ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul: Industri Tambak Garam dengan sub judul: Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Kehadiran Tambak Garam di Jemaat Imanuel Walurede dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Walurede yang ditulis oleh Raganof Miledu Biha. Penelitian ini berfokus pada persoalan ekoteologi yang sejauh mana kehadiran industri tambak garam di jemaat GMIT Imanuel Walurede mempengaruhi keadaan alam dan kehidupan jemaat setempat. Fokus ini muncul dari kenyataan efektifitas kehadiran tambak garam di tengah-tengah jemaat yang sangat mempengaruhi keadaan alam dan kehidupan jemaat dalam bersosialisasi antar jemaat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan ekoteologi Emanuel Gerrit Singgih untuk menganalisis bagaimana pengaruh kehadiran tambak garam dan dapat memberikan sumbangan teologis dan praktis bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehadiran tambak garam tidak serta-merta jemaat memperoleh lapangan pekerjaan, penghasilan yang menetap setiap bulan, pasokan garam yang banyak, tetapi juga terkandung dampak negatif, yaitu kerusakan alam yang membuat struktur tanah tidak subur, ketidakberlanjutan ekonomi dan ketegangan sosial jemaat serta munculnya pembangunan ekonomi yang tidak lagi berjalan seimbang dengan tanggung jawab terhadap ciptaan dan kehidupan sosial jemaat. Nilai-nilai yang terkandung dalam ekoteologi mengajak manusia untuk menghidupi cara mengelola dan juga tawaran dalam memelihara alam. Relevansi nilai-nilai ekoteologi bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede terletak pada panggilan untuk menghidupi nilai-nilai tersebut sebagai tanggung jawab terhadap alam. Gereja diajak untuk menghidupi dan mengajarkan nilai-nilai kepada jemaat serta berpartisipasi dalam pengelolaan alam. Demikian pengelolaan industri tambak garam bukan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi jemaat dalam melestarikan alam, melainkan kehadiran alam dapat dikelola dan dirawat dengan baik menjadi anugerah dari Allah dan bagian tersendiri dalam membangun pertumbuhan ekonomi bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam yang mengandung unsur perjudian sebagai persoalan teologi pastoral dan etika pelayanan gereja. Praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai iman Kristen dan tata kehidupan bergereja, tetapi juga memunculkan krisis kepemimpinan dalam kehidupan persekutuan jemaat. Keterlibatan pelayan gereja dalam praktik ini berdampak pada melemahnya integritas kepemimpinan, terganggunya relasi pelayanan, serta menurunnya kepercayaan jemaat terhadap gereja sebagai komunitas moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kasus, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan majelis jemaat, menafsirkan kasus tersebut secara teologis, serta merumuskan rencana aksi pastoral yang bersifat kontekstual, operasional, dan berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Interpretasi teologis dilakukan dengan merujuk pada teks 1 Samuel 2:11-26 yang menggambarkan krisis kepemimpinan rohani akibat pembiaran terhadap dosa dan kegagalan tanggung jawab pelayan Tuhan. Teks ini menjadi dasar refleksi untuk memahami relasi antara jabatan pelayanan, tanggung jawab etis, dan kehidupan iman pelayan gereja. Kerangka teologi pastoral Howard Clinebell digunakan sebagai landasan untuk menata rencana aksi pastoral melalui fungsi pembimbingan, penopangan, penyembuhan, pemulihan, dan pemeliharaan sebagai proses yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam dipengaruhi oleh kebiasaan sosial yang terinternalisasi, tekanan ekonomi, lemahnya penghayatan jabatan pelayanan sebagai panggilan iman, serta kurangnya pendampingan pastoral yang personal dan berkelanjutan. Dampak dari praktik tersebut terlihat dalam krisis kepemimpinan gerejawi dan kebingungan nilai di tengah jemaat. Oleh karena itu, rencana aksi pastoral difokuskan pada pemulihan majelis jemaat sebagai subjek utama, dengan keterlibatan gereja, jemaat, dan keluarga sebagai ruang pendukung pemulihan iman dan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pastoral tidak dapat berhenti pada teguran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui pendampingan yang menyentuh dimensi personal, relasional, dan struktural, sehingga kepemimpinan gerejawi dapat dipulihkan dan persekutuan jemaat dibangun secara sehat dan bertanggung jawab.