ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FE BELIS DAN DODE Novi Tamara Ndun Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Masyarakat suku Rote adalah suatu komunitas masyarakat yang hidup dalam suatu pola atau kebiasaan kemasyarakatan yang ada. Kehidupan mereka juga masih kuat dengan tradisi dan adat istiadat yang dianggap sebagai warisan nenek moyang. Salah satunya adalah tradisi perkawinan adat fe belis dan dode. Tradisi fe belis dan dode merupakan tahapan dari perkawinan adat suku Rote sebagai bagian untuk mendapatkan kembali keseimbangan yang bertujuan untuk melahirkan keharmonisan. Hasil penelitian penulis dilapangan Pertama: tradisi fe belis dan dode adalah adalah acara di mana kedua belah pihak keluarga dipertemukan dalam ikatan kasih yang saling menghargai yang di dalam pelaksanaannya, dengan ketulusan hati kedua belah pihak keluarga saling memberi sesuai dengan kesanggupan mereka untuk menunjukkan penghargaan dan tanda kasih sayang. Kedua: pada mulanya belis berupa hewan dan barang emas sedangkan bawaan/antaran perempuan berupa hewan, barang emas, padi/gabah, perlengkapan tidur, serta sirih, pinang dan tembakau. Namun oleh karena dampak modernisasi yang berdampak pada tingkat kebutuhan, belis telah disederhanakan menjadi ‘tanda terima kasih’ sehingga hanya berupa uang sedangkan bawaan/antaran disesuaikan dengan keinginan pihak keluarga perempuan. Ketiga: adapun ketika ditinjau menggunakan teori pertukaran, tradisi ini memenuhi kaidah pertukaran namun penulis mengkritik satu kaidah yang di mana fe belis dan dode tidak mendatangkan kesenangan bagi pihak laki-laki apalagi jika besaran belis itu besar. Tetapi walaupun begitu, tradisi ini dinilai baik oleh karena memberi nilai-nilai positif yang berguna bagi kehidupan bukan saja ketika dalam pelaksanaannya tetapi berlanjut kepada kehidupan rumah tangga ke depan. Ada nilai keseimbangan dan sikap kasih di dalam tradisi fe belis dan dode. Model antropologis dapat menolong dalam melihat nilai-nilai dalam Injil dan teks serta nilai-nilai dalam tradisi fe belis dan dode. Manusia diciptakan seturut dengan gambar Allah dan dalam kesadaran bahwa Allah lebih dulu mengasihi manusia, maka antara laki-laki dan perempuan adalah setara. Oleh karena itu, keseimbangan antara laki-laki dan perempuan adalah sesuatu yang penting. Dengan kasih yang berasal dari Allah, laki-laki dan perempuan disadarkan bahwa sikap kasih harus ada di dalam kehidupan sebagai keluarga Kristen. Untuk itulah, melalui tradisi fe belis dan dode gereja kembali melihat eksistensinya dalam memelihara persekutuan melalui penegakkan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan serta terus menerapkan kasih sebagai suatu tindakan yang aktif dari jemaat. Sehingga keharmonisan baik dalam persekutuan berumah tangga maupun persekutuan bergereja tetap terjaga dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UMBU RATUNGGAI, NIM: 16320744, dengan judul Tinjauan Tentang unsur keseimbangan Dalam Permainan Tradisional Siki Doka Pada Siswa SMP N 1 KOTA KUPANG. Pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dengan Dosen Pembimbing I Drs. Lambertus Ara Tukan., M.M. Pembimbing II Jusuf Blegur, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Keseimbangan Permainan Tradisional Siki Doka
Permainan merupakan sebuah jembatan untuk meningkatkan daya intelektual seorang siswa dan juga melatih kekuatan pada kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh siswa. Sehingga, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis keseimbangan siswa dalam permainan tradisional Siki Doka di SMP N 1 Kota Kupang, penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif, sedangkan observasi dan tes prakrik dalam penelitian ini yakni pada siswa kelas VII/A SMP N 1 Kota Kupang sebanyak 20 siswa dengan teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah observasi dan tes praktek. Dan alat (garis, balok dan stopwacth) yang digunakan yaitu untuk mengukur keseimbangan tubuh siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ternyata permainan tradisional Siki Doka ini dapat membantu melatih keseimbangan tubuh siswa kelas VII/A SMP N 1 Kota Kupang, karena apabila dilihat dari hasil setelah memberikan permainan tradisional Siki Doka terus-menerus pada siswa maka, komponen fisik dan kekuatan otot pada siswa terbentuk pada saat bermain, dan peneliti membuktikan lewat kedua hasil tes keseimbangan yang dilakukan menggunakan beberapa alat dalam penelitian dan dapat membuktikan keseimbangan siswa dari 20 siswa ternyata 16 siswa dinyatakan seimbang dan 4 siswa diantara tidak seimbang. Kesimpulannya, ternyata dalam permainan tradisional Siki Doka terdapat aktifitas fisik seperti melatih kekuatan tungkai kaki, otot kaki dan persendian pada kaki sehingga dapat membantu meningkatkan aktifitas komponen gerak fisik terutama pada kekuatan kaki saat siswa beraktifitas. Hal ini dibuktikan lewat penujian keseimbangan yang di lakukan bertahap yakni; pengujian keseimbangan secara statis/detik, dinamis/detik dan pengujian keseimbangan menggunakan alat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UMBU RATUNGGAI, NIM: 16320744, dengan judul Tinjauan Tentang unsur keseimbangan Dalam Permainan Tradisional Siki Doka Pada Siswa SMP N 1 KOTA KUPANG. Pada Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dengan Dosen Pembimbing I Drs. Lambertus Ara Tukan., M.M. Pembimbing II Jusuf Blegur, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Keseimbangan Permainan Tradisional Siki Doka Permainan merupakan sebuah jembatan untuk meningkatkan daya intelektual seorang siswa dan juga melatih kekuatan pada kaki untuk menjaga keseimbangan tubuh siswa. Sehingga, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis keseimbangan siswa dalam permainan tradisional Siki Doka di SMP N 1 Kota Kupang, penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif, sedangkan observasi dan tes prakrik dalam penelitian ini yakni pada siswa kelas VII/A SMP N 1 Kota Kupang sebanyak 20 siswa dengan teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah observasi dan tes praktek. Dan alat (garis, balok dan stopwacth) yang digunakan yaitu untuk mengukur keseimbangan tubuh siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ternyata permainan tradisional Siki Doka ini dapat membantu melatih keseimbangan tubuh siswa kelas VII/A SMP N 1 Kota Kupang, karena apabila dilihat dari hasil setelah memberikan permainan tradisional Siki Doka terus-menerus pada siswa maka, komponen fisik dan kekuatan otot pada siswa terbentuk pada saat bermain, dan peneliti membuktikan lewat kedua hasil tes keseimbangan yang dilakukan menggunakan beberapa alat dalam penelitian dan dapat membuktikan keseimbangan siswa dari 20 siswa ternyata 16 siswa dinyatakan seimbang dan 4 siswa diantara tidak seimbang. Kesimpulannya, ternyata dalam permainan tradisional Siki Doka terdapat aktifitas fisik seperti melatih kekuatan tungkai kaki, otot kaki dan persendian pada kaki sehingga dapat membantu meningkatkan aktifitas komponen gerak fisik terutama pada kekuatan kaki saat siswa beraktifitas. Hal ini dibuktikan lewat penujian keseimbangan yang di lakukan bertahap yakni; pengujian keseimbangan secara statis/detik, dinamis/detik dan pengujian keseimbangan menggunakan alat.