ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian ini ialah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Perjanjian Hutang Piutang .Masalah pokoknya diteliti penulis ialah. (1) Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi. (2) Mengapa gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi. Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi (2) Untuk mengetahui alasan gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi.Sifat penelitian hukum yang digunakan ialah bersifat deskripsi dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan tentang penyelesaian sengketa akta notaris dalam perjanjian hutang piutang dan jenis penelitian yang digunakan penulis bersifat normatif. Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas penelitian penulis adalah Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi dan Mengapa gugatan penggugat konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang penyelesaian sengketa akta notaris dalam perjanjian hutang piutang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alasan judex facti mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi ? a. Penggugat rekonvensi tidak dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya : Penggugat pada petitum ad-2, ad3, Penggugat adalah pemilik sertifikat hak milik No 686/Sudirejo-I sebagai mana diuraikan dalam surat ukur tanggal 31 Januari 2002. b. Penggugat rekonvensi terbukti melakukan perbuatan melawan hukum :Tergugat I,II,III, IV,V dan VI terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. (2) Gugatan konvensi ditolak sedangkan gugatan penggugat rekonvensi dikabulkan oleh hakim tingkat kasasi? a.Gugatan konvensi ditolak oleh hakim tingkat kasasi karena : Judex Facti telah salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku. b. penggugat konvensi tidak dapat membuktikan dalil gugatannya karena.: Judex Facti telah salah menerapkan hukum karena tidak memberi perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang beriktikad baik. c. Penggugat rekonvensi dapat membuktikan dalil gugatannya :Judex Facti telah salah menerapkan hukum karena tidak memberi perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang beriktikad baik
Saran penulis adalah Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :1. Jaksa penuntut umum dalam petitumnya harus teliti dan cermat menjelaskan substansi pokok perkara yang terjadi antara para pihak berdasarkan fakta hukum dan dalil-dalil yang sesuai dengan bukti-bukti yang ada pada pokok perkara 2. Dalam membuat putusan hakim memperhatikan fakta-fakta hukum dipersidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya para pihak. 3. Hakim harus menilai bukti-bukti yang diajukan untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan. 4. Hakim harus benar-benar teliti secara cermat, dalam pertimbangannya sebelum menjatuhkan putusan ,
Kata Kunci :Penyelesaian Sengketa Akta Notaris, Hutang Piutang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN HUTANG TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA SUB SEKTOR PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2021 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas dan Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan . Nilai Perusahaan dalam penelitian ini di proksikan dengan Price Book Value (PBV). Nilai perusahaan merupakan nilai yang mencerminkan berapa harga yang bersedia dibayar oleh investor untuk suatu perusahaan. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Dengan baiknya nilai perusahaan maka perusahaan akan dipandang baik oleh para calon investor, demikian pula sebaliknya. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukan kinerja perusahaan yang baik, memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting artinya bagi suatu perusahaan, karena dengan memaksimalkan nilai perusahaan berarti juga memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yang merupakan tujuan utama perusahaan. Semakin tinggi nilai PBV menunjukan nilai perusahaan semakin baik. Berdasarkan rasio PBV dapat dilihat bahwa nilai perusahaan yang baik ketika nilai PBV diatas satu mengambarkan harga jual perusahaan lebih tinggi dari nilai buku perusahaan. Sebaliknya apabila PBV dibawah nilai satu mencerminkan nilai perusahaan tidak baik, persepsi investor terhadap perusahaan juga tidak baik, karena dengan nilai PBV dibawah satu menggambarkan harga jual perusahaan lebih rendah dibandingkan nilai buku perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Nilai Perusahaan Terdapat 2 variabel independen yang dihipotesiskan mempengaruhi Nilai Perusahaan meliputi: profitabilitas, dan kebijakan hutang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder berupa laporan keuangan tahunan atau annual report melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia sub sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung dari tahun 2016-2021. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 8 kriteria penelitian yang ditentukan sehingga memperoleh jumlah sampel sebanyak 5 perusahaan dengan data yang diperoleh sebanyak 30 data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear berganda dengan menggunakan program aplikasi SPSS 28. Hasil analisis penelitian ini menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, dan kebijakan Hutang berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
FAKTOR-FKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021
JENILINA TASILIMA
1 8 1 9 0 2 1 7
Hutang merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengurangi konflik keagenan. Dengan adanya hutang maka perusahaan akan mendapatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan operasional perusahaannya. Keputusan pendanaan sebuah perusahaan dalam mendanai kegiatan operasionalnya, harus sesuai dengan tujuan utama perusahaan. Keputusan pendanaan tersebut mampu untuk meminimalkan risiko maupun biaya agar tujuan utama perusahaan tercapai. Untuk mencapai tujuan, perusahaan harus memiliki struktur modal yang optimal. Struktur modal yang optimal merupakan struktur yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan atau harga saham. Dalam menentukan kebijakan hutang, juga ada beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan pada umumnya.
Penelitian ini di lakukan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh profitabilitas (X1), likuiditas (X2) dan ukuran perusahaan (X3) terhadap kebijakan hutang (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Data penelitian yang di gunakan bersumber dari website resmi Bursa Efek Indonesia yang beralamat di www.idx.co.id. Data penelitian yang di gunakan dari tahun 2017-2021. Populasi pada penelitian ini berjumlah 10 perusahaan manufaktur. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kebijakan hutang dan variabel independen adalah profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang di gunakan adalah menggunakan teknik regresi linear berganda dan bantuan aplikasi SPSS 26. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukan profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang sedangkan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Manfaat dari penelitian ini sebagai rujukan pengembangan ilmu akuntansi khususnya dalam analisis profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN HUTANG TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN SUB SEKTOR BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2018-2021 ABSTRAKSI Kondisi perekonomian saat ini meyebabkan terjadi persaingan yang sangat ketat dalam berbagai bidang bisnis. Kondisi tersebut menuntut perusahan untuk dapat bertahan dalam persaingan, perusahan dituntut untuk pangsa pasar yang lebih luas serta dapat memeanfaatkan modal secara efisiensi. Setiap perusahaan dituntut untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan dan menyejahterakan pemegang saham. Nilai perusahaan dapat menggambarkan keadaan perusahaan. Dengan baiknya nilai perusahaan maka perusahaan akan dipandang baik oleh para calon investor demikian pula sebaliknya, Jika perusahaan tidak dapat mencapai tujuan perusahaan dan tidak memaksimalkan nilai perusahaan maka perusahaan akan dipandang buruk oleh para investor. Berdasarkan hasil penelitian,dibuktikan bahwa profitabilitas (ROE) memiliki pengaruh signifikan dan postif terhadap variabel PBV atau variabel nilai perusahaan karena angka signifikansinya sebesar 0,002 dengan taraf signifikasinya yang dikurang alpha 0,05 diartikan bahwa profitabiltas berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Dengan hasil tersebut maka hipotesa H1 profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, diterima Dalam penelitian ini profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Equiti dengan cara menunjukan kemampuan dari equitas (umumnya saham biasa) yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan laba terhadap nilai perusahan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 32.348 dengan hasil tersebut maka hipotesa H1 yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini membuktikan bahwa kebijakan hutang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan ditunjukan denga nilai koefisien regresi sebesar 8,209.dengan hasil tersebut maka hipotesa (H2) yang menyatakan bahwa bahwa kebijakan hutang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan tersebut tidak signifikan, ditunjukan dengan nilai sig=0,729>0,05.semakin tinggi DER menunjukan semakin tinggi komposisi total hitung dengan total modal sendiri sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan pertambangan. Dengan hasil tersebut maka hipotesa H2 kebijakan hutang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, artinya H2 ditolak
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Tingkat Hutang dan Arus Kas Terhadap Persistensi Laba Pada Perushaan Sub Sektor Pertanian” (Periode 2017-2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat hutang terhadap persistensi laba pada perusahaan sub sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis data dalam penelitian ini merupakan data sekunder, data tersebut diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 15 perusahaan dan jumlah perusahaan sampel adalah 10 perusahaan. Hasil penelitian ini mendapatkan variabel tingkat utang berpengaruh negatif terhadap persistensi laba, berdasarkan uji t yang dilakukan variabel tingkat utang memiliki memiliki nilai t sebesar -2,770 dengan tingkat signifikansi 0,008 lebih kecil dari 0,05 (5%) sehingga H01 ditolak dan Ha1 diterima. Variabel arus kas operasi berpengaruh positif secara signifikan terhadap persistensi laba berdasarkan data yang ditunjukan di tabel 4.8 , dengan koefisien regresi (β) bernilai 0,137 dengan nilai lebih signifikan yang kurang dari 0.05 yaitu 0,112.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Tingkat Hutang Terhadap Persistensi Laba Pada Perushaan Sub Sektor Pertanian” (Periode 2016-2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat hutang terhadap persistensi laba pada perusahaan sub sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Jenis data dalam penelitian ini merupakan data sekunder, data tersebut diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 17 perusahaan dan jumlah perusahaan sampel adalah 10 perusahaan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat hutang berpengaruh negatif terhadap persistensi laba yang ditunjukan dengan nilai b= -0,11. Pengaruh negatif tingkat hutang terhadap persistensi laba tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi hutang maka laba tidak persisten pada tahun mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perusahaan adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba perusahaan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan perusahaan dalam mengahasilkan laba selama periode tertentu dapat diukur dengan melihat kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara efektiv dan efisien untuk mengelola aktivitas operasional perusahaan. Oleh karena itu manajer harus memiliki pemahaman yang profesional, khususnya para manajer keuangan. Seorang manajer keuangan dituntut untuk mampu memahami sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan sebagai pendukung modal perusahaan.
Diera sekarang ini jika suatu perusahaan meremehkan atau bertindak tidak serius dalam mengelola modal perusahaan, maka perusahaan tersebut diprediksi akan bermasalah dalam berkompetisi, termasuk memungkinkan perusahaan tersebut tidak mampu memanfaatkan modal perusahaan yang telah termiliki secara maksimal serta tepat sasaran (Fahmi 2014:100). Kebijakan hutang adalah strategi perusahaan dalam menggunakan sarana pendanaan dari luar (hutang) untuk membiayai operasional dan meningkatkan labanya. Jika perusahaan tidak mampu membayar hutangnya maka terancam likuiditasnya, sehingga manajemen harus mampu mengambil keputusan yang sesuai dan tepat agar dapat meminimalisir risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan (Putra, 2017).
Menurut Sheisarvian, et al (2015) pemakai hutang ditunjuk sebagai salah satu alat untuk menyelesaikan perselisihan keagenan tidak bermaksud membuat manajemen dapat meneruskan dengan hutang yang sebanyak-banyaknya. Kemunculan financil distress dan penurunan nilai perushaan itu disebabkan karena adanya hutang yang terlalu tinggi maka manajer perusahaan harus faham serta mampu mengendalikan hutang. Oleh karena itu, pemahaman tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebijakan hutang perlu diteliti agar dapat prediksi kecenderungan perilaku manajemen dalam kebijakan hutangnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang yaitu profitabilitas. Profitabilitas merupakan kapabilitas yang perusahaan miliki dalam mendapat laba selama suatu periode. Perusahaan yang profitabilitasnya berkategori tinggi lazimnya mempergunakan hutang yang jumlahnya sedikit. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat pengembalian investasi, yang akhirnya perusahaan sebatas menerapkan permodalan dengan laba ditahan (Sudarmadji & Sularto, 2007).
Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor Hotel, Restoran dan Parawisata yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Oleh sebab itu populasi dalam penelitian ini adalah yaitu sebanyak 14 perusahaan.
