Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kearifan Lokal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

"Sasi” Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Desa Moain Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya dalam Mengelola Hasil Laut:

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NOVALINA SEPATKORA (15380024). “ Sasi” Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Desa Moain Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya dalam Mengelola Hasil Laut:WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Sasi merupakan larangan pemanfaatan sumberdaya alam di laut dalam jangka waktu tertentu yang dimaksudkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahi sejarah sasi, kelembagaan yang mengelola sasi, dan mengetahui jenis sanksi pada sasi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive dengan para informan. Lokasi Penelitian Di Desa Moain Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya. Analisis data aspek-aspek sosial budaya di lakukan dengan cara analisis kualitatif yakni mendeskripsikan tentang nilai-nilai dan cara pandang masyarakat lokal terhadap kearifan lokal dan makna penuturan adat dalam berbagai ritual yang berhubungan dengan mengelola sumberdaya laut. Hasil penelitian ini adalah peran masyrakat terhadap kearifan lokal di Desa Moain meliputi modal sosial di mana terwujudnya kerja sama antar anggota masyarakat. Berdasarkan norma kepercayaan, masyarakat dengan peran lembaga adat dalam memperkuat aturan kelembagaan dan sanksi pada sasi serta peran masyrakat dalam mengelola hasil laut. Kearifan lokal sasi di tandai dengan sikap nelayan melalui penilaian responden dalam melaksanaan kearifan lokal sasi, mengelola sumberdaya yang di sasi seperti teripang dan lola. Dan dapat dilarang pengambil hasil yang belum di buka oleh pihak geraja dan kelembagaan dalam lingkup sumberdaya yang di sasi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LILIFUK Suatu Tinjauan Teologis terhadap Kearifan Lokal Lilifuk dan Sumbangsinya bagi Misi Gereja di Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kearifan Lokal merupakan pandangan hidup, ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang terwujud dalam aktivitas masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah guna pemenuhan kebutuhan mereka. kearifan lokal lilifuk adalah proses memanen ikan di dalam satu tempat (kolam) yang telah dipelihara dan dilakukan bersama-sama dengan menggunakan alat tangkap ikan secara tradisional (sorok) setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Menghadapi realitas lilifuk dan sikap masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, muncul permasalahan terkait sikap masyarakat terhadap unsur-unsur lingkungan hidup seperti tanah, air, hutan, laut, dan udara yang semakin memburuk pada zaman ini. GMIT, dalam konteks ini, dipanggil untuk menjaga dan merawat alam semesta sebagai ciptaan Allah yang diciptakan-Nya baik bahkan sangat baik. Tujuan penelitian yakni ingin melihat eksistensi GMIT perlu mengembangkan pemikiran teologis yang kontekstual mengenai lingkungan, yang menjadi dasar bagi perhatian jemaat dan masyarakat. Penelitian dilakukan di jemaat GMIT Lahairoi Kuanheum dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi partisipasif, wawancara dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa terdapat hubungan manusia dengan alam bertolak dari kearifan lokal lilifuk yakni terdapat hubungan manusia di atas alam. Hal ini dipengaruhi oleh adanya faktor pemahaman dan faktor adat istiadat. Refleksi teologis yang diperoleh dari hasil analisis yakni laut sebagai sumber kehidupan, berdamai dengan lingkungan dan gereja serta pemerintah merupakan kawan sekerja Allah. benar adanya, bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang diciptakan dengan tugas dan tanggung jawabnya sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BUDAYA LALA (Suatu Tinjauan Ekoteologi terhadap kearifan lokak buaya LALA dan implikasinya bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang dan kelestarian lingkungan di jemaat GMIT Bethania Kakaek, Klasis Pantai Baru

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kerusakan lingkungan merupakan persoalan Jemaat GMIT Bethania Kakaek, Klasis Pantai Baru. Faktor utama penyebab kerusakan lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek adalah ulah para peternak yang membiarkan hewan-hewan bebas berkeliaran. Hewan-hewan yang bebas berkeliaran membuat lingkungan tercemar dengan kotoran yang berserakan dan merusak sumber-sumber daya alam yang potensial. Kondisi ini menggambarkan kerusakan tata ruang kehidupan (habitat). dalam penataan ruang kehidupan (habitat). Untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan tingkat pendapatan jemaat dan kesehatan lingkungan stempat, maka Jemaat GMIT Kakaek membangun pagar kolektif (lala) sejak tahun 2002. Pemagaran kolektif (lala) merupakan sistem atau organisasi pertanian yang dipraktikkan oleh masyarakat Rote sejak zaman dahulu sampai sekarang. Kondisi tersebut mendorong penulis untuk melakukan kajian tentang: 1) Apa pandangan Jemaat GMIT Bethania Kakaek tentang budaya lala, 2) bagaimana sistem/bentuk penerapannya dan implikasinya bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan 3) bagaimana refleksi teologis tentang budaya lala dalam tiga dimensi yaitu ekonomis,peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan. Metode penelitan yang digunakan adalah kualitatif dengan maksud memperoleh sejumlah informasi dalam bentuk lisan, tulisan, dan tindakan Subyek penelitian adalah 23 orang yang terdiri dari para prebiter dan anggota Jemaat GMIT Bethania Kakaek. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Penelitian ini membuktikan budaya lala mengandung nilai konservsi, keadilan dan kesederhanaan yang berdampak positif bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail