ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.)
TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus
Wandarmas, S* Nge, S. T** Sabuna, A. Ch**
Tanaman Kepuh (S. foetida L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Kepuh ini sangat mudah ditemukan di setiap daerah salah satunya adalah di Kecamatan Kelapa Lima. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari tanaman kepuh karena kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan manfaat tanaman Kepuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kepuh (S. foetida L.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 taraf perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun kepuh25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 6,6 mm sampai dengan 8,33 mm yang dikategorikan sebagai daya hambat sedang. Uji Anova menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu pengaruh konsentrasi ekstrak Kepuh terhadap zona hambat bakteri dengan nilai sig adalah 0,000 < 0,05dan pada uji lanjut duncan menunjukkan bahwa antara perlakuan A1 sampai perlakuan A4 tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekstrak daun Kepuh (S.foetida L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureusdengan kategori sedang.
Kata kunci : Uji Antibakteri, Daun Kepuh, S. aureus
Keterangan * : Peneliti**: Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kepuh (Sterculia foetida L) Terhadap kecepatan Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus)
Talnai .S. S)* Nge.T.S)** Ballo . A)**
Luka merupakan rusak atau hilangnya sebagian jaringan pada organ tubuh. Sedangkan Luka sayat merupakan luka terbuka, dan memiliki panjang luka lebih besar dari dalamnya luka. Povidone iodine merupakan antiseptik yang sering kali digunakan dalam penyembuhan luka dan sudah dipakai secara luas namun penggunaan iodine dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan iritasi pada kulit oleh karena itu perlu adanya pengembangan obat tradisional yang mengandung khasiat yang baik untuk penyembuhan luka dan memilki efek samping lebih kecil. Kepuh (Sterculia foetida L) merupakan salah satu tumbuhan yang dari masing-masing organ memiliki banyak manfaat dan juga telah diketahui mengandung senyawa-senyawa kimia yang berfungsi mempercepat proses penyembuhkan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L) terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada mencit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol. Perbedaan perlakuan 25%, 30% 35 % dan 1 kontrol povidone iodine. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD (leat significane different) untuk melihat perbedaan dari setiap perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L) dapat berpengaruh nyata terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Muss musculus) sehingga dapat dinyatakan bahwa jenis daun kepuh bisa di manfaatkan untuk penyembuhan jenis-jenis luka lainnya.
Kata Kunci : Kepuh, Mencit, Penyembuhan
Keterangan:
*Peneliti
**Pembimbing I
**Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Uji Anti Inflmasi Gel Ekstrak Daun Kepuh (Sterculia Foetida L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus). Ngaddi N*) Sabuna A**) Nitsae M**) Inflamasi merupakan respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi atau iritasi yang terjadi pada area luka. Obat yang biasa digunakan mencegah inflamasi yaitu obat Antiinflamasi Non-Steroid (AINS) dan Kartikosteroid. Namun dalam penggunaan obat tersebut memiliki efek samping yang kurang baik bagi tubuh. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan obat yang mengandung khasiat baik dan memiki efek samping lebih kecil.Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional adalah kepuh. Kepuh merupakan salah satu tumbuhan yang dari masing-masing organ memiliki banyak manfaat dan juga telah diketahui mengadung senyawa-senyawa kimia yang berfungsi mempercepat proses penyembuhkan luka. Tujuan penelitianuntuk mengetahui apakah gel ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L.) berpengaruh sebagai antiinflamasi terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus). Untuk mengetahui jumlah dosis gel ekstrak daun kepuh (Sterculia foetida L.) yang tepat sebagai antiinflamasi terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gel ekstrak dauh kepuh (Sterculia foetida L.) memiliki pengaruh terhadap proses penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus). Dari konsentrasi gel ekstrak daun kepuh 20%, 40%, dan 60%, yang yang paling efektif dalam menyembuhkan luka sayat pada mencit yaitu pada dosis 60%. Kata Kunci : Inflamasi, Kepuh,Gel, Mencit Keterangan: *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II