ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “PENGARUH LAMA PERKECAMBAHAN TERHADAP AKTIVITAS EKSTRAK KASAR LIPASE DARI BIJI KESAMBI (Schleichera oleosa)’’ Pinto, S, R. )* **) Ledo, S, E, M **) Solle, L, R, H Enzim lipase merupakan Salah satu enzim yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan bioteknologi. Lipase dapat dihasilkan dari hewan, mikroba (bakteri, yeast, fungi) dan tumbuhan, salah satunya tumbuhan kesambi. Bagian tumbuhan kesambi yang dapat menghasilkan lipase adalah pada biji. Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang berkembang menjadi tumbuhan muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perkecambahan terhadap aktivitas ekstrak kasar lipase dan kadar protein dari biji kesambi .Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan variasi waktu perkecambahan, yang dianalisi menggunaakan regresi linear sederhana dan deskriptif kuantitatif dengan rumus uji aktivitas lipase dan aktivitas spesifik. Berdasarkan hasil penelitan yang didapatkan uji aktivitas hidrolisis lipase pada kecambah biji kesambi tertinggi adalah hari ke 12 sebesar 46,66 U/mL, sedangakan kadar protein tertinggi pada hari ke 4 sebesar 6,91 mg/mL, dan aktivitas spesifik tertinggi pada hari ke 12 sebesar 15,40 U/mg . Sehingga semakin lama proses perkecambahan biji kesambi, maka semakin tinggi aktivitas lipase dan aktivitas spesifiknya. Kata Kunci :Lipase, Perkecambahan, Uji Aktivitas Hidrolisis Keterangan: *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR PAKU UDANG Stenochlaena palustris (Burm. F) Badd TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI E. coli Sobang, A. N)* Rafael, A)** Bota, W)*** Tumbuhan paku banyak dimanfaatkan antara lain sebagai tanaman hias, sayuran dan bahan obat-obatan. Secara tradisonal tumbuhan paku banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat-obatan, baik sebagai anti bakteri maupun sebagai obat malaria pencahar, obat penghenti pendarahan, obat pasca persalinan, obat penyakit kulit, maupun obat anti radang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kasar paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. coli, dan konsentrasi pemberian ekstrak kasar paku udang (S. palustris) yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram. Perlakuan yang diberikan 0% (aquadest atau kontrol negatif), ekstrak daun paku udang 30%, 45%, 60%, 75%, 100% masing-masing dibuat tiga ulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. Coli yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 60%, 75%, dan 100%. Pemberian ekstrak kasar daun paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri E.coli. Hal ini dapat dilihat dari konsentrasi yang digunakan mulai dari 60%, 75%, dan 100% memiliki zona hambat yang berkisar antara 2,66 mm sampai dengan 9,8 mm yang di inkubasi pada 24 jam dan berkisar antara 2 mm sampai dengan 6,83 mm yang di inkubasi pada jam ke 48. Sedangkan pada konsentrasi 30% dan 45% tidak ada terbentuk zona hambat hal ini sebabkan karena pada kedua konsentrasi ini belum mampu mengganggu metabolisme bakteri uji. Dan konsentrasi 100% yang memiliki aktivitas paling besar terhadap pertumbuhan bakteri E. coli.