Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Lamatuak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

"LAMATUAK" Sub Judul : Tinjauan Teologi Feminis Tentang Lamatuak dan Implikasinya Bagi Persekutuan Jemaat GMIT Galed Mbadokai Klasis Rote Barat Daya

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat GMIT Galed Mbadokai tentang Lamatuak. Lamatuak dalam pemahaman jemaat masa kini merupakan bagian integral dari kehidupan spiritual setiap jemaat yang dipercaya sebagai Allah yang memberikan kehidupan bagi setiap jemaat bahkan semua manusia yang hidup di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman jemaat secara teologi feminis tentang Lamatuak untuk menemukan dan menggali pemahaman jemaat mengenai Lamatuak serta memberikan implikasinya bagi persekutuan Jemaat GMIT Galed Mbadokai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan dan kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi literatur dengan 23 informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, anggota jemaat dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat GMIT Galed Mbadokai mengakui Lamatuak sebagai Allah yang sama di dalam kekristenan, gambaran jemaat tentang Lamatuak dalam budaya dan keagamaan adalah seorang laki-laki dan bukan perempuan, namun jemaat tidak menyadari bahwa dalam pengungkapan mereka ada sisi-sisi feminin Allah yang diungkapkan dalam konsep mereka terhadap Lamatuak. Penilitian ini menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara konsep yang dianut oleh jemaat dan praktik mereka tentang paham konsep terhadap Lamatuak. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan refleksi teologi feminis tentang bagaimana Lamatuak dapat dipandang sebagai Allah yang setara, juga mengungkapkan bahwa sifat Lamatuak sebagai Allah yang merangkul semua gender dan yang terakhir Lamatuak sebagai konsep Allah yang setara. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat memberi wawasan baru terhadap pemahaman jemaat tentang Lamatuak yang tidak terbatas gender serta memperjuangkan kesetaraan perempuan dalam budaya yang dimunculkan dari konsep kepercayaan yang dianut oleh jemaat yang disebut sebagai Lamatuak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

YESUS KRISTUS SEBAGAI LAMATUAK “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Makna Penyebutan Yesus Kristus Sebagai Lamatuak Oleh Jemaat GMIT Ndolusue Fulakmoan Klasis Rote Barat Laut”

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap manusia dibesarkan dalam budaya tertentu, yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi suatu kekhasan ketika terjadi pertemuan dengan budaya lain. Salah satu unsur budaya yang penting yaitu penggunaan bahasa. Jemaat Ndolusue Fulakmoan adalah komunitas persekutuan yang dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Dengka sebagai media komunikasi, termasuk dalam menyebut nama Yesus Kristus sebagai Lamatuak. Penelitian mengenai penyebutan Yesus Kristus sebagai Lamatuak oleh Jemaat Ndolusue Fulakmoan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui makna dari penyebutan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa penyebutan Lamatuak dahulu dipakai oleh masyarakat penganut kepercayaan tradisional dinitiu di Nusak Dengka, untuk menyebut dewa teluk aman lai londa sebagai penguasa tertinggi di alam semesta. Dewa teluk aman lai londa berdiam di alam gaib atas (langit), yang kekuasaan dan kekuatannya terletak pada pohon-pohon dan batu-batu besar. Masyarakat penganut kepercayaan tradsional dinitiu percaya bahwa pohon-pohon besar yang menjulang tinggi menunjukkan kebesarannya dan batu-batu besar menunjukkan kekuasaanya. Penyebutan Yesus Kristus sebagai Lamatuak memiliki makna bahwa Lamatuak Yesus adalah Tuhan atas alam semesta, tetapi kekuasaan dan kebesaran-Nya tidak terbatas pohon-pohon dan batu-batu besar. Ia adalah Allah yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Pohon-pohon besar hanyalah ciptaan dan Ia melebihi segala ciptaan tersebut. Ia juga adalah Allah yang oleh karena kasih-Nya, menyelamatkan umat-Nya dari dosa dengan rela menderita dan mati, tetapi Ia bangkit dalam kemuliaan-Nya, untuk membuktikan bahwa Lamatuak Yesus bukan allah yang mistis, melainkan Allah yang hidup yang diimani oleh Jemaat Ndolusue Fulakmoan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail