Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kan Meto
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrayl (DPPH)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrayl (DPPH) Mokola. K. Y ) * Nitsae.M ) ** Daud.Y) ** Metode DPPH merupakan metode pengukuran aktivitas antioksidan yang stabil, sederhana, mudah, dan menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit dengan waktu yang singkat, sesuai untuk komponen antioksidan yang bersifat polar karena kristal DPPH hanya dapat larut dan memberikan absorbansi maksimum pada pelarut etanol maupun metanol (Hanani, dkk, 2005). Parameter yang digunakan untuk menunjukan aktivitas antioksidan adalah efiensi (EC50) atau konsentrasi inhibisi (IC50) (konsentrasi substrat untuk menghasilkan 50% reduksi dari DPPH) (Molyneux,2003). Semakin rendah nilai IC50 menunjukan bahwa antioksidan semakin besar.). Dalam penelitian ini menggunakan kulit buah pala (Myristica fragrans) untuk mengetahui aktifitas antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis untuk menguji aktifitas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang gelombang maksimum metode DPPH adalah 514,92 nm dengan nilai regerasi y = 0,2294x-0,0126 dan nilai R2 = 0,998. Hasil uji antioksidan secara berturut-turut untuk fraksi etanol menunjukkan aktifitas antioksidan yang paling baik dengan nilai IC50 nya adalah 73,219 ppm. Kata Kunci : Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Suatu Tinjauan Teologis Kristen Terhadap Praktik Kan Nitu Kepada Seorang Bayi Bagi Orang Amarasi dan Sumbangsihnya bagi Jemaat GMIT Syalom Nisum Retraen

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Syalom Nisum, Klasis Amarasi Barat merupakan salah satu gereja di Amarasi selatan. Jemaat ini sudah ada sejak tahun 1954, hal ini ditandai dengan masuknya Injil ke Amarasi dan sakramen baptisan kudus pertama yang dilayankan di Amarasi Barat, tepatnya di Baun pada tahun 1875. Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat terkait dengan praktik kan nitu (pemberian nama orang mati) pada bayi oleh warga jemaat GMIT Syalom Nisum. Sejak kan nitu dipraktikan, pemahaman jemaat terhadap pemberian nama pada bayi yang baru lahir mulai terpengaruh. Ada yang memahami praktik kan nitu sebagai bagian dari cara mengenang atau menghormati pada leluhur, namun ada juga yang memahami praktik ini sebagai bagian dari cara leluhur menunjukkan kehendaknya. Meneliti pemahaman jemaat berkaitan dengan praktik kan nitu menjadi penting karena praktik kan nitu mulai dipraktikan dengan kepercayaan bahwa leluhur masih turut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang masih hidup. Warga jemaat GMIT Syalom Nisum percaya bahwa melalui mimpi dan sakit-penyakit, leluhur menunjukkan kehendak atau keinginan mereka. Untuk mengetahui praktik kan nitu warga jemaat GMIT Syalom Nisum, maka penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif. Warga jemaat jemaat Syalom Nisum, meski sudah menjadi Kristen sejak lama, namun mereka tetap menghidupi praktik kan nitu kan nitu yang ditinggalkan leluhur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail