PEMANFAATAN ARANG AKTIF TEMPURUNG SABOAK (Borassus flabellifer Linn) UNTUK ADSORPSI METILEN BIRU
ABSTRAK Pemanfaatan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn) untuk Adsorpsi Metilen Biru Marthinus, M.S) * Nitsae, M.) ** Solle, H.R.L) ** Metode adsorpsi merupakan salah satu teknik yang efektif dalam pengolahan limbah, serta dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi zat warna atau senyawa organik yang berlebihan. Adsorben yang sering digunakan dalam proses adsorpsi adalah arang aktif. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif adalah tempurung saboak atau lontar (Borassus flabellifer Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu kontak optimum yang dibutuhkan oleh adsorben arang aktif tempurung saboak untuk mengadsorpsi Metilen Biru. Pembuatan arang aktif dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Karbonisasi menggunakan alat kilin drum modifikasi sedangkan aktivasi dengan cara direndam menggunakan H2SO4 1 M selama 68 jam. Untuk uji adsorpsi arang aktif pada zat warna metilen biru dengan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan kondisi waktu kontak optimum dari kemampuan adsorben arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru mencapai kesetimbangan pada menit ke- 10 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 21,828 mg g-1, pada konsentrasi metilen biru 10 ppm; massa adsorben 0,025 gram dan kecepatan shaker 150 rpm. Daya adsorsi arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru yang terjadi secara cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar menunjukkan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.