Data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan metode analisis data. Data diuji menggunakan SPSS versi 16 dengan menggunakan Uji Regresi Linier Berganda dan Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan hutang pada perusahaan sub sektor Hotel, Restoran dan Parawisata yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dilihat dari perolehan persamaan regresi linear sederhana yang memperlihatkan pengaruh profitabilitas (X) terhadap kebijakan hutang (Y) yaitu Y = 43.372 - 0.195X. Sehingga nilai koefesien regresi profitabilitas sebesar - 0.195 yang artinya menjelaskan bahwa profitabilitas mengalami penurunan sebesar - 0,195 dengan kata lain nilai koefesien regresi untuk variabel profitabilitas bernilai negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial profitabilitas diterima atau variabel profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kebijakan hutang. Selain itu perolehan hasil nilai sig 0,023<0,05 dan nilai 2.325>1.664.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil pengujian Anova atau F diatas, maka F hitung sebesar 3,741 dan F tabel sebesar 0,162, dapat dilihat F hitung lebih besar dari F tabel (3,741>0,162) dan sig hitung lebih kecil dari ɑ 5% (0,0100,05). Dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel-variabel independen berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Dari hasil uji Anova diperoleh t-tabel 3,579 lebih besar dari t-hitung 2,196 atau sig sebesar 0,38 lebih kecil dari 0,05. Dengan hasil ini, pengaruh aset cepat atas persediaan (Quick Asset Inventory) adalah sigifikan terhadap return saham. xvii Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis menyatakan bahwa aset cepat atas persediaan (Quick Asset Inventory) berpengaruh positif terhadap return saham. Dari hasil uji Anova diperoleh t-tabel 3,579 lebih besar dari t-hitung -1,630 atau sig sebesar 1,17 lebih besar dari 0,05. Dengan hasil ini, pengaruh margin laba bersih (Net Profit Margin) adalah tidak signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis menyatakan bahwa margin laba bersih (Net Profit Margin) tidak berpengaruh terhadap return saham.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Analisis pengaruh kebijakan Hutang terhadap Kinerja Keuangan.tujuan dari penelitin ini adalah, Untuk mengetahui pengaruh kebijakan Hutang terhadap Kinerja keuangan. Dengan menggunakan 10 sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan pada rentang tahun 2016-2018.kebijakan Hutang di proksikan dengan Debt To Asset Ratio. Sementara kinerja keuangan diproksikan dengan Return On Equity ( ROE ). Kebijakan Hutang merupakan salah satu kebijakan pendanaan dalam perusahaan yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan, Sedangkan Hutang merupakan sesuatu yang dipinjam, Baik berupa uang maupun Benda. Seseorang ataupun badan usaha yang meminjam disebut debitur. Entitas yang memberikan Hutang disebut Kreditur, hutang di bagi menjadi dua bagian yaitu Hutang jangka pendek dan Hutang jangka panjang.hutang jangka pendek adalah, Hutang yang dikembalikan dalam kurun waktu satu tahun pelunasannya biasanya dilakukan dengan menggunakan aktiva atau aset perusahaan yang sebelumnya telah di perhitungkan. Hutang jangka panjang merupakan, Hutang yang pelunsannya lebih dari satu tahun atau lebih. Kinerja keuangan merupakan, Gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan data Sekunder. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah dipublikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minumanyang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODEM2018-2019 (Studi Kasus Pada Sub Sektor Makanan Dan Minuman) NAMA : VINSENSIA BERE NIM : 17191396 PROGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah terdapat pebgaruh rasio hutang untuk aset terhadap nilai perusahaan? Dan Apakah terdapat pengaruh rasio hutang untuk modal terhadap nilai perusahaan?.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rasio hutang untuk aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan tujuan ke dua adalah untuk mengetahui pakah terdapat rasio hutang untuk modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Nilai Perusahaan, Rasio Hutang untuk aset dan rasio hutang untuk modal.Nilai perusahaan merupakan pandangan dari para investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering berkaitan dengan harga saham untuk dapat memaksimalkan tujuan perusahaan. Rasio Hutang untuk aset adalah rasio hutang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aset. Semakin tinggi rasio menunjukkan bahwa semakin besar jumlah modal pinjaman yang digunakan untuk investasi pada aset dalam menghasilkan keuntungn bagi perusahaan dan dapat meningkatkan nilai perusahaan.rasio hutang untuk modal merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan ekuitas yang dimiliki. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2018-2019. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 33 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder.Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2019 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai (R2) sebesar 0,023 atau 2,3%. Hal ini menunjukkan bahwa rasio hutang untuk modal dipengaruhi oleh rasio hutang untuk aset sebesar 2,3%. Sedangkan pengaruh sisanya sebesar 97,7% merupakan variabel lainnya yang tidak di teliti dalam penelitian ini.Hasil uji regresi secara parsial Rasio Hutang untuk aset (DAR) H1 Menunjukkan nilai Koefisien (β) adalah 0,013 yang berarti terdapat hubungan positif rasio hutang untuk aset (DAR) dengan nilai perusahaa. Nilai statistik t menunjukkan 0,198 dengan tingkat signifikansi 0,044 kurang dari 0.05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diiterima.Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio hutang untuk aset (DAR) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial Rasio Hutang untuk modal (DER) Menunjukkan nilai Koefisien (β1) sebesar 0,020 yang berarti terdapat hubungan positif rasio hutang untuk modal (DER) dengan nilai perusahaan. Nilai statistik t menunjukkan 1,031 dengan tingkat signifikansi 0,037 kurang dari 0.05 maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diiterima.Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio hutang untuk modal (DER) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.