Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: jemaat.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PATEHALA “Suatu Tinjauan Pastoral Terhadap Tradisi Patehala sebagai Wadah Pastoral Kontekstual bagi Jemaat GMIT Hermon Helangdohi”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manusia dalam kehidupan sosial tidak pernah lepas dari interaksi yang membentuk hubungan, nilai, dan makna. Salah satu bentuk interaksi yang sarat makna ditemukan dalam tradisi Patehala, sebuah kearifan lokal masyarakat Pantar, Alor, yang digunakan dalam penyelesaian konflik antar individu atau kelompok. Tradisi ini menggunakan simbol darah hewan dan pemberian denda sebagai bentuk pengakuan kesalahan, perdamaian, dan pemulihan relasi. Namun, dalam praktiknya, tradisi ini kerap mengalami pergeseran makna, terutama ketika pelaksanaannya tidak dilandasi oleh penyesalan sejati. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Patehala sebagai salah satu ekspresi sosial-budaya masyarakat yang juga adalah bagian dari jemaat GMIT Hermon Helangdohi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan teologis-pastoral serta memanfaatkan teori pendampingan pastoral Jacob daan Engel, penelitian ini mengungkap nilai-nilai seperti pengakuan, pertobatan, pemulihan, dan rekonsiliasi sebagai kontribusi budaya terhadap kehidupan bergereja. Refleksi teologis menunjukkan bahwa meskipun tradisi ini tidak dapat menggantikan karya penebusan Yesus Kristus, nilai-nilainya dapat memperkaya pelayanan pastoral gereja secara kontekstual. Pada akhirnya, Patehala menjadi ruang belajar bagi gereja untuk merawat relasi sosial dan spiritual yang menyeluruh dan menyembuhkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMITRAAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMUDA DAN PERMASALAHANNYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kuasa Doa Orang Beriman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pergumulan hidup tiap-tiap orang, tentunya tidak terlepas dari yang namanya“Doa”. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam Cerita-cerita Teks Alkitab banyak menceritakan tentang cara dan kebiasaan orang Yahudi berdoa sesuai dengan ajaran Taurat. Tentunya Yesus pun sama dalam melakukan hal tersebut. Namun yang menarik ialah, cara dan gaya Yesus dalam cerita teks Markus 11:20-26 menceritakan dengan jelas bagaimana Yesus mengajarkan murid-murid tentang doa dengan suatu pemahaman yang baru tentang cara mereka berdoa. Cerita tentang kutukan Yesus terhadap pohon ara merupakan hal yang mengejutkan bagi para murid. Pohon ara yang tadinya merupakan lambang kejayaan bagi masyarakat Yahudi saat itu, dikutuk Yesus, dan pada akhirnya layu, kering dan mati. Bagaimana tidak, karena pohon ara yang merupakan simbol kehidupan dan jabatan orang Yahudi saat itu dikutuk Yesus begitu saja. Tentunya ada hal penting yang Yesus ingin tunjukan lewat tindakannya dengan menjadikan pohon ara sebagai persamaan dengan kehidupan para Imam dan Ahli Taurat pada saat itu, yang dimana mereka tidak memberi kehidupan bagi banyak orang dengan hanya berdaun lebat namun tidak memiliki buah, dan hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh para Imam dan Ahli Taurat. Mereka hanya menjalankan tugas dan peran mereka secara formalitas tanpa benar-benar hidup dan berbuah bagi sesame mereka dalam hal pelayanan mereka. Mereka hanya sibuk mengajar dan dengan kesombongan memamerkan kesombongan rohaniah mereka didepan umat. Tentunya ada pelajaran penting yang ingin Yesus berikan kepada para murid dan orang-orang Yahudi saat itu. Pertama, hidup harus bersumber pada akar yang menjadi sumber kehidupan bagi Pohon tersebut, dan tentunya dengan mnejadikan Yesus Kristus sebagai akar/sumber kehidupan, pohon itu akan terus hidup dan bertumbuh. Begitu dengan manusia dalam menjalani kehidupannya. Harus terus bergantung pada Yesus sebagai sumber kehidupan mereka. Yang berikut, ialah hidup menghasilkan buah.bukan hidup seperti kebiasaan para Imam dan Ahli Taurat yang hanya bermegah dalam jabatan mereka tanpa memberikan pengajaran yang baik dan benar bagi umat. Tentunya mereka sama saja dengan pohon ara yang tidak menghasilkan buah. Mereka harusnya ditebang dan dibuang kedalam Api, karena mereka tidak memiliki fungsi apa. Kedua, memanjatkan doa dengan keyakinan iman yang teguh pada Allah, yang di dalamnya percaya sepenuhnya kepada Allah bahwa doa tersebut akan terjawab. Ketiga, berdoa dengan tanpa memiliki rasa bimbang dan ragu dalam hati. Keempat, ketulusan hati dalam hal mengampuni. Mengampuni dengan tanpa terkecuali siapapun orang itu. Kehidupan kekristenan dimasa sekarang yang penuh dengan persoalan, tentunya menjadikan orang Kristen semakin setia membangun relasi mereka dengan Allah. Terbukti dalam kehidupan 2 tahun terakhir di tahun 2020 dan 2021, banyak orang Kristen semakin rajin bergereja karena sebelumnya gereja ditutup dari kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Kebijakan ini dikeluarkan dengan bentuk aturan yang dinamakan pembatasan social berskala besar (PSBB), dan juga Perberlakuan pembatasan kegiatan (PPKM) beberapa waktu akibat situasi pandemic Covid-19 yang terus meningkat. Ditambah dengan bencana Siklon tropis badai Seroja yang memporak-poranda sebagian besar wilayah NTT pada bulan April 2021, tentunya memberikan refleksi tersendiri bagi jemaat dalam bergumul dengan kehidupan mereka yang sejatinya mereka bawa dalam doa-doa mereka. Doa, sejatinya tidak hanya dibutuhkan pada saat-saat krisis seperti sekarang dan nasehat Yesus tentang doa sebagaimana dicatat dalam Markus 11:20-26 menjadi sangat penting. Dalam tulisan ini, penulis berupaya untuk mencari dan menemukan bagaimana seharusnya orang Kristen memahami doa-doa mereka dalam menjalani pergumulan hidup mereka yang penuh dengan tantangan dan persoalan. Dengan bertekun dalam doa, pada akhirnya, orang-orang Kristen akan menemukan harapan dan sukacita dalam segala situasi hidup mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail