ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Struktur Komunitas Mangrove Pasca Badai Seroja Di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Alfred G. O. Kase, Spi., M.Si dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Struktur komunitas merupakan suatu konsep yang mempelajari sususan atau komposisi spesies dan kelimpahannya dalam suatu komunitas. Mangrove adalah komunitas vegetasi/tumbuhan pantai tropis yang mampu menyesuaikan diri pada daerah berlumpur atau daerah tergenang pasang-surut. Secara umum mangrove adalah tanaman perdu yang tumbuh di bawah tingkat pasang tinggi. Pohon mangrove hidup dalam suatu komunitas pada suatu kawasan sehingga sering orang menyebut hutan mangrove. Mangrove banyak ditemukan di tepi pantai, teluk yang dangkal, esturia, delta dan daerah pantai yang terlindung. Desa Oeteta merupakan wilayah pesisir yang terletak di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Desa ini memiliki sumber daya alam dan jasa lingkungan yang sangat kaya, yang di dalamnya terdapat sumber daya lahan garam rakyat yang sangat penting untuk kebutuhan manusia, dan juga terdapat ekosistem mangrove yang sangat bermanfaat bagi berbagai biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove Pasca Badai Seroja Di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Metode penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan observasi yaitu melakukan pengukuran dan pengamatan secara langsung di lapangan dengan menggunakan garis transek atau transec line plots.
Data yang diperoleh dianalisa untuk mendapatkan komposisi jenis, kerapatan, frekuensi dan indeks nilai penting berdasarkan jumlah tegakan setiap jenis mangrove. Hasil penelitian menunjukan atas tiga jenis mangrove yaitu Rhyzopora apiculata, Avicennia alba, dan Lumnitzera racemosa. Berdasarkan kategori setiap transek menunjukan bahwa Rhyzopora apiculata memiliki tingkat penutupan dan Avicennia alba memiliki kerapatan tertinggi dibandingkan, dengan Rhyzopora apiculata dan Lumnitzera racemosa. Nilai kerapatan mangrove pada kategori pohon 0,022ind/m², nilai frekuensi 1,00, Penutupan relatif jenis 38% dan indeks nilai penting tertinggi yaitu 0,69. Jenis biota yang ditemukan di ekosistem hutan mangrove di lokasi penelitian terdiri dari jenis ikan, udang, kerang dan kepiting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN WEDELTRUDIS UDUK (15380016). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Donny M. Bessie, S.Pi,M.Si., Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si Sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup, namun sejalan dengan pertambahan pemukiman di wilayah pesisir memberikan dampak terhadap ekosistem mangrove yakni berkurangnya luasan hutan karena mengalih fungsian kawasan ekosistem mangrove menjadi lahan pertambakan dan pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Struktur Komunitas hutan mangrove di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, sedangkan pengambilan contoh menggunakan“metode petak contoh”, dimana unsur-unsur populasinya atau vegetasi mangrove digolongkan berdasarkan tingkat kerapatan atau ketebalan mangrove. Metode pengambilan contoh dilakukan mengikuti pendekatan petak contoh yang berada pada garis transek yang ditarik melewati wilayah ekosistem mangrove. Data yang di ambil jenis jenis mengrove antara pohon, anakan dan semai dengan substrat dan kondisi lingkungan. Data yang dianalisis menggunakan analisisi komunitas (kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nilai penting). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 4 jenis mangrove pada lokasi pengamatan yaitu Rhizopora mucronata, Sonaratia alba, Avecenia alba, Bruguiera cylindrica. Dari ke empat jenis tersebut jenis Rhizopora mucronata yang memiliki nilai tertinggi dari tingkat kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nila penting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN KARNILIA AMBUNG (16381643). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Alfred G.O. Kase, S.Pi., M.Si,, Ph,D sebagai Pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Saenger, 1983 dalam Laremba, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang yaitu untuk mengetahui kerapatan, frekuensi, indeks keanekaragaman, penutupan, dan indeks nilai penting. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan observasi atau pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Kondisi hutan mangrove di Desa Oeteta saat ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang dengan menggusur dan menebang hutan mangrove untuk dijadikan lahan pembuatan garam rakyat. Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat penting baik dari segi ekologis maupun ekonomisnya. Mangrove yang ditemukan di Desa Oeteta terdiri dari tiga jenis yaitu Rhyzopora apiculata, Avicennia alba, dan Lumnitzera racemosa. Kerapatan untuk seluruh jenis dilokasi penelitian tergolong rendah dengan nilai kerapatan tertinggi pada kategori pohon yaitu 0,294 ind/m². Sedangkan indeks keanekaragaman spesise di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah dimana nilai H’ 1. Nilai penutupan seluruh jenis mangrove yang terdapat di Desa Oeteta tergolong baik dengan presentase penutupan 81%. Biota yang ditrmukan di lokasi penelitian yaitu ikan, udang, kerang, dan kepiting.