Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Sistem Akuntansi Keuangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Partisipasi Anggaran Dan Sistem Akuntansi Keuangan Terhadap Kinerja Sektor Publik Di Sekertariat Daerah Kabupaten Alor (SETDA)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI “PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN DAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN TERHADAP KINERJA SEKTOR PUBLIK DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN ALOR (SETDA)”. Perkembangan akuntansi keuangan sektor publik khususnya di pemerintahan telah ditandai dengan adanya standar akuntansi pemerintah. Keberadaan standar akuntansi pemerintah mendorong penerapan akuntansi keuangan kearah perubahan yang lebih baik. Standar akuntansi pemerintah akan menjadi pedoman bagi para pihak yang perkepentingan terhadap pelaporan keuangan pemerintah dalam menilai dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas pemerintah. Selain itu, bagi manajemen penerapan standar akuntansi akan memberi kemudahan dalam menjalankan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset, kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Penerapan standar akuntansi pemerintahan akan mendorong berfungsinya akuntansi sektor publik sebagai media untuk mewujudkan pertanggungjawaban (akutabilitas) ke publik terutama masyarakat dan lembaga perwakilan. Akuntansi manajemen lebih diarahkan untuk memenuhi kepentingan internal organisasi. Tujuan akuntansi manajemen sektor publik memberikan informasi akuntansi yang relevan dan andal kepada manajer untuk pembuatan keputusan. Dari perspektif sistem pengendalian manajemen, informasi akuntansi manajemen memberikan informasi bagi manajer untuk dapat melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian. Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang. Anggaran adalah rencana kerja yang dituangkan dalam angka-angka keuangan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam anggaran, suatu kegiatan dan satuan uang menempati posisi penting dalam arti segala kegiatan akan dikuantifikasikan dalam satuan uang, sehingga dapat diukur pencapaian efisensi dan efektifitas dari kegiatan yang dilakukan (Poerwanto, 2017). Menurut Hansen dan Mohen (2009:448), menjelaskan partisipasi anggran memungkingkan para manajer tingkat bawah untuk turut serta dalam pembuatan anggran dari pada membebankan anggran kepada para manajer tigkat bawah. Partisipasi anggran mengkomunikasikan rasa tanggungjawab kepada para manajer tingkat bawah dan mendorong kreativitas. Menurut Ikhsan (2007) bahwa partisipasi anggaran dalam penyusunan anggaran adalah tingkat seberapa jauh keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan anggaran. Maka proses anggaran secara partisipasi sangat dibutuhkan. Dengan adanya penyusunan anggaran secara partisipasi dapat terjadi pertukaran informasi baik antara atasan dengan bawahan maupun level manajemen yang sama. Anggaran merupakan rencana kerja secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain dalam jangka waktu satu tahun menurut Wirjono et al. (2007). Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Suatu sistem yang memproses transaksi anggaran dan realisasinya dimulai dari pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran data sehingga menjadi suatu Laporan Keuangan, Sistem Akuntansi Keuangan juga merupakan bagian dari SAI yang digunakan untuk memproses transaksi anggaran dan realisasinya, sehingga menghasilkan Laporan Keuangan. Pengukuran kinerja sektor publik menrut Mardiasmo (2004:121) adalah 1.Pengukuran kinerja sektor publik di maksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja pemeintah agar dapat mencapai tujuan dan sasaran dari program unit kerja.2.Ukuran kinerja sektor publik di gunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan.3.Ukuran kinerja sektor publik di maksudkan untuk mewujudkan pertanggung jawaban publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan. Indra Bastian (2006:275) berpendapat bahwa pengukuran kinerja adalah suatu alat manajemen untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Adapun tujuan dari penelitian ini, setelah menimbang dari rumusan masalah diatas maka tujuannya adalah: Untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggaran dan sistem akuntansi keuangan terhadap kinerja sektor publik di Sekertariat Daerah Kabaupaten Alor (SETDA). Teknik analisis data dalam suatu penelitian dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat dan realistis, dalam hal ini Para Pimpinan/Pegawai OPD (Kabag Umum, Kabag Keuangan dan Aset) Sekretariat Daerah Kabupaten Alor (SETDA). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pembagian Kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi anggaran tidak berpengaruh positif terhadap kinerja sektor publik di Sekretariat Daerah Kabupaten Alor. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya keterlibatan yang mendorong tercapainya kesepakatan antara atasan/kuasa anggaran dengan bawahan/pelaksana anggaran sehingga tidak dapat meningkatkan kinerjanya (Utama dan Rohman, 2013). Sedangkan Sistem akuntansi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja sektor publik di Sekretariat Daerah Kabupaten alor. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh sistem akuntansi keuangan pemerintah terhadap kinerja, pemahaman staf di bidang pengelolaan keuangan terhadap sistem akuntansi pemerintah berdampak pada kinerja mereka dalam mengelola keuangan daerah (Raharjo, Taufik, & Ratnawati, 2017).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Dan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Studi Kasus di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menguji pengaruh sistem pengendalian intern dan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas keuangan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah (a) Untuk menguji pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah. (b) Untuk menguji pengaruh sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah. Secara teoritis sistem pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva dan menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. sistem akuntansi yang terdiri dari seperangkat kebijakan, standard prosedur yang menghasilkan laporan yang relevan, andal dan tepat waktu untuk menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan oleh pihak intern dan ekstern pemerintah daerah untuk mengambil keputusan ekonomi. Kualitas laporan keuangan pemerintah adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao sedangkan Sampel penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao yang berjumlah 45 responden. Penentuan jumlah responden menggunakan metode purposive sampling, dimana kuesioner akan diberikan kepada responden yang kebetulan ditemui pada saat penelitian. Data penelitian ini dihimpun dengan memakai kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis penelitian meliputi analisis pendahuluan untuk mendiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik dari masing-masing konsep. Analisis lanjutan menggunakan hasil analisis regresi linear berganda untuk menjawab persoalan penelitian sekaligus untuk membuktikan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem pengendalian intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao. Hal ini tersebut mendukung penelitian yang di lakukan oleh Hari Bagja (2017) dan (2) sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao. Hal ini tersebut mendukung penelitian yang dilakukan oleh Agum Gumelar (2017). Peneliti memberikan saran sebagai berikut (a) Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan faktor-faktor yang lain untuk melihat pengaruhnya terhadap kualitas laporan keuangan pemerinah dan memperhatikan indikator-indikator yang digunakan sehingga mampu memberikan hasil penelitian yang benar-benar mewakili keadaan yang sebenarnya.(b) Bagi Instansi hendaknya lebih memperhatikan dan sistem pengendalian intern dan sistem akuntansi keuangan daerah karena berdasarkan hasil berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

xi PENGARUH PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang) NAMA : ELISABETH BATISTA DE ARAUJO NIM : 17191075 POGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Skripsi ini berjudul “Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah (Studi Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pengawasan internal terhadap kinerja instansi pemerintah dinas perhubungan kabupaten kupang. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas perhubungan kabupaten kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan kepada seluruh pegawai dinas perhubungan kabupaten kupang diantar langsung oleh peneliti dan kemudian diberikan waktu selama 2 (dua) minggu untuk mengisi kuesioner tersebut. Pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan daerah dan pengawasan internal terhadap kinerja instansi pemerintah diuji menggunakan pengujian Hipotesis yaitu Uji Koefisien Determinasi (R2), Uji Parsial (Uji t), dan Analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 16. Pada pengujian hipotesis pertama H1 pengaruh antara variabel X1 (penerapan sistem akuntansi keuangan daerah) terhadap variabel Y (kinerja instansi pemerintah) adalah sebesar 0,000 > 0,05 (0,000 lebih kecil dari 0,05), dan nilai thitung 4.753 t tabel = 1,683 (nilai thitung 4.753 lebih besar dari ttabel 1,683) lebih besar dari 0 maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti penerapan sistem akuntansi keuangan daerah (X1) berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah (Y). Pada pengujian hipotesis kedua H2 pengaruh antara variabel X2 (pengawasan internal) terhadap variabel Y (kinerja instansi pemerintah) adalah 0,039 > 0,05 (0,039 lebih kecil dari 0,05), dan nilai thitung 2.139 ttabel = 1,683 (thitung 2.139 lebih besar dari ttabel 1,683) maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti pengawasan intenal (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah (Y).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail