ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangatlah beragam jenisnya, misalnya pilihan menggunakan angkutan darat,laut,maupun udara. Salah satu pilihan sarana angkutan darat untuk memperrmudah dan mempercepat jarak tempuh adalah dengan menggunakan motor honda. Motor honda merupakan salah satu alternatif kendaraan yang menjadi pilihan masyarakat karena dapat mempermudah dan mempercepat dalam mencapai tujuan, utamanya di dalam kota. (Umar,2016) salah satu industry yang saat ini mengalami perkembangan cukup pesat yaitu industry otomotif, dimana masing-masing industry berusaha menonjolkan bentuk, ukuran,merek dan warna yang menarik pada setiap produknya. Demikian halnya Dealer Mutiara Timor Star Kota Kupang sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan motor Honda yang dalam melaksanakan kegiatannya dihadapkan pada persaingan dengan perusahaan-perusahaan bisnis otomotif lainnya.Dalam upaya meningkatkan penjualannya maka, perusahaan ini senantiasa fokus pada pelayanan terhadap konsumen. Motor Honda sepertinya sudah menjadi tuntutan para pengendara motor Honda terutama pengendara yang tidakmau repot ketika mau memindahkan gigi motornya karena motor ini tidak menggunakan system pemindahan gigi pada motor bebek lainya, melainkan ketika mengendarainya pengendara hanya cukup mengatur gasnya saja,melihat keadaan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai menganalisis factor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian motor Honda pada dealer mutiara timor star kota kupang untuk mencapai tujuanya. Dalam hal ini permasalahan yang muncul adalah para konsumen belum sepenuhnya memahami akan berbagai jenis motor Honda matic sehingga dalam pembelian motor Honda masih mencari pertimbangan-pertimbangan untuk memutuskan pembelian produk tersebut, maka perlu diketahui faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian motor Honda pada Dealer Mutiara Timor Star Kota Kupang tersebut bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yaitu (1) faktor kepribadian,(2) faktor selea,(3) dan faktor pengalaman.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Motor Honda Pada Dealer Mutiara Timor Star Kota Kupang
Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Motor Honda Pada Dealer Mutiara Timor Star Kota Kupang
Pemasaran merupakan cara untuk dapat memperoleh penjualan yang maksimal sehingga produsen dapat mencapai laba yang maksimal pula. Devinisi pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan Dealer Mutiara Timur Star Kota Kupang mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penjualan motor honda. Pemasaran menurut kotler dan keller(2016), yang dimaksudkan, pemasran adalah aktivitas, yang diataur dalam sebuah lembaga dan terjadinya proses menciptakan, mengkomunikasikan, memberikan dan menukar penawaran yang memberikan nilai untuk pelanggan,klien,rekan dan, masyarakat umumnya. Dealer Mutiara timor star kota kupang merupakan salah satu dealer yang bergerak dalam bidang industry otomotif,berupa penjualan dan service sepeda motor merk Honda dikota kupang,dimana dealer ini menjual berbagai jenis motor matic Honda seperti vario,scoopy,beat,dan spacy.
Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini :
1. Kepribadian adalah suatu perpaduan yang utuh antara sikap, sifat, pola piker, emosi serta juga nilai-nilai yang mempengaruhi individu tersebut agar berbuat sesuatu yang benar sesuai dengan lingkungannya.
2. Selera adalah konsumen mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang- barang atau jasa-jasa.
3. Pengalaman merupakan sesuatu yang pernah dialami, dijalani maupun dirasakan yang kemudian disimpan dalam memori seseorang. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna motor honda di kota kupang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel Secara keseluruhan kepribadian, selera dan pengalaman berpengaruh signifikan terhadap keputusan perilaku konsumen dalam menggunakan produk motor Honda pada Dealer Mutiara Timor Star Kota Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisi pengaruh antara kepribadian wirausaha dan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa strata-1 manajemen yang telah dan sedang mengambil mata kuliah kewirausahaan pada stambuk 2012-2013 Universitas Sumatera Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah uji asumsu klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis dibantu dengan SPSS for Windows. Pada uji asumsi klasik tidak terjadi masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepribadian Wirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha, dan Pengetahuan Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Kepribadian Wirausaha dan Pengetahuan Kewirausahaan berpengaruh secara simultan terhadap Minat Berwirausaha
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Strategi adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam katdistribusi. Pengembangan UMKM perlu mendapatkan perhatian yang serius baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Usaha jasa di Kelurahan Oesapa kota kupang tidak lepas dari usaha yang keras di bidang pemasaran. peneliti lebih fokus meneliti UMKM (usaha di bidang jasa) Khusus di kelurahan Oesapa. Alasannya karena ingin mengetahui bagaimana proses perkembangan usaha jasa tersebut dan strategi apa yang akan di gunakan dalam proses pengembangan usaha tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner yang merupakan suatu cara pengumpulan data dengan mengajukan pernyataan secara tertulis kepada responden yaitu usaha jasa kelurahan oesapa. Tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis SWOT, yakni, streangth (kekuatan), weak ness (kelemahan), opportunities (peluang) dan threat (ancaman). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara otomais untuk merumuskan strategi perusahaan atau Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan Matriks Swot yakni, 1) Strategi SO menggunakan kekuatan internal usaha untuk memanfaatkan peluang eksternal. 2) Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal denganmemanfaatkan peluang eksternal. 3) Strategi ST menggunakan kekuatan usaha untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal 4) Strategi WT adalah taktik defensive yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. 1) Aspek Internal Aspek internal merupakan aspek kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada pelaku usaha UMKM bidang jasa (usaha jasa foto copy, usaha Barbershop, pencucian motor,salon kecantikan, dan bengkel motor.) di Kelurahan Oesapa. Kekuatan dan kelemahan di tentukan berdasarkan hasil analisis dan kuesioner pada responden UMKM bidang jasa (usaha jasa foto copy, usaha Barbershop, pencucian motor, salon kecantikan, dan bengkel motor.) di kelurahan Oesapa. Aspek eksternal merupakan aspek peluang dan ancaman yang terdapat pada pelaku usaha UMKM bidang jasa (usaha jasa foto, usaha Barbershop, pencucian motor,salon kecantikan,dan bengkel motor.) di Kelurahan Oesapa. Yang termasuk peluang dalam UMKM bidang jasa adalah lokasi yang sangat startegis, sarana prasarana yang digunakan dalam usaha foto copy dan print. Yang menjadi ancaman dalam UMKM bidang jasa pada umumnya adalah banyak nya pesaingBerdasarkan dari hasil penelitian menggunakan analisis SWOT dalam mengembangkan UMKM dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Faktor internal dan eksternal sangat memberikan dampak dan pengaruh yang besar terhadap perkembangan suatu usaha dikarenakan meliputi faktor penghambat maupun faktor pendukung di dalamnya yang memegang peranan penting bagi perkembangan suatu usaha .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Berdasar informasi dari Kementerian Bagian Data – Biro Perencanaan Kementrian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM memberi berbagai jenis kontribusi, diantaranya adalah kontribusi UMKM terhadap penciptaan investasi nasional, Kontribusi UMKM tehadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, kontribusi UMKM dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dan kontribusi UMKM terhadap penciptaan devisa nasional. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa UMKM merupakan pilar utama (soko guru) perekonomian Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran UMKM sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan UMKM merupakan sesuatu yang penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran UMKM sangat dominan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan UMKM merupakan sesuatu yang penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Sumbangsih UMKM terhadap PDB menjadikan indikator pentingnya UMKM dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Eksistensi dan kinerja UMKM yang semakin menggeliat tersebut bukan tanpa masalah dan kendala. Terdapat beberapa masalah diantaranya dalam perilaku manajemen keuangan para pelaku UMKM. Dalam perilaku manajemen keuangan terdapat beberapa hal yang diduga dapat memengaruhi apakah seseorang akan mengambil keputusan keuangan yang baik atau buruk. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah pengetahuan keuangan. Pengetahuan keuangan merupakan dasar faktor kritis dalam pengambilan keputusan keuangan. Untuk memiliki pengetahuan keuangan maka perlu mengembangkan keterampilan keuangan (financial skill) dan penguasaan alat keuangan (financial tools) (Ida, 2010). Permasalahan utama dalam pengetahuan keuangan yang dialami oleh pelaku UMKM adalah dalam hal penyiapan anggaran. Sebagian besar para pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya (Humaira, 2017). Hal ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh (Wirjono, 2012 menyatakan bahwa kebanyakan pelaku UMKM tidak membuat pembukuan terkait manajemen usahanya. Rendahnya kesadaran pelaku UMKM dalam membuat perencanaan anggaran tidak penting dan dapat diatur dengan mudah. Faktor kedua yang diduga dapat mempengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah sikap keuangan. Umumnya sikap keuangan diartikan sebagai perilaku seseorang individu terhadap uang yang dimiliki. Humaira (2017) berpendapat bahwa kebanyakan para pelaku UMKM tidak mempunyai sikap keuangan yang buruk terh keuangan. Hal tersebut terjadi karena kebanyakkan para pelaku UMKM lebih tertarik untuk membahas ide dan inovasi bisnis dibandingkan berbicara tentang manajemen keuangan. Faktor ketiga yang dapat memengaruhi perilaku manajemen keuangan adalah kepribadian. Kepribadian diartikan sebagai wirausahawan harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam mengelola usahanya, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, memiliki kepemim menghadapi masa depan (Sina, 2014) Memahami aspek kepribadian sering mempengaruhi manajemen keuangan karena menjadi penyebab manajemen yang buruk. Mengacu pada temuan-temuan sebelumnya dipahami bahwa kepribadian merupakan salah satu indikator yang signifikan mempengaruhi perilaku manajemen keuangan. Ida dan Dwinta (2010) menjelaskan pengetahuan keuangan sebagai sebuah teknik untuk membuat keputusan dalam perilaku manajemen keuangan, seperti menyiapkan sebuah anggaran, memilih investasi, memilih rencana asuransi, dan menggunakan kredit adalah contoh dari salasatubketerampilan keuangan. Sedangkan alat keuangan adalah sarana yang digunakan dalam pembuatan keputusan manajemen keuangan seperti cek, kartu kredit, dan kartu debit. Permasalahan dalam hal pengetahuan keuangan yang dialami para pelaku UMKM utamanya adalah dalam hal menyiapkan anggaran. Kebanyakan pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya. Permasalahan pengetahuan keuangan yang selanjutnya adalah dalam hal investasi. Tidak banyak pelaku UMKM yang terjun ke dunia investasi. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, penyebab rendahnya minat pelaku UMKM untuk berinvestasi dikarenakan para pelaku UMKM tidak cukup paham dan bahkan sama sekali tidak tahu mengenai apa itu investasi. Sehingga para pelaku UMKM memilih tidak berinvestasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengetahuan pelaku UMKM tentang investasi masih sangat rendah. Permasalahan pengetahuan keuangan tidak hanya dalam hal anggaran dan investasi saja, dalam hal kredit juga para pelau UMKM juga mengalami kendala. Pengetahuan mengenai kredit para pelaku UMKM masih sangat rendah. Pelaku UMKM tidak begitu paham faktor-faktor yang memengaruhi kelayakan kredit, sehingga sulit bagi pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan modal. Selain itu, banyak pelaku UMKM yang tidak melakukan berbagai pertimbangan saat mengajukan kredit, seperti pertimbangan tingkat bunga pinjaman dan jangka waktu pinjaman. Seharusnya para pelaku UMKM mampu mempertimbangkan berbagai hal pada saat akan mengajukan kredit agar dapat menggunakan kredit secara bijaksana. Kholilah dan Iramani (2013) mendeskripsikan pengetahuan keuangan sebagai penguasaan seseorang atas berbagai hal tentang dunia keuangan alat keuangan dan keterampilan keuangan. Individu dengan pengetahuan keuangan yang memadai akan memiliki perilaku manajemen keuangan yang lebih baik, seperti membayar tagihan tepat waktu, melakukan pembukuan terhadap pengeluaran yang dilakukan setiap bulan, dan memiliki cadangan dana untuk kondisi darurat (Yulianti dan Silvy, 2013). Pengertian sikap keuangan menurut Ningsih dan Rita (2010) sesuai pengertian yang dikembangkan oleh Klontz dkk (2011), yaitu diartikan sebagai keadaan pikiran, pendapat, serta penilaian tentang keuangan. Menurut Jodi & Phyllis (2011) Sikap keuangan adalah kecenderungan psikologis yang diekspresikan ketika mengevaluasi praktik manajemen keuangan yang direkomendasikan dengan beberapa tingkatan kesepakatan dan ketidaksepakatan. Menurut Sina (2014), memahami aspek kepribadian dalam mengelola keuangan dibutuhkan untuk sukses mengelola keuangan karena setiap tipe kepribadian berbeda dalam cara mengelola keuangannya. Setelah dilakukan analisis mendalam, ditemukan beberapa kelemahan dari masing-masing tipe kepribadian yang akan menyebabkan masalah keuangan seperti salah satunya adalah utang yang berlebihan. Berbagai peneliti keuangan juga menemukan bahwa aspek kepribadian juga turut mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam mengelola keuangannya. Para pengguna akuntansi khususnya dalam hal ini pelaku UMKM sudah seharusnya lebih memperhatikan manajemen keuangan pada usaha yang dijalankannya mengingat manfaat dari pengetahuan keuangan dan sikap keuangan yang begitu besar bagi keberlangsungan usahanya. Selain itu, menyiapkan anggaran dapat menjadi modal dasar bagi UMKM untuk pengambilan keputusan-keputusan dalam pengelolahan usaha kecil, antara lain keputusan pengembangan pasar, pengembangan harga, dan dalam hubungannya dengan dan kreditur. Menyiapkan anggaran juga dapat digunakan dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang, mengontrol biaya, mengukur dan meningkatkan produktivitas dan memberikan dukungan terhadap proses produksi. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.9 diatas dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut : Y = 22.320 + 0.142 X1 + 0.290 X2 + 0.528 X3. 1. Pengetahuan Keuangan ( X1 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Pengetahuan Keuangan sebesar 2.175 t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel ( 2.175 > 1,999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,022 dimana nilai signifikansi (0,022 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. 2. Sikap Keuangan ( X2 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Sikap Keuangan sebesar 3.806, t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel (3.806 > 1,999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,038 dimana nilai signifikansi (0,038 0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Sikap Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. 3. Kepribadian ( X3 ) Berdasarkan tabel hasil uji regresi t diatas, maka diperoleh hasil t hitung Kepribadian sebesar 4,581, t tabel = 1,999 sehingga t hitung > t tabel (4,581 > 1.999), hal ini diperkuat dengan nilai sig. 0,034 dimana nilai signifikansi (0,034 0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Kepribadian berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan berkarakter. Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun kenyataannya ialah siswa memiliki karakter yang kurang baik sehingga membutuhkan guru untuk membentuk karakter siswa. Guru sebagai pendidik harus secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam hal ini guru tidak semata-mata mengajar, melaksanakan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Maka dari itu guru harus memenuhi standar profesional atau dengan kata lain guru harus memiliki kemampuan sebagai seorang pendidik, pembimbing, pengajar, dan lain sebagainya. Ada 4 standar kompetensi yang harus dikuasai oleh guru. 2 di antara nya adalah kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian ini. Penalittian ini dilakukan di SMK Negeri 4 Kota Kupang, pada guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebanyak 3 orang dan siswa kelas XI TKJ 1 sebanyak 20 orang. Metode penelitian yang digunakan ialah pengisian angket/kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang kemudian dianalisis. Kuesioner/angket diberikan kepada 3 guru dan 20 orang siswa untuk diisi sesuai dengan apa yang dialami atau berdasarkan kenyataan-kenyataan yang terjadi pada masing-masing siswa tersebut. Hasil penelitian r hitung 0,5890, r table 0,9072, t hitung 2,099, t table 1,734, kontribusi 34,96%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan kompetensi kepribadian dengan kompetensi social guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) terhadap perkembangan karakter siswa di SMK N 4 Kota Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Di dalam organisasi, manusia merupakan salah satu unsur yang terpenting didalam suatu organisasi. Tanpa peran manusia meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan itu telah tersedia, organisasi tidak akan berjalan. Karena manusia merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu organisasi. Oleh karena itu hendaknya organisasi memberikan arahan yang positif demi tercapainya tujuan organisasi. Handoko (2011: 135) menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Setiap perusahaan selalu mengharapkan karyawannya mempunyai kinerja yang baik, karena dengan memiliki karyawan yang kinerjanya baik akan memberikan sumbangan yang optimal bagi perusahaan. Pentingnya Kinerja karyawan dalam perusahaan merupakan salah satu faktor yang diharapkan dapat mendukung tercapainya sasaran, tujuan, visi dan misi perusahaan. Menurut Edison dkk (2017: 188) Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan menurut Kasmir (2016: 182), kinerja merupakan hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode terakhir. Pramono (2019) menjelaskan bahwa kinerja dapat diketahui dan diukur jika individu atau sekelompok karyawan telah mempunyai kriteria atau standar keberhasilan dan tolak ukur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, jika tanpa tujuan dan target yang ditetapkan dalam organisasi, maka kinerja karyawan tidak mungkin dapat diketahui bila tidak ada tolak ukur keberhasilannya. Sehingga upaya untuk meningkatkan kualitas seorang karyawan sangat penting untuk di perhatikan oleh manajemen sumber daya manusia. Maka dari itu tugas manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja karyawan .
Menurut Robbins (2016) menyatakan bahwa tidak di ragukan lagi bahwa sukses suatu organisasi, atau setiap kelompok dalam suatu organisasi sangat tergantung pada kepribadian karyawan. Karyawan yang berhasil adalah yang mampu untuk mengantisipasi perubahan dan sekuat tenaga memanfaatkan kesempatan, memotivasi pengikut untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi, serta mengkoreksi kinerja yang buruk dan mendorong kearah tujuan organisasi. Selain itu Purnamie (2014: 23), juga menjelasakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kepribadian dan kinerja karyawan yang ditunjukkan dengan adanya the big five personality dengan adanya dimensi kepribadian yang mewakili perbedaan individu menjadikan karyawan untuk lebih baik sehingga karyawan dapat menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu dalam menjalankan peran dan tanggung jawab seorang karyawan pada sebuah organisasi tentunya memiliki ragam sikap ditempat mereka bekerja. Antara karyawan satu dengan yang lainnya tidaklah sama dalam mengapresiasikan sikap kerja mereka. Budaya yang dibawa oleh tiap karyawan mempengaruhi karyawan tersebut dalam bersikap. Sikap berisi evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan kerja mereka. Sikap (attitude) adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang, atau perasaan biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap sesuatu. Sesuatu itu bisa benda, kejadian, situasi, orang-orang atau kelompok, kalau yang timbul terhadap sesuatu itu adalah perasaan senang, maka disebut sikap positif. Sedangkan perasaan tidak senang disebut sikap negatif. Kalau tidak timbul perasaan apa-apa berarti sikapnya netral, Sarwono (2009: 201). Objek yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini adalah pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Dimana tugas pokok Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang adalah membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah dan menentukan kebijaksanaan dibidang Pekerjaan Umum serta penilaian atas pelaksanaannya. Dan Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Dinas PU Kabupaten Kupang yaitu sebanyak 60 pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh positif variabel Kepribadian terhadap Kinerja Karyawan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Dan Terdapat pengaruh positif variabel Sikap terhadap Kinerja Karyawan pada Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis variabel kepribadian menghasilkan t hitung = 2.978 > 1.672 dan tingkat Sig. = 0.004 < 0,05. Sedangkan pengujian hipotesis kedua variabel Sikap menghasilkan t hitung = 5.165 > 1.672 dan tingkat Sig. = 0.000 < 0,05. Selnjutnya diperoleh persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 7.940 + 0. 243X1+ 0. 646X2+ e. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif Kepribadian dan Sikap terhadap Kinerja Karyawan. Selanjutnya hasil pengujian secara simultan atau Uji F yaitu dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 15.740 lebih besar dari F tabel 2.769 dan perolehan nilai Sig yaitu sebesar 0.000 < 0,05. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R Square sebesar 0,356 menunjukkan bahwa sebesar 35.6% variabel Kinerja Karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel Kepribadian (X1) dan variabel Sikap (X2). Selain itu selisihnya 64.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.