ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
“PENGARUH EKSTRAK DAUN BINAHONG
(Andredera cordifolia (ten.) steenis) TERHADAP PERTUMBUHAN
BAKTERI Escherichia coli.”
Suwo D. M* Nge S. T** Ballo A**
Tanaman herbal di Indonesia telah banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional. Salah satu bahan alami ialah Binahong (Anredera Cordifolia Steenis). Daun binahong memiliki kandungan senyawa aktif yang antara lain flavonoid, terpenoid, alkanoid, saponin. Daun binahong memiliki khasiat untuk melancarkan dan menormalkan peredaran darah, mencegah stroke, asam urat, maag, menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh, ambeien, melancarkan buang air kecil, buang air besar, diabetes, rematik dan sariawan berat. Binahong memiliki efek antiinflamasi dan bisa mengurangi rasa nyeri pada luka bakar, sebagai antimikroba, penyembuhan luka bakar dan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun binahong (Andredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yang terdiri dari 4 perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun binahong 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 24mm sampai dengan 27,67mm dikategorikan sebagai daya hambat kuat.
Kata kunci : Uji antibakteri, daun binahong, E. coli
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR PAKU UDANG Stenochlaena palustris (Burm. F) Badd TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI E. coli Sobang, A. N)* Rafael, A)** Bota, W)*** Tumbuhan paku banyak dimanfaatkan antara lain sebagai tanaman hias, sayuran dan bahan obat-obatan. Secara tradisonal tumbuhan paku banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat-obatan, baik sebagai anti bakteri maupun sebagai obat malaria pencahar, obat penghenti pendarahan, obat pasca persalinan, obat penyakit kulit, maupun obat anti radang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kasar paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. coli, dan konsentrasi pemberian ekstrak kasar paku udang (S. palustris) yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram. Perlakuan yang diberikan 0% (aquadest atau kontrol negatif), ekstrak daun paku udang 30%, 45%, 60%, 75%, 100% masing-masing dibuat tiga ulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. Coli yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 60%, 75%, dan 100%. Pemberian ekstrak kasar daun paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri E.coli. Hal ini dapat dilihat dari konsentrasi yang digunakan mulai dari 60%, 75%, dan 100% memiliki zona hambat yang berkisar antara 2,66 mm sampai dengan 9,8 mm yang di inkubasi pada 24 jam dan berkisar antara 2 mm sampai dengan 6,83 mm yang di inkubasi pada jam ke 48. Sedangkan pada konsentrasi 30% dan 45% tidak ada terbentuk zona hambat hal ini sebabkan karena pada kedua konsentrasi ini belum mampu mengganggu metabolisme bakteri uji. Dan konsentrasi 100% yang memiliki aktivitas paling besar terhadap pertumbuhan bakteri E. coli.