ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Analisis Kinerja Keuangan Pemrintah DesaRamedue Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua, hasil monitoring dan evaluasi dana Desa Ramedue pada tahun 2018 rasio efektifitas adalah sebesar 92,6 % dalam perhitungan rasio masuk dalam kategori Efektif, dan pada tahun 2029 perhitungan rasio meningkat menadi 100% rasio sangat Efektif, pada tahun 2020 meningkat menjadi 100 % terlihat dalam kategori sangat Efektif, pada tahun 2021 meningkat menjadi 99,7 % masuk dalam kategori Efektif, kemudian Pada tahun 2022 terus meningkat kembali menjadi 100 % Pada dasamya didalam analisis rasio efesiensi diketahui bahwa pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 perhitungan rasio efisiensi berada berada di kategori Efisien sedangkan tahun 2020 menngkat menjadi 105,4 % kategori sangat efesiensi tahun 2021 menjadi 99,3 % masih dalam kategori efisien, kemudian pada tahun 2022 sangat lebih meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 102% terlihat dalam karegori sangat Efisien karena realisasi anggaran belanja teapt sasaran sesuasi yang di rencanakan. Ini menggambarkan kinerja pemerintah Desa Ramedue sudah efisien yang berada di kategori efisien yang kurang dari 1 (satu) atau dibawah 100 (seratus) persen dari tahun ketahun pada tahun 2018/2019 sebesar 35,11% dan pada tahun 2019/2020 tingkat pertumbuhannya sangat tinggi 95,4 %, pada tahun 2021/2022 dalam perhitungan tingkat pertmbuhan sangat sangat tinggi menjadi 99,5 % sedangkan tahun 2022 kembali menurn menjadi 15,97% Prosedur-prosedur pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melibatkan empat jenis strategi, adalah sebagai berikut (Creswell, 2016:267-270): Observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara sistimatis dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang ingin diamati. Observasi yang ingin peneliti lakukan dalam penelitian ini yaitu untuk melihat proses pengelolaan dana desa Ramedue berdasarkan perspektif good governance. Metode ini sangat penting dilakukan guna memberi hasil yang objektif dari penelitian kualitatif dalam melakukan observasi, peneliti merekan dengan cara semi struktur dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang diketaui oleh peneliti kepada informan mengenai objek penelitian. Peneliti juga mencatat aktivitas-aktivitas dan hal-hal lain yang berhubungan dengan objek penelitian dilokasi penelitian. Dokumen-dokumen kualitatif, bisa berupa dokumen publik ataupun dokumen, bisa berupa foto, objek-obje. Dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu: Laporan Alokasi dan Realisasi Penerimaan Dana Desa Ramedue Waktu Pelaporan pertanggungjawaban, yang terdiri dari laporan semesteran, dan laporan tahunan Desa Ramedue Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai analisis kinerja keuangan pemerintah Desa maka dapat ditarik kesimpulan mengenai analisis analisi rasio efektivitas,efesiensi dan pertumbuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Efektivitas Desa Ramedue Kecatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua tahun anggaran 2018 sampai dengan 2022 dilihat dari rasio rata-rata efektivitasnya diperoleh sebesar 81,62 % yang berarti bahwa pemerintah Desa Ramedue dengan anggaran pendapatan asli desa, sudah berhasil merealisasikan pendapatan asli desa. Efisiensi Desa Ramedue tahun anggaran 2018 sampai dengan 2022 dilihat dari rata-rata hasil rasio perhitungan yaitu 86,48% masuk dalam katagori cukup efisiensi yang berarti bahwa pemerintah Desa Ramedue kurang berhasil dalam merealisasikan belanja dengan anggarnnya. Pertumbuhan APBDdes Pemerintah Desa Ramedue tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang cukup baik dan menunjukan yang positif. Kemudian aspek yang menjadi penghambat kinerja keuangan pemerintah Desa Ramedue Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Hawu Mehara adalah Faktor Pengetahuan dan Kualitas SDM. Kata Kunci : Rasio Efektivitas,Rasio Efesiensi,Rasio Pertumbuhan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penerapan otonomi daerah seutuhnya membawa konsekuensi logis berupa pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah berdasarkan manajemen keuangan yang sehat. Oleh karena itu diperlukan system pengeloloan keuangan daerah yang baik dalam rangka mengelola dana APBD secara transparan efisien, efektif dan akuntabel. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja pemerintah kabupaten dalam mengelola keuangan daerahnya adalah melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan dan dilaksanakan ( Halim,2017:231).
Kinerja keuangan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakn untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas kinerja keuangan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut Sucipto (2013) pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran – ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba, kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam meneglola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Kabupaten Sumba Barat tahun 2017 – 2020
Ada pun persoalan dalam penelitian ini yaitiu : Bagaimana pemerintah daerah dilihat dari Rasio Kemandiriran, Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio Efektivitas. Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio Efisiensi, Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio keserasian, Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio pertumbuhan. Metode dalam penelittian ini adalah dokumentas. Adapun hasil dari penelitian ini :
Untuk Rasio kemandirian Pemerintah Kab. Sumba Barat yang diukur dalam 4 tahun, dimana untuk tahun 2017 rasio kemandirian sebesar 14,2%, yang termasuk dalam kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%, untuk tahun 2018 rasio kemandirian mengalami penurunan menjadi 12,1%, yang juga masih termasuk dalam kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%, untuk tahun 2019 rasio kemandirian kembali mengalami penurunan menjadi 11,8% yang juga masih termasuk dalam kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%, dan untuk tahun 2020 rasio kemandirian kembali mengalami penurunan menjadi 9,1%, yang termasuk dalam Kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%.
Rasio Kemandirian yang masih rendah menggambarkan kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kab. Sumba barat dalam membiayai pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah masih sangat tergantung bantuan dari pemerintah pusat. Jadi Kemandirian Keuangan Pemerintah Kota Medan secara keseluruhan dapat dikatakan masih rendah, hal ini menggambarkan bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern masih sangat tinggi. Daerah belum mampu mengoptimalkan PAD untuk membiayai pembangunan daerahnya.
Kesadaran dan partisipasi masyarakat akan pembayaran pajak dan retribusi juga salah satu hal yang menyebabkan PAD yang dihasilkan Pemerintah Kab. Sumba barat sedikit dan belum bisa dapat diandalkan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.
Rasio efektivitas atas pendapatan daerah untuk tahun 2018 sampai tahun 2020 berfluktuatif, untuk tahun 2018 rasio efektivitas sebesar 103,1%, yang termasuk dalam kategori sangat efektif karena berada diatas 100%. Pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 82,6% dan termasuk dalam kategori cukup efektif karena berada pada 75%-89%, dan untuk tahun 2020 kembali mengalami peningkatan menjadi 104,1%.
Untuk rasio efektivitas pemerintah daerah Kab. Sumba Barat adalah sangat baik, hal ini tentu dipengaruhi oleh realisasi pendapatan yang lebih besar dari anggaran setiap tahunnya.
Rasio efisiensi untuk pemeritah daerah Kab. Sumba Barat tergolong tidak efisien dikarenakan jumlah belanja yang tinggi dan tidak seimbang dengan jumlah pendapatan deerah, Dengan meningkatnya rasio efisiensi atas pendapatan Pemerintah Daerah Kab. Sumba Barat menunjukan bahwa kinerja dari pendapatan daerah Kab. Sumba Barat mengalami penurunan karena besarnya belanja yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Kab. Sumba Barat untuk meningkatkan Pendapatan Daerah Kab. Sumba Barat. Untuk tingkat rasio belanja modal untuk tahun 2017 sampai tahun 2020 mengalami peningkatan. Untuk pengeluaran dana yang dilakukan oleh pemerintah Kab. Sumba barat untuk tahun 2017 sampai tahun 2020 masih dapat dikatakan cukup baik, hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Kab. Sumba barat dalam pembelanjaan modal cukup mampu dalam menjalankan kegiatan untuk kebutuhan pembangunan daerah tersebut.
Rasio pertumbuhan untuk tahun 2018 terbilang cukup baik, namun pada tahun 2019 dan 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan daerah yang terjadi pada pemerintah Kab. Sumba Barat untuk tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan yang signifikan, hal ini terjadi dikarenakan kurang maksimalnya jumlah pendapatan yang diterima Pemerintah Kab. Sumba Barat.
Dapat disimpulkan bahwa Rasio kemandirian pemerintah Kab. Sumba Barat terus mengalami penurunan dari tahun 2017 – 2020, hal ini mengindikasikan bahwa Kemandirian Keuangan Pemerintah Kab. Sumba Barat secara keseluruhan dapat dikatakan masih rendah, hal ini menggambarkan bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern masih sangat tinggi
Daerah belum mampu mengoptimalkan PAD untuk membiayai pembangunan daerahnya.Untuk rasio efektivitas pemerintah daerah Kab. Sumba Barat adalah sangat baik, hal ini tentu dipengaruhi oleh realisasi pendapatan yang lebih besar dari anggaran setiap tahunnya Untuk rasio efisiensi pemerintah Kab. Sumba Barat tergolong tidak efisien dikarenakan pendapatan daerah yang tidak seimbang denagan anggaran belanja daerah atau belanja daerah lebih besar dari pendapatan Kab. Sumba Barat.
Untuk rasio belanja modal pemerintah Kab. Sumba Barat tegolong cukup baik karena berada diatas 20% dan rasio pertumbuhan pemerintah Kab. Sumba Barat tergolong kurang baik karena mngalami penurunan yang cukup sigifikan khususnya pada tahun 2019 dan 2020.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian, Rasio Efektifitas, Rasio Efesiensi, Rasio Keserasian Dan Rasio Pertumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan keungan daerah terhadap kemandirian daerah kabupaten kupang tahun 2016-2020 yang dilihat dari 3 komponen pengelolaan keuangan daerah yaitu : rasio efektivitas, rasio efesiensi dan rasio kemandirian, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan kinerja pengelolaan keuangan daerah terhadap kemandirian daerah Kabupaten Kupang dilihat dari rasio efektivitas pada tahun 2019-2020menunjukkan bahwa rasio efektivitas yang diukur dengan akun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan akun realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga hasil analisis yang di peroleh dengan menunjukan hasil rasio efektivitas yang dihasilkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang pada tahun 2016 sebesar 74,22%, tahun 2017 sebesar 83,86%, tahun 2018 sebesar 77,63%, tahun 2019 sebesar 59,89%, dan tahun 2020 sebesar 73,37%. Berdasarkan tabel diatas rata-rata rasio efektivitas dari tahun 2016-2020 sebesar 73,79% sesuai dengan kriteria rasio efektivitas ini terletak pada kurang dari 75% (<75%) yang berarti dari realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum sesuai atau kurang dari target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dilihat dari rasio efesiensi dari tahun 2016-2020 semakin rendah rasio efesiensi dan presentase yang dicapai kurang dari 100% (<100%), maka kemampuan daerah dikatan efesiensi atau semakin baik untuk pertumbuhan daerah Kabupaten Kupang.
Sedangkan dilihat dari Rasio Kemandirian pengelolaan keuangan daerah pada tahun 2016-2020 bersifat intruktif (rendah sekali) karena peran pemerintah pusat lebih dominan dari pada pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerah Kabupaten Kupang yang artinya pemerintah daerah belum mandiri dalam melaksanakan urusaan otonomi daerah.
Berdasarkan hasil analisis pengelolaan keuangan daerah terhadap kemandirian daerah Kabupaten Kupang pada Kantor Dinas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang perlu mempertahankan dan meningkatkan realisasi PAD Kabupaten Kupang, dan dari hasil perhitungan rasio efektivitas pada Dinas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang tidak efektif atau kurang efektif, hasil perhitungan rasio efesiensi pada Dinas Badan Pendaptan Daerah Kabupaten Kupang efesiensi, hasil perhiutngan rasio kemandirian pada Dinas Badan Pendaptan Daerah Kabupaten Kupang intruktif dimana peranan pemerintah pusat lebih dominan daripada pemerintah daerah.
