STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA OETETA KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG
RINGKASAN KARNILIA AMBUNG (16381643). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Alfred G.O. Kase, S.Pi., M.Si,, Ph,D sebagai Pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Saenger, 1983 dalam Laremba, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang yaitu untuk mengetahui kerapatan, frekuensi, indeks keanekaragaman, penutupan, dan indeks nilai penting. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan observasi atau pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Kondisi hutan mangrove di Desa Oeteta saat ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang dengan menggusur dan menebang hutan mangrove untuk dijadikan lahan pembuatan garam rakyat. Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat penting baik dari segi ekologis maupun ekonomisnya. Mangrove yang ditemukan di Desa Oeteta terdiri dari tiga jenis yaitu Rhyzopora apiculata, Avicennia alba, dan Lumnitzera racemosa. Kerapatan untuk seluruh jenis dilokasi penelitian tergolong rendah dengan nilai kerapatan tertinggi pada kategori pohon yaitu 0,294 ind/m². Sedangkan indeks keanekaragaman spesise di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah dimana nilai H’ 1. Nilai penutupan seluruh jenis mangrove yang terdapat di Desa Oeteta tergolong baik dengan presentase penutupan 81%. Biota yang ditrmukan di lokasi penelitian yaitu ikan, udang, kerang, dan kepiting.