ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan keragaman hayati. Kekayaan keanekaragaman hayati berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik kosmetik. Dalam penelitian ini sumber hayati yang digunakan adalah tanaman lidah buaya dan tepung beras yang di manfaatkan sebagai masker wajah pembuatan masker wajah dilakukan secara tradisional.Tujuan Penelitian ini mengetahui bagaimana cara pembuatan masker wajah tradisional berbahan dasar tanaman lidah buaya dan tepung beras, dan mengetahui kualitas produk yang dihasilkan .Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, denga mengunakan (RAL) 4 taraf perlakuan yaitu: A0= Kontrol,100g,tepung beras,100g lidah buaya tanpa pemberian air aqua, A1= 200g tepung beras 100g lidah buaya,aqua 100ml, A2= 400g tepung beras,300g,aqua100ml,A3= 400g tepung beras,200g lidah buaya,aqua 100ml.dan parameter uji berupa penentuan nilai pH dan Stabilitas (warna dan aroma) Hasil penelitian ini menjukan bahwa masker wajah tradisional berbahan dasar lidah buaya dan tepung beras memilikinilai pH 6,7 memenuhi persyaratan pH masker wajah, stabilitas yaitu warna dan aroma dilihat dari setiap perlakuan dan penilaian dari setiap panelis berada pada kategori baik nilai warna 3,90 dengan sklah sangat menaerik (A3)sedangkan aroma 3,80 skala sangat menarik s (A2) pembuatan masker wajah tradisional berbahan dasar lidah buaya dan tepung beras layak di gunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan penting yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang baik pangan maupun non-pangan. Pemanfaatan rumput laut kemudian berkembang sebagai bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi, kedokteran, dan industri lainnya.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan sabun padat dari bubur rumput laut serta pengujian organoleptik (warna dan aroma), pH, kadar air serta stabilitas busa.
Hasil penelitian Nilai rata-rata dari warna sabun padat terendah terdapat pada netral (5,20) sedangkan nilai tertinggi yaitu sangat suka (7,54), Nilai rata-rata dari aroma terendah terdapat netral (5,34) sedangkan nilai tertinggi yaitu pada kriteria sangat suka (7,90), Nilai rata-rata kadar air produk sabun padat yang dibuat dari presentase bubur rumput laut Kappahycus alvarezii dan NaOH dengan persentase yang berbeda memiliki rentangan nilai yang berkisar antara 13,85- 17,97%. perlakuan yang menghasilkan nilai pH tertinggi ialah 9,2 dan nilai pH terendah terdapat pada nilai pH 8,5. Nilai rata-rata dari stabilitas busa pada produk sabun padat yang dibuat dari persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan NaOH yang berbeda memiliki rentangan nilai antara 73,55% -89,12%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman tumbuhan yang cukup melimpah yang didalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dengan ragam manfaatnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil adalah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus). Kelompok tenun ikat kaine’e kelurahan Teunbaun Amarasi Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan ekstrak kulit batang nangka untuk menghasilkan warna coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pigmen kulit batang nangka dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan Collorblind assistant. Hasil penelitian menunjukan uji fitokimia positif tanin ditandai dengan adanya perubahan warna coklat menjadi biru kehitaman pada penambahan pereaksi FeCl3. Selanjutnya uji kuantitatif senyawa tanin menggunakan standar asam tanat secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelobang maksimum 789,7 nm didapat nilai regresi y=0,0138x-0,0332 sehingga diperoleh kadar tanin dalam sampel sebesar 40,038 mg/L. Uji stabilitas hasil pewarnaan benang stabilitas sangat baik diperoleh dari ph 3 dengan nilai Red (5,4%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%); suhu 40 0C nilai Red (6,3%), Green (5,1%), dan Blue (8%); dan penyinaran matahari 6 jam nilai Red (4,7%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%). Hasil stablitas baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 4 dengan nilai Red (8,3%), Green (8,4%) dan Blue (14,6%); suhu 60 0C diperoleh nilai stabilitas Red (9%), Green (10,2%) dan Blue (12,1%); dan penyinaran matahari 12 jam diperoleh nilai stabilitas Red (7,2%), Green (8,4%) dan Blue (9,7%). Hasil stablitas cukup baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 5 dengan nilai Red (10,1%), Green (11%) dan Blue (17 %); pada suhu 80 0C diperoleh nilai Red (11,7%), Green (14,6%) dan Blue (15,3).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kappaphycus alvarezzi merupakan salah satu jenis rumput laut yang sering dimanfaatkan dalam industri non-pangan seperti industri farmasi dan kosmetika karena kandungan antioksidannya mampu berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit. Salah satu produk non-pangan yang sering dibuat dari rumput laut ialah produk sabun padat. Studi karakteristik sabun padat yang diproses dengan persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan sari daun kelor (Moringa oliefera, Lamk) yang berbeda dirancang menurut pola percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dikenakan terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor A (Persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezzi) dan Faktor B (Persentase sari daun kelor). Faktor (A) persentase bubur rumput laut terdiri dari 2 taraf yaitu: A1 (10%) dan A2 (15%). Faktor (B) persentase sari daun kelor terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 (10%), B2 (20%) dan B3 (30%) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH sabun berkisar antara 8,95-9,85. Stabilitas busa sabun padat berkisar antara 55,78%- 77,86%. Kadar air pada sabun berkisar antara 13,40%- 15,83% dan tingkat penerimaan panelis pada warna sabun berkisar antara 6,44- 8.00 sedangkan nilai pada parameter aroma berkisar dari 6,70- 8,94 dengan kategori suka sampai kategori sangat suka. Sabun padat yang memenuhi SNI 3532-2016 dan Dragon (1969) ialah sabun padat dari kombinasi perlakuan bubur rumput laut 15% dan sari daun kelor 10%.