Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kejadian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRANSFORMASI KONFLIK KARENA KEHADIRAN ALLAH : Tafsir Naratif Kejadian 37:1-11 dan Relevansinya Bagi Jemaat GMIT Sarfat Daeloni, Klasis Rote Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memandang konflik bukan semata-mata sebagai realitas yang bersifat negatif dan merugikan, melainkan sebagai ruang penyingkapan diri dan peluang transformasi dalam kehidupan manusia. Dengan tujuan tersebut, tulisan ini mengkaji Kejadian 37:1-11 melalui pendekatan tafsir naratif untuk memahami bagaimana konflik dalam keluarga Yakub, khususnya antara Yusuf dan saudara-saudaranya, berfungsi sebagai ruang awal pembentukan diri yang berlangsung melalui dinamika relasi yang tidak ideal. Konflik dipahami sebagai hasil dari pilihan dan tindakan manusia yang bebas, namun di dalamnya tetap terbuka kemungkinan terjadinya perubahan dan pendewasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pendekatan tafsir naratif dipakai untuk membaca teks sebagai sebuah kisah yang utuh dengan memperhatikan alur, tokoh, dan konflik, sehingga kerygma dipahami melalui dinamika cerita dan perkembangan relasi antartokoh. Dalam tafsir naratif ini, konflik tidak dilihat sebagai tujuan akhir narasi, melainkan sebagai medium yang membuka ruang refleksi diri, kesadaran akan keterbatasan manusia, serta peluang bagi terjadinya transformasi. Pemahaman tersebut kemudian dibaca secara sejalan dengan realitas konflik yang dialami oleh Jemaat GMIT Sarfat Daeloni, Klasis Rote Tengah. Konflik jemaat tidak dipahami sebagai kegagalan kehidupan bergereja, tetapi sebagai realitas yang mengandung potensi pembentukan diri apabila dihadapi secara reflektif dan bertanggung jawab. Dalam kerangka ini, kehadiran Allah dipahami bukan sebagai penghapus konflik atau penentu langsung tindakan manusia, melainkan sebagai kehadiran yang menyertai proses kehidupan manusia, bahkan ketika konflik terjadi sebagai hasil dari kebebasan manusia itu sendiri. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan tujuan untuk memperkuat pemahaman teologis bahwa konflik dapat menjadi ruang pendewasaan iman, pemulihan relasi, dan pertumbuhan kehidupan bersama dalam komunitas jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEHENDAK BEBAS SEBAGAI TANGGUNG JAWAB ETIS “Suatu Tinjauan Etis Atas Kejadian 1: 26-28 dan Implikasinya bagi Pemuda-Pemudi di GMIT Emaus Liliba”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas kehendak bebas sebagai tanggung jawab etis berdasarkan tinjauan etis biblis Kejadian 1:26-28 serta relevansinya bagi pemuda/i di Jemaat GMIT Emaus Liliba. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan pemuda yang berada di tengah perubahan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang berlangsung secara cepat dan kompleks. Kondisi tersebut kerap membentuk cara pandang terhadap kebebasan secara individualistik, pragmatis, dan terlepas dari dimensi tanggung jawab etis serta relasi iman. Situasi ini menuntut suatu kajian teologis yang mampu menempatkan pemahaman tentang kehendak bebas dalam kerangka iman Kristen yang berakar pada identitas manusia sebagai gambar dan rupa Allah (imago Dei). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konteks historis dan motivasi teologis Kejadian 1:26-28, mengidentifikasi nilai-nilai etis yang terkandung di dalam teks tersebut, serta merumuskan relevansinya bagi kehidupan pemuda/i di Jemaat GMIT Emaus Liliba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi kepustakaan terhadap teks Alkitab dan literatur teologis yang relevan, serta refleksi kontekstual terhadap dinamika kehidupan pemuda dalam lingkungan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kejadian 1:26-28 lahir dalam konteks krisis identitas umat Israel dan berfungsi sebagai pernyataan teologis yang menegaskan kembali martabat manusia sebagai imago Dei. Kehendak bebas dipahami sebagai anugerah Allah yang melekat pada identitas manusia, namun tidak bersifat otonom mutlak, melainkan selalu terikat pada tanggung jawab etis dalam relasi dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan. Nilai-nilai etis yang terkandung dalam teks ini meliputi kekudusan hidup, tanggung jawab moral, pengelolaan kuasa secara etis, serta partisipasi manusia dalam mandat budaya Allah. Relevansi etis Kejadian 1:26-28 bagi pemuda/i GMIT Emaus Liliba terletak pada panggilan untuk menghidupi kebebasan secara bertanggung jawab di tengah tantangan kehidupan modern. Pemuda dipanggil untuk memahami kebebasan bukan sekadar sebagai hak pribadi, melainkan sebagai sarana menghadirkan kemuliaan Allah melalui kehidupan yang berintegritas, relasi yang membangun, serta keterlibatan aktif dalam pelayanan gereja dan tanggung jawab sosial sebagai wujud iman Kristen yang hidup dan nyata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HOSPITALITAS BAGI SESAMA "Suatu Kajian Naratif Terhadap Teks Kejadian 18:1-15 dan Implikasinya bagi Pelayanan Hospitalitas di Jemaat GMIT Elim Lasiana

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Hospitalitas Bagi Sesama: Suatu Kajian Naratif Terhadap Teks Kejadian 18:1- 15 dan Implikasinya Bagi Pelayanan Hospitalitas di Jemaat Elim Lasiana”, ditulis oleh Yane Erlina Beis. Masalah yang digumuli dalam penelitian ini adalah terhentinya program “beras jempitan” di jemaat GMIT Elim Lasiana, padahal program ini pernah menjadi bentuk nyata kepedulian jemaat terhadap sesama yang membutuhkan. Penulis melihat bahwa ada nilai-nilai iman yang terkandung dalam praktik sederhana tersebut, namun belum digali dan dihidupi secara mendalam. Fokus yang dibahas dalam skripsi ini adalah tindakan hospitalitas dalam Kejadian 18:1-15, khususnya sikap Abraham saat menerima tiga tamu asing. Tindakan Abraham yang penuh kesederhanaan, kesiapan, dan keterlibatan keluarga menjadi dasar untuk memahami makna hospitalitas menurut iman Kristen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali makna hospitalitas dalam teks tersebut secara naratiff, dan menghubungkannya dengan praktik kehidupan jemaat GMIT Elim Lasiana, khususnya dalam pelayanan kasih kepada sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian naratif terhadap teks Kejadian 18:1-15, didukung dengan data lapangan melalui wawancara terhadap jemaat dan pelayanan gereja yang pernah terlibat dalam program “beras jempitan”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan hospitalitas Abraham adalah bentuk iman yang menghadirkan kasih Allah serta menggugah hati Allah untuk hadir dan menyatakan janji-Nya. Hal ini menjadi dorongan bagi gereja untuk melihat kembali nilai-nilai hospitalitas melalui tindakan sederhana namun berdampak nyata, seperti program “beras jempitan” yang pernah dijalankan dan dapat dijadikan motivasi dimasa kini, bukan hanya di jemaat Elim Lasiana, tapi juga untuk gereja-gereja lain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail