ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan guru dalam menyusun soal pilihan ganda dan essay instrumen test berbasis higher order thinking skill (HOTS) di SMA Negeri 12 Kota Kupang dimana maksud soal yang dibuat oleh guru salah ditafsirkan siswa sehingga jawaban siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat instrumen test yang dibuat guru IPA Biologi berbasis Higher order thinking skill (HOTS) di SMA Negeri 12 kota kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru IPA kelas X, objek dalam penelitian ini adalah Soal penilaian akhir semester (PAS) mata pelajaran IPA Biologi kelasX. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi yaitu soal PAS Buatan guru IPA Biologi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji validitas, Uji realibilitas, tingkat kesukaran butir soal dan daya bedah dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukan analisis instrumen test berbasis Higher order thinking skill (HOTS) termasuk dalam kategori baik, Sehingga dapat disimpulkan secara keseluruhan memperoleh hasil pada indikator penerimaan dengan uji validitas dengan kriteria kevalitan sedang 0,55, dimana 80% valid dan 20% tidak valid, dan realiabilitas soal masuk dalm kategori reliable, tingkat kesukaran butir soal 50 % uji daya bedah baik, Tingkat kesukaran butir soal masuk dalam kategori muda
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran di SMA Negeri 1 Nekamese berlangsung dengan metode ceramah, diskusi dan presentasi. Hal ini membuat peserta didik menjadi pasif karena pembelajaran berpusat pada guru. Hal ini berdampak pada kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kemampuan peserta didik dalam hal menganalisis, mengevaluasi dan mencipta masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Open Ended Learning Terhadap Berpikir Tingkat Tinggi di SMA Negeri 1 Nekamese Kabupaten Kupang Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post-test only control grup desain. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitiannya adalah seluruh peserta didik kelas XA dengan jumlah siswa 15 dan XB dengan jumlah siswa 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test. Data dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh niai F sebesar 0,802 serta hasil uji t sebesar 10,473 dengan taraf signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan adanya pengaruh model Open Ended Learningterhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik.Model pembelajaran Open Ended Learning memiliki kelebihan yaitu peserta didik berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan ide, peserta didik dari kelompok lemah tetap memilki kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri. Hal ini dikarenakan model Open Ended Learning membuat peserta didik menggembangkan pola pikir sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan tidak bergantung pada jawaban orang lain.Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Open Ended Learmig terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research focused on analyzing the question that measuring high order thinking skills (HOTS) under the title “An Analysis On HOTS Question Type In English School Examination Questions At SMPN 10 Kupang In Academic Year 2019/2020”. The purposes of this study are to find out and analyze the percentage of the distribution question of HOTS in English School Examination and to find out the characteristic of HOTS question type in English School Examination using the descriptive qualitative method and content analysis. The writer collected and listed the questions in English School Exam and then calculated the percentage of each level of cognition. The results showed that, the distribution question of HOTS was 16 questions out of 45 questions or 35.6% and LOTS was 29 questions or 64.4%. Almost all the questions presented stimulus contains the characteristic of HOTS type question. However, in order to measured the question that categorize as HOTS not only has a stimulus but also should have critical thinking skills and problem solving skills. Therefore there are only 16 questions that fulfill the characteristics of HOTS type question in the English School Examination question. The most dominant level in the English School Exam question was lower order thinking skills (LOTS) it was 64.4% of 100 % while for higher order thinking skills (HOTS) it was 35.6%. It indicated that this question concentrated more on lower level thinking questions than higher level thinking. Keywords: English School Exam question,test item analysis, and higher order thinking skills (HOTS).