Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Janda
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SPIRITUALITAS PARA JANDA Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Spiritualitas Para Janda di GMIT Ora Et Labora Oesapa Klasis Kota Kupang Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Spiritualitas Para Janda: Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Spiritualitas Para Janda di GMIT Ora Et Labora Oesapa Klasis Kota Kupang Timur.” Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengungkap realitas kehidupan para janda dalam konteks kehidupan bergereja, khususnya berkaitan dengan pemahaman dan praktik spiritualitas mereka dalam menghadapi tantangan hidup setelah kehilangan suami. Latar belakang penelitian ini berpijak pada kenyataan bahwa wafatnya suami memberikan dampak besar bagi istri yang ditinggalkan, baik secara psikologis, sosial, ekonomi, maupun spiritual, terutama dalam masyarakat yang masih kuat menganut budaya patriarki seperti di Kota Kupang. Dalam kondisi tersebut, spiritualitas dipandang sebagai kekuatan utama yang menopang keteguhan iman dan mental para janda untuk terus melanjutkan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, mayoritas janda di GMIT Ora Et Labora Oesapa memiliki pemahaman yang masih terbatas mengenai makna spiritualitas. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti latar belakang pendidikan, pengalaman iman, prioritas hidup, serta minimnya keterlibatan mereka dalam aktivitas pelayanan gereja. Rendahnya pemahaman dan penghayatan akan spiritualitas ini berdampak langsung pada keterlibatan mereka yang minim dalam kegiatan gerejawi, serta berakibat memudarnya nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi gereja dalam merancang pelayanan pastoral yang lebih relevan, guna memperkuat dan memberdayakan para janda agar mampu bangkit, mandiri, dan menjalani kehidupan yang berlandaskan spiritualitas Kristen secara utuh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“YANG BESAR BAGI ALLAH DARI YANG TERKECIL DI ANTARA MANUSIA” Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 21:1-4 Dan Implikasinya Bagi Pemberdayaan Janda Di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK YANG BESAR BAGI ALLAH DARI YANG TERKCEIL DI ANTARA MANUSIA Suatu Kajian Naratif Terhadap Injil Lukas 21:1-4 dan Implikasinya Bagi Pmberdayaan Janda di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Morionis Alfred Penu Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang email:[email protected] Injil Lukas memuat banyak catatan tentang perhatian Yesus bagi kaum marjinal seperti para janda. Meskipun dalam kehidupan sosial dipandang sebagai bagian yang lemah dan rendah, namun bagi Yesus para janda adalah manusia yang berharga. Bahkan dalam Injil Lukas 21:1-4, Lukas mencatat bahwa Yesus mengangkat kehidupan seorang janda dalam hal memberikan persembahan untuk dijadikan pengajaran kepada murid-murid dan orang-orang kaya. Dalam konteks pelayanan yang berlangsung di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, penulis menemukan suatu indikasi bahwa para janda belum secara baik dilibatkan dalam pelayanan gereja. Dalam pelayanannya, gereja cenderung masih memandang kehadiran janda hanya sebatas sebagai anggota jemaat yang lemah dan perlu dikasihani. Dengan demikian para janda selalu hanya hadir sebagai obyek dalam pelayanan dan sulit diberikan posisi sebagai subyek pelayanan. Berangkat dari dua latar belakang itu, maka penulis telah melakukan suatu kajian terhadap Injil Lukas 21:1-4 dengan metode kajian pustaka, secara khusus menggunakan kajian naratif dan menemukan kerygma teologis bahwa Allah memiliki kehendak bebas untuk memakai siapa saja menjadi alat untuk menyatakan kebenaran serta sikap ketulusan dalam melayani merupakan bukti syukur terbesar. Poin implikasi teologis juga penulis kemukakan bagi pemberdayaan janda dalam pelayanan di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat, bahwa para janda di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat perlu menyadari kehadiran mereka dalam persekutuan gereja sebagai bagian penting yang dapat memberi sumbangsi bagi pelayanan. Sebaliknya gereja harus menyediakan ruang bagi para janda untuk dapat terlibat dalam pelayanan gereja. Kata Kunci: Janda, Gereja, Pelayanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail