ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI MERDEKA Viktor Imanuel Selan*, M. Rambu P. Wasak 2, Vian Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan tradisional lompat tali merdeka adalah permainan anak-anak yang diwarisi turun temurun dan mempunyai banyak variasi permainannya yang pernah dimainkan oleh anak-anak tempo dulu yang tidak diketahui asal usulnya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan karater siswa melalui permainan lompat tali merdeka di SD Inpres Oesapa. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif desskriptif, subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan guru penjas di SD Inpres Oesapa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penerapanya pembentukan karakter anak menggunakan unsur pokok yaitu pemberian pengetahuan tentang nilai-nilai kebaikan melalui permainan tradisional lompat tali merdeka. Simpulan: Permainan tradisional lompat tali merdeka yang menjadi kegiatan rekreasi perlu dipertahankan sehingga menjaga kelestarian nilai-nilai dalam pembentukan karakter yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani. Kata kunci: karakter, permainan , lompat tali merdeka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH MENGGUNAKAN METODE LOMPAT TALI Etwin Imehans Banola1*, Andreas J. F. Lumba2 , Andry Sinlaeloe3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa melalui kegiatan belajar. Lompat jauh menggunakan metode lompat tali bertujuan untuk menggenalkan masalah gerak (movement problem) lompat jauh secara umum khususnya lompat jauh secara tidak langsung, dan cara lompat jauh yang benar ditinjau secara otomatis, memperbaiki sikap lompat jauh serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran siswa. Lompat jauh menggunakan metode lompat tali dalam penjasorkes diharapkan dapat aktif bergerak dalam berbagai situasi dan kondisi yang menyenangkan dan menekankan pada aspek keterampilan, sikap dan pengetahuan siswa. Tujuan penelitian:Untuk mengetahui dan meningkatkan hasil belajar penjasorkes khususnya pada materi lompat jauh yang sesuai dengan siswa kelas VII UPTD SMP Negeri 10 Kupang, yang dapat efektif sehingga dalam materi lompat jauh siswa merasa senang dan materi dapat disampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Metode penelitian:Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena dalam penelitian ini merupakan upaya pemecahan masalah, terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan,observasi,dan refleksi. Hasil dan pembahasan:Penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam proses pembelajaranlompat jauh pada siswa kelas IX UPTD SMP Negeri 10 Kupang. Menggunakan Metode pembelajaran lompat talidapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa baik, dari aspek psikomotorik, kognitif dan afektif.Ketuntasan hasil belajar siswa melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pertemuan terbimbing memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.Hal ini dapat terlihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan peneliti (ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1 dan 2). Pada siklus 1 ketuntasan hasil belajar mencapai 63,93% sedangkan pada siklus 2 ketuntasan hasil belajar mencapai 83,66%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 19,73%. Simpulan:Berdasarkan hasil analisis data refleksi pada setiap siklus, Pembelajaran lompat jauh melalui metode lompat tali dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 19,73% yaitu dari 63,93% (siklus 1) menjadi 83,66% (siklus 2). Pada pembelajaran lompat jauh menggunakan metode lompat tali pada siswa kelas IXA UPTD SMP Negeri 10 Kupang. Katakunci: Hasil belajar; lompat jauh; lompat tali
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan untuk pendewasaan anak itu sendiri. Pengamatan yang
dilakukan di SDN Satap Unina anak-anak saat melakukan pembelajaran penjasorkes khususnya materi lompat jauh anak-anak kelihatan belum mengerti
tentang aturan permainan dan tata cara bermain permainan lompat jauh. Terdapat nilai rata-rata dari 16 siswa yang mencapai nilai 75 ke atas hanya 5 siswa dengan
presentase 31,5% sedangkan 11 siswa lainnya belum mencapai (KKM) 75 dengan presentase 68,5%.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar lompat jauh melalui model pembelajaran lompat tali di SDN Satap Unina.
Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), untuk mengetahui dan menguji coba keterampilan lompat jauh dengan
menggunakan lompat tali. Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian Tindakan Kelas ini berupa catatan tentang hasil pengamatan. Hasil pengamatan
dikumpulkan melalui pengamatan (data Observasi) dan hasil tes siswa.
Hasil dan pembahasan: Pra siklus menunjukan sebanyak 5 siswa (31,5% ) yang tuntas dan 11 siswa (68,5%) yang tidak tuntas. Siklus I menunjukan sebanyak 8
siswa (50%) tuntas belajar dan 8 siswa (50%) belum tuntas belajar, kemudian siklus II menunjukkan sebanyak 16 siswa (100%) dinyatakan tuntas. Oleh karena
itu berdasarkan hasil presentase yang diperoleh terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 100% pada siklus II dibandingkan dengan siklus I.
Simpulan: Dari hasil pengamatan 16 orang siswa pada kondisi awal jumlah siswa yang mencapai nilai KKM 75 baru 5 (31,5%) siswa, dan pada siklus I meningkat
menjadi 8 (50%) siswa, dna siklus II, meningkat menjadi 16 (100%) siswa yang mencapai nilai KKM 75, Sehingga ketuntasan klasikal dalam kelas tersebut sudah
mencapai100% siswa yang tuntas belajar