ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SMIT KRIS GES THIODORIS (17382357). Strategi Pengembangan Perikanan Tangkap Pukat Cincin (Mini Purse Seine) di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Ir. Izaak Angwarmase, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Keberadaan perikanan tangkap disuatu daerah akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan daerah tersebut. Permasalahan didalam gerak maju pengembangan perikanan tangkap Pukat cincin (mini purse seine) di Kelurahan Metina Kabupaten Rote Ndao ada beberapa faktor yaitu kurangnya alat tangkap beserta perlengkapan baik secara kuantitas maupun kualitasnya sehingga menyebabkan hasil penangkapannya rendah. Terdapatnya Armada penangkapan tradisonal, kurangnya penyuluhan dari pemerintah, sarana prasarana serta tingkat pengetahuan nelayan yang rendah juga berpengaruh terhadap pengembagan perikanan tangkap Pukat cincin (mini purse seine) di Kelurahan Metina Kabupaten Rote Ndao. Permasalahan-permasalahan tersebut diperlukan perubahan dan perlakuan dari berbagai pihak, baik itu bantuan dana, sarana dan prasarana serta upaya peneingkatan SDM agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan di Kelurahan Metina Kabupaten Rote Ndao. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi aktivitas nelayan tangkap Mini Purse Seine di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao yang meliputi kondisi internal dan eksternal. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu bulan Oktober sampai November 2021 di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dimana data dan informasi dikumpulkan menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang merupakan faktor internal serta peluang dan ancaman.
Hasil penelitian yang diperoleh 2 faktor yaituFaktor internal terdiri dari Kekuatan (Strengths) yaitu potensi sumberdaya alam serta jarak lokasi penangkapan yang tidak jauh dari lokasi tambat labuh kapal, Jumlah alat tangkap pukat cincin (mini purse seine) yang cukup banyak yaitu 16 unit. Kelemahan (Weakness) terdiri dari tingkat pendidikan nelayan yang tergolong rendah mempengaruhi minimnya sumberdaya manusia (SDM). Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman dalam pengembagan perikanan tangkap pukat cincin (mini purse seine) di Kelurahan Metina. Usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Pukat Cincin (mini purse seine) yang dilakukan nelayan di Kelurahan Metina telah berlangsung sejak lama degan jumlah intensitas melaut dalam sebulan yang bervariasi. Jumlah hari melaut nelayan Pukat Cincin (mini purse seine) yakni 1-10 kali melaut mencapai 18%, 11-20 melaut 32% dan 21-30 kali melaut sebanyak 50%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INGKASAN YANUARIUS SERAN (16384054). Analisis Pengelolaan Perikanan Tangkap Pelagis Kecil Di Pantai Abudenok Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi.,M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat pesisir di pantai Abudenok memanfaatkan sumberdaya laut untuk melakukan penangkapan pelagis kecil dalam pemenuhan kebutuhan hidup masih didominasi oleh nelayan skala kecil. Pendapatan hasil tangkapan sangat tergantung pada beberapa faktor seperti cuaca dan musim, sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang diperoleh tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan perikanan tangkap pelagis kecil di pantai Abudenok Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis Catch Per Unit Effort (CPUE), analisis Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Tingkat Pemanfaatan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu hasil tangkapan nelayan yang ada di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Terdiri dari hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella sp) sebanyak 563,8 Kg, ikan terbang (Hirudicthys sp) sebanyak 247,3 Kg, ikan sarden (Escualosa thorakata) sebanyak 28,4 Kg dan ikan tembang (Sardinella allbela) sebanyak 406 Kg. Kata kunci : Pengelolaan, Perikanan Tangkap, Pelagis Kecil, Desa Umatoos.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JHON RICHY MAUTUKA (14380045) Analisis Usaha perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Alfred G. O. Kase S.Pi. M.Si. Ph.D, dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si. Sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yaitu Kabupaten Alor memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Alor adalah seluas 10,773 km dengan panjang garis pantai 287,1 Km. Potensi lestari sumber daya ikan di Kabupaten Alor sebesar 45,714,85 ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 36,571,88 ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumber daya ikan baru sebesar 17,85% untuk dikembangkan penangkapan sumber daya ikan di Kabupaten Alor. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020. Dengan Judul Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Metode yang digunakan adalah metode Wawancara (Daftar pertanyaan) dan observasi (Pengamatan secara langsung) Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata nelayan gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor sebesar 6.250,000/bulan dalam melakukan penangkapan dan tingkat pendapatan nelayan gillnet sebesar 4.262,666/bulan dalam melakukan penangkapan. Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap gillnet ditinjau dari R/C yaitu sebesar 3,144 berarti usaha perikanan tangkap tersebut layak untuk diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya ROI diperoleh dalam usaha penangkapan gillnet sebesar 214,491 %. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan gillnet di Kecamatan Alor Timur.