Oleh karena itu Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang harus terus menjaga dalam meningkatkan realisasi penerimaan PAD pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Peneltian ini berjudul”Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja Pada Koperasi Kopdit Solidaritas Kota Kupang”,Bagaimana Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang.
Efisiensi pengelolaan modal kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio likuiditas terdiri dari limarasio perhitungan diantaranya, Modal Kerja Bersih, menunjukkan nilai yang semakin meningkat nilainya setiap tahun. Rasio Lancar, menampilkan nilai cenderung mengalami penurunan pada setiap tahunnya.Rasio Kas, menunjukkan jumlah nilai dan hasil yang tidak menetap, meningkat, menurun dan meningkat lagi.Rasio Cepat, menunjukkan nilai yang cenderung menurun dan Rasio Modal Bersih terhadap total aset, menunjukkan hasil yang tidak tetap mengalami fluktuasi setiap tahunnya.
Efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio Aktivitas terdiri dari lima rasio perhitungan dan hasil analisinya diantaranya, Perputaran Total, menunjukkan perputaran aktiva yang lambat dan menurun menunjukkan adanya komposisi jumlah aktiva kurang efisien. Perputaran Modal Kerja, menampilkan peningkatan dan nilai yang tetap.Perputaran persediaanmenunjukkannilai yang menurun setiap tahunnya dan Persediaan rata-rata menampilkan indeks kemajuan karena nilai perputaran yang terus meningkat setiaptahunnya.
Efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio Rentabilitas terdiri dari enam anak rasio yaitu, Marjin laba kotor, menunjukkan hasil yang tidak tetap karena setiap tahun nilainya bisa meningkat tetapi kembali menurun.Marjin laba operasi, menunjukkan nilai yang juga menurun di setiap tahunnya.Rasio Operasi, menunjukkan hasil yang baik karena mengalami peningkatan dari tahun 2016-2018.Marjin laba Operasi, Laba atas Investasi dan Laba atas Ekuitas, ketiga rasio inimenunjuk pada hasil yang menurun setiap tahunnya.
Hasil dari Rasio lancarmenunjukkan bahwa pada tahun 2016 nilainya 2,00, pada tahun 2017 nilainya menurun menjadi 1,98 dan tahun 2018 nilainya menurun lagi menjadi 1,96. Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan antara Aset lancar dan kewajiban lancar belum begitu baik dan maksimal. Walaupun jumlah Aset lebih tinggi daripada jumlah kewajiban lancar tetapi perbandingannya cukup dekat sehingga menimbulkan penurunan nilai Rasio lancar.Untuk itu, Koperasi KreditSolidaritas perlu untuk memperhatikan Aset lancar yang cenderung meningkat setiap tahun dan mengusahakan kewajiban lancar yangsemakin.
Kata Kunci: Efisiensi, Modal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi Petani Padi Terhadap Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian Hand Tractor Di Kelompok Tani Sukaerleon Desa Lakulo Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka. Hand Tractor adalah salah satu alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah sebelum tanah tersebut digunakan untuk budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Persepsi Petani Terhadap Penggunaan hand tractor di Kelompok Tani Sukaerleon Desa Lakulo Kecamatan Weliman Kabupaten Bone. Pengambilan populasi dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Tani Sukaerleon dengan jumlah 5 (Lima) responden. penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif dan Skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan alat dan mesin pertanian hand tractor secara umum yaitu aspek kemudahan, aspek efesiensi waktu, aspek efesiensi tenaga dan aspek efesiensi biaya. Dari penelitian yang sudah dijalankan di dapatkan hasil persepsi petani terhadap penggunaan alat dan mesin pertanian hand tractor efektivitas yaitu dengan kategori efektif dengan jumlah skor penilaian sebanyak 227, dengan skor rata-rata 45,4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKRSI Nama: Alda A.Laga Hae Nim: 16193379 Penelitian ini berjudul:”Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Dalam Meningkatkan Pembangunan Fisik Desa Ballu Kecamatan Raijua Efektivitas adalah Pengelolaan suatu organisasi harus dilaksanakan sebaik mungkin agar tujuan utama suatu organisasi dapat tercapai dengan maksimal dan efektif. Menurut Mardiasmo (2002:134), efektivitas adalah: “ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi berhasil mencapai tujuan, maka organisasi tersebut berjalan dengan efektif”. Efektif dapat mengukur berhasil atau tidaknya suatu organisasi. Menurut Bastian (2006:280), efektivitas adalah :”hubungan antara output dan tujuan. Dimana efektivitas diukur berdasarkan tingkat output, kebijakan dan prosedur organisasi mencapaitujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas digunakan sebagai ukuran dan kemampuan suatu organisasi mencapai tujuan. Menurut Bastian (2006:78), bahwa efektivitas sesungguhnya adalah: “kesuksesan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Efektivitas adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi untuk mencapai tujuan dengan rencana yang telah ditetapkan. Pada dasarnya pembangunan adalah suatu proses perubahan yang dilakukan secara sadar dan terencana melalui tahapan pembangunan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup kesejejateraan masyarakat. Pembangunan adalah konsep normatif yang menyiratkan pilihan tujuan untuk mencapai apa yang disebut realisasi potensi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bawha kinerja keuangan pemetintah Desa Ballu Kecamatan Raijua pada tahun 2017-2020 dikatakan meningkat dan tahun 2020 dikatakan efektif artinya pemerintah Desa Ballu Kecamatan raijua mampu mengelola keuangan dengan hemat.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bawha kinerja keuangan pemerinthan Desa Ballu Kecamatan Raijua pada tahun 2017-2020 dikatakan efesien karena menghasilkan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ANALISIS EFESIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI PRIMER DAN SKUNDER DI DAERAH IRIGASI KERELOKO, KECAMATAN KOTA, KABUPATEN SUMBA BARAT ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (MAGHO K. ALFERD *) ( Nainiti. N. P. P. E**) ( MakaBorang M ***) Dari hasil penelitian tentang efisiensi rata-rata saluran di D.I. Kereloko, saluran Primer pada BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 – BK.3 dan saluran Sekunder pada BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka di daerah irigasi Kereloko dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu Efisiensi rata-rata saluran Primer pada DI Kereloko untuk ruas BK.1Captering Kereloko, BK.1 Captering Kereloko, BK.1 – BK.2 –BK.3 terdapat 92,3% dengan panjng saluran 1949 meter dan untuk ruas BK.1- K.1 Ki, BK.2- K.2 Ki, BK.3- K.3 Ki, BK.3- K.3 Ka terdapat 90,1% dengan panjang 295 meter. Kata kunci : Analisis Efesiensi Penyaluran air Irigasi Kereloko
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KAJIAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI NUNBAUN PADA MUSIM TANAM 1 DI DESA FATUMETAN, KECAMATAN AMFOANG SELATAN, KABUPATEN KUPANG Pahanael. Y*) N. P. P. E. **)) Lano. M. L ***))) Efesiensi irigasi merupakan faktor penentu utama dari system lerja jaringan irigasi. Efesiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik disaluran maupun di petak sawah. Kehilangan air yang diperhitungkan untuk efessiensi meliputi kehilangan air ditingkat tersier dan sekunder, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah menghitung besran nilai efesiensi pada saluran sekunder dan tersier kawasan Nunbaun di Desa Fatumetan Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei sampai 1 Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengamatan langsung dilapangan. Sampel dalam penelitian ini adalah petani di Desa Fatumetan. Tujuan dari penelitia ini adalah untuk mengetahui efesiensi saluran irigasi Daerah Irigasi Nunbaun, DesA Fatumetan, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Dari hasil tersebut disimpulkan Efesiensi saluran primer 89, 70 , Efesiensi saluran sekunder 19, 615 , efesiensi saluran tersier 21, 087 . Kata – kata kunci Daerah Irigasi Nunbaun, Efesiensi Saluran.