatif yang dijelaskansecarakualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP N 6 Kupang. Jumlah sampel minimal dalam penelitian ini adalah 20 siswa dari total populasi 307 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase nilai pre-test yang diberikan kepada siswa sebelum menggunakan game online ‘word puzzle’ adalah (66%). Sedangkan persentase nilai post-test setelah menggunakan game online ‘Word Puzzle' meningkat menjadi (100%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa respon siswa sangat baik. Mereka sepakat bahwa penerapan game ‘Word Puzzle' meningkat dapat meningkatkan penguasaan kosakata mereka. Analisis data persentase wawancara menunjukkan bahwa (89%) siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar kosakata setelah permainan pencarian kata diterapkan. Penulis menyimpulkan bahwa game online ‘Word Puzzle' dapat meningkatkan kosakata siswa di SMP N 6 Kupang.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini ditulis oleh Ardiati Bere, 17411893, FAKULTAS EKONOMI programstudi manajemen, jalur minat sumber daya manusia, universtitas artha wacanakupang (UKAW). Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Kualitas Dan Fasilitas Layanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pelanggan Di Dealer Suzuki (Studi Kasus Pada Dealer Suzuki Oeba Kupang)”
DalamPenelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Kualitas Layanan dan Keragaman Produk terhadap kepuasan konsumen pada DEALER SUZUKI. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pada Dealer suzuki ,sampel dalam penelitian ini 96 responden konsumen pada dealer suzuki yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuisioner.
Analisis pendahuluan dalam penelitian ini adalah dianalisis dengan menggunakan Deskrif Kualitatif. Analisis lanjutan mengunakan meliputi Regresi linear berganda,uji t, uji f, uji koefisien determinasi. Permasaan regresi linear berganda Y = 3,787+0,0158(X1)+0,719(X2) + e, Hipotesis pertama (H1) ditolak dari hasil perhitungan regresi linear berganda diperoleh dari nilai signifikan untuk pengaruh variabel Kualitas Layanan (X1) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah 0,009< 0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2;100-3-1) = ( 0,025;96 ) =1,984. Berarti nilai t hitung > t tabel ( 2,64743>1,984 ), maka Ha ditolak dan Ho diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
Kualitas Layanan (X1) berpengaruh positif dansignifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada dialer Suzuki, Hipotesis kedua (H2) ditolak dari hasil perhitungan regresi linear berganda diperoleh dari nilai signifikan untuk pengaruh variable Keragaman produk (X2) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah 0,000<0,05 , dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2; 100-3-1) =( 0,025;1,348 )=1,984. Berarti nilai t hitung <t tabel (0,000< 1,984 ), maka Ha ditolak dan Ho diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan (X2) berpengaruh positif dansignifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) pada dialer suzuki. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Kualitas Layanan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada dealer suzuki.
2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Keragaman Produk (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada dealer suzuki.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MEXI MAHENDRA NDUN (16382408) Analisis Pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus Alvarezii) dengan Metode Budidaya Keranjang Jaring di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si,Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si, Ph.D sebagai pembimbing Idan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan danIlmuKelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Rumput laut adalah sumberdaya hayati yang telah dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai mata pencarian, dan beberapa wilayah menjadikan mata pencarian utama.Kecamatan Rote Barat Laut merupakan salah satu Kecamatan yang berada, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao.Rumput laut Kappaphycus alvarezii sudah di budidayakan di Desa Hundihuk sejak tahun 2000.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) yang meliputipertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak , uji T dengan metode keranjang jaring dan tanpa keranjang. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode eksperimen.
Hasil penelitian menunjukan pertambahan berat rumput laut Kappaphycus alvarezii pada akhir penelitian dengan nilai rata-rata tertinggi 263,00gram/hari pada metode dalam keranjang dan 201,08 gram pada metode tanpa keranjang, kisaran pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada metode dalam keranjang berkisar dari 4,10 % hari - 5,48% hari sedangkan metode tanpa keranjang berkisar dari 4,07%/hari – 5,21 %/hari, Pertumbuhan mutlak tertinggi 163,00 gram pada metode dalam keranjang sedangkan metode tanpa keranjang dengan nilai 101,08 gram.Kemudian di lakukan uji anova dimana hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa berat pertumbahan rumput laut dengan menggunakan keranjang jaring memberikan pengaruh sangat nyata, (Thitung ( Ttabel ), 63,840(0,05 terhadap pertumbuhan mutlak rumput laut.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS, DAN AKIBAT HUKUM TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN MASUK KE WILAYAH INDONESIA dengan rumusan masalah yang menjadi penelitian adalah 1). Apa yang menjadi motif Warga Negara Asing melakukan tindak pidana keimigrasian masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi? 2). Bagaimana modus Warga Negara Asing melakukan tindak pidana keimigrasian masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi? 3). Apa akibat hukum dari melakukan tindak pidana keimigrasian berupa masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi? Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tindak pidana keimigrasian yang dilakukan oleh Warga Negara Asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif (descriptive research) sebagai penelitian yang memberikan gambaran atau penjelasan terhadap suatu keadaan atau kejadian sejelas mungkin tanpa ada perlakuan peneliti terhadap objek yang diteliti. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, penelitian normatif sebutan lainnya adalah penelitian doctrinal, sebuah penelitian yang melihat hukum sebagai apa yang dikonsepkan atau apa yang tertulis dalam peraturan-perundangan (law in books)dan menginterpretasikannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Variabel Bebas dan Variabel terikat, yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif modus dan akibat hukum orang asing melakukan tindak pidana keimigrasian berupa masuk tanpa tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi, sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah tindak pidana keimigrasian berupa masuk tanpa tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, studi kepustakaan/studi dokumentasi. Studi dokumentasi/kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan cara menelusuri dan mengumpulkan berbagai dokumen atau bahan pustaka guna mendapatkan data dan informasi untuk kepentingan penelitian Materi dalam skripsi ini juga memberikan informasi mengenai apa yang menjadi motif, modus, dan akibat hukum kepada pelaku pelanggar tindak pidana keimigrasian masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan imigrasi. Hasil penelitian penulis yang menjadi motif terdakwa melakukan tindak pidana Keimigrasian adalah: a) Kunjungan Keluarga; b) Pas Lintas Batas/Izin masuk yang telah habis berlaku; c) Biaya perjalanan yang murah; d) Kegiatan ekonomi; e) Ingin Menikah dengan pasangan di Indonesia; f) Menjadikan Indonesia sebagai tempat transit; g) Melakukan penangkapan ikan secara illegal. Sedangkan yang menjadi modus pelaku dalam melakukan tindak pidana keimigrasian adalah : a) Berjalan kaki melintasi hutan sampai perbatasan; b) Menyeberang menggunakan Speedboat dari Malaysia; c) Mengarahkan kapal masuk ke ZEE Indonesia; d) Membuat dan menggunakan 2 Paspor. Akibat hukum bagi warga Negara Asing yang melakukan tindak pidana keimigrasian adalah : a) Terdakwa ditahan; b) Terdakwa dibebani membayar biaya perkara; c) Terdakwa dijatuhi pidana penjara; d) Terdakwa dikenai denda, dan jika tidak dapat membayar denda tambahan pidana penjara dengan waktu tertentu; e) Barang bukti dikembalikan kepada terdakwa atau dimusnahkan; f) Terdakwa dideportasi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
penelitian ini berjudul “Efektivitas Penggunaan Dana Desa Untuk Membantu Masyarakat Akibat Dampak Covid-19 Di Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka” Pandemi covid-19 berdampak pada turunya perekonomian negara dan menyebabkan banyak masyarakat miskin semakin sulit memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 adalah faktor perekonomian, akibat pandemi ini perekonomian masyarakat menjadi menurun dan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah melakukan fokus anggran dari beberapa anggran yang ada, dan salah satu anggaran yang dilakukan adalah dana desa. Dana desa yang sebenarnya diperuntukan bagi pembangunan dan pengembangan desa, dialihkan menjadi dana bantuan tunai yang dinamakan bantuan langsung tunai dana desa. Dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 dijelaskna bahwa dalam rangka penanggulangan covid-19, penggunaan dana desa diprioritaskan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang diperuntukan bagi masyarakat miskin yang perekonomiannya terdampak wabah covid-19. Persoalan dalam Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bangaimana efektivitas pengunaan dana desa untuk membantu masyarakat akibat dampak covid-19 di Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka dalam upaya membantu perekonomian masyarakat akibat dampak covid-19 dan bagaimana efektivitas pelaksanaan bantuan langsung tunai dana desa di desa Wehali.
Konsep-konsep dari penelitian ini meliputi efektivita penggunaan dana desa dan pelaksanaan bantuan langsung tunai dana desa. Untuk mengukur efektiviasta penggunaan dana desa digunakan analisis menggunakan teori efektivitas menurut Makmur (2015) yaitu ketepatan waktu, ketepatan tujuan, ketepaan sasaran dan ketepatan pilihan, dan ntuk pelaksanaannya sudah tertuang dalam peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan bantuan langsung tunai dana desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan untuk menentukan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi.
Fokus penelitian adalah efektivitas penggunaan dana desa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa efektivitas penggunaan dana desa di Desa Wehali belum dapat dikatakan efektif, terbukti dari tidak tepatnya waktu penyaluran bantuan langsung tunai dana desa kepada masyarakat, kurangnya transparansi pemerintah desa, serta kurang tepatnya sasaran bantuan langsung tunai dana desa, namun manfaat bantuan langsung tunai dana desa sangat membantu, khususnya bagi keluarga penerima bantuan ini
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT Di zaman yang serbamodern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerjadalamperusahaan. Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari SumberDayaManusianya.Sumberdayamanusiayangungguldankompetenpastimenghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik terhadap kinerja karyawan dan pengaruh penempatan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Perum Bulog Kanwil NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat penempatan kerja masih harus disesuaikan dengan keahlian dan keterampilan karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan pada Perum Bulog NTT. Konsep dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja fisik, penempatan kerja karyawan dan kinerja karyawan. Menurut Siagian (2014 : 57) menyatakan bahwa “lingkungan kerja fisikmadalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan”.Menurut Tohardi dalam Priansa (2016:125), menyatakan bahwa penempatan adalah menempatkan pegawai pada pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan atau pengetahuannya atau dengan kata lain proses mengetahui karakter atau syarat-syarat yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tugas.Simamora, (2006:34). kinerja pegawai merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang dapat dilihat secara nyata dengan standar kerja yang telah ditetapkan organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 43 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 43 orang karyawan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesionerpada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui Lingkungan kerja fisik dalam kategori sedang, Penempatan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada pada kategori sedang. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik lingkungan kerja fisik semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan Penempatan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik penempatan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This thesis is entitled: “An Analisys of Dialect Variation In Amanuban. “This study was conducted to answer the problem, namely: what are the factor influences the variation dialect in Amanuban? The method used in this stdy was, descriptive qualitative method. It was used to find out the factors that influences the dialect variation in Amanuban. The subject of this study was the people in Amanuban who live in Kuatnana district, especially in Tetaf sub distict. They were 10 informants as the subject of this study. The instrument used in this study was the tools that used in this study. The obtained data were analyzed by using procedures, such as: collecting, classifying, analyzing and describing. The result shows that: there are 4 factors that influence dialect variation in Amanuban. The factors are as follows: 1). By age: For example: Command: Dodi, om he mait oe he muniu (Dodi, come here to get water to take bath’). Response: Au peh kuk (I’m lazy). 2). By Education: For example: Command: Liat la i suan ka (This child is so naughty) Response: Mau tum haim palen. (Well, we will advice him).3. By Job: For example: Mut nan om neo uis Neno (Surrender your life to God). 4. By Nobinity: For example: Tok neu tok o (Sit down please). Au auba he tunok neo tok o (Sit down please).
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH DEBT TO ASSET RATIO DAN TAX AVOIDANCE TERHADAP COST OF DEBT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR KONTRUKSI DAN BANGUNAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDOSENSIA SELAMA PERIODE 2017-2021” Salah satu bentuk informasi yang sering dipakai dari beberapa informasi adalah laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan. Laporan keuangan disusun bukan saja untuk kepentingan manajemen perusahaan tetapi untuk pihak lain juga yang memepunyai kepentingan dengan data keuangan dalam perusahaan dan untuk mencapai tersebut maka setiap perusahaan yang go publik di Bursa Efek Indoensia diwajibkan melaporkan laporan keuangan tahunan. Dalam laporan keuangan tersebut terdapat laporan laba rugi.Laporan laba rugi adalah laporan yang memberikan informasi mengenai kinerja sebuah perusahaandalam laporan laba rugi terdapat berbagai macam beban dan juga laba, macam-macam laba yaitu laba kotor, laba operasi, laba bersih, laba sebelum pajak dan laba bersih sesudah pajak.Dalam website resmi Bursa Efek Indonesia, termuat data-data perusahaan seperti laporan keuangan yang sudah diaudit dan juga data mengenai perkembangan biaya utang suatu perusahaan yang telah dihitung menggunakan rasio-rasio yang menunjukkan kinerja suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa pengaruh debt to asset ratio dan tax avoidance terhadap cost of debt pada perusahaan sub sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017-2021. Debt to asset ratio dan tax avoidance digunakan sebagai variabel independen dan cost of debt digunakan sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor kontruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Sampel berjumlah 8 perusahaan dengan periode 5 tahun.Metode pemilihan sampel adalah purposive sampling.Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan sumber data menggunakan data sekunder.Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan analisis linear berganda.Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan SPSS 24 for windows. Hasil penelitian ini tidak ditemukan adanya pengaruh debt to asset ratio dan tax avoidance terhadap cost of debt pada perusahaaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2017-2021.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perbankan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif terjadinya tindak pidana perbankan? 2. Bagaimana modusterjadinya tindak pidana perbankan?3. Bagaimana akibat hukum terjadinya tindak pidana perbankan terhadap pelaku dan korban?Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui Motif terjadinya tindak pidana perbankan. 2. Untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana perbankan 3. Untuk Mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana perbankan terhadap pelaku dan korban. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Perbankan.Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Tindak Pidana Perbankan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan makamotif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana perbankanadalah sebagai berikut : 1. Motif : Untuk mendapatkan keuntungan. 2. Modus : Memproses pengajuan permohonan kredit menggunakan nama orang lain, Memalsukan dokumen debitur, merekayasa keuangan bank, mencairkan dana tanpa melakukan pengecekan lapangan 3. Akibat Hukum: Terdakwa ditahan, terdakwa dikenakan pidana penjara dan di kenakan denda.Saran yang penulis berikan adalah pimpinan bank atau pegawai bank serta seluruh nasabah di perbankan harus lebih teliti dalam melakukan tanggung jawab baik itu akan hak dan kewajiban, sehingga sistem kerja di suatu bank lebih terbina dan terpola dengan baik demi menjalankan fungsi bank yang sebagaimana mestinya. Kata Kunci : Motif, Modus, Akibat HukumTindak Pidana Perbankan.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UPAYA GURU PENJASORKES MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BOLA VOLI MELALUI VARIASI BERMAIN BOLA PELASTIK DI SMPN 3 MAMBORO
Dociarto Ario Lende1*, Andreas J. F. Lumba2, Agustinus Jacob Nafie3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, rendahnya hasil belajar materi bola voli para siswa SMPN 3 Mamboro terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah dan juga para siswa SMPN 3 Mamboro masi cenderung monoton oleh karna itu guru berperan dalam membimbing siswa meningkatkan hasil belajar bola voli dan juga memberikan motivasi belajar.
Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar bola voli melalui variasi bemain bola pelastik di SMPN 3 Mamboro.
Metode penelitian: Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)karena dalam penelitian ini merupakan pada upaya pemecahan masalah ataupun perbaikan yang di rancang menggunakan penelitian tindakan kelas yang bersifat lefleftif dan kolaboratif.
Hasil dan pembahasan: Hasil dalam penelitian ini mempunyai dua siklus dan presentase hasil belajar bola voli siklus 1 dan 2, analisis permasalahan siklus 1 dan 2 dan solusi pemecahannya dari dua siklus mempunyai perbedaan siklus 1 siswa masi dalam proses meyempurnakan hasil belajar bola voli sehingga masi banyak siswa yang pempunyai kategori
Cukub baik. Pada siklus dua siswa suda bagus dalam meningkatkan hasil belajar bola voli sehingga mendapatkan kategori baik dan berhasil.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang diuraikan pada bab sebelumnya, diketahui persentase siswa SMPN 3 Mamboro yang tuntas (NA tes Teknik dasar permainan bola voli> 75) pada siklus 1 hanya 67,3%. Namun, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 89,6% pada siklus 2. Hal tersebut menjelaskan bahwa persentase siswa SMPN 3 Mamboro yang tuntas semakin baik setelah siswa diberi tindakan berupa pembelajaran Teknik dasar permainan bola voli melalui variasi bermain bola pelastik.
Katakunci: Meningkatkan hasil belajar bola voli melalui variasi bermain bola pelastik
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah : DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENADAHAN MOBIL. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1) Bagaimana motif pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, 2) Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, 3) Apa akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan mobil terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan mobil terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan Hakim serta peraturan perundang- undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian penulis maka dapat dikatakan bahwa: 1). Motif pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan mobil: Terdakwa mencari keuntungan,Untuk kebutuhan keluarga, 2) Modus pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan mobil: Terdakwa melakukan penadahan mobil, Terdakwa menghubung korban dengan via telepon dan ia datang lihat mobil, terdakwa membeli mobil dengan harga rendah atau harga pasar, terdakwa menjual kembali mobil tanpa dilengkapi dokumen 3) Akibat Hukum terjadinya tindak pidana penadahan mobil terhadap pelaku, korban dan barang bukti : a) Terhadap pelaku tindak pidana: Terdakwa dikenakan penangkapan dan penahanan,Terdakwa di pidana penjara, Terdakwa dibebankan untuk membayar perkara b) Akibat hukum terhadap korban: Memiliki kerugian sebesar Rp 120.000.000,- (Seratu Dua Puluh Juta Rupiah), Memiliki kerugian sebesar Rp 220.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) c) Akibat Hukum Terhadap Barang Bukti : Dipergunakan dalam penuntutan terpisah An. Terdakwa lain, Dikembalikan kepada saksi korban Ledy Feriandi/Nila Mutiara. Adapun saran penulis adalah :1) Dalam hal ini pemangku kebijakan, bahwa pengawasan terhadap penadahan mobil harus dilakukan secara ketat dan rutin agar kiranya tetap meningkatkan kewaspadaan dalam hal penadahan mobil, 2) Para pelaku penadahan mobil, harus memiliki kesadaran untuk tidak melakukan penadahan mobil. Dan Perlunya komitmen, pengawasan dan pemberian sanksi yang tegas bagi para pelaku yang melanggar aturan dalam kasus penadahan mobil
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Dasar Pertimbangan Hakim Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Dalam Perkara Pidana Pengrusakan Barang.
Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Apa dasar pertimbangan hakim Agung membatalkan putusan hakim Pengadilan Negeri dalam perkara pidana pengerusakan barang?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Agung membatalkan putusan hakim Pengadilan Negeri dalam perkara pidana pengerusakan barang. Selanjutnya, manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai bentuk harapan guna memberikan masukan bagi perkembangan ilmu hukum khususnya hukum pidana dan guna membantu penulis dalam memperoleh gelar sajara terkhusunya “serjana hukum” di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim Agung membatalkan putusan Pengadilan Negeri yang menjatuhkan putusan lepas, dikarenakan Hakim Judex Factie salah menerapkan unsur kesalahan terkait subyek yang melaporkan terjadinya tindak pidana pengerusakan barang dan tidak tepat Hakim Judex Factie dalam menerapkan unsur melawan hukum atau melawan hak terkait kepemilikan pohon. Oleh karena itu saran/ rekomendasi penulis terhadap para penegak hukum, terkhususnya, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri agar tidak lagi salah menerapkan unsur kesalahan didalam suatu pertanggungjawaban pidana, sebab unsur kesalahan sangat menentukan seseorang tersebut patut dijatuhi pemidanaan ataukah patut dilakukan penghapusan pemidanaan bagi seseorang yang diduga melakukan tindak pidana khususnya tindak pidana pengerusakan barang dan diharapkan Jaksa Penuntut Umum tidak lagi salah menerapkan unsur melawan hukum pada tindak pidana pengerusakan barang, sebab unsur melawan hukum merupakan unsur yang paling mendasar didalam suatu pertanggungjawaban pidana.
Kata Kunci: Pengerusakan Barang, Putusan Hakim