ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Kinerja Perusahaan sangatlah penting, Analisis Pendahuluan Pada analisis terdahulu akan mendeskripsikan indikator-indikator empirik masing-masing konsep analisis kinerja perusahaan, laporan arus kas dan perubahan modal yang terdaftar di BEI data dikumpulkan menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh adalah data dari laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI. Berdasarkan perhitungan rasio yang telah diuraikan, maka dapat diketahui perbandingan kondisi kinerja perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman dalam membayar kewajiban lancar belum dikatakan baik.Untuk itu perusahaan harus mampu menambah jumlah arus kas operasi agar perusahaan mampu melunasi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo. Perubahan modal yang mengalami peningkatan terdapat pada perusahaan Siantar Top Tbk,yaitu pada tahun 2021 sebesar Rp. 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk, pada tahun 2021 sebesar Rp. . 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk,
pada tahun 2021 sebesar Rp. 1.099.157, hal ini disebabkan pengeluaran perusahaan lebih besar dibandingkan dengan pemasukan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut, Kinerja Perusahaan dilihat dari Rasio Capital Expenditure dan Investasi Berdasarkan hasil kinerja dari 12 perusahaan dengan menggunakan Ratio Capital Expendeture dan Investasi secara umum dikatakan tidak baik. Kinerja Perusahaan dilihat dari Perubahan Modal dapat diketahui kinerja perusahaan dari tahun 2018-2021.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN BERDASARKAN LAPORAN ARUS KAS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI SEMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Oleh: FEBRIANI RAMBU NGANA NIM: 18190270 Analisis kinerja sebuah perusahaan sangatlah penting untuk melihat perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun. Setelah diketahui kinerja perusahaan maka dapat diambil keputusan yang sangat bermanfaat untuk perkembangan perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio arus kas operasi (AKO), pengeluaran modal (PM), total hutang (TH), dan cakupan kas terhadap hutang lancar (CKHL). Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Industri Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh dari PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, penulis menyimpulkan bahwa kinerja PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, buruk berdasarkan rasio arus kas operasi, total hutang, dan pengeluaran modal pada tahun 2017-2021, cakupan kas terhadap hutang lancar pada tahun 2017-2018 karena belum berada diatas 1, sedangkan kinerja PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, buruk berdasarkan rasio arus kas operasi, total hutang, pengeluaran modal pada tahun 2017-2021, cakupan kas terhadap hutang lancar pada tahun 2019 karena belum berada diatas 1, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sudah membaik berdasarkan cakupan kas terhadap hutang lancar tahun 2019-2021 karena diatas 1, untuk PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, sudah membaik berdasarkan cakupan kas terhadap hutang lancar tahun 2017,2018,2020, dan 2021 karena diatas 1, dapat disimpulkan dari 4 rasio arus kas ini dikatakan buruk karena yang diatas standar 1 hanya 1 rasio dan hanya beberapa tahun tidak kelima tahunnya berada diatas standar1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah laporan keuangan Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang,telah sesuai dengan PSAK NO.27 tentang akuntansi perkoprasian, data yang digunakan berupa data Dokumentasi yaitu data yang diperoleh secara langsung dari pengurus koperasi dan karyawan koperasi mengenai sejarah perkembangan koperasi dan data laporan keuangan koperasi mencakup laporan neraca, laporan perhitungan hasil usaha, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan serta struktur organisasi koperasi .
Hasil penelitian yang diketahui bahwa secara umum koperasi telah menerapkan PSAK No.27 tentang akuntansi perkoprasian dalam penyajian laporan keuangannya meskipun dalam beberapa hal harus ada perbaikan dalam pola penyajiannya. Hal ini dapat dilihat dari penyajian laporan keuangan koperasi. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa koperasi telah membuat setidaknya empat dari lima unsur-unsur laporan keuangan yang lengkap dari koperasi yaitu : Neraca, Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
Berikut kesimpulan secara khusus dari laporan keuangan Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu Kota Kupang : Berdasarkan dari hasil analisis laporan keuangan yang dilakukan ditemukan bahwa Koperasi kredit serviam cabang oebufu kota kupang belum seutuhnya menerapkan PSAK No. 27 tentang akuntansi perkoperasian dalam penyajian laporan keuangan koperasi. Pada neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang disajikan koperasi telah sesuai dengan analisis. Ketidaksesuaian laporan keuangan koperasi dengan PSAK No. 27 tentang akuntansi perkoperasian juga dibuktikan dari laporan keuangan yang disajikan koperasi kredit serviam cabang oebufu kota kupang tidak lengkap karena hanya menyajikan neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan sedangkan menurut PSAK No. 27 tentang akuntansi perkoperasian laporan keuangan koperasi terdiri dari neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota, dan catatan atas laporan keuangan
Dari hasil penelitian ini menemukan bahwa Koperasi Kredit Serviam Cabang Oebufu belum seutuhnya menerapkan laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK NO.27,tentang akuntansi perkoperasian adapun item-item yang tidak sesuai dengan PSAK NO.27 tentang akuntansi perkoperasian. antara lain penyajian pada neraca dan laporan sisa hasil usaha koperasi tidak membedakan pencatatan antara transaksi anggota dan non anggota, koperasi masih menyajikan laporan kekayaan bersih, tidak menyajikan laporan promosi ekonomi anggota, serta tidak menjelaskan kebijakan akuntansi dan penjelasan unsur-unsur laporan keuangan dalam menyajikan catatan atas laporan keuangan.Dalam penyajian laporan keuangan koperasi kredit serviam cabang oebufu kota kupang juga tidak menggabungkan akun kas dan akun bank, tidak memisahkan antara piutang usaha , piutang pinjaman anggota dan pinjaman non-anggota.
Dari kesimpulan dan saran yang disampaikan penulis, hendaknya koperasi memuat penyisihan piuitang tidak tertagih. Memisahkan antara piutang anggota dan non-anggota serta menyajikan seluruh unsur-unsur laporan keuangan yang sesuai dengan PSAK No. 27 tentang akuntansi perkoprasian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seiring berkembangnya zaman, dunia perbankan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam memajukan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu baik perorangan maupun lembaga, baik sosial atau perusahaan, tidak akan lepas dari dunia perbankan jika hendak menjalankan aktivitas keuangan. PT Bank Mandiri (persero) Tbk sebagai salah satu bank yang sampai sekarang masih tetap bertahan dalam dunia perbankan di Indonesia. Keberadaan PT Bank Mandiri (persero) Tbk adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dana masyarakat dengan prosedur yang lebih mudah. Laporan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur hasil usaha perusahaan dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai . Laporan arus kas ( cash flow statetment) merupakan bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) yang dihasilkan oleh perusahaan pada suatu periode akuntansi. Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia mengalami resesi ekonomi akibat merebaknya pandemi Covid-19. Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit yang dilaporkan pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019. Kasus virus COVID-19 ditemukan di Indonesia pertama kali pada tanggal 3 Maret 2020. Virus ini menyebabkan ketidakpastian ekonomi yang sangat besar yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi terguncang. Maka dari itu pengukuran kinerja keuangan perusahaan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk sangat berguna untuk membandingkan sebelum dan sesudah terjadinya covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja keuangan PT Bank Mandiri (persero) Tbk sebelum dan saat pandemi covid-19 dengan mengunkakan rumus Arus Kas Operasi (AKO), Cakupan kas Terhadap Bunga (CKB), Pengeluaran Modal (PM), Total Hutang (TH) dan Laba Bersih. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan peusahaan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk. Yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2017-2022. Sampel yan digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk. Metode yangg digunakan dalam penelian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi yakni data sekunder. Data tersebut berupa laporan keuangan PT Bank Mandiri (persero) Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode enam tahun terakhir yakni tahun 2017-2022. Data di peroleh dengan cara mendownload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Bank Mandiri (pesero) Tbk sebelum terjadinya pandemi covid-19 dapat dikatakan berkinerja kurang baik, karena dari lima rasio yang diperhitungkan dalam menilai kinerja keuangan semuanya menunjukkan nilainya dibawah kewajiban 1. Sedangkan kinerja keuangan PT. Bank Mandiri (persero) Tbk saat terjadinya pandemi covid-19 berkinerja baik jika dihitung menggunakan rumus rasio arus kas operasi(AKO), rasio total hutang (TH) dan rasio laba bersih. Dan berkinerja kurang baik jika di hitung menggunakan rumus cakupan bunga (CKB) dan rasio pengeluaran modal (PM).