Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pasola
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Adat Pasola Dalam Hubungan Dengan Penangkapan Nyale (Polychaeta) di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI ADAT PASOLA DALAM HUBUNGAN DENGAN PENANGKAPAN NYALE (Eunicidae) DI KECAMATAN LAMBOYA KABUPATEN SUMBA BARAT ABTRAKSI Oleh KRISFINUS ANDRI BORA NIM. 18380095 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG 2022 Studi Adat Pasola Dalam Hubungan Dengan Penangkapan Nyale (Eunicidae) Di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. 1. Krisfinus Andri Bora, 2. Donny M. Bessie, 3. Ir. Izaak S. Angwarmasse Program Studi Manajemen Sumber Daya Peraira, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang *Email: [email protected] ABSTRAK Pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, kejar-mengejar seraya melempar lembing kayu kearah lawan. Pasola berasal dari kata sola atau hola yang berarti kayu lembing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tradisi Adat Pasola dalam Hubungan dengan Penangkapan Nyale (Eunicidae) di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan menganalisis data melalui wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Upacara atau ritual adat Pasola dalam hubungan dengan penangakapan Nyale/cacing laut di Kecamtan Lamboya dilakukan pada bulan Februari. Pasola dan penangakapan Nyale/cacing laut dipimpin oleh Rato (Imam) yang telah dianggap dapat mengetahui sejarah dan syair - syair adat Pasola dan penangakapan Nyale/cacing laut. Adat Pasola dalam hubungan dengan penangakapan Nyale/cacing laut bagi masyarakat Lamboya merupakan sebagai tanda keberhasilan panen warga/masyarakat Lamboya yang tergambar pada warna Nyale, yang berbentuk utuh dan gerombolan - gerombolan Nyale yang banyak. Bila Nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil. Sebaliknya, bila Nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka. Peranan ritual Nyale dalam hubungan dengan adat Pasola di Lamboya dimaknai sebagai alat pemersatu masyarakat berupa persaudaraan dan ungkapan kegembiraan sejati menyambut hasil panen. Prosesi upacara atau ritual Nyale dan Pasola adalah (a) Menghitung dan Menentukan Waktu (b) Penangkapan Nyale/Cacing Laut, (c) Pelaksanaan Pasola. Kata Kunci: Tradisi, Nyale, Pasola, Penangkapan, Kecamatan Lamboya.   Study Of Pasola Indigenousness In Relation To Nyale (Eunicidae) Catching In Lamboya District, West Sumba Regency. Krisfinus Andri Bora, Donny M. Bassie, and Izaak S. Angwarmasse Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang *Email: [email protected] ABSTRACT Pasola is a traditional war tradition where two groups of horsemen face each other, chasing each other while throwing a wooden javelin at the opponent. Pasola comes from the word sola or hola which means javelin. The purpose of this study was to determine the Pasola Traditional Tradition in Relation to the catching of Nyale (Eunicidae) in Lamboya District, West Sumba Regency. The research method used was qualitative with an approach to analyzing data through in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that Pasola traditional ceremonies or rituals in relation to catching Nyale/sea worms in Lamboya District were carried out in February. Pasola and the capture of Nyale/sea worms were led by Rato (Imam) who was considered to be able to know the history and traditional poetry of Pasola and catching Nyale/sea worms. The Pasola tradition in relation to the catching of Nyale/sea worms for the Lamboya community was a sign of the successful harvest of the Lamboya community/community which was reflected in the color of Nyale, which was intact and in large groups of Nyale. If the Nyale was fat, healthy, and colorful, it was a sign that the year will get good and a successful harvest. On the other hand, if Nyale was thin and fragile, it would be disastrous. The role of the Nyale ritual in relation to the Pasola tradition in Lamboya was interpreted as a unifying tool for the community in the form of brotherhood and an expression of true joy in welcoming the harvest. Nyale and Pasola ceremonial processions or rituals were (a) Counting and Determining Time (b) Catching Nyale/Sea Worms, (c) Implementation of Pasola. Keywords: Tradition, Nyale, Pasola, Catching, Lamboya District.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RITUAL PASOLA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ritual Pasola, merupakan sebuah ritus yang dilakukan dalam pelaksanan Pasola di Kodi Wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya. Ritual merupakan ritus atau tindakan dalam kehidupan sosial masyarakat. Sedangkan Pasola dalam bahasa Kodi Payengung yang artinya kayu panjang atau lembing, kemudian Pholong Menunggang Kuda, sambil berlemparan lembing. Dalam pelaksanaan Pasola sering sekali terjadi peselisihan antara kabizu (kelompok) yang terlibat dalam pelaksanaan Pasola. mengakibatkan selisih paham dan berujung mengacaukan Ritual Pasola. Sehingga penulis mengangkat penelitian ini dengan judulRitual Pasola (“Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual terhadap Ritual Upacara adat Pasola di Kodi Wainyapu, dan implikasinya bagi pelayanan jemaat GKS Wainyapu”). Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Ritual Pasola di Jemaat GKS Wainyapu dan menganalisis masalah yang sering terjadi ketika pelaksanaan Pasola di lakukan, serta menemukan nilai-nilai teologis sebagai bahan refleksi dan implikasinya bagi pelayanan Jemaat GKS Wainyapu. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif, untuk mengetahui pemahaman mengenai masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas masalah yang sedang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pelaksanaan Pasola, konflik sering terjadi antara Kabizu-kabizu (kelompok-kelompok) yang mengikuti Pasola. Namun ketua adat, pemerintah dan gereja bersatu untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dengan cara perdamaian atau mendamaikan pihak-pihak yang bermasalah, sehingga masalah ini tidak berlarut-larut hingga menjadi dendam yang berkepanjangan. Ritual Pasola memiliki nilai-nilai kristiani seperti persekutuan, kekeluargaan/kebersamaan, perdamaian. Ritual Pasola mengandung nilai yang dijadikan refleksi bagi Jemaat GKS Wainyapu melalui nilai-nilai persekutuan, kekeluargaan, kebersamaan dan perdamaian sebagai bentuk kasih dari Allah bagi Jemaat GKS Wainyapu dan masyarakat Desa Wainyapu, sehingga dapat diambil dan dimaknai dalam kehidupan Jemaat GKS Wainyapu. Agar kasih dari perdamaian itu selalu tercipta di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail