Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: profil
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN APUNG DI KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marius Mario Diaz (NIM 15380090). Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikaran dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu sentra pendaratan ikan pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis ikan pelagis yang didaratkan misalnya, tuna sirip kuning, baby tuna, cakalang dan tongkol. Sektor Perikanan merupakan potensi yang paling diunggulkan di Kabupaten Flores Timur. Sektor ini diharapkan akan menjadi salah satu penggerak dan penopang perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2020 bertempat di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode ini peneliti ikut secara langsung ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kejadian dilapangan. Pada penelitian ini peneliti meneliti sembilan (9) orang sebagai responden dalam usaha perikanan bagan apung. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil tangkapan ikan nelayan bagan apung yakni ikan tembang (Sardinella sp) tiap satu kali trip memperoleh hasil tangkapan 5-7 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan teri (Engraulidae) tiap satu kali trip 7-10 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan layang (Decapterus sp) tiap satu kali trip 4-5 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) tiap satu kali trip 3-5 ember dengan harga satuan perkilo gram Rp. 18.000. Pendapatan responden perbulan terbanyak pada ikan teri (Engraulidae) dengan jumlah pendapatan Rp. 15.000.000, terbanyak kedua pada ikan layang (Decapterus sp) Rp. 12.000.000, terbanyak ke tiga pada ikan tembang (Sardinella sp) Rp. 10.000.000 dan terendah pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) Rp. 9.000.000. Profil usaha nelayan bagan apung di Kecamatan Larantuk Kabupaten Flores Timur berdasarkan hasil penelitian pemasaran ikan yang dilakukan oleh nelayan sebagai berikut: 1.)Bagan apung → Nelayan Pole and Line 2.) Bagan apung → Papalele → Pengecer → Konsumen 3.) Bagan apung → PPI Amagarapati → Papalele → Antar Kabupaten → Konsumen 4.) Bagan apung → Konsumen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL SENSORI DAN BAGIAN YANG DAPAT DIMAKAN (BDD) DARI IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DAN JULUNG-JULUNG (Hemiramphus sp.) YANG DIJUAL PASAR OESAPA KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN ERFIN UMBU MONI (1393878). Profil Sensori dan Bagian Yang Dapat Dimakan dari Ikan Kembung (Rastrelliger sp) Dan Ikan Julung-julung (Hemiramphus sp) yang Dijual di Pasar Oesapa Kota Kupang. di bawah bimbingan: YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penentuan kesegaran ikan secara sensori adalah yang paling banyak dikerjakan dalam praktek, terutama di pabrik-pabrik pengolahan ikan karena lebih mudah dan lebih cepat dikerjakan, tidak memerlukan banyak peralatan, serta murah. Cara ini menggunakan panelis atau penguji yang telah terlatih dengan baik. Penentuan kesegaran ikan dengan cara ini sebenarnya lebih banyak pada pengamatan visual, miski pun juga ada kaitannya dengan zat-zat bau yang timbul, perubahan-perubahan kimiawi dan fisikawi. Yang digunakan sebagai tolak ukur pada penentuan cara ini biasanya adalah kenampakan, warna, citarasa atau bau, keadaan jaringan, keseragaman. Para panelis akan membeikan penilaian dan sekor (nilai) pada fakto-faktor tersebut. Biasanya makin tinggi sekor yang diberikan menunjukan makin segar keadaan ikannya. Kesulitan dalam cara ini mungkin terletak pada pemberian sekor (Hadiwiyoto, 1993). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. nilai rata-rata ikan kembung 8,05 menunjukkan bahwa bola mata rata, kornea dan pupil jernih, agak mengkilap spesifik jenis ikan. Nilai rata-rata ikan julung-julung sebesar 8,55 menunjukkan bawah bola mata cembung, kornea dan pupil jernih, mengkilap spesifik jenis ikan. Nilai rata-rata 8,75 ikan kembung menunjukan bahwa warna insang merah tua atau coklat kemerahan, kurang cemerlang dengan sedikit lendir transparan dan nilai rata-rata 8,15 ikan julung-julung menunjukan bahwa warna insang merah tua atau coklat kemerahan, kurang cemerlang dengan sedikit lendir transparan. Nilai rata-rata 8,80 ikan kembung menunjukan bahwa sayatan daging cemerlang spesifik jenis, jaringan daging kuat, dan nilai rata-rata 8,15 ikan julung-julung menunjukan bahwa sayatan daging cemerlang spesifik jenis, jaringan daging kuat. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata dari kedua jenis ikan berbeda-beda, yaitu nilai rata-rata (BDD) pada ikan kembung 49,50%, dan nilai rata-rata (BDD) pada ikan julung-julung 52,17%. Dan kita dapat simpulkan bahwa bagian yang dapat dimakan (BDD) paling berat terdapat pada ikan julung-julung dibandingkan dengan ikan kembung. Kata Kunci : Hemiramphus sp, Rastrelliger sp, profil, Sensori

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PROFIL PELAKU EKONOMI PADA JARINGAN GRABFOOD KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PROFIL PELAKU EKONOMI PADA JARINGAN GRABFOOD KOTA KUPANG Makanan sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, yang menjadi sasaran para pelaku bisnis dan terus mengalami perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu hari demi hari sehingga membuat pelaku bisnis yang bergerak di bidang kuliner selalu bersaing dengan ketat begitupun dalam segi kuliner itu sendiri, para pelaku bisnis tidak akan kalah dalam menciptakan rasa disetiap menu-menu yang mereka tampilkan, sehingga membuat para penikmat wiskul (wisata kuliner) selalu tertarik dengan rasa penasaran inginmencoba segala macam menu yang disajikan. Dan dengan itu pula para pelaku bisnis selalu mengikuti perkembangan setiap saat, serta melakukan pembaharuan, dan melakukan inovasi baru sebagai upaya peningkatan daya tarik bagi para pembeli.Inovasi yang dilakukan berupa beberapa varian rasa seperti snack. Selanjutnya varian menu buat kuliner itu sendiri seperti: Rumah Makan, PKL dan UMKM. Dan itu semua tidak luput dari sistim penjualan yang bersifat ONLINE dengan menggunakan seperti: FB, INSTAGRAM, TWITER, serta media sosial yang lainnya yang mampu menjangkau semua wilayah geografis Indonesia yang tentunya memiliki akses INTERNET. Hal ini dilihat dari Fitur layanan yang tersedia pada aplikasi Grab didalamnya tersedia layanan Grab-Food, yaitu layanan pesan antar (delivery) yang diberikan perusahaan Grab untuk membelikan dan mengantarkan pesanan makanan kepada penggunanya, layanan Grab-Food melibatkan tiga pihak, yaitu pengguna, pihak driver dan restoran. Mekanisme di dalam layanan pada aplikasi Grab pengguna membuka fitur Grab-Food sehingga keluar daftar rumah makan dan restoran serta harga makanan yang kemudian pengguna dapat memilih menu makanan yang ingin dipesan, setelah itu pihak driver membeli dan mengantar makanan kepada pengguna, kemudian pengguna membayar harga makanan bisa secara tunai maupun non-tunai. Jika semua sudah selesai dengan yang dipesan, grab akan mencarikan pengemudi yang berada di sekitar tempat pesanan tersebut. Kegunaan grabfood membantu dan memudahkan pelanggan dalam melakukan pembelian makanan dan minuman dan memudahkan pelanggan tidak perlu ketempat makan untuk membeli makanan dan minuman tentunya tidak menyita banyak waktu pelanggan untuk mendapatkan pesanan yang diinginkan. Masalah ini penting karena: a. Karena sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung usaha/bisnis mereka. b. Dijaman sekarang ini, pemasaran produk dengan menggunakan sistem Online seperti Grabfood akan semakin berkembang, karena kemampuannya untuk menjangkau konsumen lebih besar dibanding pemasaran yang bersifat konvensional (biasa) menjual pada tempat tertentu. c. Dengan mengetahui profil Pelaku Ekonomi maka dapat membantu pemerintah meyiapkan pembinaan yang tepat untuk mendorong pelaku ekonomi terlibat dalam sistem penjualan ONLINE khususnya dan ekonomi digital umumnya. Dari penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan meneliti para pelaku ekonomi yang memasarkan produknya di aplikasi grabfood. Perlu diketahui bahwa Pelaku ekonomi merupakan pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku-pelaku kegiatan ekonomi ini pelaku kegiatan ekonomi tersebut antara lain rumah tangga keluarga, perusahaan, koperasi, masyarakat, dan Negara. Setiap pelaku ekonomi tersebut mempunyai peran yang berbeda, kegiatan ekonomi dan aktivitas yang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa Pelaku ekonomi dapat didefenisikan sebagai individu atau kelompok yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi, baik itu produksi, distribusi, atau konsumsi. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu diketahui banyaknya pelaku ekonomi yang terdaftar di grabfood kota kupang yang berpartisipasi dalam jaringan Grab Food Kota Kupang yaitu berjumlah sebanyak 300 orang penjual yang terdaftar di Grab Food Kota Kupang namun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 23 pelaku ekonomi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh penelitian maka dapat disimpulkansebagai berikut mengenai karateristik responden mengenai jenis kelamin pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak yaitu jenis kelamin perempuan dengan jumlah 13 orang dengan persentase sebesar 56.5%. sedangkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 10 orang dengan nilai persentase sebesar 43.5%. Selanjutnya mengenai Karakteristik responden mengenai Umur pada pelaku ekonomi jaringan grabfood Kota Kupang yang paling bnyak yaitu pada umur lebih dari 46 Tahun didapati jumlah responden sebanyak 7 orang dengan presentase 30.4%. sedangkan yang paling sedikit yaitu pada umur 32 – 38 Tahun dan umur39-45 Tahun didapati jumlah responden sebanyak 3 orang dengan presentase 13%. Selanjutnya mengenai karakteristik responden berdasarkan pendidikan formal pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak tingkat pendidikan yaitu SLTA sederajat berjumlah 15 orang dengan presentase sebesar 65.2%, sedangkan yang paling sedikit yaitu SLTP berjumlah 2 orang dengan presentase sebesar 8.7%. Selanjutnya mengenai karateristik responden mengenai Jenis Usaha pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak pelaku ekonomi yaitu jenis usaha kuliner sebanyak 19 pelaku usaha dengan nilai persentase sebesar 82.6%. Sedangkan jenis usaha rumah makan berjumlah 4 pelaku usaha dengan persentase sebesar 17.4%. Selanjutnya mengenai karateristik responden mengenai jumlah tenaga kerja pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota yang paling banyak yaitu jumlah tenaga kerja sebanyak 1 Orang-5 Orang terdapat 17 pelaku ekonomi dengan presentase sebesar 74%. sedangkan yang paling sedikit yaitu jumlah tenaga kerja sebanyak 6 Orang-10 Orang dan 11 Orang-15 Orang yang masing-masingnya terdapat 3 pelaku ekonomi dengan presentase sebesar 13%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Skala Usaha pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling bnyak skala usaha yaitu pada skala usaha kecil sebanyak 19 pelaku usaha dengan nilai persentase sebesar 82.6%. Sedangkan skala usaha menengah berjumlah 4 pelaku usaha dengan persentase sebesar 17.4%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Lama Kerja Sama pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak lama kerja sama yaitu 1 Tahun 1 Bulan - 2 Tahun sebanyak 12 pelaku ekonomi atau dalam presentase sebesar 52.3%. Sedangkan yang paling sedikit lama kerja sama yaitu 3 Tahun 1 Bulan – 3 Tahun Lama kerja sama yaitu sebanyak 3 pelaku ekonomi atau dalam presentase sebesar 13%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Modal Usaha pada pelaku ekonomi jaringan Grabfood Kota Kupang yang paling banyak yaitu modal usaha Rp.1.000.000-Rp10.000.000 yaitu sebanyak 14 pelaku usaha dengan persentase sebesar 60,9%. Sedangkan yang paling sedikit yaitu modal usaha dari Rp.21.000.000-Rp30.000.000 yaitu sebanyak 1 pelaku usaha dengan persentase sebesar 4,3%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Pendapatan Usaha pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak yaitu pelaku ekonomi yang memiliki pendapatan usaha sebesar Rp.16.000.000-Rp.30.000.000 berjumlah 10 pelaku usaha dengan persentase sebesar 43,5%. Sedangkan yang paling sedikit yaitu pelaku ekonomi yang memiliki pendapatan usaha sebesar Rp.46.000.000-Rp.60.000.000 berjumlah 2 pelaku usaha dengan persentase sebesar 8,7%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan jumlah produksi pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang Untuk Jumlah produksi pelaku usaha yang paling tinggi yaitu ada pada 30/hari – 45/hari yaitu sebanyak 14 pelaku usaha atau dalam persentase sebesar 60,9%. Sedangakan jumlah produksi pelaku usaha yang paling sedikit yaitu ada pada 105/hari - 120/hari yaitu sebanyak 1 pelaku usaha atau dalam persentase sebesar 4.3%. Kata Kunci : Profil Pelaku Ekonomi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KETERAMPILAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS DI SMP NEGERI SATU ATAP BO’A KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN AJARAN 2021/2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROFIL KETERAMPILAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS DI SMP NEGERI SATU ATAP BO’A KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN AJARAN 2021/2022” Nggebu, M, D* Meha, M, A** Manu, L** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di SMP Negeri Satu Atap Bo’a Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao Tahun Pelajaran 2021/2022.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan siswa di SMP Negeri Satu Atap Bo’a.Sampel dalam penelitian ini adalah guru IPA dan 29 orang siswa kelas VIII.Pengumpulan data dilakukan dengan pedoman observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah secara kuantitatif dan dideskripsikan kemudian dihitung persentasenya. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap guru IPA diketahui bahwa keterampilan guru IPA dalam pengelolaan kelas di SMP Negeri Satu Atap Bo’a sudah tergolong dalam kategori baik. Hal ini berdasarkan jumlah skor hasil pengumpulan data siswa yang diperoleh nilai dari 71-85 terdapat 25 siswa dengan persentase 79,3% dan nilai dari 56-70 terdapat 4 siswa dengan persentase 68,75%. Hasil analisis persentase terhadap jawaban responden ditemukan bahwa secara keseluruhan persentase skor capaian untuk standar pengelolaan kelas adalah sebesar 79,3% yang berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru IPA di SMP Negeri Satu Atap Bo’a sudah dapat mengelola kelas dengan baik sesuai standar pengelolaan kelas menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Dari hasil penelitian yang didapatkan peneliti menyimpulkan bahwa profil keterampilan guru dalam pengelolaan kelas di SMP Negeri Satu Atap Bo’a sudah termasuk dalam kategori baik dengan persentase 79,3%. Dimana pada saat proses pembelajaran guru mampu mengelola kelas dengan baik, guru mampu menciptakan kondisi belajar yang optimal dan kondusif seperti guru menunjukkan sikap tanggap, membagi perhatian kepada siswa dengan cara guru menghampiri setiap kelompok diskusi, memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas terhadap siswa pada saat pembelajaran, memberikan penguatan, memberikan teguran ketika siswa tersebut tidak memperhatikan saat guru menjelaskan, memperbaiki tingkah laku siswa yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang menyenangkan serta memiliki keterampilan yang baik dalam membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran, dan membimbing diskusi kelompok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail