Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: lingkungan hidup
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

INDUSTRI TAMBAK GARAM Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Kehadiran Tambak Garam di GMIT Imanuel Walurede Dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Walurede

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul: Industri Tambak Garam dengan sub judul: Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Kehadiran Tambak Garam di Jemaat Imanuel Walurede dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Walurede yang ditulis oleh Raganof Miledu Biha. Penelitian ini berfokus pada persoalan ekoteologi yang sejauh mana kehadiran industri tambak garam di jemaat GMIT Imanuel Walurede mempengaruhi keadaan alam dan kehidupan jemaat setempat. Fokus ini muncul dari kenyataan efektifitas kehadiran tambak garam di tengah-tengah jemaat yang sangat mempengaruhi keadaan alam dan kehidupan jemaat dalam bersosialisasi antar jemaat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan ekoteologi Emanuel Gerrit Singgih untuk menganalisis bagaimana pengaruh kehadiran tambak garam dan dapat memberikan sumbangan teologis dan praktis bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehadiran tambak garam tidak serta-merta jemaat memperoleh lapangan pekerjaan, penghasilan yang menetap setiap bulan, pasokan garam yang banyak, tetapi juga terkandung dampak negatif, yaitu kerusakan alam yang membuat struktur tanah tidak subur, ketidakberlanjutan ekonomi dan ketegangan sosial jemaat serta munculnya pembangunan ekonomi yang tidak lagi berjalan seimbang dengan tanggung jawab terhadap ciptaan dan kehidupan sosial jemaat. Nilai-nilai yang terkandung dalam ekoteologi mengajak manusia untuk menghidupi cara mengelola dan juga tawaran dalam memelihara alam. Relevansi nilai-nilai ekoteologi bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede terletak pada panggilan untuk menghidupi nilai-nilai tersebut sebagai tanggung jawab terhadap alam. Gereja diajak untuk menghidupi dan mengajarkan nilai-nilai kepada jemaat serta berpartisipasi dalam pengelolaan alam. Demikian pengelolaan industri tambak garam bukan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi jemaat dalam melestarikan alam, melainkan kehadiran alam dapat dikelola dan dirawat dengan baik menjadi anugerah dari Allah dan bagian tersendiri dalam membangun pertumbuhan ekonomi bagi jemaat GMIT Imanuel Walurede.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RITUS B’UI IHI “Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Ritus B’ui Ihi (Penyucian Diri) di Sabu dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Siloam Lobohede”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi berjudul: Ritus B’ui Ihi dengan sub judul: Suatu Tinjauan Ekoteologi Terhadap Ritus B’ui Ihi (Penyucian Diri) di Sabu dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Siloam Lobohede yang ditulis oleh Yunita Apriana Lede, memfokuskan pembahasan pada ritus b’ui ihi di Sabu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ritus b’ui ihi dari perspektif ekoteologi, dengan menyoroti relevansi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, untuk membantu gereja dalam usaha mengatasi krisis lingkungan hidup. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan ekoteologi Leonardo Boff untuk menganalis bagaimana ritus ini dapat memberikan sumbangan teologis dan praktis bagi Jemaat GMIT Siloam Lobohede. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritus b’ui ihi mengajarkan penghormatan terhadap alam sebagai ciptaan Allah, kesadaran akan tanggung jawab ekologis, dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan gereja dan jemaat sebagai bagian dari panggilan iman untuk memelihara ciptaan Tuhan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai-nilai ekologis dari ritus b’ui ihi, gereja dapat berperan aktif dalam mendorong kesadaran ekologis, membangun budaya hidup yang selaras dengan alam, dan memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis lingkungan hidup yang semakin mendesak, khususnya di Jemaat GMIT Siloam Lobohede untuk menyatakan tanggung jawabnya terhadap alam semesta dan seluruh ciptaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TILALAN DAN FUILAN ( Suatu Kajian Ekoteologi Terhadap Kearifan Lokal dari Mitos Tilalan dan Fuilan di Lapangbaru, Desa Kuifana dan Implikasinya bagi Pelestarian Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan di Jemaat Betel Samuru )

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fakta membuktikan bahwa manusia sebagai pelaku kerusakan alam. Keadaan alam yang sudah rusak, menjadi isu penting pada abad ini. Bahkan akibat dari kerusakan alam telah berdampak pada kehidupan manusia. Manusia mengalami berbagai penyakit bahkan hubungan sosial antara sesama menjadi renggang. Manusia cenderung lebih memikirkan tentang dirinya sendiri tanpa memikirkan kebutuhan orang lain dan keberlanjutan alam semesta. Salah satu upaya mengatasi kerusakan alam dan upaya pelestarian alam adalah dengan menggali kearifan lokal. Mitos adalah salah satu kearifan lokal dalam bentuk cerita lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu kepada setiap generasi. Masyarakat lokal di Lapangbaru pun memiliki mitos. Mitos yang masih dipercayai dan di pelihara adalah Tilalan dan Fuilan atau mitos danau Kuifana. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mengelaborasi mitos Tilalan dan Fuilan dan sekaligus menggali serta menemukan kearifan lokal bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Untuk itu yang menjadi pokok permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana terjadinya mitos, makna mitos bagi masyarakat lokal Lapangbaru, dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mitos Tilalan dan Fuilan, bagaimana masyarakat lokal Lapangbaru memaknai mitos dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Keuntungan metode kualitatif adalah peneliti mendapatkan sejumlah informasi baik secara lisan maupun tertulis dari setiap individu, bahkan peneliti diberi kesempatan untuk mengamati segala fenomena yang terjadi termasuk bahasa dan simbol sebagai alat komunikasi yang dimiliki sebagai bagian yang penting dan tidak dapat terpisahkan dari yang diteliti. Subjek dari penelitian adalah anak laki-laki sulung dari sub suku Kalongfala, sebagai keturunan dari Tilalan dan Fuilan. Penelitian berlokasi di Lapangbaru, desa Kuifana kecamatan Abad Selatan, kabupaten Alor. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul akan di analisis dengan menggunakan teori ekoteologi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa mitos Tilalan dan Fuilan memiliki peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya sumber daya air. Air di danau Kuifana perlu dijaga dan dilestarikan, sebab jika tidak demikian, maka danau bisa menjadi kering. Hal ini disebabkan karena kondisi tanah Lapangbaru yang kering dan gersang, serta memiliki curah hujan yang rendah atau beriklim tropis. Dalam upaya konservasi, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat setempat, dan gereja dalam menyusun program strategi yang khas Lapangbaru bagi pembangunan di desa Kuifana, yakni tidak saja berpikir soal pengembangan ekonomi dan pembangunan, tetapi berpikir juga tentang keseimbangan alam supaya tetap ada kehidupan di Lapangbaru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail